• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel Ilmiah Program Studi Ilmu Politik Universitas Jambi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Artikel Ilmiah Program Studi Ilmu Politik Universitas Jambi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PERDA PROVINSI JAMBI NO 6 TAHUN 2017

TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

HIDUP DI MUARO JAMBI TERHADAP PT BICCON AGRO MAKMUR

Leny Wulandari

1(ilmu politik/H1B116007/Universitas Jambi)

*[email protected]

ABSTRACT

policies on environmental management, especially in Muaro Jambi, are still ineffective. Jambi Provincial Regulation Number 6 of 2017 concerning environmental protection and management has not been able to minimize violations that occur. The scope of environmental pollution and damage control carried out by PT Biccon Agro Makmur is that it has carried out surface water pollution, namely pollution of river water, waste pollution by B3, and environmental damage. The purpose of this study is to determine the implementation of Jambi Province regional regulation Number 6 of 2017 and to find out what factors influence the implementation of the policy. The research method uses descriptive qualitative research and data collection is carried out, among others, observation, interviews, documentation, with data analysis techniques are to perform data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of regional regulations, namely Number 6 of 2017 concerning environmental protection and management, consists of several scopes, namely planning, utilization, maintenance, supervision, control and law enforcement. The implementation of this policy has not been implemented optimally. It is evident from the fact that there are still companies that do not comply with policies made by the government. The obstacle is the inadequate resources and policies for environmental management in Muaro Jambi Regency according to Jambi Province regional regulations. Because there are still corrections and improvements so that policies made have not been implemented effectively. In addition, there are factors inhibiting implementation, namely lack of socialization and communication as well as lack of coordination from related parties.

ABSTRAK

Kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup khususnya di Muaro Jambi masih belum efektif. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 tahun 2017 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup masih belum dapat meminimalisir pelanggaran yang terjadi. Ruang lingkup pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur ini yaitu telah melakukan pencemaran air permukaan, yaitu pencemaran terhadap air sungai, pencemaran limbah oleh B3, serta kerusakan lingkungan hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dari implementasi peraturan daerah Provinsi Jambi Nomor 6 tahun 2017 serta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi dari implementasi kebijakan tersebut. Metode penelitian menggunakan penelitian Kualitatif Deskriptif dan pengumpulan data dilakukan antara lain observasi, wawancara, dokumentasi, dengan teknik analisis data adalah melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah yaitu Nomor 6 tahun 2017 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terdiri dari beberapa ruang lingkup yaitu perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian serta penegakan hukum. Implementasi dari kebijakan ini belum dapat di implementasikan secara maksimal. Terbukti dari masih adanya perusahaan yang tidak mematuhi kebijakan yang dibuat pemerintah. Kendalanya yaitu kurang memadainya sumber daya dan kebijakan untuk pengelolaan lingkungan hidup dikabupaten Muaro Jambi mengacu pada peraturan daerah Provinsi Jambi. Karena masih adanya koreksi dan perbaikan sehingga kebijakan yang dibuat belum terlaksana secara efektif. Selain itu adanya faktor penghambat implementasi yaitu kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta kurangnya koordinasi dari pihak terkait.

(2)

PENDAHULUAN

Kebijakan yang merupakan hasil dari interaksi intensif antara para aktor politik pembuat kebijakan berdasar pada fenomena yang harus dicarikan solusinya. kebijakan publik harus pula menyertakan partisipasi masyarakat guna menghasilkan keputusan yang terbaik. Dalam arti lain, kebijakan terjadi pada konteks politik yang tidak demokratik sehingga keputusan sangat bersifat top-down.Dalam pendekatan top down, implementasi kebijakan yang dilakukan tersentralisir dan dimulai dari actor tingkat pusat, dan keputusannya pun diambil dari tingkat pusat.Pendekatan top down bertitik tolak dari perspektif bahwa keputusan-keputusan politik (kebijakan) yang telah ditetapkan oleh pembuat kebijakan harus dilaksanakan oleh administrator-administrator atau biasanya juga birokrat-birokrat pada level bawahnya.Jadi inti pendekatan top down adalah sejauh mana tindakan para pelaksana (administrator dan birokrat)sesuai dengan prosedur serta tujuan yang telah digariskan oleh para pembuat kebijakan di tingkat pusat .

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh para aktor pembuat kebijakan untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat sempit untuk mempersentasikan kepentingan golongan, agama atau kepentingan politik tertentu saja. Akibatnya, kebijakan menjadi tidak bersifat publik lagi, meskipun terkadang harus dilaksanakan secara luas. Ini karena keputusan yang dihasilkan hanya mewadahi kepentingan segeliintir orang saja.

Dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2017 bertujuan untuk dapat meminimalisir permasalahan lingkungan hidup di Provinsi Jambi.Ini merupakan salah satu produk dari kebijakan lingkungan yang dibuat oleh pemerintah Provinsi Jambi.Namun realitanya dengan diterbitkannya Perda ini ternyata belum mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Perusahaan merupakan salah satu sendi utama

dalam kehidupan masyarakat modern, karena merupakan salah satu pusat kegiatan manusia untuk memenuhi kehidupan kesehariannya.

Perusahaan merupakan salah satu sendi utama dalam kehidupan masyarakat modern, karena merupakan salah satu pusat kegiatan manusia untuk memenuhi kehidupan kesehariannya.Kegiatan perusahaan merupakan bagian dari kegiatan ekonomis yang dilakukan oleh suatu organisasi, secara terbuka dan berkesinambungan, mengenai suatu barang baik yang bergerak dan tidak bergerak maupun bidang jasa, bersaing mutu atau kualitas dengan tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan.Usaha perusahaan atau yang menjalankan perusahaan, sesungguhnya merupakan padanan kata dari pedagang atau kegiatan perdagangan, yang maknanya melakukan kegiatan terus-menerus, secara terang-terangan dalam rangka mencari keuntungan . Salah satu tanggung jawab perusahaan yang harus dilakukan adalah tanggung jawab tentang pengelolaan lingkungan hidup dengan baik dan benar.Masih banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran dengan menyebabkan kerusakan lingkungan.Dalam bidang tertentu, pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan misalnya pencemaran limbah hasil industri.Hal ini masih menjadi perhatian bagi pemerintah agar perusahaan dapat menjalankan aturan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Permasalahan lingkungan hidup semakin hari semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan lingkungan hidup belum berhasil.Eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup telah menyebabkan semakin buruknya kualitas lingkungan sumber daya alam, khususnya dalam pengawasan dan pengembangan mekanisme hidup.Hal ini disebabkan tidak konsistensinya pelaksanaan manajemen lingkungan hidup dan dalam kelembagaannya . Serta kebijakan yang dibuat

(3)

oleh pemerintah yang kurang efektif sehingga kebijakan tidak tertuju tepat pada sasaran.

Hal ini dapat menjadi perhatian, khususnya di lokasi Perusahaan yang beroperasi di bidang kelapa sawit yaitu PT Biccon Agro Makmur.Pengelolaan lingkungan yang dilakukan perusahaan belum baik. Sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Perusahaan tidak dapat mengelola limbah dengan baik, sehingga limbah tercemar ke pemukiman perkebunan masyarakat sehingga menimbulkan kerusakan. Terlebih lagi aroma limbah dari perusahaan sawit itu telah berakibat pada kesehatan masyarakat. Masyarakat setempat sehari-harinya menggunakan masker karena takut lebih banyak menimbulkan penyakit dari aroma limbah tersebut. Pada tahun 2007, tepatnya tanggal 26 November 2007 didirikan sebuah Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT Biccon Agro Makmur yang terletak di Sungai Gelam RT 39 Kabupaten Muaro Jambi dan pada tanggal 4 Juli 2013 pabrik disahkan oleh Bupati Muaro Jambi Drs. H. Burhanudin Mahir, SH. Perusahaan ini khusus menangani usaha pada bidang komoditas kelapa sawit dimana semua aset perkebunan yang dikelola dimasukkan menjadi aset PT Biccon Agro Makmur.

Peraturan untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang termuat didalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 tahun 2017, didalamnya mencakup ruang lingkup perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum. Seluruh pokok dari lingkungan hidup sudah tecantum didalamnya, agar pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di provinsi jambi semakin baik. Namun dalam hal ini sebaiknya dalam peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup khususnya mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Muaro Jambi, namun Peraturan Daerah Muaro Jambi sendiri

masih bermasalah sehingga tidak dapat menjadi dasar atau pedoman. PT Biccon Agro Makmur merupakan perusahaan yang memiliki permasalahan dengan lingkungan. Perusahaan tidak bisa mengelola limbah dengan baik. Hal tersebut dapat di buktikan dengan hasil uji sampel, hampir di semua pengujian melebihi standar baku air limbah. Bahkan ditemukan tanah yang terkontaminasi limbah B3 di lokasi pengisian Bahan Bakar Minyak yang berdekatan dengan drainase air hujan lokasi pabrik. Serta air cucian lantai pabrik, air steam dan air leachet langsung masuk ke drainase parit belakang sungai merah. Sehingga apabila terjadi hujan, bak kontrol tidak mampu menampung air tersebut.

Perusahaan yang terbukti melanggar aturan, harus diberikan sanksi dengan tegas.PT Bicon Agro Makmur sebagai pemilik Pabrik Kelapa Sawit yang telah melakukan pembuangan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya ke alur Sungai Merah. justru dua instansi pemerintah daerah, yakni Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi maupun Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Muarojambi, hanya menjatuhkan sanksi administrasi kepada PT Biccon Agro Makmur tersebut. Padahal hasil uji limbah yang dilakukan instansi pemerintah tersebut berdasarkan suratnya menyebutkan, sesuai hasil uji limbah cair yang dilaksanakan April 2017 lalu, semestinya pemilik PT Biccon Agro Makmur selain dapat dipidanakan dan dikenakan denda sebesar Rp 3 miliar. Hal ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 103 yang menyatakan bahwa “setiap orang yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu milyar

(4)

rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga milyar rupiah).

Ikatan Pemuda Karya Provinsi Jambi mendesak pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah untuk menghentikan operasional dan aktivitas produksi PT Biccon Agro Makmur sampai perusahaan tersebut memperbaiki instalansi pengolahan limbah. Ketua Ikatan Pemuda Karya Provinsi Jambi, Donny Pasaribu menyatakan bahwa Badan Lingkungan Hidup Daerah bekerja hanya setengah hati saja. Seharusnya jika izin lingkungan telah dibekukan, mestinya operasional prusahaan dihentikan sampai limbahnya dinyatakan memenuhi standar baku mutu lingkungan. Jika perusahaan tetap memaksa untuk operasi, maka hal itu merupakan aktivitas ilegal. Donny menyatakan bahwa jika Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi maupun Badan Lingkungan Hidup Daerah Muaro Jambi tidak berani menghentikan segala aktivitas PT Biccon Agro Makmur, maka Ikatan Pemuda Karya akan segera menyegel kedua kantor tersebut. Ketua Persatuan Petani Jambi Aidil Putra, juga mengutuk ketindakan penecemaran limbah yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur. Menurutnya, Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi maupun Kabupaten Muaro Jambi terlalu lamban dalam mengatasi persoalan limbah tersebut karena sudah terlalu lama dan pengecekan sudah berkali-kali namun tidak ada tindakan yang nyata.

Masih banyak pelanggaran lain yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur terkait beroperasinya Perkebunan Kelapa Sawit, termasuk juga disebutkan PT Biccon Agro Makmur tidak pernah melakukan pengambilan sample air sungai yang semestinya dilakukan tiga bulan sekali, dan masalah lain juga perusahaan itu ternyata juga membeli buah sawit masyarakat yang ditanam di lahan hasil perambahan dari kawasan hutan di Kabupaten Muarojambi. Lembaga Pemantau Penyelamatan Lingkungan Hidup akan terus mendesak

Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Muarojambi untuk membawa kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur keranah hukum dengan sanksi pidana bukan sanksi administrasi. Pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan tersebut terjadi pada tahun 2017.Permasalahan tersebut terjadi masih pada masa pemerintahan Burhanudin Mahir.Namun pada masa pemerintahan Burhanudin Mahir, juga tidak ada tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Artinya hal ini sama dengan apa yang dilakukan pemerintahan sekarang yaitu masa pemerintahan Masnah Busro.

Dikeluarkan Perda No 6 Tahun 2017 ini belum dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan. Khususnya dalam ruang lingkup perusahaan. Hal ini dapat di asumsikan bahwa implementasi Perda tersebut belum maksimal. Masih banyak perusahaan yang melanggar aturan perundang undangan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari pemerintah sehingga Perda tersebut belum dapat di implementasikan dengan baik.

Berdasarkan pemaparan diatas menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2017 belum sepenuhnya efektif. Karena masih ada saja perusahaan yang melakukan pelanggaran lingkungan yaitu PT Biccon Agro Makmur yang telah melakukan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul “Implementasi Perda Provinsi Jambi No 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Muaro Jambi Terhadap PT Biccon Agro Makmur”.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian kualitatif ini yaitu untuk membuat gambaran, deskripsi atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang

(5)

diselidiki. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian kualitaif ini, metode yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang berasal dari berbagai literatur, dokumentasi atau wawancara yang dilakukan kepada sumber utama terkait dengan cara menganalisis antara konsep, kebijakan dan hasil yang ditemukan dilapangan saat dilakukannya penelitian. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer (data utama) dan data skunder (data pendukung). Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik pengumpulan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya untuk teknik analisis data, dalam penelitian ini yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Implementasi Perda Provinsi Jambi No 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Terhadap PT Biccon Agro Makmur

Ruang lingkup perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi perencanaan, pemanfaatan,pemeliharaan,pengawasan,pengendalian serta penegakan hukum. Penjelasannya sebagai berikut:

a. Perencanaan

Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai instrument perencanaan memiliki fungsi penting untuk menyeleraskan kebijakan lingkungan baik yang dibuat oleh lembaga yang secara khusus diberi tugas mengelola ligkungan maupun lembaga lain yang tugasnya juga terkait dengan persoalan lingkungan hidup. Keserasian kebijakan ini penting agar tindakan pemerintahan yang dilakukan tidak saling tumpang tindih, tidak saling mengklaim sebagai lembaga yang berwenang, dan tidak saling

lempar tanggungjawab jika terjadi masalah lingkungan.

Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ditetapkan dengan peraturan daerah, hal ini tercantum didalam pasal 7 Perda Provinsi Jambi Nomor 6 tahun 2017. Semua perencanaan dimulai dari yang paling bawah, namun pada praturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ini mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jambi, dikarenakan Peraturan Kabupaten Muaro Jambi memiliki banyak kekeliruan dan sebaiknya tidak dijadikan dasar atau pedoman. Namun dalam hal ini, peraturan daerah kabupaten muaro jambi tentang lingkungan hidup diupayakan untuk dilakukannya perbaikan sehingga lebih dapat mengatasi permasalahan lingkungan secara efektif.

b. Pemanfaatan

Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah, kehidupan pun dapat terganggu. Sumber daya alam memiliki prinsip pemanfaatan, yang pertama prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan, yang terdiri dari pengembangan daerah aliran sungai dan pengelolaan air limbah. Hal ini tidak dilakukan oleh PT Biccon Agro Makmur. Yang kedua, yaitu prinsip daur ulang. Dengan adanya prinsip daur ulang ini sangat efektif sekali untuk menanggulangi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh limbah dari kelapa sawit perusahaan. Perusahaan yang seharusnya terlibat langsung dalam proses pemanfaatan limbah dengan diberikan pengawasan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup dilakukan berdasarkan Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan bahwa tidak adanya pemanfaatan yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur .Pencemaran lingkungan yang

(6)

dilakukan oleh perusahaan telah menghilangkan fungsi dari lingkungan itu sendiri.Limbah yang dibuang di sungai membuat kerugian bagi masyarakat dan ekosistem yang ada didalamanya.Limbah yang tercemar membuat terganggunya kesehatan dari masyarakat, kesejahteraan masyarakat yang menurun dikarenakan pemukiman yang sudah tercemar oleh limbah dari perusahaan.

c. Pemeliharaan dan Pencegahan Pemeliharaan lingkungan hidup dilakukan melalui upaya salah satunya konservasi sumber daya alam yaitu perlindungan sumber daya alam. Perusahaan tidak melakukan perlindungan terhadap sumber daya alam.Hal ini terbukti bahwa perusahaan melakukan pencemaran terhadap lingkungan.Dalam hal ini pencegahan PT Biccon Agro Makmur memiliki Upaya Pemantauan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, walaupun adanya Upaya Pemantauan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup tetap saja perusahaan melanggar.Artinya perusahaan harus lebih memerhatikan pencegahan agar hal serupa tidak dapat terulang kembali. Untuk pemeliharaan dan pencegahan, pihak perusahaan telibat langsung terhadap hal ini dengan mengacu pada aturan upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dibuat pemerintah.

d. Pengawasan

Sesuai dengan pasal 41 bahwa gubernur dapat menugaskan pejabat atau instansi yang bertanggung jawab dibidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam melakukan pengawasan. Dalam hal ini khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi melakukan pengawasan terhadap PT Biccon Agro Makmur. Namun dikarenakan sumber daya yang kurang memadai, Dinas Lingkungan Hidup juga bekerja sama dengan masyarakat informasi .pelanggaran yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur berasal dari pengaduan masyarakat. selain masyarakat, Lembaga

Swadaya Masyarakat maupun organisasi-organisasi. Seperti Ikatan Pemuda Karya dan Persatuan Petani Jambi yang sangat mengecam PT Biccon Agro Makmur yang harus diberhentikan operasionalnya karena dianggap sudah banyak melakukan pelanggaran lingkungan.

e. Pengendalian

Ruang lingkup pngendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang dilakukan PT Biccon Agro Makmur yaitu pencemaran air permukaan, yaitu pencemaran terhadap air sungai, pencemaran limbah oleh Bahan Berbahaya dan Beracun, serta kerusakan lingkungan hidup.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji sampel, hampir di semua pengujian melebihi standard baku air limbah. Bahkan ditemukan tanah yang terkontaminasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dilokasi pengisian Bahan Bakar Minyak yang berdekatan dengan drainase air hujan lokasi pabrik.Serta air cucian lantai pabrik, air steam dan air leachet langsung masuk ke drainase parit belakang sungai merah.Sehingga apabila terjadi hujan, bak kontrol tidak mampu menampung air tersebut

f. Penegakan Hukum

Setiap usaha atau kegiatan yang melanggar ketentuan yang berhubungan dengan pelanggaran seharusnya akan diberikan sanksi yang tegas dan sesuai peraturan perundang undangan. Perusahaan yang terbukti melanggar aturan, harus diberikan sanksi secara tegas. PT Biccon Agro Makmur yang telah melakukan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang secara jelas telah merugikan kenyamanan masyarakat, justru dua instansi pemerintah daerah yakni Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi hanya menjatuhkan sanksi administrasi kepada perusahaan tersebut. Padahal sudah jelas didalam pada pasal 54 “setiap orang atau badan yang mlanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 46(tentang larangan),

(7)

maka izin usahanya dicabut dan dipidana sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku” Namun pada kenyataannya PT Biccon Agro Makmur diberikan sanksi administrasi berupa pembekuan izin serta pembinaan saja. Tabel 3.1 Pelanggaran dan Sanksi PT Biccon Agro

Makmur

Pengelolaan lingkungan di muaro jambi masih menjadi perhatian, terutama pada perusahaan kelapa sawit yang menghasilkan limbah yaitu PT Biccon Agro Makmur.Pemerintah telah melakukan upaya dalam mengatasi permasalahan lingkungan terutama di bagian perusahaan-perusahaan yang menghasilkan limbah.Melalui kebijakan lingkungan yang di buat oleh pemerintah serta mengimplementasikannya agar pengelolaan lingkungan, terutama di Muaro Jambi semakin membaik. Peraturan yang di langgar perusahaan, ada beberapa pasal, yang pertama Pasal 9 dalam hal pemenfaatan, yaitu hilangnya fungsi lingkungan, keselamatan, mutu hidup serta kesejahteraan masyarakat, yang kedua pasal 10 pengendalian, yaitu ruang lingkup pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terdiri dari pencemaran air permukaan, pencemaran limbah oleh Bahan Berbahaya dan Beracun dan kerusakan lingkungan hidup, selanjutnya pasal 35 yaitu perusahaan harus memperhatikan jika kegiatan yang mengandung potensi limbah wajib melakukan pengolahan limbah hasil usaha atau kegiatan sebelum dibuang ke media lingkungan, selanjutanya dalam pasal 45 adalah kewajiban perusahaan dan pasl 46 adalah larangan yang harus ditaati oleh perusahaan.

Kemudian berdasarkan penelitian yang penulis lakukan bahwa Dinas terkait yaitu telah memberikan sanksi dua kali oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi. Pada 17 April 2017, sanksi pertama yang diberikan adalah sanksi administrasi teguran tertulis kepada PT Biccon Agro Makmur atas tindakannya yang telah mencemari lingkungan sekitar. Sanksi kedua, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi, Firmansyah ketika itu, adalah pembekuan izin lingkungan PT Biccon Agro Makmur pada Agustus 2017 sampai mereka benar-benar memperbaiki instalasi pengolahan limbahnya.

Tahun Pelanggaran/Sanksi 25 Oktober

2017

Terbukti limbah tercemar. Ikatan Pemuda Karya dan Persatuan Petani Jambi ancam segel PT Biccon Agro Makmur , karena sanksi yang diberikan kurang sesuai.

1 November 2017

Perusahaan masih tetap beroperasi meskipun izin sudah dibekukan

27 Mei 2018 Selama 2 bulan PT Biccon Agro Makmur tidak beroperasi sehingga merugikan pekerja

28 Mei 2018 Perusahaan tidak lagi beraktivitas, nasib para pekerja digantungkan

30 Mei 2018 Perusahaan tidak lagi produksi

17 Juli 2019 Pencemaran lingkungan dengan sanksi administrasi, paksaan pemerintah (pembinaan selama 3 bulan)

6 Februari 2019

Adanya Pemutusan Hubungan Kerja sepihak. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 151 yang berbunyi “ayat(1) pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dan pemerintah dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja. Dan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan tidak melalui proses yang jelas.

(8)

Semakin jelas dan rinci sebuah kebijakan, maka akan mempermudah untuk diimplementasikan karena implementor akan mudah memahami tindakanya. Dalam pengelolaan lingkungan dibutuhkan kerjasama dari imstansi-instansi terkait yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup, Non Govermental Organization agar pengelolaan lingkungan dapat berjalan dengan baik.Bukan hanya itu saja, peran masyarakat juga sangat penting dalam hal pengawasan pelanggaran lingkungan, khususnya perusahaan yang dekat dengan pemukiman msyarakat.PT Biccon Agro Makmur merupakan perusahaan kelapa sawit yang mendapatkan pengaduan dari masyarakat karena telah melakukan pencemaran lingkungan.Berikut wawancara dengan masyarakat Desa Sungai Gelam, yang bertempat tinggal dekat dengan perusahaan tersebut.

Pengaruh dari pencemaran kingkungan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Hilangnya fungsi lingkungan berakibat buruk bagi masyarakat, terlebih lagi limbah sudah dapat menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat sehingga sangat merugikan bagi kelangsungan hidup.

Gambar 3.1 Limbah Kelapa Sawit

Sumber: https://dinamikajambi.com/tag/limbah pada dasarnya, masyarakat berperan penting dalam hal pengawasan maupun pengaduan. Dikarenakan perusahaan di Muaro Jambi ini banyak, maka memang seharusnya instansi-instansi terkait harus berkoordinasi dengan masyarakat. Limbah yang sangat mengganggu, terutama pada kesehatan masyarakat dan telah menghilangkan fungsi lingkungan itu semdiri.

Gambar 3.2

Limbah yang mencemari sungai

Sumber: https://lpplhjambi.wordpress.com/pt- bam-buang-limbah-b3-ancam-lingkungan-dan-kehidupan-manusia/

(9)

2. Faktor yang mempengaruhi implementasi Perda Provinsi Jambi No 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

Peraturan-peraturan yang dikeluarkan atau dibuat oleh para pejabat negara, atau pembuat hukum itu menjadi faktor yang penting terhadap kondisi lingkungan. Kelestarian dan pengelolaan yang baik akan mengahsilkan lingkungan yang baik, bahkan sebaliknya. Upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan itu meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum di Provinsi Jambi, hal ini tercantum didalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah tentunya dengan harapan dapat diimplementasikan dengan baik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi yang pertama yaitu kepentingan-kepentingan yang memepengaruhi. Pada setiap kebijakan tentunya memiliki beberapa kepentingan, sehingga kebijakan tersebut dapat terlaksana. Hasil dari kebijakan tersebut akanmempengaruhi kepentingan-kepentingan pada actor pembuat kebijakan. Tentunya dengan menyusun strategi-strategi untuk memenangkan persaingan Kepentingan-kepentingan yang dimaksud yaitu kepentingan dari kelompok pembuat kebijakan. Yang mana didalam pembuatan kebijakan, tentunya sudah mengetahui hal apa yang akan didapatkan sehingga bisa saling menguntungkan, yaitu dari pelaksanaan implementasi peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan yang dilakukan oleh pihak terkait. Selanjutnya yaitu tipe manfaat, yang mana manfaat dari kebijakan yang dibuat pemerintah ini yang pertama agar pengelolaan lingkungan di provinsi Jambi semakin membaik, yang kedua memastikan tata kelola

lingkungan hidup kedepannya agar lebih efektif tentunya yang berkeadilan dan lestari. Selanjutnya kebijakan ini dapat tepat sasaran sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat.

Faktor selanjutnya, derajat perubahan yang ingin dicapai. Setiap pembuatan kebijakan tentunya ada perubahan yang diinginkan untuk tercapainya target yang diinginkan. Perubahan dalam hal ini agar pengelolaan lingkungan khususnya di provinsi Jambi semakin membaik. Agar tercapainya perubahan ini maka pemerintah provinsi Jambi secara maksimal melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, melakukan sosialisasi, meningkatkan komunikasi, maka akan lebih memudahkan untuk mencapai target dari kebijakan yang diinginkan. Selanjutnya letak pengambilan keputusan, pelaksana program dan sumber-sumber daya yang digunakan. Terdapat didalam wawancara bersama Bapak Ir Mesran sebagai Anggota DPRD Komisi II Provinsi Jambi yaitu dalam pengambilan keputusan kita melibatkan banyak pihak, karena kita membutuhkan itu untuk melihat kepentingan serta keperluan- keperluannya. Itu semua harus disesuaikan. Perihal sulit atau tidaknya itu harus kita lalui karena itu proses. Pengambilan keputusan dalam sebuah kebijakan tidak gampang, kita harus melihat apakah kebijakan tersebut dapat terimplementasikan dengan baik atau tidak. Kita juga melihat dari tipe-tipe pengambilan keputusan itu seperti apa, tidak sembarangan Untuk pelaksana program, tentunya harus didukung dengan pelaksana kebijakan yang kompeten dan kapabel sehingga kebijakan dapat mencapai keberhasilan. Untuk menunjang hal tersebut harus ada sumber daya yang digunakan. Tersedianya sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kebijakan akan mempermudah pelaksanaannya. Sumber daya ini berupa tenaga kerja, keahlian, dana, sarana, dan lain-lain.

Faktor selanjutnya, kekuasaan, kepentingan-kepentingan dan strategi aktor yang terlibat. Hal

(10)

tersebut juga dijelaskan oleh Bapak Ir Mesran. Beliau menjelaskan bahwa sebagai pembuat kebijakan tentunya memiliki kekuatan ataupun kekuasaan dalam hal ini. Kekuatannya kita mengeluarkan perda ini untuk masalah masalah lingkungan yang ada di provinsi jambi, tentunya kan pasti ada latar belakangnya. Karena kita memiliki kekuatan dan kekuasaan maka kita membuat perda ini dengan harapan dapat diimplementasikan dengan baik.untuk strategi, kita juga harus mematuhi aturan Perda, melakukan sosialisasi terhadap masyarakat itu juga sangat penting.untuk diperusahaan, yang pasti kita tetap selalu berkoordinasi dengan masyarakat mengenai pengaduan tentang pelanggaran pengelolaan lingkungan.Dalam pembuatan kebijakan yang mendominasi adalah lembaga legislatif. Tentunya para politisi memiliki kepentingan dalam program yang akan dibuat dan akan menyusun strategi untuk memenangkan persaingan yang terjadi dalam implementasi sehingga mereka dapat menikmati output-nya.Kedepannya strategi kita meningkatkan dan melaksanakan kebijakan mengenai perlindungan dan pengelolaa lingkungan agar lingkungan di provinsi jambi ini semakin baik. Dan perusahaan-perusahaan dapat mematuhi aturan yang dibuat pemerintah.

Selanjutnya karakteristik lembaga dan rezim yang berkuasa. Bahwa Lingkungan juga mempengaruhi terhadap keberhasilan suatu kebijakan.Dari ciri-ciri suatu lembaga di berbagai daerah hingga rezim yang berkuasa juga turut mempengaruhi.Selain lingkungan yang mempengaruhi, lembaga-lembaga juga turut memberikan edukasi terhadap pihak terkait, sehingga dapat lebih memperlancar dari pelaksanaan implementasi. Rezim memang harus dituntut untuk melindung ilingkungan. Karena ini merupakan suatu hal yang sangat penting serta juga berpengaruh terhadap keberhasilan suatu kebijakan. Rezim yang berkuasa pada saat ini, masih terlihat kurang dalam hal melindungi lingkungan. Karena

masih banyak permasalahan lingkungan yang terjadi di provinsi Jambi ini. Namun harapannya, rezim yang berkuasa harus secara penuh dalam melakukan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Faktor yang teraakhir yaitu tingkat kepatuhan dan respon dari pelaksana. Hal ini juga bagian penting dari proses implementasi suatu kebijakan, dimana tingkat kepatuhan dan adanya respon dari pelaksana kebijakan merupakan aksi nyata dari pelaksana untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam pengimplementasian Peraturan Daerah ini agar dapat terlaksana dengan baik, secara optimal dan berdaya guna bagi masyarakat. Hal ini juga dijelaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jambi, Bapak Ir Mesran bahwa sejauh ini para pelaksana sudah melakukan yang terbaik, namun karena sumberdaya yang kurang memadai, sehingga pelaksanannya kurang maksimal, kami harus menjalin kerja sama dengan instansi terkait agar pelaksanaan implementasi kebijakan dapat berjalan dengan lancar. Harapannya kedepan dapat meningkatkan sosialisasi agar peraturan ini dapat terealisasikan secara maksimal. Kepatuhan dari pelaksanaan kebijakan ini cukup baik, walaupun terkadang ditemukannya kelailaian-kelalaian, namun wajar kita sebagai manusia juga bisa melakukan kesalahan maupun kekeliruan.

Pelaksanaan kebijakan yang ditentukan oleh isi atau konten dan lingkungan atau konteks yang diterapkan, maka akan dapat diketahui apakah para pelaksana kebijakan dalam membuat sebuah kebijakan sesuai dengan apa yang diharapkan, juga dapat diketahui apakah suatu kebijakan dipengaruhi oleh suatu lingkungan, sehingga tingkat perubahan yang diharapkan terjadi. Selain itu, kepatuhan dari aparat penegak hukum juga harus diperhatikan. Artinya aparat penegak hukum harus patuh terhadap penegakan hukum. Respon dari penegak hukum cukup baik, sehingga jika

(11)

terjadi pelanggaran, maka harus secara langsung segera bertindak sesuai aturan yang sudah diberlakukan.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Implementasi Perda Provinsi Jambi No 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Terhadap PT Biccon Agro Makmur belum sepenuhnya efektif dikarenakan masih kurangnya sosialisasi, koordinasi serta komunikasi dari pihak terkait. Sehingga implementasi yang dilakukan kurang maksimal sehingga perusahaan masih bisa melakukan pencemaran lingkungan. Dan juga Kabupaten Muaro Jambi hanya mengacu kepada Peraturan Daerah Provinsi Jambi, karena Peraturan Daerah Kabupaten Muaro Jambi masih dalam koreksi dan perbaikan.

Faktor politis yang mempengaruhi salah satunya yaitu dari kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi.Dalam pembuatan kebijakan yang mendominasi adalah lembaga legislatif. Tentunya para politisi memiliki kepentingan dalam program yang akan dibuat dan akan menyusun strategi untuk memenangkan persaingan yang terjadi dalam implementasi sehingga mereka dapat menikmati output-nya. Oleh karena itu didalam setiap pembuatan kebijakan pasti ada unsur politik didalamnya sehingga nantinya akan saling menguntungkan.

DAFTAR PUSTAKA

Agustino, Leo (2016) Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung:Alfabeta

Anggara, Sahya (2018) Kebijakan Publik. Bandung:Penerbit Pustaka Setia Hidayat, Herman (2005). Politik lingkungan

pengelolaan hutan masa orde baru dan reformasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Keraf, Sonny (2010) Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Subarsono. AG, (1997) Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori, dan Aplikasi Sugiyono (2017).Metode penelitian Kuantitatif.

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Winarno, Budi (2007) Kebijakan Publik: Teori & Proses. Yogyakarta: Media Presindo

Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2017 Tentang

Perlindungan

Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 103

Redaksi Dinamika Jambi, Terbukti Limbah Tercemar ipk dan ppj ancam PT Bam di aksesdarihttp://dinamikajambi.com/2017/1 0/25/terbukti-limbahnya-tercemar-ipk-dan-ppj-ancam0segel-pt-bam/

Ansory,warga petaling keluhkan aroma limbah diakseshttp://www.radarjambi.coid/read/201 warga-petaling-keluhkan—aroma-limbah-pt-bam/

Tanggung jawab pemegang saham perusahaan perseroan terbatas di akses dari https://media.neliti.com/media/publications /40619-tanggung-jawab-pemegang-saham-perseroan-ddd4ab0a.pdf

(12)

Gambar

Tabel 3.1 Pelanggaran dan Sanksi PT Biccon Agro  Makmur

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian pada variabel ketimpa- ngan pendapatan, indikator pengeluaran untuk investasi menjadi indikator terkuat dalam membentuk ketimpangan pendapa- tan, sehingga

つぎに会計上と税務上の取扱の違いをコントロールするために。 INTANG および PPE を独立変数に加える。INTANG は無形固定資

Pengembangan Buku Suplemen Aktivitas Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis ‘HOTS’ Untuk Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Penelitian Pengembangan

Hasil perhitungan terhadap empat negara terbesar produsen CPO (CR4) dengan nilai 94 persen, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya struktur pasar industri minyak sawit

Pengabdian yang dilakukan adalah bentuk keseriusan dan kesungguhan dosen Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin mendukung kiprah TNI lingkungan dan masyarkat terutama

Secara metodologi, penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu : pertama, meliputi pemisahan objek bangunan terhadap objek lainnya dengan menggunakan

Untuk dapat menangkap aspek kesejarahan wacana qurani diatas, maka menurut Arkoun, kita tidak boleh menutup mata terhadap metode dan pendekatan Barat dalam memahami

Lingkungan sekolah (guru dan siswa) memiliki peran yang kuat dalam membentuk karakter anak (Kristiawan, 2015).. Penyelenggaraan pendidikan karakter menjadi satu hal