• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOBILE MAPPING WISATA DAN KULINER YOGYAKARTA UNTUK WISATAWAN BERSEPEDA DENGAN FORMULA HAVERSINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MOBILE MAPPING WISATA DAN KULINER YOGYAKARTA UNTUK WISATAWAN BERSEPEDA DENGAN FORMULA HAVERSINE"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MOBILE MAPPING WISATA DAN KULINER YOGYAKARTA

UNTUK WISATAWAN BERSEPEDA DENGAN FORMULA

HAVERSINE

Bernadhed1, Ema Utami2, Andi Sunyoto3

1

STMIK Amikom

2,3Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta

1[email protected],2[email protected],3[email protected]

Abstrak

Sistem pemetaan pada saat ini merupakan teknologi yang berkembang, dengan sistem pemetaan, beberapa persoalan realitas kehidupan masnusia bisa diatasi, misalnya dalam hal pengambilan keputusan untuk membangun suatu fasilitas jalan di daerah kunjungan wisata. Menggunakan peta, informasi geografi dapat lebih efisien untuk dikomunikasikan dan disimpan. Di Bantul, tidak sedikit tempat wisata dan kuliner yang ada, sedangkan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, cenderung hanya mengetahui daerah-daerah pariwisata yang terkenal saja di daerah-daerah bersangkutan misal Parangtritis, Makam Raja-raja dan Kebun Buah. ada tahun 2013 data terakhir Statistik dari Buku Statistik Dinas Pariwisata Yogyakarta menunjukkan pengunjung mencapai 2.360.173 wisatawan. Dengan potensi wisata tempat kuliner dan wisata yang ada. Kendala yang terjadi secara real dilapangan sendiri, masih minimnya plakat petunjuk ke daerah wisata Bantul yang masih sulit dijangkau. Akibatnya banyak wisatawan yang tersesat untuk menuju lokasi obyek pariwisata. Maka, penelitian ini akan mengembangkan sebuah sistem dengan fasilitas informasi berupa obyek lokal yang kemungkinan belum dikenal dan rute terpendek untuk wisatawan bersepeda yang akan diterapkan menggunakan metode Haversine. Ditambah dengan perkembangan teknologi saat ini, maka akan dimaksimalkan dalam pemanfaat mapping daerah wisata dan kuliner yang digunakan sebagai acuan untuk menjelajahi dan mengunjungi tempat-tempat yang ada di Yogyakarta khusunya Imogiri dan sekitarnya. Kata Kunci : haversine, mobile, mobile mapping, wisata, kuliner

1. Pendahuluan

Sistem pemetaan pada saat ini merupakan teknologi yang berkembang, dengan sistem pemetaan, beberapa persoalan realitas kehidupan masnusia bisa diatasi, misalnya dalam hal pengambilan keputusan untuk membangun suatu fasilitas jalan di daerah kunjungan wisata. Hal lain yang menjadikan sistem pemetaan merupakan sistem yang banyak diminati adalah asumsi bahwa informasi geografi dari suatu lokasi, baik yang berkaitan dengan tata letak, kegunaan, sumber daya ataupun ciri-ciri yang dimiliki, akan lebih mudah dipahami dan dianalisis jika disajikan dalam sebuah peta..

Di daerah Bantul banyak tempat wisata dan kuliner yang ada, sedangkan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, cenderung hanya mengetahui daerah-daerah pariwisata yang terkenal saja di daerah bersangkutan misal Parangtritis, Makam Raja-raja dan Kebun Buah. Potensi wisatawan sendiri pada tahun 2013 data terakhir Statistik dari Buku Statistik Dinas Pariwisata Yogyakarta menunjukkan pengunjung mencapai 2.360.173 wisatawan baik dalam maupun luar negeri dengan pusat kunjungan Bantul memanfaatkan transportasi sepeda dan kendaraan bermotor. Kendala yang terjadi secara

real dilapangan sendiri, masih minimnya plakat

petunjuk ke daerah wisata Bantul yang masih sulit dijangkau. Wisatawan tidak mengetahui lokasi obyek pariwisata dan tidak mengetahui jalur apa yang dapat mereka gunakan untuk menuju lokasi obyek pariwisata.

Seperti pada penelitian sebelumnya, dalam penelitian Huda, dkk[1], “Rancangan Bangun Aplikasi Haversine”. Dalam kasus ini Formula Haversine digunakan untuk menghitung jarak sesungguhnya dari teknisi ke konsumen melalui perhitungan Longitude dan Latitude. Dengan mengambil konsumen terdekat setelah dilakukan perhitungan, diharapkan teknisi dapat bekerja lebih efisien waktu dan biaya. Hal tersebut akan diadopsi untuk diterapkan pada penelitian ini hanya saja dengan fasilitas berupa obyek wisata lokal dengan rute terpendek menggunakan metode Haversine.

2. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan metode penelitian Action

Research yang akan menghasilkan prototype

sistem. Dalam bentuk tahapan yang paling sederhana, setidaknya terdapat empat tahap dalam penelitian Action Research[2]:

(2)

a) Diagnosing action b) Planning action c) Taking action d) Evaluating action

Berikut adalah kegiatan yang akan diterapkan dalam penelitian ini :

Tabel 1. Proses Penelitian Action Research Tahapan Kegiatan Penelitian Diagnosing

action

Identifikasi permasalahan yang akan diangkat di dalam penelitian ini, yaitu untuk penerapan Mobile Mapping wisata dan kuliner di Yogyakarta

Dalam tahapan ini akan melakukan pengamatan dan analisis masalah, dan mendapatkan ide penelitian, merumuskan masalah, mencari referensi terkait metode dan teknis serta perencanakan tindakan kegiatan.

Planning action

Dalam tahap ini akan dilakukan penyusunan laporan dari hasil pengumpulan informasi dan data di lapangan untuk proses penelitian. Yaitu membuat Rancangan Kuisioner, membuat rancangan sistem dengan UML, Perancangan design Prototype sistem dari analisis fitur yang dilakukan dengan elisitasi ke Pihak Dinas Pariwisata Bantul. Serta penyusunan kebutuhan lain seperti perangkat keras dan lunak dalam laporan.

Taking action

Uji coba terhadap prototipe sistem yang telah dibangun. Evaluating

action

Melakukan proses evaluasi dengan uji coba dari kuisioner yang digunakan saat pengujian sebagai bahan evaluasi.

3. Hasil Dan Pembahasan 3.1. Diagnosing Action

Ide awal penelitian ini adalah akan dirancang sebuah prototype aplikasi yang dapat membantu wisatawan dalam mencari obyek wisata dan kuliner yang mereka inginkan di wilayah Imogiri.

3.1.1 Teknis Penelitian

Perhitungan jarak terdekat akan menggunakan Formula Haversine, Formulasi ini

menggunakan rumus haversine sebagai dasar. Rumus ini dapat digunakan untuk menghitung jarak lingkaran yang jauh antara dua titik. Berikut rumus Haversine Formula[3]:

R= Jari-jari bumi sebesar 6371 (km) lat = besaran perubahan latitude long= besaran perubahan longitude c= kalkulasi perpotongan sumbu d= jarak (km)

3.2. Planning Action

Penelitian ini akan dilakukan dengan melakukan survey melalui penyebaran kuisioner kepada responden. Yang meliputi kuisioner untuk perancangan design antarmuka dan evaluasi sistem.

a. Populasi Survey

Populasi yang akan dijadikan responden adalah dibatasi berjumlah 50 partisipan yaitu 40 pengguna umum (pesepeda dan pengguna biasa), 10 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Bantul. Teknik pengambilan sampel responden dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Menggunakan purposive sampling

dikarenakan responden harus memiliki syarat-sayarat yaitu merupakan orang-orang yang mempunyai kegiatan bersepeda atau komunitas di wilayah Yogyakarta yang dalam hal ini dianggap paling tidak bisa memberi gambaran dan masukkan melalui kuisoner.

b. Waktu

Waktu yang akan dibutuhkan untuk survey adalah 1 minggu untuk pengisian kuisoner Pra Perancangan design antarmuka. 2 minggu untuk pengisian angket evaluasi.

c. Media

Media yang digunakan adalah berupa kuisioner yang akan disebarkan langsung kepada responden. Untuk proses evaluasi akan dilakukan uji coba sistem beserta pengisian angket terkait dengan uji coba tersebut.

3.2.1 Kebutuhan Fungsional

Berikut ini hasil ringkasan dari analisis kebutuhan sistem disajikan dalam tabel:

(3)

Tabel 2. Ringkasan dari Kebutuhan Fungsional sistem admin

User Fitur Rincian Keterangan

Admin Home Login Admin Fasilitas validasi akun yang masuk sebagai admin sehingga dapat melakukan pengolahan data sistem

Edit Melakukan pengeditan terhadap akun admin yang ada didalam sistem

Akun

Edit Melakukan pengeditan terhadap akun user umum yang mendaftar untuk disetujui atau dihapus

User Terdaftar Event Manajemen event rutin atau khusus dari Dinas Pariwisata

admin dapat memasukkan informasi-informasi agenda dari acara-acara yang sering dilakukan oleh Dinas Pariwisata Bantul. Menu ini memang khusus ada karena dari Pihak Dinas Pariwisata sering melakukan atau mengadakan event-event bulanan.

Desti List Konten Menu untuk melakukan listing konten di tiap kategori nation Create

Konten

Untuk menambahkan konten lokasi baru

Edit Konten Untuk melakukan perubahan terhadap konten yang telah ada serta edit komentar yang masuk untuk disetujui atau dihapus

Delete Konten Melakukan penghapusan terhadap konten tertentu

Gallery List Gallery Menu untuk melakukan listing konten di gallery

Create

Konten

Untuk menambahkan konten foto di gallery baru

Edit Konten Untuk melakukan perubahan terhadap konten yang telah ada Most Visited Delete Konten Melakukan penghapusan terhadap konten gallery

About Manajemen

Isi Profile Dinas Pariwisata Bantul

Melakukan proses penyuntingan dan penambahan terhadap profil Dinas Pariwisata Bantul didalam sistem. Melaukan proses penyuntingan terhadap kontak terhadap instansi terkait seperti alamat atau nomor telepon Dinas Pariwisata

Us

3.2.2 Kebutuhan Non Fungsional

Berikut ini hasil ringkasan dari analisis kebutuhan non fungsional sistem disajikan dalam tabel:

Tabel 3. Kebutuhan Non Fungsional sistem Kebutuhan Nama Software Perancangan Antarmuka CorelDraw 12 Desain Antarmuka HTML, CSS 3.0, Adobe Photoshop CS 3 Engine Web PHP, Javascript Database MySQL

Peta Google Map API

3.2.3 Pemodelan UML

Dalam tahapan analisa design perangkat lunak akan disajikan dalam bentuk rancangan UML untuk mempresentasikan aktor dan sistem. Pemodelan sistem dimodelkan dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). Tahap-tahap terhadap analisa ini

antara lain Use Case Diagram, Class Diagram,

Activity Diagram dan Sequence.

a. Use Case Diagram

Berikut ini adalah salah satu dari Use Case dari Admin, User Terdaftar dan User Umum:

(4)

Gambar 1. General Use Case

Use Case diatas menunjukkan admin diberikan hak akses penuh untuk melakukan olah data seperti penambahan, pengurangan atau pengubahan terhadap konten dan menu yang ada.

Gambar 2. Use Case User Terdaftar

3.3. Taking Action

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya proses perancangan sistem prototype terdapat pada tahapan Taking

Action. Pembuatan rancangan interface sampai

pembangunan sistem akan dibahas pada bagian ini.

3.3.1 Perancangan User Interface

Perancangan tatap muka ini ditujukan agar lebih mempermudah pengguna berinteraksi dengan sistem dengan sajian grafis. Menurut Sommerville[4] bahwa dengan tampilan tatap muka berupa grafis mudah dipelajari dan digunakan. Salah satu referensi utama adalah dari kuisioner yang telah diisi oleh responden, seperti

penentuan warna, panel menu dan menu-menu lainnya.

Berikut ini rancangan tatap muka sistem yang akan dibangun:

Gambar 3. Rancangan Tatap Muka pada Menu Utama dan Penyajian Peta 3.4. Evaluate Action

Pada Sub Bab ini akan dilakukan pengujian sistem setelah implementasi. Dengan pengujian yang dibatasi pada beberapa task saja dengan pertimbangan keterbatasan waktu yang ada.

Tidak semua task dalam rancangan sistem akan diujikan dikarenakan keterbatasan waktu pengujian dan penelitian. a. Task Login (admin),

b. Task menu event, c. Task akses menu

destination, d. Task akses menu gallery, e. Task akses menu login/daftar, f. Task akses menu most wanted, g. Task Rating dan Komentar, h. Task logout

Pengujian dilakukan dengan metode pengujian black box yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.

3.4.1 Pengujian Alpha

Pengujian Mobile Mapping Wisata dan Kuliner ini menggunakan metode pengujian black box. a. Kesimpulan Pengujian Alpha

Kesimpulan dari hasil pengujian alpha adalah sebagai berikut:

1. Secara fungsional, sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan sesuai awal input sampai output yang dihasilkan 2. Secara fungsional, aplikasi sudah dapat

berjalan dengan baik pada browser seperti Mozilla Firefox, Opera dan browser default dari smartphone yang ada.

(5)

3.4.2. Hasil dari Angket Evaluasi dari Pengujian Betha

Pengujian beta merupakan pengujian yang dilakukan secara objektif dimana pengujian dengan membuat kuisioner mengenai penilaian pengguna mengenai aplikasi yang dibangun untuk selanjutnya ditanyakan langsung kepada responden. Hasil pengujian betha disertakan dalam lampiran.

a. Untuk mengetahui kebutuhan informasi user yang terdapat pada kebutuhan fungsional sesuai dengan sistem

Detail Perhitungan:

Sangat Memenuhi Keb. Informasi : 4 Responden (16 % dari total responden)

Memenuhi Kebutuhaan Informasi :19 Responden (76% dari total responden)

Cukup Memenuhi Keb. Informasi : 2 Responden ( 8% dari total responden)

Hasil yang disajikan diatas menunjukkan bahwa mayoritas dari responden telah menyatakan bahwa informasi yang disajikan telah memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan. b. Untuk mengetahui dari sisi pengguna kesuaian design tata letak dari sistem yang dibangun

Detail Perhitungan:

Sudah baik dan sesuai :15 Responden (60 % dari total responden)

Cukup baik dan sesuai :10 Responden (40% dari total responden)

Hasil yang disajikan diatas menunjukkan bahwa mayoritas dari responden telah menyatakan bahwa tata letak desain dari aplikasi yang dibangun sesuai dari keinginan pengguna. c. Untuk mengetahui informasi yang ada

didalam aplikasi dapat memberikan timbal balik manfaat kepada user

Detail Perhitungan:

Ya, Sangat Membantu : 8 Responden (32 % dari total responden)

Ya, Cukup Membantu : 17 Responden (68% dari total responden)

Hasil yang disajikan diatas menunjukkan bahwa 68% dari responden telah menyatakan bahwa informasi yang disajiakan akan dapat memberikan manfaat informasi untuk pengguna. d. Untuk Mengetahui penilaian hasil

perancangan website.

Detail Perhitungan:

Sangat Baik : 5 Responden (20 % dari total responden)

Baik : 18 Responden (72%

dari total responden)

Cukup : 2 Responden ( 8% dari total responden)

Hasil yang disajikan diatas menunjukkan bahwa 72% dari responden telah menyatakan bahwa secara keseluruhan dari aplikasi yang dibangun dinilai Baik.

4. Kesimpulan

a. Menerapkan Formula Haversine pada sistem, pengguna akan disajikan informasi tempat-tempat wisata(sesuai kategori) yang terdekat dengan pengguna tersebut, setelah sistem melakukan kalkulasi dari posisi pengguna dengan jarak dari tiap obyek wisata tersebut ke pengguna.

b. Pembuatan prototype perancangan aplikas ini dibuat dengan cara mengembangkan kebutuhan dan fitur yang berorientasi pada penyebaran kuisoner kepada user, merancang alur desain proses/kerja, merancang interface, memodelkan sistem dengan UML, memodelkan data, akses ke Map Engine Google dengan me-request Google Map API key, lalu membuat prototype yang dibuat berdasarkan rancangan.

5. Saran

a. Agar suatu website dapat diterima oleh user dengan baik, kombinasi antara fitur, fungsi. dan aspek interaksi manusia dengan komputer, perlu di-analisis dengan baik. Website yang memiliki fitur dan fungsi yang baik, tanpa menaruh perhatian lebih pada aspek interaksi manusia dengan komputer, maka akan sulit diterima oleh user.

b. Penelitian ini masih belum secara meluas lagi dari pengguna akhir lainnya. Semisal dapat juga dengan pengguna tidak hanya dari kalangan pesepeda namun juga turis

Backpacker, komunitas pecinta bus, komunitas motor dll sehingga memperluas masukan dari pengguna akhir.

c. Perbaikan penggunaan Metode Haversine ini masih mengabaikan bentuk bumi elips ataupun mengabaikan ketidakrataan dari permukaan Bumi, sehingga kedepan diharapkan dapat menggunakan formula lain atau metode-metode pendukung yang lebih memperhatikan aspek-aspek tersebut.

(6)

Daftar Pustaka

[1] Huda Mazharudin, A,. Adipratomo, B. 2011. Rancang Bangun Aplikasi penugasan pada Blackberry Mobile Device menggunakan Metode Formula Haversine, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya [2] Coghlan, D, Brannick, T, 2001. Doing Action

Research In Your Own Organization.

London: Sage Publications.

[3] Veness, C., 2010. Calculate distance,

Bearingand More Between

Latitude/Longitude Points,

http://www.movable-type.co.uk/scripts/latlong.html diakses September 2013

[4] Sommerville, I, Sawyer, P, 1997. Requirements Engineering: A Good Practice Guide. ISBN-13: 978-0471974444

Gambar

Tabel 1. Proses Penelitian Action Research  Tahapan  Kegiatan Penelitian  Diagnosing
Tabel 2. Ringkasan dari Kebutuhan Fungsional sistem admin
Gambar 2. Use Case User Terdaftar

Referensi

Dokumen terkait

Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku sampai dengan 12 (dua belas) bulan setelah serah terima Barang. PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti membaginya menjadi 2 rumusan masalah yaitu, pertama: Apakah transaksi antara pengguna dan penyedia jasa layanan

pergerakan harga saham selain itu juga Price Earning Ratio (PER) dapat menunjukan pertumbuhan laba suatu perusahaan sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk

selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan kesempatan kepada

- Hanya 2% masyarakat yang tidak akan menerima pemberian tersebut, sedangkan 1% memilih tidak menjawab atau tidak tahu.. ELEKTABILITAS GUBERNUR, PRESIDEN, DAN

Artinya,meskipun individu maupun masyarakat adalah beragam dan berbeda-beda tetapi mereka memiliki dan diakui akan kedudukan, hak-hak dan kewajiban yang sama

Kelompok MPA Sungai Selari, relasi bonding tidak berdampak pada adanya kohesi sosial yang cukup kuat antar anggota, namun setidaknya relasi bonding pada kelompok

Bukan sekadar transaksi yang berhubungan dengan perniagaan saja, tapi juga merupakan wadah masyarakat Muslim untuk menerapkan prinsip keislaman disemua aspek kehidupan