BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian yaitu, SMK Negeri 10 Bandung

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dijadikan tempat penelitian yaitu, SMK Negeri 10 Bandung yang berlokasi di Jl. Cijawura Hilir No. 339, Cijawura/Bandung, Buah Batu, Kota Bandung 4028. SMK Negeri 10 Bandung bertekad menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, agar menjadi sekolah yang bermutu tinggi dengan mengacu pada profil sekolah bertaraf Internasional bidang seni pertunjukkan yang berorientasi global, produktif, kreatif, inovatif dan kejujuran pada semua kegiatan. Setiap Sumber Daya Manusia SMK Negeri 10 Bandung harus memiliki kepedulian dan bertanggung jawab dalam melaksanakan mutu layanan untuk memenuhi keinginan, dan kebutuhan pelanggan sehingga memberikan kepuasan yang berkesinambungan.

2. Populasi

“Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” (Sugiyono, 2010:297). Berdasarkan dari pengertian tersebut, maka populasi yang dijadikan objek penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 10 Bandung, dengan jumlah keseluruhan 63 siswa, yang terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas X, satu tari satu (1T1), kelas X, satu tari dua (1T2) dan kelas X, satu tari tiga (1T3).

(2)

3. Sampel Penelitian

“Sampel adalah sebagian dari populasi” (Sugiyono, 2010:297). Berdasarkan pendapat tersebut, maka peneliti mengambil sampel secara keseluruhan dari jumlah siswa kelas X, satu tari tiga (1T3) SMK Negeri 10 Bandung, yang berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari satu siswa laki-laki, dan 20 siswa perempuan yang dianggap dapat mendukung dalam pelaksanaan penelitian.

B. Desain Penelitian

Penelitian merupakan sebuah metode untuk menemukan sebuah kebenaran. Penelitian juga dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan yang dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menemukan sesuatu yang baru terhadap sesuatu yang akan diteliti.

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan yang tidak meragukan. (Abdurrahmat 2006:10).

Menyikapi pemaparan di atas, metode atau cara yang digunakan dalam menemukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah penelitian, harus dilakukan secara terencana dan sistematis. Hal ini dilakukan karena pada umumnya, rancangan dalam penelitian merupakan rancangan dari analisis data-data. Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan langkah penting guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menjadi permasalahan dalam penelitian, sehingga dalam hal ini peneliti sendiri harus mampu menciptakan dan mengidentifikasi keaslian penyelesaian dari masalah yang diteliti tersebut, sampai

(3)

menemukan jawaban yang sesuai dengan rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian yang dilakukan.

Penelitian ini memakai metode deskriptif analisis, yang bertujuan untuk memahami tindakan dari setiap individu. Selama penelitian berlangsung peneliti memposisikan diri sebagai human instrument yang meluangkan waktu banyak di lapangan. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif, dimana dalam memperoleh data terhadap tingkat keterampilan siswa dalam menari, peneliti melakukan tes, berupa test praktik gerak olah tubuh kepada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung, yang berkaitan dengan gerak kelenturan, kekuatan dan keseimbangan, yang bertujuan menormalkan kembali gerak pada sendi-sendi, memperbaiki dan meningkatkan kualitas gerak dari otototot anggota tubuh yang sudah normal, serta membentuk sikap gerak yang baik dalam keterampilan menari.

C. Metode Penelitian

Metode digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam suatu penelitian. Dengan begitu penggunaan metode dalam penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting. Sugiyono (2010:3) mengemukakan “Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan

tujuan dan kegunaan tertentu”. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa, metode

penelitian digunakan untuk memperoleh data dengan kegunaan-kegunaan tertentu sesuai yang ingin dicapai dalam suatu penelitian.

(4)

tertentu yang menjadi objek penelitian. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, data-data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dan disajikan dalam bentuk uraian yang menggambarkan keadaan objek sesuai dengan fakta, maupun kondisi di lapangan dengan apa adanya, dan data yang disajikan akan lebih jelas dan mudah dimengerti.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif lebih kepada mendeskripsikan hasil yang diperoleh dalam suatu penelitian. Basrowi dan Suwandi (2008:21), mengatakan bahwa “Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lain”. Menurut Basrowi dan Suwandi (2008:21), berdasarkan pendapat Bodgan dan Taylor (1975:5) “mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”. Dalam rancangan penelitian yang dilakukan, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengumpulkan data dan menjawab permasalahan yang diangkat.

Penelitian kualitatif membutuhkan ketajaman analisis sehingga diperoleh data yang tepat terhadap fenomena yang terjadi atau yang diamati. Dalam penelitian kualitatif, seorang penelitilah yang harus aktif dan peka terhadap kondisi yang terjadi berdasarkan objek maupun subjek yang menjadi fokus penelitian. Rancangan dari model penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan (Sugiyono 2010:27) sebagai berikut.

Ia akan tahu setelah memasuki obyek, dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar-gambar, berfikir dan melihat obyek dan aktivitas

(5)

orang yang ada di sekelilingnya, melakukan wawancara dan sebagainya. … ia akan tahu setelah ia melihat, mengamati dan menganalisis dengan serius.

Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti akan memperoleh data yang jelas terhadap objek yang diteliti, setelah melakukan observasi langsung serta menganalisis situasi dan kondisi yang terjadi secara serius, untuk menarik sebuah kesimpulan akhir dari hasil data-data yang diperoleh selama penelitian berlangsung, yang disusun secara sistematis agar lebih jelas.

D. Definisi Operasional 1. Aplikasi pembelajaran

Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran atau penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yang dibuat untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat digunakan oleh sasaran yang dituju. (tersedia: http://berbagi-ilmu mifa309.blogspot.com/2012/05/pengertian-aplikasi.html). Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Aplikasi pembelajaran merupakan proses penerapan ide, konsep atau inovasi dalam bentuk praktis, sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Aplikasi pembelajaran berkaitan dengan implementasi pembelajaran yang sama-sama memiliki tujuan untuk menerapkan sebuah konsep atau ide dalam situasi dan konteks tertentu, sehingga produk akhir dalam penerapannya terjadi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

(6)

2. Olah Tubuh

Olah tubuh adalah aktivitas fisik yang mengolah bagian-bagian anggota tubuh agar berfungsi secara baik sesuai tujuan yang ditetapkan. Latihan olah tubuh dilakukan secara teratur dan telah dipikirkan guna dan manfaatnya.

Olah tubuh adalah kegiatan yang menunjukan suatu kegiatan mengolah tubuh. Mengolah adalah suatu perbuatan, suatu kegiatan yang dengan sengaja menjadikan barang yang mentah, barang yang belum jadi menjadi barang yang masak, barang yang jadi, barang yang siap untuk dipergunakan. (Santoso, 1986:2).

Olah tubuh dilakukan untuk mempersiapkan organ-organ tubuh agar selalu siap berfungsi dengan baik untuk menunjang peningkatan prestasi penari dalam menari. Olah tubuh merupakan langkah utama bagi penari untuk meningkatkan keterampilan menari. Tidak sedikit penari melakukan latihan olah tubuh, guna melatih organ-organ tubuh agar berfungsi secara baik, sehingga dalam melakukan gerak-gerak dalam tari tidak mengalami banyak kesulitan.

Olah tubuh bisa dilakukan oleh siapa saja, namun dalam melakukan latihannya dibutuhkan tahap-tahap yang sesuai dengan tujuan dan kegunaan yang ingin dicapai. Secara umum olah tubuh bertujuan untuk meningkatkan kamampuan dalam memelihara kondisi phisik. Bagi seorang penari, olah tubuh yang dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan kondisi phisik saja, namun memiliki tujuan untuk menunjang dan membantu meningkatkan prestasi diri dalam menambah kualitas gerak dalam menari.

Olah tubuh terhadap keterampilan menari, sangat berhubungan dengan aktivitas gerak dari anggota tubuh, mulai dari kepala, lengan dan kaki. Bagi seorang penari, latihan olah tubuh tentunya akan memberikan pengaruh besar

(7)

terhadap peningkatan prestasi diri dalam menari, karena olah tubuh dapat membantu sebagai usaha pelemasan, penguatan serta keseimbangan dari otot-otot tubuh. Olah tubuh merupakan suatu dasar atau fondasi dalam belajar menari, namun tidak sedikit dari penari kurang kesadaran mengenai pentingnya olah tubuh padahal, dengan olah tubuh dapat meningkatkan prestasi penari dalam keterampilan menari.

3. Keterampilan Menari

Menari adalah ungkapan perasaan yang dilakukan melalui gerak tubuh secara berirama. Menari dilakukan melalui gerak tubuh yang indah yang dilakukan sebagai ungkapan dari perasaan manusia. Menari tidak hanya dilakukan oleh orang yang berbakat, melainkan yang penting adalah berlatih dengan tekun dan ulet, sehingga dengan begitu, dari yang tidak bisa menjadi bisa dan yang sudah bisa menjadi lebih bisa, bahkan akan lebih terampil dalam menari.

Orang yang terampil bisa dikatakan orang yang ahli, dalam melakukan sesuatu dengan mudah dan baik. Keterampilan berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik bahkan dengan sangat baik. Soemarjadi et

al. (1992:2) menyatakan bahwa, “Terampil atau cekatan adalah kepandaian

melakukan sesuatu pekerjaan dengan cepat dan benar”. Berdasarkan pernyataan tersebut orang yang terampil tidak akan merasa kesulitan dalam melakukan suatu aktivitas berdasarkan bidang yang dilakukannya, semuanya akan terasa mudah dilakukan tanpa merasa kesulitan. Keterampilan menari berhubungan dengan penggunaan unsur-unsur yang ada dalam tari di antaranya yaitu, tenaga, ruang dan waktu. Seorang penari yang terampil akan mampu memanfaatkan kemampuan

(8)

gerak yang dimilikinya dengan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu tanpa banyak kesulitan. Kemampuan gerak tersebut bisa dilihat dari kelenturan, kekuatan dan keseimbangan anggota tubuh.

E. Instrumen Penelitian

Meneliti adalah mencari data yang akurat, maka dari itu peneliti perlu menggunakan instrumen penelitian yang tepat untuk menjawab permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri merupakan alat pengumpul data yang paling utama. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif, peneliti harus memahami tentang metode yang tepat untuk digunakan sesuai penelitian yang dikaji, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan peneliti memasuki objek penelitian.

Dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis dan menarik kesimpulan. (Sugiyono, 2010:307).

Instrumen merupakan alat pengumpul data yang ikut menentukan terhadap keberhasilan sebuah penelitian. Instrumen tersebut berupa.

1. Pedoman Observasi, disusun untuk mengetahui tentang data-data yang dicari dan yang akan diteliti. Data-data yang dicari yaitu tentang informasi sekolah yang menjadi tempat penelitian, serta data tentang pengajaran olah tubuh pada siswa kelas X/1T3 SMKN 10 Bandung. Pedoman observasi yang dilakukan kepada siswa berupa tes gerak, sehingga tes yang dilakukan adalah tes praktik dari gerak

(9)

kelenturan, kekuatan dan keseimbangan dalam pembelajaran olah tubuh. Pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

a. Persiapan Penelitian

Adapun tahap persiapan yang dilakukan peneliti adalah melalui langkah-langkah sebagai berikut.

1. Observasi langsung ke sekolah untuk melakukan pengamatan dan memperoleh data yang diajukan dalam penelitian. Observasi dilakukan untuk melihat situasi dan kondisi lingkungan sekolah baik ruangan kantor, maupun ruangan belajar mengajar. Observasi juga dilakukan untuk memperoleh data-data tentang pembelajaran olah tubuh. Observasi dilakukan pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung selama 10 pertemuan.

2. Menentukan masalah dan mengidentifikasinya untuk diangkat sebagai objek penelitian. Permasalahan penelitian berawal dari kurangnya kesadaran siswa dalam olah tubuh, padahal siswa wajib menempuh mata pelajaran tari bentuk, sehingga diperlukan adanya kemampuan fisik, serta kesadaran gerak dalam melakukan kegiatan menari.

3. Mencari sumber, baik sumber lisan maupun sumber tertulis yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dalam penelitian. Sumber lisan ditujukan kepada pengajar olah tubuh jurusan seni tari, dan siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung.

4. Penyusunan proposal penelitian melalui dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II.

(10)

6. Mengurus perizinan, mencari informasi tentang perizinan resmi kepada lembaga yang berwenang untuk memberikan izin dalam melakukan penelitian. Permohonan izin penelitian ditujukan kepada SMK Negeri 10 Bandung. 7. Menentukan sampel penelitian.

8. Menyusun instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data. b. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 10 Bandung yang berlokasi di Jl. Cijawura Hilir No. 339, Cijawura/Bandung, Buah Batu, Kota Bandung 4028. Pemilihan sekolah dilakukan dengan pertimbangan, bahwa SMK Negeri 10 Bandung merupakan sekolah yang bermutu tinggi, dengan mengacu pada profil sekolah bertaraf Internasional bidang seni pertunjukkan yang berorientasi global, produktif, kreatif, inovatif dan kejujuran pada semua kegiatan. Sekolah ini merupakan sekolah kejuruan yang memiliki peranan penting dalam melatih dan mengajarkan tentang pendidikan formal di bidang seni dan pendidikan pada mata pelajaran secara umum.

Penelitian ini mengambil sampel secara keseluruhan dari jumlah siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung, yang berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari satu siswa laki-laki, dan 20 siswa perempuan. Pemilihan sampel dilakukan dengan pertimbangan, bahwa siswa wajib menempuh mata pelajaran praktik tari bentuk, sehingga diperlukan adanya kemampuan fisik, serta kesadaran gerak dalam melakukan kegiatan menari, maka dari itu diperlukan latihan untuk sikap tubuh agar memiliki kemampuan gerak yang baik. Derdasarkan paparan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri

(11)

10 Bandung, yang dianggap dapat mendukung dalam pelaksanaan penelitian. Pelaksanaan penelitian ini yaitu meliputi keterampilan menari siswa selama mengikuti pembelajaran olah tubuh dengan latihan gerak kelenturan, kekuatan dan keseimbangan.

Dalam pelaksanaannya penelitian ini terbagi dalam beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.

1. Pembuatan proposal, yang diajukan saat mengontrak mata kuliah metode penelitian. Proses bimbingan awalnya dilakukan dengan dosen mata kuliah metode penelitian, setelah dilakukan uji sidang proposal penelitian, proses bimbingan dilakukan dengan dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II, hingga tahap akhir penyusunan laporan penelitian.

2. Pengumpulan data, berupa hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi seperti foto-foto saat proses belajar mengajar berlangsung.

3. Proses bimbingan, dilakukan dengan dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II setelah melakukan uji sidang proposal penelitian, hingga proses penyusunan laporan sebagai tahap akhir hasil penelitian, yang disusun secara sistematis, dalam bentuk karya ilmiah yang selanjutnya dapat dipertanggung jawabkan.

4. Penelitian lapangan, dilakukan kepada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung. Perihal yang diteliti yaitu, keterampilan menari siswa dalam pembelajaran olah tubuh, dari gerak kelenturan, kekuatan dan keseimbangan. 5. Pengolahan data, dilakukan bersamaan dengan proses penelitian lapangan dan

(12)

tentang keterampilan menari siswa dan pembelajaran olah tubuh yang dilakukan, yaitu gerak kelenturan, kekuatan dan keseimbangan.

2. Pedoman Wawancara, disusun untuk mengetahui proses pembelajaran olah tubuh pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung, baik pada jam pelajaran, maupun di luar jam mata pelajaran olah tubuh.

3. Pedoman Studi Dokumentasi, disusun untuk mengamati proses pembelajaran olah tubuh pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung, baik catatan harian maupun rencana program pembelajaran yang dilakukan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik atau metode dalam pengumpulan data sudah jelas pada umumnya ditandai dengan pengamatan yang dilakukan peneliti, serta membuat catatan-catatan mengenai apa yang diamati.

Metode pengumpulan data merupakan suatu hal yang penting dalam penelitian, karena metode ini merupakan strategi untuk mendapatkan data yang diperlukan. Keberhasilan penelitian sebagian besar tergantung pada teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan, keterangan, kenyataan-kenyataan dan informasi yang dapat dipercaya, (Basrowi dan Suwandi, 2008:93).

Berdasarkan paparan di atas tentang metode pengumpulan data, bahwa dalam penelitian dibutuhkan sebuah strategi pengumpul data, yang bertujuan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian yang dilakukan. Proses pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui beberapa teknik, diantaranya.

(13)

1. Observasi

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari perbagai proses biologis dan psikologis. Sesuai dari pernyataan tersebut, observasi dilakukan guna mengamati objek, baik itu siswa, proses pembelajaran, tenaga pengajar, sarana prasaran maupun metode yang digunakan. Sutrisno Hadi (Sugiyono, 2010:203).

Observasi sebagai teknik pengumpulan data sangat penting, hal ini dilakukan untuk memusatkan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan objek penelitian. Adapun observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

a. Observasi langsung, adalah pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya, dan langsung diamati oleh peneliti.

b. Observasi partisipasi, yaitu peneliti tidak hanya sebagai pengamat saja, namun ikut serta dalam proses kegiatan sebagai pengajar olah tubuh, dalam keterampilan menari pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung. 2. Wawancara, merupakan tanya jawab kepada sumber untuk memperoleh informasi yang tidak dapat diperoleh melalui observasi. Susan Stainback (Sugiyono, 2010:318) mengemukakan, „Jadi dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi‟.

Wawancara yang dilakukan peneliti adalah wawancara tidak terstruktur, di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara tersusun secara sistematis dan lengkap, hanya berupa garis besar permasalahan yang ditanyakan.

(14)

Wawancara yang dimaksud adalah dengan melakukan tanya jawab kepada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung dan pengajar olah tubuh. Tujuan dari wawancara tersebut untuk memperoleh informasi yang lebih luas, tentunya berkaitan dengan pembelajaran olah tubuh.

Wawancara yang dilakukan kepada siswa lebih difokuskan pada tanggapan siswa mengenai pembelajaran olah tubuh yang dilakukan oleh guru mata pelajaran olah tubuh di SMK Negeri 10 Bandung, serta tanggapan siswa mengenai pembelajaran olah tubuh yang dilakukan peneliti. Wawancara dengan guru lebih terfokus kepada, pembelajaran olah tubuh dalam keterampilan menari. Dengan adanya wawancara diharapkan, mampu memberikan informasi yang akurat untuk peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.

3. Studi Pustaka, pengumpulan data tidak hanya didapat dari hasil observasi dan wawancara, tetapi juga didukung dengan sumber-sumber lain seperti, buku-buku maupun hasil laporan yang berkaitan dengan objek penelitian. Studi pustaka ini dilakukan untuk melengkapi data yang berkaitan dengan pembelajaran olah tubuh dalam keterampilan menari.

4. Tes, adalah alat ukur yang diberikan kepada sampel untuk memperoleh jawaban atas permasalahan dalam penelitian. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes praktik gerak kelenturan, kekuatan dan keseimbangan dengan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu dalam keterampilan menari pada siswa kelas X/1T3 SMK Negeri 10 Bandung.

5. Studi Dokumentasi, selama proses pengumpulan data selain observasi dan wawancara, penelitian juga melakukan dokumentasi seperti pengambilan gambar

(15)

saat proses pembelajaran. Studi dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan atau peristiwa yang menunjang, dalam memperoleh data-data penelitian.

G. Analisis Data

Pada prinsipnya analisis data kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu sebagai berikut.

1. Mengklasifikasikan data sesuai permasalahan dalam penelitian

2. Menyesuaikan data yang diperoleh di lapangan dengan sumber tertulis

3. Mengolah data, adalah langkah untuk menjawab seluruh permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Pemaparan data mengenai keterampilan menari siswa adalah data kualitatif, yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman terhadap hasil penelitian. Dalam hal ini, kriteria penilaian yang digunakan sebagai berikut. a. Menetukan bobot nilai huruf sebagai berikut.

A = Baik Sekali, dengan bobot 5 B = Baik, dengan bobot 4 C = Cukup, dengan bobot 3

Berdasarkan bobot nilai di atas, peneliti mencoba memaparkan kriteria penilaian dalam bentuk tabel berikut.

(16)

Tabel 3.1

Aspek Penilaian Secara Individu

No Indikator Aspek Nilai Bobot Uraian Indikator

1 Kelenturan A 5

Siswa sangat terampil menari, siswa mampu melakukan gerak kelenturan berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan dan siswa cepat tanggap dalam proses pembelajaran.

B 4

Siswa terampil menari, siswa mampu

melakukan gerak kelenturan

berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, dan siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan.

C 3

siswa kurang terampil menari, siswa mampu melakukan gerak kelenturan berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, namun siswa kurang mampu memahami gerak yang peneliti berikan.

2 Kekuatan A 5

Siswa sangat terampil menari, siswa mampu melakukan gerak kekuatan berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan dan siswa cepat tanggap dalam proses pembelajaran.

B 4

Siswa terampil menari, siswa mampu

(17)

berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, dan siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan.

C 3

Siswa kurang terampil menari, siswa mampu melakukan gerak kekuatan berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, namun siswa kurang

mampu memahami gerak yang

peneliti berikan.

3 Keseimbangan A 5

Siswa sangat terampil menari, siswa

mampu melakukan gerak

keseimbangan berdasarkan

penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan dan siswa cepat tanggap dalam proses pembelajaran.

B 4

Siswa terampil menari, siswa mampu

melakukan gerak keseimbangan

berdasarkan penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, dan siswa mampu memahami gerak yang peneliti berikan.

C 3

Siswa kurang terampil menari, siswa

mampu melakukan gerak

keseimbangan berdasarkan

penggunaan unsur tenaga, ruang dan waktu, namun siswa kurang mampu memahami gerak yang peneliti berikan.

(18)

b. Perhitungan nilai rata-rata siswa.

Menurut Sudjana (1987:125) menyatakan bahwa, “nilai rata-rata bisa diperoleh dengan membagi jumlah nilai siswa”. Pernyataan tersebut merupakan perhitungan untuk mencari nilai rata-rata siswa di kelas, dengan rumus sebagai berikut.

M = X N

% = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ

𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 X 100%

4. Menarik kesimpulan dari data-data yang dianalisis, merupakan tahap akhir dalam proses analisis data. Pada tahap ini peneliti mengutarakan kesimpulan dari data-data yang diperoleh selama observasi di lapangan. Data yang ada disimpulkan dalam bentuk kalimat sederhana, yang bertujuan agar hasil penelitian lebih jelas dan mudah dimengerti.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :