• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN TAPANULI TENGAH

AKADEMI KEPERAWATAN

Jln. A.R. Surbakti Sihaporas Kel. Sibuluan Nauli Kec. Pandan Kab. Tapanuli Tengah

Telp: (0631) 371718, Fax: (0631) 371718

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Mata Kuliah : Keperawatan Anak Semester : IV

Kode Mata Kuliah : WAT 3.03 SKS : 2 SKS

Dosen : Winda Darpianur, S. Kep, Ns *, Agustina Hutauruk, SST, M.Kes, Duma Pratiwi Purba S.Kep, Ns, Christa Gumanti Manik, S.Kep, Ns Kompetensi : Melaksanakan Asuhan Keperawatan Anak yang komprehensif meliputi: pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi dan

dokumentasi keperawatan dengan berbagai masalah dan gangguan kesehatan yang terjadi pada anak.

MINGGU KE KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN MATERI/ POKOK BAHASAN STRATEGI PEMBELAJARAN LATIHAN YANG DILAKUKAN INDIKATOR PENCAPAIAN (KRITERIA PENILAIAN) BOBOT NILAI 1 Termotivasi untuk menguasai kompetensi akhir yang diharapkan Rancangan pembelajaran, form harapan Penjelasan oleh dosen mengenai proses pembelajaran yang akan dilakukan

1. Menulis harapan yang akan dicapai selama proses pembelajaran 2. Menuliskan komitmen

pencapaian

kompetensi akhir mata kuliah

(2)

2 Menjelaskan semua konsep keperawatan anak 1. Menjelaskan konsep dasar keperawatan anak 2. Menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan anak 3. Menjelaskan teori perkembangan anak 4. Menjelaskan penilaian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak 5. Mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak Ceramah, Small Group Discussion, Presentasi tugas 1. Membagi kelompok @ 7 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat

3. Pembahasan dibuat dalam lembar folio 4. Presentasikan di depan

kelas

Ketepatan penjelasan, pembahasan

dan daya tarik komunikasi 3%

3 Menerapkan komunikasi terapeutik antara perawat, anak dan orang tua

1. Menjelaskan

komunikasi verbal dan non verbal pada anak 2. Menjelaskan komunikasi dengan anak berdasarkan tumbuh kembang 3. Melakukan komunikasi dengan orang tua anak 4. Melakukan sikap dalam komunikasi terapeutik 5. Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dengan anak

Simulasi/role play 1. Bermain peran sebagai anak, orang tua dan perawat

2. Melakukan

komunikasi dengan anak sesuai dengan tumbuh kembang anak

3. Melakukan

komunikasi dengan orang tua anak 4. Melakukan sikap

dalam komunikasi terapeutik

5. Mengidentifikasi faktor – faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi dengan anak

1. Kemampuan dan daya tarik dalam berkomunikasi verbal dan non verbal

2. Kemampuan dalam sikap

komunikasi terapeutik dengan anak 3. Kemampuan mengidentifikasi

faktor – faktor yang dapat

mempengaruhi komunikasi dengan anak 3% 4 Melaksanakan pengkajian status kesehatan anak 1. Menjelaskan format pengkajian keperawatan anak Ceramah, Problem

based learning 1. Melakukan pengkajian anak dengan tehnik komunikasi terapeutik

1. Ketepatan dalam melakukan pengkajian anak

2. Ketepatan dalam mengisi format

(3)

2. Menjelaskan pengkajian keadaan umum ( kesadaran, status gizi, TTV) 3. Melakukan pemeriksaan fisik 4. Melakukan Denver Development Screening Test II (DDST II) 2. Mengisi format pengkajian anak 3. Menjelaskan pengkajian keadaan umum 4. Melakukan pemeriksaan fisik 5. Melakukan Denver Development Screening Test II (DDST II) pengkajian anak

3. Ketepatan dalam mengkaji keadaan umum anak

4. Ketepatan dalam pemeriksaan fisik 5. Kemampuan dalam melakukan

Denver Development Screening Test II (DDST II) 5 Merumuskan diagnosa dan rencana asuhan keperawatan anak 1. Menentukan masalah keperawatan 2. Menetapkan diagnosa keperawatan anak 3. Merumuskan tujuan asuhan keperawatan 4. Memilih tindakan asuhan keperawatan yang sesuai 5. Menentukan indikator hasil asuhan Problem based

learning 1. Mengelompokkan data 2. Merumuskan diagnosa keperawatan 3. Memprioritaskan diagnosa keperawatan 4. Menyusun tujuan

umum dan khusus 5. Menentukan kriteria

hasil

6. Menyusun rencana tindakan kolaboratif

1. Ketepatan pengelompokan data 2. Ketepatan merumuskan diagnosa

keperawatan

3. Ketepatan dalam merumuskan diagnosa keperawatan

4. Ketepatan menyusun tujuan umum dan khusus

5. Ketepatan menentukan kriteria hasil

6. Ketepatan menyusun rencana tindakan kolaboratif 3.5 % 6 Mengintegrasikan konsep bermain dalam implementasi keperawatan 1. Konsep bermain 2. Alat permainan edukatif

3. Toilet Training pada anak

4. Terapi bermain pada anak hospitalisasi

Simulasi/role play 1. Membagi kelompok @ 7 orang

2. Mempersiapkan SAP bermain

3. Mengelola permainan sesuai dengan usia dan masalah kesehatan anak 4. Melakukan simulasi

toilet training

1. Kemampuan dalam

mempersiapkan SAP bermain 2. Ketepatan pemilihan topik

permainan 3. Kerapian sajian 4. Kreatifitas ide

5. Kemampuan komunikasi

(4)

7 Mengevaluasi hasil tindakan

keperawatan

1. Menjelaskan cara melakukan evaluasi proses dan hasil asuhan

2. Menguraikan cara membandingkan tujuan asuhan dan indikator keberhasilan 3. Menyimpulkan hasil

penilaian

Cooperative

learning 1. Melakukan evaluasi proses (formatif) dan hasil asuhan (sumatif) 2. Menguraikan cara

membandingkan tujuan asuhan dengan indikator keberhasilan 3. Menyimpulkan hasil

penilaian akhir sesuai indikator

1. Kemampuan menjelaskan cara melakukan evaluasi proses

(formatif) dan hasil asuhan (sumatif) 2. Kemampuan menguraikan cara

membandingkan tujuan asuhan dengan indikator keberhasilan 3. Kemampuan menyimpulkan hasil

penilaian akhir sesuai indikator

3% 8 Melaksanakan metode Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) 1. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala 2. Menjelaskan penentuan klasifikasi dan tingkat kegawatan 3. Menjelaskan penentuan tindakan dan pengobatan 4. Menjelaskan pemberian konseling 5. Menjelaskan pemberian pelayanan dan tindak lanjut

Simulasi, Problem Based Learning, Responsi 1. Mahasiswa membahas format MTBS yang diberikan dosen 2. Mahasiswa bermain peran menjadi orang tua, anak dan

perawat 3. Menentukan

klasifikasi dan tingkat kegawatan penyakit balita

4. Menentukan tindakan pengobatan,

pemberian konseling dan pelayanan tindak lanjut

1. Kemampuan membahas format MTBS

2. Ketepatan menentukan klasifikasi dan tingkat kegawatan penyakit balita

3. Ketepatan dalam menentukan tindakan pengobatan

4. Ketepatan dalam menentukan tindakan pengobatan, pemberian konseling dan pelayanan tindak lanjut

3%

UJIAN MID SEMESTER 20%

9 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan masalah tumbuh kembang

Askep pada anak dengan masalah tumbuh kembang: 1. Retardasi Mental 2. Hiperaktif 3. Autism Cooperative Learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

(5)

dan slide PPT 4. Presentasikan di depan kelas 10 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif denganmasalah sistem gastrointestinal

Askep pada anak dengan masalah sistem gastrointestinal: 1. Hisprung disease 2. Atresia ani 3. Apendisitis 4. Kolostomi Cooperative Learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT 4. Presentasikan di

depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

2.5% 11 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan masalah gizi

Askep pada anak dengan masalah gizi: 1. Malnutrisi 2. Obesitas Cooperative learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT

4. Presentasikan di depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

2.5% 12 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan gangguan hematologi

Askep pada anak dengan masalah hematologi: 1. Anemia 2. Hemophilia 3. Leukemia 4. Thalassemia Cooperative learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT

4. Presentasikan di depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

(6)

13 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan gangguan sistem kardiovaskular

Askep pada anak dengan gangguan sistem kardiovaskular: 1. Demam Remautik 2. Penyakit Jantung Kongenital Cooperative Learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT

4. Presentasikan di depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

2.5% 14 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan gangguan sistem pernafasan

Askep pada anak dengan gangguan sistem pernafasan: 1. ISPA 2. Pneumonia 3. TBC Cooperative Learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT 4. Presentasikan di

depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

2.5% 15 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan gangguan sistem saraf

Askep pada anak dengan gangguan sistem saraf:

1. Meningitis 2. Kejang 3. Hidrosefalus Cooperative Learning, Presentasi Tugas 1. Membagi kelompok @ 6 orang 2. Membahas materi yang diberikan kepada kelompok dengan tepat 3. Pembahasan dibuat dalam bentuk paper dan slide PPT 4. Presentasikan di

depan kelas

1. Ketepatan Penjelasan

2. Ketepatan pembahasan kasus 3. Pendokumentasian laporan askep

yang rapi dan terstruktur 4. Komunikasi saat presentasi

2.5% 16 Melaksanakan proyek asuhan keperawatan anak kelolaan di rumah Asuhan Keperawatan

Anak Kelolaan di Rumah Project based learning, Self directed Learning

1. Membagi menjadi 8 kelompok @ 6 orang (3 minggu sebelum PjBL) 2. Mengerjakan tugas

1. Kemampuan mengkaji anak

2. Kemampuan merumuskan diagnosa dan merencanakan tindakan

keperawatan yang tepat bagi anak

(7)

yang dirancang sesuai dengan arahan dosen 3. Masing – masing kelompok merencanakan kegiatan kunjungan anak kelolaan di rumah 4. Melakukan asuhan keperawatan anak di rumah 5. Mengidentifikasi fenomena yang terjadi saat perawatan anak di rumah

6. Memberikan

pendidikan kesehatan bagi anak dan orang tua

7. Mendokumentasikan dalam bentuk laporan hasil askep anak

3. Kemampuan berinteraksi dengan anak dan orang tua

4. Kemampuan mengidentifikasi fenomena yang terjadi saat perawatan anak di rumah 5. Kemampuan memberikan

pendidikan kesehatan

6. Pendokumentasian laporan askep yang rapi dan terstruktur

UJIAN AKHIR SEMESTER 30%

JUMLAH BOBOT NILAI 100%

Sihaporas, 13 Maret 2013

Akademi Keperawatan Koordinator

Pemkab. Tapanuli Tengah Mata Kuliah

Direktur,

(Hj. Nursyam, SKM) (Winda Darpianur, S.Kep., Ns)

Referensi

Dokumen terkait

pencegahan tidak terjadinya anemia sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi

Pengaruh yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sesuatu hal berupa daya yang timbul dari disposisi matematis yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa

Dengan tersusunnya Tugas Akhir dengan judul “ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PESISIR KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG UNTUK MITIGASI BENCANA TSUNAMI”.. Laporan ini

Apabila penggunaan daya untuk motor multipel tidak berjalan pada saluran yang sama, hal tersebut akan terjadi arus bocor untuk mengisi kapasitor diantara konverter frekuensi, pada

Diharapkan dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Keuangan Badan Layanan Umum dan Permendagri Nomor 61 tahun

Pertumbuhan mikroorganisme di alam dapat diketahui dengan pengambilan mikroorganisme tersebut di alam yang kemudian ditumbuhkan di dalam suatu medium buatan

Uji toksisitas akut oral adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efektoksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian sediaan uji yangdiberikan secara oral dalam dosis

Pasal 38C UU No.20 Tahun 2001 ditegaskan: Apabila setelah putusan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap, diketahui masih terdapat harta benda milik terpidana