WALl KOTA MOJOKERTO PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 54 TAHUN 2014 TENTANG

10  Download (0)

Full text

(1)

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota Keeil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur/Jawa Tengah/Jawa Sarat sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang Pengubahan Undang-undang Nomor 16 dan 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Kota-Kota Sesar dan Kota-Kota Kecil di Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2387); 3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3472) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3790);

4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ; bahwa untuk mengatur pelaksanakan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Mojokerto pada Sadan Usaha Milik Daerah serta untuk lebih meningkatkan kinerja dan pendapatannya, maka perlu mengatur Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Mojokerto pada Sadan Usaha Milik Daerah yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota Mojokerto.

Mengingat Menimbang

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH TENTANG

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 54 TAHUN 2014

(2)

5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) ; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahann Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;

7. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756) ;

8. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4867); 9. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4490);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara atau Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Nomor 4609) telah diubah Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara atau Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Nomor 4855);

(3)

14. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indoensia Tahun 2008 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4812);

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 1998 tentang Bentuk Hukum Badan Usaha Milik Daerah;

16. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum ;

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Bank Pembiayaan Rakyat Milik Pemerintah Daerah; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang

Pedoman Teknis Pengelolaan Barang milik Daerah;

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah;

22. Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/10/PBI/2003 tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 66 DPNP);

23. Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/23/PBI/2009 tentang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 101 DPBS);

24. Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/21/PBI/2010 tentang Rencana Bisnis Bank (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 120 DPNP/DPbs, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161);

25. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 5 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah ;

(4)

7. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah adalah bentuk investasi langsung Pemerintah Kota Mojokerto pada BUMD milik Pemerintah Kota Mojokerto dengan mendapat hak kepemilikan,dapat berupa penyertaan modal dalam bentuk uang maupun penyertaan modal atas barang milik daerah;

8. Modal Pemerintah Daerah adalah kekayaan Pemerintah Kota Mojokerto yang dipisahkan baik yang berwujud uang maupun barang yang dapat dinilai dengan uang untuk diperhitungkan sebagai modal saham daerah pada Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau badan hukum lainnya;

1. Daerah adalah Kota Mojokerto;

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Mojokerto; 3. Walikota adalah Walikota Mojokerto;

4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Mojokerto;

5. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada Pemerintah Daerah;

6. Badan Usaha Milik Daerah yang selanjutnya disingkat BUMD adalah Badan Usaha Milik Daerah yang didirikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, dapat berbentuk Perusahaan Daerah atau Perseroan Terbatas.

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan : Pasal1

BABI

KETENTUAN UMUM

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH

Menetapkan

MEMUTUSKAN:

26. Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Pemerintah Kota Mojokerto; 27. Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 12 Tahun 2013 tentang

Penyertaan Modal Pemerintah Kota Mojokerto pada Perusahaan Daerah Air Minum Maja Tirta dan Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Kota Mojokerto.

(5)

(1) Penambahan penyertaan modal Pemerintah Oaerah pada SUMO dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial,dan/atau manfaat lainnya.

(2) Manfaat ekonomi, sosial, dan/atau manfaat lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

Pasal2 BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

9. Pejabat Pengelola Keuangan Oaerah yang selanjutnya disingkat PPKO adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan kepala SKPKO yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.

10. Bendahara Umum Oaerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKO yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah

11. Pengelola investasi Pemerintah Oaerah selanjutnya disebut Pengelola Investasi adalah pejabat pengelola keuangan daerah selaku Bendahara Umum Oaerah.

12. Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Akuntan Publik.

13. Investasi Pemerintah daerah adalah penempatan sejumlah dana dan/atau barang milik daerah oleh pemerintah daerah dalam jangka panjang untuk investasi pembelian surat berharga dan investasi langsung, yang mampu mengembalikan nilai pokok ditambah dengan manfaat ekonomi, sosial, dan/atau manfaat lainnya dalam jangka waktu tertentu ;

14. Investasi Langsung adalah penyertaan modal dan/atau pemberian pinjaman oleh pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan usaha ;

15. Perjanjian investasi adalah kesepakatan tertulis dalam rangka investasi surat berharga dan investasi langsung antara pemerintah daerah dengan pemerintah daerah lainnya, badan usaha dan masyarakat ;

16. Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut perseroan adalah Badan hukum yang merupakan persekutuan modal,didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-Undangan;

17. Rencana Strategis Bisnis yang selanjutnya disingkat Renstrabis adalah rencana strategis bisnis SUMO yang disusun untuk jangka waktu lima tahun.

18. Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan yang selanjutnya disingkat RKAT adalah rencana kerja dan anggaran SUMO yang disusun sebagai penjabaran tahunan dari renstrabis untuk mewujudkan maksud dan tujuan pendirian SUMO.

(6)

b. Mengusulkan rencana kebutuhan dana penambahan penyertaan modal pemerintah daerah yang bersumber dari APSD;

Pasal4

(1) Walikota memiliki kewenangan dan tanggung jawab operasional penambahan

penyertaan modal Pemerintah Oaerah pada SUMO.

(2) Kewenangan dan tanggung jawab operasional penambahan penyertaan modal

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi :

a. Meneliti usulan permintaan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah

dari SUMO;

BAB III

KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB

OPERASIONAL PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL

Pasal3

(1) Penambahan penyertaan modal Pemerintah Oaerah pada SUMO bertujuan untuk:

a. Meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuatlmemperbaiki struktur

permodalan SUMO secara bertahap;

b. Meningkatkan laju pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah;

c. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAO); atau

d. Mempertahankan eksistensi SUMO dalam meningkatkan pelayanan dan

kesejahteraan masyarakat.

(2) Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penambahan

penyertaan modal tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip kehati-hatian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mempertimbangkan perkembangan

kinerja yang positif untuk pengembangan SUMO yang bersangkutan.

a. Keuntungan sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu berupa deviden,

bunga dan pertumbuhan nilai SUMO yang mendapatkan penyertaan modal Pemerintah Oaerah;

b. Peningkatan berupa jasa dan keuntungan bagi hasil penyertaan modal

Pemerintah Oaerah sejumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu;

c. Peningkatan penerimaan daerah dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat

langsung dari penyertaan modal Pemerintah Oaerah;

d. Peningkatan penyerapan tenaga kerja sejumlah tertentu dalam jangka waktu

tertentu sebagai akibat langsung dari penyertaan modal Pemerintah Oaerah yang

bersangkutan;dan/atau

e. Peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai akibat dari penyertaan modal

(7)

(tujuan pengajuan penambahan penyertaan modal) dari A. PENOAHULUAN 1. Latar belakang 2. Visi 3. Misi B. TUJUAN

(1) Usulan permintaan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah harus disampaikan secara tertulis oleh Oireksi BUMO kepada Walikota dengan dilampiri proposal, RKAT, Renstrabis BUMO dan Laporan Keuangan BUMO satu Tahun terakhir yang sudah diaudit Akuntan Publik serta berita acara keputusan RUPS bagi BUMO yang berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas;

(2) Proposal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sekurang-kurangnya terdiri Pasal6

Pasal5

(1) Penambahan penyertaan modal daerah pada BUMO dilaksanakan setelah tersedianya anggaran yang dituangkan dalam APBO.

(2) Tata cara pencairan dana penambahan penyertaan modal pemerintah daerah pada BUMO dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan.

BAB IV PELAKSANAAN

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL

c. Menempatkan dana dan/atau barang milik daerah dalam rangka penambahan penyertaan modal pemerintah daerah sesuai peraturan perundang-undangan; d. Melakukan perjanjian penambahan penyertaan modal Pemerintah Oaerah dengan

BUMO terkait dengan penempatan dana dan/atau barang pemerintah daerah; e. Melakukan pengendalian atas resiko terhadap pelaksanaan penambahan

penyertaan modal pemerintah daerah pada BUMO;

f. Mewakili dan melaksanakan kewajiban serta menerima hak pemerintah daerah yang diatur dalam perjanjian penambahan penyertaan modal pemerintah daerah; g. Melakukan tindakan untuk dan atas nama pemerintah daerah apabila terjadi

sengketa atau perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian penyertaan modal pemerintah daerah;dan

h. Melaksanakan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah.

(3) Kewenangan dan tanggungjawab operasional penambahan penyertaan modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilimpahkan kepada Pengelola Investasi.

(8)

Pasal 7

(1) Pelaksanaan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah dilaksanakan oleh

Pengelola Investasi.

(2) Pelaksanaan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam Perjanjian Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Oaerah antara pengelola investasi dengan Oireksi SUMO.

(3) Perjanjian Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Oaerah sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) dilaporkan kepada Walikota.

(3) Renstrabis SUMO sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun

sekurang-kurangnya terdiri dari:

1. Gambaran seluruh program, kegiatan dan target kinerja (output) ;

2. Kondisi kinerja SUMO tahun berjalan ;

3. Asumsi makro, merupakan data dan/atau informasi atas indikator ekonomi yang

berhubungan dengan aktivitas perekonomian nasional dan/atau global secara keseluruhan

4. Asumsi mikro, merupakan data dan/atau informasi atas indikator ekonomi yang

berhubungan dengan aktivitas SUMO.

5. Target pendapatan dan pagu belanja, disusun berbasis kas dan per unit usaha

yang dimiliki.

6. Perkiraan biaya,disusun berbasis akrual dan per unit usaha ;

7. Prakiraan maju pendapatan dan belanja 3 tahun ke depan.

H. ANALISIS SWOT

I. KESIMPULAN

G. STRATEGI MARKETING

(strategi marketing,gambaran pasar,rencana penjualan)

E. OATA TENAGA KERJA

(nama,jumlah, waktu kerja ,&job description)

F. SARANA PRASARANA PERUSAHAAN

(bangunan,alat kantor, transportasi, )

O. IOENTITAS SAOAN USAHA MILIK OAERAH

1.Nama Sadan Usaha

2. Alamat Sadan Usaha 3. No telepon

4. Jenis usaha, kantor, kantor cabang, dll.

C. MANAJEMEN

(9)

(1) Walikota memiliki kewenangan dan tanggung jawab dibidang pembinaan dan pengawasan terhadap penambahan penyertaan modal pemerintah daerah.

(2) Kewenangan dan tanggung jawab pembinaan dan pengawasan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1), meliputi :

a. Melakukan monitoring pelaksanaan penambahan penyertaan modal pemerintah

daerah;

Pasal11 BABV

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

(1) Pengelola Investasi menyusun laporan kegiatan penyertaan modal pemerintah daerah. (2) Laporan kegiatan penyertaan modal pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) terdiri atas:

a. laporan posisi portofolio penyertaan modal pemerintah daerah; dan

b. laporan hasil penyertaan modal pemerintah daerah.

(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Walikota sebagai bahan evaluasi dan bahan pertanggungjawaban tahunan pemerintah daerah atas pelaksanaan APBO.

Pasal10 Pasal 9

Tata cara pengkajian mengenai kelayakan atas penyertaan modal pemerintah daerah dilaksanakan berdasarkan pada analisis portofolio dan analisis risiko.

Pasal 8

(1) Sebelum menetapkan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah, Pengelola Investasi melakukan pengkajian mengenai kelayakan atas penyertaan modal pemerintah daerah.

(2) Untuk melakukan pengkajian mengenai kelayakan atas penyertaan modal pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengelola Investasi dapat membentuk Tim Penilai Kelayakan Penyertaan Modal Pemerintah Oaerah.

(3) Tim Penilai Kelayakan Penyertaan Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dibentuk dengan melakukan usulan keanggotaan kepada Walikota, untuk selanjutnya ditetapkan dalam Keputusan Walikota.

(4) Tim Penilai Kelayakan Penyertaan Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus memiliki kompetensi manajemen perusahaan, berjumlah ganjil dengan keanggotaan dari unsur profesional dan unsur pemerintah kota.

(5) Hasil pengkajian Tim Penilai Kelayakan Penyertaan Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi pedoman rencana penambahan penyertaan modal pemerintah daerah.

(10)

PUDJI HARIDJONO, SH INIP'.196007.29' 190.50(3 1 007

I

d

Saililnaln sesuari dengan ,asllinya KEP,ALA BA.G.IANHllIKUM,

MAS AGOES NIRBITO MOENASI WASONO, S.H., M.Si.

Pembina Utama Madya

NIP. 19570917 198309 1 001

BERITA DAERAH KOTA MOJOKERTO TAHUN 2014 NOMOR Diundangkan di Mojokerto

padatanggal 21 Mei 2114

SEKRETARIS DAERAH KOTA MOJOKERT(

Ditetapkan di Mojokerto

pada tanggal 21 Met1 2014

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan

Walikota ini dengan penempatannya dalam 8erita Daerah Kota Mojokerto.

Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Pasal 12

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

b. Melakukan evaluasi secara berkesinambungan pelaksanaan penambahan

penyertaan modal pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu; dan

c. Melakukan koordinasi pelaksanaan penambahan penyertaan modal pemerintah

daerah dengan instansi terkait.

(2) Kewenangan dan tanggungjawab dibidang pembinaan dan pengawasan terhadap

penambahan penyertaan modal pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pad a

ayat (1), dilimpahkan kepada SKPD yang membidangi pengawasan.

WALIKOTA MOJOKERTO

ttd

MAS'UD YUNUS

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in