Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

Teks penuh

(1)

PERATURAN

SEKRETARIS JENDERAL NOMOR .../PER-SJ/2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS JENDERAL,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2017, perlu menyusun petunjuk teknis pelaksanaan program dan kegiatan dekonsentrasi Sekretariat Jenderal tahun anggaran 2017;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Sekretaris Jenderal tentang Petunjuk

Teknis Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2015.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang

Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009

(2)

Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2016 tentang

Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang

Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang

Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 No 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indoneia Nomor 5533);

(3)

15. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

16. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111); 17. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014

tentang Pembentukan Kementerian dan Pembentukan Kabinet Kerja 2014-2019;

18. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1227); 19. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

53/PERMEN-KP/2016 Lingkup Urusan Pemerintah Bidang Kelautan dan Perikanan Tahun 2017 yang Dilimpahkan Kepada Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Dalam Rangka Dekonsentrasi dan Ditugaskan Kepada Pemerintah Daerah Provinsi atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Dalam Rangka Tugas Pembantuan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 11931);

20. Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.07/2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

21. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.25/MEN/2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

Pasal 1

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2015 sebagai pedoman Pemerintah Provinsi yang menerima dana dekonsentrasi pada Tahun 2015.

(4)

Pasal 2

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2015 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini.

Pasal 3

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang melaksanakan kegiatan Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2015, melaporkan Pelaksanaannya setiap triwulan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Biro Perencanaan, dengan menggunakan Formulir sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini.

Pasal 4

Biaya yang timbul sebagai akibat dilaksanakannya Peraturan Sekretaris Jenderal ini dibebankan kepada Anggaran Satuan Kerja Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal, Tahun Anggaran 2015.

Pasal 5

Peraturan Sekretaris Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal ... Januari 2017 SEKRETARIS JENDERAL,

(5)

LAMPIRAN 1

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR .../PER-SJ/2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

PETUNJUK TEKNIS

PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 25/PERMEN-KP/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015-2019 mengamanatkan arah kebijakan strategi dan langkah operasional Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2015-2019, program yang digunakan oleh unit kerja Sekretariat Jenderal adalah Program Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya KKP. Tujuan program ini adalah meningkatkan pembinaan dan koordinasi penyelenggaraan pembangunan kelautan dan perikanan dengan sasaran meningkatnya pelaksanaan layanan dukungan manajerial.

Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal di daerah, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantan, Sekretariat Jenderal KKP melimpahkan sebagian urusannya kepada Gubernur yang dilaksanakan oleh SKPD yang membidangi Kelautan dan Perikanan (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi). Urusan yang dilimpahkan dimaksud adalah program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya KKP, meliputi kegiatan:

1. Pengelolaan Keuangan KKP ;

2. Pengelolaan Perencanaan, Penganggaran, Kinerja dan Pelaporan KKP;

(6)

Tahun 2016, Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengalokasikan anggaran dekonsentrasi di 34 Satker Provinsi. Kegiatan dekonsentrasi diarahkan untuk kegiatan yang bersifat non-fisik, yaitu kegiatan yang menghasilkan keluaran yang tidak menambah asset tetap, antara lain meliputi sinkronisasi dan koordinasi, perencanaan, supervisi, pembinaan dan pengawasan serta pengendalian kegiatan di daerah.

1.2 Maksud dan Tujuan

Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman bagi SKPD Provinsi yang membidangi pembangunan kelautan dan perikaan selaku Satker pelaksana Dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan program dan kegiatan dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal KKP.

Tujuan dari petunjuk teknis ini adalah:

1. Menjamin tertibnya pemanfaatan anggaran Dekon 01 dalam rangka koordinasi perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi dan Kabupaten/Kota;

2. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan koordinasi perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi dan Kabupaten/Kota;

3. Meningkatkan peranan SKPD sebagai pelaksana peranan Gubernur sebagai wakil pemerintah di wilayah provinsi dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan.

(7)

BAB II

PELAKSANAAN PROGRAM, KEGIATAN, OUTPUT DAN KOMPONEN KEGIATAN DEKONSENTRASI 01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.1. Kegiatan Dekonsentrasi Lingkup Sekretariat Jenderal

Dalam rangka pelaksanaan program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya KKP, kegiatan yang dilaksanakan oleh satker dekonsentrasi lingkup Sekretariat Jenderal KKP di daerah meliputi:

1. Pengelolaan Keuangan KKP;

2. Pengelolaan Perencanaan, Penganggaran, Kinerja dan Pelaporan KKP;

3. Pengelolaan Data Statistik dan Informasi KP.

2.2. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan, Output, Komponen, dan Kegiatan. Mekanisme pelaksanaan Kegiatan, output, komponen dan kegiatan diatur, sebagai berikut:

1. Pengelolaan Keuangan KKP (2324);

Output : Layanan Manajemen Keuangan (2324.955)

Sub Output : Penatausahaan Laporan Keuangan (2324.955.012)

Komponen : 051. Penyusunan Laporan Keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian TA 2016

(Unaudited)

Subkomponen : 1. Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2017 (Anaudited)

2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah

a. Gambaran Umum Kegiatan

Laporan Keuangan (LK) dan Laporan Barang Milik Negara (LBMN) adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa Laporan Neraca, Realisasi Anggaran (LRA), Arus Kas, Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), dan Catatan atas Laporan Barang Milik Negara (CaLBMN).

(8)

b. Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan laporan keuangan dan laporan barang milik negara Tahun 2016 yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.

c. Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah:

1) mewujudkan sinergi antar Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B-W).

2) pelaksanaan rekonsiliasi data Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang berjenjang, pada level UAPPA/B-W.

3) diperoleh data keuangan dan Barang Milik Negara yang terintegrasi, akurat, dan tepat waktu.

d. Tahapan Pelaksanaan 1) Persiapan

a) UAPPA/B-W berkoordinasi dengan UAPA/B KKP membahas kebijakan-kebijakan penyusunan Laporan Keuangan dan BMN dengan UAPPA/B-W.

b) UAPPA/B-W mengadakan rapat internal untuk

memutuskan hal-hal teknis dan nonteknis penyusunan Laporan Keungan dan Barang Milik Negara UAPPA/B-W Tahunan 2016.

c) UAPPA/B-W melakukan koordinasi dengan satuan kerja di bawah unit kerjanya masing-masing melalui pertemuan (undangan dan kebijakan).

d) Tahapan Persiapan ini dilaksanakan sekitar tanggal 10 -20 Januari -2017.

2) Pelaksanaan

UAPPA/B-W melakukan:

a) Rekonsiliasi data dan pengumpulan Arsip Data Komputer (ADK), baik SAK, SIMAK-Persediaan, maupun SIMAK-BMN, dari seluruh satker di lingkungan UAPPA/B-W masing-masing.

b) Kompilasi ADK dari seluruh satker di lingkungan UAPPA/B-W masing-masing.

c) Rekonsiliasi internal data SAK dan SIMAK-BMN UAPPA/B-W.

(9)

d) Penyusunan Laporan Keuangan dan Barang Milik Negara UAPPA/B-W Tahunan 2016.

e) Pelaksanaan kegiatan ini pada akhir Januari 2017. 3) Rekonsiliasi dan Pelaporan

a) LK dan LBMN disampaikan kepada UAPA/B KKP, paling lambat minggu ke-2 untuk direkonsiliasi.

b) Rekonsiliasi LK dengan Kanwil DJPB Kemenkeu dan LBMN dengan Kanwil DJKN Kemenkeu pada sekitar tanggal 20-28 Februari 2017.

Komponen : 052. Penyusunan Laporan Keuangan

Sekretariat Jenderal dan Kementerian TA 2016 (Audited)

Subkomponen : Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2016 Audited

a. Gambaran Umum Kegiatan

Laporan Keuangan (LK) dan Laporan Barang Milik Negara (LBMN) adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mulai Tahun Anggaran 2015, Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menerapkan basis akrual pada pelaksanaan SIstem Akuntansi Instansi (SAI) secara penuh. LK pada SAI berbasis akrual terdiri dari: Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Komponen Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas merupakan item baru, yang merupakan bagian dari pelaksanaan SAI berbasis akrual.

b. Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan LK dan LBMN Semester I T.A. 2016 yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.

c. Sasaran

1) mewujudkan sinergi antar Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B-W)

2) pelaksanaan rekonsiliasi data SAI yang berjenjang, pada level UAPPA/B-W

(10)

3) diperoleh data keuangan dan BMN yang terintegrasi, akurat, dan tepat waktu

4) pelaksanaan SAI berbasis akrual di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama pada level UAPPA/B-W d. Tahapan Pelaksanaan

1) Persiapan

a) UAPPA/B-W berkoordinasi dengan UAPA/B KKP mengenai kebijakan penyusunan Laporan Keuangan dan BMN

b) Masing-masing UAPPA/B-W mengadakan rapat internal di untuk memutuskan hal-hal teknis dan nonteknis penyusunan Laporan Keungan dan Barang Milik Negara UAPPA/B-W Tahunan 2016

c) UAPPA/B-W melakukan koordinasi dengan satuan kerja di bawah unit kerjanya masing-masing

d) Persiapan ini dilaksanakan sekitar tanggal 10-15 Juli 2017.

2) Pelaksanaan

UAPPA/B-W melakukan:

a) Rekonsiliasi data dan pengumpulan Arsip Data Komputer (ADK), baik SAK, SIMAK-Persediaan, maupun SIMAK-BMN, dari seluruh satker di lingkungan UAPPA/B-W masing-masing

b) kompilasi ADK dari seluruh satker di lingkungan UAPPA/B-W masing-masing

c) rekonsiliasi internal data SAK dan SIMAK-BMN UAPPA/BW

d) Penyusunan Laporan Keuangan dan Barang Milik Negara UAPPA/B-W Tahunan 2016

e) Pelaksanaan kegiatan ini pada sekitar tanggal 16-20 Juli 2017.

3) Pelaporan

a) LK dan LBMN disampaikan kepada UAPA/B KKP, paling lambat tanggal 25 Juli 2017.

b) Rekonsiliasi LK dengan Kanwil DJPB Kemenkeu dan LBMN denga Kanwil DJKN Kemenkeu pada sekitar tanggal 26-30 Juli 2017

(11)

Komponen : 054. Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah Lingkup KKP TA 2016 (Unaudited) dan Semester I TA 2017

Subkomponen : Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dan BMN Tingkat Wilayah

a. Gambaran Umum Kegiatan

Peningkatan kualitas Laporan Keuangan (dan Laporan BMN) merupakan upaya pencapaian akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan (dan Barang Milik Negara) oleh pemerintah, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang. Kualitas Laporan Keuangan pemerintah sangat dipengaruhi oleh faktor kepatuhan terhadap standar akuntansi, kepatuhan terhadap peraturan-perundangan yang berlaku, serta Sistem Pengendalian Internal (SPI).

Upaya peningkatan kualitas laporan keuangan untuk mempertahankan WTP sangat tergantung dari peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan BMN, yang dilakukan secara terus menerus. Kemudian, perlu komitmen yang tinggi dari pimpinan seluruh level unit akuntansi, baik satker (UAKPA/B), wilayah (UAPPA/B-W), Eselon I (UAPA/B-E1), maupun kementerian (UAPA/B). Hal ini juga seharusnya didukung oleh peningkatan kualitas kompetensi dan peranan APIP (Inspektorat Jenderal) melalui review, yang seharusnya memiliki positif dalam peningkatan Laporan Keuangan dan BMN.

Selain itu, peningkatan kapabilitas dan kompetensi sumberdaya manusia penyusun Laporan Keuangan dan BMN. Dalam hal ini adalah operator Sistem Akuntansi Instansi (SAI), baik Operator SAK maupun SIMAK-BMN pada seluruh level unit akuntansi. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pelatihan bagi sumberdaya manusia penyusun LK/LBMN tersebut.

Bimbingan teknis merupakan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dipandang cukup efektif untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi. Bimbingan teknis dilakukan pada seluruh level unit akuntansi. Biro Keuangan selaku UAPA/B KKP memiliki tugas dan fungsi koordinasi dan pembinaan. Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas

(12)

Laporan Keuangan dan BMN ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan oleh Biro Keuangan.

b. Tujuan

Tujuan pelaksanaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dan BMN adalah:

1) meningkatkan kapabilitas dan kompetensi sumberdaya manusia penyusun Laporan Keuangan dan BMN melalui penguasaan Sistem Akuntansi Instansi yang lebih baik. 2) meningkatkan kemampuan penyajian informasi pada

pelaporan keuangan dan Barang Milik Negara.

3) meningkatkan sinergi pelaporan keuangan dan Barang Milik Negara, khususnya UAPPA/B-W dengan UAPA/B sebagai pelaksanaan pelaporan berjenjang.

c. Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah:

1) Pemahaman SAI dan SAP secara menyeluruh oleh Operator UAPPA/B-W

2) Pemahaman mengenai siklus dan analisis transaksi yang baik

3) Pemahaman tentang implikasi transaksi dan accounting

treatment terhadap Laporan Keuangan dan Laporan BMN

d. Tahapan Pelaksanaan 1) Persiapan

a) Perumusan materi bimbingan teknis oleh UAPA/B b) Rapat internal di UAPA/B untuk menetapkan hal-hal

teknis dan nonteknis Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dan BMN

c) Korespondensi dengan UAPPA/B-W (Undangan) 2) Pelaksanaan

Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dan BMN dilaksanakan pada Sekitar bulan Juni 2016. 3) Pelaporan

Laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis

(13)

oleh UAPA/B dan dilaporkan segera setelah pelaksanaan acara.

2. Pengelolaan Perencanaan, Penganggaran, Kinerja dan Pelaporan KKP (2325);

Output : Layanan Perencanaan (2325.952)

Sub Output : Layanan Program, Anggaran, Monitoring dan Laporan Kegiatan APBN di Daerah (2325.952.006)

Komponen : 051.Dukungan Penyelenggaraan Pembinaan dan

Koordinasi Perencanaan, Penganggaran dan Monev Pembangunan KP di Daerah

Sub Komponen :

A. Penyusunan Usulan Program dan Kegiatan Tahun 2018; a. Gambaran Umum Kegiatan

Merupakan pertemuan internal satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dalam rangka menyiapkan usulan program dan kegiatan Tahun 2018 melalui sistem Musrenbang dengan menjadikan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program dan kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan sebagai bahan pertimbangan utama.

b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan tahapan ini adalah menyusun dokumen rencana kerja (RENJA SKPD) pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi berdasarkan sumber alokasi pendanaannya (APBN dan APBD) serta rencana lokasi kegiatannya.

c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen Renja SKPD yang tepat waktu.

d. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan penyusunan usulan program dan kegiatan Tahun 2018, meliputi:

1) Persiapan

a) Kepala SKPD membentuk kepanitiaan dan menerbitkan Surat Tugas dalam melaksanakan penyusunan usulan program dan kegiatan Tahun 2018;

(14)

b) Panitia yang telah terbentuk menyiapkan bahan, materi dan keperluan administratif lainnya dalam rangka pelaksanaan penyusunan usulan program dan kegiatan Tahun 2018.

2) Pelaksanaan

a) Penyusunan usulan program dan kegiatan Tahun 2018 dilakukan dalam rapat/pertemuan di dalam kantor yang dihadiri oleh perwakilan satker provinsi (dekonsentrasi) dengan menghadirkan narasumber dari Bappeda atau instansi lain yang berkaitan.

b) Selama pelaksanaan kegiatan, Tim Panitia melaksanakan notulensi sebagai bahan penyusunan laporan kegiatan. 3) Pelaporan

Setelah acara selesai, panitia menyusun laporan kegiatan dan melaporkannya kepada Kepala SKPD.

B. Sinkronisasi Program dan Kegiatan dengan Kabupaten/Kota (APBN dan DAK);

a. Gambaran Umum Kegiatan

Merupakan pertemuan yang melibatkan satker lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mensinkronkan usulan program dan kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan di daerah yang didanani oleh APBD maupun APBN melalui kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota serta alokasi penganggaran sesuai sumbernya. b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan tahapan ini adalah menyusun dokumen rencana kerja (RENJA SKPD) pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan sumber alokasi pendanaannya (APBN dan APBD).

c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen Renja SKPD yang tepat waktu.

d. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan komponen Sinkronisasi Usulan Rencana Kerja, Program dan Kegiatan dengan Kabupaten/Kota, meliputi: 1) Persiapan

(15)

a) Kepala SKPD membentuk kepanitiaan dan menerbitkan Surat Tugas dalam melaksanakan Sinkronisasi Program dan Kegiatan dengan Kabupaten/Kota (APBN dan DAK); b) Panitia yang telah terbentuk menyiapkan bahan, materi

dan keperluan administratif lainnya dalam rangka pelaksanaan Sinkronisasi Program dan Kegiatan dengan Kabupaten/Kota (APBN dan DAK).

2) Pelaksanaan

a) Sinkronisasi Program dan Kegiatan dengan

Kabupaten/Kota (APBN dan DAK) dilakukan dalam sebuah pertemuan (paket meeting) di dalam atau di luar kantor

yang dihadiri oleh perwakilan satker provinsi

(dekonsentrasi) dan Kabupaten/Kota.

b) Masing-masing satker menyampaikan usulan program dan kegiatan Tahun 2018 yang didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan Tahun 2016 dan 2017.

c) Sekretariat Dinas KP Provinsi melakukan sinkronisasi usulan program dan kegiatan sesuai kewenangan dan skala prioritas dalam rangka menunjang pencapaian target kinerja pembangunan kelautan dan perikanan yang sudah ditetapkan.

d) Narasumber pelaksanaan Sinkronisasi Program dan Kegiatan dengan Kabupaten/Kota (APBN dan DAK) berasal dari internal Dinas KP Provinsi, Bappeda, Kementerian Kelautan dan Perikanan atau Dinas/Instansi terkait lainnya.

e) Selama pelaksanaan kegiatan, Tim Panitia melaksanakan notulensi sebagai bahan penyusunan laporan kegiatan. 3) Pelaporan

Setelah acara selesai, panitia menyusun prosidding kegiatan dan melaporkannya kepada Kepala SKPD.

C. Koordinasi Perencanaan, Program dan Anggaran dengan Pusat; a. Gambaran Umum Kegiatan

Merupakan kegiatan perjalanan dinas dalam rangka menghadiri pertemuan, Koordinasi dan Konsultasi dengan pusat yang dilaksanakan Sekretariat Jenderal atau unit eselon I lainnya

(16)

yang berkaitan dengan perencanaan kebijakan, program dan anggaran, kinerja atau monitoring dan evaluasi.

b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terjadinya sinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan bidang kelautan dan perikanan antara pusat dan daerah, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan di daerah memiliki nilai tambah bagi pembangunan kelautan dan perikanan secara nasional dan berkontribusi secara bersama-sama dalam pencapaian target kinerja pembangunan kelautan dan perikanan secara nasional. c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah terwujudnya sinergi perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan sehingga memiliki nilai tambah bagi pembangunan kelautan dan perikanan secara nasional, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.

d. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan komponen ini, meliputi: 1) Persiapan

a) Berdasarkan undangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala SKPD menunjuk dan menetapkan pejabat/staf yang berkaitan dengan tugas dan kewenangannya untuk menghadiri undangan dimaksud; b) Pejabat/staf yang telah ditunjuk menyiapkan bahan, materi

dan keperluan administratif lainnya dalam rangka menghadiri undangan dimaksud.

2) Pelaksanaan

a) Pelaksanaan komponen ini merupakan perjalanan dinas biasa atau perjalanan dinas paket meeting di luar kota dalam rangka menghadiri pertemuan di pusat, antara lain:

 Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS);

 Rapat Koordinasi Perencanaan/Keuangan/SKPT, dll;  Sinkronisasi Perencanaan DAK Bidang KP;

 Forum Monitoring dan Evaluasi;

 Penyusunan RKA-K/L Satker Lingkup Sekretariat Jenderal atau Pendampingan penyusunan RKA-K/L unit kerja eselon I lainnya;

(17)

3) Pelaporan

Setelah acara selesai, pejabat/staf yang melaksanakan tugas menyusun laporan lengkap pelaksanaan perjalanan dinas dan melaporkannya kepada Kepala SKPD.

D. Monitoring dan Evaluasi Pembangunan KP di Provinsi; a. Gambaran Umum Kegiatan

Monitoring dan evaluasi pembangunan KP di Provinsi terdiri dari perjalanan rutin ke kabupaten/kota dalam rangka monitoring, supervisi dan pengendalian kegiatan dekonsentrasi, tugas pembantuan termasuk kegiatan yang bersumber dari DAK Bidang Kelautan dan Perikanan dan pertemuan yang melibatkan satker Dekonsentrasi, TP dan UPT Pusat di wilayah Provinsi dalam rangka monotoring dan evaluasi terpadu pembangunan kelautan dan perikanan di daerah.

b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan tahapan ini adalah mendapatkan data dan informasi perkembangan pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan baik yang berasal dari dana dekonsentrasi, tugas pembantuan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kelautan dan perikanan, serta menyepakati langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka penyelesaian permasalahan yang ditemui dari hasil kegiatan monitoring.

c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah terkumpulnya data dan

informasi lengkap tentang kemajuan pelaksanaan

pembangunan kelautan dan perikanan di daerah termasuk kendala dan rencana upaya menyelesaikan kendala tersebut sebagai bahan penyusunan rencana program dan kegiatan tahun berikutnya.

d. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan komponen ini, meliputi: 1) Persiapan

a) Kepala SKPD menunjuk pejabat/staf dan menerbitkan surat tugas untuk melakukan monitoring pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi dan kabupaten/kota secara reguler;

(18)

b) Berdasarkan hasil koordinasi atau pemberitahuan tertulis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pelaksanaan kegiatan monev terpadu, Kepala SKPD menunjuk pejabat/staf sebagai Tim Pelaksana Monev Terpadu Pembangunan Kelautan dan perikanan di Provinsi;

c) Pejabat/staf yang telah ditunjuk menyusun jadwal dan lokasi kegiatan yang akan dikunjungi.

2) Pelaksanaan

a) Pelaksanaan Monitoring, Supervisi dan Pengendalian

serta Pelaporan Kegiatan Dekonsentrasi, Tugas

Pembantuan dan DAK Bidang KP dilakukan dengan perjalanan dinas kunjungan ke lokasi kegiatan (kabupaten/kota) pembangunan kelautan dan perikanan. b) Pejabat/staf yang melaksanakan tugas mencatat setiap data perkembangan pelaksanaan kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan. (kegiatan dekonsentrasi, tugas pembantuan dan DAK bidang KP termasuk kendala pelaksanaan dan rencana tindak lanjut).

c) Untuk kegiatan monitoring dan evaluasi terpadu dilakukan dalam bentuk pertemuan yang melibatkan satker pengelola dekonsentrasi, tugas pembantuan, UPT Pusat dan Kabupaten/Kota penerima DAK Bidang KP guna membahas hasil kunjungan lapangan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan alokasi anggaran yang dikelola.

d) Dari hasil kunjungan lapangan dan pertemuan pembahasan selanjutnya disepakati Berita Acara hasil monev terpadu yang didalamnya memuat langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam rangka menyelesaikan kendala pelaksanaan program dan kegiatan di daerah dan ditandatangani para pihak untuk ditindaklanjuti.

3) Pelaporan

a) Setelah acara selesai, pejabat/staf yang melaksanakan tugas menyusun laporan lengkap pelaksanaan perjalanan dinas dan melaporkan kepada Kepala SKPD.

b) Laporan hasil pelaksanaan monitoring pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi dan

(19)

kabupaten kota disampaikan ke Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan c.q. Kepala Biro Perencanaan secara berkala sesuai ketentuan PP 39/2006.

E. Penyusunan Laporan Kegiatan Pembangunan KP di Provinsi; a. Gambaran Umum Kegiatan

Penyusunan Laporan Kegiatan Pembangunan KP di Provinsi adalah bentuk pertanggungjawaban atas kinerja program yang dilaksanakan oleh SKPD selaku satuan kerja pengelola dana dekonsentrasi yang dilakukan secara berkala sesuai peraturan yang berlaku.

b. Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyajikan perkembangan pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi secara berkala dengan mengisi format atau mekanisme pelaporan baik yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bappenas (PP 39), laporan kinerja keuangan (PMK 249), LKj, e-dalwas maupun lapuran akhir tahun.

c. Sasaran

Sasaran dari kegiatan penyusunan laporan kegiatan pembangunan KP di Provinsi ini adalah tersampaikannya informasi perkembangan pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi secara berkala sesuai peraturan yang berlaku, baik yang berkaitan dengan kementerian lain (Bappenas, Kemkeu dan Men PAN-RB) maupun untuk kebutuhan internal KKP seperti e-dalwas dan bahan LKj.

d. Tahapan Pelaksanaan 1) Persiapan

Kepala SKPD menunjuk pejabat/staf dan menerbitkan surat tugas sebagai petugas/operator aplikasi pelaporan online (e-dalwas, e-monev, SMART, SIMDAK, dll) dan tim pelaksana penyusunan laporan yang bersifat periodik seperti laporan triwulanan, Semesteran dan laporan alhir tahun;

2) Pelaksanaan

a) Pejabat/staf yang telah ditunjuk sebagai operator aplikasi

pelaporan melakukan input data perkembangan

pelaksanaan kegiatan (manajerial dan keuangan) secara berkala sesuai ketentuan;

(20)

b) Pejabat/staf yang telah ditunjuk sebagai tim penyusunan laporan berkala menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan menyampaikannya kepada Sekretaris Jenderal c.q. Kepala Biro Perencanaan.

3) Pelaporan

Setelah acara selesai, pejabat/staf yang melaksanakan tugas menyusun laporan kegiatan kepada Kepala SKPD.

F. Administrasi Umum Satker Dekonsentrasi. a. Gambaran Umum Kegiatan

Merupakan kegiatan pengelolaan administrasi umum satker dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal yang bersifat pengeluaran rutin untuk kebutuhan sehari-hari satuan kerja guna mendukung kegiatan dekonsentrasi 01.

b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan tahapan ini adalah terselenggaranya kegiatan kebutuhan sehari-hari perkantoran dan dukungan administrasi untuk kegiatan dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal di provinsi.

c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah terciptanya tertib dalam

pelaksanaan administrasi dan pengelolaan keuangan

dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal sesuai kaidah akuntabilitas, transparan dan mengikuti peraturan yang berlaku.

d. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan:

a) Berdasarkan DIPA satker dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal, Kepala SKPD menyampaikan usulan kepada Gubernur untuk menetapkan SK Gubernur tentang penetapan pengelola anggaran (KPA, Bendahara, dan Pejabat pemeriksa/ penandatangan SPM) satker dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal;

b) Dalam kedudukannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kepala Dinas menunjuk pejabat/staf sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Pejabat Pemeriksa/Penerima Barang dan staf pengelola anggaran satker dekonsentrasi;

(21)

c) Pelaksanaan administrasi umum satker meliputi penatausahaan satker dekonsentrasi seperti pengadaan ATK, pembayaran honor pengelola anggaran serta dukungan administrasi kesatkeran;

d) Pelaporan, Bendahara dekonsentrasi 01 melaporkan pengelolaan anggaran secara berkala kepada Kepala Satker selaku KPA Satker dekon 01.

3. Pengelolaan Data, Statistik dan Informasi KP (2329);

Output : Layanan Data dan Informasi (2329.963)

Sub Output : Data Statistik (2325.963.001)

Komponen : 051. Pengolahan Data Statistik KP

Sub Komponen : Pengolahan Data Statistik KP; a. Gambaran Umum Kegiatan

Merupakan kegiatan pengumpulan, sinkronisasi dan penyajian data statistik kelautan perikanan dalam lingkup provinsi yang bersangkutan.

b. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan tahapan ini adalah mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data statistik kelautan dan perikanan sebagai bahan dalam rangka penyusunan program dan kegiatan serta bahan untuk menyusun kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi.

c. Sasaran

Sasaran yang diharapkan adalah tersusunnya data statsitik kelautan dan perikanan provinsi.

d. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan penyusunan data dan statistik kelautan dan perikanan Tahun 2018, meliputi:

1) Persiapan

a) Kepala SKPD membentuk tim pelaksana penyusunan data dan statistik kelautan dan perikanan di provinsi dan menerbitkan Surat Tugas;

b) Tim yang sudah dibentuk menyiapkan data-data primer maupun sekunder yang berkenaan dengan data statistik kelautan dan perikanan di provinsi.

(22)

2) Pelaksanaan

a) Tim yang sudah dibentuk menyusun jadwal kegiatan dalam rangka pengumpulan data statistik dari unit/instansi terkait termasuk dari enumerator yang sudah ditugaskan KKP di daerah.

b) Selain melakukan pengumpulan, verifikasi dan penyajian data statistik, tim juga mengkoordinasikan dengan pihak terkait, sesuai arahan Kepala Dinas mewakili Dinas Provinsi menghadiri pertemuan koordinasi data statistik yang dilakukan di pusat.

3) Pelaporan

Setelah acara selesai, tim menyajikan data statistik kelautan dan perikanan provinsi dan melaporkannya kepada Kepala SKPD.

(23)

BAB III

PELAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN, PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA (BMN) HASIL KEGIATAN DEKONSENTRASI, REVISI

ANGGARAN DAN SANKSI 3.1 Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Dekonsentrasi

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pelaksana kegiatan dekonsentrasi diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan yang terdiri dari laporan manajerial dan laporan akuntabilitas, sebagai berikuta;

a. Laporan Manajerial.

1) Laporan manajerial mencakup perkembangan realisasi penyerapan anggaran, pencapaian target keluaran, kendala yang dihadapi dan saran tindak lanjut.

2) Kepala SKPD Provinsi selaku Kuasa Pengguna

Anggaran/Barang wajib menyusun serta menyampaikan laporan manajerial setiap bulan, triwulan dan setiap berakhirnya tahun anggaran kepada Gubernur melalui SKPD Provinsi yang membidangi perencanaan dan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan c.q. Sekretaris Jenderal paling lambat tanggal 5 (lima) bulan berikutnya.

b. Laporan Akuntabilitas.

1) Laporan akuntabilitas terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, catatan atas hasil laporan keuangan (calk) dan laporan barang;

2) Kepala SKPD Provinsi selaku Kuasa Pengguna

Anggaran/Barang melalui Unit Akuntansi Kuasa Pengguna

Anggaran (UAKPA/B) wajib menyampaikan

laporanakuntabilitas setiap triwulan paling lambat tanggal 8 (delapan) setelah triwulan berakhir;

3) Laporan akuntabilitas sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b disampaikan setelah direkonsiliasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setempat beserta arsip data komputer (ADK).

3.2 Pengelolaan BMN Hasil Kegiatan Dekonsentrasi

Penyelenggaraan pemerintahan negara dan pemerintahan daerah yang efektif dan efisien sangat membutuhkan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, terkelola dengan baik, dan efisien, sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang

(24)

Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam pelaksanaanya, pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah semakin berkembang dan kompleks, belum dapat dilaksanakan secara optimal karena adanya beberapa permasalahan yang muncul serta praktik pengelolaan yang penanganannya belum dapat dilaksanakan sesuai Peraturan Pemerintah yang berlaku.

Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep-311/PB/2014 tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar, BMN yang diadakan pada satker dekonsentrasi adalah Barang Penunjang Kegiatan dekonsentrasi yang pada dokumen anggaran dicatat menggunakan kode akun 526211 (Belanja Barang Penunjang Kegiatan Dekonsentrasi untuk Diserahkan kepada Pemerintah Daerah) dan setelah dibelanjakan, sebelum dilakukan serah terima akan dicatat sebagai belanja persediaan. Mekanisme pelaksanaan serah terima barang tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan, sebagaimana

diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor

248/PMK.07/2010.

Prosedur pelaksanaan pengelolaan BMN hasil kegiatan dekonsentrasi, adalah sebagai berikut:

1. Pengadaan aset dari akun 526211, dicatat dalam persediaan BMN; 2. Kepala Dinas Provinsi selaku kepala satker dekonsentrasi mengajukan permohonan serah terima barang kepada Sekretaris Jenderal c.q. Kepala Biro Umum, Setjen dengan dilampiri dokumen-dokumen sebagai berikut:

a. Surat Pernyataan Kesediaan Menerima Hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, yang bertindak selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi, dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Kepala SKPD, keduanya dilampiri meterai 6000.

b. Konsep Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Negara, dengan lampiran yang memuat kode barang, nama barang, merek/type, jumlah barang, tahun perolehan, nilai perolehan, dan kondisi barang sebanyak 3 Rangkap, yaitu: 1) rangkap pertama dan kedua BAST dengan space

tandatangan Sekretaris Jenderal KKP dan bermeterai Rp6000,- (yang akan diajukan untuk tanda tangan Sekretaris Jenderal)

(25)

2) rangkap ketiga, BAST ditandatangani Kepala SKPD dan bermeterai Rp6000,- dan distemple basah

c. Foto copy SPM dan SP2D;

d. Foto copy RKA-K/L dan DIPA Tahun berjalan;

e. Laporan kondisi barang dan foto BMN (berwarna) yang akan diserahterimakan/dihibahkan.

3. BAST yang telah ditandatangani para pihak diserahkan oleh Sekretaris Jenderal atau pejabat yang mewakili kepada Pemerintah Daerah c.q. SKPD pelaksana Dekonsentrasi selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah realisasi pengadaan;

4. Laporan pelaksanaan serah terima barang dan bukti pengeluaran dari persediaan BMN Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang; 5. Berdasarkan BAST, penerima BMN wajib menatausahakan dalam

neraca pemerintah daerah;

6. Apabila BMN dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setealh realisasi pengadaan belum diserahkan ke pemerintah daerah atau pemerintah daerah tidak bersedia menerima, maka aset dimaksud harus direklasifikasi dari persediaan menjadi aset;

7. Aset dimaksud wajib direkam pada SIMAK-BMN, transaksi yang digunakan adalah melalui saldo awal karena tahun perolehan berbeda dengan tahun buku/dilaporkan;

8. Satuan kerja melaporkan aset dari akun 526211 yang telah direklasifikasi dari persediaan menjadi aset kepada UAPPB-E1 dan UAPB.

3.3 Revisi Anggaran

Apabila terjadi ketidaksesuaian antara rencana kerja yang tertuang dalam kertas kerja RKA-K/L dekonsentrasi 01 atau sesuai kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan, SKPD dapat mengajukan usulan revisi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Apabila terjadi perubahan keluaran dan komponen

kegiatan/anggaran, maka KPA segera menyampaikan usulan revisi anggaran;

2. Apabila terjadi ketidaksesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dengan pelaksanaan kegiatan dapat diusulkan revisi anggaran;

(26)

3. Tata cara pengusulan revisi anggaran mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

4. Usulan dan/atau hasil revisi anggaran dimaksud disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 3.4 Sanksi

Kepala SKPD Provinsi yang tidak menyampaikan laporan pelaksanaan Dekonsentrasi dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, berupa:

1. Penundaan pencairan dana dekonsentrasi untuk triwulan berikutnya;

2. Penghentian alokasi dana dekonsentrasi untuk tahun anggaran berikutnya.

(27)

BAB IV PENUTUP

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dekonsentrasi 01 Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2017 diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh SKPD pengelola Satker Dekon 01 sehingga dapat membantu memperlancar pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi tahun 2017. Pedoman ini akan terus dievaluasi setiap tahunnya untuk mengakomodir setiap perkembangan dan dinamika dalam penerapannya dengan tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

SEKRETARIS JENDERAL,

(28)

LAMPIRAN 2

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR .../PER-SJ/2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN ... TAHUN ANGGARAN 200... I. DATAUMUM

1. Nomor Kode dan Nama Unit Organisasi : Diisi sesuai kode dan nama Unit Organisasi 2. Nomor Kode dan Nama Fungsi : Diisi sesuai kode dan nama fungsi

3. Nomor Kode dan Nama Sub Fungsi : Diisi sesuai kode dan nama sub fungsi 4. Nomor Kode dan Nama Program : Diisi sesuai kode dan nama program 5. lndikator Hasil : Diisi ...

6. Nomor Kode dan Nama Kegiatan : Diisi sesuai DIPA

7. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan/Tahun ke : misalnya 1/1(1tahun dantahun pertama) atau 2/1(2tahun sekarang tahun ke-1)

8. Penangunggjawab Kegiatan : Nama Orang

9. Tempat Kedudukan Penanggungjawab Keg. : Alamat 10. Nomor Surat Pengesahan DIPA : Sesuai SP DIPA II DATA KEUANGAN DAN INDIKATOR KELUARAN PER SUB KEGIATAN

Nomor Kode dan Nama Sub Kegiatan Anggaran (Rp.OOO) lndikator Keluaran (Output) Satuan (Unit)

NoLoan PHLN Rupiah Total

1 2 3 4 5 6 7

(29)
(30)
(31)

LAMPIRAN 3

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR .../PER-SJ/2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN ANGGARAN 2017

Contoh

Surat Surat Permohonan Serah Terima BMN Hasil Kegiatan Dekonsentrasi KOP SURAT SKPD

Nama Kota, …...Oktober 2015

Nomor :

Sifat : penting

Lampiran : satu berkas

Hal : Permohonan Serah Terima BMN dari Kegiatan Dekonsnetrasi

Yth. Sekretaris Jenderal, KKP u.p. Kepala Biro Umum

Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya pengadaan Barang Milik Negara (BMN) berupa Barang Penunjang Kegiatan Dekonsentrasi pada satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi ...yang bersumber dari dana dekonsentrasi KKP TA..., bersama ini kami mengajukan permohonan Serah Terima/Hibah BMN sebagaimana daftar terlampir.

Sebagai kelengkapan, bersama ini kami lampirkan: 1. salinan SPM dan SP2D, bukti pencairan dana.

2. salinan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

3. Surat Pernyataan Kesediaan Menerima Hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi…..., yang bertindak selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi ... 4. foto BMN Persediaan yang akan diserahterimakan/dihibahkan.

Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kepala Dinas KP Provinsi...

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran NAMA KEPALA DINAS KP Tembusan:

(32)

Contoh Surat Pernyataan Kesediaan Menerima Hibah

KOP SURAT SKPD

SURAT PERNYATAAN BERSEDIA MENERIMA HIBAH Nomor :

Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ... Jabatan : ... Alamat : ...

bertindak untuk dan atas nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi..., menyatakan bahwa kami bersedia Menerima BMN dari kegiatan dekonsentrasi tahun... yang dihibahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan Surat Nomor ..., tanggal ..., tentang Permohonan Serah Terima BMN dari Kegiatan Dekonsnetrasi.

Surat Pernyataan ini dibuat dengan benar, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi... MATERAI Rp6.000,-

(33)

Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dari Kepala SKPD

KOP SURAT SKPD

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Nomor :

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ...

Jabatan : …... Alamat : …...

menyatakan bahwa saya selaku penanggung jawab Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi..., bertindak untuk dan atas nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi…..., bertanggung jawab penuh atas kebenaran material Barang Milik Negara (BMN) yang akan dihibahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Surat Pernyataan ini dibuat dengan benar, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Nama Kota, …Oktober 2015

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi...

MATERAI Rp6.000,00 (Nama Terang)

(34)

Contoh Format Berita Acara Serah Terima

KOP SURAT SEKRETARIAT JENDERAL KKP

BERITA ACARA SERAH TERIMA

BARANG MILIK NEGARA HASIL KEGIATAN DEKONSENTRASI TAHUN ANGGARAN ...

NOMOR...

Pada hari ini ..., tanggal ... bulan ... tahun ..., yang bertanda tangan di bawah ini,

I. Nama : …... Jabatan : Sekretariat Jenderal

Alamat : Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta

bertindak untuk dan atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan, berkedudukan di Jl. Merdeka Timur Nomor 16 Jakarta Pusat, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

II. Nama : …...

Jabatan : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 9, Jakarta Pusat

bertindak untuk dan atas nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi…..., berkedudukan di ..., untuk selanjutnya di sebut PIHAK KEDUA.

Sebagai tindak lanjut Pengelolaan Barang Milik Negara hasil pengadaan dari realisasi belanja akun 526, yang merupakan realisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi..., dengan memperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.07/2010 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan BMN yang Berasal dari Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Pasal 2 ayat (3) dan Pasal 38A ayat (1) serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.06/2011 tentang Pengelolaan BMN yang Berasal dari Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan Sebelum Tahun 2011, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98/PMK.06/2013, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan serah terima Barang Milik Negara, dengan ketentuan sebagai berikut:

(35)

Pasal 1

(1) PIHAK PERTAMA menyerahkan dan menghibahkan Barang Milik Negara hasil pengadaan dari realisasi belanja akun 526 kepada PIHAK KEDUA, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.

(2) PIHAK KEDUA menerima dengan baik penyerahan Barang Milik Negara yang disebutkan pada ayat (1), dari PIHAK PERTAMA.

Pasal 2

Guna pemanfaatan lebih lanjut sesuai dengan fungsinya, maka pengaturan tentang penggunaan dan pemanfaatan Barang Milik Negara tersebut sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 3

Dengan ditandatanganinya Berita Acara ini, maka penelolaan, pemeliharaan dan kepemilikan sebagaimana dimaksud pada pasal 1 menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 4

PIHAK PERTAMA wajib memantau proses pencatatan Barang Milik Negara yang disebutkan dalam Pasal 1 ayat (1), yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja di bawah Unit Kerjanya, yang melaksanakan proses Pengadaan BMN yang disebutkan dalam Pasal 1 ayat (1).

Pasal 5

PIHAK KEDUA wajib memantau proses pencatatan Barang Milik Negara yang disebutkan dalam Pasal 1 ayat (1) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dalam Sistem Akuntansi yang berlaku pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota tersebut.

Pasal 6

Berita Acara Serah Terima ini dibuat dalam rangkap dua, ditandatangani di atas meterai, dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Masing-masing pihak memegang asli dan memiliki kekuatan hukum yang sama.

(36)

Yang menyerahkan, PIHAK PERTAMA

Materai 6.000,-

Cap basah dan tanda tangan

Nama Terang

Yang menerima, PIHAK KEDUA

Cap basah dan tanda tangan

Nama Terang

Tembusan:

1. Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2. Menteri Keuangan RI

3. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan 4. Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan 5. Gubernur/Bupati/Walikota.

(37)

Yang menyerahkan,

PIHAK PERTAMA

Cap basah dan tanda tangan

Nama Terang

Yang menerima, PIHAK KEDUA

Materai 6.000,-

Cap basah dan tanda tangan

Nama Terang

Tembusan:

1. Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2. Menteri Keuangan RI

3. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan 4. Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan 5. Gubernur/Bupati/Walikota.

SEKRETARIS JENDERAL,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :