BAB I. PENDAHULUAN. keuangan dan kegiatan operasional. Anggaran yang telah disepakati untuk

Teks penuh

(1)

1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Organisasi biasanya menggunakan anggaran sebagai alat perencanaan keuangan dan kegiatan operasional. Anggaran yang telah disepakati untuk dijalankan pada periode tertentu menjadi panduan langkah pengerjaan kegiatan oganisasi sehingga tercapai tujuan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurut Williams, Haka, Bettner & Carcello (2010), anggaran adalah sebuah langkah penting dalam mencapai perencanaan keuangan yang efektif, bahkan sebuah bisnis yang terkecil akan mendapatkan keuntungan dengan lebih dahulu mempersiapkan rencana untuk masa depan operasinya termasuk nilai penjualan, biaya, laba bersih, penerimaan dan pengeluaran kas. Sementara Anthony dan Govindarajan (2007) menyatakan bahwa anggaran adalah sebuah alat yang penting untuk melakukan perencanaan jangka pendek yang efektif dan pengendalian organisasi.

Penggunaan anggaran sebagai alat kontrol dan perencanaan lazim digunakan perusahaan di semua bidang industri tidak terkecuali perkebunan kelapa sawit. Pengelolaan perkebunan yang baik berarti dana yang dikeluarkan untuk pembangunan kebun sesuai dengan standar atau norma, dimana hal ini termasuk spesifikasi pembangunan kebun dan produktifitas pekerja lapangan. Pembangunan kebun dengan desain dan spesifikasi sesuai kebutuhan akan

(2)

2

mengurangi biaya yang harus dikeluarkan ketika awal pembangunan dan ketika melakukan aktifitas lanjutan, sementara produktifitas pekerja yang tinggi berarti pengeluaran dana untuk pelaksanaan pengerjaan suatu aktifitas akan lebih murah, karena pekerja lapangan biasanya dibayar sesuai rupiah/jam kerja. Karena pentingnya peran anggaran, biasanya perusahaan yang telah mapan memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hal ini.

Kelapa sawit merupakan produk agribisnis andalan Indonesia. Produk yang dihasilkan dari kelapa sawit adalah Tandan Buah Segar yang kemudian diolah kembali untuk memproduksi CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel. CPO dan Kernel inilah yang apabila diolah lagi dapat menjadi produk akhir berupa minyak goreng, margarin, biodiesel, campuran peralatan kosmetik, obat – obatan dan produk-produk lainnya. Indonesia saat ini merupakan Negara penghasil CPO terbesar di Dunia dan berpotensi akan terus dapat mempertahankannya, karena masih memiliki lahan baru yang dapat dijadikan perkebunan sawit, sementara Malaysia yang berada di peringkat kedua saat ini lahan yang ada untuk dapat diusahakan menjadi perkebunan sawit sudah hampir habis.

PT. XYZ merupakan anak perusahaan salah satu grup rokok di Indonesia, didirikan pada tahun 2008 dan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PT. XYZ saat ini memiliki lahan tertanam sekitar 20.000 ha yang berlokasi di Kalimantan Barat, sementara kantor pusat berlokasi di Jakarta. Produk yang dihasilkan PT. XYZ adalah Tandan Buah Segar yang kemudian diolah menjadi

CPO dan Kernel. Sebagai perusahaan perkebunan yang tergolong baru berdiri,

(3)

3

XYZ. Anggaran digunakan oleh PT. XYZ sebagai alat perencanaan operasional, finansial dan juga permintaan dana tambahan modal (Equity) ke induk perusahaan.

Pengelolaan dana dan operasional kebun yang efisien dan efektif akan dapat menghasilkan perkebunan sawit dengan biaya yang rendah dan produksi tinggi, sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Pendirian perkebunan sawit membutuhkan modal yang sangat besar, sementara harga penjualan komoditas tergantung pasar, dan dengan kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak baik, ditambah lagi banyaknya stock CPO dunia, harga CPO menjadi sangat rendah. Karena itu, apabila pengelolaan kebun dilakukan dengan biaya yang tidak sesuai norma yang ada, kemungkinan besar perusahaan tidak akan dapat meraih keuntungan, lebih parah lagi dapat menyebabkan kebangkrutan pada perusahaan.

PT. XYZ telah menyesuaikan nilai anggaran dengan norma yang lebih dahulu telah ditetapkan perusahaan. Pembuatan norma per aktifitas perusahaan juga telah dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Pada proses penyusunan anggaran, PT. XYZ juga telah menggunakan pendekatan top down dan bottom up

budgeting. Anthony & Govindarajan (2007) menyatakan pendekatan dengan top down jarang bekerja karena berakibat pada kurangnya komitmen bersama, bottom up budgeting lebih dapat memunculkan komitmen secara menyeluruh untuk

mencapai target anggaran, tetapi apabila tidak dikontrol dengan baik dapat membuat target anggaran tidak sesuai dengan target perusahaan secara keseluruhan, karena itu sebuah proses penyusunan anggaran terbaik adalah penggabungan dari kedua pendekatan tersebut. Walaupun PT. XYZ telah

(4)

4

menggunakan kombinasi kedua pendekatan, pada penjalanan bisnis tahunan periode anggaran 2012, terjadi simpangan yang besar pada nilai anggaran yang dikeluarkan dibandingkan target yang dapat dicapai. Seringkali dana yang dikeluarkan sudah melebihi nilai anggaran, tetapi hasil yang diperoleh tidak mencapai target yang telah lebih dahulu ditetapkan.

Sebagai perusahaan yang tergolong baru, penjalanan organisasi masih dilakukan dengan cara manual, walaupun sudah menggunakan sistem sederhana yang dibuat sendiri oleh perusahaan, tetapi sistem ini belum terintegrasi sehingga menyulitkan apabila akan dilakukan kontrol berdasarkan analisa data aktual penggunaan anggaran. Data yang ada, misal yang dimiliki oleh Departemen Operasional bisa berbeda dengan data yang digunakan Departemen Akuntansi. Hal ini menyebabkan kontrol dari pengeluaran anggaran terhadap tiap – tiap aktifitas yang dilakukan perusahaan menjadi sulit dilakukan.

Permasalahan kontrol yang masih sulit dilakukan, diperparah dengan lahan yang didapat oleh PT. XYZ merupakan lahan yang kurang baik untuk industri perkebunan kelapa sawit, yaitu lahan yang berbukit atau gambut. Hal ini dapat terjadi karena PT. XYZ baru didirikan ketika lahan – lahan perkebunan terbaik telah diusahakan oleh perkebunan – perkebunan besar yang lebih dahulu berkecimpung di bisnis ini. Dengan lahan yang kurang baik maka sudah pasti produktifitas dari Tandan Buah Segar yang dihasilkan tidak dapat maksimal, menyebabkan cost/ha yang dikeluarkan akan lebih tinggi.

(5)

5

Kendala – kendala dan tantangan yang dihadapi PT. XYZ dapat diatasi apabila anggaran yang menjadi alat kontrol jalannya organisasi dapat didesain secara maksimal, sehingga komponen – komponen biaya per aktifitas organisasi selama satu tahun telah tercapture didalamnya. Anggaran yang disetujui oleh manajemen PT. XYZ harus telah disesuaikan dengan norma permbangunan kebun dan analisa keuntungan yang dapat dicapai perusahaan apabila pengeluaran dan pemasukan dana yang didapat dari penjualan produk sesuai dengan anggaran yang disetujui.

Langkah selanjutnya apabila proses penyusunan anggaran telah dapat dilakukan secara maksimal adalah bagaimana dapat mengelola anggaran yang telah disetujui dalam aktifitas harian perusahaan sehingga tidak terjadi simpangan yang besar terhadap biaya per aktifitas. Apabila memang simpangan harus terjadi, baik simpangan yang berupa target yang tidak dapat tercapai ataupun kebutuhan tambahan anggaran, simpangan ini harus dapat dianalisa dan diketahui oleh manajemen terlabih dahulu, sehingga simpangan yang terjadi harus didalam batas toleransi yang belum mengganggu kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Kendala dan tantangan yang dihadapi PT. XYZ, hingga bagaimana anggaran sebagai tools pengelolaan perusahaan dapat membantu PT. XYZ dalam mencapai targetnya, menjadi sangat menarik untuk dikaji oleh penulis. Kajian berupa evaluasi mengenai proses penyusunan hingga penggunaan anggaran yang dilakukan oleh PT. XYZ sehingga dapat menunjukkan bagaimana sebaiknya agar penyusunan dan penggunaan anggaran tersebut dapat dilakukan secara maksimal.

(6)

6

1.2 Rumusan Masalah

Anggaran merupakan tools yang sangat penting dalam melakukan kontrol jalannya organisasi. Berdasarkan landasan konseptual dan kontekstual terlihat bahwa proses penyusunan dan penggunaan anggaran di PT. XYZ masih terjadi penyimpangan dengan yang seharusnya. Hal ini akan mengakibatkan jalannya bisnis yang dilakukan tidak efektif, lebih parah lagi menyebabkan tidak didapatnya keuntungan dari proses bisnis, karena tanggungan cost yang lebih besar dari profit yang mampu dihasilkan perusahaan.

Salah satu contoh permasalahan penggunaan anggaran yang berlebihan di PT. XYZ sebagai berikut :

(7)

7 Realisasi Anggaran Selisih

Ha Tanam Sampai Dengan 2012 18,025 33,363 15,338 Merumput Rp 21,883,371,664 22,375,782,283 492,410,619 Rp/Ha 1,214,036 670,680 (543,356) Pengendalian Alang-Alang Rp 632,723,680 1,257,140,654 624,416,974 Rp/Ha 35,102 37,681 2,579 Pemupukan Tanaman Rp 45,217,203,881 64,384,361,743 19,167,157,862 Rp/Ha 2,508,540 1,929,823 (578,717) Pengendalian Hama dan Penyakit

Rp 5,888,058,847 9,477,175,815 3,589,116,968 Rp/Ha 326,655 284,064 (42,591) Kastrasi dan Sanitasi

Rp 2,093,839,410 3,894,462,955 1,800,623,545 Rp/Ha 116,161 116,731 569 Sensus dan Thining Out

Rp 903,488,858 803,729,449 (99,759,409) Rp/Ha 50,123 24,091 (26,033) Sisip dan Konsolidasi

Rp 3,098,526,434 1,132,126,985 (1,966,399,450) Rp/Ha 171,899 33,934 (137,965) Pemeliharaan Parit / Terasan / Tapak Kuda

Rp 2,148,812,329 609,787,955 (1,539,024,374) Rp/Ha 119,211 18,277 (100,933) Pemeliharaan Jalan / Jembatan, Titi Panen

Rp 15,769,617,058 38,831,165,065 23,061,548,007 Rp/Ha 874,860 1,163,905 289,045 Survei dan Patok

Rp 172,408,743 73,544,017 (98,864,726) Rp/Ha 9,565 2,204 (7,360) Total Pemeliharaan Rp 97,808,050,905 142,839,276,921 45,031,226,015 Rp/Ha 5,426,152 4,281,390 (1,144,762) Deskripsi

Sumber : Data Internal PT. XYZ 2013

Pada tabel terlihat bahwa terjadi over penggunaan anggaran rupiah/ha kegiatan pemeliharaan, dimana harusnya untuk pemeliharaan satu hektar lahan menghabiskan dana sebesar Rp. 4.281.390 tetapi aktualnya menghabiskan dana Rp. 5.426.152.

Pada tesis ini peneliti melihat ada dua masalah utama yang harus dievaluasi dan dijawab berdasarkan penelitian yang dilakukan, yaitu :

(8)

8

1. Proses penyusunan anggaran yang dilakukan saat ini ternyata belum mampu mengakomodir semua biaya yang harus dikeluarkan perusahaan pada anggaran tahun berjalan, sehingga terjadi penyimpangan yang besar antara anggaran dibandingkan realisasi

2. Penggunaan anggaran yang dilakukan beserta pengelolaannya, saat ini belum efisien dan efektif, apabila dilihat dari realisasi penggunaan anggaran dan pencapaian target dari perusahaan. Contoh pada tabel terlihat bahwa perusahaan mengeluarkan dana sebesar Rp. 97.808.050.905 untuk melakukan pemeliharaan tanaman dengan luasan 18.025 ha, padahal apabila mengikuti nilai anggaran, harusnya dana sebesar itu dihabiskan untuk pemeliharaan 22.845 ha kebun sawit, sehingga ada pemborosan dana, yang harusnya bisa digunakan untuk memelihara 4.820 ha kebun sawit.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Mengacu pada permasalahan yang terjadi dalam proses penyusunan dan penggunaan anggaran di PT. XYZ, berikut pertanyaan dalam penelitian ini :

1. Bagaimanakah proses penyusunan anggaran yang dilakukan PT. XYZ, agar dapat menghasilkan nilai anggaran yang sebenarnya dibutuhkan untuk mencapai target organisasi ?

2. Bagaimanakah proses penggunaan anggaran yang dilakukan PT. XYZ untuk mencapai penggunaan anggaran yang efisien dan efektif ?

(9)

9

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengevaluasi proses penyusunan anggaran di PT. XYZ agar dapat menghasilkan nilai anggaran yang sebenarnya dibutuhkan untuk mencapai target organanisasi

2. Mengevaluasi proses penggunaan anggaran di PT. XYZ untuk mencapai penggunaan anggaran yang efisien dan efektif.

1.5 Batasan Masalah

Penelitian yang dilakukan dibatasi pada evaluasi proses penyusunan anggaran yang dilakukan PT. XYZ dibandingkan dengan teori yang ada, hingga bagaimana penggunaan anggaran oleh PT. XYZ dalam rangka mendukung tercapainya target organisasi.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Peneliti, Perusahaan maupun bagi Akademisi selanjutnya. Adapun manfaat yang diperoleh :

a. Bagi Peneliti : Peneliti dapat mengaplikasikan teori – teori yang didapat selama perkuliahan, dan melihat langsung implementasi dan simpangan dari teori tersebut ketika di jalankan di sebuah Perusahaan. Sehingga akan memberikan nilai tambah bagi peneliti berupa Ilmu dan Pengetahuan baru

(10)

10

b. Bagi Perusahaan : Hasil penelitian diharapkan akan dapat memberikan solusi dan masukan yang positif bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi perusahaan

c. Bagi Akademisi : Penelitian diharapkan dapat menjadi acuan ataupun membuka ide untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai topik penelitian terkait.

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan tesis ini dibagi menjadi beberapa bab yaitu :

1. BAB I. PENDAHULUAN

Pada bab ini dijelaskan hal yang melatarbelakangi pemilihan topik penelitian, landasan secara konseptual dan kontekstual, juga berisi rumusan masalah, serta tujuan dari penelitian

2. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini dipaparkan teori – teori yang mendasari evaluasi terhadap proses penyusunan dan penggunaan anggaran di PT. XYZ

3. BAB III. DATA PERUSAHAAN

Pada bab ini dipaparkan data perusahaan PT. XYZ dari mulai gambaran bisnis perusahaan sampai proses penyusunan dan penggunaan anggaran 4. BAB IV. EVALUASI PROSES PENYUSUNAN DAN

PENGGUNAAN ANGGARAN

Pada bab ini dilakukan evaluasi secara detail proses penyusunan dan penggunaan anggaran di PT. XYZ

(11)

11

5. BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini dipaparkan simpulan yang didapat dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, dimana simpulan menjawab pertanyaan penelitian. Saran diberikan oleh penulis untuk memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada berdasarkan hasil penelitian.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :