BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian Asosiatif jenis penelitian

Download (0)

Full text
(1)

20 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian Asosiatif jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antar satu variabel dengan variabel yang lain saling terikat atau tidak.

B. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel

Populasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia tahun 2017-2019. Sedangkan teknik penentun sampel penelitian ini memakai metode purposive sampling yaitu teknik yang melakukan pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang dimasksud adalah :

1. Perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019.

2. Perusahaan mempublikasikan data laporan keuangan yang digunakan untuk menganlisis informasi yang mempengaruhi ketepatan waktu publikasi laporan keuangan 2017-2019.

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Variabel Dependen

Variabel dependent dalam penelitian ini adalah : a. Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan

(2)

Variabel dependen atau terikat dalam penelitian yang dilakukan adalah ketepatan waktu publikasi laporan keuangan (timeliness). Variabel dependen dalam penelitian ini diukur berdasarkan ketepatan waktu publikasi laporan keuangan ke Bursa Efek Indonesia. Perusahaan dapat digolongkan tepat waktu dalam publikasi laporan keuangan di bursa apabila perusahaan menyampaikan laporan keuangan selambat-lambatnya pada akhir bulan keempat dari batas akhir rahun buku pada priode sebelumnya. Hal tersbut telah diatur dalam peraturan otoritas jasa keuangan No 29/POJK.04/2016 mengenai penyampaian laporan keuangan tahunan ke perusahaan publik. Dalam peraturan tersbut tertulis pasal 7 emiten wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan selambat –lambatnya pada bulan kempat setelah tahun buku berakhir. Terkait penyampaian laporan keuangan tahunan 31 Desember 2019 pada tahun 2020 sesuai SK-Kep-00027/BEI/03-2020 Bursa Efek Indonesia memperpanjang masa penyampaian laporan keuangan selama 2 bulan dari batas waktu penyampaian laporan. Variabel dependen dalam penelitian ini diukur menggunakan variabel dummy dengan kategorinya yaitu perusahaan yang tepat waktu dinilai 1 dan perusahaan yang tidak tepat waktu diberi nilai 0.

2. Variabel Independen

Variabel Independent (variabel bebas) merupakan variabel yang tidak memiliki hubungan terikat dengan variabel lainnya. Variabel independen yang diambil dalam penelitian ini teridiri dari:

(3)

a. Profitabilitas

Menurut Brigham dan Houston (2012) rasio profitabilitas merupakan pencerminan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional. Profitabilitas juga merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan untuk dapat menghasilkan laba bagi perusahaannya. Profitabilitas perusahaan dapat diukur menggunakan rumus ROA (Return On asset) untuk mengukurseberapa mampu perusahaan menghasilkan laba dari penggunaan aset. ROA dapat diukur dengan rumus.

ROA = πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘†π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘Žπ‘ π‘’π‘‘

b. Leverage

Leverage keuangan merupakan bagian dari penggunaan aset dari perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan atas pemegang saham (Susilo dan Fatmayeti, 2017). Leverage dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat aktiva yang digunakan perusahaan yang mana biaya tersebut telah digunakan untuk pembiayaan utang. Leverage perusahaan dapat nilai dengan menggunakan rumus debt to asset ratio (DAR).

DAR = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΎπ‘’π‘€π‘Žπ‘—π‘–π‘π‘Žπ‘›

(4)

c. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan skala yang dapat menentukan dan diklasifikasikan seberapa besar dan kecil perusahaan ukuran perusahaan dapat ditentukan dengan berbagai cara diantaranya dengan melihat total aktiva, log size, nilai pasar saham dan lain-lain (Febriana dan Djawahir, 2016). Perusahaan besar cenderung melakukan pelaporan keuangan yang lebih cepat sebab perusahaan besar melibatkan pengawasan berbagai macam pihak salah satunya investor dan kreditur. Ukuran perusahaan diukur dengan logaritma total aset. Penggunaan natural log (Ln) dimaksudkan untuk mengurangi fluktuasi data yang berlebih. Jika nilai total asset langsung dipakai begitu saja maka nilai variabel akan sangat besar, miliar bahkan triliun. Dengan menggunakan natural log, nilai miliar bahkan triliun tersebut disederhanakan, tanpa mengubah proporsi dari nilai asal yang sebenarnya (Kuswanto dan Manaf, 2015).

d. Opini Audit

Pengertian Opini Audit Menurut Halim (2015) menjelaskan kesimpulan atas kewajaran informasi yang disajikan laporan keuangan yang telah diaudit. Laporan keuangan dapat dikatan wajar apabila telah bebas dari persepsi keragu-raguan dan ketidak jujuran (free bias and dishonesty), selain itu informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus lengkap. Penelitian ini menggunakan skala linkert untuk melihat seberapa baik laporan keuangan berdasaran kategori. Pertama kategori

(5)

Opini wajar tanpa pengecualian (unqualified Opinion) yang diberi nilai 5 Opini Wajar denan Pengucualian dengan Memberikan Pengecualian (Qualified Opinion) diberi nilai diberani nilai 3, Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion) diberi nilai 2 dan Opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion) diberi nilai 1.

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang diambil dalam proses penelitian ini memakai data sekunder. Data sekunder adalah data yang tidak memiliki hubungan langsung dengan pengolah data. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini bersal dari data laporan keuangan yang terdapat di BEI dan perusahaan terkait. Data yang diambil berupa tanggal pelaporan keuangan perusahaan ke BEI, total aset, total laba bersih, total liabilitas dan opini audit.

E. Teknik Perolehan Data

Teknik perolehan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode dokumentasi dengan mengumpulkan laporan keuangan yang terdapat di website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) dan website perusahaan terkait periode tahun 2017-2019 .

F. Teknik Analisis Data

Statistik deskriptif diperuntukan untuk menjabarkan seberapa besar hubungan antara variabel Profitabilitas (X1), Leverage (X2), Ukuran Perusahaan

(6)

(X3), dan Opini Audit (X4) terhadap Ketepatan Waktu Publikasi laporan Keuangan (Y) dengan nilai maksimal dan minimal rata-rata (mean) dengan standar deviasi dengan standar deviasi menggunakan SPPS ver 26.

1. Analisis Multivariate

Dalam proses penelitian, peneliti menggunakan analisis statistika deskriptif secara kuantitatif. Sedangkan teknik analisis regresi logistik dipilih karena penelitian yang dipakai dalam peneliti menggunakan variabel kategorikal atau non-metrik. Sehingga dapat dikatakan variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

ln (TL/1-TL) =Ξ±+Ξ²1ROA+Ξ²2DAR+Ξ²3Size+Ξ²4OpAud +e

ln (TL/1-TL) = Simbol probabilitas ketepatan waktu publikasi laporan keuangan. Ξ± = Konstanta

ROA = Profitabilitas DAR = Leverage

Size = Ukuran Perusahaan OpAud = Opini Audit

e = Error term (unsur gangguan) Ξ²1,2,3, 4 = Koefisien Regresi variabel

Dari data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan beberapa langkah diantaranya:

(7)

a. Menilai Kelayakan Model Regresi

Kelayakan model regresi dapat dinilai dengan menggunakan metode hosmer and lomeshow’s Goodness of fit test. Metode ini menyebutkan apabila diperoleh perhitungan statistik yang secara signifikan dan apabila nilai yang didapat berada dalam daerah dimana Ho ditolak. Sebaliknya apabila nilai dapat disibeut signifikan apabila nilai dalam daerah Ho diterima (Ghazali, 2018). Jika nilai hosmer and lomeshow’s Goodness of fit test dalam penelitian memiliki nilai yang lebih besar 0,05 maka dapat dikatakan bahwa hipotesis nol tidak dapat ditolak dan dapat diartikan bahwa model mampu memprediksi nilai observasi atas variabel yang diambil.

b. Menilai model Fit

Uji inidilakukan untuk melihat apakah modelyang yang dihipotesiskan telah sesuai dengan data yang diperoleh. Adanya pengurangan nilai antara -2logL awal (block number = 0) dengan nilai – 2LogL (block number = 1), memperlihatkan bahwa model yang telah dihipotesiskan telah fit dengan data yang diperoleh salama priode penelitian (Ghazali, 2018).

c. Pengujian Multikolinearitas

Dalam penelitian ini mengidentifikasi hubungan antar variabel. Uji multikolieniriteas ditujukan untuk melihat apakah model regresi yangditetntukan memiliki korelasi atau hubungan antar variabel bebas, maupun hubungan kausalitas yaitu hubungan yang memiliki sebab akibat atas suatu variabel . Nilai cut off yang umum digunakan untuk menentukan adanya multikoliniertas pada nilai tolerance yang kurang dari 10 atau sama dengan nilai VIF yang lebih dari 10 (Ghazali, 2018).

(8)

Sehingga, peneiliti dapat menganalisis jika terdapat hubungan antara variabel dependen yaitu ketepatan waktu terhadap publikasi laporan keuangan dengan menggunakan beberapa variabel independen.

2. Pengujian Hipotesis

1. Koefisien Determinasi (𝑅2)

Menurut Ghazali (2018), uji koefisien determinasi bertujuan untuk menilai sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi antar variabel. Nilai koefisien detrminasi 𝑅2 dapat diberi nilai 0 dan 1. Nilai determinasi apabila diperoleh sangat kecil maka dapat menjelaskan keterbatasan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Apabila diperoleh nilai 0 pada maka menujukkan tidak adanya hubungan yang kuat antara variabel independen dan variabel dependen, sedangkan jika diperoleh nilai maka menunjukkan hal sebaliknya. Menurut Gujarat (2003) dalam Ghazali (2018) menyatakan apabila hasil uji empiris nilai koefisien determinasi didapat bernilai negatif maka nilai determinasi dianggap 0.

2. Uji Simultan (F-test)

Pengujian ini ditujukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen dalam penelitian dengan variabel dependen. Penelitain uji simultan F-test dapat ditentukan sebagai berikut: apabila dalam penelitian ini terdapat hasil

(9)

Pengujian ini untuk mengetahui tidak adanya pengaruh secara signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat . Dalam penilaiannya ditentukan sebagai berikut: jika dalam penelitian terdapat hasil <0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen, namun apabila nilai >0,05 maka dapat dikatakan tidak adanya pengaruh antara avariabel independen dengan variabel dependen.

3. Uji Parsial (t-Test)

Uji Statistik t pada prinsipnya bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh daru suatu variabe dependen terhadap variabel penjelas/independen yang secara individual merangkan secara individua pengaruh keduanya (Ghazali, 2018). Taraf signifikan yang ditentukan peneliti yaitu jika nilai signifikan sebesar 0,05% atau 5% maka terdapat pengaruh antara variabel bebas dan terikat. Sedangkan, apabila diperoleh hasil yang signifikan dalam artian lebih besar dari 0,05 (>0,5) maka dapat dikatakan jika variabel independen dalam penelitian tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya, apabila nilai signifikansi yang diperoleh memiliki nilai yang kurang dai 0,05 (<0,05) maka dapat dikatakan variabel independen memliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in