• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

1

(2)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

2

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Badan Ketahanan

Pangan Provinsi NTB Tahun 2017 disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan

program dan kegiatan tahun 2015 serta pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2017.

Selanjutnya dari hasil evaluasi tersebut serta mengacu kepada target rencana kerja tahun

2016 yang tertuang dalam Renstra SKPD dijabarkan dalam bentuk usulan

program/kegiatan dan anggaran.

Target kinerja pembangunan ketahanan pangan yang akan dicapai Provinsi

Nusa Tenggara Barat tahun 2017 berdasarkan target capaian indikator kinerja RPJMD

2013-2018 adalah Skor PPH sebesar 81,70. Untuk mendukung pencapaian target kinerja

tersebut, usulan anggaran melalui dana : 1). APBD sebesar Rp.17.131.510.000,- meningkat

49,96% dari tahun 2016; 2). Dekonsentrasi Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2017 sebesar

Rp. 16.780.438.400,- meningkat 10,00% dari tahun 2016.

Demikian, Rencana Kerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tahun 2017 kami susun sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

Bidang Pertanian Tahun 2017 pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah

(Musrenbangda) Tahun 2016.

Mataram, 19 Februari 2016

Kepala Badan Ketahanan Pangan

Provinsi Nusa Tenggara Barat,

Ir. Hj. HARTINA, MM

Pembina Utama Madya

NIP. 19600312 198503 2 008

(3)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

3

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...

i

DAFTAR ISI ...

ii

DAFTAR TABEL ...

iii

DAFTAR GRAFIK ...

iv

DAFTAR GAMBAR ...

v

BAB I

PENDAHULUAN ...

1

A. Gambaran Pelayanan SKPD ...

1

B. Tujuan ...

3

C. Isu Strategis yang Dihadapi ...

3

D. Komitmen/Cara Pandang Pimpinan dalam Penerapan

Program ...

3

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD

TAHUN LALU ...

5

A. Target dan Capaian Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) 2013-2018 ...

5

B. Capaian Kinerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan

Tahun 2015 ...

7

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ...

21

A. Tujuan dan Sasaran ...

21

B. Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2017 ...

22

BAB IV INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN YANG

MENGGAMBARKAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD ...

26

A. Indikator Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Sasaran

RPJMD ...

26

B. Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran yang

Menggambarkan Pencapaian Target Renstra SKPD ...

26

BAB V DANA INDIKATIF BESERTA SUMBER DAYA SERTA

PRAKIRAAN MAJU BERDASARKAN PAGU INDIKATIF

TAHUN 2016 ...

29

A. Sumber Dana APBD Provinsi NTB Tahun 2017 ...

29

B. Sumber Dana Dekonsentrasi ...

34

BAB VI SUMBER DANA YANG MEMBUTUHKAN UNTUK

MENJALANKAN PROGRAM DAN KEGIATAN ...

35

(4)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

4

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Keadaan Pegawai BKP NTB Berdasarkan Golongan Tahun 2015 ...

2

Tabel 1.2 Keadaan Pegawai BKP NTB Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan

Tahun 2015 ...

2

Tabel 2.1 Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk NTB Tahun 2014 dan 2015 ...

6

Tabel 2.2 Tingkat Konsumsi energi dan protein Provinsi Nusa Tenggara Barat

Tahun 2014 dan 2015 ...

6

Tabel 2.4 Cadangan pangan Provinsi NTB 2011-2015 ...

8

Tabel 2.5 Ketersediaan dan Surplus Tanaman Pangan Penyumbang Energi di

Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2011-2015 ...

10

Tabel 2.6 Ketersediaan dan Surplus Komoditas Pangan Penyumbang Protein

di Provinsi NTB Tahun 2011-2015 ...

10

Tabel 2.7 Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa Mandiri Pangan

Tahun 2014 dan 2015 ...

11

Tabel 2.8 Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

Tahun 2015 ...

12

Tabel 2.9 Kandungan Gizi dalam Beras Analog ...

13

Tabel 2.10 Komoditas Pangan yang Diterbitkan Sertifikat Prima 3 Tahun 2015 ...

13

Tabel 2.11 Kegiatan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tahun 2015 ...

14

Tabel 2.12 Jumlah Gapoktan LDPM yang Ditumbuhkan Tahun 2009-2015 ...

17

Tabel 2.13 Data Arus Keluar Masuk Tahun 2014-2015 ...

18

Tabel 3.1 Rencana Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tahun 2017 ...

22

Tabel 4.1 Indikator Kinerja SKPD Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB ...

26

Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Yang Menggambarkan

Pencapaian Renstra SKPD BKP Provinsi NTB 2013-2018 ...

26

Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Ketahanan Pangan

Tahun 2017 ...

29

Tabel 5.2 Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran UPTB BPSMP

BKP NTB Tahun 2017 ...

32

Tabel 5.3 Rencana Anggaran Ketahanan Pangan Sumber Dana Dekonsentrasi

Tahun 2017 ...

33

(5)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

5

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 2.1 Perkembangan Capaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

di Nusa Tenggara Barat ...

5

Grafik 2.2 Perkembangan Penurunan Konsumsi Beras Tahun 2011-2015 ...

5

Grafik 2.3 Target dan Realisasi Ketersediaan Energi Tahun 2011-2015 ...

9

Grafik 2.4 Target dan Realisasi Ketersediaan Protein Tahun 2011-2015 ...

9

Grafik 2.5 Perkembangan Harga Komoditas Beras di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

14

Grafik 2.6 Perkembangan Harga Komoditas Daging Sapi di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

15

Grafik 2.7 Perkembangan Harga Komoditas Daging Ayam Broiler di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

15

Grafik 2.8 Perkembangan Harga Komoditas Cabe Merah Besar di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

16

Grafik 2.9 Perkembangan Harga Komoditas Cabe Rawit/Kecil di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

16

Grafik 2.10 Perkembangan Harga Komoditas Bawang Merah di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015 ...

17

(6)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

6

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB ...

1

Gambar 1.2 Kerangka Strategis Pembangunan Ketahanan Pangan

(7)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

7

BAB I

PENDAHULUAN

E. Gambaran Pelayanan SKPD

Badan Ketahanan Pangan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi

Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi

Nusa Tenggara Barat, dengan tugas pokok Melaksanakan Penyusunan dan

Pelaksanaan Kebijakan Daerah dibidang Ketahanan Pangan.

Dalam melaksanakan tugas pokok dimaksud Badan Ketahanan Pangan

menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan;

b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang

ketahanan pangan;

c. Pengkoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas dibidang ketahanan pangan;

d. Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang ketahanan pangan;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan

fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan Provinsi

Nusa Tenggara Barat dilengkapi dengan struktur organisasi sebagai berikut :

Gambar 1.1

(8)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

8

Dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan, baik tugas rutin maupun kegiatan yang

telah terprogram dalam upaya pencapaian kinerja, Badan Ketahanan Pangan Provinsi

NTB didukung oleh 74 orang pegawai. Komposisi sumberdaya manusia pada Badan

Ketahanan Pangan Provinsi NTB berdasarkan tingkat pendidikan, golongan

kepangkatan, maupun kelompok usia pada tahun 2013 disampaikan pada tabel berikut:

Tabel 1.1

Keadaan Pegawai BKP NTB Berdasarkan Golongan Tahun 2015

No

Status

Golongan

Jumlah

I

II

III

IV

1.

CPNS

-

-

-

-

-

2.

PNS

4

11

43

9

67

3.

Jabatan Fungsional

-

-

1

2

3

4.

Pegawai Tidak Tetap (PTT)

-

-

-

-

-

Jumlah

4

11

44

11

70

Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tabel 1.2

Keadaan Pegawai BKP NTB Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan

Tahun 2015

No

Pendidikan

CPNS

PNS

Kelompok

Fungsional

Honore

r

Jumlah

1.

Doktor

-

-

-

-

0

2.

Strata 2

-

9

-

-

9

3.

Strata 1

-

39

3

-

42

4.

D3

-

2

-

-

2

5.

SLTA

-

12

-

-

12

6.

SLTP

-

3

-

-

3

7.

SD

-

2

-

-

2

Jumlah

-

67

3

-

70

Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling azasi, sehingga ketersediaan

pangan bagi masyarakat harus selalu terjamin. Manusia dengan segala kemampuannya

selalu berusaha mencukupi kebutuhannya dengan berbagai cara. Dalam perkembangan

peradaban masyarakat untuk memenuhi kualitas hidup yang maju, mandiri, dalam

suasana tenteram, serta sejahtera lahir dan batin, semakin dituntut penyediaan pangan

yang cukup, berkwalitas, dan merata. Oleh karena itu, kecukupan pangan bagi suatu

bangsa merupakan hal yang sangat strategis.

Dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Provinsi NTB Tahun 2005-2025, pada tahap ketiga periode Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013-2018 pembanguan daerah

difokuskan pada upaya “Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan

menekankan pada peningkatan produksi dan daya saing perekonomian, peningkatan

(9)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

9

kemampuan petani dan kelembagaannya menjamin ketersediaan pangan, distribusi

dan diversifikasi pangan, serta dukungan IPTEK yang mendorong terwujudnya

efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi”. Target Pembangunan Ketahanan

Pangan pada RPJMD Provinsi NTB adalah pencapaian skor Pola Pangan Harapan.

Target Kuantitatif Pola Pangan Harapan pada tahun 2017 sebesar 81,70.

Permasalahan dan tantangan pembangunan ketahanan pangan yang masih

dihadapi dan memerlukan upaya pemecahannya adalah : 1). Masih Tingginya

Konsumsi Beras Berdasarkan Hasil Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan Tahun

2015 sebesar 117,3 kg/kapita/tahun; 2). Masih adanya daerah rentan pangan dan gizi;

3). Distribusi dan Keterjangkauan Pangan Belum Merata; 4). Pola konsumsi pangan

masyarakat belum sesuai harapan; 5). Tingginya tuntutan pasar global dan

internasional dalam penerapan standar mutu dan keamanan pangan segar; dan 6).

Belum optimalnya kinerja DKP.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka fokus pembangunan ketahanan pangan

pada tahun 2017 diarahkan dalam rangka pencapaian target RPJMD, meminimalisir

permasalahan dan tantangan ketahanan serta mendukung upaya penurunan angka

kemiskinan.

F. Tujuan

Tujuan Penyusunan Rencana Kerja SKPD Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

1. Memberikan arah bagi SKPD dalam mewujudkan tujuan dan sasaran sesuai dengan

visi, misi dan arah pembangunan ketahanan pangan nasional dan daerah, melalui

berbagai program pembangunan yang terpadu, fokus dan responsif terhadap

kebutuhan masyarakat;

2. Tujuan Renja SKPD Tahun 2016 adalah sebagai acuan dalam penyusunan program,

kegiatan dan anggaran ketahanan pangan tahun 2017.

G. Isu Strategis yang Dihadapi

Berdasarkan kondisi dan permasalahan yang telah disampaikan di atas, maka isu

strategis dalam pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat

adalah sebagai berikut:

1. Masih adanya daerah rawan pangan dan gizi;

2. Distribusi dan Keterjangkauan Pangan Belum Merata;

3. Pola Konsumsi Pangan masyarakat belum sesuai harapan;

4. Tingginya tuntutan pasar global dan internasional dalam penerapan standar mutu

dan keamanan pangan segar;

(10)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

10

H. Komitmen/Cara Pandang Pimpinan dalam Penerapan Program

Cara pandang pimpinan dalam penerapan program tergambar pada kerangka

strategis Pembangunan Ketahanan Pangan sebagai berikut:

Gambar 1.2

Kerangka Strategis Pembangunan Ketahanan Pangan

Provinsi Nusa Tenggara Barat

(11)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

11

118,1 118,1 117,5 117,5 117,3 112 114 116 118 120 122 124 126 128 130 2011 2012 2013 2014 2015

Konsumsi Beras (Kg/Kapita/Tahun)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD TAHUN LALU

A.

Target dan Capaian Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018

Indikator Kinerja RPJMD 2013-2018 yang menjadi tanggung jawab Badan Ketahanan

Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Perkembangan capaian PPH dari tahun 2011-2015 disampaikan sebagai berikut:

Grafik 2.1

Perkembangan Capaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

di Nusa Tenggara Barat

Sebagai indikator kualitas konsumsi pangan masyarakat, pada tahun 2015 realisasi

PPH tercapai sebesar 81,3 (137%) melampaui target yang ditetapkan 80,20 dari skor PPH

ideal yaitu 100, selama tahun 2010-2015 skor PPH meningkat sebesar 1,91% pertahun.

Peningkatan skor PPH tersebut salah satunya disebabkan karena terjadinya penurunan

konsumsi beras dari tahun ketahun.

Tingkat konsumsi beras penduduk NTB tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:

Grafik 2.2

Perkembangan Penurunan Konsumsi Beras Tahun 2011-2015

Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Tahun 2015

2011

2012

2013

2014

2015

77,2 78,7 80,3 79,4 80,2 76,7 78,1 78,7 79,9 81,3

Target

Realisasi

(12)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

12

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa tingkat konsumsi beras penduduk NTB terus

menurun rata-rata 0,46 kg/kapita/tahun, namun belum melebihi target penurunan sebesar 1,5

kg/kapita/tahun.

Sedangkan perkembangan kualitas konsumsi aktual penduduk NTB tahun 2014 dan

2015 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.1

Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk NTB Tahun 2014 dan 2015

No Kelompok Pangan

Konsumsi Ideal

Konsumsi Aktual Tahun

Skor PPH 2014 Skor PPH 2015 2014 2015 (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) 1 Padi-padian 275 100,3 354,7 129,5 356,3 130,05 25 25 Beras - 117,5 321,4 117,3 2 Umbi-umbian 100 36,5 24,1 8,8 19 6,9 0,7 0,6 3 Pangan Hewani 150 54,8 108,4 39,6 118,4 43,2 14,9 15,4 4 Minyak dan Lemak 20 7,3 18,5 6,7 21,2 7,7 4,1 4,7 5 Buah/Biji Berminyak 10 3,7 3,9 1,4 4,7 1,7 0,5 0,6 6 Kacang-kacangan 35 12,8 22,2 8,1 23 8,4 7,8 7,8 7 Gula 30 11 14,6 5,3 17,2 6,3 1,3 1,6 8 Sayur dan Buah 250 91,3 275,4 100,5 269 98,2 25,4 25,6 9 Lain-lain - - 100,3 36,6 57,4 20,9 - -

JUMLAH 79,9 81,3

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa situasi konsumsi pangan penduduk Nusa

Tenggara Barat pada tahun 2015 menunjukkan trend perkembangan positif jika

dibandingkan dengan PPH tahun 2014, hal ini terlihat dari capaian skor PPH sebesar 81,3

lebih tinggi 1,6 (2,01%) dari skor PPH tahun 2014 yaitu 79,7. Demikian pula bila

dibandingkan dengan target skor PPH tahun 2015 yaitu 80,2 lebih tinggi 1,1 (1,37 %).

Tabel di atas menunjukkan pula bahwa penurunan konsumsi beras tidak di ikuti

dengan peningkatan konsumsi umbi-umbian sebagai pangan pokok alternatif pengganti

karbohidrat, bahkan cenderung menurun dari 24,1 gr/kap/hari menjadi 19,0 gr/kap/hari.

Selanjutnya disampaikan bahwa tingkat konsumsi energi dan protein Provinsi NTB

Tahun 2014 dan 2015 sebagai berikut:

Tabel 2.2

Tingkat Konsumsi energi dan protein Provinsi Nusa Tenggara Barat

Tahun 2014 dan 2015

No

Uraian

Ideal

Tahun

Perkem-

bangan

2014

2015

1

Konsumsi energi

(kkal/kapita/hari)

2.000

2.046

2.078

1,56

2

Konsumsi protein

(13)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

13

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa konsumsi energi tahun 2015 mengalami

peningkatan sebesar 1,56% dibandingkan dengan tahun 2014. Sedangkan konsumsi protein

tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2,13% dibandingkan dengan tahun 2014, namun

capaian konsumsi protein tahun 2015 lebih tinggi 123,6 % dari standar ideal konsumsi

protein yang dianjurkan yaitu 52 gram/kap/hari.

Apabila dikaitkan antara tabel kualitas konsumsi pangan dengan tabel tingkat

konsumsi energi dan protein menunjukkan bahwa tingginya tingkat konsumsi energi dan

protein disebabkan karena masih tingginya konsumsi beras. Peningkatan kualitas konsumsi

protein disebabkan karena meningkatnya konsumsi protein nabati bukan protein hewani.

Sumber utama protein nabati yang kita konsumsi bersumber dari beras. Hal ini ditunjukkan

oleh peningkatan konsumsi pangan hewani hanya 0,5% dan kacang-kacangan 0,0%.

Sehubungan dengan itu, perlu ditingkatkan kampanye dan upaya untuk merubah

prilaku konsumsi dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan dan pangan

hewani.

B. Capaian Kinerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2015

1. Realisasi Serapan Keuangan dan Pencapaian Kinerja Fisik Ketahanan Pangan

Tahun 2015

Tabel 2.3

Realisasi Serapan Keuangan dan Pencapaian Kinerja Fisik Tahun 2015

No. Uraian Pagu (Rp.) Realisasi (Rp.) (%) Fisik

(%) 1. Belanja Tidak Langsung 5.749.752.250 5.438.850.578 94,59 100,00

2. Belanja Langsung 7.363.109.450 6.454.313.353 87,66 97,59

BKP NTB 6.846.059.150 6.030.472.503 88,09 97,41 UPTB BP SMP 517.050.300 423.840.850 81,97 100,00

Total 13.112.861.700 11.893.163.931 90,70 98,64

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa realisasi keuangan Badan Ketahanan

Pangan Provinsi NTB Tahun 2015 sebesar 90,70% lebih rendah 0,07% jika dibandingkan

dengan tahun 2014 yang mencapai 90,77%. Sedangkan Berdasarkan jenis belanja

menunjukkan realisasi Belanja Tidak Langsung (BTL) pada tahun 2015 lebih tinggi

dibandingkan dengan tahun 2014, tetapi realisasi Belanja Langsung (BL) lebih rendah

sebesar 5,33%, hal ini disebabkan karena :

a. Dana

sisa

kontrak

pembangunan

gedung

kantor

dan

laboratorium

UPTB

BPSMP

sebesar

(Nilai

Kontrak

Rp.1.737.373.000,-

dari

Pagu

Rp.2.101.000.000,-);

b. Tidak terlaksananya Kegiatan Survey Kajian Pemenuhan Kecukupan Pangan dan

Survey Akses Pangan karena setelah dilelang melalui ULPBJ Provinsi NTB tidak ada

lembaga yang mengajukan penawaran dengan nilai Rp.178.744.000,-

2. Capaian Kinerja Sasaran Badan Ketahanan Pangan berdasarkan Penetapan

Kinerja (PK) Tahun 2015

Pencapaian indikator kinerja sasaran Badan Ketahanan Pangan berdasarkan target

yang ditetapkan dalam Dokumen Penetapan Kinerja Badan Ketahanan Pangan Provinsi

Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 disampaikan sebagai berikut:

a. Terwujudnya Kemantapan Ketersediaan Pangan Berbasis Kemandirian

Ditingkat Rumah Tangga

(14)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

14

1). Cadangan Pangan

Cadangan pangan merupakan salah satu indikator yang menunjukkan

kuatnya ketahanan pangan suatu wilayah atau daerah. Perkembangan Cadangan

pangan pemerintah dan masyarakat di Provinsi NTB tahun 2011-2015 sebagai

berikut:

Tabel 2.4

Cadangan pangan Provinsi NTB 2011-2015

No Uraian

Cadangan Pangan (Ton Beras) Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 1. Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi NTB 29,26 29,26 167,04 156,55 156,21 2. Cadangan Pemerintah Kabupaten 98,65 87,54 84,19 70,927 3. Cadangan Pangan Masyarakat 380,42 601,93 980,99 608,51 755,41 Jumlah 409,68 729,84 1.235,57 849,25 982,55

Cadangan pangan yang dimaksud pada tabel di atas adalah cadangan

pangan pemerintah yang dikelola oleh Badan Ketahanan Pangan, baik BKP

Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Nampak bahwa pemerintah terus berupaya

untuk meningkatkan cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan ini

salah satunya dimanfaatkan untuk membantu kaum dhuafa dan upaya

penanganan kerawanan pangan transien.

Cadangan pangan masyarakat adalah cadangan pangan yang tersedia di

Gapoktan LDPM dan Lumbung Pangan binaan BKP. Nampak dari tabel

tersebut bahwa cadangan pangan masyarakat menurun pada tahun 2014. Hal ini

disebabkan karena menurunnya produksi beras dan menurunnya fungsi kedua

lembaga tersebut dalam menyiapkan cadangan pangan. Oleh karena itu, pada

tahun 2014 dilakukan evaluasi dan pembinaan yang intensif dengan pola yang

berbeda dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015 dilaksanakan pengisian stok cadangan pangan untuk

masyarakat sebesar 10 Ton beras yang ditempatkan pada 4 Unit Lumbung

masing-masing 2 Unit Lumbung di Kabupaten Lombok Barat dan 2 Unit

Lumbung di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam rangka mendukung informasi stock cadangan pangan telah

ditugaskan 10 enumerator cadangan pangan di 10 kabupaten/ kota se NTB

dengan tugas menginformasikan stock cadangan pangan pemerintah

kabupaten/kota, cadangan pangan di Rice Milling Unit (RMU) dan lumbung

pangan.

Untuk menyamakan persepsi antara petugas dan enumerator pada awal

tahun dilaksanakan Workshop Enumerator Cadangan Pangan dengan dengan

materi:

a). Simulasi pengambilan data;

b). Simulasi perhitungan prognosa ketersediaan pangan;

c). Praktek lapang tentang metode penyimpanan dan pengamanan cadangan

pangan.

(15)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

15

20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00 2011 2012 2013 2014 2015 100,10 102,29 104,53 106,82 109,16 114,49 129,54 126,56 115,84 135,17 Target Realisasi

2). Ketersediaan Energi dan Protein

Ketersediaan Energi dan Protein Tahun 2011-2015 sebagai berikut:

Grafik 2.3

Target dan Realisasi Ketersediaan Energi Tahun 2011-2015

Grafik 2.4

Target dan Realisasi Ketersediaan Protein Tahun 2011-2015

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa ketersediaan energi tahun 2014

mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013, hal ini disebabkan

karena terjadinya penurunan produksi padi pada tahun 2013 dan 2014.

Sedangkan ketersediaan protein mengalami penurunan pada tahun 2014, namun

terjadi peningkatan pada tahun 2015. Hal ini didukung oleh data yang disajikan

pada tabel berikut:

500,00 1.000,00 1.500,00 2.000,00 2.500,00 3.000,00 3.500,00 4.000,00 4.500,00 5.000,00 2011 2012 2013 2014 2015 3.094,23 3.099,80 3.105,38 3.110,97 3.116,57 3.343,04 4.354,24 4.745,00 4.380,00 3.991,00 Target Realisasi

(16)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

16

Tabel 2.5

Ketersediaan dan Surplus Tanaman Pangan Penyumbang Energi di

Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2011-2015

No Komo-ditas Tahun Produksi (Ton)*) Produksi Bersih (Ton) **) Kebutuhan (Ton) **) Surplus (Ton) **) 1 Padi 2011 2.067.137 1.031.831 523.657 490.093 2012 2.114.231 1.095.082 528.775 555.382 2013 2.193.698 1.136.242 544.060 495.637 2014 2.116.637 1.096.328 550.281 418.081 2015* 2.330.866 1.359.208 568.183 218.077 2 Jagung 2011 456.915 383.809 11.085 314.834 2012 642.674 539.846 11.251 445.265 2013 633.773 532.369 11.113 318.055 2014 785.864 660.126 11.240 469.271 2015* 944.829 793.709 11.605 471.142 3 Kedelai 2011 88.099 83.395 31.481 51.425 2012 74.156 69.944 32.852 33.875 2013 91.065 83.893 35.190 31.832 2014 97.172 91.653 35.593 54.659 2015* 130.564 123.148 28.530 94.585 2011 37.695 36.067 7.094 27.112 2012 38.890 36.946 7.200 27.005 2013 41.889 39.795 7.872 24.591 2014 34.284 32.570 6.069 23.322 2015* 31.226 29.665 6.286 21.737 Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat

Tabel 2.6

Ketersediaan dan Surplus Komoditas Pangan Penyumbang Protein di

Provinsi NTB Tahun 2011-2015

No Komo-ditas Tahun Produksi

(Ton)*) Kebutuhan (Ton) **) Surplus (Ton) **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Daging Ruminansia 2011 20.553 11.528 9.025 2012 22.958 12.151 10.807 2013 24.458 12.695 11.763 2014 18.699 13.581 761 2015* 16.103 13.056 1981 2 Daging Unggas 2011 45.041 9.755 41.310 2012 45.819 10.350 35.493 2013 64.293 11.113 53.406 2014 52.969 11.240 41.870 2015* 32.585 14.507 18.078 3 Telur 2011 6.289 25.274 10.893 2012 7.547 27.001 (19.446) 2013 9.570 28.708 (18.142) 2014 12.228 29.973 (15.869) 2015* 24.885 26.112 124 4 Ikan 2011 989.550 129.473 860.077 2012 683.209 136.806 546.403 2013 886.136 145.855 74o.281 2014 903.407 153.142 750.265 2015* 105.319 62.863 42.456 Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat

(17)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

17

Tabel di atas menunjukkan bahwa NTB mengalami kekurangan telur dan

produksi unggas, sehingga pada tahun 2014 diluncurkan program unggulan

“Kampung Unggas”.

3). Jumlah Desa yang Dikembangkan untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Masyarakat (Pengembangan Desa Mandiri Pangan)

Pengembangan Desa Mandiri Pangan (Demapan) adalah kegiatan yang

berbasis pada pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan

kemampuan masyarakat miskin di desa terkategori daerah rawan dan rentan

pangan. Strategi yang dilakukan adalah melalui peningkatan peran Pemangku

Kepentingan dalam bentuk: peningkatan usaha ekonomi produktif, peningkatan

kualitas konsumsi, penguatan cadangan pangan, peningkatan pendapatan,

menjamin ketersediaan pangan dan peningkatan peran kelembagaan

masyarakat.

Fokus pengembangan desa mandiri pangan pada tahun 2015 diarahkan

untuk peningkatan kualitas kelembagaan kelompok afinitas desa mandiri

pangan dan peningkatan kapasitas aparat dan pendamping desa mandiri pangan.

Strategi yang dilakukan dalam upaya peningkatan keualitas kelembagaan

demapan tersebut melalui : Workshop Desa Mandiri Pangan, Pelatihan

Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok (Capacity Building), Pembinaan

Desa Mandiri Pangan dan Pemberian Bantuan Hibah Peralatan Pengolahan

Pangan.

Tabel 2.7

Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa Mandiri Pangan Tahun

2014 dan 2015

No.

Kegiatan

Jumlah Sasaran

1.

Hibah Peralatan Pengolahan Pangan

20 Kelompok

2.

Jumlah Desa yang dilakukan pendampingan

60 Desa

Berdasarkan hasil kajian dampak pengembangan desa mandiri pangan

terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan di Provinsi NTB yang dilakukan

oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB kerjasama dengan Fakultas

Pertanian Universitas Mataram menunjukkan hasil bahwa Program Aksi Desa

Mandiri Pangan membawa dampak positif terhadap:

a). Peningkatan penguasaan asset rumah tangga;

b). Peningkatan ketahanan pangan;

c). Penurunan jumlah rumah tangga miskin;

d). Perubahan pola pikir peserta program ke arah positif.

b. Terwujudnya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

1). Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

KRPL merupakan program pengembangan model rumah pangan yang

dibangun dalam suatu kawasan (dusun, desa, kecamatan dst) dengan prinsip

pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan

pangan dan gizi keluarga melalui penyediaan aneka sayur dan buah serta

sumber protein hewani. Disamping itu pembangunan KRPL diharapkan mampu

meningkatkan pendapatan keluarga sehingga dapat mengurangi biaya untuk

pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan biaya untuk pendidikan.

(18)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

18

KRPL juga dimaksudkan untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi

makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Pada Tahun 2015, Badan Ketahanan Pangan memberikan bantuan pada

KRPL berupa penyaluran benih tanaman pekarangan dan Lomba Pemanfaatan

Pekarangan. Jumlah Kelompok Penerima Bantuan KRPL sebanyak 20

Kelompok.

Dalam rangka memotivasi pelaku KRPL guna meningkatkan

pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan diadakan Lomba

Pemanfaatan Pekarangan yang bertujuan untuk:

a). Meningkatkan pengetahuan masyarakat/keluarga akan arti pentingnya

pemanfaatan pekarangan dalam rangka melengkapi kebutuhan konsumsi

pangan/penyediaan pangan sumber protein, vitamin dan mineral bagi

masyarakat/keluarga;

b). Mendorong dan membiasakan masyarakat/keluarga untuk memanfaatkan

pekarangan bagi kebutuhan sehari-hari sesuai dengan potensi sumber daya

yang ada.

2). Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

Pada tahun 2015 telah dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan

pemahaman masyarakat tentang penganekaragaman konsumsi pangan sebagai

berikut:

Tabel 2.8

Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

Tahun 2015

No Kegiatan Sasaran

1 Rakor P2KP kerjasama dengan TP. PKK 60 Orang

2 Pengembangan P2KP kerjasama dengan Ponpes -

3 Sosialisasi P2KP 1.000 Orang

4 Sosialisasi beras analog 1.000 Orang

5 Kampanye Buah, Sayur segar dan olahannya 2.200 Orang 6 Sosialisasi pangan olahan berbahan baku lokal 13.000 Orang

7 Lomba Penyuluhan Ketahanan Pangan -

8 Lomba Cipta Menu 10 Kabupaten/ Kota

9 Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal 30 Orang

10 Event Promosi 6 event

3). Model Pengembangan Pengolahan Pangan Lokal (MP3L)

MP3L dimaksudkan untuk memproduksi beras analog sebagai alternatif

pengganti beras. Upaya yang telah dilakukan pada tahun 2015 adalah kerjasama

dengan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram untuk uji kandungan

gizi beras analog dan dihasilkan beras analog dengan campuran jagung, beras

menir dan kedelai (SI JABLAI), dengan hasil sebagai berikut:

(19)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

19

Tabel 2.9

Kandungan Gizi dalam Beras Analog

No.

Kandungan Gizi

Nilai Gizi

1.

Karbohidrat (%)

84,64

2.

Protein (%)

6,52

3.

Lemak (%)

0,82

4.

Kadar Air (%)

3,72

5.

Kadar Abu (%)

0,98

6.

Serat Kasar (%)

3,32

7.

Beta Karoten (ppm)

2,09

c.

Terwujudnya Pemahaman Pemangku Kepentingan tentang Pentingnya Pangan

Segar yang Bermutu dan Aman

1). Sertifikasi Prima

Sertifikasi Prima dimaksudkan untuk meningkatkan penanganan

keamanan pangan segar asal tumbuhan yang memberikan jaminan mutu dan

aman dikonsumsi.

Kegiatan Sertifikasi Prima dilaksanakan oleh Otoritas Kompeten

Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi NTB yang dibentuk melalui

Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 321 Tahun 2009 tanggal 23

Juni 2009. Operasional OKKPD Provinsi NTB berada di Badan Ketahanan

Pangan Provinsi NTB.

Tahun 2015, OKKPD Provinsi NTB telah menerbitkan 8 Sertifikat Prima

3 sebagai berikut :

Tabel 2.10

Komoditas Pangan yang Diterbitkan Sertifikat Prima 3

Tahun 2015

No. Kabupaten/Kota Komoditi/Sertifikat Prima 3

1. Lombok Timur 1. Pepaya California 2. Cabe Rawit 3. Cabe Keriting 4. Strowbery

2. Lombok Utara 5. Mangga Arum manis 3. Sumbawa 6. Jambu Kristal 4. Sumbawa Barat 7. Jeruk Benete

(20)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

20

2). Penanganan Keamanan Pangan Segar

Penanganan keamanan pangan segar dilaksanakan melalui sosialisasi,

pembinaan, penanganan dan pemantauan keamanan pangan. Kegiatan yang

yang telah dilaksanakan tahun 2015 antara lain:

Tabel 2.11

Kegiatan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tahun 2015

No Kegiatan Sasaran

1. Pertemuan Penanganan Keamanan Pangan Segar 30 Orang 2. Pengawasan Keamanan Pangan Segar :

a. Uji Laboratorium residu pestisida kerjasama dengan UNRAM

24 Komoditas b. Uji Laboratorium kandungan Formalin Kerjasama

dengan BBPOM Mataram

8 Komoditas c. Uji laboratorium residu pestisida kerjasama

dengan PT. Angler Biochemlab Surabaya

8 Komoditas 3. Sosialisasi Keamanan Pangan Segar 300 Orang pelaku

usaha 4. Kampanye makan buah, sayur segar dan

olahannya

2.100 Anak Sekolah

d. Terwujudnya Keterjangkauan Pangan Ditingkat Desa dan Rumah Tangga

1). Jumlah Komoditas Pangan yang Dipantau Tingkat Perkembangan Harga

Perkembangan harga komoditas pangan strategis berdasarkan hasil

pemantauan harga tahun 2013, 2014 dan 2015 disajikan pada grafik berikut :

Grafik 2.5

Perkembangan Harga Komoditas Beras di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015

1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 10.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013

(21)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

21

Grafik 2.6

Perkembangan Harga Komoditas Daging Sapi di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015

Grafik 2.7

Perkembangan Harga Komoditas Daging Ayam Broiler di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015

20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013

(22)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

22

Grafik 2.8

Perkembangan Harga Komoditas Cabe Merah Besar di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015

Grafik 2.9

Perkembangan Harga Komoditas Cabe Rawit/Kecil di Provinsi NTB

Tahun 2013-2015

5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 50.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013

(23)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

23

Grafik 2.10

Perkembangan Harga Komoditas Bawang Merah di Provinsi NTB Tahun

2013-2015

2). Jumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang

diberdayakan

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam melaksanakan

usaha taninya adalah ketidak pastian harga produk pertanian, Pada saat panen

raya harga komoditas pangan bisa sangat rendah yang menyebabkan kerugian

bagi petani, sebaliknya pada musim paceklik harga hasil pertanian bisa sangat

tinggi. Ketidak stabilan harga komoditas pangan tersebut selain menyebabkan

fluktuasi harga yang sangat tinggi bisa berdampak pada kurang baiknya

distribusi pangan, juga tidak memberikan jaminan kesejahteraan bagi petani.

Untuk itu melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakt (LDPM) Badan

Ketahanan Pangan Provinsi NTB bekerjasanya dengan Gapoktan telah

menyalurkan Bantuan Sosial sebesar Rp,150.000.000,- untuk tahap

pengembangan melalui dana dekonsentrasi, sedangkan dukungan APBD

diarahkan untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas aparat dan

pengurus.

Tabel 2.12

Jumlah Gapoktan LDPM yang Ditumbuhkan Tahun 2009-2015

No. Kabupaten Tahun Jlh 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1. Lombok Tengah 4 1 2 2 3 2 14 2. Lombok Timur 4 2 2 2 2 12 3. Lombok Barat 2 2 4 4. Sumbawa 4 1 2 1 8 5. Sumbawa Barat 2 1 1 4 6. Dompu 3 1 1 1 6 7. Bima 2 1 3 8. Kota Bima 1 1 1 1 4 Jumlah 20 5 8 9 6 0 7 55

Pada tahun 2015 sisa stock yang tersedia pada 55 Gapoktan LDPM

sebesar 102,4 ton.

5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013

(24)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

24

3). Pemantauan Arus Distribusi Pangan Strategis di 4 Pelabuhan

Pemantauan arus keluar masuk komoditas bahan pangan dari dan menuju

Provinsi NTB dilakukan secara rutin setiap bulan menggunakan tenaga

Enumerator yang ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan laut. Melalui Keputusan

Gubernur Nusa Tenggara Barat telah ditetapkan empat pelabuhan laut lokasi

pemantauan yaitu Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Sape dan

Pelabuhan Bima.

Pemantauan arus keluar masuk komoditas strategis dilakukan terhadap 18

komoditas, yaitu: gabah, beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih,

cabe, kacang tanah, kacang hijau, tepung terigu, minyak goreng, daging ayam,

telur ayam, sapi potong, kerbau potong, tembakau, jambu mente, rumput laut

dan pakan ternak, dengan hasil seperti yang disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.13

Data Arus Keluar Masuk Tahun 2014-2015

No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 1 Beras

2014 13 116.057,28 Masukdari : Vietnam, Surabaya,

Jember, Ujung Pandang

Keluarke :Ende, Jatim, Bali, Surabaya,

Jember, NTT, Flores, Banjarmasin, Waingapu, Makassar

2015 24,34 553.830,22 Peningkatan

Pertahun (%) 87,23 377,20

2 Jagung

2014 9 179.623,62 Masukdari : Jatim, Kupang

Keluarke : Ende, Jatim, Bali, Malang,

Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Malang Jember, Lumajang, Kediri, Banjarmasin, Waingapu, Flores, Kutai, Makassar, Kupang, Ende, Samarinda 2015 7,03 348.136,79

Peningkatan

Pertahun (%) -21,89 93,81

3 Kedelai

2014 3.265 4.666 Masukdari : Surabaya, Jember Keluarke : Jatim, Banjarmasin,

Makassar, Maumere, Flores, Lamongan, Ruteng 2015 5.205,7 6.757,85 Peningkatan Pertahun (%) 59,44 44,83 4 BawangMerah

2014 162 25.664,8 Masukdari : Jatim, Brebes, Pati,

Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Klungkung, Mojokerto, Karangasem, Batu, Cirebon, Telogomas

Keluarke : Maumere, Makassar,

Banjarmasin, Jatim, Ende, Waingapu, Bali, Sumba, Flores, Surabaya, Papua, Timika, Selayar, Bau, Surabaya, Kendari, Maluku, Tarakan, Kupang, Jakarta

2015 64,01 37.546,6

Peningkatan

Pertahun (%) -60,49 46,30

5 BawangPutih

2014 613,8 49 Masukdari : Jatim, Malang, Mojosari,

Mojokerto, Probolinggo, Malang, Klngkung, Banjarnegara, Bali

Keluarke : Flores, Sumba, Maumere,

Waikelo, Ruteng 2015 490 34,71

Peningkatan

(25)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

25

No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 6 Cabai

2014 144 2.300,54 Masukdari : Jatim, Bali, NTT,

Sulteng, Bali, Manado, Palu, Pontianak, Sumba, Jambi, Banyuwangi, Cirebon, Makassar, Kediri, Malang

Keluarke : Jakarta, Batam, Pangkal

Pinang, PekanBaru, Kupang, Batam, Surabaya, Bandung, Makassar, Ambon, Tarakan

2015 75,85 2.959,89 Peningkatan

Pertahun (%) -47,33 28,66

7 Kacang Tanah

2014 7 3.186 Masukdari : Batu, Malang

Keluarke : Banyuwangi, Banjarmasin,

Makassar, Solo, Malang, Ambon, Flores, Polewali 2015 7 3.780,68 Peningkatan Pertahun (%) 0 18,67 8 KacangHijau

2014 3,5 430,5 Masukdari : Jatim, Malang, Pare,

Kediri

Keluarke : Surabaya, Banjarmasin,

Bali, Tenggarong, Makassar, Lampung 2015 6 2.286,04

Peningkatan

Pertahun (%) 71,43 431,02

9 TepungTerigu

2014 0 0 Masukdari : Jatim, Bali, Makassar,

TanjungPriok, Surabaya Keluarke : NTT 2015 0 0 Peningkatan Pertahun (%) 10 MinyakGoreng 2014 0 0 Masukdari : Surabaya Keluarke : - 2015 0 0 Peningkatan Pertahun (%) 11 DagingAyam 2014 147,3 6 Masukdari : Jatim Keluarke : Makassar 2015 23,33 0,99 Peningkatan Pertahun (%) -84,16 -83,50 12 TelurAyam 2014 1.894,2 18 Masukdari : Bali Keluarke : NTT 2015 1.246,4 3,43 Peningkatan Pertahun (%) -34,20 -80,94 13 SapiPotong

2014 0 38.906 Keluarke : PekanBaru, Kuala Barto,

Banjarmasin, Balikpapan, Jambi, Woja, Bogor, Tangerang, Wonosobo, Batam, Bekasi, Jakarta, Riau, Gersik, Samarinda, Lampung, Depok, Banyuwangi, Bekasi, OganIlir, Bangka Belitung, Palangkaraya, Pontianak

2015 0 18.655

Peningkatan Pertahun (%)

(26)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

26

No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 14 KerbauPotong

2014 0 6.249 Keluarke : Bekasi, Sumedang,

Balikpapan, Banjarmasin, Jeneponto, Bulukumba, Banyuwangi, Jogjakarta, Bandar Lampung, Depok,

Palangkaraya, Samarinda, Maros, Bone, Tangerang, Jakarta, Sumba Barat, TanaToraja

2015 0 3.553

Peningkatan Pertahun (%)

0 -43,14

Apabila dikaitkan antara tabel 1.4 produksi komoditas pangan dan tabel

3.7 cadangan pangan dengan tabel 3.18 menunjukkan bahwa rendahnya

cadangan pangan pada tahun 2014 dan 2015 disamping disebabkan karena

menurunnya produksi pada tahun 2014 juga dipengaruhi oleh tingginya arus

keluar komoditas pangan khususnya beras. Namun tingginya arus keluar ini

belum menyebabkan kekurangan stok cadangan pangan dalam daerah.

e.

Terwujudnya Koordinasi Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan

Dalam rangka mewujudkan capaian sasaran terwujudnya koordinasi

pelaksanaan program Ketahanan Pangan dilaksanakan melalui:

1). Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan

Rapat koordinasi dewan ketahanan pangan selama tahun 2015 telah

menghasilkan 2 rekomendasi sebagai berikut :

a). Mendorong BULOG untuk meningkatkan penyerapan hasil panen

komoditas pangan;

b). Menginformasikan kepada semua Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi

atau Meminimalisir dampak el nino.

2). Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan

Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan bertujuan untuk menyamakan

persepsi antara Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat dalam pelaksanaan kegiatan

3). Evaluasi Ketahanan Pangan

Evaluasi Ketahanan Pangan dilaksanakan dengan tujuan untuk

mengetahui progres dan permasalahan pelaksanaan program dan kegiatn

ketahanan pangan serta sebagai bahan pengambilan kebijakan pimpinan dalam

perencanaan pembangunan ketahanan pangan tahun berikutnya

(27)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

27

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

A.

Tujuan dan Sasaran

1.

Tujuan

a. Meningkatkan ketersediaan pangan dan kualitas Sistem Kewaspadaan

Pangan dan Gizi

b. Meningkatkan kualitas kelembagaan ketahanan pangan

c. Meningkatkan intensitas pemantauan distribusi dan harga komoditas

pangan strategis

d. Meningkatkan kapasitas kemampuan akses pangan rumah tangga

e. Meningkatkan efektivitas pembinaan keamanan pangan

f.

Meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang

dan aman dengan memanfaatkan sumber pangan lokal

g. Meningkatkan efektivitas pengujian dan sertifikasi mutu pangan

h. Meningkatkan kualitas pelayanan teknis

i.

Meningkatkan efektivitas ketatausahaan

j.

Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan

k. Meningkatkan efektifitas perencanaan, monitoring dan evaluasi

l.

Meningkatkan efektivitas pelayanan umum dan kepegawaian

2.

Sasaran

a. Tersedianya hasil Pengembangan Model Cadangan Pangan Spesifik Lokal,

pemantauan produksi dan Penanganan Daerah Rawan Pangan melalui

Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

b. Tersedianya bahan koordinasi, pembinaan dan penataan kelembagaan

Ketahanan Pangan

c. Tersedianya hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi dan

kelembagaan distribusi pangan

d. Tersedianya hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan

pemantapan analisis akses pangan

e. Tersedianya bahan koordinasi pemberdayaan masyarakat dalam rangka

diversifikasi pangan

f.

Tersedianya bahan koordinasi pengkajian dan analisa pola konsumsi

pangan dalam rangka diversifikasi pangan

g. Terfasilitasinya penerapan sistem manajemen mutu kelembagaan dalam

proses akreditasi dan melakukan standardisasi mutu pangan sektor

pertanian

h. Terfasilitasinya penerbitan sertifikat keamanan pangan dan registrasi

produk

i.

Tersusunnya

dokumen

perencanaan,

kepegawaian,

keuangan,

perlengkapan rumah tangga, surat menyurat dan kearsipan;

j.

Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi

kepegawaian

k. Tersedianya data dan laporan keuangan

(28)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

28

B. Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2017

Rencana Program dan Kegiatan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa

Tenggara Barat Tahun 2017 mengacu kepada pencapaian target RPJMD 2013-2018,

Renstra BKP Provinsi NTB Periode 2013-2018, Penurunan Angka Kemiskinan

dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.1

Rencana Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tahun 2017

No Sasaran

Strategis Program Kegiatan

Indikator Kinerja Target 1. Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi kepegawaian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

- Penyediaan jasa surat menyurat

- Penyediaan jasa

komunikasi; sumber daya air dan listrik

- Penyediaan jasa administrasi keuangan - Penyediaan jasa kebersihan

kantor

- Penyediaan alat tulis kantor - Penyediaan barang cetakan

dan penggandaan - Penyediaan komponen

instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

- Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor - Penyediaan bahan bacaan

dan peraturan perundang-undangan

- Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah - Penyediaan Jasa Keamanan

Kantor) Jasa operasional administrasi perkantoran 12 Bulan Tersedianya Bahan dan peralatan Laboratorium 1 PKT Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - Pembangunan Gedung Kantor - Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor - Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional - Pemeliharaan rutin/berkala

Peralatan dan Perlengkapan Kantor

- Pemeliharaan rutin/berkala Taman; Tempat Parkir dan Halaman Kantor)

Sarana tempat kerja menjadi lebih baik 1 Unit Gedung Terbangunnya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Laboratorium UPTB BPSMP 1 UNIT Kondisi kendaraan dinas menjadi lebih baik 67 UNIT Terpeliharanya sarana kantor yang memadai 23 UNIT Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Pembinaan mental dan fisik aparatur Terwujudnya aparatur yang beriman dan bertaqwa 70

(29)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

29

No Sasaran

Strategis Program Kegiatan

Indikator Kinerja Target 2. Tersedianya Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi Program peningkatan pengembanga n sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

- Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

- Penyusunan Rencana Kerja SKPD

- Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi 7 Dokumen 3. Tersedianya data dan laporan keuangan Program peningkatan pengembanga n sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun,

Dokumen Laporan Keuangan 3 Dokumen Program Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah Peningkatan Manajemen Asset/Barang Milik Daerah

Informasi dan data asset kantor 1 Laporan 4. Terwujudnya kemantapan ketersediaan pangan berbasis kemandirian ditingkat rumah tangga Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan) Pengembangan Cadangan Pangan Daerah Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah dan Masyarakat 10 Ton 100 RMU Pengembangan lumbung pangan Jumlah Lumbung Pangan Masyarakat yang dibangun dan diisi cadangan

pangannya

20 Lumbung

Pengembangan Desa Mandiri Pangan Terbina dan Tertatanya Kelembagaan Desa 60 DESA Prognosa Ketersediaan Pangan Selama 5 Tahun dan Menjelang HBKN Informasi Kebutuhan dan ketersediaan pangan masyarakat dan cadangan pangan menjelang HBKN 5 LAPORAN

Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)

Jumlah Petugas yang terlatih dalam analisa SKPG 30 ORang Pelatihan Pendamping Ketahanan Pangan Terlatihnya pendamping ketahanan pangan 200 ORANG

Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Tersusunnya Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 1 DOKUMEN

Survey Stock Pangan Ditingkat Rumah Tangga

Informasi stock cadangan pangan masyarakat/rumah tangga

(30)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

30

No Sasaran

Strategis Program Kegiatan

Indikator Kinerja Target 5 Terwujudnya percepatan penganekarag aman konsumsi pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan) Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan

Jumlah kelompok masyarakat yang memanfaatkan pekarangan melalui konsep KRPL 20 KRPL

Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Jumlah masyarakat yang memperoleh informasi pengolahan pangan lokal 35 Orang

Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Kelompok Masyarakat yang difasilitasi Bantuan Alat Pengolahan Pangan 8 KELOMPOK Pengembangan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) Tersusunnya Silabus Muatan Lokal P2KP Dalam Materi Pembelajaran siswa SD/MI, SLTP dan SLTA 12 Sekolah (4 SD/MI, 4 SLTP dan 4 SLTA Peserta sosialisasi yang meningkat kemampuannya tentang pentingnya peningkatan kualitas penganekaragaman konsumsi pangan di NTB 200 ORANG Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan

Promosi atas hasil produksi pertanian/ perkebunan unggulan daerah

Jumlah event yang diikuti dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penganekaragman konsumsi pangan 6 KALI PAMERAN 6 Terwujudnya pemahaman stake holders tentang pentingnya pangan segar yang bermutu dan aman Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)

Sertifikasi Produk Pangan Buah dan Sayur Segar

Buah dan sayur segar yang bersertifikat Prima III

12 Komoditi

Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Buah dan Sayur Segar

Jumlah Komoditi pangan yang diuji laboratorium 25 Komoditi Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan

Promosi produk buah dan sayur segar Jumlah komoditi pangan yang bersertifkat yang disosialisasikan 24 Komoditi

(31)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

31

No Sasaran

Strategis Program Kegiatan

Indikator Kinerja Target 7 Terwujudnya keterjangkaua n pangan ditingkat desa dan rumah tangga Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)

Pemantauan Arus Distribusi Komoditas Pangan

Informasi Arus Distribusi komoditas pangan

18 Komoditas

Kajian Dampak LDPM Hasil Kajian Dampak LDPM

1 DOKUMEN Pengembangan lembaga

distribusi pangan masyarakat (LDPM) Terlatihnya pengelolaa LDPM 57 ORANG Jumlah Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat yang terfasilitasi 11 PUPM/20 TTI

Pemantauan harga pangan dan pengembangan sistem informasi pasar Data harga 14 komoditas pangan bulanan dan tahunan 10 Kab/Kota

Pemantauan dan Pengkajian Sistem Distribusi Pangan

Data dan informasi Hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi pangan

2 LAPORAN

Survey Akses Pangan Masyarakat Laporan Informasi akses pangan masyarakat 1 Dokumen 8 Terwujudnya koordinasi pelaksanaan program ketahanan pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)

Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Rumusan kebijakan terkait mekanisme pembangunan ketahanan pangan NTB 2 Rekomendasi - Pertemuan sinkronisasi program dan kegiatan ketahanan pangan - Pertemuan Evaluasi Ketahanan Pangan Rekomendasi rencana pelaksanaan ketahanan pangan 2 Rekomendasi

(32)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

32

BAB IV

INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN YANG

MENGGAMBARKAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD

A.

Indikator Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Sasaran RPJMD

Sasaran RPJMD 2013-2018 yang menjadi acuan dan pedoman kerja Badan

Ketahanan Pangan Provinsi NTB adalah Skor Pola Pangan Harapan (PPH), seperti

pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Indikator Kinerja SKPD Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

No. Indikator Satuan

Kondisi Kinerja Pada Awal

Periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD 2014 2015 2016 2017 2018 1 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Point 78,70 79,40 80,20 80,90 81,70 82,50 82,50

B.

Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran yang Menggambarkan Pencapaian

Target Renstra SKPD

Tabel 4.2

Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Yang Menggambarkan Pencapaian

Renstra SKPD BKP Provinsi NTB 2013-2018

No. Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke

2014 2015 2016 2017 2018 1. Meningkatkan ketersediaan pangan dan kualitas Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

Tersedianya hasil Pengembangan Model Cadangan Pangan Spesifik Lokal, pemantauan produksi dan Penanganan Daerah Rawan Pangan melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

Laporan Analisa Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan

2. Meningkatkan kualitas kelembagaan ketahanan pangan Tersedianya bahan koordinasi, pembinaan dan penataan kelembagaan Ketahanan Pangan Informasi Rencana Pengembanga n Desa Mapan 120 Desa 3. Meningkatkan intensitas pemantauan distribusi dan harga komoditas pangan strategis Tersedianya hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi dan kelembagaan distribusi pangan Laporan Hasil Kajian Sistem Distribusi Pangan

(33)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

33

No. Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke

2014 2015 2016 2017 2018 4. Meningkatkan kapasitas kemampuan akses pangan rumah tangga Tersedianya hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan pemantapan analisis akses pangan hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan pemantapan analisis akses pangan 1 Laporan 1 Laporan 5. Meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan memanfaatkan sumber pangan lokal Tersedianya bahan koordinasi pemberdayaan masyarakat dalam rangka diversifikasi pangan 6. Meningkatkan efektivitas pembinaan keamanan pangan Tersedianya bahan koordinasi pengkajian dan analisa pola konsumsi pangan dalam rangka diversifikasi pangan Laporan analisa pola konsumsi pangan masyarakat

1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan

7. Meningkatkan kualitas pelayanan teknis Terfasilitasinya penerapan sistem manajemen mutu kelembagaan dalam proses akreditasi dan melakukan standardisasi mutu pangan sektor pertanian Produk buah dan sayur segar yang disertifikasi 8. Meningkatkan efektifitas pengujian dan sertifikasi mutu pangan Terfasilitasinya penerbitan sertifikat keamanan pangan dan registrasi produk Sertifikat Prima 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 9. Meningkatkan efektivitas ketatausahaan Tersusunnya dokumen perencanaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan rumah tangga, surat menyurat dan kearsipan Laporan kinerja UPTB

1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan

10. Meningkatkan efektivitas pelayanan umum dan kepegawaian Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi kepegawaian Jasa perkantoran, sarana prasarana kantor, laporan aset dan laporan kepegawaian

(34)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

34

No. Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke

2014 2015 2016 2017 2018 11. Meningkatkan efektifitas perencanaan, monitoring dan evaluasi Tersedianya Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 12 Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan Tersedianya data dan laporan keuangan Informasi kinerja dan data keuangan

12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 13 u l a n

(35)

Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017

35

BAB V

DANA INDIKATIF BESERTA SUMBER DAYA SERTA PRAKIRAAN MAJU

BERDASARKAN PAGU INDIKATIF TAHUN 2016

Dalam rangka pencapaian target pembangunan ketahanan pangan dan pencapaian

target indikator RPJMD dan Renstra BKP Provinsi NTB, program/kegiatan yang

diprioritaskan untuk mendapat prioritas anggaran pada tahun 2017 sebagai berikut:

A.

Sumber Dana APBD Provinsi NTB Tahun 2017

1.

Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB

Tabel 5.1

Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Ketahanan Pangan

Tahun 2017

NO. KODE PROGRAM DAN KEGIATAN

NILAI (Rp.000) 2017 2016/2018 APBD PROVINSI TAHUN NILAI JENIS NILAI A. 01 Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran

742.710 2016 589.895

2018 811.910

1. 01.01 Penyediaan jasa surat menyurat BL 35.000 2016 29.229

2018 38.500

2. 01.02 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

BL 176.000,0 2016 160.452,50

2018 193.600

3. 01.03 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor

BL 25.000 2016 22.510

2018 27.500

4. 01.07 Penyediaan jasa administrasi keuangan BL 50.710 2016 46.100

2018 50.710

5. 01.08 Penyediaan jasa kebersihan kantor BL 65.000 2016 57.950

2018 71.500

6. 01.10 Penyediaan alat tulis kantor BL 25.000 2016 7.500

2018 27.500

7. 01.11 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

BL 15.000 2016 12.000

2018 16.500

8. 01.12 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

BL 10.000 2016 8.470

2018 11.000

9. 01.13 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

BL 100.000 2016 46.545

2018 110.000

10. 01.15 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

BL 38.000 2016 35.260

2018 41.800

11. 01.17 Penyediaan makanan dan minuman BL 35.000 2016 28.750

Gambar

Tabel  di  atas  menunjukkan  pula  bahwa  penurunan  konsumsi  beras  tidak  di  ikuti  dengan  peningkatan  konsumsi  umbi-umbian  sebagai  pangan  pokok  alternatif  pengganti  karbohidrat, bahkan cenderung menurun dari 24,1 gr/kap/hari menjadi 19,0 gr/

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan oleh Gusti dan Nurliana (2012) dengan judul “Analisis Ketersediaan Pangan Lokal Dalam Mendukung Diversifikasi Pangan Di Provinsi Sumatera Utara”

Peningkatan ketahanan pangan dengan peningkatan subsistem ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan;.

Matriks Monitoring Rencana Aksi Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Tahun 2020 Sasaran Program lndikator Kinerja Sasaran Program Target 2020 Kegiatan

Terwujudnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang kredibel dan handal Persentase ketersediaan kinerja dan pelayanan kelembagaan Dinas Tanaman Pangan dan

Menyikapi permasalahan tersebut, pembangunan ketahanan pangan diarahkan guna mewujudkan kemandirian pangan, untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup,

3 KEPALA Subag Program Subag Keuangan Sekretaris Badan BIDANG KETERSEDIAAN PANGAN BIDANG DISTRIBUSI PANGAN Subag Umum BIDANG KONSUMSI & PENGANEKARAGAMAN PANGAN BIDANG

 Kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (Penguatan-LDPM) merupakan salah satu sub kegiatan dari (a) program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan

melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya Bagian Keempat Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Pasal 8 1 Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan mempunyai