Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
1
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
2
KATA PENGANTAR
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Badan Ketahanan
Pangan Provinsi NTB Tahun 2017 disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
program dan kegiatan tahun 2015 serta pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2017.
Selanjutnya dari hasil evaluasi tersebut serta mengacu kepada target rencana kerja tahun
2016 yang tertuang dalam Renstra SKPD dijabarkan dalam bentuk usulan
program/kegiatan dan anggaran.
Target kinerja pembangunan ketahanan pangan yang akan dicapai Provinsi
Nusa Tenggara Barat tahun 2017 berdasarkan target capaian indikator kinerja RPJMD
2013-2018 adalah Skor PPH sebesar 81,70. Untuk mendukung pencapaian target kinerja
tersebut, usulan anggaran melalui dana : 1). APBD sebesar Rp.17.131.510.000,- meningkat
49,96% dari tahun 2016; 2). Dekonsentrasi Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2017 sebesar
Rp. 16.780.438.400,- meningkat 10,00% dari tahun 2016.
Demikian, Rencana Kerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Tahun 2017 kami susun sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP)
Bidang Pertanian Tahun 2017 pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah
(Musrenbangda) Tahun 2016.
Mataram, 19 Februari 2016
Kepala Badan Ketahanan Pangan
Provinsi Nusa Tenggara Barat,
Ir. Hj. HARTINA, MM
Pembina Utama Madya
NIP. 19600312 198503 2 008
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
3
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...
i
DAFTAR ISI ...
ii
DAFTAR TABEL ...
iii
DAFTAR GRAFIK ...
iv
DAFTAR GAMBAR ...
v
BAB I
PENDAHULUAN ...
1
A. Gambaran Pelayanan SKPD ...
1
B. Tujuan ...
3
C. Isu Strategis yang Dihadapi ...
3
D. Komitmen/Cara Pandang Pimpinan dalam Penerapan
Program ...
3
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD
TAHUN LALU ...
5
A. Target dan Capaian Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) 2013-2018 ...
5
B. Capaian Kinerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan
Tahun 2015 ...
7
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ...
21
A. Tujuan dan Sasaran ...
21
B. Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2017 ...
22
BAB IV INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN YANG
MENGGAMBARKAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD ...
26
A. Indikator Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Sasaran
RPJMD ...
26
B. Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran yang
Menggambarkan Pencapaian Target Renstra SKPD ...
26
BAB V DANA INDIKATIF BESERTA SUMBER DAYA SERTA
PRAKIRAAN MAJU BERDASARKAN PAGU INDIKATIF
TAHUN 2016 ...
29
A. Sumber Dana APBD Provinsi NTB Tahun 2017 ...
29
B. Sumber Dana Dekonsentrasi ...
34
BAB VI SUMBER DANA YANG MEMBUTUHKAN UNTUK
MENJALANKAN PROGRAM DAN KEGIATAN ...
35
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
4
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Keadaan Pegawai BKP NTB Berdasarkan Golongan Tahun 2015 ...
2
Tabel 1.2 Keadaan Pegawai BKP NTB Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan
Tahun 2015 ...
2
Tabel 2.1 Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk NTB Tahun 2014 dan 2015 ...
6
Tabel 2.2 Tingkat Konsumsi energi dan protein Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tahun 2014 dan 2015 ...
6
Tabel 2.4 Cadangan pangan Provinsi NTB 2011-2015 ...
8
Tabel 2.5 Ketersediaan dan Surplus Tanaman Pangan Penyumbang Energi di
Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2011-2015 ...
10
Tabel 2.6 Ketersediaan dan Surplus Komoditas Pangan Penyumbang Protein
di Provinsi NTB Tahun 2011-2015 ...
10
Tabel 2.7 Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa Mandiri Pangan
Tahun 2014 dan 2015 ...
11
Tabel 2.8 Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Tahun 2015 ...
12
Tabel 2.9 Kandungan Gizi dalam Beras Analog ...
13
Tabel 2.10 Komoditas Pangan yang Diterbitkan Sertifikat Prima 3 Tahun 2015 ...
13
Tabel 2.11 Kegiatan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tahun 2015 ...
14
Tabel 2.12 Jumlah Gapoktan LDPM yang Ditumbuhkan Tahun 2009-2015 ...
17
Tabel 2.13 Data Arus Keluar Masuk Tahun 2014-2015 ...
18
Tabel 3.1 Rencana Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Tahun 2017 ...
22
Tabel 4.1 Indikator Kinerja SKPD Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB ...
26
Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Yang Menggambarkan
Pencapaian Renstra SKPD BKP Provinsi NTB 2013-2018 ...
26
Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Ketahanan Pangan
Tahun 2017 ...
29
Tabel 5.2 Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran UPTB BPSMP
BKP NTB Tahun 2017 ...
32
Tabel 5.3 Rencana Anggaran Ketahanan Pangan Sumber Dana Dekonsentrasi
Tahun 2017 ...
33
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
5
DAFTAR GRAFIK
Halaman
Grafik 2.1 Perkembangan Capaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
di Nusa Tenggara Barat ...
5
Grafik 2.2 Perkembangan Penurunan Konsumsi Beras Tahun 2011-2015 ...
5
Grafik 2.3 Target dan Realisasi Ketersediaan Energi Tahun 2011-2015 ...
9
Grafik 2.4 Target dan Realisasi Ketersediaan Protein Tahun 2011-2015 ...
9
Grafik 2.5 Perkembangan Harga Komoditas Beras di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
14
Grafik 2.6 Perkembangan Harga Komoditas Daging Sapi di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
15
Grafik 2.7 Perkembangan Harga Komoditas Daging Ayam Broiler di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
15
Grafik 2.8 Perkembangan Harga Komoditas Cabe Merah Besar di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
16
Grafik 2.9 Perkembangan Harga Komoditas Cabe Rawit/Kecil di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
16
Grafik 2.10 Perkembangan Harga Komoditas Bawang Merah di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015 ...
17
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
6
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB ...
1
Gambar 1.2 Kerangka Strategis Pembangunan Ketahanan Pangan
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
7
BAB I
PENDAHULUAN
E. Gambaran Pelayanan SKPD
Badan Ketahanan Pangan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi
Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi
Nusa Tenggara Barat, dengan tugas pokok Melaksanakan Penyusunan dan
Pelaksanaan Kebijakan Daerah dibidang Ketahanan Pangan.
Dalam melaksanakan tugas pokok dimaksud Badan Ketahanan Pangan
menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan;
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang
ketahanan pangan;
c. Pengkoordinasian dan pembinaan pelaksanaan tugas dibidang ketahanan pangan;
d. Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang ketahanan pangan;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan Provinsi
Nusa Tenggara Barat dilengkapi dengan struktur organisasi sebagai berikut :
Gambar 1.1
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
8
Dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan, baik tugas rutin maupun kegiatan yang
telah terprogram dalam upaya pencapaian kinerja, Badan Ketahanan Pangan Provinsi
NTB didukung oleh 74 orang pegawai. Komposisi sumberdaya manusia pada Badan
Ketahanan Pangan Provinsi NTB berdasarkan tingkat pendidikan, golongan
kepangkatan, maupun kelompok usia pada tahun 2013 disampaikan pada tabel berikut:
Tabel 1.1
Keadaan Pegawai BKP NTB Berdasarkan Golongan Tahun 2015
No
Status
Golongan
Jumlah
I
II
III
IV
1.
CPNS
-
-
-
-
-
2.
PNS
4
11
43
9
67
3.
Jabatan Fungsional
-
-
1
2
3
4.
Pegawai Tidak Tetap (PTT)
-
-
-
-
-
Jumlah
4
11
44
11
70
Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Tabel 1.2
Keadaan Pegawai BKP NTB Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan
Tahun 2015
No
Pendidikan
CPNS
PNS
Kelompok
Fungsional
Honore
r
Jumlah
1.
Doktor
-
-
-
-
0
2.
Strata 2
-
9
-
-
9
3.
Strata 1
-
39
3
-
42
4.
D3
-
2
-
-
2
5.
SLTA
-
12
-
-
12
6.
SLTP
-
3
-
-
3
7.
SD
-
2
-
-
2
Jumlah
-
67
3
-
70
Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling azasi, sehingga ketersediaan
pangan bagi masyarakat harus selalu terjamin. Manusia dengan segala kemampuannya
selalu berusaha mencukupi kebutuhannya dengan berbagai cara. Dalam perkembangan
peradaban masyarakat untuk memenuhi kualitas hidup yang maju, mandiri, dalam
suasana tenteram, serta sejahtera lahir dan batin, semakin dituntut penyediaan pangan
yang cukup, berkwalitas, dan merata. Oleh karena itu, kecukupan pangan bagi suatu
bangsa merupakan hal yang sangat strategis.
Dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
Provinsi NTB Tahun 2005-2025, pada tahap ketiga periode Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013-2018 pembanguan daerah
difokuskan pada upaya “Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan
menekankan pada peningkatan produksi dan daya saing perekonomian, peningkatan
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
9
kemampuan petani dan kelembagaannya menjamin ketersediaan pangan, distribusi
dan diversifikasi pangan, serta dukungan IPTEK yang mendorong terwujudnya
efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi”. Target Pembangunan Ketahanan
Pangan pada RPJMD Provinsi NTB adalah pencapaian skor Pola Pangan Harapan.
Target Kuantitatif Pola Pangan Harapan pada tahun 2017 sebesar 81,70.
Permasalahan dan tantangan pembangunan ketahanan pangan yang masih
dihadapi dan memerlukan upaya pemecahannya adalah : 1). Masih Tingginya
Konsumsi Beras Berdasarkan Hasil Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan Tahun
2015 sebesar 117,3 kg/kapita/tahun; 2). Masih adanya daerah rentan pangan dan gizi;
3). Distribusi dan Keterjangkauan Pangan Belum Merata; 4). Pola konsumsi pangan
masyarakat belum sesuai harapan; 5). Tingginya tuntutan pasar global dan
internasional dalam penerapan standar mutu dan keamanan pangan segar; dan 6).
Belum optimalnya kinerja DKP.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka fokus pembangunan ketahanan pangan
pada tahun 2017 diarahkan dalam rangka pencapaian target RPJMD, meminimalisir
permasalahan dan tantangan ketahanan serta mendukung upaya penurunan angka
kemiskinan.
F. Tujuan
Tujuan Penyusunan Rencana Kerja SKPD Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
1. Memberikan arah bagi SKPD dalam mewujudkan tujuan dan sasaran sesuai dengan
visi, misi dan arah pembangunan ketahanan pangan nasional dan daerah, melalui
berbagai program pembangunan yang terpadu, fokus dan responsif terhadap
kebutuhan masyarakat;
2. Tujuan Renja SKPD Tahun 2016 adalah sebagai acuan dalam penyusunan program,
kegiatan dan anggaran ketahanan pangan tahun 2017.
G. Isu Strategis yang Dihadapi
Berdasarkan kondisi dan permasalahan yang telah disampaikan di atas, maka isu
strategis dalam pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat
adalah sebagai berikut:
1. Masih adanya daerah rawan pangan dan gizi;
2. Distribusi dan Keterjangkauan Pangan Belum Merata;
3. Pola Konsumsi Pangan masyarakat belum sesuai harapan;
4. Tingginya tuntutan pasar global dan internasional dalam penerapan standar mutu
dan keamanan pangan segar;
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
10
H. Komitmen/Cara Pandang Pimpinan dalam Penerapan Program
Cara pandang pimpinan dalam penerapan program tergambar pada kerangka
strategis Pembangunan Ketahanan Pangan sebagai berikut:
Gambar 1.2
Kerangka Strategis Pembangunan Ketahanan Pangan
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
11
118,1 118,1 117,5 117,5 117,3 112 114 116 118 120 122 124 126 128 130 2011 2012 2013 2014 2015Konsumsi Beras (Kg/Kapita/Tahun)
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD TAHUN LALU
A.
Target dan Capaian Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018
Indikator Kinerja RPJMD 2013-2018 yang menjadi tanggung jawab Badan Ketahanan
Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Skor Pola Pangan Harapan (PPH).
Perkembangan capaian PPH dari tahun 2011-2015 disampaikan sebagai berikut:
Grafik 2.1
Perkembangan Capaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
di Nusa Tenggara Barat
Sebagai indikator kualitas konsumsi pangan masyarakat, pada tahun 2015 realisasi
PPH tercapai sebesar 81,3 (137%) melampaui target yang ditetapkan 80,20 dari skor PPH
ideal yaitu 100, selama tahun 2010-2015 skor PPH meningkat sebesar 1,91% pertahun.
Peningkatan skor PPH tersebut salah satunya disebabkan karena terjadinya penurunan
konsumsi beras dari tahun ketahun.
Tingkat konsumsi beras penduduk NTB tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:
Grafik 2.2
Perkembangan Penurunan Konsumsi Beras Tahun 2011-2015
Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Tahun 2015
2011
2012
2013
2014
2015
77,2 78,7 80,3 79,4 80,2 76,7 78,1 78,7 79,9 81,3Target
Realisasi
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
12
Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa tingkat konsumsi beras penduduk NTB terus
menurun rata-rata 0,46 kg/kapita/tahun, namun belum melebihi target penurunan sebesar 1,5
kg/kapita/tahun.
Sedangkan perkembangan kualitas konsumsi aktual penduduk NTB tahun 2014 dan
2015 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 2.1
Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk NTB Tahun 2014 dan 2015
No Kelompok Pangan
Konsumsi Ideal
Konsumsi Aktual Tahun
Skor PPH 2014 Skor PPH 2015 2014 2015 (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) (gr/ kap/ hari) (kg/ kap/ thn) 1 Padi-padian 275 100,3 354,7 129,5 356,3 130,05 25 25 Beras - 117,5 321,4 117,3 2 Umbi-umbian 100 36,5 24,1 8,8 19 6,9 0,7 0,6 3 Pangan Hewani 150 54,8 108,4 39,6 118,4 43,2 14,9 15,4 4 Minyak dan Lemak 20 7,3 18,5 6,7 21,2 7,7 4,1 4,7 5 Buah/Biji Berminyak 10 3,7 3,9 1,4 4,7 1,7 0,5 0,6 6 Kacang-kacangan 35 12,8 22,2 8,1 23 8,4 7,8 7,8 7 Gula 30 11 14,6 5,3 17,2 6,3 1,3 1,6 8 Sayur dan Buah 250 91,3 275,4 100,5 269 98,2 25,4 25,6 9 Lain-lain - - 100,3 36,6 57,4 20,9 - -
JUMLAH 79,9 81,3
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa situasi konsumsi pangan penduduk Nusa
Tenggara Barat pada tahun 2015 menunjukkan trend perkembangan positif jika
dibandingkan dengan PPH tahun 2014, hal ini terlihat dari capaian skor PPH sebesar 81,3
lebih tinggi 1,6 (2,01%) dari skor PPH tahun 2014 yaitu 79,7. Demikian pula bila
dibandingkan dengan target skor PPH tahun 2015 yaitu 80,2 lebih tinggi 1,1 (1,37 %).
Tabel di atas menunjukkan pula bahwa penurunan konsumsi beras tidak di ikuti
dengan peningkatan konsumsi umbi-umbian sebagai pangan pokok alternatif pengganti
karbohidrat, bahkan cenderung menurun dari 24,1 gr/kap/hari menjadi 19,0 gr/kap/hari.
Selanjutnya disampaikan bahwa tingkat konsumsi energi dan protein Provinsi NTB
Tahun 2014 dan 2015 sebagai berikut:
Tabel 2.2
Tingkat Konsumsi energi dan protein Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tahun 2014 dan 2015
No
Uraian
Ideal
Tahun
Perkem-
bangan
2014
2015
1
Konsumsi energi
(kkal/kapita/hari)
2.000
2.046
2.078
1,56
2
Konsumsi protein
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
13
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa konsumsi energi tahun 2015 mengalami
peningkatan sebesar 1,56% dibandingkan dengan tahun 2014. Sedangkan konsumsi protein
tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2,13% dibandingkan dengan tahun 2014, namun
capaian konsumsi protein tahun 2015 lebih tinggi 123,6 % dari standar ideal konsumsi
protein yang dianjurkan yaitu 52 gram/kap/hari.
Apabila dikaitkan antara tabel kualitas konsumsi pangan dengan tabel tingkat
konsumsi energi dan protein menunjukkan bahwa tingginya tingkat konsumsi energi dan
protein disebabkan karena masih tingginya konsumsi beras. Peningkatan kualitas konsumsi
protein disebabkan karena meningkatnya konsumsi protein nabati bukan protein hewani.
Sumber utama protein nabati yang kita konsumsi bersumber dari beras. Hal ini ditunjukkan
oleh peningkatan konsumsi pangan hewani hanya 0,5% dan kacang-kacangan 0,0%.
Sehubungan dengan itu, perlu ditingkatkan kampanye dan upaya untuk merubah
prilaku konsumsi dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan dan pangan
hewani.
B. Capaian Kinerja Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2015
1. Realisasi Serapan Keuangan dan Pencapaian Kinerja Fisik Ketahanan Pangan
Tahun 2015
Tabel 2.3
Realisasi Serapan Keuangan dan Pencapaian Kinerja Fisik Tahun 2015
No. Uraian Pagu (Rp.) Realisasi (Rp.) (%) Fisik
(%) 1. Belanja Tidak Langsung 5.749.752.250 5.438.850.578 94,59 100,00
2. Belanja Langsung 7.363.109.450 6.454.313.353 87,66 97,59
BKP NTB 6.846.059.150 6.030.472.503 88,09 97,41 UPTB BP SMP 517.050.300 423.840.850 81,97 100,00
Total 13.112.861.700 11.893.163.931 90,70 98,64
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa realisasi keuangan Badan Ketahanan
Pangan Provinsi NTB Tahun 2015 sebesar 90,70% lebih rendah 0,07% jika dibandingkan
dengan tahun 2014 yang mencapai 90,77%. Sedangkan Berdasarkan jenis belanja
menunjukkan realisasi Belanja Tidak Langsung (BTL) pada tahun 2015 lebih tinggi
dibandingkan dengan tahun 2014, tetapi realisasi Belanja Langsung (BL) lebih rendah
sebesar 5,33%, hal ini disebabkan karena :
a. Dana
sisa
kontrak
pembangunan
gedung
kantor
dan
laboratorium
UPTB
BPSMP
sebesar
(Nilai
Kontrak
Rp.1.737.373.000,-
dari
Pagu
Rp.2.101.000.000,-);
b. Tidak terlaksananya Kegiatan Survey Kajian Pemenuhan Kecukupan Pangan dan
Survey Akses Pangan karena setelah dilelang melalui ULPBJ Provinsi NTB tidak ada
lembaga yang mengajukan penawaran dengan nilai Rp.178.744.000,-
2. Capaian Kinerja Sasaran Badan Ketahanan Pangan berdasarkan Penetapan
Kinerja (PK) Tahun 2015
Pencapaian indikator kinerja sasaran Badan Ketahanan Pangan berdasarkan target
yang ditetapkan dalam Dokumen Penetapan Kinerja Badan Ketahanan Pangan Provinsi
Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 disampaikan sebagai berikut:
a. Terwujudnya Kemantapan Ketersediaan Pangan Berbasis Kemandirian
Ditingkat Rumah Tangga
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
14
1). Cadangan Pangan
Cadangan pangan merupakan salah satu indikator yang menunjukkan
kuatnya ketahanan pangan suatu wilayah atau daerah. Perkembangan Cadangan
pangan pemerintah dan masyarakat di Provinsi NTB tahun 2011-2015 sebagai
berikut:
Tabel 2.4
Cadangan pangan Provinsi NTB 2011-2015
No Uraian
Cadangan Pangan (Ton Beras) Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 1. Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi NTB 29,26 29,26 167,04 156,55 156,21 2. Cadangan Pemerintah Kabupaten 98,65 87,54 84,19 70,927 3. Cadangan Pangan Masyarakat 380,42 601,93 980,99 608,51 755,41 Jumlah 409,68 729,84 1.235,57 849,25 982,55
Cadangan pangan yang dimaksud pada tabel di atas adalah cadangan
pangan pemerintah yang dikelola oleh Badan Ketahanan Pangan, baik BKP
Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Nampak bahwa pemerintah terus berupaya
untuk meningkatkan cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan ini
salah satunya dimanfaatkan untuk membantu kaum dhuafa dan upaya
penanganan kerawanan pangan transien.
Cadangan pangan masyarakat adalah cadangan pangan yang tersedia di
Gapoktan LDPM dan Lumbung Pangan binaan BKP. Nampak dari tabel
tersebut bahwa cadangan pangan masyarakat menurun pada tahun 2014. Hal ini
disebabkan karena menurunnya produksi beras dan menurunnya fungsi kedua
lembaga tersebut dalam menyiapkan cadangan pangan. Oleh karena itu, pada
tahun 2014 dilakukan evaluasi dan pembinaan yang intensif dengan pola yang
berbeda dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2015 dilaksanakan pengisian stok cadangan pangan untuk
masyarakat sebesar 10 Ton beras yang ditempatkan pada 4 Unit Lumbung
masing-masing 2 Unit Lumbung di Kabupaten Lombok Barat dan 2 Unit
Lumbung di Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam rangka mendukung informasi stock cadangan pangan telah
ditugaskan 10 enumerator cadangan pangan di 10 kabupaten/ kota se NTB
dengan tugas menginformasikan stock cadangan pangan pemerintah
kabupaten/kota, cadangan pangan di Rice Milling Unit (RMU) dan lumbung
pangan.
Untuk menyamakan persepsi antara petugas dan enumerator pada awal
tahun dilaksanakan Workshop Enumerator Cadangan Pangan dengan dengan
materi:
a). Simulasi pengambilan data;
b). Simulasi perhitungan prognosa ketersediaan pangan;
c). Praktek lapang tentang metode penyimpanan dan pengamanan cadangan
pangan.
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
15
20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00 2011 2012 2013 2014 2015 100,10 102,29 104,53 106,82 109,16 114,49 129,54 126,56 115,84 135,17 Target Realisasi2). Ketersediaan Energi dan Protein
Ketersediaan Energi dan Protein Tahun 2011-2015 sebagai berikut:
Grafik 2.3
Target dan Realisasi Ketersediaan Energi Tahun 2011-2015
Grafik 2.4
Target dan Realisasi Ketersediaan Protein Tahun 2011-2015
Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa ketersediaan energi tahun 2014
mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013, hal ini disebabkan
karena terjadinya penurunan produksi padi pada tahun 2013 dan 2014.
Sedangkan ketersediaan protein mengalami penurunan pada tahun 2014, namun
terjadi peningkatan pada tahun 2015. Hal ini didukung oleh data yang disajikan
pada tabel berikut:
500,00 1.000,00 1.500,00 2.000,00 2.500,00 3.000,00 3.500,00 4.000,00 4.500,00 5.000,00 2011 2012 2013 2014 2015 3.094,23 3.099,80 3.105,38 3.110,97 3.116,57 3.343,04 4.354,24 4.745,00 4.380,00 3.991,00 Target Realisasi
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
16
Tabel 2.5
Ketersediaan dan Surplus Tanaman Pangan Penyumbang Energi di
Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2011-2015
No Komo-ditas Tahun Produksi (Ton)*) Produksi Bersih (Ton) **) Kebutuhan (Ton) **) Surplus (Ton) **) 1 Padi 2011 2.067.137 1.031.831 523.657 490.093 2012 2.114.231 1.095.082 528.775 555.382 2013 2.193.698 1.136.242 544.060 495.637 2014 2.116.637 1.096.328 550.281 418.081 2015* 2.330.866 1.359.208 568.183 218.077 2 Jagung 2011 456.915 383.809 11.085 314.834 2012 642.674 539.846 11.251 445.265 2013 633.773 532.369 11.113 318.055 2014 785.864 660.126 11.240 469.271 2015* 944.829 793.709 11.605 471.142 3 Kedelai 2011 88.099 83.395 31.481 51.425 2012 74.156 69.944 32.852 33.875 2013 91.065 83.893 35.190 31.832 2014 97.172 91.653 35.593 54.659 2015* 130.564 123.148 28.530 94.585 2011 37.695 36.067 7.094 27.112 2012 38.890 36.946 7.200 27.005 2013 41.889 39.795 7.872 24.591 2014 34.284 32.570 6.069 23.322 2015* 31.226 29.665 6.286 21.737 Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tabel 2.6
Ketersediaan dan Surplus Komoditas Pangan Penyumbang Protein di
Provinsi NTB Tahun 2011-2015
No Komo-ditas Tahun Produksi
(Ton)*) Kebutuhan (Ton) **) Surplus (Ton) **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Daging Ruminansia 2011 20.553 11.528 9.025 2012 22.958 12.151 10.807 2013 24.458 12.695 11.763 2014 18.699 13.581 761 2015* 16.103 13.056 1981 2 Daging Unggas 2011 45.041 9.755 41.310 2012 45.819 10.350 35.493 2013 64.293 11.113 53.406 2014 52.969 11.240 41.870 2015* 32.585 14.507 18.078 3 Telur 2011 6.289 25.274 10.893 2012 7.547 27.001 (19.446) 2013 9.570 28.708 (18.142) 2014 12.228 29.973 (15.869) 2015* 24.885 26.112 124 4 Ikan 2011 989.550 129.473 860.077 2012 683.209 136.806 546.403 2013 886.136 145.855 74o.281 2014 903.407 153.142 750.265 2015* 105.319 62.863 42.456 Sumber : Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
17
Tabel di atas menunjukkan bahwa NTB mengalami kekurangan telur dan
produksi unggas, sehingga pada tahun 2014 diluncurkan program unggulan
“Kampung Unggas”.
3). Jumlah Desa yang Dikembangkan untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan
Masyarakat (Pengembangan Desa Mandiri Pangan)
Pengembangan Desa Mandiri Pangan (Demapan) adalah kegiatan yang
berbasis pada pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat miskin di desa terkategori daerah rawan dan rentan
pangan. Strategi yang dilakukan adalah melalui peningkatan peran Pemangku
Kepentingan dalam bentuk: peningkatan usaha ekonomi produktif, peningkatan
kualitas konsumsi, penguatan cadangan pangan, peningkatan pendapatan,
menjamin ketersediaan pangan dan peningkatan peran kelembagaan
masyarakat.
Fokus pengembangan desa mandiri pangan pada tahun 2015 diarahkan
untuk peningkatan kualitas kelembagaan kelompok afinitas desa mandiri
pangan dan peningkatan kapasitas aparat dan pendamping desa mandiri pangan.
Strategi yang dilakukan dalam upaya peningkatan keualitas kelembagaan
demapan tersebut melalui : Workshop Desa Mandiri Pangan, Pelatihan
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok (Capacity Building), Pembinaan
Desa Mandiri Pangan dan Pemberian Bantuan Hibah Peralatan Pengolahan
Pangan.
Tabel 2.7
Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa Mandiri Pangan Tahun
2014 dan 2015
No.
Kegiatan
Jumlah Sasaran
1.
Hibah Peralatan Pengolahan Pangan
20 Kelompok
2.
Jumlah Desa yang dilakukan pendampingan
60 Desa
Berdasarkan hasil kajian dampak pengembangan desa mandiri pangan
terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan di Provinsi NTB yang dilakukan
oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB kerjasama dengan Fakultas
Pertanian Universitas Mataram menunjukkan hasil bahwa Program Aksi Desa
Mandiri Pangan membawa dampak positif terhadap:
a). Peningkatan penguasaan asset rumah tangga;
b). Peningkatan ketahanan pangan;
c). Penurunan jumlah rumah tangga miskin;
d). Perubahan pola pikir peserta program ke arah positif.
b. Terwujudnya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)
1). Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
KRPL merupakan program pengembangan model rumah pangan yang
dibangun dalam suatu kawasan (dusun, desa, kecamatan dst) dengan prinsip
pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan
pangan dan gizi keluarga melalui penyediaan aneka sayur dan buah serta
sumber protein hewani. Disamping itu pembangunan KRPL diharapkan mampu
meningkatkan pendapatan keluarga sehingga dapat mengurangi biaya untuk
pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan biaya untuk pendidikan.
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
18
KRPL juga dimaksudkan untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi
makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).
Pada Tahun 2015, Badan Ketahanan Pangan memberikan bantuan pada
KRPL berupa penyaluran benih tanaman pekarangan dan Lomba Pemanfaatan
Pekarangan. Jumlah Kelompok Penerima Bantuan KRPL sebanyak 20
Kelompok.
Dalam rangka memotivasi pelaku KRPL guna meningkatkan
pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan diadakan Lomba
Pemanfaatan Pekarangan yang bertujuan untuk:
a). Meningkatkan pengetahuan masyarakat/keluarga akan arti pentingnya
pemanfaatan pekarangan dalam rangka melengkapi kebutuhan konsumsi
pangan/penyediaan pangan sumber protein, vitamin dan mineral bagi
masyarakat/keluarga;
b). Mendorong dan membiasakan masyarakat/keluarga untuk memanfaatkan
pekarangan bagi kebutuhan sehari-hari sesuai dengan potensi sumber daya
yang ada.
2). Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)
Pada tahun 2015 telah dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan
pemahaman masyarakat tentang penganekaragaman konsumsi pangan sebagai
berikut:
Tabel 2.8
Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Tahun 2015
No Kegiatan Sasaran
1 Rakor P2KP kerjasama dengan TP. PKK 60 Orang
2 Pengembangan P2KP kerjasama dengan Ponpes -
3 Sosialisasi P2KP 1.000 Orang
4 Sosialisasi beras analog 1.000 Orang
5 Kampanye Buah, Sayur segar dan olahannya 2.200 Orang 6 Sosialisasi pangan olahan berbahan baku lokal 13.000 Orang
7 Lomba Penyuluhan Ketahanan Pangan -
8 Lomba Cipta Menu 10 Kabupaten/ Kota
9 Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal 30 Orang
10 Event Promosi 6 event
3). Model Pengembangan Pengolahan Pangan Lokal (MP3L)
MP3L dimaksudkan untuk memproduksi beras analog sebagai alternatif
pengganti beras. Upaya yang telah dilakukan pada tahun 2015 adalah kerjasama
dengan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram untuk uji kandungan
gizi beras analog dan dihasilkan beras analog dengan campuran jagung, beras
menir dan kedelai (SI JABLAI), dengan hasil sebagai berikut:
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
19
Tabel 2.9
Kandungan Gizi dalam Beras Analog
No.
Kandungan Gizi
Nilai Gizi
1.
Karbohidrat (%)
84,64
2.
Protein (%)
6,52
3.
Lemak (%)
0,82
4.
Kadar Air (%)
3,72
5.
Kadar Abu (%)
0,98
6.
Serat Kasar (%)
3,32
7.
Beta Karoten (ppm)
2,09
c.
Terwujudnya Pemahaman Pemangku Kepentingan tentang Pentingnya Pangan
Segar yang Bermutu dan Aman
1). Sertifikasi Prima
Sertifikasi Prima dimaksudkan untuk meningkatkan penanganan
keamanan pangan segar asal tumbuhan yang memberikan jaminan mutu dan
aman dikonsumsi.
Kegiatan Sertifikasi Prima dilaksanakan oleh Otoritas Kompeten
Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi NTB yang dibentuk melalui
Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 321 Tahun 2009 tanggal 23
Juni 2009. Operasional OKKPD Provinsi NTB berada di Badan Ketahanan
Pangan Provinsi NTB.
Tahun 2015, OKKPD Provinsi NTB telah menerbitkan 8 Sertifikat Prima
3 sebagai berikut :
Tabel 2.10
Komoditas Pangan yang Diterbitkan Sertifikat Prima 3
Tahun 2015
No. Kabupaten/Kota Komoditi/Sertifikat Prima 3
1. Lombok Timur 1. Pepaya California 2. Cabe Rawit 3. Cabe Keriting 4. Strowbery
2. Lombok Utara 5. Mangga Arum manis 3. Sumbawa 6. Jambu Kristal 4. Sumbawa Barat 7. Jeruk Benete
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
20
2). Penanganan Keamanan Pangan Segar
Penanganan keamanan pangan segar dilaksanakan melalui sosialisasi,
pembinaan, penanganan dan pemantauan keamanan pangan. Kegiatan yang
yang telah dilaksanakan tahun 2015 antara lain:
Tabel 2.11
Kegiatan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tahun 2015
No Kegiatan Sasaran
1. Pertemuan Penanganan Keamanan Pangan Segar 30 Orang 2. Pengawasan Keamanan Pangan Segar :
a. Uji Laboratorium residu pestisida kerjasama dengan UNRAM
24 Komoditas b. Uji Laboratorium kandungan Formalin Kerjasama
dengan BBPOM Mataram
8 Komoditas c. Uji laboratorium residu pestisida kerjasama
dengan PT. Angler Biochemlab Surabaya
8 Komoditas 3. Sosialisasi Keamanan Pangan Segar 300 Orang pelaku
usaha 4. Kampanye makan buah, sayur segar dan
olahannya
2.100 Anak Sekolah
d. Terwujudnya Keterjangkauan Pangan Ditingkat Desa dan Rumah Tangga
1). Jumlah Komoditas Pangan yang Dipantau Tingkat Perkembangan Harga
Perkembangan harga komoditas pangan strategis berdasarkan hasil
pemantauan harga tahun 2013, 2014 dan 2015 disajikan pada grafik berikut :
Grafik 2.5
Perkembangan Harga Komoditas Beras di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015
1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 10.000Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
21
Grafik 2.6
Perkembangan Harga Komoditas Daging Sapi di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015
Grafik 2.7
Perkembangan Harga Komoditas Daging Ayam Broiler di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015
20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
22
Grafik 2.8
Perkembangan Harga Komoditas Cabe Merah Besar di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015
Grafik 2.9
Perkembangan Harga Komoditas Cabe Rawit/Kecil di Provinsi NTB
Tahun 2013-2015
5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 50.000Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
23
Grafik 2.10
Perkembangan Harga Komoditas Bawang Merah di Provinsi NTB Tahun
2013-2015
2). Jumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang
diberdayakan
Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam melaksanakan
usaha taninya adalah ketidak pastian harga produk pertanian, Pada saat panen
raya harga komoditas pangan bisa sangat rendah yang menyebabkan kerugian
bagi petani, sebaliknya pada musim paceklik harga hasil pertanian bisa sangat
tinggi. Ketidak stabilan harga komoditas pangan tersebut selain menyebabkan
fluktuasi harga yang sangat tinggi bisa berdampak pada kurang baiknya
distribusi pangan, juga tidak memberikan jaminan kesejahteraan bagi petani.
Untuk itu melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakt (LDPM) Badan
Ketahanan Pangan Provinsi NTB bekerjasanya dengan Gapoktan telah
menyalurkan Bantuan Sosial sebesar Rp,150.000.000,- untuk tahap
pengembangan melalui dana dekonsentrasi, sedangkan dukungan APBD
diarahkan untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas aparat dan
pengurus.
Tabel 2.12
Jumlah Gapoktan LDPM yang Ditumbuhkan Tahun 2009-2015
No. Kabupaten Tahun Jlh 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1. Lombok Tengah 4 1 2 2 3 2 14 2. Lombok Timur 4 2 2 2 2 12 3. Lombok Barat 2 2 4 4. Sumbawa 4 1 2 1 8 5. Sumbawa Barat 2 1 1 4 6. Dompu 3 1 1 1 6 7. Bima 2 1 3 8. Kota Bima 1 1 1 1 4 Jumlah 20 5 8 9 6 0 7 55
Pada tahun 2015 sisa stock yang tersedia pada 55 Gapoktan LDPM
sebesar 102,4 ton.
5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2015 2014 2013
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
24
3). Pemantauan Arus Distribusi Pangan Strategis di 4 Pelabuhan
Pemantauan arus keluar masuk komoditas bahan pangan dari dan menuju
Provinsi NTB dilakukan secara rutin setiap bulan menggunakan tenaga
Enumerator yang ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan laut. Melalui Keputusan
Gubernur Nusa Tenggara Barat telah ditetapkan empat pelabuhan laut lokasi
pemantauan yaitu Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Sape dan
Pelabuhan Bima.
Pemantauan arus keluar masuk komoditas strategis dilakukan terhadap 18
komoditas, yaitu: gabah, beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih,
cabe, kacang tanah, kacang hijau, tepung terigu, minyak goreng, daging ayam,
telur ayam, sapi potong, kerbau potong, tembakau, jambu mente, rumput laut
dan pakan ternak, dengan hasil seperti yang disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 2.13
Data Arus Keluar Masuk Tahun 2014-2015
No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 1 Beras
2014 13 116.057,28 Masukdari : Vietnam, Surabaya,
Jember, Ujung Pandang
Keluarke :Ende, Jatim, Bali, Surabaya,
Jember, NTT, Flores, Banjarmasin, Waingapu, Makassar
2015 24,34 553.830,22 Peningkatan
Pertahun (%) 87,23 377,20
2 Jagung
2014 9 179.623,62 Masukdari : Jatim, Kupang
Keluarke : Ende, Jatim, Bali, Malang,
Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Malang Jember, Lumajang, Kediri, Banjarmasin, Waingapu, Flores, Kutai, Makassar, Kupang, Ende, Samarinda 2015 7,03 348.136,79
Peningkatan
Pertahun (%) -21,89 93,81
3 Kedelai
2014 3.265 4.666 Masukdari : Surabaya, Jember Keluarke : Jatim, Banjarmasin,
Makassar, Maumere, Flores, Lamongan, Ruteng 2015 5.205,7 6.757,85 Peningkatan Pertahun (%) 59,44 44,83 4 BawangMerah
2014 162 25.664,8 Masukdari : Jatim, Brebes, Pati,
Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Klungkung, Mojokerto, Karangasem, Batu, Cirebon, Telogomas
Keluarke : Maumere, Makassar,
Banjarmasin, Jatim, Ende, Waingapu, Bali, Sumba, Flores, Surabaya, Papua, Timika, Selayar, Bau, Surabaya, Kendari, Maluku, Tarakan, Kupang, Jakarta
2015 64,01 37.546,6
Peningkatan
Pertahun (%) -60,49 46,30
5 BawangPutih
2014 613,8 49 Masukdari : Jatim, Malang, Mojosari,
Mojokerto, Probolinggo, Malang, Klngkung, Banjarnegara, Bali
Keluarke : Flores, Sumba, Maumere,
Waikelo, Ruteng 2015 490 34,71
Peningkatan
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
25
No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 6 Cabai2014 144 2.300,54 Masukdari : Jatim, Bali, NTT,
Sulteng, Bali, Manado, Palu, Pontianak, Sumba, Jambi, Banyuwangi, Cirebon, Makassar, Kediri, Malang
Keluarke : Jakarta, Batam, Pangkal
Pinang, PekanBaru, Kupang, Batam, Surabaya, Bandung, Makassar, Ambon, Tarakan
2015 75,85 2.959,89 Peningkatan
Pertahun (%) -47,33 28,66
7 Kacang Tanah
2014 7 3.186 Masukdari : Batu, Malang
Keluarke : Banyuwangi, Banjarmasin,
Makassar, Solo, Malang, Ambon, Flores, Polewali 2015 7 3.780,68 Peningkatan Pertahun (%) 0 18,67 8 KacangHijau
2014 3,5 430,5 Masukdari : Jatim, Malang, Pare,
Kediri
Keluarke : Surabaya, Banjarmasin,
Bali, Tenggarong, Makassar, Lampung 2015 6 2.286,04
Peningkatan
Pertahun (%) 71,43 431,02
9 TepungTerigu
2014 0 0 Masukdari : Jatim, Bali, Makassar,
TanjungPriok, Surabaya Keluarke : NTT 2015 0 0 Peningkatan Pertahun (%) 10 MinyakGoreng 2014 0 0 Masukdari : Surabaya Keluarke : - 2015 0 0 Peningkatan Pertahun (%) 11 DagingAyam 2014 147,3 6 Masukdari : Jatim Keluarke : Makassar 2015 23,33 0,99 Peningkatan Pertahun (%) -84,16 -83,50 12 TelurAyam 2014 1.894,2 18 Masukdari : Bali Keluarke : NTT 2015 1.246,4 3,43 Peningkatan Pertahun (%) -34,20 -80,94 13 SapiPotong
2014 0 38.906 Keluarke : PekanBaru, Kuala Barto,
Banjarmasin, Balikpapan, Jambi, Woja, Bogor, Tangerang, Wonosobo, Batam, Bekasi, Jakarta, Riau, Gersik, Samarinda, Lampung, Depok, Banyuwangi, Bekasi, OganIlir, Bangka Belitung, Palangkaraya, Pontianak
2015 0 18.655
Peningkatan Pertahun (%)
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
26
No Komoditi/ Tahun Masuk (Ton) Keluar (Ton/ekor) Keterangan 14 KerbauPotong2014 0 6.249 Keluarke : Bekasi, Sumedang,
Balikpapan, Banjarmasin, Jeneponto, Bulukumba, Banyuwangi, Jogjakarta, Bandar Lampung, Depok,
Palangkaraya, Samarinda, Maros, Bone, Tangerang, Jakarta, Sumba Barat, TanaToraja
2015 0 3.553
Peningkatan Pertahun (%)
0 -43,14
Apabila dikaitkan antara tabel 1.4 produksi komoditas pangan dan tabel
3.7 cadangan pangan dengan tabel 3.18 menunjukkan bahwa rendahnya
cadangan pangan pada tahun 2014 dan 2015 disamping disebabkan karena
menurunnya produksi pada tahun 2014 juga dipengaruhi oleh tingginya arus
keluar komoditas pangan khususnya beras. Namun tingginya arus keluar ini
belum menyebabkan kekurangan stok cadangan pangan dalam daerah.
e.
Terwujudnya Koordinasi Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan
Dalam rangka mewujudkan capaian sasaran terwujudnya koordinasi
pelaksanaan program Ketahanan Pangan dilaksanakan melalui:
1). Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan
Rapat koordinasi dewan ketahanan pangan selama tahun 2015 telah
menghasilkan 2 rekomendasi sebagai berikut :
a). Mendorong BULOG untuk meningkatkan penyerapan hasil panen
komoditas pangan;
b). Menginformasikan kepada semua Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi
atau Meminimalisir dampak el nino.
2). Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan
Sinkronisasi Program Ketahanan Pangan bertujuan untuk menyamakan
persepsi antara Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat dalam pelaksanaan kegiatan
3). Evaluasi Ketahanan Pangan
Evaluasi Ketahanan Pangan dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengetahui progres dan permasalahan pelaksanaan program dan kegiatn
ketahanan pangan serta sebagai bahan pengambilan kebijakan pimpinan dalam
perencanaan pembangunan ketahanan pangan tahun berikutnya
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
27
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
A.
Tujuan dan Sasaran
1.
Tujuan
a. Meningkatkan ketersediaan pangan dan kualitas Sistem Kewaspadaan
Pangan dan Gizi
b. Meningkatkan kualitas kelembagaan ketahanan pangan
c. Meningkatkan intensitas pemantauan distribusi dan harga komoditas
pangan strategis
d. Meningkatkan kapasitas kemampuan akses pangan rumah tangga
e. Meningkatkan efektivitas pembinaan keamanan pangan
f.
Meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang
dan aman dengan memanfaatkan sumber pangan lokal
g. Meningkatkan efektivitas pengujian dan sertifikasi mutu pangan
h. Meningkatkan kualitas pelayanan teknis
i.
Meningkatkan efektivitas ketatausahaan
j.
Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan
k. Meningkatkan efektifitas perencanaan, monitoring dan evaluasi
l.
Meningkatkan efektivitas pelayanan umum dan kepegawaian
2.
Sasaran
a. Tersedianya hasil Pengembangan Model Cadangan Pangan Spesifik Lokal,
pemantauan produksi dan Penanganan Daerah Rawan Pangan melalui
Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
b. Tersedianya bahan koordinasi, pembinaan dan penataan kelembagaan
Ketahanan Pangan
c. Tersedianya hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi dan
kelembagaan distribusi pangan
d. Tersedianya hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan
pemantapan analisis akses pangan
e. Tersedianya bahan koordinasi pemberdayaan masyarakat dalam rangka
diversifikasi pangan
f.
Tersedianya bahan koordinasi pengkajian dan analisa pola konsumsi
pangan dalam rangka diversifikasi pangan
g. Terfasilitasinya penerapan sistem manajemen mutu kelembagaan dalam
proses akreditasi dan melakukan standardisasi mutu pangan sektor
pertanian
h. Terfasilitasinya penerbitan sertifikat keamanan pangan dan registrasi
produk
i.
Tersusunnya
dokumen
perencanaan,
kepegawaian,
keuangan,
perlengkapan rumah tangga, surat menyurat dan kearsipan;
j.
Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi
kepegawaian
k. Tersedianya data dan laporan keuangan
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
28
B. Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2017
Rencana Program dan Kegiatan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa
Tenggara Barat Tahun 2017 mengacu kepada pencapaian target RPJMD 2013-2018,
Renstra BKP Provinsi NTB Periode 2013-2018, Penurunan Angka Kemiskinan
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.1
Rencana Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Tahun 2017
No Sasaran
Strategis Program Kegiatan
Indikator Kinerja Target 1. Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi kepegawaian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
- Penyediaan jasa surat menyurat
- Penyediaan jasa
komunikasi; sumber daya air dan listrik
- Penyediaan jasa administrasi keuangan - Penyediaan jasa kebersihan
kantor
- Penyediaan alat tulis kantor - Penyediaan barang cetakan
dan penggandaan - Penyediaan komponen
instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
- Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor - Penyediaan bahan bacaan
dan peraturan perundang-undangan
- Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah - Penyediaan Jasa Keamanan
Kantor) Jasa operasional administrasi perkantoran 12 Bulan Tersedianya Bahan dan peralatan Laboratorium 1 PKT Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - Pembangunan Gedung Kantor - Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor - Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional - Pemeliharaan rutin/berkala
Peralatan dan Perlengkapan Kantor
- Pemeliharaan rutin/berkala Taman; Tempat Parkir dan Halaman Kantor)
Sarana tempat kerja menjadi lebih baik 1 Unit Gedung Terbangunnya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Laboratorium UPTB BPSMP 1 UNIT Kondisi kendaraan dinas menjadi lebih baik 67 UNIT Terpeliharanya sarana kantor yang memadai 23 UNIT Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Pembinaan mental dan fisik aparatur Terwujudnya aparatur yang beriman dan bertaqwa 70
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
29
No Sasaran
Strategis Program Kegiatan
Indikator Kinerja Target 2. Tersedianya Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi Program peningkatan pengembanga n sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
- Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
- Penyusunan Rencana Kerja SKPD
- Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi 7 Dokumen 3. Tersedianya data dan laporan keuangan Program peningkatan pengembanga n sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun,
Dokumen Laporan Keuangan 3 Dokumen Program Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah Peningkatan Manajemen Asset/Barang Milik Daerah
Informasi dan data asset kantor 1 Laporan 4. Terwujudnya kemantapan ketersediaan pangan berbasis kemandirian ditingkat rumah tangga Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan) Pengembangan Cadangan Pangan Daerah Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah dan Masyarakat 10 Ton 100 RMU Pengembangan lumbung pangan Jumlah Lumbung Pangan Masyarakat yang dibangun dan diisi cadangan
pangannya
20 Lumbung
Pengembangan Desa Mandiri Pangan Terbina dan Tertatanya Kelembagaan Desa 60 DESA Prognosa Ketersediaan Pangan Selama 5 Tahun dan Menjelang HBKN Informasi Kebutuhan dan ketersediaan pangan masyarakat dan cadangan pangan menjelang HBKN 5 LAPORAN
Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)
Jumlah Petugas yang terlatih dalam analisa SKPG 30 ORang Pelatihan Pendamping Ketahanan Pangan Terlatihnya pendamping ketahanan pangan 200 ORANG
Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Tersusunnya Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 1 DOKUMEN
Survey Stock Pangan Ditingkat Rumah Tangga
Informasi stock cadangan pangan masyarakat/rumah tangga
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
30
No Sasaran
Strategis Program Kegiatan
Indikator Kinerja Target 5 Terwujudnya percepatan penganekarag aman konsumsi pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan) Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan
Jumlah kelompok masyarakat yang memanfaatkan pekarangan melalui konsep KRPL 20 KRPL
Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Jumlah masyarakat yang memperoleh informasi pengolahan pangan lokal 35 Orang
Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Kelompok Masyarakat yang difasilitasi Bantuan Alat Pengolahan Pangan 8 KELOMPOK Pengembangan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) Tersusunnya Silabus Muatan Lokal P2KP Dalam Materi Pembelajaran siswa SD/MI, SLTP dan SLTA 12 Sekolah (4 SD/MI, 4 SLTP dan 4 SLTA Peserta sosialisasi yang meningkat kemampuannya tentang pentingnya peningkatan kualitas penganekaragaman konsumsi pangan di NTB 200 ORANG Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan
Promosi atas hasil produksi pertanian/ perkebunan unggulan daerah
Jumlah event yang diikuti dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penganekaragman konsumsi pangan 6 KALI PAMERAN 6 Terwujudnya pemahaman stake holders tentang pentingnya pangan segar yang bermutu dan aman Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)
Sertifikasi Produk Pangan Buah dan Sayur Segar
Buah dan sayur segar yang bersertifikat Prima III
12 Komoditi
Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Buah dan Sayur Segar
Jumlah Komoditi pangan yang diuji laboratorium 25 Komoditi Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan
Promosi produk buah dan sayur segar Jumlah komoditi pangan yang bersertifkat yang disosialisasikan 24 Komoditi
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
31
No Sasaran
Strategis Program Kegiatan
Indikator Kinerja Target 7 Terwujudnya keterjangkaua n pangan ditingkat desa dan rumah tangga Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)
Pemantauan Arus Distribusi Komoditas Pangan
Informasi Arus Distribusi komoditas pangan
18 Komoditas
Kajian Dampak LDPM Hasil Kajian Dampak LDPM
1 DOKUMEN Pengembangan lembaga
distribusi pangan masyarakat (LDPM) Terlatihnya pengelolaa LDPM 57 ORANG Jumlah Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat yang terfasilitasi 11 PUPM/20 TTI
Pemantauan harga pangan dan pengembangan sistem informasi pasar Data harga 14 komoditas pangan bulanan dan tahunan 10 Kab/Kota
Pemantauan dan Pengkajian Sistem Distribusi Pangan
Data dan informasi Hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi pangan
2 LAPORAN
Survey Akses Pangan Masyarakat Laporan Informasi akses pangan masyarakat 1 Dokumen 8 Terwujudnya koordinasi pelaksanaan program ketahanan pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/ Perkebunan)
Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Rumusan kebijakan terkait mekanisme pembangunan ketahanan pangan NTB 2 Rekomendasi - Pertemuan sinkronisasi program dan kegiatan ketahanan pangan - Pertemuan Evaluasi Ketahanan Pangan Rekomendasi rencana pelaksanaan ketahanan pangan 2 Rekomendasi
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
32
BAB IV
INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN YANG
MENGGAMBARKAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD
A.
Indikator Kinerja Ketahanan Pangan Berdasarkan Sasaran RPJMD
Sasaran RPJMD 2013-2018 yang menjadi acuan dan pedoman kerja Badan
Ketahanan Pangan Provinsi NTB adalah Skor Pola Pangan Harapan (PPH), seperti
pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Indikator Kinerja SKPD Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
No. Indikator Satuan
Kondisi Kinerja Pada Awal
Periode RPJMD
Target Capaian Setiap Tahun
Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD 2014 2015 2016 2017 2018 1 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Point 78,70 79,40 80,20 80,90 81,70 82,50 82,50
B.
Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran yang Menggambarkan Pencapaian
Target Renstra SKPD
Tabel 4.2
Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Yang Menggambarkan Pencapaian
Renstra SKPD BKP Provinsi NTB 2013-2018
No. Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke
2014 2015 2016 2017 2018 1. Meningkatkan ketersediaan pangan dan kualitas Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
Tersedianya hasil Pengembangan Model Cadangan Pangan Spesifik Lokal, pemantauan produksi dan Penanganan Daerah Rawan Pangan melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
Laporan Analisa Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan
2. Meningkatkan kualitas kelembagaan ketahanan pangan Tersedianya bahan koordinasi, pembinaan dan penataan kelembagaan Ketahanan Pangan Informasi Rencana Pengembanga n Desa Mapan 120 Desa 3. Meningkatkan intensitas pemantauan distribusi dan harga komoditas pangan strategis Tersedianya hasil pemantauan dan pengkajian sistem distribusi dan kelembagaan distribusi pangan Laporan Hasil Kajian Sistem Distribusi Pangan
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
33
No. Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke
2014 2015 2016 2017 2018 4. Meningkatkan kapasitas kemampuan akses pangan rumah tangga Tersedianya hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan pemantapan analisis akses pangan hasil kajian, perumusan kebijakan, pemantauan dan pemantapan analisis akses pangan 1 Laporan 1 Laporan 5. Meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan memanfaatkan sumber pangan lokal Tersedianya bahan koordinasi pemberdayaan masyarakat dalam rangka diversifikasi pangan 6. Meningkatkan efektivitas pembinaan keamanan pangan Tersedianya bahan koordinasi pengkajian dan analisa pola konsumsi pangan dalam rangka diversifikasi pangan Laporan analisa pola konsumsi pangan masyarakat
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
7. Meningkatkan kualitas pelayanan teknis Terfasilitasinya penerapan sistem manajemen mutu kelembagaan dalam proses akreditasi dan melakukan standardisasi mutu pangan sektor pertanian Produk buah dan sayur segar yang disertifikasi 8. Meningkatkan efektifitas pengujian dan sertifikasi mutu pangan Terfasilitasinya penerbitan sertifikat keamanan pangan dan registrasi produk Sertifikat Prima 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 6 Komoditi 9. Meningkatkan efektivitas ketatausahaan Tersusunnya dokumen perencanaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan rumah tangga, surat menyurat dan kearsipan Laporan kinerja UPTB
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
10. Meningkatkan efektivitas pelayanan umum dan kepegawaian Tersedianya sarana prasarana kantor, data aset dan administrasi kepegawaian Jasa perkantoran, sarana prasarana kantor, laporan aset dan laporan kepegawaian
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
34
No. Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke
2014 2015 2016 2017 2018 11. Meningkatkan efektifitas perencanaan, monitoring dan evaluasi Tersedianya Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi Dokumen Perencanaan, Penganggaran dan evaluasi 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 9 Dokumen 12 Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan Tersedianya data dan laporan keuangan Informasi kinerja dan data keuangan
12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 13 u l a n
Rencana Kerja Ketahanan Pangan Tahun 2017
35
BAB V
DANA INDIKATIF BESERTA SUMBER DAYA SERTA PRAKIRAAN MAJU
BERDASARKAN PAGU INDIKATIF TAHUN 2016
Dalam rangka pencapaian target pembangunan ketahanan pangan dan pencapaian
target indikator RPJMD dan Renstra BKP Provinsi NTB, program/kegiatan yang
diprioritaskan untuk mendapat prioritas anggaran pada tahun 2017 sebagai berikut:
A.
Sumber Dana APBD Provinsi NTB Tahun 2017
1.
Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB
Tabel 5.1
Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Ketahanan Pangan
Tahun 2017
NO. KODE PROGRAM DAN KEGIATAN
NILAI (Rp.000) 2017 2016/2018 APBD PROVINSI TAHUN NILAI JENIS NILAI A. 01 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
742.710 2016 589.895
2018 811.910
1. 01.01 Penyediaan jasa surat menyurat BL 35.000 2016 29.229
2018 38.500
2. 01.02 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
BL 176.000,0 2016 160.452,50
2018 193.600
3. 01.03 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor
BL 25.000 2016 22.510
2018 27.500
4. 01.07 Penyediaan jasa administrasi keuangan BL 50.710 2016 46.100
2018 50.710
5. 01.08 Penyediaan jasa kebersihan kantor BL 65.000 2016 57.950
2018 71.500
6. 01.10 Penyediaan alat tulis kantor BL 25.000 2016 7.500
2018 27.500
7. 01.11 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
BL 15.000 2016 12.000
2018 16.500
8. 01.12 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
BL 10.000 2016 8.470
2018 11.000
9. 01.13 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
BL 100.000 2016 46.545
2018 110.000
10. 01.15 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
BL 38.000 2016 35.260
2018 41.800
11. 01.17 Penyediaan makanan dan minuman BL 35.000 2016 28.750