• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil PCK (Pedagogical Content Knowledge) guru matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada Topik Turunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Profil PCK (Pedagogical Content Knowledge) guru matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada Topik Turunan"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PROFIL PCK (PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) GURU MATEMATIKA SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA PADA TOPIK TURUNAN. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika. Disusun oleh: Veronika Kania Anindita 141414074. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PROFIL PCK (PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) GURU MATEMATIKA SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA PADA TOPIK TURUNAN. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika. Disusun oleh: Veronika Kania Anindita 141414074. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018. i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 20. iii.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. I dedicated this thesis for: Jesus Christ and Mother Marry Agustinus Sarman as my father Anastasia Sutinem as my mother Pilipus Neri Agustima as my brother Michael Bobby Christian as beloved friend. iv.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya. Sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7) Manusia harus mempunyai rencana, masalah terlaksana atau tidak, Tuhan sudah mengaturnya (Anastasia Sutinem) Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present. (Bil Keane). v.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. vii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK Veronika Kania Anindita. 2018. Profil PCK (Pedagogical Content Knowledge) Guru Matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada Topik Turunan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui PCK guru matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, khususnya pada topik turunan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah dua orang guru matematika SMA BOKRI I Yogyakarta yang mengajar pada topik yang sama. Objek penelitian ini adalah PCK masing-masing guru khususnya dalam mengajarkan topik turunan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi proses pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil PCK guru matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta yang ditinjau dari PCK murni, pengetahuan materi dalam konteks pedagogik, dan pengetahuan pedagogik dalam konteks materi yaitu: (1). Profil PCK Guru 1 pada aspek tuntutan kognitif dari tugas, kesesuaian dan kedetailan dalam menyajikan konsep, pengetahuan kurikulum, pemahaman yang mendalam mengenai dasar matematika, struktur matematika dan koneksinya, serta tujuan pembelajaran masih perlu ditingkatkan karena masih ada indikator yang belum terpenuhi, sedangkan pada aspek strategi pembelajaran, cara berpikir siswa, sumber daya pengetahuan, tujuan pengetahuan materi, mendekonstruksi konten sebagai kunci komponen-komponen, pengetahuan mengenai prosedurnya, metode pemecahan masalah, mengambil dan memelihara fokus siswa, serta teknik kelas sudah baik karena sudah memenuhi indikator. (2). Profil PCK Guru 2 pada aspek cara berpikir siswa, tuntutan kognitif dari tugas, pengetahuan kurikulum, mengambil dan memelihara fokus siswa masih perlu ditingkatkan karena masih ada indikator yang belum terpenuhi, sedangkan pada aspek strategi pembelajaran, kesesuaian dan kedetailan dalam menyajikan konsep, sumber daya pengetahuan, tujuan pengetahuan materi, mendekonstruksi konten sebagai kunci komponenkomponen, pemahaman yang mendalam mengenai dasar matematika, struktur matematika dan koneksinya, pengetahuan mengenai prosedurnya, metode pemecahan masalah, tujuan pembelajaran, dan teknik kelas sudah baik karena sudah memenuhi indikator. Kata kunci: PCK, guru matematika, turunan. viii.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT Veronika Kania Anindita. 2018. Profile of PCK (Pedagogical Content Knowledge) High School Math Teachers BOPKRI 1 Yogyakarta on Derivatives. Undergraduate Thesis. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. Yogyakarta. This research aims to determine the PCK profile of mathematics teachers SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, especially on the topic of derivatives. This research is a qualitative research. Subjects were two mathematics teachers of SMA BOPKRI I Yogyakarta who taught on the same topic. The object of this research is teacher's PCK especially in teaching derivatives topic. Data have collected by observation of learning process, interview, and documentation. Data analysis technique in this research is interactive technique consisting of data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results of this study indicate that PCK teachers of SMA BOPKRI 1 Yogyakarta mathematics observed from clearly PCK, content knowledge in pedagogical context, and pedagogical knowledge in a content context are: (1). The PCK Guru 1 on the aspects of cognitive demands of task, appropriate and detailed representations of concepts, curriculum knowledge, Profound Understanding of Fundamental Mathematics, mathematical structure and connections, and goals for learning still need to be improved because there are still indicators that have not been fulfilled, while in the aspects of teaching strategies, student thinking, knowledge of resources, purpose of content knowledge, deconstructing content to key component, procedural knowledge, methods of solution, getting and maintaining student focus, as well as the classroom techniques is already good as it meets the indicators. (2). The PCK Guru 2 on aspects of student thinking, cognitive demands of task, curriculum knowledge, getting and maintaining student focus still need to be improved because there are still indicators that have not been fulfilled, while in the aspects of teaching strategies, appropriate and detailed representations of concepts, knowledge of resources, purpose of content knowledge, deconstructing content to key component, Profound Understanding of Fundamental Mathematics, mathematical structure and connections, procedural knowledge, methods of solution, goals for learning, and classroom techniques have been good because it meets the indicators. Keywords: PCK, math teachers, derivatives. ix.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Profil PCK (Pedagogical Content Konowledge) Guru Matematika SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada Topik Turunan” dengan lancar dan baik. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa tanpa adanya dukungan dan bimbingan dari beberapa pihak ketika peneliti melaksanakan penelitian, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka skripsi tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terimakasih kepada: 1. Ibu Maria Suci Apriani, S.Pd., M.Sc., selaku dosen pembimbing skripsi dan yang berkenan membimbing peneliti dengan memberikan waktu, tenaga, dan ide atau masukan yang sangat bermanfaat bagi keberhasilan penelitian yang dilakukan peneliti serta Dosen Pembimbing Akademik yang telah mendampingi peneliti selama berproses di Program Studi Pendidikan Matematika. 2. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak Beni Utomo, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Segenap dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika atas bimbingan dan bantuan selama berproses di Universitas Sanata Dharma. 6. Guru, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, dan semua pihak sekolah SMA BOPKRI 1 Yogyakarta yang telah membantu kelancaran dan keberhasilan penelitian.. x.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. xi.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI PROFIL PCK (PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) GURU MATEMATIKA SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA PADA TOPIK TURUNAN .............................................................................................................. i HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah...................................................................................... 3 C. Batasan Masalah ........................................................................................ 3 D. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4 E. Penjelasan Istilah ....................................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 5 G. Sistematika Penelitian ................................................................................ 5 BAB II KAJIAN TEORI ...................................................................................... 7 A. Kompetensi Guru ....................................................................................... 7 B. PCK ............................................................................................................. 9 C. Turunan .................................................................................................... 17 D. Penelitian yang Relevan ........................................................................... 22 E. Kerangka Berpikir ................................................................................... 25 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 27 A. Jenis Penelitian ......................................................................................... 27 B. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................ 27 C. Subjek Penelitian dan Objek Penelitian ................................................ 27. xii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 28 E. Instrumen Penelitian ................................................................................ 29 F. Uji Kredibilitas Data ................................................................................ 33 G. Teknik Analisis Data ................................................................................ 33 H. Prosedur Penelitian .................................................................................. 35 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ............................................................ 37 A. Proses Penelitian....................................................................................... 37 B. Penyajian Data Guru 1 ............................................................................ 38 C. Penyajian Data Guru 2 ............................................................................ 72 D. Analisis dan Pembahasan PCK .............................................................. 93 E. Hasil ......................................................................................................... 129 F. Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 132 BAB V PENUTUP ............................................................................................. 134 A. Kesimpulan ............................................................................................. 134 B. Saran ....................................................................................................... 138 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 139 LAMPIRAN ....................................................................................................... 141. xiii.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Komponen PCK Menurut Anwar ......................................................... 16 Tabel 2.2 Kecepatan Rata-Rata Benda B ............................................................. 20 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Observasi ............................................................................... 30 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Wawancara ............................................................................ 32 Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian .............................................................. 37 Tabel 4.2 Analisis Tuntutan Kognitif dari Tugas (Guru 1) ................................... 99 Tabel 4.3 Analisis Tuntutan Kognitif dari Tugas (Guru 2) ................................. 116 Tabel 4.4 PCK Guru SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada Topik Turunan .......... 129. xiv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 4.1 Gambar 4.2. Hubungan antara Komponen Pembentuk PCK ............................... 11 Pengetahuan Dasar Tugas Mengajar ............................................... 12 Komponen PCK Menurut Magnusson ............................................ 13 Benda B Jatuh Bebas ....................................................................... 19 Pembahasan Kecepatan Sesaat Gerak jatuh Bebas oleh Guru 1 ..... 42 Pembahasan Kecepatan Rata-Rata Benda B dalam Interval 𝑡1 = 1𝑠 sampai 𝑡 = 𝑡2 ............................................................................. 43 Gambar 4.3 Proses Guru 1 Mengingatkan Kembali Mengenai Fungsi Aljabar . 44 Gambar 4.4 Pembahasan Contoh Soal oleh Guru 1 ............................................ 45 Gambar 4. 5 Soal Latihan 1.................................................................................. 46 Gambar 4.6 Laju Perubahan Nilai Fungsi 𝑓(𝑥) Terhadap 𝑥 = 𝑎 ....................... 48 Gambar 4.7 Respon Guru 1 Terhadap Miskonsepsi Siswa ................................. 50 Gambar 4. 8 Soal Latihan 2.................................................................................. 52 Gambar 4.9 Definisi Turunan Fungsi.................................................................. 56 Gambar 4.10 Respon Guru Terhadap Miskonsepsi Siswa dimana ....................... 61 Gambar 4.11 Soal Latihan 5.................................................................................. 63 Gambar 4.12 Soal Latihan 6.................................................................................. 63 Gambar 4. 13 Soal Latihan 7................................................................................. 65 Gambar 4.14 Pembahasan Turunan Perkalian Tiga Fungsi dengan Dua Metode. 67 Gambar 4.15 Soal Latihan 8 dan Latihan 9........................................................... 68 Gambar 4.16 Grafik 𝑦 = 𝑓(𝑥) .............................................................................. 73 Gambar 4.17 Grafik 𝑦 = 𝑓(𝑥) dengan Beberapa Titik Koordinat ....................... 74 Gambar 4.18 Gradien Suatu Garis pada Grafik 𝑦 = 𝑓(𝑥) .................................... 75 Gambar 4.19 Gradien Garis Singgung dan Konsep Turunan ............................... 78 Gambar 4.20 Contoh Soal dan Latihan Soal pada Pertemuan 1 ........................... 79 Gambar 4.21 Tambahan Soal Latihan Mengenai Konsep Turunan ...................... 81 Gambar 4.22 Pembahasan Dalil 1-4 oleh Guru 2 ................................................. 82 Gambar 4.23 Pembahasan Dalil 5 dan Latihan Soal ............................................. 83 Gambar 4.24 Tugas Kelompok ............................................................................. 84 Gambar 4.25 Pembuktian Rumus Turunan Perkalian Dua Fungsi oleh Guru 2 ... 86 Gambar 4.26 Pembahasan Dalil 8 (Turunan Berantai) ......................................... 89 Gambar 4.27 Latihan Soal Turunan Berantai ....................................................... 90 Gambar 4.28 Latihan Soal Persiapan Ulangan ..................................................... 93 Gambar 4.29 Proses Pembuktian Dalil Turunan ................................................. 124. xv.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Universitas .............................................. 142 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA) ................................................................................... 143 Lampiran 3. Surat Keterangan dari Sekolah ....................................................... 144 Lampiran 4. Pedoman Observasi ........................................................................ 145 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru 1 ........................ 147 Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru 2 ........................ 160. xvi.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dengan demikian, guru yang berada pada semua jenjang pendidikan formal adalah pendidik profesional yang telah dilatih melalui pendidikan formal yang diprogramkan secara khusus. Pada hakikatnya kemampuan profesional guru adalah muara dari keterampilan dasar dan pemahaman yang mendalam tentang anak sebagai peserta didik, objek belajar, dan situasi kondusif berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Menjadi guru bukan suatu profesi yang mudah. Menjadi guru yang profesional harus melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus untuk memperoleh keahlian dalam memanajemen kelas dengan baik, menguasai materi ajar, mendidik siswa, dan terampil dalam menggunakan metode/model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman yang tidak terlepas dari kurikulum. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak yang berwenang. Guru yang profesional, khususnya guru matematika, tidak hanya mampu menguasai. 1.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. materi matematika dan strategi pengajaran saja, tetapi juga harus mempunyai pemahaman dan kemampuan khusus untuk memadukan materi, kurikulum, belajar, pengajaran, dan siswa, salah satunya dengan memiliki Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang baik. Dalam Kharisma (2016) Pedagogical Content Knowledge (PCK) digambarkan sebagai hasil perpaduan antara pemahaman materi ajar (content knowledge) dan pemahaman cara mendidik (pedagogical knowledge) yang berbaur menjadi satu yang perlu dimiliki oleh seorang pengajar. Windarto (2016) menyatakan bahwa guru tidak hanya bertanggung jawab memahami materi. yang diajarkan dan cara. pengajarannya. Namun, guru juga dituntut mampu mengintegrasikan pengetahuan materi ke dalam kurikulum, pembelajaran, mengajar, dan peserta didik. Pengetahuan-pengetahuan tersebut akhirnya dapat menuntun guru untuk merangkai strategi dan situasi pembelajaran yang sesuai kebutuhan individual dan kelompok peserta didik. Kemampuan seperti ini dinyatakan sebagai PCK. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak. Walaupun begitu, matematika banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari cara guru mengajar. Pada PCK, guru tidak hanya memberikan materi, melainkan juga guru memberikan. pengalaman-pengalaman. pada. siswa. melalui. strategi. pembelajaran. Misalnya, melalui diskusi kelompok, guru mengajak siswa menemukan aturan turunan hasil bagi..

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Turunan merupakan salah satu materi matematika yang wajib dipelajari pada tingkat SMA/SMK/MA. Turunan juga penting sebagai prasyarat dalam mempelajari integral. Pemahaman konsep sangatlah penting supaya siswa memiliki bekal untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran, komunikasi, koneksi, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan supaya siswa memahami suatu konsep matematika, khususnya konsep turunan. Berdasarkan uraian di atas, maka PCK penting untuk diteliti guna meningkatkan kualitas pembelajaran selanjutnya. Menurut Hamidah (2011) dalam Kharisma, PCK bukan merupakan bentuk tunggal yang sama untuk semua guru yang mengajar, melainkan keahlian khusus dengan keistimewaan. individu. dan. berlainan. yang. dipengaruhi. oleh. konteks/suasana mengajar, isi, dan pegalaman. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Profil PCK (PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) GURU MATEMATIKA SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA PADA MATERI TURUNAN”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dirumuskan masalah, yaitu “Bagaimana profil PCK guru matematika di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta khususnya pada materi turunan?” C. Batasan Masalah Mengingat keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan pengetahuan peneliti, maka dalam penelitian ini perlu adanya pembatasan masalah..

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Pembatasan masalah dilakukan hanya untuk menyederhanakan dan menyempitkan lingkup masalah, akan tetapi tidak akan mengurangi sifat ilmiah dari suatu pembahasan. Peneliti melakukan pembatasan masalah pada hal-hal berikut: 1. Subjek pada penelitian ini adalah dua guru SMA BOPKRI 1 Yogyakarta kelas XI MIPA-1 dan XI Bahasa mata pelajaran Matematika Wajib tahun ajaran 2017/2018. 2. Objek penelitian ini adalah PCK guru dalam mengajarkan materi Turunan pada KD 3.8 dan 4.8. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil PCK guru matematika di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta khususnya pada materi Turunan. E. Penjelasan Istilah Pedagogical Content Knowledge (PCK) Pedagogical Content Knowledge (PCK) adalah perpaduan dari pengetahuan tentang materi ajar, kurikulum, belajar, pembelajaran, dan siswa yang diterapkan pada proses pembelajaran sehingga tercipta suasana pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran..

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak antara lain: 1. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dapat lebih memahami peran penting PCK dalam proses pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai bekal dimasa yang akan datang. 2. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengetahui PCK-nya sehingga dapat diperbaiki atau ditingkatkan di masa yang akan datang. 3. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi tentang PCK guru yang menjadi subjek penelitian sebagai sarana evaluasi pembelajaran selanjutnya, khususnya pada mata pelajaran Matematika. G. Sistematika Penelitian Peneliti membagi skripsi ini ke dalam 5 bagian, garis besar dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut: 1. BAB I: Pendahuluan Bagian ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, penjelasan istilah, dan manfaat penelitian..

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 2. BAB II: Landasan Teori Bagian ini berisikan teori mengenai PCK, turunan, penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir. 3. BAB III: Metode Penelitian Bagian ini berisikan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, subjek dan objek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, uji kredibilitas data, teknik analisis data, dan prosedur penelitian. 4. BAB IV: Penyajian Data, Analisis Data, Pembahasan, dan Hasil Bagian ini berisikan proses penelitian, penyajian data, analisis data dan pembahasan, serta hasil penelitian. 5. BAB V: Penutup Bagian ini berisikan kesimpulan dan saran..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN TEORI A. Kompetensi Guru Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru sebagai pendidik profesional wajib memiliki kompetensi, yakni seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (UU RI No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 10). Kompetensi minimal yang wajib dikuasai oleh guru menurut Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, meliputi: 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola peserta didik yang meliputi menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, kegiatan pembelajaran yang mendidik, penilaian dan evaluasi hasil belajar, serta pengembangan. 7.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. peserta didik untuk mengaktualisaikan berbagai potensi yang dimilikinya (Irwantoro, 2016:4). 2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan siswa (Irwantoro, 2016:2). 3. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran. yang diampu, menguasai standar. kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengembangkan. keprofesionalan. secara. berkelanjutan. dengan. melakukan tindakan reflektif, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru). Menurut Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, kompetensi profesional guru matematika adalah sebagai berikut: a. Menguasai. pengetahuan. konseptual. dan. prosedural. keterkaitan keduanya dalam konteks materi matematika.. serta.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. b. Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata. c. Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, prosedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. d. Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer. Oleh karena itu, dalam pembelajaran materi turunan, guru harus menguasai pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan keterkaitan. keduanya. dalam. konteks. turunan. serta. mampu. menggunakan pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah turunan. Guru juga harus mampu menggunakan alat peraga, alat hitung, atau piranti komputer dalam pembelajaran materi turunan. 4. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan siswa, sesama guru, orang tua/wali siswa serta bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar (Irwantoro, 2016:2). B. PCK Pedagogical Content Knowledge (PCK) diperkenalkan pertama kali oleh Lee Shulman pada tahun 1986 untuk merujuk pada pengetahuan yang merangkum kecakapan di bidang materi, pedagogi, dan kurikulum..

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Komponen utama pada PCK mencakup bagaimana para guru mengatur kelas mereka, mengorganisisr aktivitas, mengalokasikan waktu yang cukup, tugas yang terstruktur, memberikan pujian dan memperlihatkan kesalahan,. merumuskan. pertanyaan. yang. sesuai. dengan. pemahaman mereka, membuat rencana pembelajaran,. tingkat. dan menilai. pemahaman siswa secara umum. Secara umum menurut Shulman (1986:9) PCK mempunyai dua kategori pengetahuan, yaitu: 1. Pengetahuan tentang bentuk-bentuk representasi dan bagaimana bahan ajar disampaikan dalam pembelajaran sehingga konsep yang terkait dalam pembelajaran dapat dipahami dan diserap oleh sebagian besar siswa. Ini mencakup pengetahuan tentang model, contoh, dan ilustrasi yang paling efektif terkait dengan bahan ajar tertentu. 2. Pengetahuan guru tentang faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, termasuk pengetahuan tentang tingkat kesulitan suatu topik, pra-konsepsi dan konsespsi siswa dengan berbagai usia dan latar belakang. Purniangsih (dalam Purwadi, 2017) menyatakan bahwa Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan pemahaman hubungan antara Content Knowledge (CK). dengan Pedagogical Knowledge (PK).. Hubungan antara komponen pembentuk PCK tersebut dapat digambarkan melalui diagram seperti Gambar 2.1:.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Gambar 2.1 Hubungan antara Komponen Pembentuk PCK. Pada diagram terlihat bahwa Pedagogical Content Knowledge merupakan irisan dari Content Knowledge (C) dan Pedagogical Knowledge (P). Shulman (dalam Suryawati, 2014:69) memaparkan content knowledge meliputi pengetahuan tentang konsep, teori, gagasan, kerangka kerja, pengetahuan tentang pembuktian, praktik-praktik dan pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan tersebut. Margiyono (2011) menyatakan bahwa content knowledge ini senada dengan kompetensi profesional guru, yang merupakan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam. Shulman (1986) juga mendefinisikan pedagogical knowledge sebagai cara dan proses mengajar yang meliputi tentang manajemen kelas, tugas, perencanaan, pelaksanaan pembelajaran. Margiyono (2011) menyatakan bahwa pedagogical knowledge identik dengan kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisaikan berbagai potensi yang dimilikinya..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Shulman (dalam Purwianingsih, dkk., 2010) memetakan komponen pengetahuan dasar dari tugas mengajar, yang dapat dilihat pada Gambar 2.2. Gambar 2.2 Pengetahuan Dasar Tugas Mengajar. Sumber: Purwianingsih, dkk., 2010: 91. Gambar 2.2 memperlihatkan bahwa semua aspek yang terkait dengan mengajar, seperti pengetahuan materi subjek, pengetahuan pedagogi umum,. dan. pengetahuan. konteks. pembelajaran. diarahkan. untuk. membentuk pengetahuan konten pedagogi. Shulman (1986) dalam Purwianingsih, dkk. (2010:92) mengidentifikasi 3 dimensi pengetahuan profesional yang penting dimiliki seorang guru, yaitu pengetahuan materi/konten, pengetahuan konten pedagogi, dan pengetahuan kurikulum. Magnusson (1999) mengidentifikasi komponen-komponen PCK dalam pembelajaran sains yang terdiri dari orientations toward teaching science, knowledge of science curriculum, knowledge of students’ understanding of science, knowledge of assessment in science, and.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. knowledge of instructional strategies. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.3. Gambar 2.3 Komponen PCK Menurut Magnusson. Sumber: Magnusson, 1999:99. Chick, Baker, Pham & Cheng (2006) membagi elemen PCK menjadi tiga kategori yaitu: 1. PCK murni PCK murni terdiri dari 7 aspek, yaitu: a. Strategi pembelajaran PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu menggunakan strategistrategi pembelajaran untuk mengajarkan suatu konsep matematika atau keterampilan matematika. Strategi pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Irwantoro, 2016:90)..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. b. Cara berpikir siswa PCK guru ditunjukkan ketika guru mengidentifikasi dan merespon proses berpikir siswa, termasuk miskonsepsi-miskonsepsi yang dimiliki siswa. c. Tuntutan kognitif dari tugas PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu mengidentifikasi kompleksitas tugas atau masalah yang diberikan sehingga kognitif siswa dapat berkembang secara optimal. d. Kesesuaian dan kedetailan dalam menyajikan konsep PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu memberikan gambaran atau ilustrasi secara detail yang sesuai dengan suatu konsep. e. Pengetahuan tentang sumber daya PCK guru ditunjukkan ketika guru menggunakan sumber informasi yang relevan dengan materi yang diajarkan. f. Pengetahuan kurikulum PCK guru ditunjukkan ketika guru menunjukkan pentingnya materi tertentu dalam konteks kurikulum. g. Tujuan pengetahuan materi PCK guru ditunjukkan ketika guru menunjukkan bagaimana suatu topik atau konsep digunakan. 2. Pengetahuan konten dalam konteks pedagogi Pengetahuan konten dalam konteks pedagogi terdiri dari 5 aspek, yaitu:.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. a. Mendekonstruksi konten sebagai kunci komponen-komponen PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu mengidentifikasi komponen-komponen matematika yang penting dalam suatu konsep yang merupakan dasar untuk memahami dan menggunakan konsep tersebut. b. Pemahaman yang mendalam mengenai dasar matematika PCK. guru. ditunjukkan. ketika. guru. mampu. menujukkan. pemahaman yang mendalam mengenai suatu konsep matematika. c. Struktur matematika dan koneksinya PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu mengidentifikasi hubungan-hubungan antar konsep matematika. d. Pengetahuan mengenai prosedurnya PCK. guru. ditunjukkan. ketika. guru. memperlihatkan. keterampilannya dalam memecahkan suatu masalah. e. Metode pemecahan masalah PCK guru ditunjukkan ketika guru mendemonstrasikan langkahlangkah dalam memecahkan suatu masalah. 3. Pengetahuan pedagogi dalam konteks konten Pengetahuan pedagogi dalam konteks konten terdiri dari 3 aspek, yaitu:.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. a. Tujuan pembelajaran PCK. guru. ditunjukkan. ketika. guru. merumuskan. tujuan. pembelajaran yang berkaitan langsung dengan materi matematika yang diajarkan dan juga yang berkaitan dengan sikap dan keterampilan. b. Mengambil dan memelihara fokus siswa PCK guru ditunjukkan ketika guru mampu menggunakan strategi yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa aktif dengan suasana yang kondusif. c. Teknik kelas PCK. guru. ditunjukkan. ketika. guru. menggunakan. teknik. pengelolaan kelas supaya tercipta suasana yang kondusif. Anwar (2010) membagi PCK menjadi 7 komponen yang masingmasing komponen memiliki elemen khusus, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut. Tabel 2.1 Komponen PCK Menurut Anwar (2010) Komponen Pengetahuan tentang materi. Pengetahuan tentang tujuan. Pengetahuan tentang siswa Pengetahuan tentang kurikulum. Pengetahuan tentang mengajar. Elemen Isi dari ilmu pengetahuan, praktik ilmiah, sifat alami dari ilmu pengetahuan, proses ilmiah Literatur dalam ilmu pengetahuan, aplikasi dalam kehidupan nyata, pemahaman terintegrasi Kebutuhan, minat, pengetahuan dasar, kemampuan, kesulitan belajar Standar kompetensi, kompetensi dasar, koneksi antara pelajaran dengan unit, pengorganisasian khusus dalam pelajaran, keputusan tentang apa yang harus diajarkan, desain yang fleksibel Berbagai metode mengajar, cara membangkitkan motivasi, kemampuan menyeleksi kegiatan yang efektif.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. Komponen Pengetahuan tentang penilaian. Pengetahuan tentang sumber daya. Elemen Cara penilaian, kemampuan memimpin diskusi siswa dan memberikan pertanyaan pada siswa, umpan balik Bahan, aktivitas, multimedia, teknologi yang ada di laboratorium, majalah ilmu pengetahuan. Sumber: Windarto, 2017: 9-10. Peneliti menggunakan kerangka yang dikembangkan oleh Chick, Baker, Pham, & Cheng sebagai acuan dalam membuat pedoman observasi karena kerangka tersebut sudah memuat kategori PCK menurut Magnusson (1999) dan Anwar (2010). Peneliti melakukan beberapa perubahan pada kerangka yang dikembangkan oleh Chick, Baker, Pham, & Cheng yang disesuaikan dengan materi yang diteliti. Perubahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.1 (halaman 30). C. Turunan KD. 3.8. Menjelaskan. sifat-sifat. turunan. fungsi. aljabar dan. menentukan turunan fungsi aljabar menggunakan definisi atau sifat-sifat turunan fungsi 4.8 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan turunan fungsi aljabar 1. Definisi Turunan Fungsi 𝑓: 𝑥 → 𝑦 atau 𝑦 = 𝑓(𝑥) mempunyai turunan yang dinotasikan 𝑦′ = 𝑓 ′ (𝑥) (Notasi Newton) atau. 𝑑𝑦 𝑑𝑥. =. 𝑑𝑓(𝑥) 𝑑𝑥. (Notasi Leibniz) dan. didefinisikan: 𝑓(𝑥 + ℎ) − 𝑓(𝑥) ℎ→0 ℎ. 𝑦 ′ = 𝑓 ′ (𝑥) = lim atau.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. 𝑑𝑦 𝑓(𝑥 + ℎ) − 𝑓(𝑥) = lim 𝑑𝑥 ℎ→0 ℎ (Purcell, dkk., 2010:100) 2. Laju Perubahan Sesaat Seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk menentukan kecepatan rata –rata adalah 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 =. ∆𝑠 ∆𝑡. Keterangan: 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎. : Kecepatan rata-rata (𝑚⁄𝑠). ∆𝑠. : Selisih jarak tempuh (𝑚). ∆𝑡. : Selisih waktu tempuh (𝑠). Seorang anak mengendarai motor dari rumah ke sekolah. Kecepatan rata–rata ia mengendarai motor dari rumah ke sekolah adalah 30 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚. Meskipun kecepatan rata – ratanya 30 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚, tapi speedometer motornya tidak selalu konstan menunjukkan angka 30 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚. Hal ini masuk akal sebab selama perjalanan dari rumah ke sekolah, speedometer menunjukkan angka 0 kemudian naik secara perlahan menjadi 10, 20, 30, 40, 60 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚. Ketika lalu lintas padat, barangkali speedometer hanya menunjukan 25 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚. Jadi jelas bahwa angka–angka yang ditunjukkan oleh speedometer bukan kecepatan rata – rata tetapi kecepatan sesaat..

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Gerak jatuh bebas. Misal benda B jatuh bebas dari ketinggian tertentu, jarak jatuhnya terhadap kedudukan semula sebagai fungsi waktu t dilambangkan dengan rumus: 𝑠(𝑡) = 5𝑡 2. Keterangan: 𝑠. : jarak jatuh terhadap kedudukan semula (m). 𝑡. : waktu yang diperlukan (s). Jika 𝑡 = 1𝑠, benda B turun sejauh 𝑠(1) = 5(1)2 = 5 𝑚. Jika 𝑡 = 2𝑠, benda B turun sejauh 𝑠(2) = 5(2)2 = 20 𝑚. (Gambar benda B jatuh dapat dilihat pada Gambar 2.4). Gambar 2.4 Benda B Jatuh Bebas Dengan demikian kecepatan rata–rata gerak benda B dalam interval 𝑡 = 1𝑠 sampai 𝑡 = 2𝑠 adalah: 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 =. 𝑠(2) − 𝑠(1) 20 − 5 = = 15 𝑚⁄𝑠 𝑡2 − 𝑡1 2−1.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Dengan menggunakan cara yang sama dapat ditentukan kecepatan rata-rata dalam interval 𝑡1 = 1𝑠. sampai 𝑡 = 𝑡2 𝑠 dengan t 2 yang. makin mendekati menuju t1 diperlihatkan pada Tabel 2.3. Tabel 2.2 Kecepatan Rata-Rata Benda B dalam Interval 𝑡1 = 1𝑠 sampai 𝑡 = 𝑡2 𝑡1. 𝑡2. 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎. 1 1 1 1 .  1. 1,5 1,2 1,1 1,01 .  1. 12,5 ..... ..... ..... .  10,00. Jika 𝑡2 makin mendekati 𝑡1 atau ∆𝑡 = 𝑡2 − 𝑡1 semakin kecil maka kecepatan rata-ratanya juga semakin berkurang dan menuju ke sebuah nilai tertentu. Kecepatan sesaat pada waktu 𝑡1 = 1𝑠 diharapkan dekat dengan 10 𝑚⁄𝑠. Tampak bahwa dalam proses perhitungan mengarah pada limit. Jadi kecepatan sesaat adalah limit dari kecepatan ratarata. Menentukan kecepatan sesaat sebagai limit dari kecepatan rata– rata, secara eksak dapat dirumuskan sebagai berikut: Misalkan sebuah benda 𝐵 bergerak sehingga jarak benda s sebagai fungsi waktu t dapat ditentukan oleh persamaan: 𝑠 = 𝑓(𝑡) Pada waktu 𝑡 = 𝑡1 , benda B berada di 𝑓(𝑡1 ) dan pada waktu 𝑡 = 𝑡1 + ℎ, benda 𝐵 berada di 𝑓(𝑡1 + ℎ), sehingga kecepatan rata-rata gerak benda 𝐵 dalam interval 𝑡1 ≤ 𝑡 ≤ 𝑡1 + ℎ adalah:.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 =. 𝑓(𝑡1 + ℎ) − 𝑓(𝑡1 ). (𝑡1 + ℎ) − 𝑡1. =. 𝑓(𝑡1 + ℎ) − 𝑓(𝑡1 ). ℎ. Kecepatan sesaat pada selang waktu 𝑡 = 𝑡1 diperoleh apabila nilai h mendekati nol. Dengan demikian kecepatan sesaat ditentukan dengan konsep limit sebagai berikut: 𝑉𝑠𝑒𝑠𝑎𝑎𝑡 = lim 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 = lim ℎ→0. 𝑓(𝑡1 + ℎ) − 𝑓(𝑡1 ). ℎ→0. ℎ. (Pramaeswari, 2018:1-2) 3. Dalil-Dalil Turunan Fungsi Aljabar a. Jika 𝑘 suatu bilangan konstan dan 𝑓(𝑥) = 𝑘 untuk setiap 𝑥 maka 𝑓 ′ (𝑥) = 0 b. Jika 𝑛 suatu bilangan real dan 𝑓(𝑥) = 𝑥 𝑛 maka berlaku 𝑓 ′ (𝑥) = 𝑛𝑥 𝑛−1 c. Jika 𝑓 dan 𝑔 merupakan fungsi dan 𝑘 merupakan suatu bilangan konstan, untuk 𝑔(𝑥) = 𝑘. 𝑓(𝑥) berlaku 𝑔′ (𝑥) = 𝑘. 𝑓′(𝑥) d. Jika 𝑓(𝑥) = 𝑘𝑥 𝑛 maka 𝑓 ′ (𝑥) = 𝑘𝑛𝑥 𝑛−1 e. Jika 𝑓 dan 𝑔 merupakan fungsi dengan 𝑓′(𝑥) dan 𝑔′(𝑥) ada, dan fungsi 𝐻 didefinisikan sebagai 𝐻(𝑥) = 𝑓(𝑥) ± 𝑔(𝑥) maka berlaku 𝐻′(𝑥) = 𝑓′(𝑥) ± 𝑔′(𝑥) f. Jika 𝐻(𝑥) = 𝑓(𝑥). 𝑔(𝑥), 𝑓 dan 𝑔 fungsi yang diferensiabel di 𝑥, turunan pertama fungsi 𝐻(𝑥) adalah 𝐻′𝑥) = 𝑓(𝑥). 𝑔′(𝑥) + 𝑓′(𝑥). 𝑔(𝑥).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. 𝑓(𝑥). g. Jika 𝐻(𝑥) = 𝑔(𝑥), 𝑓 dan 𝑔 fungsi yang diferensiabel di 𝑥 serta 𝑔(𝑥) ≠ 0 untuk setiap 𝑥 ∈ ℝ, turunan pertama fungsi 𝐻(𝑥) adalah 𝐻′(𝑥) =. 𝑓 ′ (𝑥).𝑔(𝑥)−𝑓(𝑥).𝑔′ (𝑥) [𝑔(𝑥)]2. h. Turunan Rantai Misalkan 𝑦 = 𝑓(𝑢) dan 𝑢 = 𝑔(𝑥). Jika 𝑔 terdifersesiasikan di 𝑥 dan 𝑓 terdiferensiasikan di 𝑢 = 𝑔(𝑥), maka fungsi komposit 𝑓 ∘ 𝑔, yang. didefinisikan. oleh. (𝑓 ∘ 𝑔) = 𝑓(𝑔(𝑥)). adalah 𝑑𝑦. terdiferensiasikan di 𝑥 dan (𝑓 ∘ 𝑔)′ (𝑥) = 𝑓 ′ (𝑔(𝑥))𝑔′(𝑥) atau 𝑑𝑥 = 𝑑𝑦 𝑑𝑢 𝑑𝑢 𝑑𝑦. (Purcell, dkk., 2010:107-119) D. Penelitian yang Relevan 1. Firlita Nurul Kharisma (2016) Penelitian ini berjudul “Kemampuan PCK (Pedagogical Content Knowledge) Calon Guru Biologi FKIP UMS dalam Menyusun RPP Tahun Ajaran 2015/2016 Universitas Muhammadiyah Surakarta”. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan strategi pemelitian berupa studi kasus. Populasi penelitian adalah 136 mahasiswa. Sampel diambil secara random sampling yaitu calon guru yang mengikuti PPL di sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 berjumlah 20 mahasiswa, masing- masing tiga RPP. Data PCK diambil dari hasil penilaian RPP yang dilihat dari 3 aspek yaitu CK, PK, dan PCK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan PCK.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. calon guru Biologi FKIP UMS dalam menyusun RPP tahun ajaran 2015,2016 termasuk baik, ditunjukan dengan kemampuan CK 60.83% (baik), kemampuan PK 60.83% (baik), dan kemampuan PCK 71.58% (baik). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan PCK calon guru Biologi FKIP UMS dalam menyusun RPP kategori baik (71,6%). 2. Yenny Anwar (2014) Penelitian dengan judul “Kemampuan Pedagogical Content Knowledge Guru Biologi yang Berpengalaman dan yang Belum Berpengalaman” merupakan penelitian studi kasus. Partisipannya adalah dua orang guru biologi junior dan dua orang guru biologi senior. Kemampuan ini diukur dengan meminta guru membuat CoRes dan PaP-ers pada materi transportasi zat yang dilanjutkan dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru senior memunculkan tujuh konsep penting yang harus diajarkan sedangkan guru junior memunculkan antara delapan sampai 10 konsep. Guru senior lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung menimbulkan miskonsepsi dan pada bagian sulit dipahami oleh siswa seperti konsep difusi dan osmosis, serta pembelajaran lebih kepada penggunaan metode. Guru senir lebih fleksibel menggunakan strategi mengajar, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan keadaan siswa. Guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang akan.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. digunakan. Penggunaan strategi cenderung kurang fleksibel, lebih dikaitkan pada perencanaan yang sudah dibuat. 3. Agus Windarto (2016) Penelitian. dengan. judul. “Deskripsi. Pedagogical. Content. Knowledge Guru pada Materi Aljabar Kelas VII di SMP Kecamatan Bringin” merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan mendeskripsikan PCK guru dalam menyampaikan materi aljabar. Penelitian dilakukan di tiga SMP Negeri di Kecamatan Bringin. Jumlah guru yang diwawancarai terdiri dari tiga guru lakilaki. Pengambilan data dilakukan antara bulan Juni hingga Agustus 2016. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengambilan data hasil belajar peserta didik melalui tes tertulis. Data yang telah terkumpul kemudian dideskripsikan, direduksi, dan diseleksi guna menyederhanakan dan mengabstraksikan seluruh data dari hasil wawancara. Penyajian data dilakukan dengan menyusun secara narasi data yang telah diperoleh atau diseleksi dari hasil reduksi data. Hasil tes peserta didik diperiksa menurut jawaban benar, salah atau tidak menjawab dan juga berdasarkan letak kesalahan peserta didik. Hasil tes ini digunakan untuk melengkapi PCK guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari sisi pedagogik, guru telah melakukan pembelajaran melalui metode-metode yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan bisa membuat peserta didik lebih tertarik serta antusias dalam pembelajaran aljabar. Kompetensi.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. pedagogik yang belum optimal adalah pemahaman guru akan kebutuhan peserta didik dimana penguasaan materi prasyarat pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pada bilangan negatif. Kemampuan peserta didik terkait aljabar yang belum optimal mendorong guru melaksanakan pembelajaran remediasi bagi peserta didik yang dianggap kurang. Disamping itu, responden juga menyediakan waktu khusus untuk peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Dari sisi kompetensi professional, guru telah menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik dan materi pembelajaran sesuai dengan KD Aljabar dan memberi contoh aplikasi aljabar dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan pensil, buku, gambar, daun, dan luas tanah. Di sisi lain hasil belajar peserta didik pada materi aljabar belum optimal, ditunjukkan dengan 15.56% peserta didik yang mencapai KKM. Mengingat hasil belajar tersebut, guru matematika perlu melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kompetensi pedagogik dan professional yang dimiliki dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar peserta didik. E. Kerangka Berpikir Guru yang profesional harus mempunyai pemahaman dan kemampuan khusus untuk memadukan materi, kurikulum, belajar, pengajaran, dan siswa, salah satunya dengan memiliki Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang baik. Setiap guru pasti memiliki PCK.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. yang berbeda karena PCK merupakan keahlian khusus dengan keistimewaan individu. Turunan merupakan salah satu materi matematika yang wajib dipelajari pada tingkat SMA/SMK/MA. Turunan juga penting sebagai prasyarat dalam mempelajari integral. Pemahaman konsep sangatlah penting supaya siswa memiliki bekal untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran, komunikasi, koneksi, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan supaya siswa memahami suatu konsep matematika, khususnya konsep turunan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui PCK guru matematika di SMA BOPKRI I Yogyakarta pada pokok bahasan turunan dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh subjek dan melakukan wawancara untuk menggali lebih dalam hasil observasi yang telah dilakukan.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena. berdasarkan penelitian yang relevan, peneliti melihat bahwa PCK guru lebih efektif menggunakan metode kualitatif sehingga kemampuan guru dapat diuraikan secara jelas. Selain itu, peneliti membuat instrumen berdasarkan kategori PCK menurut Chick, Baker, Pham & Cheng (2006) karena kategori PCK menurut ahli lain sudah terkandung dalam kerangka Chick, Baker, Pham & Cheng (2006)..

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sugiyono (2016:1) menyatakan bahwa metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan PCK guru matematika di SMA BOPKRI I Yogyakarta pada materi turunan, berdasarkan hasil observasi cara guru mengajar dan wawancara guru yang bersangkutan untuk memperjelas hasil observasi. B. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Desember-Juli 2018. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Mei 2018 selama beberapa pertemuan sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan oleh guru yang terdiri dari observasi dan wawancara dengan guru yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. C. Subjek Penelitian dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah dua orang guru matematika SMA BOKRI I Yogyakarta yang mengajar pada materi yang sama. Objek penelitian ini. 27.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. adalah PCK masing-masing guru khususnya dalam mengajarkan materi turunan. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah triangulasi. Sugiyono (2016:83) menyatakan bahwa triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dimana observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan untuk sumber data yang sama secara serempak. 1. Observasi proses pembelajaran Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi partisipasi pasif dimana peneliti ikut masuk dalam kelas bersama subjek, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan subjek. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data di lapangan terkait cara guru mengintegrasikan pengetahuan materi ke dalam kurikulum, pembelajaran, mengajar, dan peserta didik. 2. Wawancara guru Wawancara yang dilakukan peneliti adalah wawancara tak berstruktur dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Pedoman wawancara. yang. digunakan. hanya. berupa. garis-garis. besar. permasalahan yang akan ditanyakan. Pengumpulan data dengan.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. melakukan wawancara guru bertujuan untuk memperjelas hasil observasi yang telah dilakukan. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang tersimpan, baik itu berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, dan sebagainya. Peneliti menggunakan dokumen berupa video, dan rekaman suara, dan dokumen dari sekolah. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang dipersiapkan oleh peneliti yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan intrumen bantu yang terdiri dari pedoman observasi, pedoman wawancara guru, handycam, perekam suara, dan RPP. 1. Peneliti Pada penelitian kualitatif, yang menjadi instumen utama adalah peneliti sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrument berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat. kesimpulan atas temuannya. (Sugiyono, 2016:60). 2. Pedoman Observasi Pedoman observasi digunakan untuk pedoman dalam mengamati tindakan yang dilakukan oleh guru dan siswa, hal ini dikarenakan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. berbagai aspek pembelajaran di kelas, pengelolaan kelas, hubungan interaksi guru dengan siswa, suasana sekolah, dan kegiatan lainnya yang dapat menggambarkan PCK guru. Peneliti membuat pedoman observasi yang mengacu pada kerangka untuk menganalisis PCK yang telah disusun oleh Chick, Baker, Pham & Cheng (2006) dengan beberapa perubahan pada indikator yang disesuaikan dengan materi yang diteliti. Berikut adalah kisi-kisi observasi yang akan dilakukan dapat dilihat pada Tabel 3.1 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Observasi Aspek PCK Strategi Pembelajaran. Cara Berpikir Siswa. Penjelasan PCK murni Strategi pembelajaran: perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Irwantoro, 2016:90). Cara berpikir siswa dapat dilihat dari pemberian umpan balik, miskonsepsi siswa, tingkat pemahaman siswa, dan kesulitan siswa.. Indikator 1.. 2.. 1.. 2.. 3.. 4.. Menggunakan strategi pembelajaran atau pendekatan umum untuk mengajarkan konsep turunan Menggunakan strategi pembelajaran khusus untuk mengajar konsep turunan atau keterampilan matematika tertentu Merespon cara berpikir siswa yang mungkin mengenai konsep turunan atau mengenal tingkat-tingkat pemahaman yang mungkin Mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa tertentu atau cara berpikir mengenai konsep turunan Mendiskusikan atau menunjukan miskonsepsi yang mungkin dialami oleh siswa mengenai konsep turunan Mengidentifikasi siswa tertentu yang.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. Aspek PCK. Tuntutan tugas. kognitif. Penjelasan. dari. Indikator mempunyai miskonsepsi terhadap konsep turunan Mengidentifikasi aspekaspek tugas yang mempengaruhi kompleksitas tugas tersebut. Tuntutan kognitif dari tugas dapat dilihat dari kompleksitas tugas atau masalah yang diberikan sehingga kognitif siswa dapat berkembang secara optimal yang ditinjau dari Taksonomi Bloom Kesesuaian dan Penggunaan alat Mendemonstrasikan kedetailan dalam peraga, ilustrasi, atau gambaran/ ilustrasi yang menyajikan konsep gambar yang sesuai cocok dengan konsep dengan konsep turunan turunan Sumber daya pengetahuan Pemanfaatan buku, Menggunakan sumber daya modul, teknologi, yang tersedia untuk ataupun orang lain mendukung pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan. Pengetahuan kurikulum Peran guru dalam Memfasilitasi siswa untuk Kurikulum 2013 dan mencapai tujuan Kurikulum perwujudan 4C 2013 (critical thinking, creativity, collaboration, and communication) dalam proses pembelajaran. Tujuan pengetahuan Tujuan pengetahuan Menjelaskan bagaimana materi materi dapat dilihat konsep turunan digunakan dari penerapan dalam kehidupan sehari-hari Pengetahuan Materi dalam Konteks Pedagogik Mendekonstruksi konten Guru mampu Menentukan komponensebagai kunci komponen- mendekonstruksi komponen matematika yang komponen komponen-komponen kritis dalam konsep turunan penting dalam yang merupakan dasar untuk mempelajari turunan, penerapan dan pemahaman yaitu definisi turunan, konsep tersebut dalil-dalil turunan, dan penerapan turunan dalam kehidupan sehari-hari Pemahaman yang Guru menguasai Menunjukan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar turunan konsep yang mendalam dan dasar matematika secara mendalam sempurna mengenai aspekaspek matematika Struktur Matematika dan Guru mengaitkan Menunjukkan hubungan koneksinya turunan dengan topik- antara konsep turunan dan.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. Aspek PCK. Penjelasan Indikator topik yang relevan topik lainnya Pengetahuan mengenai Guru memperlihatkan Memperlihatkan prosedurnya keterampilannya keterampilan untuk dalam memecahkan memecahkan permasalahan permasalahan matematika (pemahaman matematika konseptual tidak perlu jelas) Metode pemecahan Guru memberikan Mendemonstrasikan suatu masalah beberapa metode/cara metode untuk pemecahan untuk memecahkan suatu masalah matematika masalah matematika Pengetahuan Pedagogik dalam Konteks Materi Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran Menunjukkan usaha guru dapat dilihat dari RPP dalam mencapai tujuan yang telah disusun pembelajaran oleh guru Mengambil dan Cara guru melibatkan Menunjukkan strategi untuk memelihara fokus siswa siswa dalam proses melibatkan siswa dalam pembelajaran proses pembelajaran sehingga siswa aktif dengan suasana yang kondusif. Teknik kelas Teknik kelas dapat Memperlihatkan cara untuk dilihat dari cara guru mengimplementasikan menciptakan metode yang digunakan lingkungan belajar yang kondusif dan cara guru untuk mengimplementasikan suatu metode yang digunakan. 3. Pedoman Wawancara Wawancara dilakukan dengan guru yang bersangkutan untuk menggali lebih dalam hasil observasi yang telah dilakukan dan menambah informasi terkait aspek-aspek PCK guru yang belum terlihat pada proses pembelajaran. Pedoman wawancara dapat dilihat pada Tabel 3.2 Tabel 3. 2 Kisi-Kisi Wawancara Indikator 1.. 2.. Alasan ketidaksesuaian model/metode pembelajaran yang terdapat pada RPP dengan pelaksanaan. Alasan menggunakan kecepatan sesaat atau.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. 3. 4. 5. 6. 7. 8.. gradien garis singgung dalam memperkenalkan konsep turunan. Miskonsepsi siswa yang terjadi selama proses pembelajaran turunan Kesulitan siswa yang dialami Perwujudan 4C (critical thinking, collaboration, creativity, communication) Sumber daya yang digunakan oleh guru Cara guru mengambil dan memelihara fokus siswa Kompleksitas tugas yang diberikan. F. Uji Kredibilitas Data Salah satu teknik untuk memperoleh data yang valid dalam penelitian kualitatif adalah dengan triangulasi. Triangulasi dalam uji kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik. Triangulasi teknik digunakan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data pada sumber yang sama dengan teknik. yang. berbeda. yaitu. wawancara,. observasi,. dan. metode. dokumentasi. Selain itu, upaya peneliti untuk meningkatkan validitas data yang telah diperoleh dengan memutar video dan rekaman suara secara berulang-ulang saat pembuatan transkripsi agar data mengenai kegiatan pembelajaran yang akan disajikan dan hasil wawancara dalam transkripsi tidak terlewatkan. G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman (1984) dalam Sugiyono (2016:91-99)..

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. 1. Reduksi data Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan pada cara guru memadukan pengetahuan materi, pengetahuan pedagogi, dan kurikulum. a. Hasil Observasi dan Transkrip Video Hasil observasi dan transkrip video direduksi sesuai aspek-aspek PCK menurut Chick, dkk. (2006) yang terdapat pada pedoman observasi. b. Transkrip Wawancara Transkrip wawancara direduksi sesuai aspek-aspek PCK menurut Chick, dkk. (2006) yang terdapat pada pedoman observasi, akan tetapi transkrip wawancara tersebut merupakan konsekuensi dari hasil observasi untuk menggali lebih dalam mengenai PCK guru yang bersangkutan dan menambahkan informasi PCK guru yang belum terlihat ketika proses pembelajaran. c. RPP Peneliti meminta RPP yang telah dibuat oleh guru. Komponenkomponen RPP tersebut direduksi sesuai aspek-aspek PCK menurut Chick, dkk. (2006) yang terdapat pada pedoman observasi..

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. 2. Penyajian data Peneliti menyajikan data dalam bentuk narasi, yang didapatkan dari proses reduksi data. 3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi Peneliti melakukan verifikasi data-data yang telah diperoleh serta telah dianalisis dengan mengecek kembali hasil analisis dengan video dan hasil rekaman. Setelah hasil analisis sudah terverifikasi, hasil analisis tersebut dijadikan sebagai tolak ukur dalam menarik kesimpulan. H. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan secara bertahap. Adapun tahap pelaksanaan penelitian sebagai berikut: 1. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan meliputi penyusunan dan pengajuan proposal, mengajukan ijin penelitian ke sekolah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA), serta penyusunan instrumen. 2. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini peneliti akan melaksanakan penelitian dengan metode yang telah direncanakan. Peneliti melakukan observasi kegiatan pembelajaran dan dokumentasi berupa video pelaksanaan pembelajaran tiap pertemuan dan rekaman suara tiap wawancara. Selain observasi, peneliti juga melakukan wawancara pada guru untuk.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. menggali lebih dalam mengenai hasil observasi yang telah diperoleh yang disertakan dengan perekaman suara. 3. Tahap Penyelesaian Pada tahap ini terdiri dari proses analisis data dan penyusunan laporan penelitian dari data-data yang telah diperoleh selama pelaksanaan penelitian..

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL A. Proses Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2017/2018. Sebelum melakukan penelitian, pada Senin, 4 Desember 2017, peneliti bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum untuk meminta ijin, menyampaikan tujuan penelitian, dan berkoordinasi mengenai prosedur perijinan penelitian di sekolah tersebut. Beliau meminta proposal penelitian terlebih dahulu untuk berkoordinasi dengan subjek penelitian. Pada hari itu juga, peneliti memberikan proposal yang diminta oleh beliau. Pada Kamis, 7 Desember 2017, peneliti diberikan kabar oleh beliau bahwa dapat melakukan penelitian di sekolah tersebut dan beliau meminta jadwal penelitian, surat dari universitas, dan surat dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk diberikan ke sekolah. Berikut merupakan jadwal pelaksanaan penelitian disajikan dalam Tabel 4.1. Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian No. Kegiatan. 1.. Bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum dan pengajuan proposal penelitian Pengajuan surat dan jadwal penelitian Bertemu dan koordinasi dengan guru matematika. 2.. 3.. Waktu Pelaksanaan. 4 Desember 2017. 13 Desember 2017. 19 Februari 2018. 37. Keterangan Menyampaikan tujuan penelitian dan berkoordinasi mengenai prosedur perijinan penelitian di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta Surat dan jadwal dititipkan pada petugas resepsionis Peneliti berkoordinasi dengan dua guru matematika mengenai waktu pengambilan data.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. dan topik bahasan. 4.. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.. Pembuatan proposal penelitian Pengajuan surat permohonan dan proposal ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pengajuan surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan politik ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Observasi 1 Observasi 2 Observasi 3 Observasi 4 Penyerahan surat dari Dispora ke sekolah Observasi 5 Observasi 6 Observasi 7 Observasi 8 Observasi 9 Observasi 10 Observasi 11 Observasi 12 Wawancara guru. 21.. Pengolahan data. 22.. Revisi surat permohonan ke Kesbangpol dan Dispora pengumpulan laporan untuk sekolah dan surat revisi dari Dispora. 5.. 6.. 7. 8. 9. 10. 11.. 23.. DesemberFebruari. -. 2 Maret 2018. -. 5 Maret 2018 6 Maret 2018 8 Maret 2018 13 Maret 2018. Pertemuan 1 (Guru 1) Pertemuan 1 (Guru 2) Pertemuan 2 (Guru 1) Pertemuan 2 (Guru 2) Surat dititipkan pada petugas resepsionis. 15 Maret 2018 15 Maret 2018 2 April 2018 3 April 2018 5 April 2018 6 April 2018 16 April 2018 17 April 2018 20 April 2018 8 Mei 2018 April-Mei. 22 Mei 2018. 24 Mei 2018. Pertemuan 3 (Guru 1) Pertemuan 4 (Guru 1) Pertemuan 3 (Guru 2) Pertemuan 5 (Guru 1) Pertemuan 4 (Guru 2) Pertemuan 6 (Guru 1) Pertemuan 5 (Guru 2) Pertemuan 6 (Guru 2) Wawancara kedua guru dilakukan di sekolah Data yang telah diperoleh diolah secara kualitatif Membuat laporan hasil analisis data sebagai feedback untuk sekolah. B. Penyajian Data Guru 1 1. Pertemuan 1 (Senin, 5 Maret 2018) Guru masuk kelas dan duduk di bangku guru, kemudian sambil siswa mempersiapkan diri mengikuti pelajaran, guru mengecek kehadiran siswa satu per satu. Lalu guru mengucapkan salam,.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. menanyakan kabar, dan mendiskusikan rencana PTS. Setelah itu, guru memberikan waktu pada peneliti untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan penelitian. Peneliti maju memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan penelitian di depan. Pada pertemuan ini, peneliti. ditemani. oleh. Bobby. yang. membantu. dalam. mendokumentasikan proses pmbelajaran. Kemudian guru membagikan hasil ulangan dan langsung masuk materi baru yaitu Turunan. Sebelum guru menyampaikan materi, guru memberikan waktu pada siswa untuk membaca terlebih dahulu materi yang akan dipelajari pada modul yang telah dibuat oleh guru. Beberapa saat kemudian, guru menanyakan kesimpulan apa yang didapat, namun tidak ada siswa yang menjawab. Guru beranjak dari tempat duduknya dan menyapaikan motivasi melalui tujuan pengetahuan materi turunan. Hal ini dapat dilihat dari cuplikan video di bawah ini: G: wes wes wes. Oke emm sekarang sudah pada dapat modul? SS: udah G: turunan ya, masuk turunan ya. Silahkan dibuka halaman pertama. Kita masuk turunan. Silahkan dibaca, saya kasih waktu lima menit. Nanti kita bahas bersama-sama ya. Baca dulu lima menit, pahami dulu. Nanti kita akan mencoba apa sih turunan itu. Oke halaman 1 silahkan dibaca dulu. Absensi sudah sampai mana ya? Beberapa menit kemudian… G: Oke, sudah? (guru beranjak dari tempat duduknya menuju depan papan tulis) oke apa hasilnya dari bait pertama? Kesimpulannya apa? (siswa tidak menjawab) G: Oke. Emm jadi kita akan mendefinisikan turunan, ya. Kita akan mempelajari turunan. Apa itu turunan? Ini ada kaitannya dengan materi sebelumnya. Materi sebelumnya apa? SS: Limit G: Limit, oke. Sebelum kita mau mendefinisikan turunan itu apa, saya bawa dulu kalian ke masalah dalam kehidupan sehari-hari ya. Banyak kan anak suka Tanya gini, “Bu, apa sih gunanya turunan buat kita gitu? Buat apa sih kita mempelajari itu? Emang besok kalau udah besar kita.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. mempelajari itu? Emang besok bla bla bla…” Maka saya bawa dulu dalam kehidupan sehari-hari dulu supaya kamu tau apa kegunaannya dan supaya kamu mau mempelajarinya. Gitu ya. Oke, emm di situ ada apa ya, kecepatan rata-rata. Sudah pernah dengar kecepatan rata-rata? Apa tu kecepatan rata-rata? Pernah to belajar kecepatan rata-rata? Kapan kalian belajar kecepatan rata-rata? SMP? SS: di speedometer. Fisika.. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan untuk menuntun siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dibaca tersebut, seperti ‘Pernah to belajar kecepatan rata-rata? Kapan kalian belajar kecepatan rata-rata?’ siswa menaggapi pertanyaan guru dengan antusias dan ada juga siswa yang menjawab bahwa kecepatan rata-rata ada di speedometer. Kemudian guru memberikan ilustrasi melalui cerita dan gambar yang terdapat pada modul. Hal ini dapat dilihat dari cuplikan video di bawah ini: G: nah kelas 6. SD tu pernah loh, ada loh pelajaran ini. Ada, ada kecepatan rata-rata. Oke apa coba kecepatan rata-rata? Atau kalau kamu melihat ini (menunjuk modul), kecepatan rata-rata itu yang kayak gimana sih? Kalau misalkan, tadi kan katanya Yohanes ya, Si Jo, bilang gini “kecepatan rata-rata itu kan biasanya ada di speedometer.” Jadi kalau misalkan saya kasih contoh, kecepatan rata-rata 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎, artinya apa? 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎 artinya apa tu? 1 jam dapat menempuh… SS: 1 jam dapat menempuh 30 𝑘𝑚 G: Rumus kecepatan rata-rata apa ya, dulu kalau masih ingat? SS: V sama dengan s per t G: s per t. s itu apa? S: Skill G: Skill? (sambil tertawa) S: jarak G: jarak. Terus t itu apa? S: waktu. G: waktu. Jarak dibagi waktu. Udah pernah to? SD juga ada kan ya? SS: SD juga ada. G: SD ada ya? Ho’oh adaa. Kamu SD-nya di mana. Oke, jarak dibagi waktu ya. Disitu kan saya sudah tak tulis di sini loh rumus kecepatan rata-rata juga sudah ada di modul to (sambil mengangkat modulnya). Dulu belajarnya pakai segitiga ya, segitiga kayak gini to? (sambil memperagakan menggunakan jari). S: kayak gini bukan sih Bu? (sambil menunjuk gambar pada modul) s-nya di atas to? G: nah iya kayak formula kayak gitu, ho’oh kayak gitu. Berarti SD udah pernah ya? Oke kemudian di situ saya memberi semacam apa ya, kayak cerita ya. (membaca modul) Seorang anak mengendarai motor dari rumah ke.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. sekolah. Kecepatan rata-rata ia mengendarai motor adalah 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎. Artinya 1 jam itu ia dapat menempuh 30 kilometer. Tapi speedometernya tidak selalu konstan menunjukkan angka 30, ya kan? Ya kan Edfrem, kamu naik motor kan? Kalo ke sini misalkan kecepatan rata-ratanya 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎, apakah setiap kamu lihat speedometer itu jarum panjang menunjuk ke angka 30 terus? SS: enggak, enggak juga sih. G: enggak kan? Bisa aja nanti dari 30 kamu turun ke angka 15 terus naik lagi ke 20 kalo dia ngegas kan, dia bisa melambat ya kan ke angka 0, iya kan pas lampu merah kalian berhenti to, gak mungkin to kamu nabrak lampu merah, ya kan? Nah abis tu nanti dia kecepatannya naik lagi speedometernya naik lagi ke angka 10 misalkan terus 15, 20, dan 30, bisa 40? S: lebih G: lebih ya, oke. Nah ini dinamakan apa ya kalo dibacaan yang kamu baca tadi? S: kecepatan rata-rata G: coba dibaca lagi. Dikasih modul tu dibaca. Apa Frem, namanya apa itu? S: kecepatan sesaat G: kecepatan sesaat. Oke, nah kita akan mendefinisikan turunan dari kecepatan sesaat, ya. Kemudian di situ saya kasih contoh lagi. (membaca modul) Misalkan benda B jatuh bebas dari ketinggian tertentu. Jarak jatuhnya terhadap kedudukan semula sebagai fungsi waktu dilambangkan dengan rumus apa itu? SS: (guru menulis di papan tulis) S dalam kurung t sama dengan lima t kuadrat G: ini saya kasih contoh yang mudah aja supaya kamu bisa membayangkan ya, saya kasih contoh yang sederhana aja. S itu apa di situ?. Selanjutnya guru bersama siswa membahas penyelesaian dari ilustrasi gerak jatuh bebas, berikut cuplikan videonya: G: Dengan demikian kecepatan rata-ratanya (menulis di papan tulis) 𝑆(2)−𝑆(1) 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 = . 𝑡2 −𝑡1. Oke, S(2) nya berapa? S: 20 G: 20 oke, S(1) nya? S: 5 G: 5. 𝑡2 nya? S: 2. G: 2, 𝑡1 ? S: 1. G: oke, 20 dikurang 5? S: 15 G: 2 dikurang 1 berapa vin? (menunjuk salah satu siswa yang duduk di depan) S: 2 kurang 1, 1 bu. G: tak piker tidur. Berapa vin? (sambil menunjuk papan tulis yang bertuliskan 15 dibagi 1) Yudo? Nah, tidur kan. 15 dibagi 1 berapa Yud? S: emmm 15 bagi 1, limaa satu. G: hah? S: ehh. Bukan 51 bu bukan. 1 koma. SS: hah?.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. G: heh? 15 bagi 1 loh, Yudo bangun dulu. S: 0 bu. G: hah? S: 0. Eh berapa sih? S: Hahh? Tu kan gua bilang ngantuk kan (sambil tertawa) G: Yud, satu bagi satu berapa Yud? S: 1 G: dua bagi satu? S: 2 G: 15 bagi 1? (sambil menunjuk papan tulis) S: 15 G: nahh. 15 meter per detik. Oke jadi kecepatan rata-ratanya adalah 15 meter per detik. Oke. Yudo, wake up!. Gambar 4.1Pembahasan Kecepatan Sesaat Gerak jatuh Bebas oleh Guru 1 Kemudian guru mengajak siswa membahas tabel yang terdapat pada modul. Guru menjelaskan terlebih dahulu salah satu contoh yang terdapat pada tabel, kemudian siswa diminta untuk mengecek apakah semua hasilnya sudah sesuai dengan yang ada pada tabel atau belum. Sambil menunggu siswa selesai, guru berkeliling memantau siswa. Beberapa saat kemudian, guru menuntun siswa dalam menarik kesimpulan dari tabel yang sudah dikerjakan siswa bahwa kecepatan sesaat merupakan limit dari kecepatan rata-rata. Dalam proses menarik kesimpulan, ada seorang siswa yang tidak fokus, kemudian guru mengulangi pertanyaannya terus-menerus hingga siswa tersebut mampu menjawab dengan tepat. Hal tersebut membuat salah satu siswa lainnya tertawa terbahak-bahak dan sulit berhenti, kemudian.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. guru menegurnya dan memintanya tertawa di luar supaya kelas kembali kondusif, tetapi dia tidak mau dan berjanji untuk tenang.. Gambar 4. 2 Pembahasan Kecepatan Rata-Rata Benda B dalam Interval 𝑡1 = 1𝑠 sampai 𝑡 = 𝑡2 oleh Guru 1 Setelah itu, guru membawa siswa dalam mendapatkan rumus kecepatan sesaat. Pada proses itu, ada siswa yang bertanya “Kok ℎ nya 0 Bu? Harus 0 Bu?” namun guru hanya menjawab “iya” tanpa memberikan penjelasan pada siswa. Kemudian guru meminta siswa membaca contoh soal beserta pembahasannya selama beberapa menit, lalu guru membahas contoh soal tersebut di depan. Sebelum membahas, guru mengingatkan mengenai Fungsi Aljabar yang digunakan dalam mengerjakan soal tersebut. Berikut kutipan videonya: G: Sebelum masuk ke rumus ini, kalo misalkan ada fungsi 𝑓(𝑡) sama dengan ini ya, halo Howard, saya liat loh. Howard, coba artinya apa ini? S: yang mana Bu? G: yang ini, kalo misalkan ada fungsi 𝒇(𝒕) = 𝟓𝒕𝟐 , maka 𝒇(𝟏) artinya apa ya? Lucca coba, artinya apa ya 𝒇(𝟏)? S: 5 kali 1 kuadrat. G: berapa jawabannya?.

Gambar

Gambar 2.1 Hubungan antara Komponen Pembentuk PCK
Gambar 2.3 Komponen PCK Menurut Magnusson
Tabel 2.1 Komponen PCK Menurut Anwar (2010)
Gambar 2.4 Benda B Jatuh Bebas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Adam Malik Medan agar mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan di ruang rawat inap anak rindu B-4 khususnya dalam pemberian discharge planning pada pasien dan untuk

Analog and Digital Circuit for Electronic Control System Application, Using the TI MSP430 Microcontroller.. Burlington:

Sahabat MQ/ Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika -Dishubkominfo- Kabupaten Temanggung/ Jawa Tengah/ mengancam akan memecat semua juru parkir di wilayah

Kondisi ini kemungkinan karena mentimun yang digunakan tidak dibuat ekstrak dalam bentuk sediaan berupa gel, sehingga kurang maksimal lama kontak obat dengan

Setelah dilakukan analisis dan pembahasan mengenai pengelompokan rumah tangga di pulau Madura menggunakan tiga metode, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil

Hasil penelitian ini adalah: (1) informasi lengkap akuntansi, informasi akuntansi diferensial, informasi akuntansi pertanggungjawaban: (a) faktor yang paling

BNPT tidak bisa melakukan sendiri bagaimana melawan pemikiran Aman Abdurrahman melalui media online yang mereka kembangkan, tetapi lebih penting lagi peran sarjana, ulama

minta pada anggota kelompok yang memegang bola untuk memperkenalkan anggota kelompok yang disebelah kanannya kepada kelompok, yaitu nama lengkap, nama panggilan, asal