Menu Pengembangan Sarana Pelayanan Tera dan Tera Ulang Serta Sarana Penunjang Pasar Tertib Ukur

Teks penuh

(1)
(2)

SJRM@Sub Bagian Program dan Pelaporan_May26th2016

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NABIRE

Luas Wilayah : 12.075 Km2 Populasi : 140.178 Jiwa Jumlah Distrik/Kecamatan : 15 Distrik

Jumlah Kelurahan/Kampung : 9 Kelurahan; 74 Kampung

Komoditi : Padi, Palawija, Jeruk, Semangka, Melon, Salak, Kakao dan Kelapa Keterangan : Data Diolah Tahun 2016

NO. JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN

1 Memiliki lahan yang dibuktikan dengan sertifikat tanah (syarat setiap menu kegiatan)

YA YA/TIDAKPsr. Bumi Jaya

Surat Pernyataan Bupati Nabire

Menu Pembangunan dan Revitalisasi Pasar Rakyat

2 Telah mengisi Profil Pasar Rakyat melalui e-proposal DAK Kementerian Perdagangan

YA YA/TIDAK Telah diisi pada Tanggal 29 April

2016

Menu Pembangunan Gudang Non SRG

3 Memiliki Gudang Non SRG milik Pemda TIDAK YA/TIDAK

4 Jumlah Gudang Non SRG yang tersedia 1 Unit Milik Koperasi Manunggal Jaya

Menu Pembangunan Pusat Distribusi Propinsi

5 Volume konsumsi barang kebutuhan pokok dan barang penting

-- Ton

6 Volume produksi barang kebutuhan pokok dan barang penting

-- Ton

7 Nilai perdagangan barang kebutuhan pokok dan barang penting antar provinsi

-- Rupiah

Menu Pengembangan Sarana Pelayanan Tera dan Tera Ulang Serta Sarana Penunjang Pasar Tertib Ukur

8 Jumlah potensi UTTP di wilayah kerjanya (diluar kWh meter dan meter air)

Unit

9 Jumlah SDM yang telah dan/atau sedang mengikuti Diklat Penera

2 Orang Pengamat Tera

10 Komitmen membentuk UPTD dan pengawasan kemetrologian

YA YA/TIDAK

11 Jumlah pasar tertib ukur 0 Unit

12 Komitmen membentuk pasar tertib ukur YA YA/TIDAK Menu Pengembangan Sarana Standardisasi dan Pengendalian Mutu

13 Jumlah SDM penguji mutu barang 0 Orang

14 Komitmen mendukung pelaksanaan pengujian mutu barang YA

D

D

A

A

T

T

A

A

P

P

E

E

N

N

D

D

U

U

K

K

U

U

N

N

G

G

D

D

A

A

K

K

S

S

U

U

B

B

B

B

I

I

D

D

A

A

N

N

G

G

S

S

A

A

R

R

A

A

N

N

A

A

P

P

E

E

R

R

D

D

A

A

G

G

A

A

N

N

G

G

A

A

N

N

T

T

A

A

H

H

U

U

N

N

2

2

0

0

1

1

7

7

(3)

SJRM@Sub Bagian Program dan Pelaporan_May26th2016

NO. JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN

Menu Pengembangan Gudang SRG dan Penyediaan Sarana Penunjangnya

15 Volume kapasitas penyimpanan Gudang SRG 0 Ton

16 Volume permintaan penyimpanan komoditas 30.000 Ton

17 Telah menerbitkan resi gudang untuk komoditas SRG secara aktif dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

0 Resi

18 Telah memiliki sarana penunjang gudang berupa RMU dan atau truk

TIDAK YA/TIDAK

19 Memiliki areal/lahan yang berada dalam 1 (satu) areal dengan gudang SRG untuk membangun rumah RMU dan parkir truk

YA YA/TIDAK

20 Rata-rata volume produksi padi di kabupaten/kota dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

25.494,5 Ton Produksi padi tahun 2013 dan

2014

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

SJRM@Sub Bagian Program dan Pelaporan_May26th2016

NO. JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN

Menu Pengembangan Gudang SRG dan Penyediaan Sarana Penunjangnya

15 Volume kapasitas penyimpanan Gudang SRG 0 Ton

16 Volume permintaan penyimpanan komoditas 30.000 Ton

17 Telah menerbitkan resi gudang untuk komoditas SRG secara aktif dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

0 Resi

18 Telah memiliki sarana penunjang gudang berupa RMU dan atau truk

TIDAK YA/TIDAK

19 Memiliki areal/lahan yang berada dalam 1 (satu) areal dengan gudang SRG untuk membangun rumah RMU dan parkir truk

YA YA/TIDAK

20 Rata-rata volume produksi padi di kabupaten/kota dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

25.494,5 Ton Produksi padi tahun 2013 dan

2014

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

SJRM@Sub Bagian Program dan Pelaporan_May26th2016

NO. JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN

Menu Pengembangan Gudang SRG dan Penyediaan Sarana Penunjangnya

15 Volume kapasitas penyimpanan Gudang SRG 0 Ton

16 Volume permintaan penyimpanan komoditas 30.000 Ton

17 Telah menerbitkan resi gudang untuk komoditas SRG secara aktif dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

0 Resi

18 Telah memiliki sarana penunjang gudang berupa RMU dan atau truk

TIDAK YA/TIDAK

19 Memiliki areal/lahan yang berada dalam 1 (satu) areal dengan gudang SRG untuk membangun rumah RMU dan parkir truk

YA YA/TIDAK

20 Rata-rata volume produksi padi di kabupaten/kota dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

25.494,5 Ton Produksi padi tahun 2013 dan

2014

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

SJRM@Sub Bagian Program dan Pelaporan_May26th2016

NO. JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN

Menu Pengembangan Gudang SRG dan Penyediaan Sarana Penunjangnya

15 Volume kapasitas penyimpanan Gudang SRG 0 Ton

16 Volume permintaan penyimpanan komoditas 30.000 Ton

17 Telah menerbitkan resi gudang untuk komoditas SRG secara aktif dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

0 Resi

18 Telah memiliki sarana penunjang gudang berupa RMU dan atau truk

TIDAK YA/TIDAK

19 Memiliki areal/lahan yang berada dalam 1 (satu) areal dengan gudang SRG untuk membangun rumah RMU dan parkir truk

YA YA/TIDAK

20 Rata-rata volume produksi padi di kabupaten/kota dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir

25.494,5 Ton Produksi padi tahun 2013 dan

2014

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

(4)

PEMERINTAH KABUPATEN NABIRE

DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Longitude Latitude Tanah Bangunan Lantai Los Kios Dasaran Harian Mingguan Bulanan Tahunan Los Kios Dasaran PedagangJml Operasional BangunanBentuk Kondisi Surat TPS MCK TempatIbadah

1 2 3 4 5 6a 6b 7 8a 8b 8c 9a 9b 9c 10a 10b 10c 10d 11a 11b 11c 11d 12a 12b 12c 12d 13a 13b 13c 14

1 Pasar Sentral Kalibobo Nabire Kalibobo Jl. Ch. Marthatiahahu 1988 20.000 3.800 -- 6 91 -- 300 91 ≤269 ±600 Harian Permanen Kurang Pemda Ya Ya YA Berat 2. Pasar Karang Tumaritis Nabire Girimulyo Jln. Jend. Sudirman 2013 20.000 2.310 -- 4 95 -- 200 95 ≤25 ±320 Harian Permanen Baik Pemda Ya Ya Tidak Baik 3. Pasar Oyehe Nabire Oyehe Jl. Merdeka 1998 15.000 9.900 -- 5 100 -- 150 90 ≤50 ±290 Harian Semi Permanen Baik Pemda Ya Ya Tidak Baik 4. Pasar Tapioka Nabire Siriwini Jln. Pipit 2002 4.000 480 -- 2 0 -- 100 50 ≤150 ±300 Harian Papan Kurang Pemda Ya Tidak Tidak Berat 5. Pasar Gotong Royong Nabire Bumiwonorejo 1982 2.500 480 -- 2 0 -- 100 4 ≤100 ±200 Harian Semi Permanen Kurang KUD Tidak Ya Tidak Sedang 6. Pasar Kalisusu Nabire Kalisusu Kalisusu 1998 2.000 480 -- 2 0 -- 40 0 ≤75 ±115 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Ya Tidak Tidak Berat 7. Pasar Samabusa Teluk Kimi Samabusa Komp. Pelabuhan 2015 15.000 2.500 -- 2 100 -- 80 100 ≤50 ±230 Harian Permanen Baik Pemda Tidak Tidak Tidak Baik 8. Pasar Bumi Jaya Nabire Barat Bumi Raya SP1 1982 11.000 1.020 -- 2 50 -- 80 50 ≤100 ±230 Harian Semi Permanen Kurang Pemda YA YA YA Berat 9. Pasar Rukun Makmur Nabire Barat Wadio SP 3 1982 1.500 1000 -- 2 10 -- 40 10 ≤25 ±75 Harian Permanen Baik KUD YA YA Tidak Baik 10. Pasar Karadiri I Wanggar Karadiri Karadiri I 2000 10.000 1.020 -- 3 0 -- 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Semi Permanen Buruk Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 11. Pasar Karadiri II Wanggar Karadiri Karadiri II 1986 2.500 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤70 ±90 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 12. Pasar Wiraska Wanggar Wiraska Wiraska 1986 2.500 240 -- 1 0 -- 20 2 ≤75 ±97 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 13. Pasar Bumi Mulia Wanggar Bumi Mulia Bumi Mulia 1983 2.500 1.020 -- 1 0 -- 20 0 ≤60 ±80 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 14. Pasar Makimi Makimi Makimi Makimi 2006 5.000 1.020 -- 2 20 -- 0 0 0 0 0 0 0 0 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 15. Pasar Makmur Jaya Makimi Biha Biha 1982 2.500 480 -- 1 2 -- 40 5 ≤80 ±125 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 16. Pasar Weinami Napan Weinami Weinami 1998 2.500 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 17. Pasar Wami Yaur Wami Jaya Wami Jaya 2006 5.000 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 18. Pasar Akudiomi Yaur Akudiomi Akudiomi 1981 2.500 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 19. Pasar Siriwo Siriwo Siriwo/Unipo Siriwo/Unipo 2006 5.000 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 20. Pasar Yeretuar Teluk Umar Yeretuar Yeretuar 2004 5.000 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 21. Pasar Lani Teluk Kimi Lani Kamp. Lani 2007 5.000 150 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 22. Pasar Yaro Yaro Yaro Makmur Yaro Makmur 2002 2.500 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 23. Pasar Topo Uwapa Topo Topo 1996 10.000 480 -- 1 10 -- 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Permanen Buruk Pemda Tidak Tidak Tidak Berat

DATA PROFIL PASAR

Fasilitas Tersedia Kondisi Pasar No Nama Pasar (Kecamatan)Distrik Kampung(Desa) Alamat Koordinat Tahun Luas Jumlah Omzet Pasar Jumlah Pedagang Operasional Pasar

SJRM@Program1elaporan_Koperindag-NBR_2016

23. Pasar Topo Uwapa Topo Topo 1996 10.000 480 -- 1 10 -- 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Permanen Buruk Pemda Tidak Tidak Tidak Berat 24 Pasar Topo Jaya Uwapa Topo Jaya Topo Jaya 1998 2.500 240 -- 1 0 -- 20 0 ≤30 ±50 Harian Semi Permanen Kurang Pemda Tidak Tidak Tidak Berat

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

(5)

USULAN KEBUTUHAN PENDANAAN

PEMBANGUNAN/REVITALISASI PASAR RAKYAT KABUPATEN NABIRE TAHUN 2015-2019

TAHUN 2015 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

JUMLAH DANA JUMLAH DANA JUMLAH DANA JUMLAH DANA JUMLAH DANA

(a) (b) (c ) (d) (e) (f) (g) (h) (i) (j)

1. Pasar Bumi Jaya - - 5.219.400.000 5.000.000.000 5.000.000.000 15.219.400.000 Revitalisasi DAK/APBD 2. Pasar Wiraska - - 3.146.000.000 3.146.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 3. Pasar Yaro - 3.146.000.000 3.146.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 4. Pasar Gotong Royong - - 5.219.400.000 - - 5.219.400.000 Revitalisasi DAK/APBD 5. Pasar Mama-Mama Papua - - 6.237.000.000 6.237.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 6. Pasar Samabusa 3.153.667.000 422.480.000 - 3.000.000.000 3.000.000.000 9.576.147.000 Revitalisasi DAK/APBD 7. Pasar Sentral Kalibobo - - - 15.000.000.000 10.000.000.000 25.000.000.000 Revitalisasi APBN/APBD

TOTAL

NO NAMA PASAR PEMBANGUNANJENIS KETERANGANDANA

SJRM@Program2elaporan_Koperindag-NBR_2016 6. Pasar Samabusa 3.153.667.000 422.480.000 - 3.000.000.000 3.000.000.000 9.576.147.000 Revitalisasi DAK/APBD 7. Pasar Sentral Kalibobo - - - 15.000.000.000 10.000.000.000 25.000.000.000 Revitalisasi APBN/APBD 8. Pasar Topo - - - 3.200.000.000 3.200.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 9. Pasar Siriwo - - - 3.200.000.000 3.200.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 10. Pasar Bumi Mulia - - - - 3.200.000.000 3.200.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 11. Pasar Karadiri II - - - - 3.200.000.000 3.200.000.000 Bangun Baru DAK/APBD 12. Pasar Makmur Jaya - - - - 3.200.000.000 3.200.000.000 Bangun Baru DAK/APBD

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

(6)

DAFTAR USULAN KEGIATAN KABUPATEN NABIRE

YANG BERSUMBER DARI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TAHUN ANGGARAN 2017

NO TARGET SATUAN KEBUTUHAN DANA LOKASI

(a) (c ) (d) (e) (f)

1. Pembangunan Pasar Mama-mama Papua Distrik Nabire

- Los Kios 4 Unit 3.976.800.000

- Los Lapak 4 Unit 2.260.200.000

6.237.000.000

2.

- Loss Kios 5 Unit 3.976.800.000

- Loss Lapak 2 Unit 1.242.600.000

5.219.400.000

3. Pembangunan Pasar Rakyat Wiraska

- Los Kios 1 Unit 1.674.400.000

- Los Lapak 2 Unit 1.471.600.000

3.146.000.000

4. Pembangunan Pasar Rakyat Yaro Makmur

- Los Kios 1 Unit 1.674.400.000

- Los Lapak 2 Unit 1.471.600.000

KEGIATAN

(b)

Revitalisasi Pasar Bumi Jaya Kamp. Bumi Raya

Distrik Nabire Barat

Kamp. Yaro Makmur Distrik Yaro

Kamp. Wiraska Distrik Wanggar

SJRM@Program3elaporan_Koperindag-NBR_2016

- Los Lapak 2 Unit 1.471.600.000

3.146.000.000

5. Revitalisasi Pasar Gotong Royong

- Los Kios 2 Unit 3.976.800.000

- Los Lapak 2 Unit 1.242.600.000

5.219.400.000

6. 1 Paket 5.500.000.000 Distrik Nabire

26 Unit 28.467.800.000

Jumlah

Pembangunan Laboratorium Metrologi Legal dan sarana prasarana pendukung

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

Kel. Bumiwonorejo Distrik Nabire

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

(7)
(8)

0

P R O P O S A L

PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT

KABUPATEN NABIRE – PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH KABUPATEN NABIRE

DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN

PERDAGANGAN

2016

0

P R O P O S A L

PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT

KABUPATEN NABIRE – PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH KABUPATEN NABIRE

DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN

PERDAGANGAN

2016

0

P R O P O S A L

PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT

KABUPATEN NABIRE – PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH KABUPATEN NABIRE

DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN

PERDAGANGAN

2016

0

P R O P O S A L

PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT

KABUPATEN NABIRE – PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH KABUPATEN NABIRE

DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN

PERDAGANGAN

2016

(9)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas tersusunnya proposal program/kegiatan pembangunan Pasar Rakyat di Kabupaten Nabire yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017.

DAK bidang Sarana Perdagangan Tahun Anggaran 2017 dimaksudkan untuk mendukung upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan nasional (Nawa Cita) dan program pemerintah daya dalam Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan. Dan dengan melihat perkembangan perekonomian di kabupaten Nabire, maka tingkat kebutuhan akan pasar yang aman, nyaman dan berkeadilan amat sangatlah dibutuhkan guna memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimal dalam bertransaksi dan mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di kabupaten nabire.

Alokasi dana DAK sangat dibutuhkan dalam pengembangan sarana perdagangan di Nabupaten Nabire guna meningkatkan perekonomian di daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat

Besar harapan semoga usulan Program kegiatan bidang sarana perdagangan dapat menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan baik efektif dan efisien di tahun 2017.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas tersusunnya proposal program/kegiatan pembangunan Pasar Rakyat di Kabupaten Nabire yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017.

DAK bidang Sarana Perdagangan Tahun Anggaran 2017 dimaksudkan untuk mendukung upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan nasional (Nawa Cita) dan program pemerintah daya dalam Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan. Dan dengan melihat perkembangan perekonomian di kabupaten Nabire, maka tingkat kebutuhan akan pasar yang aman, nyaman dan berkeadilan amat sangatlah dibutuhkan guna memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimal dalam bertransaksi dan mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di kabupaten nabire.

Alokasi dana DAK sangat dibutuhkan dalam pengembangan sarana perdagangan di Nabupaten Nabire guna meningkatkan perekonomian di daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat

Besar harapan semoga usulan Program kegiatan bidang sarana perdagangan dapat menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan baik efektif dan efisien di tahun 2017.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas tersusunnya proposal program/kegiatan pembangunan Pasar Rakyat di Kabupaten Nabire yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017.

DAK bidang Sarana Perdagangan Tahun Anggaran 2017 dimaksudkan untuk mendukung upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan nasional (Nawa Cita) dan program pemerintah daya dalam Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan. Dan dengan melihat perkembangan perekonomian di kabupaten Nabire, maka tingkat kebutuhan akan pasar yang aman, nyaman dan berkeadilan amat sangatlah dibutuhkan guna memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimal dalam bertransaksi dan mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di kabupaten nabire.

Alokasi dana DAK sangat dibutuhkan dalam pengembangan sarana perdagangan di Nabupaten Nabire guna meningkatkan perekonomian di daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat

Besar harapan semoga usulan Program kegiatan bidang sarana perdagangan dapat menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan baik efektif dan efisien di tahun 2017.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas tersusunnya proposal program/kegiatan pembangunan Pasar Rakyat di Kabupaten Nabire yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017.

DAK bidang Sarana Perdagangan Tahun Anggaran 2017 dimaksudkan untuk mendukung upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan nasional (Nawa Cita) dan program pemerintah daya dalam Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan. Dan dengan melihat perkembangan perekonomian di kabupaten Nabire, maka tingkat kebutuhan akan pasar yang aman, nyaman dan berkeadilan amat sangatlah dibutuhkan guna memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimal dalam bertransaksi dan mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di kabupaten nabire.

Alokasi dana DAK sangat dibutuhkan dalam pengembangan sarana perdagangan di Nabupaten Nabire guna meningkatkan perekonomian di daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat

Besar harapan semoga usulan Program kegiatan bidang sarana perdagangan dapat menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan baik efektif dan efisien di tahun 2017.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

(10)

iii

DAFTAR ISI

Halam Judul ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Landasan Hukum... 2

1.3. Tujuan ... 3

1.4. Dampak ... 3

BAB II GAMBARAN UMUM 2.1. Gambaran Umum Kabupaten Nabire... 5

2.2. Kondisi Pasar ... 6

BAB III USULAN PENDANAAN 3.1. Usulan Peningkatan Pasar Rakyat Tahun Anggaran 2017... 7

1. Pasar Rakyat Khusus Mama Mama Papua ... 7

2. Pasar Tradisional Bumi Jaya ... 8

3. Pasar Tradisional Wiraska ... 9

4. Pasar Tradisional Yaro Makmur ... 10

5. Pasar Tradisional Gotong Royong ... 12

6. Sarana dan Prasarana Metrologi Legal ... 13

BAB IV PENUTUP 1.1. Penutup ... 14

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kabupaten Nabire sebagai salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Papua yang terletak di kawasan teluk Cenderawasih memiliki letak yang sangat strategis. Oleh karena letaknya tersebut kabuapten Nabire menjadi pusat perdagangan di kawasan teluk cenderawasih. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonominya yang mencapai 7% tiap tahunnya.

Di kabupaten Nabire nilai perdagangan mengalami perkembangan yang cukup signifikan, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan arus lalu lintas barang perdagangan yang cukup besar. Dimana kabupaten Nabire menjadi transport area perdagangan bagi kabupaten kabupaten yang berada disekitarnya.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar yang ada di kabupaten Nabire, yang mana sebagian besar pasar kondisinya belum layak dan mumpuni dalam hal menampung jumlah pedagang yang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah kabupaten Nabire telah berupaya guna meningkatkan kondisi pasar dengan menambah jumlah los dan lapak, namun dengan kondisi anggaran yang minim maka tidak semua pasar mampu diperbaiki dan belum dapat menampung kebutuhan masyarakat. Dari 24 pasar rakyat yang ada di kabupaten Nabire, hanya 3 pasar yang dapat dikatakan layak dan mumpuni bagi masyarakat.

Salah satu usaha dan upaya yang terus dilakukan adalah dengan menggenjot pembangunan dan atau merevitalisasi pasar rakyat melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap tahunnya. Dengan angaran DAK ini maka pembangunan pasar rakyat dan atau revitalisasi pasar di kabupaten Nabire terus dapat dilakukan secara maksimal. Sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penjualnnya dan memberikan kesan bersih dan rapi bagi para pembelinya. Dengan adanya kondisi pasar yang aman, nyaman bersih dan rapi secara tidak langsung akan mampu mendongkrak perekonomian yang mana pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan membuka lowongan baru bagi pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nabire.

Selain meningkatkan nilai perdagangan pemerintah kabupaten nabire juga berjuang melindungi para konsumen dari tindakan yang dapat merugikan konsumen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan tera dan tera ulang bagi peralatan UTTP. Walaupun memiliki Sumber daya Manua yang terbatas namun hal tersebut tidak membatasi keinginan pemerintah kabupaten Nabire dalam melindungi konsumen.

Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dilapangan, maka pemerintah kabupaten Nabire berjuang semaksimal mungkin agar dapat

(12)

2 membangun sarana prasarana perdagangan melalui anggaran dana Alokasi Khusus untuk pembangunan Pasar Rakyat dan Sarana Metrologi Legal di tahun 2017.

1.2. Landasan Hukum

Yang menjadi landasan hukum pengusulan proposal pembangunan pasar rakyat dan sarana metrologi legal ini adalag sebagai berikut:

1. Undang - Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten - Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);

2. Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 135) sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2008 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4884);

3. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244)

6. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam

(13)

3 Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 9. Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725).

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Nabire Nomor 13 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten NabireTahun 2008 – 2028; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

13. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor /PMK/2016 tentang Penyusunan, penyampaian dan Penilaian Usulan daerah dalam Rangka Pengalokasian Dana Alokasi Khusus Fisik;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Nabire Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten NabireTahun 2005 – 2025;

15. Peraturan daerah Kabupaten Nabire Nomor Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan jangka Menengah kabupaten Nabire;

16. Peraturan Bupati Nabire Nomor Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire Tahun Anggaran 2017.

1.3. Tujuan

Peningkatan pasar rakyat dan sarana metrologi legal Tahun Anggaran 2017 yang ada di Kabupaten Nabire bertujuan untuk :

1. Terwujudnya pasar yang tertib, nyaman, aman dan adil.

2. Tersedianya tempat usaha yang layak bagi para petani produsen

3. Meningkatnya daya saing pelaku usaha kecil/ Petani produsen yang akan berdampak pada meningkatnya produktivitas dan pendapatan pelaku usaha kecil/ petani produsen.

4. Melindungi konsumen terhadap peralatan UTTP yang tidak memadai dan atau telah kadaluarsa.

1.4. Manfaat

Adapun dampak yang ditimbulkan dari Pembangunan pasar rakyat dan pembangunan sarana metrology legal adalah sebagai berikut:

2. Mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang positif di daerah sekitar pembangunan pasar.

(14)

4 3. Meningkatnya jumlah pedagang dan penjualan barang konsumtif dan

konsumtif

4. Memberikan tempat berusaha bagi para petani produsen dan membuka peluang berusaha bagi pengembangan ekonomi kerakyatan;

5. Lebih memudahkan pengawasan dan pengontrolan terhadap peralatan UTTP dan barang berbahaya bagi konsumen.

(15)

5

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1. Gambaran Umum Kabupaten Nabire

Kabupaten Nabire terletak pada bagian pantai utara Provinsi Papua di kawasan Teluk Cendrawasih, diantara 134º,35´ BT 136º,37´ dan 2º,25´ LS -3º,56´ LS, dengan luas wilayah 12.075 km². dan batas-batas wilayah sebagai berikut ;

a. Sebelah Utara : Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen

b. Sebelah Timur : Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Waropen

c. Sebelah Selatan : Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Mimika

d. Sebelah Barat : Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kaimana.

Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis bagi lalulintas perdagangan dan transportasi baik laut maupun udara antar pulau dan antar kabupaten yang ada di wilayah Papua bagian tengah. Oleh karena itu, cepat atau lambat, secara alamiah Kabupaten Nabire akan tumbuh menjadi pusat perdagangan barang dan jasa di kawasan Papua bagian tengah. Lebih spesifik lagi Kabupaten Nabire merupakan pintu gerbang bagi kegiatan mobilitas perdagangan dan pembangunan bagi Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Waropen, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Yapen/ Serui. Indikasi kearah tersebut telah terlihat dari besarnya volume barang yang turun di Pelabuhan Samabusa – Nabire, yang menurut pengamatan sementara tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat/ warga Kabupaten Nabire.

Pada saat ini, Kota Nabire sebagai ibukota Kabupaten Nabire terutama berfungsi sebagai pusat aktivitas dari daerah sekitarnya yang ditunjang dengan adanya berbagai fasilitas, baik Bandar Udara, Pelabuhan Laut, Perdagangan, sosial dan lain sebagainya yang mengakibatkan kota Nabire berperan sebagai pusat pemerintahan , pusat perdagangan dan jasa, pusat rekreasi, pusat pendidikan dan lain sebagainya. Perkembangan Kota Nabire dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat, hal ini terlihat dari perkembangan fisik kota yang mengalami perubahan secara struktural. Demikian pula terjadi perubahan fungsi dari kota pemerintahan menjadi kota perdagangan barang dan jasa. Perubahan – perubahan tersebut tidak hanya diakibatkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada sektor internal, tetapi juga disebabkan oleh faktor eksternal. Faktor Internal terlihat dari pesatnya pertumbuhan ekonomi beberapa tahun belakangan ini, yang rata-rata diatas 7% (Kecuali

(16)

6 tahun 2004 sebagai akibat dari bencana alam gempa bumi), sedangkan faktor eksternal terlihat dari pertumbuhan dan perkembangan ekonomi serta kegiatan pembangunan di daerah-daerah sekitar, antara lain Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Waropen, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Yapen/ Serui. Dengan perkataan lain, fungsi Kota Nabire di kemudian hari ditentukan oleh kecenderungan perkembangan regional, yang manifestasinya akan merupakan suatu regional plan yang menyangkut beberapa kabupaten. Berkaitan dengan itu, kebijakan arah pengembangan kota Nabire dan sekitarnya mengarah pada pengembangan kota Nabire sebagai pusat perdagangan barang dan jasa, dengan perkataan lain sarana dan prasarana pendukung sejak dini direncanakan dan disiapkan.

Jumlah penduduk Kabupaten Nabire sampai dengan Tahun 2014 sesuai data BPS, Nabire dalam Angka Tahun 2015 tercatat sebanyak 137.776 jiwa, terdiri dari laki-laki 73.185 jiwa dan perempuan 64.561 jiwa yang tersebar pada 15 Distrik/ Kecamatan. Distribusi persebaran penduduk tertinggi terdapat pada Distrik/ Kecamatan Nabire sebanyak 78.351 jiwa, hal ini disebabkan karena fungsi Distrik Nabire sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Nabire sekaligus pusat kegiatan perekonomian yang mengakibatkan sebagian besar penduduk Nabire cenderung memilih bertempat tinggal dan bekerja di Distrik Nabire.

2.2. Kondisi Pasar

Pasar yang ada di Kabupaten Nabire sebanyak 24 pasar yang semuanya adalah merupakan Pasar Rakyat/Tradisional. Dari 24 Pasar Tradisional dimaksud, 3 pasar terletak diatas tanah milik masyarakat, 10 pasar diatas tanah Pemda ex. Transmigrasi, 10 pasar diatas tanah Pemda, dan 1 pasar diatas tanah Pelabuhan.

Pasar pasar ini secara umum kondisinya belum memadai dan masih jauh dari kondisi layak dan menjadi kumuh. Sejak tahun 2011 hingga 2016 ini baru 4 pasar yang dapat direvitalisasi. Hal ini dikarenakan kerterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah dan anggaran DAK yang diterima.

Untuk mengatasi kondisi tersebut maka pemerintah daerah berjuang membangun dan merevitalisasi pasar pasar rakyat yang telah rusak berat dan tidak memenuhi syarat kelayakan suatu pasar serta disesuaikan dengan perkembangan sehingga pasar pasar di Kabupaten Nabire menjadi layak, aman dan nyaman

(17)

7

BAB III

USULAN PENDANAAN

3.1. Usulan Program Kegiatan Tahun Anggaran 2017

Melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Tahun 2017, diharapkan adanya peningkatan pasar dan sarana prasarana Metrologi Legal di Kabupaten Nabire. Adapun program kegiatan yang diusulkan melalui bidang sarana perdagangan adalah sebagai berikut :

1. Pasar Rakyat Khusus Mama-Mama Papua

a. Latar Belakang

Geliat perkembangan perekonomian di Kabupaten Nabire berkembang dengan cukup pesat, hal ini melahirkan kreatifikat dan lowongan kerja yang kian terbuka lebar. Khusus bagi mama-mama papua yang kini mulai bergeliat dengabn berkembangnya perekonomian.

Dengan melihat persebaran penjual khusus mama mama papua yang tidak merata dan dengan adanya Otonomi khusus maka diperlukan adanya satu pasar khusus bagi mama mama papua di kabupaten nabire. Dimama pasar ini akan menampung khusus penjual mama mama papua yang ada di kabupaten nabire dan membuka peluang usaha yang lebih baik dan adil bagi mama mama Papua

b. Ketersediaan Lahan

Adapun lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan pasar mama-mama papua berada distrik Nabire. Luas areal yang dipersiapkan untuk pembangunan pasar mama-mama Papua ± 5000 m2. Lahan tersebut merupakan milik pemda Kabupaten Nabire.

c. Dampak

Dampak yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan pasar mama mama papua ini jelas akan memberikan tempat yang lebih luas bagi mama mama papua dalam hal berusaha dan memberikan tempat yang lebih pantas dan layak dalam berjualan. Yang mana Pasar ini akan menampung mama-mama papua di sekitaran distrik Nabire.

d. Rencana Anggaran

Pembangunan Pasar Rakyat Mama-Mama Papua direncanakan pembangunan 4 unit Los kios berukuran 20x5m, dengan masing masing Unit Los kios terdiri atas 10 petak berukuran 4x2,5m dan 4 Unit

(18)

8 Loss/ Lapak ukuran 20x4m. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Rakyat Mama-mama Papua sebesar : Rp. 6.237.000.000 (Terbilang : #Enam Miliar Dua Ratus Tiga Puluh

Tujuh Juta Rupiah#)

2. Pasar Tradisional Bumi Jaya

a. Latar Belakang

Kegiatan pasar telah berjalan di Pasar Tradisional Bumi Jaya Kampung Bumi Raya Distrik/Kecamatan Nabire Barat sejak tahun 1982. Pada awalnya pasar dimaksudkan sebagai Pasar Desa bagi Warga Transmigrasi, Sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan pembangunan, keberadaan pasar tersebut menjadi sangat penting. Sampai dengan akhir tahun 2013 berdasarkan data BPS Nabire dalam Angka Th. 2014, jumlah pedagang diperkirakan ± 230 orang, terdiri dari pedagang sayur mayur, pedagang ikan, pedagang daging, dan barang barang kelontong kebutuhan sehari hari lainnya. Fasilitas yang sudah tersedia berupa bangunan loss Lapak 2 unit yang dibangun dengan Dana APBN DEPDAG TA. 2009 dan kios yang dibangun swadaya pedagang, dan pada saat ini ada sebagian pedagang, khususnya pedagang sayur mayur masih menggelar dagangannya diatas tanah.

Pelaku pasar sebagian besar adalah petani setempat yang menjual hasil pertaniannya berupa sayur mayur dan buah buahan langsung kepada konsumen. Sedangkan untuk hasil laut adalah pedagang.

Pembeli pada umumnya adalah keluarga Pegawai Negeri Sipil, TNI/ Polri dan masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari hari. Pada saat ini kegiatan pasar berlangsung dari ± pkl. 07.00 WIT sampai dengan ± pkl. 17.00 WIT.

Pasar Bumi Jaya sangat membutuhkan revitaslisasi, hal ini disebabkan karena pasar tersebut mengalami bencana kebakaran pada awal November tahun 2015. Dimana 1 (satu) lapak dan 1 (satu) los kios yang dibangun oleh pemerintah hangus terbakar. Untuk saat ini pedagang membuat kios sementara dan berjualan diatas tanah.

b. Ketersediaan Lahan

Lahan yang tersedia untuk pembangunan pasar seluas ± 11.000 m², merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten Nabire (eks Transmigrasi), tetapi lahan yang telah digunakan sebagai pasar baru seluas 1.020 m² Lahan terletak di Desa/ Kampung Bumi Raya – Distrik/ Kecamatan Nabire Barat.

(19)

9 c. Dampak

Dengan terbangunnya Pasar Tradisional Bumi Jaya Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat, diharapkan para pelaku usaha, terutama petani produsen yang pada umumnya adalah masyarakat asli setempat, akan memperoleh tempat yang lebih bagus, nyaman dan bersih, sehingga kegiatan perdagangan akan meningkat yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para petani produsen. Di sisi lain, daerah tersebut diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan Distrik Nabire Barat dan Sekitarnya yang kesemuanya merupakan sentra hasil pertanian.

d. Rencana Anggaran

Peningkatan Pasar Tradisional Bumi Jaya Kampung Bumi Raya Distrik/ Kecamatan Nabire Barat direncanakan penambahan 5 unit Los kios berukuran 15x4m, dengan masing masing Unit Los kios terdiri atas 5 petak berukuran 3x4m dan 2 Unit Loss/ Lapak ukuran 20x8m. Dengan demikian biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Bumi Jaya Kampung Bumi Raya Distrik/ Kecamatan Nabire Barat sebesar : Rp. 5.181.000.000 (Terbilang : #Lima Milyar Seratus

Delapan Puluh Satuh Juta Rupiah#)

3. Pasar Tradisional Wiraska

a. Latar Belakang

Kegiatan pasar telah berjalan di Pasar Tradisional Wiraska Distrik/ Kecamatan Wanggar sejak tahun 1986. Pada awalnya pasar dimaksud adalah Pasar Transmigrasi yang pada saat ini sudah mengalami kerusakan berat. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan pembangunan, keberadaan pasar tersebut menjadi sangat penting. Sampai dengan akhir tahun 2013 berdasarkan data BPS Nabire dalam Angka Th. 2014, jumlah pedagang diperkirakan ± 79 orang, terdiri dari pedagang sayur mayur, pedagang ikan, dan barang barang kelontong kebutuhan sehari hari. Fasilitas yang sudah tersedia berupa bangunan loss Lapak 1 unit dan kios yang dibangun swadaya pedagang dan sebagian pedagang, khususnya pedagang sayur mayur masih menggelar dagangannya diatas tanah.

Pelaku pasar sebagian besar adalah petani setempat yang menjual hasil pertaniannya berupa sayur mayur dan buah buahan langsung kepada konsumen. Sedangkan untuk hasil laut adalah pedagang.

Pembeli pada umumnya adalah keluarga Pegawai Negeri Sipil, TNI/ Polri dan masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari

(20)

10 hari. Pada saat ini kegiatan pasar berlangsung dari ± pkl. 06.00 WIT sampai dengan ± pkl. 10.00 WIT

b. Ketersediaan Lahan

Lahan yang tersedia untuk pembangunan pasar seluas ± 2.500 m², merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten Nabire (eks Transmigrasi), sedangkan luas lahan yang telah dimanfaatkan sebagai areal pasar seluas 240 m², Lahan terletak di Desa/ Kampung Wiraska – Distrik/ Kecamatan Wanggar.

c. Dampak

Dengan terbangunnya Pasar Tradisional Wiraska Distrik Wanggar, diharapkan para pelaku usaha, terutama petani produsen yang pada umumnya adalah masyarakat asli setempat, akan memperoleh tempat yang lebih bagus, nyaman dan bersih, sehingga kegiatan perdagangan akan meningkat yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para petani produsen. Di sisi lain, daerah tersebut diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan Distrik Wanggar, Distrik Nabire Barat, serta Distrik Yaro, yang kesemuanya merupakan sentra hasil pertanian.

d. Rencana Anggaran

Peningkatan Pasar Tradisional Wiraska Distrik/ Kecamatan Wanggar direncanakan penambahan 1 unit Los kios berukuran 30x4m, dengan masing masing Unit Los kios terdiri atas 10 petak berukuran 3x4m dan 1 Unit Loss/ Lapak ukuran 20x8m. Dengan demikian biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Wiraska

Distrik/ Kecamatan Wanggar sebesar: Rp.

3.146.000.000,- (Terbilang : #Tiga Miliar Seratus Empat Puluh

Enam Juta Rupiah#)

4. Pasar Tradisional Yaro Makmur

a. Latar Belakang

Kegiatan pasar telah berjalan di Pasar Tradisional Yaro Makmur Distrik/ Kecamatan Yaro sejak tahun 2002. Pada awalnya pasar dimaksud adalah Pasar Transmigrasi yang pada saat ini sudah mengalami kerusakan berat. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan pembangunan, keberadaan pasar tersebut menjadi sangat penting. Sampai dengan akhir tahun 2013 berdasarkan data BPS Nabire dalam Angka Th. 2014, jumlah pedagang diperkirakan ± 50 orang, terdiri dari pedagang sayur mayur, pedagang ikan, dan barang barang kelontong kebutuhan sehari hari.

(21)

11 Fasilitas yang sudah tersedia berupa bangunan loss Lapak 1 unit dan kios yang dibangun swadaya pedagang dan sebagian pedagang, khususnya pedagang sayur mayur masih menggelar dagangannya diatas tanah.

Pelaku pasar sebagian besar adalah petani setempat yang menjual hasil pertaniannya berupa sayur mayur dan buah buahan langsung kepada konsumen. Sedangkan untuk hasil laut adalah pedagang.

Pembeli pada umumnya adalah keluarga Pegawai Negeri Sipil, TNI/ Polri dan masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari hari. Pada saat ini kegiatan pasar berlangsung dari ± pkl. 06.00 WIT sampai dengan ± pkl. 10.00 WIT

b. Ketersediaan Lahan

Lahan yang tersedia untuk pembangunan pasar seluas ± 2.500 m², merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten Nabire (eks Transmigrasi), sedangkan luas lahan yang telah dimanfaatkan sebagai areal pasar seluas 240 m², Lahan terletak di Desa/ Kampung Yaro Makmur – Distrik/ Kecamatan Yaro.

c. Dampak

Dengan terbangunnya Pasar Tradisional Yaro Makmur, diharapkan para pelaku usaha, terutama petani produsen yang pada umumnya adalah masyarakat asli setempat, akan memperoleh tempat yang lebih bagus, nyaman dan bersih, sehingga kegiatan perdagangan akan meningkat yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para petani produsen. Di sisi lain, daerah tersebut diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan Distrik Yaro, Distrik Yaur, Distrik Wanggar dan sekitarnya yang kesemuanya merupakan sentra hasil pertanian.

d. Rencana Anggaran

Peningkatan Pasar Tradisional Yaro makmur Distrik/ Kecamatan Yaro direncanakan penambahan 1 unit Los kios berukuran 30x4m, dengan masing masing Unit Los kios terdiri atas 10 petak berukuran 3x4m dan 1 Unit Loss/ Lapak ukuran 20x8m. Dengan demikian biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Yaro Makmur

Distrik/ Kecamatan Yaro sebesar : Rp.

3.146.000.000,- (Terbilang : #Tiga Miliar Seratus Empat Puluh

(22)

12

5. Pasar Tradisional Gotong Royong

a. Latar Belakang

Kegiatan pasar telah berjalan di Pasar Tradisional Gotong Royong semenjak tahun 1982. Pada awalnya pasar dimaksud adalah Pasar Transmigrasi yang pada saat ini sudah mengalami kerusakan berat. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan pembangunan, keberadaan pasar tersebut menjadi sangat penting.. Fasilitas yang sudah tersedia berupa bangunan loss Lapak 1 unit dan kios yang dibangun swadaya pedagang dan sebagian pedagang, khususnya pedagang sayur mayur masih menggelar dagangannya diatas tanah.

Pelaku pasar sebagian besar adalah petani setempat yang menjual hasil pertaniannya berupa sayur mayur dan buah buahan langsung kepada konsumen. Sedangkan untuk hasil laut adalah pedagang. Pembeli pada umumnya adalah keluarga Pegawai Negeri Sipil, TNI/ Polri dan masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari hari. Pada saat ini kegiatan pasar berlangsung dari ± pkl. 04.30 WIT sampai dengan ± pkl. 06.30 WIT

b. Ketersediaan Lahan

Lahan yang tersedia untuk pembangunan pasar seluas ± 2.500 m², merupakan tanah milik KUD Gotong Royong (eks Transmigrasi), sedangkan luas lahan yang telah dimanfaatkan sebagai areal pasar seluas 480 m², Lahan terletak di Kelurahan Bumiwonorejo Distrik Nabire.

c. Dampak

Dengan terbangunnya Pasar Tradisional Gotong Royong, diharapkan para pelaku usaha, terutama petani produsen yang pada umumnya adalah masyarakat asli setempat, akan memperoleh tempat yang lebih bagus, nyaman dan bersih, sehingga kegiatan perdagangan akan meningkat yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para petani produsen. Di sisi lain, daerah tersebut diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan Distrik Nabire, Distrik Uwapa, Distrik nabire Barat dan sekitarnya yang kesemuanya merupakan sentra hasil pertanian.

d. Rencana Anggaran

Peningkatan Pasar Tradisional Gotong Royong Kelurahan Bumiwonorejo Distrik/ Kecamatan Nabire direncanakan penambahan

(23)

13 2 unit Los kios berukuran 15x4m, dengan masing masing Unit Los kios terdiri atas 5 petak berukuran 3x4m dan 2 Unit Loss/ Lapak ukuran 20x 8m. Dengan demikian biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Bumi Jaya Kampung Bumi Raya Distrik/ Kecamatan Nabire Barat sebesar : Rp. 5.181.000.000,- (Terbilang : #Lima Milyar

Seratus Delapan Puluh Satuh Juta Rupiah#)

6. Sarana dan Prasarana Metrologi Legal

Seiring perkembangan peningkatan perdagangan di kabupaten Nabire, maka meningkat pula penggunaan alat-alat ukur takar timbang dan peralatannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka sangat dibutuhkan pembangunan laboratorium operasional sehingga memudahkan pengawasan dan pendampingan bagi para pelaku usaha sehingga tidak terjadi kecurangan di dalam perdagangan.

Kabupaten nabire sebagai sentral perdagangan di kawasan teluk cenderawasih hingga saat ini masih memiliki banyak keterbatasan namun hal tersebut tidak mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam mengantisipasi hal tersebut.

Untuk mendorong dan mengatasi berbagai kendala di lapangan maka sangat dibutuhkan bantuan pemerintah pusat dalam hal pengalokasian anggaran Dana Alokasi Khusus guna membangun laboratorium metrology legal dan prasarana pendukung berupa kendaraan op[erasional dalam melakukan kegiatan tera dan tera ulang serta pendataan lapangan mengingat masih terbatasnya akses dan sumber daya yang dimiliki.adapun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana dan prasarana metrology legal sebesar Rp. 5.500.000.000,- (Terbilang: #Lima Miliar Lima Ratus Juta

(24)

14

BAB IV

P E N U T U P

Penutup

Demikian Proposal ini disusun dan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017 guna pembangunan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

14

BAB IV

P E N U T U P

Penutup

Demikian Proposal ini disusun dan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017 guna pembangunan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

14

BAB IV

P E N U T U P

Penutup

Demikian Proposal ini disusun dan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017 guna pembangunan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP

14

BAB IV

P E N U T U P

Penutup

Demikian Proposal ini disusun dan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2017 guna pembangunan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Nabire, 2016

BUPATI NABIRE

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :