Makalah Hukum Islam

22 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Makalah Hukum Islam : Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau

Makalah Hukum Islam : Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau

dari Perspektif Hukum Islam

dari Perspektif Hukum Islam

Browse »

Browse » HomeHome » » Makalah Huku » » Makalah Hukum Islam : Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau dari Perspektifm Islam : Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam

Hukum Islam

ABSTRAK  ABSTRAK 

Pornografi dan pornoaksi terjadi akibat gelombang modernisasi dan globalisasi yang Pornografi dan pornoaksi terjadi akibat gelombang modernisasi dan globalisasi yang deras menuju ruang-ruang kehidupan

deras menuju ruang-ruang kehidupan masyarakat !amasyarakat !anpa ada kesadaran senpa ada kesadaran semua pihak untukmua pihak untuk

menghentikannya dengan pertimbangan kemaslahatan umat" pornografi dan pornoaksi akan terus menghentikannya dengan pertimbangan kemaslahatan umat" pornografi dan pornoaksi akan terus  berulang Islam sejak awal telah mengantisipasi persolan ini sehingga sejuml

 berulang Islam sejak awal telah mengantisipasi persolan ini sehingga sejumlah ayat dan hadisah ayat dan hadis sejak awal telah mengatur tata#ara berpakain" melakukan hubungan komunikasi antara pria dan sejak awal telah mengatur tata#ara berpakain" melakukan hubungan komunikasi antara pria dan wanita" termasuk juga melarang publikasi-publikasi yang dapat menimbulkan

wanita" termasuk juga melarang publikasi-publikasi yang dapat menimbulkan dekadensi moraldekadensi moral  bagi umat manusia

(2)

BAB I BAB I

P!DAH"#"A! P!DAH"#"A! $

$ %atar Belakang Masalah%atar Belakang Masalah

&enomena pornografi dan pornoaksi dewasa ini telah men#apai perkembangan yang &enomena pornografi dan pornoaksi dewasa ini telah men#apai perkembangan yang san

sangat gat pespesat" at" sudsudah ah menymenyententuh uh setsetiap iap lapilapisan san masmasyaryarakat akat tantanpa pa terterhalhalang ang oleoleh h seksekat-at-seksekatat geografis lagi Bahkan masyarakat pedesaan yang se#ara geografis jauh dari kota" di mana geografis lagi Bahkan masyarakat pedesaan yang se#ara geografis jauh dari kota" di mana diasumsikan sebagai sentra pornografi dan pornoaksi" pun

diasumsikan sebagai sentra pornografi dan pornoaksi" pun tak luput terjamahtak luput terjamah

Mengapa pornografi dan pornoaksi dapat berkembang sedemikian pesat' !entu banyak  Mengapa pornografi dan pornoaksi dapat berkembang sedemikian pesat' !entu banyak  faktor yang melatarbelakanginya $ntara lain misalnya model busana yang masih menampilkan faktor yang melatarbelakanginya $ntara lain misalnya model busana yang masih menampilkan aurat"

aurat"(()(*media massa baik #etak maupun elektronik" termasuk juga +terutama, internet" tentu)(*media massa baik #etak maupun elektronik" termasuk juga +terutama, internet" tentu saja ikut andil dalam penyebaran

saja ikut andil dalam penyebaran pornografi dan pornoaksi tersebutpornografi dan pornoaksi tersebut)*)*

.ebab pornografi adalah substansi dalam media massa atau alat komunikasi yang dibuat .ebab pornografi adalah substansi dalam media massa atau alat komunikasi yang dibuat unt

untuk uk menymenyampampaikaaikan n gaggagasaasan n tententantang g sekseks" s" #ab#abul ul ataatau u eroerotitikaka//)/)/* * BiBiasasanyanya a akaksi si porpornono digambarkan dengan lukisan atau gambar yang kemudian dikonsumsi publik lewat media #etak digambarkan dengan lukisan atau gambar yang kemudian dikonsumsi publik lewat media #etak 1

1[1][1] Fungsi pakaian mula-mula tidak lebih dari untuk menutuf badan dan Fungsi pakaian mula-mula tidak lebih dari untuk menutuf badan dan melindunginya dari ancaman bahaya, tetapi ketika peradaban umat manusia melindunginya dari ancaman bahaya, tetapi ketika peradaban umat manusia semakin maju, fungsi pakaian pun juga menjadi bertambah yaitu untuk perhiasan semakin maju, fungsi pakaian pun juga menjadi bertambah yaitu untuk perhiasan dan meningkatkan kecantikan (al-tajammul wa al-tazayyun), keelkan, kecantikan dan meningkatkan kecantikan (al-tajammul wa al-tazayyun), keelkan, kecantikan dan ketampanan pada pakaian ini berbeda dari satu kmunitas ke kmunitas lainya! dan ketampanan pada pakaian ini berbeda dari satu kmunitas ke kmunitas lainya!

"

"["]["] #ustafa $bdu al-#ustafa $bdu al-%ahid, %ahid, al-&slam wa al-#usykilah al-'insiyah! air *ar al-&slam wa al-#usykilah al-'insiyah! air *ar al- al-&+tisham,

&+tisham, tt, tt, hal!hal!

[][] amus esar ahasa &ndnesia mengartikan .ertika/ adalah karya sastra yang amus esar ahasa &ndnesia mengartikan .ertika/ adalah karya sastra yang tema atau sifatnya berkenaan dengan nafsu kelamin atau kebirahian!

(3)

.edangkan pornoaksi adalah perbuatan" sikap" perilaku" gerakan tubuh ataupun suara yang erotis dan sensual" baik yang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja" se#ara perseorangan atau berkelompok

Meski tidak sepenuhnya disebabkan oleh media massa" namun suguhan berita serta tayangan yang mengusung tema seksualitas berikut deri0asinya se#ara tak langsung telah memantik imajinasi publik tentang pornografi dan pornoaksi Belum lagi internet di mana situs-situs porno begitu gampang diakses tanpa filter yang ketat jelas menjadi media efektif bagi mewabahnya pornografi dan pornoaksi

Menurut sebuah penelitian" di seluruh dunia ada sekitar 1222 situs porno 3umlah ini diperkirakan akan terus bertambah" dengan (422 situs porno baru setiap bulannya .itus porno lokal saja tidak kurang dari ((22 buah Dus" buku" gambar" dan 56D porno juga tak sulit ditemukan

Dengan kepungan arus pornografi dan pornoaksi tersebut" siapa yang mampu menjamin masyarakat di berbagai lapisan takkan tenggelam dalam pusaran terkutuk itu $khirnya" disadari atau tidak" masyarakat pun melakukan hal yang mengarah ke bentuk pornografi dan pornoaksi

7arena itulah bisa dimengerti kenapa angka pemerkosaan terus meningkat belakangan ini .etidaknya berita pemerkosaan yang terus saja berulang di berbagai daerah dengan beragam motifnya makin menguatkan sinyalemen itu Pada kisaran satu dasawarsa silam saja" di Indonesia rata-rata terjadi 4 sampai 1 wanita diperkosa setiap harinya8)8* !ak tertutup kemungkinan data ini bertambah se#ara drastis dewasa ini

.ebuah penelitian di 9ntario 7anada membuktikan" ; dari pelaku pemerkosaan sodomi +pria, dan <; pemerkosa wanita mengaku menonton se#ara rutin ba#aan dan tontonan

(4)

 porno %iberalisasi pornografi di $." Inggris" dan $ustralia telah meningkatkan angka  pemerkosaan Dr Mary $nne %ayden" Direktur pendidikan =ni0ersity of Pennsyl0ania Health .ystem" menyatakan bahwa selama menangani pelaku dan korban kekerasan seksual selama (/ tahun" tak satu pun kasus yang tidak diakibatkan oleh pornografi4)4* Meski terdapat perbedaan yang #ukup signifikan dengan Indonesia" namun pada substansinya penelitian itu juga bisa digunakan sebagai parameter untuk menjawab kenapa kasus pemerkosaan di negara ini terus meningkat

Maka siapakah yang harus disalahkan bila perilaku yang mengarah pada pornografi dan  pornoaksi sudah sedemikian menggurita di wilayah publik' !entu" sekali lagi" tak etis jika menumpahkan kesalahan kepada pihak tertentu 3ustru masyarakat sendiri yang mesti se#ara tegas menge0aluasi dirinya atas semua itu

Hanya saja" sampai saat ini masih terjadi silang pendapat tentang pornografi dan  pornoaksi itu sendiri Hal itu mun#ul karena perbedaan sudut pandang dalam memahami  pornografi dan pornoaksi

B Identifikasi Masalah

( &aktor-faktor apakah yang mendorong terjadinya pornografi dan pornografi dan pornoaksi'  Bagaimana dampak dari adanya pornografi dan pornoaksi baik bagi pelakunya sendiri maupun

 bagi masyarakat luas'

/ Bagaimana solusi untuk menangani permasalahan mengenai pornografi dan pornoaksi' 6 Maksud dan !ujuan

( =ntuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendorong terjadinya pornografi dan pornoaksi

(5)

 =ntuk mengetahui dampak yang timbul dari dari perbuatan pornografi dan pornoaksi baik bagi  pelakunya senidir maupun bagi masyarakat luas

/ =ntuk mengetahui solusi dalam menangani permasalahan mengenai pornografi dan pornoaksi D 7erangka Pemikiran

( $rand Theor%

$l->uran .urat $l-Isra? ayat / :

/ : @Dan janganlah kamu mendekati Aina .esungguhnya Aina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang burukC

$l->uran .urat $n-ur ayat /2 :

/2 7atakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: EHendaklah mereka menahan  pandanganya" dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih su#i bagi mereka"

.esungguhnya $llah Maha mengetahui apa yang mereka perbuatE $l->uran .urat $n-ur ayat /( :

/( 7atakanlah kepada wanita yang beriman: EHendaklah mereka menahan pandangannya" dan kemaluannya" dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya" ke#uali yang +biasa, nampak  dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya" dan janganlah Menampakkan perhiasannya ke#uali kepada suami mereka" atau ayah mereka" atau ayah suami mereka" atau putera-putera mereka" atau putera-putera suami mereka" atau saudara-saudara laki-laki mereka" atau putera-putera saudara lelaki-laki mereka" atau putera-putera saudara perempuan mereka" atau wanita-wanita Islam" atau budak- budak yang mereka miliki" atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan +terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui

(6)

 perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada $llah" Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

$l->uran .urat $l-$hAab $yat // :

// dan hendaklah kamu tetap di rumahmu)((4* dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang 3ahiliyah yang dahulu)((1* dan dirikanlah shalat" tunaikanlah Aakat dan taatilah $llah dan Fasul-ya .esungguhnya $llah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu" Hai ahlul bait)((* dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya

)((4* Maksudnya: isteri-isteri Fasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara? perintah ini juga meliputi segenap mukminat

)((1* Gang dimaksud 3ahiliyah yang dahulu ialah 3ahiliah kekafiran yang terdapat sebelum  abi Muhammad saw dan yang dimaksud 3ahiliyah sekarang ialah 3ahiliyah kemaksiatan" yang

terjadi sesudah datangnya Islam

)((* $hlul bait di sini" Gaitu keluarga rumah tangga Fasulullah saw $l->uran .urat $l-$hAab $yat 4 :

4 Hai abi" 7atakanlah kepada isteri-isterimu" anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: EHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya)(/* ke seluruh tubuh merekaE yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal" karena itu mereka tidak di ganggu dan $llah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

)(/* 3ilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala" muka dan dada &' Middle Theor%

"!DA!$("!DA!$ RP"B#IK I!D)!SIA !)M)R ** TAH"! &++, T!TA!$ P)R!)$RA-I

(7)

+(, .etiap orang dilarang memproduksi" membuat" memperbanyak" menggandakan" menyebarluaskan" menyiarkan" mengimpor" mengekspor" menawarkan" memperjualbelikan" menyewakan" atau menyediakan pornografi yang se#ara eksplisit memuat:

a persenggamaan" termasuk persenggamaan yang menyimpang  b kekerasan seksual

# masturbasi atau onani

d ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan e alat kelamin atau

f pornografi anak

+, .etiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:

a menyajikan se#ara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan  b menyajikan se#ara eksplisit alat kelamin

# mengeksploitasi atau memamerkan akti0itas seksual atau

d menawarkan atau mengiklankan" baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual Hadis Rasulullah SA. :

• Diriwayatkan dari $bu Hurairah ra" ia berkata" Fasulullah saw bersabda" @!iga jenis orang yang $llah tidak mengajak berbi#ara pada hari kiamat" tidak mensu#ikan mereka" tidak melihat kepada mereka" dan bagi mereka adAab yang pedih: 9rang yang berAina" penguasa yang  pendusta" dan orang miskin yang sombong"C +HF Muslim )(2*,

• Diriwayatkan dari $bu Hurairah ra" bahwasanya Fauslullah saw bersabda" @!idaklah berAina seorang peAina saat berAina sedang ia dalam keadaan mukmin"C

• Masih diriwayatkan darinya dari abi saw beliau bersabda" @3ika seorang hamba berAina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung 3ika ia meninggalkan Aina maka kembalilah keimanan itu kepadanya"C +.hahih" HF $bu Dawud )812*,

• Diriwayatkan dari al-Midad bin al-$swad ra" ia berkata" Fasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya" @Bagaimana pandangan kalian tentang Aina'C Mereka berkata" @$llah dan Fasul- ya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamatC Beliau bersabda" @.ekiranya seorang laki-laki berAina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berAina dengan isteri tetangganya"C +.hahih" HF Bukhari dalam $dabul Mufrad )(2/*,

(8)

&atwa Majelis =lama Indonesia omor =-< !ahun 22( oleh Majelis ulama Indonesia Pornografi dan Pornoaksi !ahun 22( :

Pertama : Hukum

( Melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang sah +Aina, adalah haram

 Berbuat intim" berdua-duaan" dan perbuatan sejenis lainnya yang mendekati danJatau mendorong melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang sah" antara laki-laki dengan  perempuan yang tidak terikat dalam pernikahan yang sah adalah haram

/ Memperlihatkan aurat" yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka" telapak tangan" dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram

8 Memakai pakaian ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagi perempuan" di hadapan laki-laki yang bukan suami atau mahramnya adalah haram

4 Menggunakan kosmetika yang dapat membangkitkan nafsu birahi laki-laki yang bukan suaminya" bagi perempuan" adalah haram

1 Menggambarkan" se#ara langsung atau tidak langsung" tingkah laku se#ara erotis" baik dengan lukisan" tulisan" suara maupun u#apan yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram  Melakukan suatu perbuatan danJatau suatu u#apan yang dapat mendorong terjadinya perbuatan sebagaimana dimaksud angka ( dan  adalah haram

< Membiarkan diri yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat sebagaimana dimaksud angka / untuk diambil gambarnya" baik untuk di#etak atau di0isualisasikan" dan gambarnya tersebut akan diperlihatkan kepada laki-laki yang bukan suaminya adalah haram

 Melakukan pengambilan gambar sebagaimana dimaksud angka < adalah haram

(2 Melakukan hubungan seksual di hadapan orang" membiarkan diri yang sedang melakukan hubungan seksual atau adegan seksual untuk diambil gambarnya" melakukan pengambilan

(9)

gambar hubungan seksual atau adegan seksual" melihat hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram

(( Memperbanyak" mengedarkan" menjual" membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar"  baik #etak atau 0isual" orang yang terbuka auratnya" perempuan berpakaian ketat sebagaimana

dimaksud angka 8" atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram

( Membantu danJatau membiarkan tanpa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan di atas adalah haram

(/ Memperoleh uang" manfaat" danJatau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan di atas adalah haram

K Metodologi

Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metodologi library resear#h atau kajian kepustakaan Fiset kajian kepustakaan ini adalah melakukan penelitian dari buku L buku atau kitab L kitab perpustakaan dan sumber dari internet yang rele0an dengan masalah yang dibahas

Makalah ini merupakan hasil pengumpulkan data yang penulis lakukan untuk men#ari fakta yang berkaitan dengan masalah tersebut Baik berupa dokumen atau informasi yang 0alid dan dapat diper#aya

& .istematika Penulisan

=ntuk memberikan arah yang lebih jelas dan gambaran umum tentang makalah ini" maka  penulis membuat uraian singkat tentang isi setiap bab dari makalah ini" sistematikanya adalah

(10)

B$B I PKD$H=%=$

Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah" identifikasi masalah" maksud dan tujuan" kerangka pemikiran" metodologi" dan sistematika penulisan

B$B II !K9FI-!K9FI !K!$ PKF7$NI$

Dalam bab ini berisi tentang teori-teori yang terdiri dari pengertian perkawinan" tujuan  perkawinan" syarat-syarat perkawinan dan rukun-rukun perkawinan

B$B III PKF7$NI$ =.I$ DII

Dalam bab ini berisi tentang materi dari makalah yang berjudul PKF7$NI$ =.I$ DII yang terdiri dari perkawinan usia dini dalam perspektif psikologi" perkawinan usia dini dalam perspektif agama" dan perkawinan usia dini di pandang dari berbagai sisi

B$B I5 $$%I.$ H=7=M

Bab ini berisi tentang analisa terhadap identifikasi masalah o ("  dan / B$B 5 PK=!=P

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran Daftar Pustaka

(11)

%$D$.$ !K9FI P9F9F$&I D$ P9F9$7.I

$ Pengertian Pornografi dan Pornoaksi

.ebetulnya tidak ada sesuatu yang baru dalam kontro0ersi seputar pornografi" karena

sebagaimana asal katanya" pornografi berasal dari kata Gunani porneyang berarti wanita jalang" dan graphos yang berarti gambar atau tulisan1)1* .ementara itu menurut 7amus Besar Bahasa

Indonesia" pornografi adalah penggambaran tingkah laku se#ara erotis dengan lukisan atau

gambar untuk membangkitkan nafsu birahi .edangkan dalamOxford English Dictionari,

 pornografi diartikan sebagai pernyataan atau saran mengenai hal-hal yang mesum atau kurang

sopan di dalam sastra atu seni

Dalam brosur yang diterbitkan oleh 7ementrian Pemberdayaan Perempuan")*

 pornografi disebutkan sebagai produk 0isualisasi seperti gambar" foto" film dan jenis lainnya

yang mengekploitasi seks dengan #ara asusila yang mele#ehakan harkat dan martabat wanita"

melanggar moral" ajaran agama" adat istiadat dan tradisi Dalam perkembangannya istilah

 pornografi mengalami perluasan arti menjadi pornoaksi" sehingga yang dikategorikan porno

tidak lagi dalam bentuk gambar seperti foto atau film" tetapi dalam wujud nyata berupa tindakan

Dengan demikian" menurut Mustanyir"<)<* pornografi dapat dipahami dalam tiga pengertian

 Pertama, ke#abulan yang merendahkan derajat kaum wanita Kedua,merosotnya kualitas

kehidupan yang eroti# dalam gambar-gambar yang jorok" kosakata yang kasar" dan humor yang

0ulgar Ketiga,menga#u pada tingkah laku yang merusak" yang terkait dengan mental manusia B Pornografi dan Pornoaksi dalam Polemik Kstetika dan Ktika

6[6] 78ie 9:a &nayati, .;ermasalahan #asyarakat dan egemaran <erhadap ;rngra:  ajian ;ustaka, Tarjih 7disi 3 'anuari "44!

=[=] *harma wanita persatuan, "44", Arti Pornograf dan pornoaksi dalam

http22www!dwp!r!id2article!php>id?111!

@[@] Aizal #ustanyir, .AeBeksi Fils:s atas ;rngra: dan ;rnaksi,/ Tarjih, 7disi 3  'anuari "44!

(12)

ambar-gambar porno dalam berbagai tabloid maupun media elektronik seringkali

ditampilkan se#ara 0ulgar dan disertai dengan pengetahuan @seksualitasC yang dikemas dalam  bahasa pro0okatif untuk sekedar menaikkan tensi libiditas publi# pemba#a atau pemirsa tanpa standar etika sosail yang jelas dan hanya dijadikan komoditas media yang akan mengahasilkan keuntungan besar bagi pemiliknya Menurut $shadi .iregar" sebagimana dikutip Gulianto)* salah satu hipotesis yang dapat diajukan tentang faktor penyebab komersialisasi seks melalui  pewa#anaan media adalah karena pengaruh relasi sosail yang bersifat @mutualistisC" artinya  pornografi media akan terus berkembang mengikuti pola penalaran +tingkat apresiasi,

masyarakat pemba#aJpenikmat dan juga merupakan konsekwensi logis keterbukaan informasi yang tidak terkontrol $ntara pemilik modal jurnalisme seksis +pornografi media, dan

masyarakat pemba#aJpenikmat produk pornografi media saling membutuhkan Masyarakat  pemba#a di Indonesia" pada umumnya masih memiliki daya apresiasi wa#ana yang @rendahC

Mereka lebih menyukai wa#ana-wa#ana so#ial yang eksotis

6 Pengertian Pornografi dan Pornoaksi Ditinjau dari .udut yang Melihat dan atu Mendengar dan atau Menyentuh

9rang yang sudah dewasa jika melihat dan mendengar dan atau menyentuh benda-benda  pornografi dan atau pornoaksi akan berbeda dengan orang yang masih anak-anak " atau orang

yang belum dewasa Begi orang yang sudah dewasa" kemungkinan untuk dapat mengendalikan diri dari pornografi dan atau pornoaksi masih ada dibandingkan dengan orang yang belum dewasa

.edangkan orang yang belum dewasa" terutama anak-anak yang berusia menjelang remaja" dan usia remaja" lebih mudah dipengaruhi oleh pornografi dan atau pornoaksi baik yang dilihat atau didengar atau disentuh mereka %ain halnya dengan anak atau anak-anak yang belum

[] <risn Culiant dan $ri risnawati, .;rngra: dan ;erempuan #edia/ dalam http22www!dwp!r!id2article!php>id?111!

(13)

 baligh dan belummummayiz  tentu akan berbeda pula pengaruhnya Meskipun demikian" dilihat dari ajaran Islam bahwa system pembelajaran terhadap anak itu wajib dimulai sejak ia atau mereka masih dalam kandungan ia atau mereka masuk ke liang lahat" maka hal-hal yang  berkaitan dengan pornografi atau pornoaksi wajib pula dihindarkan dari mereka" sekalipun

mereka masih balita

7arena itu" dalam surahan-Nurayat 4<sampai dengan 1(diatur tentang tata karma" sopan santun pergaulanm dalam rumah tangga" antara anak-anak yang sudah baligh dan mummayiA dengan orang tua mereka dan antara para pekerja yang bekerja di rumah tangga bersangkutan dengan pemilik rumah(2)(2*

D Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam

Islam berpandangan bahwa pornografi adalah semua produk berupa gambar" tulisan" suara dan sebagainya yang memperlihatkan" menggambarkan" dan menguraikan segala hal tentang aurat pria dan wanita atau proses hubungan rumah tangga tanpa tujuan yang dibenarkan oleh hokum islam" misalnya untuk pendidikan" media" maupun hukum(()((* Pembahasan aurat dalam Islam menduduki arti penting dan mendapat perhatian yang besar" karena aurat

mempunyai beberapa aspek berkaitan dengan beberapa hal seperti ibadah" etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan" antara muhrim dan bukan muhrim" serta aurat dalam kaitannya dengan hokum berpakaian .e#ara umum aurat diartikan sebagai bagian anggota tubuh yang tidak patut diperlihatkan kepada orang lain dan bagian-bagian itu ada beberapa ma#am sesuai dengan situasi dan kondisi()(*

14[14] *epartemen $gama, op cit, hal! 330-333!

11[11] #! D! 9aEbah, "441, Perilaku seks menyimpang dan seksualitas kontemporer umat islam. D&& ;ress, Cgyakarta, hal! =@!

1"[1"] &brahim #uhammad $l-'amal, 1@6, Fiih !anita, <erj! $nshri Dmar, $sy-syifa, 9emarang! al! 114!

(14)

9leh karenanya memperlihatkan aurat yaitu bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki serta seluruh bagian tubuh wanita selain muka" telapak tangan dan telapak kaki adalah haram ke#uali dalam hal-hal yang dibenarkan se#ara syarOi

B$B III

H=B=$ P9F9F$&I D$ P9F9$7.I DK$ !=3=$ H=7=M I.%$M $ Hubungan Pornografi dan Pornoaksi dengan 7onsep 7epemilikan !ubuh dan Harta

Pornografi dan pornoaksi selalu dikaitkan dengan gerak tubuh yang erotis dan atau sensual dari  perempuan dan atau laki-laki untuk membangkitkan nafsu birahi baik bagi lawan jenis maupun

sejenis .ebenarnya perbuatan yang termasuk pornografi atau pornoaksi bukan semata-mata  perbuatan erotis yang membangkitkan nafsu birahi" tetapi juga termasuk perbuatan erotis yang memuakkan" menjijikkan atau memalukan orang yang melihatnya atau mendengarnya" atau menyentuhnya !imbulnya rasa jijik" muak atau malu karena tidak semua orang menyukai untuk  melihat perbuatan atau gambar-gambar yang pornografis

Hubungan perbuatan pornografi dan pornoaksi dengan pemilik tubuh pelaku" tentu tidak  lepas dari prinsip kepemilikan tubuh itu sendiri bagi masing-masing pemilik tubuh" biasanya selalu berkaitan dengan perolehan sejumlah harta sebagai imbalan jasa bagi pemilik tubuh  bersangkutan" baik sebagai model peragaan busana +ke#uali busana muslim," model iklan" lukisan" patung" penari" penyanyi" dan lain-lain" ataupun prinsip kepemilikan tubuh bagi orang atau badan usaha terkait

Menurut ajaran Islam" tubuh manusia merupakanamanah Allah bagi pemilik tubuh yang  bersangkutan yang wajib dipelihara dan dijaga dari segala perbuatan ter#ela" perbuatan yang

merugikan diri pemilik tubuh itu sendiri" maupun masyarakat" demi keselamatan hidup dan kehidupannya" baik di dunia maupun di akhirat kelak !ubuh sebagai amanah $llah yang wajib dipelihara oleh setiap insan" antara lain diatur dalam surah an-ur ayat /2 dan ayat /( yang

(15)

mengatur tentang tata busana dan tata pergaulan dalam keluarga dan masyarakat bagi laki-laki dan perempuan(/)(/*

Demikian pula harta" menurut ajaran Islam" juga merupakan hak mutlak $llah +al-Haddid ayat ( sampai dengan ayat 1," yang diamanahkan kepada manusia untuk memanfaatkannya 7arena itu" dalam memperoleh dan mempergunakan harta harus sesuai dengan tuntunan-ya" antara lain melalui kewajiban mambayar Aakat bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat !uhan telah menyampaikan ketentuan-ketentuan dalam ayat-ayat-ya adalah untuk kepentingan umat manusia" diantaranya ayat-ayat tentang #ara memperoleh dan memanfaatkan harta merupakan tanda #inta $llah kepada manusia" makhluk-ya

.ehubungan dengan prinsip kepemilikan tubuh dan harta sebagai amanah $llah" maka  pengkajian pornografi dan pornoaksi tidak dapat dilepaskan darituuan ho!um "slam#

B 7aitan !indak Pidana Pornografi dan !indak Pidana Pornoaksi dengan Memelihara $gama 7aitan tubuh dengan seluruh aspek yang terdapat di dalamnya +ruh" jiwa" akal" dan kalbu, adalah bertujuan untuk memelihara agama $gama Islam sebagai agama terakhir dan agama yang diridhai oleh $llah +al-maidah ayat /, yang berintikan akidah" syariOah" dan akhlak" menuntun" membimbing" mengarahkan" dan mengatur hidup dan kehidupan manusia" baik dalam  peraturan dan $at%i maupun zanni, demi kebahagiaan kita di dunia dan akhirat kelak +surah ar- &ad ayat < dan ayat  jo .urahaz-'u!hrufayat 1< sampai dengan ayat /,

$gama Islam yang di dalamnya terdapat hokum Islam" baik dalam pengertian syari%ah maupun  fi$h, mengatur hubungan kita dengan !uhan +i(adah mahdah, atau yang disebut juga ha(lun minanallah," yang ter#ermin dalam ar!anul )"slam, juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri" manusia dengan manusia lain dalam masyarakat" baik lo#al" nasional" maupun internasional" serta mengatur hubungan manusia dengan alam sekitarnaya +ha(lun-minan-nas* Di dalam ajaran agama Islam" juga dikemukakan tentang sejarah manusia yang harus diteladani +surah an-Nahl ayat (2 sampai dengan ayat (/," dan sejarah manusia durhaka yang menentang 1[1] *epartemen $gama, op cit, hal! 30@!

(16)

!uhan" yang sebenarnya ia atau mereka adalah menyesatkan dan menganiaya dirinya sendiri maupun orang lain +surahaz-'u!hruf ayat 8 sampai dengan ayat <2," yang harus dihindari oleh setiap umat manusia berikutnya" karena amalan-amalan mereka menjadi sia-sia seperti debu ditiup angin +surah "(rahimayat (<,

6 7aitan !indak Pidana Pornografi dan !indak Pidana Pornoaksi dengan Memelihara 3iwa

7aitan pornografi dan atau pornoaksi dengan memelihara jiwa !ubuh tanpa jiwa adalah mati Dan setiap yang berjiwa akan merasakan mati" begitu pula manusia Mati merupakan batas akhir  dari kehidupan raga seorang manusia di dunia yang fana" dan pasti kembali ke Illahi" karena !uhanlah yang men#iptakan manusia maka manusia pasti kembali kepadaya !uhan Maha 7uasa menghidupkan orang yang mati dan !uhan Maha 7uasa pula mematikan dan menghidupkan manusia

PORNOGRAFI dan PORNOAKSI dalam PANDANGAN ETIKA

16 #ei "44=

1 5tes

(17)

lobalisasi telah menghapus sekat-sekat yang ada dalam masyarakat baik itu masyarakat internasional maupun merembes kepada masyarakat dalam satu negara Hal yang nampak jelas adalah terjadinya pertemuan antar budaya yang telah melahirkan dua mata pisau" disatu sisi  berdampak positif" namun di sisi lain terjadi pergesekan yang #ukup hebat

 egara-negara timur" khususnya Indoesia sangat terkenal dengan bangsa yang sopan- santun" Clebih beretikaC" dan sangat kuat memegang norma-norma terutama norma agama Berkat kemajuan teknologi dan informasi maka masuklah pengaruh dari negara-negara lain" yang men#olok dalam hal ini adalah masuknya budaya dari negara-negara Barat Budaya Barat yang serba terbuka" termasuk Cbuka-bukaanC dalam berpakaian

B' Pengertian

7etelanjangan atau porno mempunyai  pengertian:

1! etelanjangan yang disajikan dalam media cetak dan elektrnik!

"! etelanjangan yang disajikan secara langsung dengan berbagai gaya dan /sajian/!

7ategori pertama dinamakan CpornografiC" sementara kategori kedua dinamakan CpornoaksiC

0' Bagaimana Tinjauan tika

Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi ini" maka saya men#oba untuk menelaahnya dalam kajian etika Mengapa kajian etika sangat diperlukan dalam masalah ini ' $da baiknya kita merujuk pada yang disampaikan &ranA Magnis .useno" seorang ahli filsafat dari .!& +.ekolah !inggi &ilsafat, Driyarkara" tentang etika sangat diperlukan pada Aaman sekarang" yang tertera dalam bukunya CKtika DasarC:

• ita hidup dalam masyarakat yang pluralistik (berbagai pandangan mral)!

*alam hal ini etika mencba mencapai suatu /pendirian/ dalam perglakan pandangan-pandangan mral!

• ita hidup dalam masa transfrmasi masyarakat tanpa tanding! *i sini etika

membantu agar kita tidak kehilangan rientasi, dapat membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang bleh saja berubah, dan agar kita sanggup mengambil sikap yang dapat dipertanggung-jawabkan!

•  <awaran-tawaran idelgi-idelgi sebagai bat penyelamatan! 7tika

menghadapi idelgi-idelgi itu dengan kritis dan bjektif serta membentuk penilaian sendiri, menuntun kita agar tidak terlalu mudah terpancing, naif 2bersikap ekstrim!

(18)

• *iperlukan kaum agama untuk menemukan dasar kemantapan mereka dalam iman2kepercayaan mereka! 9ehingga agama dapat berpartisipasi tanpa takut dan tidak menutup diri dalam semua kehidupan masyarakat yang sedang berubah!

Tinjauan Masalah

Merujuk apa yang disampaikan &ranA Magnis .useno diatas" maka berkaitan dengan masalah  pornografi dan pornoaksi ini ada beberapa hal yang akan saya #oba kaji dalam makalah ini:

1! 9eksualitas merupakan satu hal manusiawi dan kebutuhan "! *ampak prngra: dan prnaksi

! 9erangan media-media prngra: dan sarana prnaksi dalam menguncang sistem nilai masyarakat

0! #asalah kebebasan dan tanggung jawab berkaitan dengan ketelanjangan baik yang berbentuk prngra: maupun prnaksi!

Pem1ahasan Masalah

2' Seksualitas merupakan satu hal manusia3i dan ke1utuhan

.e#ara manusiawi setiap orang mempunyai dorongan seksual !api" perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya adalah masalah penyikapan dan penyalurannya !erkait dengan hal ini" ternyata ba#aan dan tontonan seksual +media pornografi, memiliki pasar yang sangat Prof Dr Dr Nimpie Pangkahila" .p$nd +uru Besar kedokteran =ni0ersitas =dayana Bali, dalam kolom 7eluarga koran Minggu Pagi terbitan minggu kedua Mei 221" mengungkapkan mengapa orang senang terhadap ketelanjangan" pornografi khususnya :

• #endapat tambahan infrmasi tentang perilaku seksual, meskipun tidak

selalu benar secara ilmiah

• ;rngra: memberikan kesempatan untuk melatih imajinasi tentang sesuatu

yang ingin diketahui

• #ereka mendapatkan sesuatu yang bersifat rekreasi!

Fansangan seksual yang diberikan oleh pornografi dapat menimbulkan reaksi seksual" baik pada  pria maupun wanita" baik se#ara psikis maupun se#ara fisik

(19)

Banyaknya tayangan seksual dalam 0ideo klip" majalah tele0isi" dan film membuat remaja melakukan akti0itas seks se#ara sembarangan !idaklah mengherankan ketika terjadi kasus  pemerkosaan terhadap anak-anak oleh anak seusia .MP" adegan panas yang dilakukan oleh siswa-siswa .M$" seperti kasus di 6ianjur + melakukan se di dalam kelas" yang turut melibatkan guru," dan banyak lagi kasus-kasus lain Menurut 3ane Brown" ilmuwan dari =ni0ersitas orth 6arolina" Csemakin banyak remaja disuguhi eksploitasi seks di media" mereka akan semakin berani men#oba seks diusia mudaC+7oran Minggu Pagi o 2 !h 4 Minggu II Mei 221,

Mary $nne %ayden" direktur Program Psikologi dan !rauma .eksual" =ni0ersitas Pennsyl0ania" $merika .erikat" menyatakan gamabar porno adalah masalah utama pada kesehatan mental masyarakat dunia saat iniCIa tak #uma memi#u ketagihan yang serius" tapi juga pergeseran pada emosi dan perilaku sosialC %ebih lanjut ia menyatakan bahwa Cpengaruh kokain dalam tubuh  bisa dilenyapkan Ini berbeda dengan pornografi .ekali terekam dalam otak" image porno itu

akan mendekam dalam otak selamanyaC+7oran Fepublika" sabtu (( februari 221,

/' Serangan media(media pornografi dan sarana pornoaksi dalam mengun4ang sistem nilai mas%arakat

Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa dengan pengalaman yang berbeda dengan KropaJBarat Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius Mitologi kita tidak mengenal figur Prometheus: seorang pahlawan manusia yang memberontak kekuasaan langit Manusia Indonesia lebih memilih sebagai wakil !uhan di muka bumi atau imago dei +jembatan antara !uhan dan b umi, Dalam pandangan hidup dan budaya kita" pornografi dan pornoaksi adalah fenomena di luar  sistem-nilai 7arena itu" sudah sepatutnya bagi mereka yang tetap berpegang teguh pada  pandangan-hidup dan sistem nilai Indonesia yang menolak segala bentuk pornografi dan  pornoaksi +Ismail & $ttas dalam 7oran Fepublika" .enin (/ Maret 221,

*' Masalah ke1e1asan dan tanggung ja3a1 1erkaitan dengan ketelanjangan 1aik %ang 1er1entuk pornografi maupun pornoaksi'

%ekak-lekuk tubuh pria atau wanita memiliki nilai estetis amat indah sebagai seni teologis !uhan menyukai keindahan dengan maha karya indahya !api" apakah orang bebas mengekspresikan keindahan tubuh dan hasrat seksualnya ke ruang publik' .elingkuh mungkin menarik" indah" dan menyenangkan bagi pelakunya" tapi apakah hal itu benar dan baik' Problem etis ini sudah menjadi perdebatan filosofis sejak Aamannya .o#rates 7etertarikan seksual pria-wanita berkait apresiasi keindahan tubuh yang berfungsi bagi kelangsungan sejarah !api" apakah memamerkan keindahan tubuh yang erotis atau melampiaskan hasrat seksual itu bebas dilakukan di ruang publik'

(20)

Hidup sosial memerlukan sejumlah batasan antara apa yang termasuk ruang publik dan pri0asi Hasrat seksual merupakan bakat bawaan manusia" juga hewan !api" hasrat seksual tidak bisa dilampiaskan di sembarang waktu dan tempat Bagi pelaku" hubungan intim hingga orgasme merupakan sesuatu yang indah dan bernilai spiritual tinggi" tapi menjijikan jika dipertontonkan ke ruang publik $lih-alih mengapai spiritualitas" sebaliknya justru mendegradasi martabat kemanusiaan Pornografi dan pornoaksi adalah wilayah publik yang bergantung pada apresiasi  banyak orang sebagai pengguna" tapi juga berhubungan dengan konsep martabat kemanusiaan

+ $bdul Munir Mulkan dalam 7oran Fepublika" .enin (/ Maret 221,

9sbud

AaBy $nhar

seorang terbuang +sampahflywordpress#om, +sampahflyblogspot#om, http:JJwwwfa#ebook#omJgroupsJ/(</1/<(8<<<(<J

http:JJwwwfa#ebook#omJpagesJsaungelmuJ///48</<//112selengkapnya  'adikan <eman G irim ;esan

(21)

Pornograf dalam Tiga Perspekti Bereda! Agama" B#da$a

dan Bangsa

H;&I& G "6 #arch "414 G 131 *ibaca %&&' mentar ( 1

;rngra:, tampaknya selalu menjadi diskursus yang tak pernah ada habisnya! arena begitu menarik tiap kali membahasnya! ;enafsiran akan istilah tersebut pun masih terus menjadi perdebatan diantara kita! $palagi jika prngra: ditinjau dari sudut pandang yang beraneka, seperti agama, budaya, dan bangsa!

Pertama jika ditinjau dari perspektif agama, prngra: merupakan hal yang

diharamkan keberadaannya! arena dinilai sebagai hal yang dapat merusak mral manusia! *idalamnya mengandung nilai-nilai asusila! Cang dapat mengganggu kehidupan para pemeluk agama! <idak hanya dalam hubungan ibadah kepada  <uhan Cang #aha 7sa, tetapi juga dalam menjalin hubungan terhadap sesama!

al tersebut yang menjadikan prngra: dilarang leh agama! arena dinilai lebih banyak mengandung kemudharatan daripada kemaslahatannya! <idak hanya

prngra:, sebagai sebuah ide, yang dicekal leh agama! <etapi juga .aksiden/ dari ide tersebut (prnaksi) pun dilarang dan bahkan dikenakan sanksi bagi

pelanggarnya, yaitu berupa dsa! 9erta ancaman dicret namanya dalam daftar para penghuni surga dan direkmendasikan untuk menempati neraka!

"edua, prngra: dalam kacamata kebudayaan merupakan sebuah ide dari hasil cipta, rasa dan karsa manusia! 9ehingga keberadaanya masih dapat dipertanggung- jawabkan secara mral dan susila! 9ebagai sebuah ide, prngra: dapat berupa

nilai seni dari manusia berbudaya! Cang didalamnya sarat mengandung nilai-nilai estetika! <erlebih lagi jika keindahan dipandang sebagai sebuah mahakarya! Cang dianugerahkan leh 9ang ;encipta kepada alam semesta!

*ari kerangka berpikir demikian maka dapat dikatakan bahwa prngra: bagian dari realita! Cang sulit untuk dilarang maupun diharamkan keberadaannya! 'ustru harus diterima dengan lapang dada dan dengan sudut pandang yang berbeda! 9ehingga membuka cakrawala pengetahuan kita seluasnya!

"etiga adalah penilaian dalam knteks berbangsa! &ndnesia sebagai sebuah entitas

bangsa yang memiliki ragam agama dan budaya, tidak dapat diseragamkan leh suatu ide yang memaksa! *an terkait dalam hal ini adalah prngra: sebagai sebuah ide, yang ingin diseragamkan persepsinya! <entu hal tersebut dapat mengganggu keutuhan bangsa dan negara! emungkinan lain dapat merusak kerukunan umat beragama, maupun hubungan antar suku bangsa!

*engan keanekaragaman budaya tersebut, maka mengindikasikan pula keragaman persepsi diantara kita! eragaman persepsi itu yang kemudian memicu isu

(22)

prngra: berubah menjadi sebuah kntr8ersi yang kian hari mengemuka!

9ehingga menuai plemik di kalangan masyarakat &ndnesia! Cang ditengarai saat ini masih dalam tahap perkembangan untuk menjadi .dewasa/! ;adahal

sesungguhnya dengan kedewasaan itulah kita dapat saling menghargai dan menerima setiap perbedaan yang ada!

ebhinekaan di dalam bangsa ini merupakan sebuah anugerah yang harus disyukuri dan dijaga! Dntuk itu kita harus bersama-sama menyatukan 8isi demi kemajuan bangsa dan negara! ukan dengan menyeragamkan persepsi terhadap sebuah diskursus yang tak jelas ukuran penafsirannya! $palagi jika sampai mengakibatkan rusaknya keharmnisan bangsa lantaran pandangan yang berbeda! Cang pada akhirnya menuaikan duka lara dan menjadi hal yang sia-sia!

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :