PENDAPATAN SUWARDJONO” PENDAPATAN SUWARDJONO”
Pend
Pendapaapatan tan dan dan biabiaya ya mermerupakupakan an penypenyebab ebab penpentinting g perperubahubahan an ekuiekuitas tas yanyangg berasal
berasal dari dari kegiatan kegiatan operasi operasi perusahaan perusahaan dan dan pembentuk pembentuk laporan laporan laba laba rugi rugi yangyang menen
menentukan laba tukan laba perusaperusahaan. Itulah haan. Itulah sebabnsebabnya ya akun-aakun-akun kun terstersebut disebut dengan ebut disebut dengan akunakun nominal atau temporer yang akhirnya secara periodik harus ditutup dengan membuat nominal atau temporer yang akhirnya secara periodik harus ditutup dengan membuat jurnal penutup.
jurnal penutup.
Konsep dasar upaya dan capaian (
Konsep dasar upaya dan capaian (effort and accomplishment effort and accomplishment ) menyatakan bahwa) menyatakan bahwa pendapatan
pendapatan harus harus diperoleh diperoleh dengan dengan biaya biaya dan dan bukan bukan sebaliknya sebaliknya pendapatanpendapatan menanggung biaya. Jadi, tidak ada pendapatan tanpa biaya. leh karena itu, secara menanggung biaya. Jadi, tidak ada pendapatan tanpa biaya. leh karena itu, secara konseptual biaya harus dikeluarkan dulu untuk memperoleh pendapatan. !rtinya hanya konseptual biaya harus dikeluarkan dulu untuk memperoleh pendapatan. !rtinya hanya dengan biaya, pendapatan dapat tercipta.
dengan biaya, pendapatan dapat tercipta.
"ecara teknis akuntansi, pendapatan biasanya diukur terlebih dahulu dan barulah "ecara teknis akuntansi, pendapatan biasanya diukur terlebih dahulu dan barulah menguk
mengukur ur biaybiaya a yang yang diperkdiperkirakairakan n menghamenghasilkasilkan n pendapapendapatan tan tersetersebut but sehinsehingga gga labalaba dapat ditentukan dengan tepat. #aka dari itu, dalam laporan laba rugi, pendapatan dapat ditentukan dengan tepat. #aka dari itu, dalam laporan laba rugi, pendapatan dis
disajiajikan kan leblebih ih awaawal l lallalu u dikdikuraurangi ngi biaybiaya. a. $am$amun un demdemikiikian, an, titidak dak berberartarti i bahbahwawa pendapatan (
pendapatan (revenuerevenue) menanggung biaya () menanggung biaya (expenseexpense). %iaya merupakan beban yang harus). %iaya merupakan beban yang harus dih
dihindindari ari tettetapi api mermerupaupakan kan upayupaya a yanyang g sensengajgaja a dildilakukakukan an dendengan gan sensenang ang hathati i sersertata penuh kesadaran.
penuh kesadaran.
#enurut "uwardjono, pendapatan adalah& #enurut "uwardjono, pendapatan adalah&
'.
'. !li!liran ran masmasuk auk atau tau kenakenaikaikan asn assetset .
. KegiatKegiatan yang man yang merepreerepresentasentasi operasi operasi utsi utama ataama atau sentru sentral yanal yang menerug meneruss .
. PelPelunaunasansan, penur, penurunaunan, atau penn, atau pengurgurangaangan kewajn kewajibaibann *.
*. "u"uatatu eu entntiitatass +.
+. PrPrododuk puk pererususahahaaaann .
. #enyandang beberapa nama atau mengambil beberapa bentuk ( sales, fees, interests, dividends, royalties, and rents)
. #engakibatkan kenaikan ekuitas
Karakteristik yang harus dipenuhi sehingga disebut Pendapatan !" Kenaikan Aset
Pendapatan ada atau timbul apabila terjadi transaksi atau kejadian yang menaikkan asset atau menimbulkan aliran masuk asset yaitu jumlah rupiah kotor ( gross).. /idak ada batasan bahwa asset harus berupa kas atau alat likuid yang lain. !kan tetapi, tidak semua kenaikan asset dapat menimbulkan pendapatan. 0!"% dan I!I (I!"1) menyatakan hal yang sama bahwa pendapatan diukur dengan jumlah rupiah dari penjualan. Paton dan 2ittleton menyebutkan + transaksi atau kejadian yang membuat asset bertambah. #aka dari itu, merujuk kegiatan yang disebutkan Paton dan 2ittleton, hanya kegiatan point + yang masuk dalam kategori sumber pendapatan yaitu penyediaan dan3atau penyerahan produk (barang dan jasa).
Pendapatan sebagai kenaikan asset merupakan pede4inisian dengan konsep aliran masuk (inflow concept of revenue). Konsep ini mempunyai kelemahan karena pendapatan dianggap baru ada setelah transaksi penjualan terjadi. 5engan kata lain, pendapatan timbul karena peristiwa atau transaksi pada saat tertentu dan bukan karena proses selama suatu periode.
#" Operasi Uta$a %er&an'ut
Kegiatan operasi diwujudkan dalam bentuk memproduksi dan mengirim berbagai barang kepada pelanggan atau menyerahkan atau melaksanakan berbagai jasa. Pengertian 6operasi utama6 dalam hal ini lebih dikaitkan dengan
tujuan utama perusahaan yaitu menghasilkan produk atau jasa untuk mendatangkan laba. 5engan demikian, yang disebut pendapatan adalah kenaikan asset yang berkaitan dengan operasi utama ini dan bukan dengan in7estasi dan
pendanaan. "ehingga laba yang berasal dari kegiatan in7estasi dapat dikatakan sebagai untung ( gains) karena merupakan jumlah neto dan bukan merupakan kegiaan operasi. $amun, berbeda apabila suatu perusahaan bergerak dibidang jual beli surat berharga, maka laba jual beli surat berharga tersebut dapat dikatakan pendapatan operasi pokok sedangkan bunga dan di7idendnya merupakan pendapatan tambahan.
(" Penurunan Ke)a'iban
Pengiriman barang atau pelaksanaan jasa akan mengurangi kewajiban yang menimbulkan pendapatan. Kejadian pengiriman barang mengubah kewajiban menjadi pendapatan. Jadi alih-alih kenaikan asset, pendapatan dapat dide4inisikan sebagai penurunan kewajiban. /imbulnya pendapatan yang berasal dari turunnya kewajiban banyak dipicu oleh penyesuaian akhir tahun. !sas akrual juga menimbulkan kenaikan asset yang dapat dide4inisikan sebagai pendapatan, misalnya piutang pendapatan bunga, piutang di7idend dan
semacamnya.
*" Suatu Entitas
Pendapatan dide4inisi sebagai kenaikan asset bukannya kenaikan ekuitas bersih meskipun kenaikan asset tersebut akhirnya berpengaruh terhadap kenaikan ekuitas bersih. /elah disebutkan, dengan konsep kesatuan usaha, ekuitas secara konseptual adalah utang perusahaan kepada pemilik. leh karena itu, naiknya asset karena pendapatan akan mengakibatkan naiknya ekuitas. Jadi, naiknya ekuitas merupakan konsekuensi dan bukan sumber pendapatan sehingga pendapatan tidak dapat dide4inisikan sebagai kenaikan ekuitas.
+" Pr,duk Perusahaan
Pendapatan adalah produk perusahaan yang meliputi jasa yang dihasilkan perusahaan. 5isini, pendapatan dide4inisi secara 4isis bukan moneter. Produk
Pengertian semacam ini sesuai dengan konsep upaya dan capaian (effort and accomplishment ) yaitu pendapatan merupakan capaian dari upaya produkti4 perusahaan. Produk merupakan capaian dari tiap kegiatan produkti4. 5engan pengertian ini, pendapatan terbentuk pada saat produk terbentuk bahkan selama proses produksi tanpa harus menunggu kejadian atau saat penyerahan produk
kepada pelanggan. #isalnya, hal ini tidak menghalangi pengakuan pendapatan sebelum barang diserahkan saat perusahaan kontruksi menggunakan metode persentase penyelesaian ( percentage of completion).
-" Pertukaran
Paton dan 2itteleton memasukkan kata pertukaran (exchange) dalam de4inisinya karena pendapatan akhirnya harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat dalam sistem pembukuan. "atuan moneter yang paling objekti4 adalah jika jumlah rupiah tersebut merupakan hasil transaksi atau pertukaran antara pihak independen.
." %erbagai %entuk dan Na$a
Pendapatan adalah konsep yang bersi4at generik dan mencakupi semua pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun. Pendapatan untuk perusahaan perdagangan, misalnya, disebut dengan penjualan. #isalnya bagi perusahaan jasa, pendapatan dapat disebut sebagai pendapatan sewa, pendapatan jasa
angkutan, pendapatan bunga, dan sebagainya.
Seki&as Tentang Untung
0!"% membatasi pengertian pendapatan hanya untuk kenaikan aset yang berkaitan dengan operasi utama atau sentral. I!I (I!"1) tidak membedakan untung dan pendapatan sehingga keduanya digabung dalam konsep penghasilan (income). #aka dari
itu, de4inisi untung dapat dikatakan sebagai& '. Kenaikan ekuitas (aset bersih)
. "elain yang berupa pendapatan atau in7estasi oleh pemilik
PEN/AKUAN PENDAPATAN
Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut tere4leksi dalam statemen keuangan. Pendapatan sebagai produk perusahaan tidak mengisyaratkan berapa jumlahnya dan kapan harus dicatat tetapi lebih mengisyaratkan bahwa pendapatan memang ada atau terwujud, de4inisi tersebut lebih di4okuskan pada eksistensi pendapatan. "ecara konseptual pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitasketerukuran 0$easurabi&ity1,
danketeranda&an 0re&iabi&ity1.
"ebagai produk perusahaan, kriteria keterukuran berkaitan dengan masalah berapa 'u$&ah rupiah pr,duk tersebut dan kriteria keteranda&an berkaitan dengan masalah apakah 'u$&ah tersebut ,b'ekti2 serta dapat diu'i kebenarannya. Pendapatan belumterea&isasi sebelum terjadinya penjualan yang nyata ke pihak lain dan pendapatan belumterbentuk sebelum perusahaan melakukan upaya produkti4.
PE3%ENTUKAN PENDAPATAN
Pembentukan pendapatan adalah suatu konsep yang berkaitan dengan masalah kapan dan bagaimana sesungguhnya pendapatan itu timbul dan menjadi ada. Pendekatan ini dilandasi oleh konsep dasar upaya dan hasil capaian serta kontiuitas usaha. %iaya dan operasi perusahaan merepresentasikan upaya. Pendapatan dan produk merepresentasikan capaian.
Pendekatan ini juga dilandasi oleh konsep homogenesitas kos yaitu bahwa semua tahap kegiatan atau unsur di dalamnya (direpresentasikan) mempunyai kedudukan atau arti penting yang sama dalam menghasilkan pendapatan (Paton dan 2ittleton '89 & dalam "uwardjono, 99+ & *). Implikasi dari konsep ini adalah semua tahap kegiatan memberi sumbangan dalam penciptaan pendapatan yang secara proporsional sama
dengan besarnya kos. Jadi, begitu kos suatu objek biaya terjadi, pendapatan dapat dianggap terbentuk sehingga laba juga terbentuk.
REA45SAS5 PENDAPATAN
#enurut konsep ini, pendapatan baru dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi kesepakatan atau kontrak dengan pihak independen untuk membayar produk baik produk telah selesai dan diserahkan atau belum dibuat sama sekali. Pendapatan
sebenarnya terjadi akibat transaksi tertentu yaitu transaksi penjualan atau kontrak sehingga sebelum transaksi atau kontrak tersebut terjadi pendapatan belum terjadi atau terbentuk.
Konsep realisasi lebih berkaitan dengan masalah pengukuran pendapatan secara objekti4 dan lebih bersi4at kriteria pengakuan daripada bersi4at makna pendapatan. Konsep realisasi atau pendekatan transaksi lebih menekankan kejadian yang dapat menandai pengakuan pendapatan yaitu &
'. Kejadian perubahan produk menjadi potensi jasa lain melalui proses penjualan yang sah atau semacamnya (misalnya kontrak penjualan)
. Penguatan atau 7alidasi transaksi penjualan tersebut dengan diperolehnya aset lancar.
5ari kedua kejadian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses realisasi merupakan kon4irmasi proses penghimpunan dana.
KR5TER5A PEN/AKUAN PENDAPATAN
Pendapatan baru dapat diakui setelah suatu produk selesai diproduksi dan penjualan benar-benar telah terjadi yang ditandai dengan penyerahan barang. 5engan kata lain, pendapatan belum dapat dikatakan ada dan diakui sebelum ada penjualan yang nyata. :al ini didasarkan pada gagasan bahwa pengakuan suatu jumlah rupiah dalam akuntansi harus didasarkan pada konsep dasar keterukuran dan reliabilitas; jumlah rupiah harus cukup pasti dan ditentukan secara objekti4 oleh pihak independen.
"ebaliknya, terjadinya kontrak penjualan belum cukup untuk mengakui pendapatan sebelum barang atau jasa sudah cukup selesai dikerjakan walaupun jumlah rupiah pendapatan telah terealisasi karena belum ada upaya yang membentuk pendapatan. !tas dasar konsep kesatuan usaha, tidak ada pendapatan tanpa upaya. /anpa
upaya yang cukup pendapatan belum dapat diakui. 0!"% mengajukan dua kriteria pengakuan pendapatan (dan untung) yang keduanya harus dipenuhi yaitu ("0!1 $o. +, prg. )&
a" Terea&isasi atau 6ukup pasti terea&isasi
Pendapatan dikatakan terealisasi bilamana produk telah terjual atau ditukarkan dengan kas atau klaim atas kas. 5an dikatakan cukup pasti terealisasi bilamana aset berkaitan yang diterima atau ditahan mudah dikon7ersi menjadi kas atau klaim atas kas
yang cukup pasti jumlahnya.
b" Terbentuk atau terhak
Pendapatan dikatakan dapat terbentuk bila mana perusahaan telah melakukan secara substansial kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat menghaki man4aat atau nilai yang melekat pada pendapatan. <alaupun kedua kriteria harus dipenuhi, bobot pentingnya untuk suatu kegiatan tertentu dapat berbeda artinya dalam keadaan tertentu penghimpunan menjadi lebih kritis daripada realisasi dan sebaliknya.
/erbentuknya pendapatan, tidak selalu harus mendahului realisasi pendapatan, dapat terjadi pendapatan sebelum realisasi terbentuk. Kam ('889) mengemukakan kriteria pengakuan secara teknis. Pendapatan baru dapat diakui kalau dipenuhi syarat-syarat berikut &
• Keterukuran nilai asset (measurability o4 asset 7alue) • !danya suatu transaksi (e=istence o4 a transaction) • Proses perhimpunan secara substansial telah selesai
"yarat (') dan () telah dicakupi dalam kriteria dari 0!"%. !gar dapat dikatakan terealisasi pendapatan memang harus diukur secara objekti4 dan hal tersebut pada umunya dapat dicapai setelah adanya transaksi penjualan atau kontrak. "yarat (') berkaitan dengan masalah apakah aliran masuk asset harus bersi4at likuid dan bila pendapatan dalam bentuk piutang apakah ketertagihan (collectability) cukup pasti sehingga jumlah rupiah pendapatn yang dicatat benar mere4leksi jumalh rupiah yang akhirnya diterima. 5engan demikian pengukkuran pendapatan sangat andal. "yarat () tidak berbeda dengan kriteria b dari 0!"%. ("umber "uwardjono, 99+ & -8)
SAAT PEN/AKUAN PENDAPATAN
#asalah kapan suatu pendapatan dapat diakui berkaitan dengan saat (timing) pengakuan pendapatan itu sendiri. !da beberapa gagasan mengenai hal ini &
a" Pada Saat K,ntrak Pen'ua&an
5apat terjadi ketika perusahaan telah menandatangani kontrak perusahaan dan bahkan sudah menerima kas untuk seluruh nilai kontrak tetapi perusahaan belum mulai memproduksi barang. Pendapatan sudah terealisasi tetapi belum terbentuk karena hanya satu kriteria yang terpenuhi dan tidak dapat diakui sebagai pendapatan. "ementara itu, pembayaran dimuka harus diakui sebagai kewajiban sampai barang atau jasa diserahkan kepada pembeli, biasanya dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Pada umumnya, perlakuan semacam ini berlaku untuk perusahaan yang memproduksi barang konsumsi dan jarak antara penandatangan kontrak dan penyerahan barang cukup pendek (kurang dari satu tahun).
b" Se&a$a pr,ses pr,duksi se6ara bertahap
%iasanya produk yang memerlukan waktu yang cukup lama (misalnya industri konstruksi bangunan ) diperlakukan sebagai projek dan dilaksankan atas dasar kontrak sehingga pendapatan terealisasi untuk seluruh periode kontrak tetapi mungkin belum cukup terbentuk pada akhir tiap periode akuntansi. 5alam hal ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap (per periode akuntansi) sejalan dengan kemajuan proses
produksi atau sekaligus pada saat projek selesai dilakukan. >ang pertama disebut metode persentase penyelesaian, sedangkan yang terakhir disebut metode kontrak selesai.
#asalah yang yang timbul dari pengakuan selama proses produksi ini adalah &
Akresi. >aitu pertambahan nilai akibat pertumbuhan 4isis atau proses alamiah lainnya. Per de4inisi, akresi $e$enuhi pengertian pendapatan karena aset jelas telah bertambah dan banyaknya tambahan 4isis tersebut dapat ditentukan secara objekti4. /api
yang terjadi sekarang adalah pendapatan sudah terbentuk tapi be&u$ terea&isasi. ?ntuk merealisasikan pertambahan tersebut nilai tersebut, proses produksi masih diperlukan.
Apresiasi. >aitu, selisih 6nilai pasar wajar6 aset perusahaan dengan kos (atau nilai buku aset terdepresiasi). 5ibandingkan akresi, apresiasi lebih kurang memenuhi de4inisi pendapatan karena tidak berkaitan langsung dengan operasi perusahaan tetapi lebih berkaitan dengan kondisi pasar.
Penghe$atan K,s. Penghematan kos sering dikenal dengan potongan pembelian. :al ini bukanlah suatu pendapatan, kalau pembelian dilakukan dengan cara bijaksana, yang terjadi yang terjadi hanyalah bahwa kos akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pembelian biasa. #emang benar bahwa e4isiensi dan keberuntungan dalam pembelian akan mempunnyai pengaruh terhadap laba yang akhirnya diperoleh. !kan tetapi, diperolehnya laba tersebut masih menunggu realisasi penjualan.
6" Pada saat pr,duk se&esai
Pengakuan pendapatan atas dasar saat produk selesai diproduksi dapat dianggap layak untuk industri ekstrakti4 (pertambangan) termasuk pertanian. %ahan dasar hasil produksi biasanya memiliki harga yang sudah pasti. Kondisi ini memungkinkan untuk
menaksir dengan cukup tepat nilai jual yang dapat direalisasi suatu sediaan barang jadi pada tanggal tertentu, sehingga kedua kriteria pengakuan dianggap dapat terpenuhi.
Kalau sudah ada k,ntrak pen'ua&an sebe&u$nya, tidak ada masalah dengan pengakuan pendapatan pada saat produksi selesai karena pendapatansudah terea&isasi dan pada saat produk selesai pendapatan secara subtansialsudah terbentuk . Pengakuan ini setara dengan metode kontrak-selesai $amun bila belum ada kontrak penjualan sebelumnya hanya kriteria terbentuk yang terpenuhi. 5an hal seperti ini keberatan untuk dikatakan sebagai pendapatan.
d" Pada saat pen'ua&an
Pengakuan ini merupakan dasar yang paling umum karena pada saat penjualan kriteria penghimpunan dan realisasi telah terpenuhi. Kriteria terealisasi telah terpenuhi karena telah ada kesepakatan pihak lain untuk membayar jumlah rupiah pendapatan secara objekti4. 5engan demikian, saat penjualan merupakan saat yang kritis dalam operasi perusahaan. /ransaksi penjualan mengakibatkan masuknya aset baru ke dalam perusahaan (kas atau piutang).
Kendati saat penjualan menjadi standar umum pengakuan pendapatan, terdapat beberapa hal yang sering diajukan sebagai keberatan terhadap dasar tersebut. 7a& perta$a yaitu berkaitan dengan kepastian pengukuran pendapatan akibat kos purna jual dan masalah kedua adalah adanya kemungkinan retur barang. !khirnya kemungkinan akan ada piutang tak tertagih, sehingga piutang tidak dapat dijadikan bukti terealisasinya pendapatan. #asalah pengakuan saat penjualan &
• Kembalian dan potongan tunai
!danya hak pengembalian tidak menghalangi pengakuan pendapatan pada saat penjualan. 0!"% menyatakan bahwa suatu perusahaan menjual produknya dengan hak mengembalikan maka pendapatan dapat diakui pada saat penjualana kalau syarat-syarat berikut terpenuhi ("0!" $o. * prg.) &
'. :arga jual cukup pasti
. Kewajiban membayar oleh pembeli tidak berubah dalam hal terjadi penculikan atau kerusakan 4isis produk
*. Pembeli benar-benar ada secara substanti7e
+. Penjual tidak mempunyai kewajiban yang material untuk melakukan tindakan di masa dating
. yang secara langsung menjadikan pembeli mampu menjual produk bersangkutan . Jumlah rupiah kembalian dapat ditaksir secara layak.
!danya potongan tunai tidak menghalangi pengakuan pendapatan pada saat penjualan. #asalah yang timbul tidak berkaitan dengan pengakuan pendapatan tetapi berapa jumlah rupiah pendapatan harus dicatat.
#" K,s purna8'ua&
#asalah yang paling sulit adalah masalah yang bersangkutan dengan penyesuaian yang diperlukan untuk mengakui pengaruh kegiatan yang mungkin akan terjadi setelah penjualan dan harus dibebankan terhadap penjualan tersebut. Prosedur yang umum dilakukan untuk mengantisipasi kos semacam itu adalah mendebit jumlah rupiah yang sama ke dalam satu akun cadangan melalui penyesuaian akhir tahun.
(" Kerugian piutang
Keberatan lain terhadap dasar penjualan adalah pendapat yang menyatakan bahwa piutang bukanlah merupakan bukti yang e4ekti4 terhadap realisasi pendapatan. !lasannya, piutang bukan merupakan sarana yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran sehingga kurang tepat digunakan sebagai pengukur pendapatan. #asalah kerugian piutang dapat diatasi dengan perlakuan yang sama seperti kos purna jual, yaitu dengan membentuk cadangan kerugian piutang. 5engan demikian pendapatan disajikan dalam statement sejumlah piutang yang benar-benar dapat direalisasi.
"ecara umum, penjualan adalah transaksi pertukaran barang atau jasa hasil produksi perusahaan dengan kas atau klaim atas kas. "ecara teknis, transaksi penjualan adalah transaksi pertukaran aset secara aktual bukan transaksi kontrak itu sendiri. Penjualan dikatakan telah terjadi secara teknis bila produk (dan risiko yang melekat) telah ditrans4er ke pembeli dan sebagai penghargaan penjual mendapat kas atau klaim atas kas.
Kontrak penjualan yang belum disertai trans4er produk secara teknis belum dapat dikatakan sebagai transaksi penjualan berapapun perusahaan telah menerima uang muka. $amun, secara konseptual kontrak penjualan dapat dipandang sebagai realisasi pendapatan. #asalah lebih banyak terletak pada kriteria realisasi. #elalui P"!K $o. , I!I membuat ketentuan dapat mengakui pendapatan dari penjualan barang sebagai berikut (Pasal ' atau )*&
o Perusahaan telah memindahkan risiko secara signi4ikan dan telah
memindahkan man4aat kepemilikan barang kepada pembeli.
o Perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian e4ekti4 atas
barang yang dijual.
o Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal.
o %esar kemungkinan man4aat ekonomi yang dibuhungkan dengan transaksi
akan mengalir ke perusahaan tersebut.
o %iaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transasksi
penjualan dapat diukur dengan andal.
e" Pada saat kas terku$pu&
Pengakuan pendapatan pada saat kas terkumpul sebenarnya merupakan pengakuan pendapatan berdasarkan asas kas.. Pengakuan dasar kas digunakan untuk transaksi penjualan yang barang atau jasanya telah diserahkan3dilaksanakan tetapi kasnya baru
akan diterima secara berkala dalam waktu yang cukup panjang.
!lasan digunakannya dasar ini adalah adanya ketidakpastian tentang ketertagihan piutang. Pendapatan suatu periode diakui secara proporsional atas dasar kas yang telah
diterima dalam periode tersebut. Ini berarti, jumlah rupiah tagihan sejalan dengan kemajuan pekerjaan. !dapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengakuan pendapatan pada saat kas terkumpul adalah&
• Jasa 5ikonsumsi 5alam Jangka Pendek
5alam perusahaan jasa seperti perusahaan angkutan dan bioskop, transaksi dilakukan dalam waktu yang relati4 pendek. Penerimaan kas hampir bersamaan dan sejalan dengan penyerahan jasa. Ini berarti bahwa saat penerimaan kas atau penyerahan jasa dapat dijadikan pengujian untuk dasar pengukuran dan pengakuan pendapatan.
• Jasa 5ikonsumsi 5alam Jangka Panjang
5i lain pihak, apabila jasa yang diberikan adalah kompleks dan baru akan selesai dalam periode yang relati4 panjang seperti halnya penyewaan ruang, maka besar kemungkinan akan terjadi perbedaan yang mencolok antara jumlah rupiah pendapatan yang diakui dengan basis akrual dan basis kas.
• !rgumen Pendukung
@aliditas pengakuan pendapatan secara proporsional dengan penerimaan kas didasarkan atas tiga pertimbangan yang saling berkaitan, yaitu&
− "eluruh atau sebagian piutang yang timbul bukan merupakan aset yang mempunyai daya beli murni (dapat dibelanjakan).
− #akin lama jangka waktu untuk mengangsur makin besar kemungkinan piutang tidak tertagih.
− Kos purna-jual, terutama kos penagihan dan pengumpulan piutang, biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan kos purna jual untuk penjualan kredit (biasa).
Patton dan 2itteton ('89) menegaskan bahwa pengakuan pendapatan dasar kas (untuk perusahaan jasa) kurang dapat didukung dengan alasan&
− /agihan (piutang) yang timbul akibat penyerahan jasa pada dasarnya mempunyai kedudukan yuridis yang sama dengan piutang yang timbul dari penjualan barang.
− %elum tentu kegagalan untuk penerimaan peluanasan piutang dalam perusahaan jasa lebih besar daripada perusahaan barang dagang.
− 5alam hal penerimaan pembayaran dimuka, kemungkinan terjadinya kerugian piutang memang sudah tidak ada lagi tetapi tidak berarti bahwa pendapatan sudah dapat diakui.
Jadi, pada dasarnya pengakuan pendapatan atas penerimaan kas hanya berlaku untuk jasa pro4esi yang mempunyai karakteristik& (') jasa bersi4at unik dan tidak dapat ditentukan secara jelas dan pasti pada permulaan pekerjaan, dan () jumlah pendapatan total yang harus ditagih tergantung pada hasil pekerjaan yang bersangkutan.
• Prosedur !kuntansi 5asar Kas
Patton dan 2itteton ('89) menggambarkan prosedur akuntansi untuk mencapai penandingan yang tepat sebagai berikut&
Pada saat kontrak penjualan angsuran dan pengiriman seluruh barang, perusahaan mencatat sebagai berikut&
Pengiriman %arang-5asar Kas ===
"ediaan %arang 5agangan ===
Jumlah di atas dicatat atas dasar kos. Piutang angsuran dicatat secara memorial (tidak dijurnal). Pengiriman barang-dasar kas mempunyai status sebagai aset perusahaan (semacam barang konsinyasi).
%ila perusahaan menerima uang muka atau angsuran, penerimaan dicatat sebagai&
Kas ===
Penjualan-5asar Kas ===
"eluruh jumlah rupiah kas yang telah diterima dari penjualan dalam suatu periode yang tampak dalam saldo akun Penjualan-5asar Kas yang merupakan pendapatan yang diakui dan dilaporkan dalam periode tersebut.
Pada akhir periode harus diperhitungkan kos produk yang dapat dibebankan secara tepat (sebagai biaya) ke pendapatan dasar kas tersebut. Jurnal yang harus dibuat pada akhir tahun adalah&
1ost %arang /erjual-5asar Kas ===
Pengiriman %arang-5asar Kas ===
Kalau ternyata ada akhir periode terdapat penjualan yang sudah diterima kasnya tetapi barang belum dikirim maka cost barang tersebut harus ditaksir dan ditambahkan ke kos barang terjual dasar kas. Jurnal yang harus dibuat pada akhir periode adalah&
1ost %arang /erjual-5asar Kas ===
?tang Pengiriman %arang-5asar Kas ===
5alam neraca, pos Pengiriman %arang-5asar Kas akan disajikan sebagai aset lancar sebesar kosnya dan pos ?tang Pengiriman %arang-5asar Kas dapat dilaporkan sebagai kewajiban atau dikontrakan dengan pos Pengiriman %arang-5asar Kas.
• %iaya !dministrasi dan Penjualan
Pada umumnya cost administrasi dan penjualan bukan merupakan cost yang dapat diperlakukan seperti cost sediaan yaitu tersediakan. 1ost tersebut harus segera dibebankan ke pendapatan sebagai biaya periode. 5alam hal inilah pengakuan pendapatan atas dasar kas menunjukkan kelemahannya. "ementara cost produk dapat diperhitungkan secara cukup teliti untuk ditandingkan dengan pendapatan dasar kas, biaya administrasi dan umum sangat sulit untuk dikaitkan dengan pendapatan tersebut.
SAAT PEN/AKUAN PENJUA4AN JASA
Pengakuan pendapatan dari penjualan jasa secara umum mengikuti pemikiran yang melandasi pengakuan pendapatan untuk penjualan barang. #asalah teoritis yang dihadapi lebih banyak menyangkut kriteria realisasi daripada pembentukan pendapatan. >ang sering sulit ditentukan adalah mengenali kejadian atau kegiatan yang menandai bahwa penyerahan jasa telah terjadi dan selesai.
!I1P! memberikan kaidah pengakuan umum untuk penjualan jasa sebagai berikut&
• Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan satu pekerjaan atau tindakan,
pendapatan harus diakui pada saat pekerjaan tersebut telah dilakukan.
• Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkain pekerjaan atau tindakan
secara bertahap, pendapatan harus diakui selama periode pelaksanaan pekerjaan secara proporsional.
• Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkaian pekerjaan atau tindakan
secara bertahap, pendapatan dapat diakui pada saat seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan bila kondisi berikut terpenuhi&
'. Proporsi jasa yang dilaksanakan pada tahap akhir pekerjaan begitu kritisnya sehingga seluruh pekerjaan tidak dapat dikatakan selesai sebelum tahap akhir dilaksanakan.
. Jasa harus diberikan dalam beberapa tahap yang tidak dapat ditetukan di muka selama waktu yang tidak pasti dan tidak ada cara yang cukup layak untuk menentukan tingkat penyelesaian pekerjaan.
• /erdapat tingkat ketidak pastian yang tinggi berkenaan dengan ketertagihan atau
kolektabilitas pendapatan jasa, pendapatan baru diakui setelah kas terkumpul.
5alam P"!K $o. , I!I menetapkan bahwa pengakuan pendapatan atas dasar kemajuan pelaksanaan merupkan ketentuan utama sedangkan kaidah lain merupakan pengecualian dari kaidah ini. I!I mengeksplisitkan asumsi atau kondisi yang melandasi
keterterapan pengakuan atas dasar kemajuan pelaksanaan yaitu& '. Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.
. %esar kemungkinan man4aat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan.
. /ingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal.
*. %iaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.
PEDO3AN U3U3 PEN/AKUAN PENDAPATAN
0!"% meringkas pedomam umum dalam "0!1 $o. + paragra4 * sebagai berikut&
'. Kriteria terbentuk dan terealisasi biasanya dipenuhi pada saat produk diserahkan kepada konsumen.
. Kalau kontrak penjualan atau penerimaan kas mendahului produksi atau pengiriman barang, pendapatan dapat diakui pada saat terhak dan pengiriman. . Kalau produk dikontrak sebelum diproduksi, pendapatan dapat diakui secara
bertahap dengan metode persentase penyelesaian pada saat sudah terbentuk asalkan dapat diukur secara andal.
*. Kalau jasa diberikan atau hak untuk menggunakan aset berlangsung secara terus-menerus selama suatu periode dengan kontrak harga yang pasti, pendapatan dapat diakui bersamaan dengan berjalannya waktu.
+. Kalau produk atau aset lain dapat segera terealisasi karena dapat dijual dengan harga yang cukup pasti tanpa biaya tambahan berarti, pendapatan dan untung rugi dapat diakui pada saat selesainya produksi atau pada saat harga aset tersebut berubah.
. Kalau produk, jasa atau aset lain ditukarkan dengan aset non moneter yang tidak segera dapat dikon7ersi menjadi kas, pendapatan atau untung rugi dapat diakui pada saat telah terhak atau transaksi telah selesai asalkan nilai wajar aset non
moneter yang dapat ditentukan dengan layak.
. Kalau ketertagihan aset yang diterima untuk produk, jasa, atau aset lain meragukan, pendapatan dapat diakui atas dasar kas yang terkumpul.
PROSEDUR PEN/AKUAN
Kebijakan akuntansi perusahaan harus menetapkan kejadian atau kegiatan internal apa yang dapat digunakan sebagai pemicu pencatatan ke dalam sistem akuntansi.
Kegiatan Internal "ebagai Pemicu dan %ukti Pengakuan Pendapatan& Kaidah
Pengakuan
Kegiatan 5nterna& yang
Ter&ibat Kegiatan Pe$i6u dan %ukti Pengakuan Pada saat
kontrak penjualan
Penandatanganan kontrak, penerimaan uang muka
Pendapatan belum diakui. "urat kontrak dan penerimaan bukti setor bank sebagai dasar pencatatan uang muka
"elama proses produksi secara bertahap Penggunaan %%, /K2, dan 7erhead. Pembayaran biaya !dm. Penagihan.
Penyesuaian akhir tahun.
Penyiapan dan pengiriman surat penagihan.
Penyesuaian akhir tahun atas dasar catatan akumulasi kos.
Pada saat proses
produksi selesai
Pemindahan barang jadi dari pabrik ke gudang.
Penyesuaian akhir tahun
%elum ada kontrak & (') penyerahan barang ke gudang disertai nota penerimaan, atau () penyesuaian akhir tahun.
gudang disertai nota penerimaan dan surat kontrak atau order pembelian
Pada saat penjualan
Penerimaan order pembelian. Penerimaan uang
muka. Pengiriman barang. Pengiriman 4aktur penjualan. Penerimaan nota
terima barang dari pembeli
Pengiriman barang disertai pengiriman 4aktur sesuai syarat.
Penerimaan nota terima barang didukung 4aktur dan order pembelian3penjualan
Pada saat kas
terkumpul
Pengiriman surat tagihan angsuran.
Penerimaan kas atau alat pembayaran lain.
Penyesuaian akhir tahun
Penerimaan kas didukung nota pembayaran atau bukti trans4er.
Penyesuaian akhir tahun atas dasar catatan kas yang terkumpul sampai akhir periode
PEN9AJ5AN
#asalah penyajian berkaitan dengan penyajian pendapatan adalah memisahkan antara pendapatan dan untung dan pemisahan berbagai si4at untung menjadi pos biasa dan luar biasa dan cara menuangkannya dalam statemetnt laba rugi.