• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konservasi Sumber Daya Air di Hulu DAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Konservasi Sumber Daya Air di Hulu DAS"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

16.3%

Results of plagiarism analysis from 2019-01-10 09:33 WIB

Kustamar_Kustamar_Konservasi_Sumber_Daya_Air_di_Hulu_DAS.docx

Prodi Sipil Date: 2019-01-10 09:30 WIB

 All sources 69  Internet sources 35Own documents 11Organization archive 7 [10]  https://edoc.site/kementerian-agraria-da...sional-pdf-free.html

2.8% 22 matches

[11]

 "._Kustamar_DEVELOPMENT_OF_THE_CONS...ot; dated 2018-10-11

2.8% 15 matches

 2 documents with identical matches

[14]  "Kustamar_Kustamar_PENGENDALIAN_DAN...ot; dated 2019-01-10

1.9% 6 matches

[15]  "._Kustamar_PENGEMBANGAN_MODEL_KONS...ot; dated 2018-10-15

2.5% 19 matches

[16]  https://vdocuments.mx/laporan-evaluasi-srak-2013-2015-final.html

2.1% 15 matches

[17]  https://vdocuments.site/5makalah-otonomi-daerah-558f325482b25.html

1.3% 12 matches

[18]  elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/199735/5cc0801216fb9a8d1f0c2b6a88a7b707

1.4% 10 matches

[19] 1 "._Kustamar_PENGEMBANGAN_MODEL_HIDR...ot; dated 2018-10-11

.5% 10 matches

[20] 1 https://www.scribd.com/doc/129024720/IV-...ayasa-Sumber-Air-pdf

.8% 3 matches

[22] 1 https://vdocuments.site/buku-ciliwung.html

.2% 10 matches

[23] 1 https://docplayer.info/344119-Kata-penga...sungai-lematang.html

.2% 13 matches

[24] 1 https://vdocuments.site/pd-m-01-2004-a.html

.0% 11 matches

[27]  https://anzdoc.com/evaluasi-kesesuaian-fungsi-kawasan-dan-konservasi-lahan-daer.html

0.9% 6 matches

[28]  https://edoc.site/das-jeneberang-pdf-free.html

0.8% 7 matches

[31]  https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/50428/2011min.pdf

0.7% 6 matches

[33] pertanianberlanjut.lecture.ub.ac.id/files/2011/03/Tutorial_PB_Bab5.pdf

0.7% 3 matches

[34]  "Lestari_Sri_Ayu_PEMANFAATAN_CITRA_...ot; dated 2018-08-28

0.5% 5 matches

[35]  https://www.slideshare.net/abieyanka/bpkp-juklak-bimkon-pengelolaan-keuangan-desa

0.7% 3 matches

[36]  https://docplayer.info/40413058-Bab-i-pe...am-yang-menjadi.html

0.5% 4 matches

[37]  "Samudra_M._Mirza_Evaluasi_Kesesuai...ot; dated 2018-08-28

0.5% 4 matches

[38]  "VITALITAS PERTUMBUHAN DAN HASIL T...ot; dated 2018-11-23

(2)

[39]  "STANDAR 5.docx" dated 2018-09-27

0.4% 3 matches

[40]  https://alifviansyah.wordpress.com/

0.4% 4 matches

[41]  www.forda-mof.org/files/02_Pop.Merak_.klm_.fnsh_OK_.pdf

0.5% 3 matches

[42]  "Mulyadi_Lalu_PERSEPSI_MASYARAKAT_T...ot; dated 2018-06-28

0.3% 2 matches

[43]  ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JAKK/article/view/1539

0.4% 1 matches

[44]  "Setiyawan_Arief_MODEL_PENGELOLAAN_...ot; dated 2018-09-19

0.3% 2 matches

[45]  "Setyawan_Arief_PENGENDALIAN_KUALIT...ot; dated 2018-09-19

0.3% 2 matches

[46]  repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/27570/Reference.pdf;sequence=1

0.3% 3 matches

[47]  "PRINT OK DIPA.doc" dated 2019-01-09

0.3% 2 matches

[48]  https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/teras-2/

0.2% 1 matches

[49]  ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/monex/article/view/933

0.3% 1 matches

[50]  "._Kustamar_PENYEDIAAN_AIR_BAKU_DAN...ot; dated 2018-10-11

0.1% 2 matches

[51]  "KOMPONENG.docx" dated 2018-09-27

0.2% 2 matches

[52]  https://www.scribd.com/doc/94448795/Drainase-bawah-permukaan

0.1% 1 matches

[53]  https://edoc.site/konservasi-das-daerah-...sanpdf-pdf-free.html

0.2% 2 matches

[54]  https://vdocuments.site/rtrw-no3-tahun-2010.html

0.1% 1 matches

[55]  "Yetti Hidayatillah, Suluh Mardika Alam, Mulyadi 1" dated 2018-10-26

0.1% 1 matches

[56]  lppm.upi.edu/

0.2% 1 matches

[57]

 www.desaku-berdaya.com/2018/08/petunjuk-pelaksanaan-bimbingan-dan.html

0.2% 1 matches

 2 documents with identical matches

[60]  https://vdocuments.site/banjir-sma-26-mei.html

0.2% 1 matches

[61]  https://www.scribd.com/document/392662279/Hujan-Asam-Disebabkan-Oleh

0.1% 1 matches

[62]

 www.desaku-berdaya.com/2018/08/

0.2% 1 matches

(3)

0.1% 1 matches

[66]  https://www.facebook.com/kksdabappenas/posts

0.1% 1 matches

[67]  https://mafiadoc.com/artikel-penelitian-...723ddd169541c2a.html

0.1% 1 matches

[68]  "STIABA25_Partisipasi Masyarakat un...ot; dated 2018-11-15

0.1% 1 matches

[69] 0 "STANDAR 7.doc" dated 2018-09-27

.1% 1 matches

[70] 0 "Setiyawan_Arief_KonsepPengelolaan_...ot; dated 2018-09-20

.1% 1 matches

[71] 0 https://www.researchgate.net/publication...ERHADAP_KUALITAS_AIR

.1% 1 matches

[72] 0 www.academia.edu/23712273/LAMPIRAN_MATRIK_KEBIJAKAN_PENGELOLAAN_SUMBER_DAYA_AIR

.1% 1 matches

[73]  https://es.scribd.com/doc/119555674/Konservasi-Keanekaragaman-Hayati

0.1% 1 matches

[74]  https://anzdoc.com/identifikasi-kualitas-sub-das-cisadane-hulu-dengan-parameter.html

0.1% 1 matches

Submission information Last name: Kustamar First name: Kustamar

Paper title: Konservasi Sumber Daya Air di Hulu DAS File: ipl bi itn.docx

10 pages, 3184words

PlagLevel: 16.3% selected /93.9% overall

194 matches from 75 sources, of which 48 are online sources. Settings

Data policy:Compare with web sources,Check against my documents in the organization repository,Check against organization repository,

Check against the Plagiarism Prevention Pool Sensitivity: High

Bibliography:Consider text Citation detection:Reduce PlagLevel Whitelist:

(4)

--TEMU ILMIAH IPLBI 2016

Konservasi Sumber Daya Air di Hulu DAS

Kustamar(1)

(1)Teknik Sumber Daya Air Teknik Sipil, FTSP, ITN Malang ,

Abstrak

Konservasi merupakan bagian penting dari pengelolaan sumber daya air, karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan upaya penyediaan air, dan pengendalian daya rusak air. Kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) pada umumnya berbukit dengan kemiringan terjal sehingga rawan

longsor serta rentan terjadi erosi permukaan Dengan elevasi permukaan lahan relatif tinggi, dan .

suhu udara yang rendah, serta hujan yang cukup, hulu DAS juga cenderung untuk budidaya sayur. Tingginya aktivitas olah tanah dalam budidaya tanaman semusim memacu peningkatan laju erosi permukaan, dan berdampak banjir atau banjir bandang. Bencana banjir di Indonesia dalam kurun

15 tahun terakhir menunjukkan tren yang terus meningkat. Hal ini seiring dengan kondisi lingkungan yang sudah mencapai tingkat mengkawatirkan, sedangkan upaya pemulihan belum

mampu mengimbangi laju kerusakannya. Dengan demikian ancaman bencana banjir di wilayah

negeri ini masih akan berlangsung dalam kurun watu yang lama.[18 Oleh karena hal tersebut upaya ]

konservasi di hulu DAS harus direncanakan dengan cermat, dan komitmen yang kuat serta

dukungan anggaran yang memadai.

Kata-kunci : banjir, DAS, erosi, hulu, konservasi

Pengantar

Kerusakan lingkungan dalam skala global sudah

mencapai tingkat yang mengkawatirkan,

sedangkan upaya pemulihannya belum mampu

mengimbangi laju kerusakannya. Dengan demikian pengaruh pemanasan global terhadap hujan masih akan berlangsung dalam kurun watu yang lama. Hujan dan kondisi vegetasi

pada hulu daerah aliran sungai (DAS)

merupakan faktor faktor penentu besarnya –

laju erosi permukaan dan debit banjir. Kondisi

vegetasi berkaitan dengan laju erosi permukaan

lahan dan debit limpasan permukaan,

sedangkan pemanasan global berpengaruh terhadap intensitas hujan dan musim; Pengaruh dari kedua faktor tersebut terlihat pada tren bencana banjir yang masih terus meningkat beberapa wilayah di Indonesia.

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan, baik dengan metode vegetative, mekanis, maupun

konstruktif. Upaya melibatkan masyarakat dalam kegiatan konservasi telah dilakukan mulai dari bentuk kerja bakti masal, sekolah lapang, pendampingan teknis, proyek percontohan, dan pada akhirnya dikembangkan konsep yang lebih

holistic, yaitu pembentukan model desa

konservasi (MDK). Pembentukan MDK pada awalnya dipandang sebagai upaya yang tepat,

karena dapat menyatukan berbagai kepentingan dengan mengedepankan konservasi sebagai muara semua kegiatan dalam satu kawasan

(desa). Berbagai bentuk desa konservasi

bermunculan, antara lain ialah:[16 MDK ] Direktorat

Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi

Alam, dan MDK Balai Besar Wilayah Sungai

Brantas. Namun hingga saat ini, belum ada MDK

yang menjadi kiblat pengembangan desa lainnya.

Dengan demikian diperlukan upaya yang lebih

[18]

tepat agar masyarakat dapat menjadi potensi

sumber daya yang luar biasa, dan bukan

menjadi beban dalam konservasi lahan dan

sumber daya air. [16]

Kebijakan pemerintah pusat terkait dengan adanya dana desa, dapat dipandang sebagai

potensi stimulus untuk menggerakkan

masyarakat dalam meningkatkan

kesejahteraannya dengan kegiatan yang pro

konservasi. [18]Dalam hal ini, tentunya harus ada

komitmen yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, media berita, dan pelaku di lapangan lainnya, serta uluran tangan dari kalangan peneliti dan akademisi.

[16]

Metode

Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan

(5)

Konservasi Sumber Daya Air Di Hulu DAS

2 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016

mensinergikan seluruh potensi yang ada,

dengan orientasi: (1). Konservasi menjadi

bagian dari kegiatan sehari-hari., (2). Dengan

konservasi akan diperoleh peningkatan

kesejahteraan .

Sebagai model untuk membangun konsep, dipilih kawasan hulu DAS Brantas, dan diperkuat dengan hasil beberapa studi di kawasan lainnya. Data spasial dikumpulkan secara skunder, sedangkan data titik dikumpulkan dengan kombinasi antara mengutip dari sumber yang ada dengan pengamatan langsung di lapangan.

Analisa data spasil dilakukan untuk memperoleh

[24]

informasi: kondisi lahan (tingkat kekritisan) dan

lokasi konservasi yang tepat.[39 Analisa data ]

lainnya dilakukan untuk mengetahui tingkat

keberhasilan konservasi dan membangun

konsep upaya apa yang harus dilakukan. Analisa

data spasial mengandalkan konsep system informasi geografis (SIG), sedangkan analisa data erosi permukaan dan debit banjir digunakan model yang sudah lazim digunakan. Analisis dan Interpretasi

Permasalahan

Seperti halnya dengan mayoritas kondisi

kawasan hulu DAS, Lahan di hulu DAS Brantas sangat potensial untuk budidaya sayur dan tanaman semusim lainnya. Singkatnya waktu yang diperlukan dalam satu siklus menanam sayur, dan tingginya permintaan kebutuhan

sehari-hari tersebut membuat budidaya

tanaman sayur sangat menggiurkan.[24 Dalam ]

bertanam sayur, terjadi aktivitas olah tanah

yang sangat tinggi. Tanaman sayur juga memerlukan media tumbuh tanah yang kaya akan oksigen, sehingga selalu dibuat bedengan

atau guludan. Dengan demikian, terdapat kecenderungan membangun bedengan dengan

arah tegak lurus arah kontur, dan

mengkindisikan agar tanah menjadi remah, gembur (Gambar 1). Kondisi tersebut akan memacu peningkatan laju erosi permukaan serta

kecepatan aliran dan debit limpasan

permuakaan.

Foto: Kustamar

Gambar 1.[34 Bedengan Tegak Lurus Arah Kontur ]

Berdasarkan uraian di atas, serta pengamatan dan wawancara dengan petani di lapangan maka dapat dipahami bahwa budidaya tanaman sayur dan tanaman semusim lainnya di kawasan

konservasi (hulu DAS) merupakan salah satu

ancaman serius dalam konservasi lahan dan

sumber daya air. Faktor utama [24] yang paling sulit

dilawan adalah tingginya nilai ekonomis bagi petani, bila bertanam sayur. [31]

Pandangan hamparan ladang dan kebun, serta

hawa sejuk pegunungan yang jauh dari

kebisingan merupakan daya tarik tinggi bagi

mayoritas penduduk kota untuk membangun

tempat peristirahatan. Perubahan kawasan [31]

terbuka hijau menjadi permukiman,

mengakibatkan penurunan kapasitas resapan air

hujan sehingga meningkatkan debit limpasan permukaan. [19]

Oleh karena hal tersebut maka ancaman utama yang selalu timbul terhadap upaya konservasi

lahan dan sumber daya air di huu DAS adalah

perubahan penggunaan lahan dan kondisi tutupan lahan. [28] Perubahan penggunaan lahan

dari kawasan konservasi menjadi kawasan

budidaya pertanian dan atau kawasan

perumahan. Dampak dari kondisi ini ialah

terjadinya longsor, banjir/ banjir bandang, dan erosi permukaan lahan yang hebat.

Aliran limpasan permukaan yang tinggi dan

[36]

membawa material sedimen hasil erosi

permukaan merupakan embrio daya rusak yang

(6)

Kustamar

ke anak sungai dan menyatu pada sungai utama,

akan mengendapkan sedimen sehingga daya

salur sungai akan semakin berkurang. Hal ini [55]

tentu menjadi salah satu penyebab utama

terjadinya banjir.

Jika aliran limpasan permukaan yang membawa

[24]

sedimen tidak mengalir ke anak sungai, tentu akan membuat anak seungai baru dan mengalir

ke kawasan-lawasan perdesaan di luar alur

sungai dan terjadilah banjir bandang. Identifikasi Lahan

Biaya konservasi dengan kondisi lingkungan saat

ini tidaklah murah, sehingga adanya

keterbatasan anggaran harus di asati dengan si

membuat skala prioritas.[19]Oleh karena hal

tersebut diperlukan analisa kondisi lahan, untuk mengetahu lokasi dan luas lahan sangat kritis.

Analisa kondisi lahan dapat dilakukan dengan 2

[28]

pilihan metode, yaitu model identifikasi kondisi lahan dengan tinjauan erosi permukaan dan model identifikasi kondisi lahan dengan tinjauan

kemampuan lahan dalam meresapkan air hujan. [19]

Hasil identifikasi kondisi lahan di hulu DAS Brantas dalam wilayah administrasi kota Batu

dengan tinjauan erosi permukaan diperlihatkan

pada Gambar 2. Luas lahan dengan berbagai [19]

kondisi dan sebarannya tiap kecamatan

diperlihatkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Sebaran Luas dan kondisi Lahan

No Keca -matan

Tingkat Kekritisan (Ha)

Baik Normal Kritis Sangat

Kritis 1 Batu 1.851 2.450 2.713 6.005 2 Bumiaji 658 820 911 2.289 3 Junrejo 396 664 803 760 Luas(Ha) 2.905 3.934 4.427 9.054 Persentase (%) 15 19 21 45 Sumber :Kustamar (2013)

Konservasi Lahan Metode Vegetatif

Pemilihan jenis tanaman yang cocok sebagai tanaman utama dalam kawasan konservasi didasarkan pada pertimbangan: hidrologis, ekonomis, estetika, budaya.

Tanaman yang baik dari tinjauan hidrologis, ialah tanaman yang memiliki canopy besar dan dedaunan yang lebat, serta perakaran yang kuat. Sedangkan dari tinjauan ekonomis, ialah tanaman yang produktivitas dan harga jualnya tinggi. Tinjauan dari sudut estetika dan budaya biasanya dikaitkan dengan upaya pembentukan kawasan ekowisata dan upaya menggugah emosi warga untuk menggiatkan semangat konservasi.

Pemilihan jenis tanaman pada suatu lokasi dilakukan berdasarkan peta kesesuaian lahan untuk berbagai komoditi, dan digunakan pula informasi tentang budaya dan ekonomis, dan kaidah hidrologis.

Konservasi Vegetatif di Kota Batu

Skala Prioritas Konservasi Lahan dapat dilakukan dengan bantuan Peta Kekritisan Lahan (Gambar

2). Dalam gambar tersebut dapat diketahui lokasi dan luas lahan sangat kritis sebagai petunjuk awal dalam perencanaan detail

rencana konservasi. Analsia kesesuaian lahan dilakukan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan dengan tanaman tertentu. Berbagai jenis

tanaman perlu dianalisa kesesuaiannya,

kemudian dipilih jenis tanaman yang paling sesuai.

Dalam pemilihan jenis tanaman dapat

dipergunakan tinjauan: hidrologis, ekonomi, budaya, serta estetika. Pemilihan jenis tanaman yang tepat akan mempermudah dalam upaya pelibatan masyarakat.

Berdasarkan analisa kesesuaian lahan kawasan hulu DAS Bratas terhadap berbagai jenis

tanaman, dengan berbagai pertimbangan

tersebut pada akhirnya dipilih tanaan Apel .

Lokasi sebaran tingkat kesesuaiannya

diperlihatkan pada Gambar 3. Pemilihan

Tanaman Apel sebagai tanaman utama di hulu DAS Brantas harus dibarengi dengan kebijakan pemerintah daerah agar dapat bersaing dengan tanaman sayur yang sekarang ini menjadi tanaman utama. Tumpangsari antara Tanaman

Apel dengan rumput pakan ternak akan lebih menguntungkan daripada tanaman Apel dengan

tanaman sayur. Adanya pakan ternak akan memancing tumbuhnya populasi ternak sapi yang secara tidak langsung dapat menjadi sumber pupuk organik. Dengan pemberian pupuk organik secara kontinyu diharapkan kualitas tanah akan meningkat dan tentu akan

diikuti oleh peningkatan kulitas dan

(7)

Konservasi Sumber Daya Air Di Hulu DAS

4 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016

(8)

Kustamar

Gambar 3.[15 Sebaran Lokasi Cocok Tanaman Apel ]

TU LUNGRE JO BUMIAJI ORO-O RO OMBO TLEKUNG GIRIPURNO SUMBERG ONDO BULUKERTO TEM AS BEJI GUNUNGSARI SIS IR PANDANREJO PENDEM PESANGGRAHAN JUNREJO NGAGLIK

SON GGOK ERTO

SUMBERBRANTAS PUNTE N TORONG REJO SUMBEREJO SIDOMULYO MOJ OREJO DADAPREJ O Bumiaji Batu Junrejo Kota Batu                                                                                             

- Dinas Bina M arga dan Pe ngairan

- Hasil Analis a Batas Kota Batas Administrasi : Batas Desa [14] Batas Kecamatan LEGENDA : Tingkat Kelerengan :

-Peta Rupa Bumi Kota B atu [14] Dianalisa : Sumber Data : U Sumber Peta : 2500 0 2500 Meters [14]

Peta Kesesuaian Lahan Tanaman Apel

KON SERVASI SUMBER DA YA AIR WIL AYAH KOTA BATU

LEMBAGA PENELITIAN DA N PENGAB DIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M)

INS T IT U T T E KNOL OGI N A S IO N A L (I T N) M A L A NG

- Ir.[44 Kustamar] , MT

S1 = Sangat Ses uai S2 = Cukup Sesuai S3 = Ses uai Marginal

(9)

Konservasi Sumber Daya Air Di Hulu DAS

6 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016

Kebijakan pemerintah daerah yang dimaksud dapat dalam berbagai bentuk, diantaranya ialah pembedaan tarif pajak, sumbangan pupuk

organik, pengelolaan hasil panen.

Kebijakan tumpangsari tanaman keras milik Perhutani (Pinus) dengan tanaman semusim milik petani penggarap (Pesanggem) tidak akan

dapat berhasil dengan baik.[38 Kontradiksi antara ]

kewajiban petani menjaga rimbun dedaunan Pinus dengan hak penati budidaya tanaman

semusim di bawahnya, yang tentu

membutuhkan sinar matahari yang cukup dan

tidak banyak terganggu perakaran tanaman lain (Gambar 4).

Foto: Kustamar

Gambar 1.[ Model Tumpangsari dalam Lahan 14]

Konservasi

Koservasi Lahan Metode Mekanis

Konservasi lahan metode mekanis adalah semua

perlakuan fisik mekanis yang diberikan terhadap

lahan yang ditujukan untuk mengurangi debit

limpasan permukaan dan dampaknya, serta

meningkatkan kelas kemampuan lahan.

Penerapan teknik konservasi mekanis akan lebih

[14]

efektif dan efisien bila dikombinasikan dengan

teknik konservasi vegetatif seperti penggunaan rumput sebagai tanaman penguat teras, ataupun

pengaturan pola tata tanam. [15]

Tindakan mekanis yang dimaksud berupa

pengaturan kemiringan lahan dan arah aliran

limpasan permukaan, dengan jalan pembuatan

teras atau bedengan. [38]Pembuatan teras yang

benar selain akan mengurangi laju erosi dan limpasan permukaan, secara tidak langsung akan menguntungkan petani karena pencucian

unsur hara dapat terkurangi. [10]

Sebaliknya, membuatan teras/ bedengan yang

tidak tepat akan mengurangi efektifitas

konservasi (Gambar 5).

Gambar 5.[27Bedengan Yang Kurang Sesuai ]

Dengan Kaidah Konservasi

Berbagai jenis teras dapat dipilih dalam

konservasi lahan metode mekanis, antara lain:

teras bangku (miring ke dalam dan miring

[48]

keluar), guludan, bedengan. Kriteria pemilihan

jenis tersebut disusun dengan orientasi

ekonomis dan efektfitas konservasi. Mahalnya biaya pembuatan teras mengkondisikan harus

dilakukannya secara bertahap (Gamber 6 ).

Sumber: Dariah,A. (2009). Foto F. Agus.

Gambar 6. Contoh Teras Bangku yang belum ditanami Tanaman Penguat Teras Hasil analisa pemilihan jenis teras dicantumkan pada Gambar 6.

(10)

Kustamar

(11)

Konservasi Sumber Daya Air Di Hulu DAS

8 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016

Koservasi Metode Konstruktif

Koservasi Metode Konstruktif pada prinsipnya berupa pembuatan konstruksi bangunan sipil, untuk memperkuat kinerja dari konservasi

metode vegetative dan mekanis. Dalam konservasi lahan, bentuk bangunan dapat berupa: saluran drainase pertanian, perkuatan

tebing pencegah longsor. Konservasi di anak-anak sungai ditujukan untuk mengontrol transportasi sedimen di alur sungai, dari hulu ke hilir berupa: rorak, Cekh Dam, Sabo Dam.

Konstruksi sebagai sarana peningkatan

kapasitas resapan air hujan di lahan

permukiman berupa sumur resapan, baik sumur resapa dangkal maupun sumur resapan dalam. Peresapan air tersebut juga dimaknai sebagai

imbuhan buatan terhadap air tanah.

Pengembangan system imbuhan air tanah tersebut antara lain ialah: kolam resapan, embung resapan, dan drainase porus.

Pemberdayaan Masyarakat

Kerusakan lahan dan hutan pada umumnya terjadi kaibat dari tindakan masyarakat yang

kurang terarah.[23 Latar belakang munculnya ]

tindakan perusakan hutan dan lahan ialah factor

ekonomi.

untuk melindungi potensi sumber daya air yang

[10]

tersimpan dalam bentuk: mata air, [52] air tanah dan

air permukaan yang ditampung dalam beberapa waduk besar di sepanjang Kali Brantas.

Ancaman yang terjadi berupa: banyaknya mata

[51] [10]

air yang mati, berkurangnya debit sungai di musim kemarau, dan pendangkalan waduk yang

Berbagai instansi, Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM), masyarakat sekitar, dan

perguruan tinggi telah banyak terlibat dalam

berbagai kegiatan. [20]Namun karena tingkat keberhasilan dinilai masih rendah, maka timbul berbagai upaya baru. [20] Upaya melibatkan masyarakat semakin digeser ke upaya pemberdayaan masyarakat, sehingga

keberhasilan konservasi juga diukur dengan peningkatan pendapatan penduduk setempat.

Kegiatan parsial dalam bentuk proyek

[20]

percontohan pada akhirnya diperbaiki dengan upaya yang lebih mengedapankan kebersamaan, yaitu pembentukan desa konservasi. Berbagai [10] bentuk desa konservasi telah dikembangkan

oleh berbagai instansi, sesuai dengan tujuan

dan konsepnya.

Desa Konservasi

[17]

Desa konservasi merupakan sebuah sebuah

pendekatan model pemberdayaan masyarakat

dalam upaya konservasi lahan dan sumber daya

air. Pendekatan [10] ini memberi peluang kepada

masyarakat untuk terlibat aktif sehingga

konservasi merupakan bagian dari kegiatan

sehari-hari. [16]

Model Desa Konservasi (MDK) telah dibentuk oleh berbagai instansi, dengan konsep yang

dibangun sesuai dengan potensi dan

kepentinggannya. [16]

Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA), Departemen

Kehutanan. Direktorat Jenderal PHKA telah [43]

mengembangkan 132 Model Desa Konservasi

(MDK) di sekitar 77 Unit Pelaksana Teknis Balai

Konservasi Sumberdaya Alam atau Balai Taman Nasional. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan [22]

antara lain pemilihan lokasi dengan pendekatan

pengembangan unit sekolah lapangan di

desa-desa yang terletak di wilayah hulu dan dekat

dengan kawasan konservasi. [16] Juga

pengembangan rencana aksi dan penggalangan

dukungan para pihak dalam implementasi

rencana aksi konservasi. [23]

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas membentu

MDK dengan pendekatan sebagai berikut:

a)Pemberdayaan Masyarakat

b)Keberpihakan Kepada Yang Miskin

c)Desentralisasi

d)Partisipatif

e)Keadilan dan Kesetaraan Gender

f)Keswadayaan

g)Keterpaduan Program Pembangunan

(12)

Kustamar

i)iKegiatan Pemberdayaan Masyarakat

yangterintegrasi

j)Pembangunan berkelanjutan

Pengamatan terhadap eksistensi dan kinerja

mdk tersebut menghasilkan beberapa

kesimpulan, yaitu:

Mayoritas MDK dalam menjalankan aktivitasnya masih sangat tergantung uluran tangan dari

instansi pembentuknya.[40 Keberadaan MDK ]

belum mampu memikat daya tarik warga desa

lain untuk melakukan hal yang sama. [10]Hal ini terjadi karena keberadaan MDK belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. [10]

Dana Desa

Program konservasi selama ini mayoritas dikembangkan dengan orientasi perbaikan lahan

serta perlindungan mata air dan sungai.

Pelibatan masyarakat dilakukan dengan member

[23]

upah bagi yang telah melakukan aksi di

lapangan. [18] Hal ini berdampak timbulnya

kecenderungan, bahwa semua pelaku kegiatan

yang ada merupakan sebuah paket proyek

jangka pendek dan sporadis.

Keterbatasan anggaran menyebabkan kapasitas program relative kecil, sehingga hanya mampu sebagai pemantik semangat konservasi tanpa kekuatan sebagai pemacu dalam perbaikan ekonomi pelakunya.

Dengan adanya Dana Desa yang jumlahnya

[17]

relative besar, serta dikondisikanya penyusunan RPJMdess maka sebenarnya dipandang sebagai

potensi membangun desa yang arif terhadap

sumber daya alam. Pedoman [10] dalam penyusunan rencana mengelolaan dana desa, telah ditetapkan bahwa perlindungan kelestarian alam

merupakan salah satu prioritas. Namun dalam perjalanannya peran Pemerintah Daerah sebagai Pembina belum menujukkan trend yang lebih memihak kepada kepentingan konservasi. Program Konservasi Terpadu

Program Konservasi Terpadu, merupakan paket

terbaru (2016) bertujuan untuk:[22 ]

1)Mitigasi degradasi lahan, erosi, banjir dan

lain-lain.

2)Meningkatkan partisipasi dan kesadaran

petani.

3)Menekan laju pertambahan lahan kritis.[60]

4)Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, pendapatan, serta kesejahteraan petani.

5)Mitigasi pencemaran langsung ke limbah

pertanian dan peternakan ke dalam sungai.

Model budidaya tanaman terpadu, yang

mengkombinasikan antara tanaman tegakkan dan tanaman semusim, sebenarnya bukanlah konsep baru. Namun dengan skema pembiayaan

yang mencapai Rp.5.900.000,- per Ha

diharapkan dapat membangkitkan kembali gairah konservasi lahan.

Harapan dari konsep yang diusung dalam paket

konservasi terpadu ialah jalinan saling

melengkapi antara fungi tanaman tegakan

dengan tanaman semusim (Gambar 7).

Tanaman tegakan berfungsi memperkuat

stabilitas lereng dari bahaya longsorr dan bernilai ekonomis jangka panjang. Sedangkan

tanaman semusim merupakan sumber

pendapatan dalam waktu relative pendek. Akan tetapi dalam pelaksanaannya konsep ini sangat

sulit direalisasikan, karena keduanya

membutuhkan jumlah sinar Matahari yang

cukup. Dalam menjaga keseimbangan

pertumbuhan kedua jenis tanaman ini, peran petani sangat menentukan. Sehingga, jika

konsep yang digunakan“pemilik lahan

menitipkan tanamanan tegakan untuk ikut

dirawat petani yang memiliki tanaman

semusim”[10, ]kemungkinan besar akan terjaadi

kegagalan.

Sumber: Cita-citarum

Gambar 7. Konservasi Model Tumpang sari Kesimpulan

Pengelolaan SDA belum berhasil dengan baik, hal ini terindikasi dari: makin luasnya lahan kritis, dan makin meningkatnya frekuensi kejadian banjir.

Konservasi di hulu DAS merupakan kegiatan

[10]

sangat penting untuk menekan laju erosi

permukaan dan longsor. Material hasil erosi dan

(13)

Konservasi Sumber Daya Air Di Hulu DAS

10 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016

alur sungai, akan menjadi pemicu bencana banjir.

Konsep kemitraan dengan masyarakat

[10]

dipandang sangat tepat, sehingga program

pemberdayaan masyarakat harus terus

diupayakan. Perbaikan kesejahteraan, terutama [10]

peningkatan ekonomi masih menjadi nilai tawar

yang sangat tinggi untuk menggalang peran

aktif masyarakat dalam konservasi lahan dan sumber daya air.

Dengan demikian, masih diperlukan

upaya-[10]

upaya yang lebih kuat dan tepat sehingga

terwujud budaya konservasi menjadi bagian dari

kegiatan sehari-hari.

Daftar Pustaka

BPKP. (2015).[49Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan ]

& Konsultasi Pengelolaan Dana Desa.

Cita-Ciatarum (2016). Mempromosikan

Konservasi Lahan Terpadu.[69 News, ] 23 Maret

2016 15:11

Dariah, A., Haryati,U., Budyastoro,T.

(2009 . Teknologi Konservasi Tanah Mekanik. )

24 Nopember 2009. http://balittanah.

litbang.deptan.go.id/dokumentasi/buku/lahan

kering/ berlereng5.[11pdf ]

Departemen Kehutanan RI. (2011).[11]Pedoman

Umum Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kehutanan Aliran Sungai,

Direktorat Jenderal Reboisasi Dan Rehabilitasi Lahan. Jakarta.

Departemen Kehutanan RI. (2011). Pedoman [11]

Umum Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kehutanan Aliran Sungai, Direktorat Jenderal Reboisasi Dan Rehabilitasi Lahan. Jakarta.

Kompas.Com (2016). Tren Bencana Alam

Meningkat, 10 Februari 2016;15:[56 WIB 11]

Kustamar, Suharto,B., [15]Sumarno, Budikusuma, W.;[11] Pengembangan Model Simulasi Penggunaan Lahan Untuk Mengendalikan Fluktuasi Debit Sungai. Jurnal Rekayasa .

Fakultas Teknik Sipil, Universitas Jember. 6

[11] [15]

(1), pp. 1-15. 2009.

Kustamar, Hirijanto.[11] Peningkatan Peran

Masyarakat Kota Batu Dalam Mitigasi Bencana

Di Hulu DAS Brantas. [11]Naskah disampaikan

dalam “[Seminar Nasional Teknik Sumber 11] Daya Air 2009”, UNJANI-UNPAR-ITENAS-PUSSDA-HATTI. Bandung.

Kustamar.[11]Konservasi Sumberdaya Air di

Kabupaten Sumba Timur. Naskah

disampaikan dalam “Seminar Nasional:

Aplikasi Teknologi Prasarana Perkotaan 2009”,

[11] [15]

ITS Surabaya

Kustamar, Yulianti, E. [15Model Hidrologi DAS]

ITN-1, Jurnal Pusair, PULITBANG PU Bandung.

Vol.5 No.9, pp. 1-15. November 2009.

Kustamar, Bambang Parianom, Gaguk

Sukowiyono, dan Tutik Armiati. (2010).[11]

Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Partisipasi Masyarakat Di Kota Batu Jawa Timur. [11]Jurnal Dinamika Teknik Sipil. ISSN: 1411-8904; Vol. 10, No.2.

Kustamar (2013).[11Konservasi Sumber Daya Air] .

Dreamlentera. Malang

MENTERI DPDTT RI (2015).[35 Permen Nomor 21 ]

Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan

Dana Desa Tahun 2016

Menteri Keu RI (2016). Permen No,

49/PMK.[07/2016 35] Tentang Tatacara

Pengelolaan, Penyaluran, Penggunaan,

Gambar

Gambar 1. [34]  Bedengan Tegak Lurus Arah Kontur  Berdasarkan  uraian  di  atas,  serta  pengamatan  dan  wawancara  dengan  petani  di  lapangan  maka dapat dipahami bahwa  budidaya tanaman  sayur dan tanaman semusim lainnya di kawasan
Gambar 2. Kondisi Lahan di Wilayah Kota Batu
Gambar 3. [15]  Sebaran Lokasi Cocok Tanaman Apel
Gambar 1. [14]  Model Tumpangsari dalam Lahan  Konservasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berangkat dari permasalahan di atas, maka tulisan ini hadir untuk membandingkan metode yang diusung ulama Muslim kontemporer, yaitu hermeneutika dan metode ta’wi > l

Distribusi normal banyak digunakan dalam hidrologi untuk menganalisis frekuensi curah hujan, analisis statistik dari distribusi curah hujan tahunan, debit rata-rata

bisnis dan industri pada semua tahapan value chain di Kabupaten Lombok Timur untuk memperkuat struktur industri kelautan dan perikanan; Berbasis komoditas, wilayah

Selama proses pengerjaan dokumen evaluasi diri, dari Fakultas juga memberikan fasilitasi dengan mengundang pihak dari program studi yang telah mendapatkan nilai akreditasi

Bagi pegawai dalam perkhidmatan yang telah disahkan dalam perkhidmatan dan kemudiannya dilantik secara lantikan terus ke gred kenaikan pangkat, penetapan gaji permulaan adalah pada

Pada penelitian ini yang membedakan dengan penelitian terdahulu yaitu menurut (Sari, 2007) yang berjudul “Analisis Sistem Penerimaan Pasien Rawat Inap dan Pembayaran

Studi Kelayakan, tahap kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis

waktu proses integrasi, dalam artikel ini dipaparkan teknis menurunkan beberapa skema implisit untuk menyelesaikan MNAPDB orde satu dengan asumsi bentuk fungsi