PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMK DALAM PROSES PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DAN SOFT SKILLS

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMK DALAM PROSES

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DAN

SOFT

SKILLS

1

Aang Kisnu Darmawan, 2Ahmad Asir, 3Arisandy Dwiharto 1

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik Universitas Islam Madura 2

Program Studi Ahwal Syakhshiyah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura 3

Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Islam Madura ak.darmawan@gmail.com

ABSTRAK

Untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis TIK dan Soft Skills, maka perlu dilakukan beberapa kegiatan penerapan Iptek bagi Masyarakat khususnya kelompok guru dan siswa di SMK, yaitu: [1] Mmetakan permasalahan guru dan siswa tentang pemahaman model pembelajaran berbasis TIK dan soft skiils, [2] Menyusun modul pembelajaran dan tutorial penerapan pembelajaran berbasis TIK dan soft skills, [3] Melaksanakan workshop tentang pembuatan pembelajaran berbasis TIK dilanjutkan workshop yang kedua tentang implementasi soft skills dalam pembelajaran di kelas, [4] Melakukan evaluasi dan monitoring terhadap guru untuk menjamin keberlanjutan program, [5] Memberikan rekomendasi kegiatan keberlanjutan bagi stakeholder pendukung IbM. Untuk menjamin suksesnya pelaksanaan iptek bagi masyarakat di SMK mitra yaitu mitra SMK Miftahul Ulum Kebun Baru dan SMK Wachid Hasyim Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan maka metode yang digunakan adalah melalui pelatihan dan pendampingan, di mana model pelaksanaanya akan dilakukan bersama-sama dengan Fakultas Teknik Universitas Islam Madura Pamekasan untuk bersama-sama bersinergi membantu proses percepatan difusi dan penerapan iptek pembelajaran berbasis TIK dan soft skills di Kab. Pamekasan. Harapan terbesar adalah mampu meningkatkan mutu lulusan SMK Mitra yaitu Miftahul Ulum Kebun Baru dan SMK Wachid Hasyim.

Kata Kunci: media pembelajaran, TIK, soft skills

1.

PENDAHULUAN

Guru Sekolah Menengah Kejuruan yang disingkat Guru SMK adalah guru pada satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Guru sekolah kejuruan adalah guru yang mengajar pada sekolah kejuruan yang memiliki kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional dan sosial. Guru Kejuruan pada program produktif memiliki karakteristik dan persyaratan (kompetensi) professional yang spesifik, yaitu antara lain :

1. Memiliki keahlian praktis yang memadai pada semua bidang studi (mata pelajaran) produktif;

2. Mampu menyelenggarakan pembelajaran (diklat) yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja;

3. Mampu merancang pembelajaran (diklat) di sekolah dan di dunia usaha atau industri.

Selain persyaratan khusus seperti tersebut di atas yang harus dimiliki oleh guru sekolah kejuruan, keberadaan guru sekolah kejuruan saat ini sedang dihadapkan pada permasalahan yaitu beragamnya program keahlian di SMK. Berdasarkan kurikulum SMK tahun 2006

(KTSP), terdapat 123 program keahlian (program studi) yang tercakup dalam 26 bidang keahlian (jurusan) yang dikembangkan oleh SMK.

Kenyataan menunjukkan bahwa masih sebagian besar guru underqualified, tingkat penguasaan bahan ajar dan keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran yang inovatif masih kurang. Untuk itu perlu upaya peningkatan kualitas guru melalui berbagai cara antara lain: penentuan standar kompetensi, uji kompetensi dan sertifikasi guru, penilaian kinerja guru, penataran/pelatihan guru, peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru, studi lanjut, peningkatan kualitas LPTK penghasil guru, dan lain-lain. Khusus dalam perumusan standar komptensi guru terlebih dahulu perlu dikaji, dianalisis dan dibahas secara mendalam semua aspek yang berkaitan dengan tugas dan fungsi guru.

SMK Miftahul Ulum Kebun Baru dan SMK Wachid Hasyim merupakan 2 mitra yang mempunyai permasalahan rendahnya kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran, sehingga berakibat pada proses pembelajaran di kelas kurang optimal, para

(2)

siswa cenderung tidak fokus dan tidak tertarik untuk mempelajarinya. Secara umum potret sekolah dapat dilihat pada Tabel 1, solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut harus diberikan upgrading teknik dan cara membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan menjalin kerjasama dengan pihak perguruan tinggi setempat yaitu Universitas Islam Madura yang memiliki jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Berdasarkan data lulusan diketahui bahwa rata-rata lulusan SMK Miftahul Ulum Kebun Baru dan SMK Wachid Hasyim ± 30 persen melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dan sisanya ± 70 persen akan memasuki dunia kerja. Pada saat menghadapi persaingan di dunia kerja, lulusan SMK Miftahul Ulum Kebun Baru dan SMK Wachid Hasyim perlu mendapatkan latihan keterampilan praktis sehingga mereka memiliki bekal keterampilan teknis khususnya bidang Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) yang professional dan siap pakai. Hal ini disebabkan oleh tuntutan dunia industri dan dunia usaha akan sebuah keterampilan lebih, baik hard skills maupun soft skills.

Adanya perkembangan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran sangat diyakini akan membantu tenaga pendidik dan siswa dalam proses pembelajaran. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah terjadinya hambatan dalam pengembangan soft skills, karena intens interaksi dari hati ke hati menjadi berkurang dan berakibat hubungan interpersonal menjadi kurang terjalin. Dengan demikian, maka perlu disepakati bahwa pembelajaran berbasis TIK bukan hanya sekedar menyentuh pada aspek praktis dan efisiensi tetapi juga bagaimana memanfaatkan TIK dalam mengembangkan soft skills peserta didik, sehingga pembelajaran berbasis TIK menjadi lebih bermakna dalam perkembangan proses belajar mengajar.

Untuk meningkatkan mutu lulusan SMK, maka perlu dilakukan percepatan peningkatan lulusan yang mempunyai kemampuan TIK berbasis soft skills. Media yang paling tepat adalah melalui tenaga pendidik atau guru SMK. Namun, seringkali data menunjukkan bahwa tenaga pendidik justru yang kurang memahami perkembangan TIK. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan bagi para guru-guru di SMK dengan memberikan pelatihan metode pembelajaran berbasis soft

Sekolah Mitra adalah SMK Wachid Hasyim dan SMK Miftahul Ulum Kebun baru Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan data tahun 2016 gambaran secara umum SMK Miftahul Ulum Kebun Baru tercatat memiliki jumlah siswa sebanyak 178 siswa, 21 guru dan satu jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Sedangkan untuk SMK Wachid Hasyim tercatat memiliki 167 siswa, 17 orang guru dan satu jurusan yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Yang menjadi saasaran dalam kegiatan abmas ini adalah seluruh guru SMK Wachid Hasyim dan SMK Miftahul Ulum Kebun baru. Sedangkan untuk siswa dipilih semua siswa kedua SMK Kelas XII.

2.

METODE PENGABDIAN

IbM Peningkatan Kompetensi Guru SMK dalam Proses Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK dan soft skills ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan, di mana model pelaksanaanya akan dilakukan bersama-sama dengan Fakultas Teknik Universitas Islam Madura Pamekasan untuk bersama-sama bersinergi membantu proses percepatan difusi dan penerapan iptek pembelajaran berbasis TIK dan soft skills di Kab. Pamekasan.

Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Memetakan permasalahan guru dan siswa tentang pemahaman model pembelajaran berbasis TIK dan soft skills

2. Menyusun modul pembelajaran dan tutorial penerapan pembelajaran berbasis TIK dan soft skills

3. Melaksanakan workshop tentang pembuatan pembelajaran berbasis TIK dilanjutkan workshop yang kedua tentang implementasi soft skills dalam pembelajaran di kelas

4. Melakukan evaluasi dan monitoring terhadap guru untuk menjamin keberlanjutan program

5. Memberikan rekomendasi kegiatan keberlanjutan bagi stakeholder pendukung IbM.

(3)

Gambar 1. Proses Sambutan Rektor UIM Drs. Ahmad, M.Pd. dan Ketua LP2M Univ Islam

Madura, Dr.Buhari, M.Si.

3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan IbM Peningkatan Kompetensi Guru SMK dalam Proses Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK dan Soft Skills ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan sebagai beikut :

1. Survey Permasalahan Mitra

Gambar 2. Kegiatan Survey Permasalahan Mitra di SMK Miftahul Ulum Kebun baru Palengaan

Pamekasan

Permasalahan riil terkait kualitas guru SMK Miftahul Ulum dan Wachid Hasyim Kebun Baru Pamekasan

a. Rendahnya kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis TIK dan Soft Skills

b. Rendahnya kemampuan guru untuk mendesain pembelajaran berbasis soft skills

c. Lingkungan pesantren yang masih bersifat salafi

d. Rendahnya kualitas siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas guru di sekolah  Capaian Tahapan 100%

2. Sosialisasi Program IbM

Gambar 3. Kegiatan Sosialisasi Program IbM di SMK Wachid Hasyim

Mitra memahami tujuan dan target dari Iptek Bagi Masyarakat :

a. Peserta sosialisasi adalah 2 mitra SMK di PP. Kebun Baru, tokoh masyarakat dan Yayasan PP. Kebun Baru

b. Materi sosialisasi yang diberikan tentang tahapan pelaksanaan, tujuan dan target c. Metode sosialisasi presentasi, diskusi dan

tanya jawab program.  Capaian Tahapan 100%

3. Pembuatan Modul Pelatihan

Pembuatan Media Pembelajaran

Modul Ajar Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK & Soft Skills a. Media pembelajaran menggunakan Ms.

Power Point

b. Pembuatan website untuk e-learning berbasis Wordpress

c. Pembelajaran Soft Skills.  Capaian Tahapan 100%

4. Pelatihan Pembuatan Media

Pembelajaran Berbasis TIK dan Soft Skills

Gambar 4. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK dan Soft Skills di Aula

(4)

Menguasai Media Pembelajaran Menggunakan Power Point & Soft Skills a. Media pembelajaran menggunakan Ms.

Power Point

b. Desain pembelajaran memanfaatkan media yang ada (Video, Audio, Picture dan Teks)

c. Pembelajaran Soft Skills  Capaian Tahapan 100%

5. Pelatihan Pembuatan Media

E-Learning Berbasis TIK dan Soft Skills

Menguasai Media Pembelajaran Menggunakan E-Learning & Soft Skills

a. Membuat web blog untuk E-Learning b. Desain pembelajaran memanfaatkan

media website (bahan ajar, latihan dan konsultasi)

c. Pembelajaran Soft Skills  Capaian Tahapan 10%

6. Kuliah Tamu

Motivasi siswa untuk berprestasi dan memahami pembelajaran berbasis TIK

a. Siswa semakin semangat

b. Siswa tertarik untuk belajar pembuatan media pembelajaran

c. Siswa mampu menguasai Pembelajaran Soft Skills

 Capaian Tahapan 10%

7. Pendampingan

Gambar 5. Kegiatan Pendampingan Pasca Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis

TIK

Melayani komunikasi dan konsultasi kelompok Guru SMK

a. Pendampingan dilakukan bersama-sama yayasan dan kepsek

b. Pendampingan dilakukan dengan cara komunikasi dan konsultasi secara langsung dan tidak langsung

c. Mendorong peran aktif guru dan siswa untuk bersama-sama mengembangkan media pembelajaran.

 Capaian Tahapan 20%

8. Analisa Hasil Program IbM

Analisa outcome IbM dari sisi sosial dan ekonomi

a. Menganalisa setiap luaran kegiatan apakah sesuai dengan target

b. Menyusun kendala dan hambatan kegiatan IbM

c. Melakukan perbaikan proses jika perlu dilakukan sesuai kondisi di lapangan.  Capaian Tahapan 20%

9. Publikasi Hasil Pengabdian

Publikasi hasil pengabdian di Seminar Nasional

a. Merangkum seluruh kegiatan mulai persiapan, tujuan, target, metode dan hasil menjadi satu kesatuan laporan yang simple dan jelas

b. Membuat paper prosiding untuk publikasi ilmiah tingkat Nasional.

 Capaian Tahapan 40%

Pelaksanaan kegiatan Abmas dilakukan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran dan Softskill di SMK Mifathul Ulum Kebun Baru sedangkan Pelatihan Penerapan E-Learning dilakukan di ruang Pelatihan Al-Fattah Universitas Islam Madura, untuk mendapatkan akses jaringan internet yang memadai bagi semua peserta selama pelatihan. Rata-rata kehadiran observasi (pengamatan) dilakukan tim pelaksana terhadap peserta pelatihan dilakukan sejak awal sampai akhir kegiatan. Dalam kegiatan ini yang menjadi observer adalah tim pelaksana dibantu dengan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Madura dengan menggunakan lembar observer. Kategori pengamatan yang dicatat memuat aspek-aspek sebagai berikut : Aktivitas Peserta Pelatihan: mendengar atau memperhatikan penjelasan tim pelaksana, membaca modul petunjuk pembuatan media ajar interaktif berbasis e-learning Edmodo, bertanya dengan tim pelaksana tentang materi pelatihan, mengerjakan tugas yang diberikan berdiskusi dengan teman dalam mengerjakan tugas yang diberikan dan perilaku yang tidak relevan dengan kegiatan pelatihan (percakapan yang tidak relevan, mengerjakan sesuatu yang tidak relevan dan melamun). Data yang diperoleh dari lembar observasi diberi skor 1

(5)

untuk komponen yang tampak dan diberi skor 0 untuk komponen yang tidak tampak.

Berdasarkan hasil obeservasi selama kegiatan, terlihat bahwa akvitas peserta sangat baik, ini dapat dilihat dari banyaknya indikator-indikator aktivitas pelatihan yang muncul. Begitu juga dengan hasil angket yang diberikan ke peserta di akhir kegiatan, 92 % peserta puas dengan kegiatan ini dan hanya 8% masih belum puas hal ini disebabkan karena salah satu peserta tersebut tidak mengikuti kegiatan pelatihan pada pertemuan kedua, sehingga peserta tersebut tidak begitu paham dalam membuat animasi yang begerak. Untuk mengatasi masalah ini maka tim memberi saran kepada satu peserta yang belum paham tersebut untuk belajar dengan teman sejawatnya yang sama-sama mengikuti pelatihan ini. Kemudian tim memberi harapan semoga hasil kegiatan ini dapat diaplikasikan untuk pembelajaran di kelas..

4.

SIMPULAN DAN SARAN

4.1 Simpulan

Berdasarkan hasil kemajuan progress pelaksanaan Program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Secara umum para guru, kepala sekolah dan yayasan pesantren sangat antusias dengan adanya Program Iptek bagi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Madura untuk meningkatkan kualitas guru SMK

2. Program IbM mampu meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kelompok guru

3. Program IbM mampu melakukan percepatan pengunaan dan pemanfataan media pembelajaran sesuai bidang keahlian

4. Terwujudnya hubungan baik antara perguruan tinggi dan kelompok guru SMK di Kabupaten Pamekasan

5. Berdasarkan proses evaluasi dengan pengisian kuisioner di akhir pelatihan, diperoleh hasil antara lain 100% responden menyatakan bahwa kegiatan Abmas ini sangat bermanfaat serta dapat meningkatkan pemahaman mengenai pembuatan media pembelajaran berbasis TIK dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

4.2 Saran

Berdasarkan pelaksanaan serta hasil evaluasi dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat diberikan beberapa saran untuk pelaksanan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat serupa, antara lain:

1. Program IbM lanjutan segera dilaksanakan untuk mewujudkan tujuan utama program iptek bagi masyarakat yaitu meningkatkan kualitas guru dalam membuat pusat media pembelajaran 2. Koordinasi, komunikasi dan konsultasi

dioptimalkan dalam rangka menjamin keberlanjutan program iptek bagi masyarakat.

5.

DAFTAR PUSTAKA

Gardner, H. 1983. Frames of Mind – The theory of multiple intelegences, New York: Basic Books Inc.

Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri .2007. Pedoman Pelatihan Jardiknas, Depdiknas. Jakarta.

Prakorso, K. S. 2005. Membangun eLearning dengan Moodle, Penerbit Andi Yogyakarta.

Purnomo W. 2007. Konsep dan Implementasi TIK dalam Pendidikan. Seminar Nasional ICT di Bulukumba. Sulawesi Selatan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah

Atas. 2006. Rencana Stratetgis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009. 2006. Pedoman Penyusunan Bahan Ajar. Jakarta.

Wiratna, A. 2012. Pendidikan Soft skills. Seminar di SMA YPPI-II. 2008. Available:http://widytaurus.wordpress.co m/2012/02/13/53 diakses 03-02-2012.

Figur

Gambar 4. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Media

Gambar 4.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Media p.3
Gambar 2. Kegiatan Survey Permasalahan Mitra

Gambar 2.

Kegiatan Survey Permasalahan Mitra p.3
Gambar 1. Proses Sambutan Rektor UIM Drs.

Gambar 1.

Proses Sambutan Rektor UIM Drs. p.3
Gambar 3. Kegiatan Sosialisasi Program IbM di

Gambar 3.

Kegiatan Sosialisasi Program IbM di p.3
Gambar 5. Kegiatan Pendampingan Pasca

Gambar 5.

Kegiatan Pendampingan Pasca p.4

Referensi

Memperbarui...