kinerja Karyawan pada Bank pembangunan daerah Sumatera Barat (BPD) Bank Nagari syariah cabang Padang. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

46

A.Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami tentang pengaruh kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi terhadap kinerja Karyawan pada Bank pembangunan daerah Sumatera Barat (BPD) Bank Nagari syariah cabang Padang. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2017 sampai selesai.

B.Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (deskriptif kausatif). Yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Sedangkan metode penelitian kausatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menentukan sebab serta akibat. Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang didasari oleh falsafah positivisme yaitu ilmu yang valid, ilmu yang dibangun dari empiris, teramati terukur menggunakan logika matematika dan membuat generalisasi atas rerata.1 Penelitian kuantitatif biasa dipakai untuk menguji suatu teori, menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik dan menunjukkan hubungan antara variabel2. Penelitian ini bertujuan untuk

1

Imade Wirata, Metodologi Penelitian Sosial, (Yogyakarta: ANDI, 2006), h. 140

2

(2)

mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan Bank pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari syariah cabang Padang). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dan dibantu dengan menggunakan perangkat SPSS versi 20.

C.Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.3 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap Bank Nagari syariah yang berjumlah sebanyak 34 orang diluar pimcapem dan wakil capem. Apabila subyek penelitian berjumlah kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi menurut Arikunto. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan responden dalam penelitian ini.

D.Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah objek penelitian atau sesuatu yang menjadi titik perhatian. Variabel dibedakan menjadi dua yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang nilainya tergantung dari nilai variabel lain (Y) dan variabel independen (bebas) adalah variabel yang nilainya tidak tergantung oleh variabel lain (X). Adapun variabel penelitian dalam penelitian ini terdiri dari:

3

Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, (Bandung:PT.Alfabeta Bandung,2013), h. 80

(3)

1. Variabel Dependen

Variabel ini ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Variabel terikat ini merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah:

a. Kinerja Karyawan (Y).

Kinerja merupakan hasil kerja atau output yang berbentuk kuantitatif maupun kualitatif yang telah dicapai oleh karyawan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan tanggung jawab, standar kinerja, dan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja sebagai berikut :4

1). Kualitas kerja 2). Kuantitas kerja 3). Ketepatan waktu 4). Kehadiran 5). Kerjasama 2. Variabel Independen

Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor antecedent. Variabel ini sering disebut juga dengan variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

4

John Jackson, dkk, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Buku kedua, 2001), hal. 161

(4)

sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah sebagai berikut: a. Kecerdasan Emosional (X1)

Kemampuan seseorang karyawan dalam mengelola emosi dirinya sendiri dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan adanya interaksi yang baik sesama karyawan dan perusahaan tentu akan mempermudah pencapaian tujuan yang diharapkan oleh sebuah perusahaan. Dalam buku Halimatus Sa’diah ada lima indikator yang digunakan dalam skripsi Herdiat untuk mengukur kecerdasan emosional sebagai berikut :5 1). Pengenalan diri 2). Pengendalian diri 3). Motivasi 4). Empati 5). Keterampilan sosial b. Kecerdasan Spiritual ( X2)

kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap prilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran integralistik serta berprinsip hanya karena Allah SWT. Sedangkan menurut Zohar dan Marshall bahwa kecerdasan spiritual sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku

5

Skripsi Alhadi hidayat, analisis pengaruh kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan ,2015

(5)

diiringi dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasnya, juga memungkinkan kita bergelut dengan ikwal baik dan jahat, membayangkan yang belum terjadi serta mengangkat kita dari kerendahan. Kecerdasan tersebut menepatkan prilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bernilai dan bermakna. Indikator yang digunakan untuk mengukur kecerdasan spiritual sebagai berikut :6

1) Integritas diri

2) Penghormatan pada kehidupan 3) Aktivitas yang bermanfaat

4) Menghadapi bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bernilai dan bermakna. Serta kemampuan memberikan makna ibadah terhadap setiap prilaku dan kegiatan melalui langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya dan memiliki pola pemikiran integralistik serta berprinsip hanya kepada Allah SWT.

c. Budaya Organisasi (X3)

Budaya organisasi adalah apa yang karyawan rasakan dan bagaimana persepsi ini menciptakan suatu pola teladan kepercayaan, nilai-nilai, dan harapan budaya sebagai suatu pola teladan dari

6

Skripsi Abdulloh, pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, (Semarang Barat, 2006)

(6)

penerimaan dasar ketika ditemukan, atau yang dikembangkan oleh kelompok tertentu sebagai upaya belajar untuk mengatasi permasalahan dari adaptasi eksternal dan integrasi internal yang telah bekerja cukup lancar untuk menjadi mempertimbangkan yang sah dan oleh karena itu, untuk mengajarkan ke anggota baru sebagai cara yang benar untuk merasa, berpikir, dan merasakan dalam hubungan dengan masalah. Indikator yang digunakan untuk mengukur budaya organisasi sebagai berikut :7

1) Budaya birokrasi 2) Budaya inovasi 3) Budaya suportif

E.Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Meneliti dengan data yang sudah ada dan lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian.8 Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah berupa angket/kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan skala likert. Skala likert adalah suatu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau kelompok tentang subjek, objek atau kejadian tertentu. Untuk variabel dependen ( Y ) seperti kinerja karyawan sedangkan untuk variabel independen ( X1) Kecerdasan emosioanal ( X2) Kecerdasan spiritual

7

Skripsi Alhadi hidayat, analisis pengaruh kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya oragnisasi terhadap kinerja karyawan.

8

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, ( Bandung, PT: Alfabeta,2013), h. 102

(7)

(X3) Budaya organisasi dengan menggunakan lima alternative jawaban yang masing-masing diberi skor 1-5

Tabel 3.1

Daftar skor jawaban skala likert berdasarkan sifatnya

No Alternatif Jawaban Sifat pernyataan

Positif Negative

1. Sangat Setuju (SS) 5 1

2. Setuju (S) 4 2

3. Kurang Setuju (KS) 3 3

4. Tidak Setuju (TS) 2 4

5. Sangat Tidak Setuju (STS)

1 5

F.Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara:

1. Observasi

Dalam hal ini penulis melakukan tinjauan langsung ke tempat objek penelitian untuk melakukan pengamatan yang dibutuhkan di Bank Nagari syariah cabang Padang.

2. Wawancara

Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara tatap muka langsung kepada responden dengan menyiapkan daftar pertanyaan yang berhubungan dengan data yang diperlukan dalam penelitian ini9, yaitu karyawan Bank Nagari syariah cabang Padang

9

Bambang prasetyo, Metode Penelitian kuantitatif, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,2005), h . 119

(8)

3. Survei

Pengumpulan data dengan survei yaitu dengan cara memberikan atau menyebar angket/kuisioner berupa daftar pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada sampel penelitian perihal masalah yang diteliti. Penyebaran angket/kuisioner digunakan untuk memperoleh informasi dari karyawan tentang adanya pengaruh kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di Bank Nagari syariah cabang Padang.

G.Teknik Analisis Data

Analisis kuantitatif adalah analisis data dalam bentuk angka-angka dan pembahasannya melalui perhitungan statistik berdasarkan skor jawaban responden terhadap koesioner. Berdasarkan hasil pengumpulan skor tersebut data dapat dianalisis dengan menggunakan uji sebagai berikut:

1. Uji Validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang diukur yang digunakan mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur, uji ini digunakan untuk mengukur quesioner yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data telah benar-benar dapat diandalkan kevalidannya sebagai alat dalam penelitian ini. Uji validitas diatas dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Pemberian skor pada tiap-tiap responden

(9)

c. Mencari nilai validitas dengan memasukkan dalam rumus korelasi produck moment dan pearson berupa angka kasar

d. Mengkonsultasikan hasilnya dengan tabel r produck moment pada taraf signifikan 5% jika hasil rxy lebih besar atau sama dengan r tabel berarti butir koesioner tersebut valid. Tetapi jika hasil rxy kecil dari pada r tabel maka butiran kuesioner tidak valid.

Rumus korelasi yang digunakan adalah rumus korelasi produck moment adalah sebagai berikut:

rxy =

𝑟 𝑥𝑦 −( 𝑥)( 𝑦)

𝑛 𝑥2 −( 𝑥)2 𝑛 𝑦2 −( 𝑥)2

keterangan :

rxy = koefesien korelasi setiap pertanyaan atau item x = skor atau nilai dari pertanyaan atau item y = skor atau nilai dari pertanyaan atau item y n = banyak sampel atau responden

jika r hitung > r tabel maka dapat dikatakan valid atau sah.

2. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel berarti instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Dalam mencari reliabilitas untuk seluruh item adalah dengan mengoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan r tabel. Jika r tabel lebih dari 0,6 maka dianggap reliabel

(10)

3. Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan analisis data dengan uji anova, maka dilakukan pengujian prasyarat analisis, agar memenuhi prasyarat analisis, penggunaan alat analisis anova dalam mengestimasi variabel dependen dengan sejumlah variabel independen bertujuan agar estimator tidak bias.

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model analisis data berdistribusi normal . Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dilakukan uji statistik non-parametrik Kolmogorof-Smirnov (K-S). Data berdistribusi normal jika hasil nilai uji Kologorove-Sminorve (p-value) > 5%. Hasil pengujian klasik menunjukan nilai p yang ditunjukkan pada kolom Asym Sig.

b. Uji Multikolineritas

Menurut Damodar N Gujarati, multikolinieritas adalah kondisi terdapatnya hubungan linier atau korelasi yang sempurna atau pasti antara masing-masing variabel independent dalam model regresi.10uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan linier antar variabel independen dalam model regresi.

Multikolinieritas timbul akibat sifat-sifat yang terkadang kebanyakan variabel ekonomi berubah sama-sama sepanjang waktu dan penggunaan lag (lagged values) dari variabel-variabel bebas dalam

10

(11)

model regresi. Dengan adanya multikolinieritas, maka hasil estimasi koefisien regresi bersifat bias.11

Salah satu cara untuk melihat atau tidak adanya, multikolinieritas pada model penelitian ini dapat diketahui dari menghitung nilai

varianceinflation factor (VIF). Semakin tinggi nilai VIF suatu variabel tertentu, semakin tinggi varian koefisien estimasi pada variabel tersebut. Maka dengan demikian semakin tinggi VIF, semakin berat dampak dari multikolinieritas. Pada umumnya multikolinieritas dikatakan berat apabila angka VIF suatu variabel melebihi 10, maka terdapat multikolinieritas. Sebaliknya jika kurang dari 10, maka multikolinieritas tidak terdapat/tidak ditemui dalam model penelitian ini.12

Dengan demikian uji multikolinieritas dalam penelitian ini akan menggunakan nilai VIF yang dihasilkan oleh SPSS v.20 sebagai tolak ukur dalam pengujian.

c. Uji heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah suatu kesalahan dimana masing-masing kesalahan penganggu mempunyai varian yang berlainan, akibatnya penaksir OLS (ordinary Least Square) tetap tidak bias tetapi tidak efisien. Untuk menaksirkan ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat digunakan berbagai cara, salah satunya adalah Dengan melakukan uji

white heteroskedasticity test. Uji ini dilakukan agar memenuhi sifat

11

Ibid, h. 162-163

12

(12)

BLUE (Best Linier Unbiased Estomator) yang diharapkan. Dengan paket program siap pakai ini, selain dapat mendeteksi heteroskedastisitas, disediakan juga fasilitas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Uji ini menghasilkan nilai P value yang akan dibandingkan Dengan nilai alfa (α) 5%. Bila nilai P value yang dihasilkan adalah lebih kecil dari nilai alfa (α) maka dapat dikatakan bahwa telah terjadi permasalahan ini dalam data dan model yang dibangun sehingga kita membutuhkan situasi dimana nilai P value yang dihasilkan adalah lebih besar dari nilai alfa (α).13

4. Analisis regresi linear berganda

Pengujian hipotesis dalam proposal ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen( kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi terhadap variabel dependen ( kinerja karyawan).

Dihitung dengn menggunakan rumus: Y = a + b1 X1 + b2X2 + b3X3+e Keterangan: Y = kinerja karyawan A = konstanta x1 = kecerdasan emosional x2 = kecerdasan spiritual x3 = budaya organisasi

b1. b2. b3 = koefessien regresi masing-masing variabel e = standar error

13

(13)

5. Uji T (Uji Parsial)

Uji ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial (individu). Dengan kata lain, pengujian ini dilakukan untuk melihat keberartian dari masing – masing variabel secara terpisah ( parsial ) terhadap variabel tidak bebas

Dengan hipotesis : Ho : β1, β2 = 0

Artinya : variabel kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi secara individu tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan

Ha : β1, β2 ≠ 0

Artinya : variabel kecerdasan emosional, spiritual dan budaya organisasi secara individu berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t table dengan tingkat kesalahan (α) sebesar lima persen (5%) dan

derajat sebaran atau degree of freedom (df) sebesar n-k-1, dengan ketentuan pengambilan keputusan sebagai berikut:

a. Jika t hitung ≤ dari t table = Ho diterima dan Ha ditolak, berarti variabel

bebas tersebut tidak signifikan mempengaruhi variabel bebas.

b. Jika t hitung ≥ dari t table = Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel

(14)

6. Uji F (Uji secara Serentak)

Uji F dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas secara keseluruhan atau secara bersama – sama. Hasil pengujian ini juga yang dibandingkan dengan nilai angka yang ada pada tabel F. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut :

F hitung = R2 / k – 1

1-R2 / n-k

Dimana : R2 = koefesien regresi K = Jumlah variabel

n = Jumlah tahun pengamatan Dengan hipotesis :

Ho : β1 = β2 = 0

Artinya : variabel kecerdasan emosional, spiritual, dan budaya organisasi bersama – sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.

Ha : β1≠ β2 = 0

Artinya : variabel kecerdasan emosional, spiritual dan budaya organisasi bersama – sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.

Kriteria pengujian sebagai berikut :

a. F hitung ≥ F table maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel bebas

secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

(15)

b. F hitung ≤ F table maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti variabel bebas

secara bersamaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.14

7. Koefisien Determinasi ( R2 )

Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi dari variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen. Jika nilai R2 hitung semakin besar (mendekati satu) maka kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen semakin besar. Hal ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan variasi variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R2 hitung semakin kecil (mendekati nol) maka kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen semakin kecil, dan model yang digunakan semakin lemah menerangkan variasi variabel dependen. Besarnya koefisien determinasi ganda (R2) berada di antara 0 dan 1 atau 0< R2<1. 15

14

Sarwoko. Dasar – dasar Ekonometrika, (Yogyakarta : CV Andi Offset, 2005), h. 33

15

Duwi Priyanto. Olah Data Statistik Dengan Program SPSS, ( Yogyakarta : Mediakom, 2013), cet.1, h. 37

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :