• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS MPP …..

Silabus dan penilaian

Pengertian dan kegunaan penelitian pendidikan

Jenis penelitian menurut:

Kegunaannya Tujuannya

Dimensi Waktu

Penelitian Positivistik:

Deskriptif Survey

(2)

Lanjutan Silabus MPP ….

Penemuan topik atau permasalahan

penelitian

Perumusan masalah: latar belakang,

identifikasi, rumusan masalah, tujuan dan

manfaat penelitian.

Penyusunan kajian teori dan hipotesis

Populasi dan sampel

(3)

Lanjutan Silabus MPP …

Variabel penelitian

Teknik pengumpulan data

Analisis data

Penyusunan proposal penelitian

Interpretasi hasil analisis dan pembahasan

Penyusunan laporan hasil penelitian

(4)

REFERENSI :

Sugiyono (1992). Metode Penelitian Administrasi. Bandung:

Alpabeta.

Suharsimi Arikunto (…). Manajemen Penelitian. Jakarta: Bumi

Aksara.

PENILAIAN :

Kehadiran kuliah minimal 75% (syarat mengikuti ujian

semester).

Mid Semester: 15 %Ujian Semester : 25 %Tugas Individual:

(5)

SEKILAS TTG.

PENELITIAN

PENDIDIKAN

Oleh:

Amat Jaedun

(6)

Tujuan dan Manfaat Penelitian Pendidikan

Penelitian  adalah cara/metode

pemecahan masalah melalui metode

ilmiah.

Penelitian berasal dari kata research

(re-search)  pencarian yang diulang-ulang.

Bertujuan untuk:

Pengembangan ilmu kependidikan

(7)

Masalah adalah ….?

Gap antara kenyataan (realitas)

dengan seharusnya (harapan) atau

kesenjangan das solen dan das sain.

Gap antara kondisi saat ini (potret)

(8)

Borg & Gall (1999), menyebutkan ada dua faktor yang membuat hasil riset pendidikan tidak berpengaruh thd perbaikan praktik kependidikan.

Banyak faktor yg mempengaruhi praktik

kependidikan. Sebagai misal, banyak kebijakan perbaikan pendidikan yg merupakan adopsi/

adaptasi dari model yang berhasil diterapkan di negara lain, atau karena keputusan politik semata. Tergantung pada jenis risetnya  riset terapan

(9)

Menurut tujuannya, riset diklasifikasikan

menjadi

2, yaitu:

1. riset dasar atau riset murni (

pure

research)

; dan

2. riset terapan (

applied research

), yang

dibagi menjadi:

a. riset evaluasi (

evaluation research

);

b. riset pengembangan (

research and

development

atau R & D); dan

c. riset aksi (penelitian tindakan).

Menurut tujuannya, riset diklasifikasikan

menjadi

2, yaitu:

1. riset dasar atau riset murni (

pure

research)

; dan

2. riset terapan (

applied research

), yang

dibagi menjadi:

a.

riset evaluasi (

evaluation research

);

b.

riset pengembangan (

research and

development

atau R & D); dan

(10)

Pada penelitian dasar, dikenal dua kelompok

paradigma yg dominan, yaitu:

(1) paradigma positivistik (metode kuantitatif);

dan

(2) paradigma fenomenologis/interpretif (metode

kualitatif).

Pada penelitian dasar, dikenal dua kelompok

paradigma yg dominan, yaitu:

(1) paradigma positivistik (metode kuantitatif);

dan

(2) paradigma fenomenologis/interpretif (metode

kualitatif).

Don Adam (1988), mempertentangkan kedua paradigma di atas ke dalam dua kutub yang saling berlawanan,

yaitu:

positivistik, menekankan rasionalitas dan obyektivitas,

sedangkan

fenomenologi/interpretif, menggunakan model

interaktif dan subyektif.

Don Adam (1988), mempertentangkan kedua paradigma di atas ke dalam dua kutub yang saling berlawanan,

yaitu:

positivistik, menekankan rasionalitas dan obyektivitas,

sedangkan

(11)

Karakteristik Positivistik :

1.

Fenomena-fenomena sosial/pendidikan

diamati secara parsial, yaitu dengan cara

mereduksi sejumlah variabel yang dianggap

kurang penting dalam menjelaskan

fenomena-fenomena yang dimaksud;

2.

Berpandangan bahwa fenomena-fenomena

kehidupan manusia di lingkungan sosialnya

bersifat mekanistik dan berlaku universal;

3.

Proses riset menggunakan logika berpikir

(12)

Lanjutan

Karakteristik …..

4. menekankan pada uji hipotesis dan mengejar generalisasi (validitas internal dan eksternal); 5. fenomena-fenomena yang diamati sifatnya

teratur/tidak random, sehingga dapat diprediksikan;

6. menganut kebenaran tunggal (nomotetis), yang akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kulturnya.

7. memisahkan teori dan praktik.

8. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini

(rational planning).

4. menekankan pada uji hipotesis dan mengejar generalisasi (validitas internal dan eksternal); 5. fenomena-fenomena yang diamati sifatnya

teratur/tidak random, sehingga dapat diprediksikan;

6. menganut kebenaran tunggal (nomotetis), yang akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kulturnya.

7. memisahkan teori dan praktik.

8. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini

(13)

Lanjutan Karakteristik

Positivistik ….

Paling tua, dan paling banyak pengikutnya.

Diadopsi dari ilmu-ilmu keras (IPA) yg

diterapkan dlm penel. Sosial dan Pendidikan.

Metode: eksperimen, quasi eksperimen,

survey, ex post facto.

Ada generalisasi dari temuan penel. yg

dilakukan pada sampel  sampel hrs

representatif thd populasi (random).

Skopa persamalahan yg diteliti luas (makin

luas makin baik).

Ada pengendalian thd variabel-variabel yg

(14)

Paradigma Fenomenologis

(interpretif)

Asumsi kebenaran tidak tunggal (dialektis) 

tergantung pada konteks dan kultur

masyarakat.

Tujuan utama memperoleh pemahanan

terhadap makna (

meaning

), karena fenomena

(perilaku) yang sama dapat mempunyai makna

yang berbeda pada konteks kultural yang

berbeda.

Mendasarkan gambaran apa adanya menurut

interpretasi subyek.

Asumsi kebenaran tidak tunggal (dialektis) 

tergantung pada konteks dan kultur

masyarakat.

Tujuan utama memperoleh pemahanan

terhadap makna (

meaning

), karena fenomena

(perilaku) yang sama dapat mempunyai makna

yang berbeda pada konteks kultural yang

berbeda.

(15)

Lanjutan Fenomenologis ….

Datang belakangan, shg banyak

ditentang penganut positivistik.

Tidak ada generalisasi hasil temuan.

Pengamatannya dilakukan pada skopa

yang sempit tetapi mendalam.

Peneliti ikut larut dlm kancah penelitian

(proses entry), observasi partisipan dan

merasakan apa yg dirasakan subyek.

Settingnya harus dijaga tetap

(16)

RISET TERAPAN :

RISET TERAPAN :

Bertujuan untuk menguji dan menerapkan

teori untuk pemecahan masalah yang riil,

mengembang-kan dan menghasilkan produk,

dan memperoleh informasi untuk dasar dalam

pembuatan keputusan.

Perbedaan Orientasi ……

Basic research

menekankan standar keilmuan

yang tinggi dan berusaha memperoleh hasil yang valid menurut ukuran metode ilmiah, sedangkan

Penelitian terapan menekankan pada

(17)

Metode Penelitian Tindakan

Mendasarkan pd paradigma teori kritis, datang paling

belakangan.

Hubungan antara teori dan praktik (penelitian jenis

lain jarang diaplikasikan utk perbaikan).

Adanya hubungan antara peneliti dgn klp sasaran 

subyek sebaiknya diberitahu dan diajak bekerjasama utk mencapai tujuan bersama.

Orientasi penelitian bukan utk mencari ”kebenaran”

tetapi utk memecahkan permasalahan riil yg dihadapi baik oleh peneliti maupun subyek yg diteliti melalui langkah-langkah penerapan tindakan.

Bersifat kooperatif, antara yg memberikan tindakan

dan pihak yang dikenai tindakan (Dokter dalam

(18)

Penelitian Tindakan

Lanjutan….

Dilaksanakan pada lokasi terjadinya

permasalah-an tersebut (tidak

diuji-cobakan pada subjek yang lain atau di

tempat lain).

Bersifat partisipatif, karena memerlukan

partisipasi dari pihak yang dikenai

tindakan.

Dilakukan pada

setting

yang natural, tidak

ada perubahan atau pengaturan apapun,

kecuali tindakan yang akan diterapkan.

Tidak ada upaya pengendalian terhadap

faktor (variabel) pengganggu atau yang

berpengaruh thd. hasil.

Tidak ada upaya generalisasi dari hsl

Referensi

Dokumen terkait

(MORFEM TUNGGAL ATAU GABUNGAN MORFEM) Pengertian Leksem : satuan leksikal dasar yg abstrak yg Pengertian Leksem : satuan leksikal dasar yg abstrak yg.. mendasari pelbagai

• Teori-teori perkembangan menunjukkan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam menjalani tahapan perkembangan yang terkait dengan adanya tugas-perkembangan.. •

––BANGSA: PERASAAN JIWA YG MENGANDUNG TEKAD/ BANGSA: PERASAAN JIWA YG MENGANDUNG TEKAD/ ––BANGSA: PERASAAN JIWA YG MENGANDUNG TEKAD/ BANGSA: PERASAAN JIWA YG MENGANDUNG TEKAD/

Kesulitan belajar yang dialami siswa, diidentifikasi melalui faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Ada dua faktor yang mempengaruhinya, yaitu: faktor

Kita memiliki perasaan emosi ketika ada dua faktor yang hadir yaitu: kita secara dibangkitkan secara fisiologis, dan kita.. menafsirkan suau emosi tertentu didasarkan pada situasi yg

8. Surja Widjaja dan Burke Rasch) ... Indikator Ketercapaian : 1) Mahasiswa mampu menjelaskan Pertumbuhan, perkembangan tulang dan sendi. 2) Mahasiswa mampu menyebutkan

mempengaruhi harga­harga observasi. Teknik  statistik yg digunakan adalah Uji K Sampel 

dari identitas. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran identitas diri remaja nrelalui konsumsi benda dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi