I. Mata Kuliah : PRAKTIK LATIHAN DAN KEMAHIRAN HUKUM
Kode : SYA.033
Jurusan : Syari'ah
Program Studi : Muamalah (MUA)
Program : S.1
Bobot : 2 sks
II. Tolok Ukur Indikator Kompetensi
1)Mahasiswa mampu memahami dan menguasai materi beracara dalam lapangan praktek pelayanan hukum bagi masyarakat.
2)Mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan aturan hukum materil maupun formil dalam kancah praktis dan memecahkan kasus-kasus hukum tertentu serta mengasah logika hukum.
3) Mahasiswa mempunyai pengalaman melakukan proses beracara.dalam peradilan mulai dari tahap awal sampai pasca putusan hakim.
III. Topik Inti
1) Pemilihan kasus-kasus yang dipakai untuk praktikum sidang semu; 2) Analisis kasus dan legal reasoning serta penyusunan konstruksi perkara.
3) Kewenangan pengadilan serta pola kerja pada unit kerja yang ada di lingkungan peradilan.
e. Surat jawaban gugatan dan gugat balik (rekonpensi) f. Replik
g. Duplik
h. Format pengajuan bukti tertulis, i. Putusan
j. Memori Banding, Kasai dan Peninjauan Kembali.
h. Perkara koneksitas,
i. Penyusunan putusan pidana j. Upaya hukum
6) Lay Out Sidang dan Distribusi Peran
7) Praktek Persidangan Perkara Pidana (moot court perkara pidana)
a. Pemeriksaan Identitas Terdakwa dan Pembacaan Surat Dakwaan b. Eksepsi, Tanggapan Eksepsi dan Putusan Sela
c. Pembuktian
d. Tuntutan(Requisitoiir) e. Pembelaan (Pledoii) f. Replik dan Duplik g. Putusan
8) Praktek Persidangan Perkara Perdata (moot court perkara perdata) a. Pemeriksaan Identitas Para Pihak dan Perintah Mediasi b. Mediasi
c. Pembacaan Surat Gugatan, Eksepsi dan Jawaban Tergugat d. Jawab – Jinawab (Replik dan Duplik)
e. Pembuktian f. Putusan
IV. Alternatif Kegiatan / Metode Pembelajaran
1. Pertemuan awal dilakukan “kontrak belajar” untuk menyepakati rambu – rambu yang harus ditaati selama perkuliahan
2. Perkuliahan ditekankan kepada aspek praktik, sehingga perkuliahan tatap muka hanya sebagai pengantar, dapat dilakukan dengan alternatif strategi :
a. Brain stroming, untuk konsep yang diperkirakan tidak asing bagi mahasiswa
b. Dynamic Lecturing / Ceramah dinamis, yaitu ceramah yang diselingi tanya jawab, untuk materi yang diperkirakan sama sekali baru bagi mahasiswa. c. Consept Map, yang dilanjutkan dengan advance organizer-nya
a. Synergeric Teaching, yaitu mensinergikan dua model pembelajaran yang berbeda dalam membahas materi yang sama
3. Pendalaman / perluasan pemahaman materi dilakukan dengan menggunakan praktik persidangan dan Information Search, dengan menunjukan alternatif sumber informasinya (kunjungan ke pengadilan) serta Active Debate, untuk materi yang mengandung multi-varians(analisis / bedah kasus berdasarkan perkara yang dipilih)
4. Untuk melakukan review dapat digunakan alternarif strategi : a. Sort Card
b. Everyone is teacher here
persidangan serta melakukan Moot Court / Peradilan Semu (penyusunan skenario, pemeran dan pelaksanaan sidang semu)
V. Alternatif Media Pembelajaran 1. Papan Tulis
2. Komputer dan LCD Proyektor 3. Fotocopy bahan / materi pilihan 4. Ruang Sidang peradilan semu 5. Ruangan Kelas
6. Perpustakaan
VI. Alternarif Evaluasi Pembelajaran
1. Untuk menilai proses pembelajaran masing – masing mahasiswa digunakan evaluasi porto folio. Disamping itu, untuk menilai proses ini juga dilakukan penilaian terhadap kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan dan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan.
2. Untuk menilai produk pembelajaran dilakukan tes atau ujian tengah semester, ujian akhir semester dan penilaian terhadap “Tugas Utama” yaitu tugas yang kemampuan untuk melaksanakannya diasumsikan merupakan akumulasi dari kompetensi yamg ditergetkan, dimana “Tugas Utama” ini adalah tugas selain tugas – tugas yang tercakup dalam porto folio.
VII. REFERENSI
1. Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana bagian I, II dan III, Raja Grafindo Persada, 2002
2. Andi Hamzah, Asas – asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, 1990
3. Andi Hamzah, Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia, Ghalia Indonesia, 1984
4. AT. Hamid, Praktek Peradilan Perkara Perdata, CV “Al-Ihsan” Surabaya, 1991 5. CST Kansil, Pokok - pokok Etika Profesi Hukum, Pradnya Paramitha, 1996 6. Djoko Prakoso, Masalah Pemberian Pidana dalam teori dan praktek peradilan,
Ghalia Indonesia, 1984
7. H.A. Mukti Arto, Praktek Perkara Perdata di PA, Pustaka Pelajar,1998. 8. Harun M. Husein, Surat Dakwaan, Rineka Cipta, 1994
9. Muh. Bachrul Ulum, Modul Praktek Peradilan : Perkara Pidana, Jurusan Syari’ah STAIN Purwokerto, 2006
10. ---, Modul Praktek Peradilan : Perkara Perdata, Jurusan Syari’ah STAIN Purwokerto, 2007
11. R. Soeroso, Praktek hukum acara perdata : Tata Cara dan Proses Persidangan, Sinar Grafika, 1999
12. Retno Wulan S. dan Iskandar O, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Mandar maju, Bandung 1997.
14. Setiawan, Aneka Masalah Hukum dan Hukum Acara Perdata, Alumni, Bandung, 1992.
15. Soebekti, Hukum Acara Perdata, BPHN, Bina Ciptan 1997
16. Soenarto Soerodibroto, KUHP & KUHAP dilengkapi Yurisprudensi MA & Hogeraad, Raja Grafindo Persada, 1996
17. Soesilo Yuwono, Penyelesaian Perkara Pidana berdasarkan KUHAP, Alumni, 1982
SILABUS PRAKTIK LATIHAN DAN KEMAHIRAN HUKUM I. Mata Kuliah : PRAKTIK LATIHAN DAN KEMAHIRAN HUKUM
Kode : SYA.033
Jurusan : Syari'ah
Program Studi : Muamalah (MUA)
Program : S.1
Bobot : 2 sks
II. Deskripsi Mata Kuliah
...
III. Tolok Ukur Indikator Kompetensi
a. Mahasiswa mampu memahami dan menguasai materi beracara dalam lapangan praktek pelayanan hukum bagi masyarakat.
b. Mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan aturan hukum materil maupun formil dalam kancah praktis dan memecahkan kasus-kasus hukum tertentu serta mengasah logika hukum.
c. Mahasiswa mempunyai pengalaman melakukan proses beracara.dalam peradilan mulai dari tahap awal sampai pasca putusan hakim.
IV. Topik Inti
1) Pemilihan kasus-kasus yang dipakai untuk praktikum sidang semu; 2) Analisis kasus dan legal reasoning serta penyusunan konstruksi perkara.
3) Kewenangan pengadilan serta pola kerja pada unit kerja yang ada di lingkungan peradilan.
4) Prosedur dan Praktek penyelesaian perkara Perdata mulai dari pembuatan/penyusunan :
a. Surat kuasa khusus, b. Berita Acara Persidangan c. Surat gugatan,
d. Eksepsi
e. Surat jawaban gugatan dan gugat balik (rekonpensi) f. Replik
g. Duplik
h. Format pengajuan bukti tertulis, i. Putusan
j. Memori Banding, Kasai dan Peninjauan Kembali.
5) Prosedur dan Praktek penyelesaian perkara Pidana mulai dari pembuatan/penyusunan :
c. Pembuatan surat dakwaan,
d. Pembuatan nota keberatan/eksepsi e. Pembuktian,
f. Pembuatan tuntutan/requisitoir, g. Pembuatan nota pembelaan/pledoii, h. Perkara koneksitas,
i. Penyusunan putusan pidana j. Upaya hukum
6) Lay Out Sidang dan Distribusi Peran
7) Praktek Persidangan Perkara Pidana (moot court perkara pidana)
a. Pemeriksaan Identitas Terdakwa dan Pembacaan Surat Dakwaan b. Eksepsi, Tanggapan Eksepsi dan Putusan Sela
c. Pembuktian
d. Tuntutan(Requisitoiir) e. Pembelaan (Pledoii) f. Replik dan Duplik g. Putusan
8) Praktek Persidangan Perkara Perdata (moot court perkara perdata) a. Pemeriksaan Identitas Para Pihak dan Perintah Mediasi b. Mediasi
c. Pembacaan Surat Gugatan, Eksepsi dan Jawaban Tergugat d. Jawab – Jinawab (Replik dan Duplik)
e. Pembuktian f. Putusan
V. Alternatif Kegiatan / Metode Pembelajaran
1. Pertemuan awal dilakukan “kontrak belajar” untuk menyepakati rambu – rambu yang harus ditaati selama perkuliahan
2. Perkuliahan ditekankan kepada aspek praktik, sehingga perkuliahan tatap muka hanya sebagai pengantar, dapat dilakukan dengan alternatif strategi :
a. Brain stroming, untuk konsep yang diperkirakan tidak asing bagi mahasiswa
b. Dynamic Lecturing / Ceramah dinamis, yaitu ceramah yang diselingi tanya jawab, untuk materi yang diperkirakan sama sekali baru bagi mahasiswa. c. Consept Map, yang dilanjutkan dengan advance organizer-nya
d. Synergeric Teaching, yaitu mensinergikan dua model pembelajaran yang berbeda dalam membahas materi yang sama
3. Pendalaman / perluasan pemahaman materi dilakukan dengan menggunakan praktik persidangan dan Information Search, dengan menunjukan alternatif sumber informasinya (kunjungan ke pengadilan) serta Active Debate, untuk materi yang mengandung multi-varians(analisis / bedah kasus berdasarkan perkara yang dipilih)
b. Sort Card
c. Everyone is teacher here
5. Untuk mengembangkan keterampilan dilakukan praktek aplikasi teori atau konsep, yaitu melakukan Penyusunan berkas persidangan dan jadwal persidangan serta melakukan Moot Court / Peradilan Semu (penyusunan skenario, pemeran dan pelaksanaan sidang semu)
VI. Alternatif Media Pembelajaran 1. Papan Tulis
2. Komputer dan LCD Proyektor 3. Fotocopy bahan / materi pilihan 4. Ruang Sidang peradilan semu 5. Ruangan Kelas
6. Perpustakaan
VII. Alternarif Evaluasi Pembelajaran
1. Untuk menilai proses pembelajaran masing – masing mahasiswa digunakan evaluasi porto folio. Disamping itu, untuk menilai proses ini juga dilakukan penilaian terhadap kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan dan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan.
2. Untuk menilai produk pembelajaran dilakukan tes atau ujian tengah semester, ujian akhir semester dan penilaian terhadap “Tugas Utama” yaitu tugas yang kemampuan untuk melaksanakannya diasumsikan merupakan akumulasi dari kompetensi yamg ditergetkan, dimana “Tugas Utama” ini adalah tugas selain tugas – tugas yang tercakup dalam porto folio.
1. Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana bagian I, II dan III, Raja Grafindo Persada, 2002
2. Andi Hamzah, Asas – asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, 1990
3. Andi Hamzah, Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia, Ghalia Indonesia, 1984
4. AT. Hamid, Praktek Peradilan Perkara Perdata, CV “Al-Ihsan” Surabaya, 1991
5. CST Kansil, Pokok - pokok Etika Profesi Hukum, Pradnya Paramitha, 1996 6. Djoko Prakoso, Masalah Pemberian Pidana dalam teori dan praktek
peradilan, Ghalia Indonesia, 1984
7. H.A. Mukti Arto, Praktek Perkara Perdata di PA, Pustaka Pelajar,1998. 8. Harun M. Husein, Surat Dakwaan, Rineka Cipta, 1994
9. Muh. Bachrul Ulum, Modul Praktek Peradilan : Perkara Pidana, Jurusan Syari’ah STAIN Purwokerto, 2006
10. ---, Modul Praktek Peradilan : Perkara Perdata, Jurusan Syari’ah STAIN Purwokerto, 2007
11. R. Soeroso, Praktek hukum acara perdata : Tata Cara dan Proses Persidangan, Sinar Grafika, 1999
12. Retno Wulan S. dan Iskandar O, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Mandar maju, Bandung 1997.
13. Rubini dan Chidir Ali, Pengantar Hukum Acara Perdata, Alumni, Bandung 1974
14. Setiawan, Aneka Masalah Hukum dan Hukum Acara Perdata, Alumni, Bandung, 1992.
15. Soebekti, Hukum Acara Perdata, BPHN, Bina Ciptan 1997
16. Soenarto Soerodibroto, KUHP & KUHAP dilengkapi Yurisprudensi MA & Hogeraad, Raja Grafindo Persada, 1996
17. Soesilo Yuwono, Penyelesaian Perkara Pidana berdasarkan KUHAP, Alumni, 1982