PELANGGARAN ETIKA DI BIDANG T.I
CYBERCRIME DAN CYBERLAW
PADA STUDI KASUS
PRITA MULYASARI VS RS OMNI INTERNASIONAL
A U L I A H E L M I N A P U T R I
TEKNOLOGI
INFORMASI
Pemanfaatan teknologi informasi, media dan komunikasi telah merubah baik perilaku masyarakat maupun
peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula
menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial , eokonomi dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat.
Tekonologi informasi saat ini menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia,
CYBERCRIME
Cybercrime adalah istilah yang
mengacu kepada aktifitas
kejahatan dengan komputer
ataupun dengan jaringan
komputer menjadi alat, sasaran
atau tempat terjadinya
JENIS – JENIS CYBERCRIME
1. Hacking, kegiatan menerobos program milik orang lain
2. Cracking, memiliki sifat yang sama seperti hacker. Namun cracker lebih fokus untuk menikmati kejahatannya 3. Carding, kejahatan berbelanja online.
Carder menawarkan barang-barang murah dengan meminta pembeli
LANJUTAN
4. Defacing, kegiatan mengubah situs pihak lain. Dilakukan untuk pamer kemampuan membuat program
5. Fraud, kejahatan manipulasi informasi dengan tujuan mengeruk keuntungan
sebesar-besarnya.
6. Spamming, kegiatan mengirimkan berita atau iklan melalui email
7. Cyber Pornography, pornografi yang dilakukan di internet dan dapat diakses dengan bebas
CYBERLAW
Cyberlaw adalah hukum yang
digunakan didunia cyber (dunia
maya) yang umumnya diasosiasikan
dengan internet. Cyberlaw
merupakan aspek hukum yang
ruang lingkupnya meliputi setiap
aspek yang berhubungan dengan
orang perorangan atau subyek
hukum yang menggunakan dan
SISTEM PERUNDANGAN CYBERCRIME
Untuk dunia informasi teknologi
dan elektronik dikenal dengan UU
ITE. Undang-Undang ITE ini sendiri
dibuat berdasarkan keputusan
anggota dewan yang menghasilkan
undang-undang nomor 11 tahun
2008. Keputusan ini dibuat
berdasarkan musyawarah mufakat
untuk melakukan hukuman bagi
UU NOMOR 11 ITE
PASAL 27, denda 1 Milyar 6 tahun penjara bagi mendistribusikan,
mentransmisikan, menghina dan mencemarkan nama baik.
PASAL 28, denda 1 Milyar 6 tahun penjara bagi yang menyebarkan berita bohong PASAL 30, denda 600-800 juta bagi yang
memasuki sistem elektronik orang lain PASAL 31, denda 800 juta bagi yang
STUDI KASUS
PRITA MULYASARI VS RS OMNI INTERNASIONAL
Seperti yang kita ketahui, pelanggaran UU ITE sangat banyak kita temui di
sekitar kita. Bahkan secara tidak sadar pun kita bisa saja melanggar kode etik dalam menggunakan media sosial yang kita miliki. Pada studi kasus berikut ini, saya akan membahas tentang
Pelanggaran UU ITE Prita Mulyasari
Terhadap RS Omni International. Kasus ini sempat menggemparkan Indonesia,
nyaris berbulan-bulan kasus ini mendapat sorotan masyarakat lewat media
LANJUTAN
Prita Mulyasari saat di rawat di
Rumah Sakit Omni Internasional
tidak mendapat kesembuhan,
namun penyakitnya malah
bertambah parah. Pihak rumah
sakit tidak memberikan keterangan
yang pasti mengenai penyakitnya.
Prita kemudian mengeluh tentang
pelayanan Rumah Sakit tersebut
melalui surat elektronik yang
LANJUTAN
Pihak RS Omni Internasional
mengadukan Prita secara
pidana, dan waktu itupun Prita
di tahan di LP Wanita
KESIMPULAN
Sebagai manusia yang beradab, dalam
menyikapi dan menggunakan teknologi ini,
mestinya kita dapat memilah mana yang baik, benar dan bermanfaat bagi sesama, kemudian mengambilnya sebagai penyambung mata
rantai kebaikan terhadap sesama, kita juga mesti pandai melihat mana yang buruk dan merugikan bagi orang lain untuk selanjutnya kita menghindari atau memberantasnya jika hal itu ada di hadapan kita.