TUGAS MATA
PELAJARAN
SENI MUSIK
OLEH:
NAMA:
2015/2016
Pelajari dan Kenali Jenis Vocalmu
Teknik Vocal adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar,
sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu,
dan nyaring.
Unsur-Unsur Teknik Vocal :
1. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata
yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara
sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit
demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
- Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
menyanyi, karena akan cepat lelah.
- Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling
cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power
dan stabilitas vocal yang baik.
3. Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang
baik dan benar sehingga mudah dimengerti
dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku
4. Sikap Badan adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi,
bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
5. Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan
mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/
bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
6. Vibrato adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan
cara member gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
7. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan
8. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
Pendengaran yang baik
Kontrol pernafasan Rasa musical.
Nada adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat Nada Ada 4 (empat) :
1. Pitch yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. Durasi yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. Intensitas nada yaitu keras,lembutnya
nada yang harus dibunyikan.
4. Timbre yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.
Ambitus Suara adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada
dari yang paling rendah sampai
Crescendo adalah suara pelan berangsur-angsur keras. Descresendo adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
Stacato adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.
Suara Manusia Dibagi 3 (Tiga) :
- Suara Wanita Dewasa ;
Sopran (suara tinggi wanita)
Messo Sopran (suara sedang wanita) Alto (suara rendah wanita)
- Suara Pria Dewasa :
Tenor (suara tinggi pria) Bariton (suara sedang pria) Bas (suara rendah pria)
- Suara Anak-anak : Tinggi
Rendah.
Tangga Nada Diatonis adalah rangkaian 7 (tujuh) buah
nada dalam satu oktaf yang mempunyai
susunan tinggi nada yang teratur.
Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1
(satu) dan ½ (setengah).
Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
1. Bersifat riang gembira 2. Bersemangat
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
4. Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
1. Kurang bersemangat. 2. Bersifat sedih
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
4. Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.
Tangga Nada Kromatis adalah tangga nada
yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B
Tangga Nada Enharmosis adalah rangkaian tangga
nada yang mempunyai nama dan
letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi
nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.
Apresiasi yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi
penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.
Birama adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama :
2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8
Paduan suara adalah Penyajian musik vocal yang terdiri
dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna
suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan
Jenis-Jenis Paduan Suara :
1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis yaitu paduan suara
yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak. 3. Paduan Suara 3 sejenis S - S - A yaitu paduan suara sejenis
dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto. 4. Paduan Suara 3 suara Campuran S - A - B yaitu paduan suara
yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto, Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T - T - B yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran yaitu paduan suara
yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S - A - T - B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.
Dirigen / Conductor adalah orang yang memimpin Paduan Suara.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
1. memiliki sifat kepemimpinan
3. sebaiknya sehat jasmani dan rohani 4. simpatik
5. menguasai cara latihan yang efektif
6. memiliki daya imajinasi yang baik
7. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.
Tanda Dinamik adalah tanda untuk menyatakan keras, lembutnya
sebuah lagu yang dinyanyikan.
Contoh-contoh Tanda Dinamik :
1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin 4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut 6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin 9. mp : mezzo piano = setengah lembut
Perubahan Tanda Dinamika :
- Diminuendo (dim) : melembut
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang - Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun - Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut
Tanda Tempo adalah tanda yang digunakan untuk
menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
A. Tanda Tempo Cepat :
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat 3. Allegrissimo : lebih cepat 4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang
B. Tanda Tempo Sedang :
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang 3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat
C. Tanda Tempo Lambat :
1. Largo : lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan 5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.
Permata / Corona adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.
Selamat berlatih vocal
Notasi musik
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur.
Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.
Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, dan Tiongkok.
Notasi Gregorian awal notasi balok
Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun 590, adalah awal penulisan musik dengan baok not. Namun Notasi
Gambar sebelah: Diambil dari Kyrie eleison (Orbis factor).
Not balok yang sekarang ini telah sempurna sekali untuk musik dibandingkan Notasi Gregorian.
Unsur-unsur notasi balok
Interval not antarspasi (atau antargaris) adalah terts, sedangkan interval antara garis dan spasi adalah sekunde.
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan,
dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada
dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di
samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut.
Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2,
yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis
paranada dapat digambarkan dengan menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.
Contoh penggunaan notasi balok
Penggunaan notasi balok dijelaskan dalam contoh yang diambil dari bagian awal karya Johann Strauss, An der schönen blauen Donau yang disederhanakan ( perdengarkan).
Bagian awal An der schönen blauen Donau yang disederhanakan.
1. Di sebelah kiri atas pada awal lagu biasanya ditempatkan petunjuk tempo (yaitu kecepatan lagu), seringkali dalam bahasa Italia, yang di sini menunjukkan "tempo waltz". Selain itu juga terdapat penanda metronom dalam satuan BPM (beats per minute), di sini 142 ketukan per menit.
2. Tanda birama menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 3/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat tiga ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti dua ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
4. Pada bagian awal paranada terdapat kunci-G yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹ (berfrekuensi sekitar 418 Hz).
5. Tanda mula utama yang di sini terdiri dari dua tanda mula kres pada garis nada c dan f menunjukkan bahwa kedua nada tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan sebagai nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya musik bersangkutan bertangga nada D mayor atau B minor.
6. Not pertama adalah not seperempat dengan nada d1, dengan dinamika (nyaring lembutnya suara) mf (bahasa Italia, mezzo forte: agak
nyaring). Dapat dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk dalam birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan ketukan pertama bertekanan, melainkan dengan ketukan ketiga lemah dalam suatu birama pembuka (anacrusis).
7. Not kedua juga merupakan not seperempat dan bernada d1 yang jatuh pada ketukan pertama dalam birama berikutnya.
8. Tanda legato menghubungkan not d1 tersebut dengan not fis1 dan a1, menandakan bahwa ketiga not tersebut harus dimainkan secara legato
(sambung-menyambung).
9. Pada birama berikutnya terdapat not setengah bernada a1 berdurasi dua ketukan.
10.Berikutnya terdapat not seperempat dengan dua kepala not pada posisi nada fis2 dan a2, menandakan bahwa kedua nada tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda staccato, menandakan bahwa not tersebut harus dimainkan secara staccato
11.Tanda diam seperempat menandakan bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam hal ini) satu ketukan.
12.Di bawah tiga birama terakhir terdapat tanda decrescendo,
menandakan bahwa pada ketiga birama tersebut terdapat perubahan dinamika, yaitu dimainkan makin melembut (dapat juga ditulis
decresc. atau dim., diminuendo).
Unsur Musik Nusantara
a. Irama dan ketukan
Irama adalah gelombang gaya dari lagu, yang kembali beraksen pada perhitungan yang tetap. Irama merupakan salah satu unsur musik yang sangat penting. Iram dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendek membentuk pola irama, bergerak menurut pulsa dalam ayunan birama.
b. Birama
Birama/Mantera/Metrum yaitu ayunan rangkaian gerak kelompok beberapa pulsa dimana pada pulsa pertamanya terdapat aksen yang lebih kuat dari yang lainnya, yang berlangsung secara berulang-ulang dan teratur.
1) Birama Perpaduan Bersahaja, yang termasuk jenis birama ini adalah 2/4 dan 2/8.
2) Birama Perpaduan Bertingkat, yang termasuk jenis birama ini adalah 4/4, 8/4, 4/8, 8/8.
3) Birama Pertigaan Bersahaja, yaitu birama ¾, 3/8.
4) Birama Pertigaan Bertingkat, yaitu birama 6/4, 6/8, 9/4, 9/8.
c. Melodi
Melodi adalah susunan rangkaian nada yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. Susunan nada dalam melodi mempunyai keteraturan dan memiliki pola, dimana pola tersebut mengacu pada pola irama dan pola birama.
d. Tempo, dinamika dan ekspresi 1) Tempo
Tempo adalah cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Istilah-istilah tempo biasanya ditulis dalam bahasa Italia. Namun, demikian dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa asing yang lainnya.
2) Dinamika
Dinamika adalah perubahan keras-lembutnya bunyi dalam sebuah lagu. Dalam penulisan dinamik pada sebuah lagu dinyatakan dengan beberapa tanda dan istilah diantaranya.
3) Ekspresi
Alat Musik
Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapat disebut sebagai alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya diperuntukkan bagi alat yang khusus ditujukan untuk musik. Bidang ilmu yang mempelajari alat musik disebut organologi.
Alat musik berdasarkan sumber bunyinya:
Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari
bahan dasarnya. Contoh: kolintang, drum, bongo, kabasa, angklung
Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari
hembusan udara pada rongga. Contoh: suling, terompet, harmonika, trombone.
Kordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari
dawai. Contoh: bass, gitar, biola, gitar, sitar, piano, kecapi
Membranofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dari
selaput atau membran. contoh : tifa, drum, kendang, tam-tam, rebana
Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya
Alat musik berdasarkan cara memainkan:
Alat musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom
udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan
panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik ini adalah terompet dan suling.
Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau
ditabuh. Alat musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, jika ada, akan menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contohnya adalah kolintang (bernada), drum (tak bernada), dan bongo (tak bernada).
Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan
melalui dipetik. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai.
Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek.
Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai.
Alat musik tekan tidak termasuk kategori mana pun. Namun
cara menekan rupanya menjadi bagian dari sistem menghasilkan bunyi yang diinginkan. Alat musik tekan memiliki tiga jenis yaitu: menekan untuk memukul, menekan untuk meniup, dan menekan untuk mengaktifkan sistem elektronik. Jadi kalau boleh
dan alat-alat musik elektronik yang menggunakan papan kunci (keyboard).
Alat musik elektronik menghasilkan suara tiruan dari alat
musik aslinya (akustik). Istilah synthesizer dipakai untuk alat musik yang menggunakan papan kunci (keyboard). Sedangkan alat musik elektrik digunakan untuk alat-alat musik yang
dilengkapi dengan komponen elektronik. Alat ini cara
memainkannya sama dengan alat musik akustik. Misalnya gitar elektrik, drums elektrik, dan bass elektrik.
Nilai Not
Musik ansambel adalah bentuk permainan musik bersama dengan
beberapa alat musik dan beberapa orang dengan memainkan musik sederhana.
Menurut fungsinya,alat musik ansambel dibagi menjadi 3,yaitu:
Alat Musik Melodis
Alat musik melodis berfungsi untuk memainkan susunan nada(melodi).
Contoh: Tradisional=> Rebab dan Mandolin
Modern => Biola,Recorder,Terompet,Flute,dan Saxophone.
Alat Musik Ritmis
Alat musik ritmis berfungsi untuk mengatur/menstabilkan irama. (Alat musik tak bernada)
Contoh: Tradisional=> Rebana,Gendang,dan Ketipung. Modern => Triangle dan Drum.
Alat Musik Harmonis
Alat musik harmonis berfungsi untuk mengiringi suatu lagu. Contoh: Tradisional=> Sasando dan Sampek.
Modern => Organ,Gitar dan Piano.
o Bermain Gitar
Gitar merupakan alat musik Chordofone yaitu alat musik yang sumber bunyinya dawai.Alat musik gitar akustik memiliki enam dawai.
Dawai nada satu bernada e,dawai dua bernada b,dawai tiga bernada g,dawai empat bernada d,dawai lima bernada a,dan dawai enam bernada e.
Aspek Penilaian Musik
Penguasaan lagu adalah menyanyikan lagu dengan hafal dan lancar
sesuai dengan partiturnya.
Ekspresi adalah pengungkapan isi lagu dengan gerak,mimik
Teknik bermain musik adalah menampilkan karya musik dengan alat
musik dengan langkah-langkah dan prosedur yang tepat.
Kekompakkan adalah penampilan dengan memperhatikan
kebersamaan.
Musik Indonesia
Angklung berasal dari Jawa Barat dan Banten.
Seruling Bambu digunakan di Sulawesi Selatan(Toraja),Sulawesi
Utara dan Nusa Tenggara Timur.
Sasando berasal dari Rotedau,Nusa Tenggara Timur. Calung berasal dari Jawa Barat.
Kolintang berasal dari Minahasa,Sulawesi Utara,
Gambang Kromong berasal dari Jakarta yang biasanya digunakan
untuk pertunjukan lenong dan ondel-ondel.
Siter berasal dari Jawa Tengah. Kecapi berasal dari Jawa Barat.
Bermain Musik Ansambel
Musik Ansambel : Bentuk permainan musik bersama dengan beberapa orang dan beberapa alat musik dengan memainkan musik musik sederhana
Musik Ansambel dibagi menjadi 3 kelompok menurut fungsi nya, yaitu :
Kelompok alat musik Ritmis : berfungsi sebagai pemberi irama
Contoh alat musik ritmis ( tradisional ) :
Gendang
Gong
Bedug
Rebana
Contoh alat musik ritmis ( modern ) :
Drum
Triangel
Kelompok alat musik Melodis : berfungsi sebagai pembawa
melodi suatu lagu, sehingga dapat mangeluarkan rangkaian nada
Contoh alat musik melodis ( Tradisional ) :
Saluang
Saron
Rebab
Mandolin
Contoh alat musik melodis ( modern) :
Rekorder
Terompet
Pareret pengasih asih
Xexofone
flute
Kelompok alat musik Harmonis : berfungsi sebagai pengiring
dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus
Contoh alat musik harmonis ( tradisional ) :
Sampek
sasando
Contoh alat musik harmonis ( modern ) :
Gitar
Piano
Elektron
Organ
Memainkan salah satu alat musik melodis ( Rekorder )
Rekorder ialah alat musik yang bukan asli dari bangsa kita, bila rekorder ditiup dengan keras dan tak beraturan maka suara yang dihasilkan juga kurang bagus dan memekakan telinga, oleh karena itu agar rekorder manghasilkan suara yang bulat maka harus memperhatikan teknik yang benar.
tiga lubang nada pertama sebelah atas Ibu jari kanan menopang rekorder. Jari jari tangan yang belum digunakan berada kira kira ½ inci di atas lubang nada bawah
Rasakan jari jari menutup lubang nada. Bersikaplah dengan santai dan jangan tegang
Memainkan salah satu alat musik Harmonis ( Gitar)
Gitar adalah salah satu alat musik Chordofone, yaitu alat musik yang sumber
bunyinya dari dawai , Gitar adalah salah satu alat musik yang praktis dan mudah di bawa kemana mana sehingga banyak orang yang gemar bermain gitar. Alat musik gitar ada yang akustik dan ada juga yang elektrik dengan menggunakan listrik, Gitar akustik memiliki 6 dawai, Dawai satu bernada e, dawai dua bernada b, dawai tiga bernada g, dawai empat bernada d, dawai lima bernada a, dawai enam bernada e. Ketika bermain gitar kita sring mendengar istilah c, g, f, d, a, e dsb. Serta kunci mayor, minor dsb. Sebenarnya itu bukan kunci tetapi akor, Akor adalahPaduan beberapa nada yang terdengar merdu . Tanda kunci dalam notasi gitar hanya dikenal 3 saja yaitu G, C, dan F
Warisan budaya Seni Pertunjukkan Musik
Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat banyak itu berarti tugas kita untuk melestarikan nya. Alat musik orchestra seperti :
Gamelan : Jawa
Kolintang : Minahasa
Gondang : Simalungun
Tifa : Papua
Sasando : Nusa Tenggara timur
Alat alat musik tersebut adalah alat musik yang tetap eksis seiring berkembang nya zaman, dan kita harus melestarikannya agar tida hilang atau bahkan di klaim negara lain
Selain alat musik lagu daerah juga harus dilestarikan, kita juga harus mencintai lagu daerah seiring dengan berkembang nya zaman generasi anak muda lebih memilih lagu lagu pop dibanding lagu daerah atau lagu wajib nasional, berikut ini daftar beberapa lagu daerah dan lagu wajib nasional agar kita lebih mencintai lagu lagu daerah dan lagu wajib nasional
No
.
Lagu Daerah Asal Daerah
01 Apuse Papua
02 Buka Pintu Maluku
03 Angin Mamiri Sulawesi Selatan
04 Injit Injit Semut Jambi
05 Kicir Kicir DKI Jakarta
06 Soleram Riau
07 Lir Ilir Jawa Tengah
09 Ampar Ampar Pisang Kalimantan Selatan
10 Anak Kambing Saya Nusa Tengara Timur
Lagu Wajib Nasional
N o.
Lagu Wajib Nasional Komponis
01 Indonesia Raya WR Supratman
02 Bendera Merah Putih Ibu Sud
03 Hari Merdeka H. Mutahar
04 Garuda Pancasila Prohar Sudarnoto
05 Padamu Negeri Kusbini
06 Halo Halo Bandung Ismail Mz.
07 Dari Sabang Sampai Merauke
R. Suraryo
08 Mengheningkan Cipta T. Prawit
09 Syukur H. Mutahar
10 Hymne Guru Sartono
Vokal Grup
Vokal grup adalah bernyanyi dengan banyak suara
Menyanyikan lagu lebih dari satu suara
Istilah istilah dalam bermusik
Akapela : bermusik tanpa alat musik pengiring
Nasyid : Bersenandung
Kanon : Kelompok penyanyi, dinyanyikan dengan melodi
saling kejar mengejar
Berlatih lagu kanon
Lagu ini sering dinyanyikan pada kepramukaan dan dilakukan susul menyusul antara 2 kelompok
Latihan vokal Grup dan Paduan suara
Latihan lagu 2 suara
Dilakukan antara 2 kelompok, kelompok 1 menyanyikan melodi pertama , kelompok kedua menyanyikan melodi lagu kedua
Latihan lagu 3 suara
Dinyanyikan oleh 3 kelompok dengan 3 suara melodi 3 kelompok tsb. Dapat 2 kelompok perempuan da 1 kelompok laki laki atau sebalik nya
- Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)
- Api Kemerdekaan (Joko Lelono/Martono) - Bagimu Negri (R. Kusbini)
- Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak) - Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
- Bendera Merah Putih (Ibu Soed) - Berkibarlah Bendera Negriku - Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
- Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
- Bungaku (Corne - Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo) - Desaku (Ibu Soed)
- Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman) - Dirgahayu Indonesiaku (Husein Mutahar) - Garuda Pancasila (Sudharnoto)
- Gugur Bunga (Ismail Marzuki)l Simanjuntak) H - Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)
- Hari Merdeka (Husein Mutahar) - Hymne Almamater
- Hymne Guru (Sartono)
- Hymne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito) - Hymne Siswa (Husein Mutahar)
- Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman) - Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)
- Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak) - Indonesia Jaya (Chaken M)
- Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)
- Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman) - Indonesia Subur (M Syafei)
- Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak) - Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)
- Kebyar Kebyar (Gombloh)
- Ku Pinta Lagi (Cornel Simanjuntak) - Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak) - Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak) - Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono) - Mars Harapan Bangsa (Kamsidi/Daldjono) - Mars Pancasila (Sudharnoto)
- Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki) - Mengheningkan Cipta (Truno Prawit) - Merah Putih (Ibu Soed)
- Nusantara
- Nyiur Hijau (Maladi)
- Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail) - Padamu Negeri (Kusbini)
- Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman) - Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Sartono)
- Pantang Mundur (Titiek Puspa)
- Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki) - Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)
- Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki) - Serumpun Padi (Maladi)
- Syukur (Husein Mutahar)
- Tanah Air Indonesia (E.L Pohan) - Tanah Airku (Ibu Soed)
- Tanah Airku (Iskak)
- Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane) - Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail) - Terima Kasih Kepada Pahlawanku (Husein Mutahar)
- Ampar-Ampar Pisang –> provinsi Kalimantan Selatan - Anak Kambing Saya –> provinsi NTT
- Angin Mamiri –> provinsi Sulawesi Selatan - Anju Ahu –> provinsi Sumatra Utara
- Apuse –> provinsi Papua
- Ayam Den Lapeh –> provinsi Sumatra Barat - Barek Solok –> provinsi Sumatra Barat - Batanghari –> provinsi Jambi
- Bolelebo –> provinsi Nusa Tenggara Barat - Bubuy Bulan –> provinsi Jawa Barat
- Bungong Jeumpa –> provinsi NAD - Burung Tantina –> provinsi Maluku - Butet –> provinsi Sumatra Utara
- Cik-Cik Periuk –> provinsi Kalimantan Barat - Cing Cangkeling –> provinsi Jawa Barat
- Dago Inang Sarge –> provinsi Sumatra Utara - Dayung Palinggam –> provinsi Sumatra Barat - Dek Sangke –> provinsi Sumatra Selatan - Desaku –> provinsi NTT
- Esa Mokan –> provinsi Sulawesi Utara - Gambang Suling –> provinsi Jawa Tengah - Gek Kepriye –> provinsi Jawa Tengah - Goro-Gorone –> provinsi Maluku - Gundul Pacul –> provinsi Jawa Tengah - Haleleu Ala De Teang –> provinsi NTB - Fluhatee –> provinsi Maluku
- llir-llir –> provinsi Jawa Tengah
- Indung-Indung –> provinsi Kalimantan Timur - Injit-Injit Semut –> provinsi Jambi
- Kabile-bile –> provinsi Sumatra Selatan - Kalayar –> provinsi Kalimatan Tengah
- Kambanglah Bungo –> provinsi Sumatra Barat
- Kampung nan Jauh Di Mato –> provinsi Sumatra Barat - Ka Parak Tingga –> provinsi Sumatra Barat
- Keraban Sape –> provinsi Jawa Timur
- Keroncong Kemayoran –> provinsi DKI Jakarta - Kicir-Kicir –> provinsi DKI Jakarta
- Kole-Kole –> provinsi Maluku - Lalan Belek –> provinsi Bengkulu
- Lembah Alas –> provinsi NAD - Lipang Lipangdang –> provinsi Lampung
- Lisoi –> provinsi Sumatra Utara - Macep-cepetan –> provinsi Bali
- Madedek Magambiri –> provinsi Sumatra Utara - Malam Baiko –> provinsi Sumatra Barat
- Mande-Mande –> provinsi Maluku - Manuk Dadali –> provinsi Jawa Barat - Ma Rencong –> provinsi Sulawesi Selatan - Mejangeran –> provinsi Baii
- Meriam Tomong –> provinsi Sumatra Utara - Meyong-Meyong –> provinsi Bali
- Moree –> provinsi NTB
- Na Sonang Dohita Nadua –> provinsi Sumatra Utara - Ngusak Asik –> provinsi Bali
- Nuluya –> provinsi Kalimantan Tengah - 0 Ina Ni Keke –> provinsi Sulawesi Utara - Ole Sioh –> provinsi Maluku
- Pai Mura Rame –> provinsi NTB
- Pakarena –> provinsi Sulawesi Selatan
- Palu Lempong Pupoi –> provinsi Kalimantan Tengah - Panon Hideung –> provinsi Jawa Barat
- Paris Barantai –> provinsi Kalimantan Selatan - Peia Tawa-Tawa –> provinsi Sulawesi Tenggara - Pileuleuyan –> provinsi Jawa Barat
- Pinang Muda –> provinsi Jambi
- Pitik Tukung –> provinsi DI Yogyakarta - Potong Bebek –> provinsi NTT
- Putri Ayu –> provinsi Bali
- Rambadia –> provinsi Sumatra Utara - Rang Talu –> provinsi Sumatra Barat - Rasa Sayang-Sayange –> provinsi Maluku - Ratu Anom –> provinsi Bali
- Saputanga Bapuncu Ampat –> provinsi Kalimantan Selatan - Sarinande –> provinsi Maluku
- Selendang Mayang –> provinsi Jambi - Sengko-Sengko –> provinsi Sumatra Utara - Sepakat Segenap –> provinsi DI Aceh - Sinanggar Tulo –> provinsi Sumatera Utara - Sing Sing So –> provinsi Sumatra Utara - Sinom –> provinsi DI Yogyakarta
- Sipatokahan –> provinsi Sulawesi Utara - Sitara Tillo –> provinsi Sulawesi Utara - Soleram –> provinsi Riau
- Surilang –> provinsi DKI Jakarta
- Tari Tanggai –> provinsi Sumatra Selatan - Tebe O Nana –> provinsi NTB
- Tekate Dipanah –> provinsi DI Yogyakarta - Tokecang –> provinsi Jawa Barat
- Tondok Kadindangku –> provinsi Sulawesi Tengah - Tope Gugu –> provinsi SulawesiTengah
- Tumpi Wayu –> provinsi KalimantanTengah - Tutu Koda –> provinsi NTB