Produk industri dengan bahan kimia.doc

15 

Teks penuh

(1)

Industri merupakan usaha manusia agar barang yang berasal dari alam dapat dimanfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai jual dan memiliki prospek yang menguntungkan dari segi ekonomi seperti pangan, pakan, bahan bakar, pupuk, dan kosmetika. Suatu industri kimia harus

memperhatikan kelestarian lingkungan dari mana bahan baku diperoleh, bagaimana proses pengolahan bahan industri, dan produk apa yang sangat diperlukan. Dengan upaya ini diharapkan diperoleh hasil samping berupa limbah yang minimal dan tidak merugikan kehidupan kita serta kita dapat hidup lebih nyaman.

Proses industri bertujuan memisahkan produk kimia dari campuran

senyawaan kimia yang berasal dari bahan alami sebagai bahan baku. Bahan baku berasal dari alam mencakup: bahan alam hayati dan bahan non hayati.

1. Bahan Alam Hayati

Banyak produk kimia yang berasal dari bahan alam hayati, contohnya yaitu:

- Kertas hasil industri pabrik bubur kertas (pulp), berasal dari serat selulosa bagian kayu tumbuhan.

- Gula/sukrosa hasil produk industri gula, berasal dari tanaman tebu/bit. - Tepung/amilosa digunakan dalam industri pangan/obat-obatan, berasal dari umbi ketela pohon, ubi jalar atau biji-bijian serealia (jagung dan

gandum), batang pohon sagu dan batang enau.

(2)

Bahan alam hayati merupakan bahan baku industri terbarukan (renewable), dimana tanaman, hewan atau mikroba dapat mensintesis sendiri dari

prekursornya (CO2, H2O, N2, NH3, S, dan sebagainya) secara biosintesis. Contoh:

- Berbagai bakteri dapat mensintesis bahan obat vaksin yang banyak digunakan untuk pengobatan bagi kesehatan manusia, ternak maupun hama penyakit tanaman.

- Obat antibiotika diproduksi dari kelompok tetrasiklin, ampisilin maupun amoksilin.

2. Bahan Alam Non Hayati

Bahan alam non hayati dan bahan mineral/tambang merupakan bahan yang tak dapat terbarukan (irrenewable/renewable), sehingga akan habis dalam jangka waktu tertentu. Minyak bumi akan habis pada suatu saat dan tak dapat diperbaharui lagi. Molekul-molekul besar dari minyak bumi dapat dipecah menjadi molekul yang lebih kecil disebut dengan proses Cracking. Dari hasil proses cracking ini dapat diperoleh bahan baku untuk pembuatan produk baru lainnya. Bahan baku hasil proses cracking diantaranya yaitu: - Etana

Etena digunakan untuk membuat etanol dan plastik polietena, etanol digunakan sebagai bahan pelarut/bahan baku produk lainnya, sedangkan polietena kegunaannya untuk penyimpan sayur agar tetap segar,

pembuatan pipa, pakaian, cat, wadah plastik - Gas hidrogen

Hidrogen digunakan sebagai gas pembawa pada kromatografi/ pada reaksi hidrogenasi untuk menjenuhkan minyak nabati.

Produk kimia yang menggunakan bahan alam non hayati (mineral) seperti contoh di atas sebagai bahan bakunya juga dapat menghasilkan:

(3)

- bahan logam (aluminium dari mineral bauksit, besi dari mineral pirit/apatit).

- logam Au, Ag, dan Cu yang berasal dari berbagai mineral.

Proses dalam industri kimia meliputi proses fisika, proses kimia dan bioproses.

1. Proses fisika

Pemanfaatan sumberdaya alam yang paling sederhana adalah melalui proses fisika, yaitu dengan memanfaatkan berbagai sifat fisika (diameter butiran, suhu, kelarutan, pelelehan, pendidihan, penguapan, penghancuran maupun menghomogenkan suatu campuran) dari bahan alam tersebut. Contoh:

- Industri batubara dilakukan dengan penambangan/pengerukan mineral batubara dari kulit bumi, kemudian dibawa ketempat industri energi, dibakar dan dimanfaatkan.

- Pembuatan keramik dari mineral tanah liat melalui proses pelumatan sampai homogen dengan mencampur air, pencetakan, pemanasan suhu tinggi dan diperoleh produk keramik sederhana.

2. Proses Kimia

Dalam industri kimia harus memperhatikan persyaratan fisik dari bahan baku yang digunakan dan katalis agar reaksi kimia dapat cepat terjadi. Contoh: - Gas buang CO dari industri petrokimia direaksikan dengan amonia pada suhu dan tekanan tertentu, serta katalis akan diperoleh pupuk urea.

(4)

- Larutan garam NaCl dalam suatu reaktor akan diperoleh NaOH dan gas klor melalui proses elektrolisis,

- Gas klor merupakan bahan baku industri pestisida (DDT), industri Ca(OCl)2, pelarut organik CCl4, CHCl3, CH2Cl2, dan sebagainya.

3. Bioproses

Industri kimia yang modern saat ini banyak menggunakan bioproses, yaitu dengan memberdayakan mahluk hidup (mikroba, jaringan tumbuhan dan hewan) untuk melakukan biosintesis senyawa kimia sesuai dengan sifat genetis biotanya. Berbagai jenis antibiotika, vaksin, hormon, antioksidan dan vitamin, banyak diproduksi berdasarkan bioproses. Contoh: Pembuatan asam sitrat dan asam glutamat (bahan penyedap makanan dan minuman) melalui metode fermentasi dengan bahan baku nutrisi yang direkayasa untuk

pertumbuhan mikroba dan jenis mikroba yang berbeda.

Dalam proses produksi industri kimia, pengawasan kualitas sangat diperlukan mulai dari bahan baku, proses produksi, produk, bahkan selama proses berlangsung diperlukan pengambilan contoh untuk dianalisis/uji stabilitas kandungan senyawa kimianya. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan dapat dijamin baik bagi konsumen atau pemakainya.

1. Mutu Bahan Baku

Pemilihan bahan baku merupakan hal yang penting agar diperoleh produk dengan kualitas yang diharapkan. Contoh:

- Serat selulosa yang terdapat pada buah kapas sangat baik untuk dipintal menjadi benang dibandingkan serat selulosa dari buah randu.

(5)

- Dalam pemilihan bahan baku produk industri yang harus memperhatikan yaitu: kandungan senyawa utama bahan tersebut sifat fisik dan kimia dari senyawa yang tercampur dalam bahan baku tersebut.

2. Mutu Produk

Mutu suatu produk sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan penanganan produk tersebut mulai dari pengemasan, penyimpanan, transportasi dan penyajian produk tersebut sampai pada konsumen. Untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap suatu produk, produsen memberikan tanggal produksi. tanggal kadaluarsa dan mencantumkan komponen senyawa kimia yang terkandung serta bahan kimia pengawet yang diberikan.

Dalam proses produksi industri kimia dari bahan alam, disamping diperoleh produk yang diinginkan juga dihasilkan limbah yang mungkin dapat dimanfaatkan lagi (reused) atau dicoba didaur ulang (recycled) atau dapat dikurangi volume limbahnya (reduced). Limbah dari industri dapat berupa limbah padatan, cairan ataupun gas.

1. Limbah Padat

Limbah padat dari produksi kayu olahan misalnya ranting kayu dapat diubah menjadi arang kayu, atau bekas gergajian digunakan untuk produksi papan partikel, arang briket, arang aktif, dan media produksi jamur.

Limbah padat dari penggunaan lumpur aktif untuk mengolah limbah cair digunakan untuk bahan bangunan (misal bata dan pupuk tanaman)

2. Limbah cair

(6)

jumlah polutan di dalam air tersebut menjadi semakin tinggi. Akibatnya penanganan air buangan/limbah cair tersebut harus diolah secara fisika, kimia ataupun biologis. Proses penanganan air buangan pada prinsipnya terdiri atas 3 tahap yaitu: proses primer, sekunder dan tersier.

a. Proses penanganan primer

Proses penanganan air buangan primer terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut:

1) Penyaringan

Bahan-bahan buangan yang mengapung dan berukuran besar

dihilangkan dari air buangan dengan cara mengalirkan air tersebut melalui saringan.

2) Pengendapan dan pemisahan benda-benda kecil

Pasir, benda-benda kecil dan hasil hancuran padatan dari tahap pertama dibiarkan mengendap pada dasar suatu tabung.

3) Pemisahan endapan

Setelah dipisahkan dari benda-benda kecil, air buangan masih

mengandung padatan tersuspensi. Padatan ini dapat mengendap jika aliran air buangan diperlambat, dan proses ini dilakukan dalam tangki

sedimentasi. Padatan tersuspensi yang mengendap disebut lumpur mentah dan dikumpulkan untuk dibuang .

Air hasil proses penanganan primer kemudian diberi perlakuan dengan gas klorin sebelum dibuang ke sungai atau saluran air dengan tujuan membunuh bakteri penyebab penyakit yang dapat membahayakan lingkungan. Proses penanganan primer dapat menghilangkan kira-kira sepertiga BOD dan padatan tersuspensi dan beberapa persen komponen organik .

b. Proses penanganan sekunder

(7)

menghilangkan padatan tersuspensi dan BOD sampai 90%, sedangkan sistem penyaring trikel dapat menghilangkan padatan tersuspensi dan BOD sampai 80-85 %.

Penyaring trikel terdiri atas lapisan batu dan kerikil dengan tinggi 90 cm - 3 m. Air buangan dialirkan melalui lapisan ini secara lambat. Air yang telah mengalir melalui lapisan aktif ini akan dikeluarkan melalui pipa pada bagian bawah penyaring.

Sistem penyaring trikel/penyaring biologis merupakan cara lama dalam penanganan sekunder air, sedangkan cara yang lebih baru disebut proses lumpur aktif. Pada proses ini kecepatan aktivitas bakteri ditingkatkan dengan cara memasukkan udara dan lumpur yang mengandung bakteri ke dalam tangki sehingga lebih banyak mengalami kontak dengan air buangan yang sebelumnya telah mengalami proses penanganan primer. Selama proses ini, bahan organik dipecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana oleh bakteri yang terdapat di dalam lumpur aktif . Air buangan kemudian keluar dari tangki aerasi menuju tangki sedimentasi dimana padatan akan dihilangkan. Proses penanganan sekunder diakhiri dengan proses klorinasi. Lumpur aktif yang mengandung bakteri dapat digunakan lagi dengan mengalirkan ke dalam tangki aerasi dan mencampur dengan air buangan baru dan udara atau oksigen murni .

c. Proses penanganan tersier

Proses penanganan primer dan sekunder terhadap air buangan dapat menurunkan BOD air dan menghilangkan bakteri yang berbahaya tetapi tidak dapat menghilangkan komponen organik dan anorganik yang terlarut. Oleh karena itu perlu proses lanjut/tersier untuk menghilangkan bahan-bahan terlarut melalui penghilangan senyawa bernitrogen dan fosfor atau dengan pemisahan secara kimia fisika (adsorbsi, destilasi dan osmosis balik).

1) Adsorbsi dan pengendapan

(8)

aktif dan kemudian dipisahkan dari air dengan menggunakan bahan kimia penggumpal.

Fosfor merupakan nutrien tanaman dapat dihilangkan melalui pengendapan dengan cara:

- menambahkan kapur sehingga air bersifat basa dan dapat mengendapkan fosfor.

- menambahkan senyawa garam (mengandung ion Fe3+, Al3+, atau Ca2+) agar fosfat bentuk anorganik mengendap, sedangkan bila fosfor dalam bentuk organik diadsorbsi pada endapan hidroksida yang terbentuk oleh kation tersebut dalam larutan basa.

2) Elektrodialisis

Cara ini untuk menghilangkan garam-garam anorganik dalam air buangan dengan menggunakan listrik dan membran (terbuat dari plastik yang telah diberi perlakuan kimia). Pada metode ini dialiri listrik ke dalam air yang didalamnya terdapat 2 elektrode yang terpisah satu sama lain oleh

membran. Ion-ion di dalam larutan akan tertarik oleh elektrode menembus membran sehingga tinggal air yang tak mengandung garam-garam

anorganik. Air yang telah dibersihkan dapat digunakan kembali/diolah lebih lanjut. Perlakuan elektrodialisis satu tahap dapat mengurangi kandungan garam sebesar 35% dan menghasilkan rekoveri air 92%. Kelemahan proses ini yaitu tak dapat memisahkan molekul-molekul organik.

3) Osmosis balik

Proses osmosis terjadi bila 2 macam larutan dengan konsentrasi berbeda dipisahkan oleh membran permiabel. Selama proses ini, air akan mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah ke konsentrasi lebih tinggi sampai kedua larutan tersebut mencapai kesetimbangan atau sama.

Osmosis balik menggunakan proses ini dengan arah berlawanan. Larutan dengan konsentrasi tinggi harus diberi tekanan yang cukup sehingga molekul-molekul air tidak akan mengalir ke dalam.

(9)

- dalam mendapatkan penyangga yang tepat pada permukaan membran yang luas dan tipis.

- pembuangan sisa air buangan yang konsentrasinya menjadi pekat. Proses osmosis balik dapat mengurangi total padatan sebesar 90% dan menghasilkan rekoveri air sebanyak 75%.

Industri pulp dan kertas merupakan salah satu jenis industri terbesar di dunia dengan menghasilkan 178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton, serta menghabiskan 670 juta ton kayu. Pertumbuhannya dalam dekade berikutnya diperkirakan antara 2% - 3.5% per tahun, sehingga membutuhkan kenaikan kayu log yang dihasilkan dari lahan hutan seluas 1 sampai 2 juta hektar setiap tahun. Dalam proses produksinya industri pulp dan kertas membutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini dapat

mengancam kelestarian habitat di sekitarnya karena mengurangi tingkat ketersediaan air bagi kehidupan hewan air dan merubah suhu air.

Pulp dibuat secara mekanis maupun kimia dengan memisahkan serat kayu atau selulosa dari bahan lain. Dalam proses kraft pulping, larutan campuran antara sodium hidroksida dan sodium sulfida digunakan untuk melarutkan bahan tidak berserat. Pulp kemudian diputihkan untuk menghasilkan kertas yang putih. Beberapa zat kimia digunakan dalam proses pemutihan

(bleaching) antara lain gas klorin, sodium hidroksida, kalsium hipoklorit, klorin dioksida, hidrogen peroksida dan sodium peroksida. Setelah

penambahan filter dan pewarna, bubur kertas dibuat menjadi kertas. Beberapa jenis pelapis juga digunakan dalam tahap penyelesaian.

Industri pulp and paper menghasilkan limbah cair yang dapat menyebar ke seluruh ekosistem di sekitarnya. Berdasarkan hasil laboratorium hal ini akan berdampak pada penyimpangan reproduktif pada zooplankton dan

invertebrata yang merupakan prey dari ikan serta kerusakan genetik dan reaksi sistem kekebalan tubuh pada ikan. Untuk mengatasi masalah ini maka diperlukan program minimisasi limbah yang efektif dan dapat

mengurangi biaya produksi dan beban pelaksanaan peraturan pengelolaan limbah berbahaya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kualitas produk dan hubungan yang baik dengan masyarakat serta perbaikan kualitas lingkungan.

(10)

Pembakaran bahan-bahan yang mengandung sulfur akan menghasilkan bentuk sulfur oksida (SOx). Sumber polusi SOx berasal dari batubara, minyak bakar, gas, kayu atau pemurnian minyak bumi, industri asam sulfat, dan peleburan baja. Pabrik peleburan baja merupakan industri terbesar yang menghasilkan SOx. Polutan SOx mempunyai pengaruh terhadap manusia dan hewan pada konsentrasi lebih tinggi daripada yang diperlukan untuk

merusak tanaman (kerusakan pada tanaman terjadi pada konsentrasi 0,5 ppm). Pengaruh SOx terhadap logam dapat pula mengakibatkan korosi. Metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengontrol emisi SOx adalah sebagai berikut:

- penggunaan bahan bakar bersulfur rendah

- substitusi sumber energi lainnnya untuk bahan bakar

- penghilangan sulfur dari bahan bakar srbelum pembakaran - penghilangan sulfur dari gas buangan

Penerapan Ilmu Kimia

Penerapan Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi, sifat, dan perubahan zat. Proses kimia dapat ditemukan di alam ataupun di laboratorium. Ilmu Kimia berhubungan dengan banyak ilmu lain seperti Biologi, Farmasi, Geologi, dll.

Di bidang industri/pabrik

Penerapan ilmu Kimia di bidang industri, ilmu Kimia seringkali sangat

dibutuhkan. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan-bahan yang digunakan. Seperti semen, kayu, cat, beton, dsb. dihasilkan melalui riset yang

berdasarkan ilmu Kimia. Kain sintetis yang Anda gunakan juga merupakan hasil penerapan ilmu Kimia.

Berbagai produk bahan yang dihasilkan dari produk petrokimia dewasa ini banyak ditemukan. Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetis, karet sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat maupun vitamin.

(11)

Bahan Dasar Petrokimia

Terdapat tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia, yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis (syn-gas). Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu:

a. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. b. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara.

c. Mengubah produk antara menjadi produk akhir. Olefin (alkena-alkena)

Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai milyaran kg per tahun. Di antara olefin yang paling banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), dan butadiena.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar etilena adalah: 1) Polietilena, merupakan plastik yang paling banyak diproduksi, plastik ini banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastic pembungkus

(sampul). Di samping polietilena sebagai bahan dasar, plastik dari polietilena ini juga mengandung beberapa bahan tambahan, yaitu bahan pengisi,

plasticer, dan pewarna.

2) PVC atau polivinilklorida, juga merupakan plastik yang digunakan pada pembuatan pipa pralon dan pelapis lantai.

3) Etanol, merupakan bahan yang sehari-hari dikenal dengan nama alkohol. Digunakan sebagai bahan bakar atau bahan antara untuk pembuatan produk lain, misalnya pembuatan asam asetat.

4) Etilena glikol atau glikol, digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin.

(12)

1) Polipropilena, digunakan sebagai karung plastik dan tali plastik. Bahan ini lebih kuat dari polietilena.

2) Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industry makanan, dan bahan untuk membuat peledak (nitrogliserin).

3) Isopropil alkohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain, misalnya membuat aseton.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiena adalah:

1) Karet sintetis 2) Nilon

Aromatika

Pada industri petrokimia, bahan aromatika yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar benzena adalah:

1) Stirena, digunakan untuk membuat karet sintetis. 2) Kumena, digunakan untuk membuat fenol.

3) Sikloheksana, digunakan untuk membuat nilon.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar toluena dan xilena adalah:

1) Bahan peledak, yaitu trinitrotoluena (TNT)

2) Asam tereftalat, merupakan bahan dasar pembuatan serat. Syn-Gas (Gas Sintetis)

Gas sintetis ini merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan

(13)

1) Amonia (NH3), yang dibuat dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Pada industri petrokimia, gas nitrogen diperoleh dari udara sedangkan gas hidrogen diperoleh dari gas sintetis.

2) Urea (CO(NH2)2), dibuat dari amonia dan gas karbon dioksida. Selain sebagai pupuk, urea juga digunakan pada industri perekat, plastik, dan resin. 3) Metanol (CH3OH), dibuat dari gas sintetis melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. Sebagian methanol digunakan dalam pembuatan formaldehida, dan sebagian lagi digunakan untuk

membuat serat dan campuran bahan bakar.

4) Formaldehida (HCHO), dibuat dari metanol melalui oksidasi dengan bantuan katalis. Formaldehida yang dilarutkan dalam air dikenal dengan nama formalin, yang berfungsi sebagai pengawet specimen biologi. Sementara penggunaan lainnya adalah untuk membuat resin urea-formaldehida dan lem.

Presentasi Kimia: Bahan kimia rumah tangga dan Industri Presentation Transcript

Bahan Kimia di Sekitar Kita

A. Properties of chemical subtances• 1. Corrosive chemical subtances Sifat corosif merupakan sifat bahan kimia yang dapat merusak kulit, jika zat lain bersentuhan dengannya. Bahan kimia korosif dapat merusak logam dan marmer sehingga bahan kimia korosif harus dikemas dalam kemasan yang benar2 aman seperti botol plastik dan botol kaca. Bahan 2 kimia yang bersifat korosif seperti senyawa-senyawa asam seperti; asam sulfat, asam klorida, asam cuka

2. Caustic chemical subtances• Sifat kaustik merupakan sifat bahan kimia yang merusak kulit dan menimbulkan iritasi• Sifat kaustik ini ada pada

senyawa2 basa seperti natrium hidroksida, kalsium hidroksida, dan amonium hidroksida• Melalui proses lebih lanjut dan dicampur dengan bahan kimia lain maka bahan ini akan menjadi lebih aman

3. Flammable chemical subtances• Bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar dapat menimbulkan api atau terbakar dengan mudah ketika

(14)

sejuk dan tertutup rapat.• Contoh bahan tersebut ; bensin, bensol, spirtus, alkohol,LPG, LNG, Aftur, minyak tanah dll

4. Bahan kimia yang mudah meledak ( explosive chemical subtances )• Bahan kimia yang mudah meledak dapat menimbulkan ledakan atau

pancaran energi jika bersentuhan dengan zat lain• Bahan kimia yang mudah meledak harus ditangani lebih khusus dan dikemas sedemikian rupa agar tidak membahayakan manusia• Contoh bahan kimia yang mudah meledak adalah natrium, kalium, magnesium, bahan bakar korek api, amonium nitrat,karbit, TNT (trinitro toloune )dan nukler

5. Bahan kimia yang bersifat racun ( Poisonous chemical subtances )• Sifat racun adalah sifat bahan kimia yang apabila masuk ke jaringan tubuh dapat merusak sel darah merah dan sistem saraf. Oleh karena itu bahan kimia yang bersifat racun dapat menimbulkan kematian dan kelumpuhan.• Contoh : gas clor, raksa, insektisida, herbisida, asam sianida, asam sulfida dll.

A. Bahan kimia dalam rumah tangga B. Bahan kimia dalam industri

Sabun Sabun merupakan produk dari reaksi antaralemak dan basa. Molekul sabun terdiri ataskepala dan ekor. Bagian kepala bersifat polarsehingga larut dalam air. Bagian ekor bersifatnon polar sehingga tidak larut dalam air.

Tapi,Bagian ekor dapat melarutkan kotoranberlemak. Oleh karena itu, sabun dapatmengangkat kotoran berlemak daripermukaan benda.Sabun mandi tidak hanya berfungsi sebagaibahan pembersih, tapi juga sebagai

pelembabkulit dan pewangi tubuh.Bentuk sabun juga beraneka ragam. Yaituberbentuk keras dan padat, berbentuk krimyang lunak dan lembut dan berbentuk,cairan kental.

Detergen Detergen merupakan bahan pembersih pakaian yang memilikidaya pembersih lebih kuat dari sabun. Biasa, detergen berbentuk bubukyang terbuat dari senyawa sulfonat berantai panjang yang mengandungnatrium. Fungsi detergen yaitu mengangkat kotoran berlemak daripermukaan benda, sebagai pelembut dan pewangi pakaian. Bahanpembersih lainnya di rumah tangga adalah bahan pembersih untukrantai dan shampoo mobil atau shampoo rambut.

Pemutih Pakaian Cairan pemutih mengandung bahan aktif senyawa natriumhipoklorit (NaOCl). Senyawa ini mampu mengoksidasi zat pemberiwarna pada noda sehingga struktur molekul zat pemberi

(15)

digunakanhati-hati agar tidak merusak pakaian. Perandaman pakaian yangbewarna dalam cairan pemutih tidak terlalu lama agar warna aslipakaian tidak berubah atau hilang.

Bahan pewangi Sebagian besar bahan pewangi terdiriatas senyawa ester dan aromatis.Senyawatersebut memiliki bau dan rasa yang

khas.Berdasarkan fungsinya bahan pewangidibedakan atas bahan pewangi untuktubuh, ruangan, lemari pakaian, dan kamarmandi. Bahan pewangi untuk ruanganberwujud cair dan padat. Parfum untuktubuh mengandung minyak esensial yangterbuat dari tumbuhan dan hewan.

Pembasmi serangga Bahan kimia pembasmi serangga mengandung racun yangberbahaya bagi kesehatan manusia. Sebelum digunakan, sebaiknya kamumembaca petunjuk pemakaian dan disimpan ditempat yang tidak mudahdijangkau anak-anak dan tidak didekat sumber api. Setelah

menggunakanpembasmi serangga, cucilah tanganmu dengan sabun hingga bersih .Tujuannya adalah untuk menghindari keracunan dan alergi pada kulit. Untuk penderita gangguan pernafasan seperti asma, sebaiknya

yangdigunakan tidak berbentuk spray. Penderita tersebut dapat

menggunakanpenolak nyamuk dari bentuk losion. Losion penolak serangga mengandungDEET sebagai bahan aktif. Pembasmi serangga elektik

mengandungpropoksur dan praletrin sebagai bahan aktif.

B. Bahan Kimia Dalam Industri Cat Cat adalah lapisan bewarna yang digunakan untukmelapisi permukaan benda. Cat dapat digunakan untukmemperindah penampilan luar benda, melapisi logamuntuk menghindari korosi dan mencegah kerusakanbenda karena panas atau jamur. Pigmen adalah zat warna tidak tembus cahayayang terdapat dalam cat. Media pendispersi merupakanbahan yang digunakan untuk melarutkan pigmen cat. Zattersebut mudah menguap. Senyawa yang biasa

adalahalcohol dan minyak terpentin. Berdasarkan corakwarnanya, pigmen cat dibedakan menjadi pigmen putih,merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan coklat. Thinnerdigunakan untuk membentuk permukaan cat yang licindan merata. Zat yang digunakan sebagai bahan thinneradalah benzene dan naftalena

Pestisida Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk memberantas hama, seperti wereng, ulat, dan kumbang. Bedasarkan jenis hama yang akan diberantas, pestisida dikelompokkan menjadi empat macam :• Insektisida: Pestisida pembasmi serangga.• Herbisida : Pembasmi tanaman

(16)

pembasmi binatang pengerat.• Insektisida dibagi lagi menjadi :a. Insektisida Organoklorin : DDT (dichloro diphenly trichloroethane), dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. BHC (Benzana Heksaclorida), dapat mengganggu kesehatan manusia. Telodrin (senyawa siklodin).b. Insektisida Organofosfat.c. Insektisida Karbanat.d. Insektisida Tiosianat.

Obat Obat adalah bahan yang digunakan untuk mencegah dan

mengobatipenyakit. Obat yang berasal dari tumbuhan atau hewan disebut obattradisional. Tetapi , sekarang sudah menjadi obat sintesis.A.

Penggolongan obat1. Obat Kemasan tablet Tablet merupakan kemasan padat yang mengandung senyawa danpengencer tertentu yang di buat dengan dicetak. Tablet dilapisi pelindungagar tidak rusak. Contohnya adlah obat influenza.2. Obat kemasan serbuk atau puyer Obat ini biasanya digunakan oleh anak-anak. Obat ini lebih cepatdiserap oleh tubuh dibandingkan dengan obat kemasan lain.

3. Obat kemasan kapsul Kapsul adalah obat berbentuk padat yang

dibungkusoleh kulit dari bahan gelatin karena gelatin mudah rusakdalam saluran sehingga cepat diserap lambung. Kapsullebih cepat diserap daripada tablet. Contonhya obatpenghilang rasa sakit.4. Obat dalam bentuk sirup Sirup adalah larutan pekat dalam air gula ataupengganti gula dengan atau tanpa bahan tambahanseperti bahan pewangi. Obat sirup terbentuk

darisenyawa sukrosa, air murni, pemberi rasa, pewarna,bahan terapetik, dan bahan pembau. Contohnya obatbatuk.5. Obat kemasan suspensi Suspensi adalah kemasan obat yang berbentukbutiran halus yang ditahan dalam suspense dengan bahanpembawa yang sesuai. Suspensi ada yang berbentuk cairdan kering. Contohya obat gangguan pncernaan.

6. Obat kemasan salep Obat salep merupakan obat setengah cair yang mudahdioleskan. Obat yang tergolong salep bias berbentuk krim, jeli,dan pasta. Krim banyak mengandung air. Jeli sangat lunak danmengandung sedikit lilin. Pasta salep mengandung lebih dari50% padat.7. Obat tetes Obat tetes merupakan sediaan farmasi dari bahan yangdilarutkan dalam pelarut dan diberikan dengan cara meneteskanpada pasien.8. Obat suntik Obat suntik merupakan sediaan farmasi berbentuk larutan,emulsi, atau suspense dalam air dan diberikan dengan caramenyuntik.

B. Penggunaan obat 1. Oral Cara penggunaan obat yang diberikan

melaluimulut dengan cara ditelan. Kelebihannya adalahcaranya alami, tidak sulit, dan aman. Kelemahan adalah rangsangan obat lebih lambat dan

(17)

cara penggunaan obat yangdiberikan melalui lubang pada tubuh.

Contohnyamelalui anus atau saluran kencing. Obat ini akan melunak atau melebur. Kelemahannya adalah penyerapan obat yang tidak teratur dan sulit diduga.

3. EpikutanEpikutan merupakan cara penggunaan obat yang dioleskan pada kulit danberbentuk larutan, salep, krim atau pasta, dan semprotan aerosol. Kemasan inipaling banyak disukai karena tidak berminyak dan menyebar lebih luasdipermukaan kulit.4. ParenteralParenteral merupakan cara

penggunaan obat yang diberikan denganmenyuntikkan obat ke dalam tubuh melalui lubang jarum yang runcing. Caraini disukai karena penyerapannya lebih cepat, kadar obat dalam darah lebihmudah diduga, dan dapat diberikan dengan dosis yang lebih kecil.Kelemahannya adalah obat yang telah

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...