• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Stres dan Kecemasan Pada Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Angkatan 2007 Di Universitas Kristen Maranatha Bandung Tahun 2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tingkat Stres dan Kecemasan Pada Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Angkatan 2007 Di Universitas Kristen Maranatha Bandung Tahun 2011."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

iii ABSTRAK

TINGKAT STRES DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER ANGKATAN 2007

DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TAHUN 2011

Shereen Krisna Suwantina, 2012. Pembimbing I : Harry Tribowo Hadi, dr.,Sp.KJ Pembimbing II : Felix Kasim, DR.,dr.,M.kes

Mahasiswa angkatan 2007 yang sedang menjalani Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) belakangan ini cenderung sering merasa cemas dan stres. Hal ini karena mereka menghadapi tantangan akademis tersendiri, seperti perubahan kebiasaan, perubahan tempat belajar, perubahan kondisi kehidupan, menghadapi masa awal di rumah sakit, hingga menghadapi pasien sungguhan. Hal ini menyebabkan mereka mudah mengalami stres dan kecemasan dibanding mahasiswa lain, bahkan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran yang memiliki tantangan akademis yang tidak sebanding dengan mahasiswa P3D.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi tingkat stres dan kecemasan pada mahasiswa P3D sehingga para mahasiswa dapat mengetahui tingkat stres dan kecemasan mereka.

Penelitian ini tergolong ke dalam rancangan studi deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik survey dengan kuesioner sebagai alat ukur.

Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 136 orang yang berusia rata-rata 20 -24 tahun. Dari 136 responden didapatkan hasil sebagai berikut : responden yang mengalami stres berat sebanyak 9 orang (6,62 %), stres sedang sebanyak 37 orang (27,20 %) sedangkan yang stres ringan sebanyak 90 orang (66,17 %). Responden yang mengalami kecemasan sangat berat sebanyak 2 orang (1,47 %), kecemasan berat sebanyak 45 orang (33,09 %), kecemasan sedang sebanyak 38 orang (27,94 %), kecemasan ringan sebanyak 29 orang (21,23 %), dan yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 22 orang (16,18 %).

(2)

iv ABSTRACT

LEVELS OF STRESS AND ANXIETY IN MEDICAL DOCTORAL PROFESSION STUDENT YEAR 2007 AT

BANDUNG MARANATHA CHRISTIAN UNIVERSITY ON 2011 Shereen Krisna Suwantina, 2012. Tutor I : Harry Tribowo Hadi, dr.,Sp.KJ

Tutor II : Felix Kasim, DR.,dr.,M.kes

Medical Doctoral Profession Student year 2007 are leaning to get stress and worried easily. This indicate that they have to face an academic challenge such as change of habiys, a place to study, life condition, early periode in hospital, and actual patients in hospital. This caused they are leaning to get stress and worried easily than other student of other disclipines.

The objective of this research was to measure the stress and anxiety levels of the Medical Doctoral Profession Student year 2007. So they would know they are stressed or anxious. experience mild stress. 2 persons (1,47 %) do experience very severe anxiety, 45 persons (33,09 %) do experience severe anxiety, 38 persons (27,94 %) do experience moderate anxiety, 29 persons (21,23 %) do experience mild anxiety, and 22 persons (16,18 %) do not experience anxiety.

(3)

v

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ... i

SURAT PERNYATAAN ... ii

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 3

1.3.1 Maksud Penelitian ... 3

1.6 Metodologi Penelitian ... 5

1.7 Lokasi dan Waktu ... 5

2.1.4 Respon Tubuh terhadap Stres ... 14

2.1.5 Psikofisiologi dan Psikopatologi stres ... 17

2.1.6 Tanda dan Gejala Stres pada Tubuh ... 19

2.1.6.1 Tanda Stres pada Tubuh ... 19

2.1.6.2 Gejala Stres pada Tubuh ... 19

2.2 Kecemasan ... 21

2.2.1 Definisi Kecemasan ... 21

2.2.2 Penyebab Kecemasan ... 21

(4)

vi

2.2.2.1.1 Kecemasan sebagai konflik yang tidak disadari ... 25

2.2.2.1.2 Kecemasan sebagai respon yang dipelajari ... 25

2.2.2.1.3 Kecemasan sebagai akibat kurangnya kendali ... 26

2.2.2.2 Teori eksistensial ... 26

2.2.2.3 Teori Biologis ... 26

2.2.2.3.1 Sistem Saraf Otonom ... 26

2.2.2.3.2 Neurotransmiter ... 26

2.2.2.3.3 Norepinefrin ... 27

2.2.2.3.4 Serotonin ... 27

2.2.2.3.5 GABA ... 28

2.2.3 Proses Terjadinya Kecemasan ... 29

2.2.3.1 Sirkuit Neuronal ... 29

2.2.3.2 Amigdala ... 29

2.2.3.3 Pengenalan Bahaya ... 30

2.2.3.4 Kecemasan Antisipasional ... 31

2.2.2.5 Memori Amigdala ... 31

2.2.3.6. Korteks Prefrontal ... 31

2.2.3.7 Hipokampus ... 33

2.2.4 Struktur Perkembangan Dewasa Muda ... 34

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ... 36

3.1 Jenis Penelitian ... 36

3.2 Rancangan Penelitian ... 36

3.3 Instrumen Penelitian ... 36

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 37

3.4.1 Metode Pengumpulan Data ... 37

3.4.1 Ruang Lingkup, Populasi dan Sampel ... 37

3.4.3 Penentuan Sampel ... 38

3.5 Pengolahan dan Analisis Data ... 38

3.5.1 Identitas Responden ... 38

3.5.2 Evaluasi Tingkat Stres ... 38

3.5.3 Evaluasi Tingkat Kecemasan ... 39

3.6 Definisi Operasional ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 41

4.1 Hasil Penelitian ... 41

4.1.1 Data Umum Responden ... 41

4.1.1.1 Jenis Kelamin Responden ... 41

4.1.1.2 Usia Responden ... 41

4.1.2 Tingkat Stres Responden ... 42

4.1.3 Tingkat Kecemasan Responden ... 42

(5)

vii

4.2 Pembahasan ... 58

4.2.1 Data Umum Responden ... 58

4.2.1.1 Jenis Kelamin Responden ... 58

4.2.1.2 Usia Responden ... 58

4.2.2 Tingkat Stres Responden ... 59

4.2.3 Tingkat Kecemasan Responden ... 59

4.2.4 Kuesioner Holmes dan Rahe ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 70

5.1 Kesimpulan ... 70

5.2 Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 72

LAMPIRAN ... 74

(6)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Efek Otonomik pada Berbagai Organ Tubuh ... 9

Tabel 4.1 Distribusi responden yang mengalami kematian keluarga ... 43

Tabel 4.2 Distribusi responden yang mengalami kematian teman dekat ... 43

Tabel 4.3 Distribusi responden yang mengalami perceraian orang tua ... 44

Tabel 4.4 Distribusi responden yang mengalami hukuman penjara ... 44

Tabel 4.5 Distribusi responden yang mengalami sakit berat atau luka berat ... 45

Tabel 4.6 Distribusi responden yang mengalami pernikahan ... 45

Tabel 4.7 Distribusi responden yang mengalami dipecat / dikeluarkan dari pekerjaan ... 46

Tabel 4.8 Distribusi responden yang mengalami gagal dalam ujian ... 46

Tabel 4.9 Distribusi responden yang mengalami salah satu keluarga sakit ... 47

Tabel 4.10 Distribusi responden yang mengalami kehamilan ... 47

Tabel 4.11 Distribusi responden yang mengalami problem / masalah seksual ... 48

Tabel 4.12 Distribusi responden yang mengalami selisih dengan teman dekat ... 48

Tabel 4.13 Distribusi responden yang mengalami problem status keuangan ... 49

Tabel 4.14 Distribusi responden yang mengalami perubahan mata kuliah ... 49

Tabel 4.15 Distribusi responden yang mengalami masalah dengan orang tua ... 50

Tabel 4.16 Distribusi responden yang memiliki kekasih baru ... 50

Tabel 4.17 Distribusi responden yang memiliki tugas yang menumpuk ... 51

Tabel 4.18 Distribusi responden yang medapat penghargaan terhadap diri sendiri yang memuaskan... 51

Tabel 4.19 Distribusi responden yang mengalami semsester baru di perkuliahan ... 52

Tabel 4.20 Distribusi responden yang mengalami perubahan kondisi kehidupan ... 52

Tabel 4.21 Distribusi responden yang mengalami perbedaan argumen dengan dosen... 53

Tabel 4.22 Distribusi responden yang mendapat nilai lebih rendah dari yang diharapkan... 53

Tabel 4.23 Distribusi responden yang mengalami perubahan siklus tidur ... 54

Tabel 4.24 Distribusi responden yang mengalami perubahan aktivitas / kegiatan Sosial... 54

Tabel 4.25 Distribusi responden yang mengalami perubahan siklus makan ... 55

Tabel 4.26 Distribusi responden yang mengalami kecelakaan berkendara ... 55

Tabel 4.27 Distribusi responden yang mengalami prubahan jumlah keluarga (karena menikah / kematian)... 56

(7)

ix

Tabel 4.29 Distribusi responden yang mengalami perubahan tempat belajar (di

(8)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pembagian Sistem Saraf Otonom ... 8

Gambar 2.2 Daerah Pengaturan Otonom pada Batang Otak dan Hipotalamus ... 8

Gambar 2.3 Mekanisme Biologis Respon Stress ... 11

Gambar 3.1 Asal Usul Kecemasan ... 22

(9)

74 LAMPIRAN

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

KUESIONER

DATA UMUM RESPONDEN NOMOR PIN:

1. Jenis Kelamin :

2. Usia :

Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A)

Silakan anda memberi tanda √ di kolom isi sesuai dengan yang anda rasakan saat ini dengan skala penilaian :

Nilai 0 : tidak ada gejala (keluhan) Nilai 1: gejala ringan

Nilai 2 : gejala sedang Nilai 3 : gejala berat Nilai 4 : gejala berat sekali

Gejala kecemasan nilai angka (score)

(10)
(11)
(12)

77

SKALA HOLMES DAN RAHE

Silakan anda memberi tanda √ di kolom isi sesuai dengan yang anda rasakan saat ini.

18 penghargaan pada diri sendiri yang memuaskan 19 menghadapi semester awal di universitas 20 perubahan kondisi kehidupan 21 perbedaan argumen dengan dosen 22 mendapat nilai lebih rendah dari yang diharapkan

23 perubahan siklus tidur

24 perubahan aktivitas / kegiatan sosial

25 perubahan siklus makan

26 kecelakaan berkendaraan

27 perubahan jumlah keluarga (karena menikah/kematian) 28 banyak ketinggalan kelas/kuliah 29 perubahan tempat belajar (di kampus lalu di rumah sakit)

30 dikeluarkan dari kelas

(13)

78

Lampiran 2. Tabel data hasil penelitian

NO PIN HRS-A HOLMES DAN RAHE

250801 KECEMASAN BERAT STRES

250802 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250803 KECEMASAN SANGAT BERAT STRES SEDANG

250804 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250805 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG 250806 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG

250807 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250808 KECEMAASAN SEDANG STRES

250809 KECEMASAN RINGAN STRES SEDANG 250810 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250811 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250812 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250813 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250814 KECEMASAN RINGAN STRES SEDANG

250815 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250816 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250817 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250818 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250819 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250820 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250821 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250822 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250823 KECEMASAN SANGAT BERAT TIDAK STRES 250824 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250825 KECEMASAN BERAT STRES

250826 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250827 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250828 KECEMAASAN RINGAN STRES SEDANG 250829 KECEMASAN SEDANG STRES SEDANG 250830 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250831 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250832 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250833 KECEMASAN BERAT STRES

(14)

79

250842 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250843 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250844 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250845 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250846 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250847 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250848 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250849 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250850 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250851 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250852 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250853 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250854 KECEMASAN BERAT STRES

250855 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250856 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250857 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250858 KECEMAASAN RINGAN STRES SEDANG

250859 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250860 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG 250861 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250862 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250863 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES 250864 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250865 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250866 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250867 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250868 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250869 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250870 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250871 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES

250872 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250873 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250874 KECEMASAN BERAT STRES

250875 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250876 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG

250877 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250878 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES 250879 KECEMASAN RINGAN STRES SEDANG 250880 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250881 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250882 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250883 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250884 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250885 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

(15)

80

250887 KECEMASAN RINGAN STRES

250888 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250889 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250890 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250891 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250892 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250893 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES

250894 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250895 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250896 KECEMASAN BERAT STRES

250897 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250898 KECEMAASAN RINGAN STRES SEDANG 250899 KECEMASAN SEDANG STRES SEDANG 250900 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250901 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250902 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250903 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250904 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250905 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES 250906 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250907 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES 250908 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250909 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250910 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES 250911 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250912 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250913 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250914 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250915 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG

250916 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250917 KECEMAASAN RINGAN TIDAK STRES 250918 KECEMASAN RINGAN STRES SEDANG 250919 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250920 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES 250921 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250922 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250923 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250924 KECEMASAN RINGAN STRES SEDANG

250925 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250926 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES 250927 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

250928 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

250929 KECEMASAN SEDANG TIDAK STRES

250930 KECEMASAN BERAT TIDAK STRES

(16)

81

250932 KECEMASAN RINGAN TIDAK STRES

250933 KECEMASAN BERAT STRES SEDANG

250934 TIDAK ADA KECEMASAN STRES SEDANG 250935 TIDAK ADA KECEMASAN TIDAK STRES

(17)

82

(18)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masa dewasa muda ditandai dengan memuncaknya perkembangan

biologis, penerimaan peranan sosial yang besar, dan evolusi suatu diri dan struktur

hidup dewasa. Periode transisional memasuki masa dewasa muda melibatkan

berbagai peristiwa yang penting : lulus sekolah menengah atas, mulai bekerja atau

memasuki perguruan tinggi, dan meninggalkan rumah (Kaplan, Sadock, dan

Grebb, 1997).

Mahasiswa yang memasuki masa dewasa muda memiliki banyak tekanan yang

harus mereka hadapi. Tuntutan ujian, nilai yang baik, bahkan tekanan dari orang

tua dapat menimbulkan stres tingkat tinggi. Banyak juga mahasiswa yang keluar

dari universitas karena alasan emosional dibandingkan nilai yang rendah. Lebih

dari ratusan ribu mahasiswa yang mengancam akan bunuh diri tiap tahunnya,

sekitar sembilan ribu diantaranya bahkan mencoba untuk bunuh diri, dan ribuan

mahasiswa lainnya sukses menata hidupnya. (NIMH, 1969)

Mahasiswa juga mempunyai reputasi berani mengambil risiko paling tinggi

dibandingkan periode lainnya. Hal ini pula yang mendorong meningkatnya

kecemasan karena kenekatannya sering menggiring pada suatu perilaku atau

tindakan dengan hasil yang tidak pasti. Perilaku nekat dan hasil yang tidak selalu

jelas akan membuka peluang besar untuk meningkatnya kecemasan (Laugesen,

2003).

Stres menurut Hans Selye adalah respon tubuh yang sifatnya adaptif pada

setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan fisik atau emosi. Stres juga dapat

(19)

2

mental, fisik, emosional, dan spiritual manusia yang pada suatu saat dapat

mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut. Perubahan sosial yang serba

cepat dapat memengaruhi nilai moral, etika dan gaya hidup. (Hans Selye, 1974)

Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat,

yang pada akhirnya akan mengganggu kondisi kesehatan fisik maupun mental.

Perubahan gaya hidup seringkali disebut perubahan psikososial yang pada

sebagian orang merupakan suatu beban atau tekanan mental yang disebut stresor

psikososial. Tidak semua orang pula mampu melakukan adaptasi dan mengatasi

stresor psikososial tersebut, sehingga sering timbul keluhan antara lain stres,

cemas, bahkan depresi. (Hans Selye, 1974)

Kecemasan adalah meningkatnya aktifias saraf otonom yang ditandai dengan

ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami

gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat

terganggu tapi masih dalam batas normal, yang terjadi karena perasaan terancam,

gelisah, ketidaktentuan atau takut ketika merespon sesuatu yang sebenarnya tidak

sungguh-sungguh mengancam (Kaplan, Sadock, 1997).

Perubahan lingkungan belajar juga menjadi salah satu faktor pencetus

kecemasan dan depresi pada mahasiswa. Kecemasan mempengaruhi hasil belajar

mahasiswa, karena kecemasan cenderung menghasilkan kebingungan dan distorsi

persepsi. (Kaplan, Sadock, 1997).

Oleh karena seringnya terjadi stres dan kecemasan dalam pendidikan, maka

penulis berniat melakukan penelitian terhadap mahasiswa khususnya mahasiswa

angkatan 2007 yang sedang menjalani pendidikan kepaniteraan medik dan

mengetahui tingkat stress dan kecemasan mahasiswa. Penulis melakukan

penelitan terhadap mahasiswa angkatan 2007 dikarenakan penulis banyak

mendengar pengalaman mereka yang cenderung sering merasa cemas dan stres,

(20)

3

kebiasaan, perubahan tempat belajar, perubahan kondisi kehidupan, menghadapi

masa awal di rumah sakit, hingga menghadapi pasien sungguhan. Hal ini

menyebabkan mereka mudah mengalami stres dan kecemasan dibanding

mahasiswa lain, bahkan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran yang memiliki

tantangan akademis yang tidak sebanding dengan mahasiswa P3D. Juga

mengetahui gambaran tingkat stres dan kecemasan dalam menjalani pendidikan

kepaniteraan medik.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi dari penelitian ini adalah untuk

mengetahui :

1. Bagaimana tingkat stres dan kecemasan pada mahasiswa Program

Pendidikan Profesi Dokter angkatan 2007

2. Bagaimana gambaran stres dan kecemasan dengan angka kesakitan pada

mahasiswa

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Untuk melakukan peninjauan dan penilaian terhadap mahasiswa Program

Profesi Dokter terhadap tingkat stres dan kecemasan.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini yaitu :

Umum :

1. Agar fakultas / universitas mengetahui bagaimana tingkat stres dan

(21)

4

2. Agar mahasiswa tahu bagaimana kondisi kejiwaan mereka dalam hal ini

stres dan kecemasan mereka

Khusus :

1. Mengetahui tingkat stres mahasiswa Program Profesi Dokter angkatan

2007 di Universitas Kristen Maranatha, sehingga pihak Universitas Kristen

Maranatha dapat mengadakan evaluasi dan upaya pendampingan psikiatri bagi

mahasiswanya sebelum dan selama menempuh Program Pendidikan Profesi

Dokter

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah

1.4.1 Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi tentang tingkat stres dan

kecemasan dalam menjalani Program Pendidikan Profesi Dokter di Universitas

Kristen Maranatha, dan dapat menjadi acuan untuk mengadakan pendampingan

psikiatri selama mahasiswa menenpuh studinya.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi psikiater, psikolog,

mahasiswa dan berbagai pihak yang terkait guna membantu kelancaran proses

belajar mengajar mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

1.5 Landasan Teori

Setiap perubahan dalam kehidupan atau peristiwa kehidupan yang dapat

menimbulkan keadaan stress disebut stressor. Jika stresor internal dan eksternal

datang secara berlebihan kepada seseorang dalam jangka waktu yang lama, maka

akan melemahkan daya tahan stres sehingga timbul apa yang disebut stres. Ketika

(22)

5

ke susunan saraf pusat dan melalui susunan saraf otonom akan diteruskan ke

kelenjar hormonal yang akan mempengaruhi keadaan organ vital dan kekebalan

tubuh. (Kisker WG, McGraw-Hill, 1977).

1.6 Metodologi Penelitian

Metode penelitian : Deskriptif Kualitatif

Rancangan Penelitian : Penelitian Observasional Deskriptif

Teknik pengambilan Data : Survei

Instrumen Penelitian : Kuesioner Baku holmes dan Rahe,

Kuesioner HRS-A

Populasi : Seluruh mahasiswa Program Pendidikan

Profesi Dokter angkatan 2007

Jumlah Sampel : Whole sample sebanyak 136 orang

Teknik Analisis Data : deskriptif dengan penyajian dalam bentuk

tabel distribusi frekuensi

1.7 Lokasi dan Waktu

1.7.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Immanuel Bandung

1.7.2 Waktu Penelitian

(23)

70 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian didapatkan beberapa informasi tentang mahasiswa

Program Profesi Dokter Universitas Kristen Maranatha angkatan 2007 sebagai

berikut :

1. Dalam penelitian terhadap 136 orang mahasiswa Program Profesi Dokter

Universitas Kristen Maranatha angkatan 2007didapatkan tingkat stres yang rendah

dengan distribusi berdasarkan skala Holmes dan Rahe sebagai berikut :

mahasiswa stres ringan tanpa gejala somatis sebanyak 90 orang, mahasiswa stres

sedang dengan gejala somatis ringan-sedang sebanyak 37 orang, dan mahasiswa

stres berat dengan gejala somatis sedang-berat sebanyak 9 orang

2. Dari data yang didapat dar kuesionr Holmes dan Rahe, didapatkan tiga

jenis stresor tertinggi, yaitu : 136 mahasiswa dengan perubahan tempat belajardari

kampus ke rumah sakit, 58 mahasiswa dengan perubahan siklus makan, dan 47

mahasiswa dengan perubahan siklus tidur. Kesemuanya merupakan stresor yang

muncul dari masing – masing individu

3. Dalam penelitian terhadap 136 orang mahasiswa Program Profesi Dokter

Universitas Kristen Maranatha angkatan 2007 didapatkan angka kecemasan yang

cukup tinggi, dengan distribusi berdasarkan Hamilton Rating Scale for Anxiety

(HRS-A) sebagai berikut : mahasiswa tanpa kecemasan sebanyak 22 orang,

mahasiswa dengan kecemasan ringan sebanyak 29 orang, mahasiswa dengan

(24)

71

sebanyak 45 orang, dan mahasiswa dengan kecemasan sangat berat sebanyak 2

orang.

4. Dalam penelitian terhadap 136 orang mahasiswa Program Profesi Dokter

Universitas Kristen Maranatha angkatan 2007 melalui survey dengan kuesioner

didapatkan kesimpulan bahwa faktor yang mungkin menyebabkan gangguan

kecemasan adalah faktor ketahanan individu tersebut dalam menanggapi rangsang

berupa stresor.

5.2 Saran

Penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai

kondisi kejiwaan mahasiswa-mahasiswa Program Profesi Dokter Universitas

Kristen Maranatha.

Ditinjau dari tingginya angka kecemasan pada penelitian ini, maka penulis

menyarankan agar pihak Universitas Kristen Maranatha mengadakan evaluasi dan

upaya pendampingan psikiatri bagi mahasiswanya selama menempuh jenjang

pendidikan Program Profesi Dokter.

Juga dilihat dari tingginya stresor yang berasal dari masing-masing individu,

penulis menyarankan agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri sebelum masuk

ke jenjang Program Pendidikan Profesi Dokter.

Perlunya kerja sama aktif antara pihak keluarga dengan pihak Universitas

(25)

59

DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, Hilgrad. 1996. Pengantar Psikologi. Erlangga. Jakarta.

Dadang Hawari.2006.Manajemen stress cemas dan depresi.Edisi 2.Jakarta:Balai

penerbit FKUI

Dariyo, A. 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT. Gramedia

Widiasarana Indonesia.

Dariyo, Agoes. 2004. Psikologi Pekembangan Dewasa Muda. Grasindo, Jakarta.

Hal 105-121.

Dorland, Newman. 2004. Kamus Kedokteran Dorland. EGC, Jakarta. Hal 133.

Harlock. 1980. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang

Hidup. Erlangga. Jakarta.

Higgins, Edmund S., Mark S. George. 2007. Anxiety. In : The Neuroscience of

Clinical Psychiatry. 1st ed.Baltimore : Lippincot Williams & Wilkins. p.

239-249.

Kaplan H.I., Sadock.B.J.1999.Anxiety disorders.In Lippincott Williams &

Wilkins:Comprehensive textbook of psychiatry.7th ed.Philadephia.p.1441-93.

Kapplan, Sadock dan Grebb, 1997. Kaplan dan Sadock Sinopsis Psikiatri Jilid

Kedua. Bina Rupa Aksara. Jakarta. Hal 1-90.

Kisker W.G.1977.The organized personality.3rd ed.Japan:Mc Graw Hill

Laugesen, Nina (2003) Understanding adolescent worry: the application of a

cognitive model. Journal of Abnormal Child Psychology, Feb.2003

Lee S., Tsang A. 2010. A community study of generalized anxiety disorder. Anxiety Disorder, 25(3): 376-380

Maramis W.F.1995.Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa.Surabaya:Airlangga

University Press.Hal 254-256.

Masi., Gabriele. 2008. Generalized anxiety disorder in reffered children and adolescents.

Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. 752-761b

(26)

60

Semple, David, Smyth, et al. eds., 2005. Anxiety and Stress-related Disorders. In : Oxford Handbook of Psychiatry. 1st ed. New York : Oxford University Press. p. 338-355

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan derajat insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas

penelitian yang berjudul “ Tingkat Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013 ”. Saya mengerti bahwa saya akan diminta

Puji syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, penyusunan skripsi yang berjudul Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Baiturrahmah Angkatan 2017..

menunjukkan bahwa stresor yang paling banyak menyebabkan stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2014 adalah stresor terkait akademik dan

menunjukkan bahwa stresor yang paling banyak menyebabkan stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2014 adalah stresor terkait akademik dan

Hal ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa salah satu sumber yang menyebabkan stres berat pada mahasiswa kedokteran adalah masalah

Dampak Pembelajaran Jarak Jauh terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Mahasiswa selama Pandemi COVID-19 Rifa Fauziyyah*, Rinka Citra Awinda, Besral Fakultas Kesehatan Masyarakat