PENGARUH MEDIA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA POKOK BAHASAN HODROLISIS GARAM.

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEDIA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Oleh:

Khairunnisa Harahap NIM 4102131007

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahhirabbal A’lamin Puji dan

syukur penulis ucapkan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, atas segala berkat dan

rahmat-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi berjudul

Pengaruh Media Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pokok Bahasan Hodrolisis Garam”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra.

Hj. Gulmah Sugiharti, M.Pd, sebagai dosen pembimbing skripsi (PS) yang telah

banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal

penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih

juga disampaikan kepada Ibu Dra. Hafni Indriati Nasution, M.Si, Bapak Drs.

Marudut, M.Si dan Bapak Drs. Amser Simanjuntak, M.Pd sebagai dosen penguji

yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari penelitian sampai

dengan selesainya skripsi ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Dr.

Marham Sitorus, M.Si selaku dosen pembimbing akademik (PA) dan kepada

seluruh Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Kimia FMIPA

UNIMED yang sudah membantu penulis. Ucapan terima kasih juga kepada

guru-guru sekolah yang telah mendidik penulis sehingga penulis dapat memperoleh

gelar Sarjana. Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Wakil Kepala

Sekolah, Staf Tata Usaha, Guru Kimia dan Siswa/i kelas XI IPA MAN 1 MEDAN

yang telah banyak membantu penulis selama proses penelitian berlangsung.

Teristimewa saya sampaikan terima kasih kepada kedua Orang Tua saya

Alm. Darwin Harahap dan Junaidah Ritonga yang berjuang keras dalam mendidik

serta mendoakan saya sehingga saya dapat memperoleh gelar Sarjana. Ucapan

terima kasih juga kepada Abang M. Aidil Fitra Harahap dan Adik Rizky Adnanda

Harahap yang telah memberikan dukungan/ motivasi dan semangat yang luar

(4)

iv

Terima kasih juga saya sampaikan kepada Sahabat Keluarga Cendana

Ayu, Irma, Novi, Monic, Itoh, Tika, Rima, Sari yang selalu memberi nasehat dan

motivasi. Terima kasih kepada teman saya Rena, Dina, Atun, Novi, Jannah, Eky,

Ratih, dan seluruh mahasiswa Kimia Reguler B 2010 yang selalu memberikan

dukungan dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini. Terima kasih juga kepada

teman kost 113 OKE Dina, Indah, Itoh yang selalu memberi semangat kepada

saya. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh keluarga yang selalu

mendukung dan mendoakan penulis.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi

ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun

tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun dari pembaca demi kesempurnaan skripsi saya ini. Kiranya isi skripsi

saya ini bermanfaat bagi kita semua dalam memperkaya khasanah ilmu

pendidikan sains.

Medan, Juni 2014

Penulis,

(5)

ii

PENGARUH MEDIA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Khairunnisa Harahap (4102131007) Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media dengan model PBL terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas XI MAN 1 Medan pada pokok bahasan hidrolisis garam.

(6)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1Latar Belakang Masalah 1

1.2Identifikasi Masalah 3

1.3Batasan Masalah 4

1.4Rumusan Masalah 4

1.5Tujuan Penelitian 5

1.6Manfaat Penelitian 5

1.7Defenisi Operasional 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7

2.1 Kerangka Teoritis 7

2.1.1 Hakikat Belajar Kimia 7

2.1.2 Hakikat Hasil Belajar Kimia 9

2.1.3 Media Pembelajaran 11

2.1.3.1 Pengertian Media 11

2.1.3.2 Fungsi dan Manfaat Media 13

2.1.3.3 Penggunaan Media Dalam Proses Belajar Mengajar 16

2.1.3.4 Pengelompokan Media 17

(7)

vii

2.1.4.1 Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah 24

2.1.4.2 Model Pembelajaran Berbasis Masalah 25

2.1.4.3 Langkah-Langkah Operasional Problem Based Learning 27

2.1.4.4 Manfaat Model Pembelajaran Berbasis Masalah 29

2.1.4.5 Kelebihan dan Kelemahan Model PBL 31

2.2 Materi Pokok Hidrolisis Garam 32

2.2.1 Sifat Larutan Garam 32

2.2.2 Konsep Hidrolisis Garam 32

2.2.3 Menghitung pH Larutan Garam 35

2.3 Kerangka Konseptual 37

2.4 Hipotesis Penelitian 39

BAB III METODE PENELITIAN 40

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 40

3.2 Populasi dan Sampel 40

3.2.1 Populasi Penelitian 40

3.2.2 Sampel Penelitian 40

3.3 Variabel Penelitian dan Instrumen Penelitian 40

3.3.1 Variabel Penelitian 40

3.3.2 Instrumen Penelitian 41

3.4 Rancangan Penelitian 41

3.4.1 Persiapan Instrumen 41

3.4.2 Pelaksanaan Penelitian 41

3.5 Uji Coba Instrumen 46

3.5.1 Uji CobaTest Pilihan Ganda 46

3.6 Teknik Pengumpulan Data 49

3.7 Tehnik Analisis Data 49

3.7.1 Uji Normalitas 49

3.7.2 Uji Homogenitas 50

3.7.3 Uji Hipotesis 50

(8)

viii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53

4.1. Hasil Penelitian 53

4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 53

4.1.2. Data Hasil Penelitian 54

4.2. Analisis Data Hasil Penelitian 54

4.2.1. Uji Normalitas 55

4.2.2. Uji Homogenitas 56

4.2.3. Pengujian Hipotesis 57

4.3. Persen Peningkatan Hasil Belajar 58 4.4. Temuan Penelitian 60 4.5. Pembahasan 61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 65 5.1. Kesimpulan 65

5.2. Saran 66

(9)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tahapan-Tahapan Model PBL 28

Tabel 3.1 Skema Rancangan Penelitian 44

Tabel 3.2 Tabel Penolong Untuk Uji Normalitas 50

Tabel 3.3 Model Tabel Analisis Ragam (ANAVA) Untuk RAL 52

Tabel 4.1 Hasil Perolehan Rata-rata Pre-test dan Pos-test 54

Tabel 4.2 Uji Normalitas Data Pre-test dan Post-Test 56

Tabel 4.3 Uji Homogenitas Data Pre-test dan Post-test 57

Tabel 4.4 Hasil Uji Hipotesis 58

Tabel 4.5 Hasil perolehan Gain Rata-rata Sampel 58

(10)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale 12

Gambar 3.1 Persiapan Instrumen 41

Gambar 3.2 Bagan Desain 45

Gambar 4.1 Digram Hasil Rata-Rata Pre-test dan Post-test Sampel 55

Gambar 4.2 Diagram Hasil Rata-rata Gain Sampel 59

(11)

65

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :

1. Hasil analisa terhadap rumusan hipotesis menyatakan bahwa ada pengaruh

media terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan

dengan model pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan hidrolisis

garam (Ha diterima).

2. Hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan media visual memiliki

nilai rata-rata sebesar 84,13 6,29 dengan peningkatan berdasarkan uji Gain

ternormalisasi diperoleh bahwa nilai grata-rata dan %Gain sebesar ,7649 dan

76,49%.

3. Hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan media virtual memiliki

nilai rata-rata sebesar 80,00 5,88 dengan peningkatan berdasarkan uji Gain

ternormalisasi diperoleh bahwa nilai grata-rata dan %Gain sebesar sebesar

0,6280 dan 62,80%.

4. Hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan media riil memiliki nilai

rata-rata sebesar 84,75 5,54 dengan peningkatan berdasarkan uji Gain

ternormalisasi diperoleh bahwa nilai grata-rata dan %Gain sebesar sebesar

0,7739 dan 77,39%.

5. Hasil nilai dari segi afektif dan psikomotorik siswa untuk masing-masing

kelas yang sibelajarkan dengan ketiga media adalah sebagai berikut:

a. Kelas eksperimen 1 yang dibelajarkan dengan media visual adalah

sebesar 82,78% dan 87,22%

b. Kelas eksperimen 2 yang dibelajarkan dengan media virtual adalah

sebesar 76,83% dan 85,28%

c. Kelas eksperimen 3 yang dibelajarkan dengan media virtual adalah

(12)

66

5.2 SARAN

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas

maka penulis menyarankan hal-hal berikut:

1. Bagi guru dan calon guru, penggunaan media riil dalam pembelajaran kimia

patut dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa, namun

jika alat dan bahan yang tidak memadai di laboratorium sekolah maka

media visual dan virtual dapat menjadi alternatif untuk menyampaikan

pembelajaran kimia khususnya pada materi hidrolisis garam.

2. Bagi peneliti lainnya yang akan melakukan penelitian yang berhubungan

dengan penggunaan media pembelajaran, dapat menggunakan media riil,

visual, dan virtual dalam materi-materi kimia yang lainnya, sehingga akan

memperbanyak media yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi

dalam pembelajaran kimia dan siswa akan lebih antusias untuk belajar

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan merupakan masalah kompleks yang didalam

pelaksanaannya menyangkut berbagai unsur pendukung yang saling berkaitan,

guna mendukung usaha pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Salah satu unsur

pendukung pelaksanaan pendidikan adalah sarana dan alat pendidikan yang baik

dan memadai yang terdapat disetiap lembaga pendidikan. Sekolah atau lembaga

yang memiliki sarana dan fasilitas yang lengkap tentu akan lebih baik dalam

menyajikan materi pelajaran kepada siswanya bila dibandingkan dengan sekolah

yang belum memiliki sarana dan fasilitas yang lengkap. Sebagai salah satu contoh

sarana pendidikan adalah adanya laboratorium pendidikan yang berfungsi sebagai

penunjang kegiatan belajar mengajar, karena di laboratorium guru dan siswa

melakukan kegiatan praktikum secara bersama-sama (Masyithah, 2013 : 1).

Ilmu kimia merupakan experimental science, tidak dapat dipelajari hanya

melalui membaca, menulis atau mendengarkan saja. Mempelajari ilmu kimia

bukan hanya menguasai kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip saja

tetapi juga merupakan suatu proses penemuan dan penguasaan prosedur atau

metode ilmiah. Sebagian besar pokok bahasan dalam mata pelajaran kimia

memerlukan penguatan pemahaman dan pengembangan wawasan melalui

penerapan metode praktikum (Jahro dan Susilawati, 2009 : 20-21).

Hidrolisis garam merupakan pokok bahasan mata pelajaran kimia yang

diajarkan pada Sekolah Menengah Atas kelas XI IPA. Salah satu indikator

pencapaian yaitu menentukan sifat larutan garam melalui percobaan. Dari

indikator tersebut jelas terlihat karakteristik materi pada pokok bahasan hidrolisis

garam ini memerlukan metode eksperimen. Dengan melakukan eksperimen siswa

dapat mengamati secara langsung perubahan-perubahan yang terjadi, yang pada

akhirnya dapat menemukan sendiri konsep yang akan dipelajarinya, sehingga

(14)

2

Berdasarkan hasil wawancara kepada guru bidang studi kimia di MAN 1

Medan, Ibu Siti Aminah pada tanggal 4 Februari 2014 diperoleh data hasil ujian

formatif, dimana setiap dilakukan ujian formatif masih ada siswa yang harus

mengikuti remedial dengan standar ketuntasan belajar (nilai ≥80). Wawancara

lebih lanjut mengenai metode praktikum yang diterapkan, ternyata tidak semua

sub materi yang seharusnya dilakukan dengan metode praktikum di laboratorium

diterapkan kepada siswa. Hal itu terjadi karena keterbatasan alat dan bahan di

laboratorium sekolah tersebut.

Adanya kendala yang dihadapi dalam melaksanakan praktikum maka salah

satu cara mengatasinya adalah menggunakan media visual berupa video, media

virtual berupa animasi flash dan media riil. Dengan melihat tayangan media visual

dan media virtual ini siswa seolah-olah melakukan percobaan seperti yang

ditampilkan dalam komputer. Mereka mengamati perubahan-perubahan yang

terjadi dan menarik kesimpulan yang berupa konsep yang harus dikuasainya.

Penelitian seperti ini sudah dilakukan oleh Altun (2009 : 1), dan

menyimpulkan bahwa menyediakan laboratorium kimia virtual, dianggap sebagai

alat yang sangat membantu untuk guru kimia dan siswa di sekolah menengah

terutama mereka yang tidak memiliki atau kesempatan terbatas untuk

menggunakan laboratorium kimia dalam melakukan percobaan.

Penelitian dilakukan oleh Erwina Amalia (2012 : 54), diperoleh bahwa

terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajarkan dengan

laboratorium real (54%) dengan kelompok siswa yang diajarkan dengan

laboratorium virtual (60%) pada sig. 0,019. Dengan demikian, hasil belajar siswa

yang diberikan perlakuan laboratorium real dengan laboratorium virtual pada

materi larutan penyangga secara signifikan terdapat perbedaan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurhafni Marito Harahap (2010 : 64),

diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang

diajar dengan laboratorium riil dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan

laboratorium virtual yang ditunjukkan dari nilai sig. 0,000 < 0,05. Dengan

demikian laboratorium virtual secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar

(15)

3

Berdasarkan kondisi yang dikemukakan di atas, maka diperlukan model

pembelajaran yang banyak melibatkan peran aktif siswa dalam menemukan dan

memecahkan suatu masalah terkait dengan materi yang sarat dengan konsep

diantaranya adalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model Belajar

Berbasis Masalah merupakan model pembelajaran dengan menghadapkan siswa

pada permasalahan-permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar atau

dengan kata lain siswa belajar melalui permasalahan-permasalahan. Dalam

implementasi kurikulum 2013, kita menerapkan pendekatan ilmiah yang meliputi

ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Pembelajaran berbasis masalah itu lebih

efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradisional.

Dalam hal ini, Model Pembelajaran Berbasis Masalah menggunakan

media visual, media virtual, dan media riil yang berfungsi untuk menemukan dan

memecahkan masalah serta dapat membantu siswa mengorganisasikan konsep

pelajaran yang telah dipelajari, diingat dan dipahami sedangkan bagi guru dapat

menjadi suatu petunjuk bagaimana menghubungkan antara konsep yang satu

dengan lainnya dalam suatu rencana pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas

penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut bagaimana ” Pengaruh Media Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam ”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasikan

beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Keterbatasan media yang digunakan

2. Kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan media pembelajaran

3. Kurangnya memanfaatkan penggunaan praktikum dalam pembelajaran

4. Keterbatasan alat dan bahan praktikum di sekolah

5. Rendahnya evaluasi siswa yang diberikan oleh guru, sehingga masih

sering terjadi remedial pada mata pelajaran kimia terutama pada materi

(16)

4

6. Kurangnya tanggung jawab professional guru untuk menciptakan

pengalaman belajar yang berkualitas bagi siswa dan kurangnya memandu

siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.

7. Diperlukan model dan media pembelajaran yang dapat membantu siswa

untuk lebih meningkatkan dan mengaktifkan pemahaman siswa dalam

belajar kimia khususnya pada materi pokok Hidrolisis Garam yang akan

dibelajarkan adalah Model pembelajaran berbasis masalah dengan media

visual, media virtual, dan media riil.

1.3 Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang diidentifikasi, penelitian ini dibatasi

pada Pengaruh Media Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang

Dibelajarkan Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pokok Bahasan

Hidrolisis Garam di kelas XI IPA MAN 1 MEDAN.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan

diatas maka rumusan masalah penelitian ini adalah :

1. Apakah ada pengaruh media terhadap peningkatan hasil belajar kimia

siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah

pada pokok bahasan hidrolisis garam?

2. Bagaimana peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di belajarkan

dengan menggunakan media visual pada pokok bahasan hidrolisis garam?

3. Bagaimana peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di belajarkan

dengan menggunakan media virtual pada pokok bahasan hidrolisis garam?

4. Bagaimana peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di belajarkan

dengan menggunakan media riil pada pokok bahasan hidrolisis garam?

5. Bagaimana nilai dari segi afektif dan psikomotorik siswa yang

(17)

5

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui pengaruh media terhadap peningkatan hasil belajar

kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis

maslah pada pokok bahasan hidrolisis garam.

2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di

belajarkan dengan menggunakan media visual pada pokok bahasan

hidrolisis garam.

3. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di

belajarkan dengan menggunakan media virtual pada pokok bahasan

hidrolisis garam.

4. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang di

belajarkan dengan menggunakan media riil pada pokok bahasan hidrolisis

garam.

5. Untuk mengetahui nilai dari aspek afektif dan psikomotorik siswa yang

dibelajarkan dengan menggunakan masing-masing ketiga media tersebut.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan melalui penelitian ini adalah :

1. Bagi guru

- Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi atau

wacana guru untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan

media pembelajaran visual, virtual dan riil pada materi hidrolisis garam.

2. Bagi siswa

- Pemahaman siswa terhadap materi hidrolisis garam meningkat.

- Hasil belajar siswa meningkat.

3. Bagi sekolah

- Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik bagi

sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu

(18)

6

4. Bagi peneliti selanjutnya

- Sebagai bahan rujukan dalam melakukan penelitian selanjutnya.

1.7 Defenisi Operasional

Untuk menghindari penafsiran yang berbeda dalam memahami suatu

variabel yang ada pada penelitian ini, maka perlu diberi defenisi operasional.

Adapun defenisi operasional dari penelitian ini adalah :

1. Hasil belajar kimia adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa

setelah menerima pengalaman belajar kimia (Rofiqoh, 2013 : 11).

2. Media visual adalah media yang menyampaikan informasi dalam bentuk

gambar atau secara visual sehingga tidak terdapat suara. media visual ada

berbagai jenisnya meliputi modul, poster, buku, gambar, grafik dan lain

sebagainya (Murni.2011).

3. Media virtual adalah serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk

perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang

dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di

laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya

(Anonim.2012).

4. Media riil adalah suatu cara dimana guru dan murid bersama-sama

mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau

akibat dari sesuatu aksi (Harahap, 2010 : 21).

5. Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah suatu model pembelajaran

yang melibatkan siswa untuk dapat memecahkan suatu masalah melalui

tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan

yang berhubungan dengan masalah tersebut dan memiliki keterampilan untuk

memecahkan masalah.

6. Hidrolisis garam adalah reaksi antara air dan ion-ion yang berasal dari asam

(19)

67

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M., (1999), Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Agung., (2011), http://agung030492.blogspot.com/2011/06/media-audio_14.html, diakses 11 januari 2014.

Altun., (2009), Develoving An Interactive Virtual Chemistery Laboratory Enriched With Contructivist Learning Activities For Secondary Schools.

Amalia, Erwina., (2012), Pengaruh Penggunaan Laboratorium Virtual dan Laboratorium Real Terhadap Sikap Ilmiah dan Hasl Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga, Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Amir, M. Taufiq., (2009), Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Anonim, (2012),

http://mazguru.wordpress.com/2012/04/19/ayo-manfaatkan-laboratorium-virtual/, diakses 23 januari 2014.

Anonim, (2013),

http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/05/penilaian-ranah-psiko motorik-606857.html, diakses tanggal 18 Januari 2014.

Arsyad, A., (2009), Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Batubara, Rofiqoh., (2013), Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dengan Media Peta Konsep Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Materi Pokok Laju Reaksi, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

E-dutechtepe, (2011), Model Problem Based Learning,

http://e-dutechtepe.blogspot.com/2011/12/model-problem-based-learning.html (Diakses 6 Februari 2014).

Harahap, N.M., (2010), Pengaruh Penggunaan Laboratorium Virtual Dibandingkan Dengan Laboratorium Riil Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Aktifitas Dan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Pada Pokok Bahasab Laju Reaksi, Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

(20)

68

Iis S.J dan Susilawati, 2009, Analisis Penerapan Metode Praktikum Pada Pembelajaran Ilmu Kimia di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Kimia. Volume 1 nomor 1 edisi April 2009. Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Medan.

Kemdikbud, (2012), http://litbang.kemdikbud.go.id/sekretariat/hasilun/index.php /sma/ (Diakses pada : 19 januari 2014)

Masyithah, Husuwatul., (2013), Pengaruh Penerapan Virtual Lab Menggunakan Animasi Adobe Flash dan Real Lab Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Pada Materi Pokok Laju Reaksi, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

Murni, (2011), http://murni-uni.blogspot.com/2011/05/aspek-komunikasi-visual-dalam.html, diakses 12 januari 2014.

Purba, M., (2010), KIMIA 2 Untuk Kelas XI SMA, Erlangga, Jakarta.

Rohani, A., (2004), Pengelolaan Pengajaran, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Ronah, S.M., (2013), Hakikat Dan Pembelajaran Kimia,

http://chemistryandkpopforever.blogspot.com/2013/05/hakikat-dan-pem belajaran-kimia.html, diakses 4 Maret

Rusman, (2012), Model-Model Pembelajaran, PT. RajaGrafindo Persada, Depok.

Sadiman, A.S, dkk., (2009), Media Pendidikan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Silitonga, P.Maulim., (2011), Statistik Teori Dan Aplikasi Dalam Penelitian, FMIPA Unimed, Medan.

Sudjana, N., (2009), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sutirman, (2013), Media & Model-model Pembelajaran Inovatif, PT Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sutresna, Nana., (2007), Kimia Untuk Kelas XI, Grafindo, Jakarta.

Figur

Tabel 2.1 Tahapan-Tahapan Model PBL
Tabel 2 1 Tahapan Tahapan Model PBL . View in document p.9
Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Gambar 2 1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale . View in document p.10
gambar atau secara visual sehingga tidak terdapat suara. media visual ada
gambar atau secara visual sehingga tidak terdapat suara. media visual ada . View in document p.18

Referensi

Memperbarui...