• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI AJAR MEMBACA TEKS BERMUATAN KESANTUNAN:BIPA LEVEL I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MATERI AJAR MEMBACA TEKS BERMUATAN KESANTUNAN:BIPA LEVEL I"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI AJAR MEMBACA TEKS

BERMUATAN KESANTUNAN:BIPA LEVEL I

𝐌𝐨𝐧𝐢𝐜𝐚 𝐑𝐞𝐟𝐢𝐧𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐁𝐚𝐭𝐮 𝐁𝐚𝐫𝐚𝟏, 𝐂𝐚𝐡𝐲𝐨 𝐘𝐮𝐬𝐮𝐟𝟐, 𝐀𝐲𝐮 𝐖𝐮𝐥𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢𝟑

Universitas Tidar, Jl. Kapten Suparman No. 39 Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia email: [email protected]

Abstrak

Belum banyak materi-ajar bermuatan kesantunan mendukung dikonstruksinya materi- ajar kesantunan yang mengacu Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Tahun 2016 fokus keterampilan membaca. Capaian-belajar keterampilan membaca BIPA Level I dalam Kurikulum ini, bahwa pelajar BIPA Level I mampu membaca nyaring teks deskriptif sederhana berkaitan dengan informasi pribadi: nama, alamat, pekerjaan, negara asal, dan keluarga.

Penelitian ini bertujuan memformula materi-ajar membaca teks bermuatan kesantunan bertutur (verbal), bersikap, dan bertindak saat perkenalan diri. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah metode padan subjenis referensial kesantunan verbal berupa persona saya yang mereferensi orang pertama dalam situasi kelas, referensial gerak pada kesantunan bersikap berupa senyuman, serta tubuh sedikit membungkuk mereferensi kesantunan bertindak. Hasil analisis data menunjukkan: (1) lima pelajar mengimplementasikan kesantunan verbal kata saya digunakan dalam situasi formal; (2) empat pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bersikap tersenyum saat perkenalan diri; serta (3) tiga pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bertindak menempelkan kedua telapak tangan ke dada.

Kata Kunci: Kesantunan, Kurikulum BIPA, materi-ajar membaca, dan perkenalan diri Abstract

There were not many teaching-materials that contained politeness was the reason of this politeness teaching-materials constructioned which was refering to the BIPA Course and Training Curriculum 2016 focused on reading skills. Learnt-outcome of BIPA Level I read skills in this curriculum that BIPA Level I students were able to read aloud simple descriptive texts related to personal information: name, address, occupation, country of origin, and family. This study aimed to formulating teaching-materials for read texts contained politeness in verbal, attitude, and action during self-introduction. The data analysis method was the matched method subtypes of verbal politeness referential saya as persona which refered to the first person in a class situation, referential motion on politeness in the form of smile, and bent down the body refered to politeness in act. The result of data analysis showed: (1) five students implemented verbal politeness saya in formal situation; (2) four BIPA students implemented politeness by smiled when introduced themselves; and (3) three BIPA students implemented politeness by put palms to their chest.

Keywords: politeness, BIPA Curriculum, reading teaching-material, and self-introduction

(2)

PENDAHULUAN

Pemerintah Indonesia membuat program menginternasionalkan bahasa Indonesia melalui Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program BIPA ini dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program BIPA berperan meningkatkan fungsi bahasa negara menjadi bahasa internasional. Pernyataan ini dibuktikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2019) yang menyebutkan bahwa penyebarluasan bahasa Indonesia melalui pengajaran BIPA merupakan langkah besar dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia (kemdikbud.go.id).

Kemampuan membaca teks merupakan keterampilan dalam memahami dan mengartikan makna dalam bahasa tulis. Pernyataan ini didukung oleh Kurniawan (2020) yang menjelaskan bahwa membaca teks ialah memahami arti dan makna yang terkandung pada bahasa yang tertulis. Dengan menguasai keterampilan membaca, BIPA Level I dapat memeroleh pengetahuan kesantunan (adab) Indonesia.

Pemahaman kesantunan dapat dijadikan bekal pergaulan penutur asing di Indonesia.

Maulana (2013) mengatakan dengan adanya pengajaran bahasa Indonesia dapat dijadikan kunci utama untuk membuka pintu pengetahuan dan memahami kebudayaan (kesantunan) Indonesia untuk penutur asing.

Belum banyak materi-ajar BIPA yang memuat kesantunan mendorong dikonstruksi “Materi-Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan” yang mengacu Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Tahun 2016. Pernyataan ini sejalan dengan Prasetiyo (2015: 4-5) yang menjelaskan bahwa belum semua buku BIPA menyajikan materi atau informasi tentang aspek-aspek kesantunan masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dari 43 judul buku BIPA yang peneliti ini amati, ternyata yang menyajikan materi tentang aspek-aspek kesantunan masyarakat Indonesia hanya 24 judul atau 56%. Sebanyak 19 judul buku atau 44% tidak menyajikan materi aspek kesantunan.

Kesantunan dikenalkan kepada pelajar BIPA Level I melalui teks. Oleh karena itu, pelajar BIPA membaca teks berisi kesantunan. Dengan membaca teks, pelajar BIPA menambah pengetahuan tentang kesantunan. Agar sesuai dengan Kurikulum BIPA bahwa pelajar BIPA Level I mampu membaca nyaring teks deskriptif sederhana berkaitan dengan informasi pribadi: nama, alamat, pekerjaan, negara asal, dan keluarga, maka teks berisi kesantunan diimplementasikan dalam perkenalan diri BIPA Level I. Selain itu, muatan kesantunan bertujuan agar pelajar BIPA Level I dapat bergaul sesuai adab di Indonesia, sehingga terhindar dari konflik sosial dan kondisi kejutan atau gegar budaya.

METODE

Data penelitian ini terdapat dua macam. Data kesatu berupa konstruksi tentang membaca. Data kesatu bersumber Kurikulum Pelatihan dan Kursus BIPA Tahun 2016.

Data kesatu digunakan untuk menyusun “Materi-Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan”.

(3)

Tabel 1 Sumber Data dan Data

No Sumber Data Data

1 Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Konstruk tentang Membaca

2 Hasil membaca - pelajar BIPA

mampu bertutur Kalimat atau kata

bereferensi kesantunan:

bertutur, bersikap, dan bertindak

Data kedua berupa kesantunan: bertutur, bersikap, bertindak. Data kedua bersumber “Materi-Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan”. Data kedua disediakan peneliti dengan melakukan pengamatan (observasi) kepada pelajar BIPA saat perkenalan diri. Perkenalan diri dilakukan pelajar BIPA setelah membaca teks bermuatan kesantunan. Untuk mendapatkan data kedua, peneliti mengamati pelajar BIPA perkenalan diri melalui video. Perkenalan diri ini merupakan implementasi pelajar BIPA bertutur, bersikap, dan bertindak setelah membaca “teks bermuatan kesantunan”.

Teks bermuatan kesantunan (materi-ajar) dibaca secara nyaring oleh pelajar BIPA Level I melalui video. Selanjutnya, sesuai isi materi-ajar, pelajar BIPA memperkenalkan diri. Suatu harapan, bahwa isi materi-ajar diimplementasikan pelajar BIPA. Pelajar BIPA berperilaku santun dalam bertutur, bersikap, dan bertindak.

Teknik penyediaan data-kesatu, peneliti membaca Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Tahun 2016. Kurikulum ini dikonstruk perihal membaca. Berdasarkan data-kesatu ini, peneliti mengembangkan “Materi-Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan”.

Teknik penyediaan data-kedua, peneliti melakukan observasi partisipatif, yaitu peneliti melaksanaan pengajaran “Membaca Teks Bermuatan Kesantunan” kepada pelajar BIPA Level I secara daring. Langkah berikutnya, peneliti melakukan observasi tidak langsung, peneliti mengamati pelajar BIPA dalam praktik perkenalan diri berupa video. Pengamatan ini disertai pencatatan kalimat-kesantunan. Setelah itu, reduksi data ke dalam jenis kesantunan bertutur (verbal), bersikap, dan bertindak.

Metode analisis data penelitian ialah metode padan dengan alat penentu di luar bahasa yang diteliti. Subjenis metode padan ini ialah referensial, yaitu kenyataan yang ditunjuk, diacu atau dirujuk oleh bahasa yang diteliti. Teknik analisis data penelitian ini ialah Pilah Unsur Penentu (PUP). Kalimat yang mengacu kenyataan kesantunan: tuturan, sikap dan, tindakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Kesantunan Bertutur (Verbal)

Setelah Materi-Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan: BIPA Level I dicobakan, didapat hasil sangat baik dari kelima pelajar BIPA Level I HUFS. Lee Seung Yeon, Kim Hye Jin, Lee Sion, Park Hanbi, dan Lee Seong Bin memiliki perilaku santun bertutur (verbal) saat perkenalan diri. Lima pelajar BIPA Level I HUFS sudah menyebutkan salam pembuka, salam penutup, persona (sapaan), pujian, dan terima kasih.

(4)

2. Kesantunan Bersikap

Setelah diamati melalui video, hanya Lee Seung Yeon, Kim Hye Jin, Lee Sion, dan Park Hanbi yang sudah santun bersikap secara sempurna saat perkenalan diri. Lee Seung Yeon, Kim Hye Jin, dan Park Hanbi menyebutkan aspek kesantunan bersikap, seperti: 1) nama lengkap; 2) nama panggilan; 3) negara asal; 4) agama;5) tempat dan tanggal lahir; 6) usia; 7) pekerjaan/ profesi/ status; 8) alamat tinggal; 9) nama orang tua; 10) profesi orang tua; 11) nama saudara kandung; dan 12) pekerjaan/

profesi atau status saudara kandung. Lee Sion tidak menyebutkan jumalah, nama, dan profesi saudara kandung karena Ia tak memilikinya. Sikap santun juga ditunjukkan dengan senyuman Lee Seung Yeon, Kim Hye Jin, dan Lee Sion saat perkenalan diri.

Lee Seong Bin perlu meningkatkan kesantunan bersikap. Diamati dari video perkenalan diri, Lee Seong Bin saat diminta menjelaskan nama dan profesi saudara kandung justru menyebutkan nama dan kondisi neneknya yang sudah lama sakit, sedangkan hal ini tidak ada dalam perintah materi-ajar.

3. Kesantunan Bertindak

Kesantunan bertindak sempurna (sesuai ilustrasi) sudah dilakukan oleh Lee Seung Yeon, Kim Hye Jin, dan Lee Seong Bin. Kesantunan bertindak Lee Sion, dan Park Hanbi belum sempurna. Lee Sion saat menyebutkan: 1) nama panggilan; 2) negara asal; 3) agama;dan 4) profesi orang tua tidak menempelkan telapak tangannya ke dada. Setelah itu, saat menyebutkan: 1) tempat dan tanggal lahir; serta 2) status sebagai mahasiswa tidak menaruh kedua tangan sejajar perut. Park Hanbi saat menyebutkan: 1) tempat dan tanggal lahir; 2) usia; 3) pekerjaan/ profesi/ status;

dan 4) alamat tinggal tidak menaruh kedua tangannya sejajar perut. Setelah itu, saat mengucapkan: 1) pujian; serta 2) terima kasih tidak membungkuk, tetapi sudah menempelkan kedua telapak tangan dengan posisi vertikal sejajar dada.

PENUTUP

Data kesatu penelitian ini ialah konstruk membaca yang bersumber pada Kurikulum Pelatihan dan Kursus BIPA. Konstruk membaca ini menghasilkan “Materi- Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan”. Validitas data ini didapatkan dengan cara melakukan triangulasi oleh dosen BIPA. Dosen pakar memeriksa kurikulum, konstruk, dan materi-ajar. Data kesatu ini dinyatakan valid. Materi-ajar dicobakan kepada lima pelajar BIPA Level I. Hasil-coba ini mendapatkan data-kedua yang berupa kalimat dan kata yang mereferen kesantunan bertutur dan bersikap serta bertindak saat perkenalan diri.

Pencobaan materi-ajar didapat hasil bahwa lima pelajar BIPA sudah mengimplementasikan (1) kesantunan bertutur (verbal)-contoh: Lee Seung Yeon yang sudah memiliki kesantunan verbal sempurna. Ia menyebutkan Assalamualaikum sebagai salam pembuka dan Wassalamualaikum sebagai salam penutup. Lee Seung Yeon juga menggunakan persona Saya saat menyebutkan Nama saya Lee Seung Yeon. Pernyataan ini menunjukkan kesantunan verbal di situasi formal, khususnya kelas;

(2) kesantunan bersikap-contoh: Kim Hye Jin yang berkenan perkenalan diri dengan menyebut identitas secara lengkap disertai senyuman. Kim Hye Jin berkenan menyebut nama lengkap, nama panggilan, negara asal, agama, tempat dan tanggal lahir, usia, statusnya sebagai mahasiswa HUFS, alamat tinggal, nama dan profesi orang tua, nama dan profesi serta usia kakak kandung laki-lakinya; (3) kesantunan bertindak-Dua pelajar BIPA perlu meningkatkan kesantunan bertindak. Lee Sion

(5)

seharusnya menempelkaan telapak tangannya ke dada saat menyebutkan nama panggilan, namun ia justru membiarkan kedua tangannya menjuntai di samping tubuh. Begitupula dengan Park Hanbi yang tidak agak membungkuk saat mengucapkan terima kasih. Park Hanbi hanya menempelkan kedua telapak tangan dengan posisi vertikal sejajar dada.

DAFTAR PUSTAKA

Kemdikbud. 2019. Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Pemerintah Terus Kirim Tenaga Pengajar BIPA ke Luar Negeri. Diakses pada 6 Oktober 2020, dari kemdikbud.go.id

Kurniawan. (2020). 12 Pengertian Membaca Menurut Para Ahli Beserta Manfaat dan Jenisnya Lengkap. Diakses pada 8 Desember 2020, dari gurupendidikan.co.id

Maulana. (2013). Melalui Program BIPA, Bahasa Indonesia Semakin Banyak Dipelajari oleh Asing. Diakses pada 6 Oktober 2020, dari www.unpad.ac.id

Prasetiyo, E. (2015). Bahan Ajar BIPA Bermuatan Budaya Indonesia:

Pengembangan Bahan Ajar BIPA Bermuatan Budaya Jawa Bagi

Penutur Asing Tingkat Pemula. (Skripsi Sarjana Pendidikan Universitas

Negeri Semarang, 2015). Diakses dari journal.unnes.ac.id

Gambar

Tabel 1 Sumber Data dan Data

Referensi

Dokumen terkait

pada penelitian ini antara lain: pertama, karena murabbi (pendidik) dan mutarabbi (peserta didik) adalah orang yang terlibat langsung dalam kegiatan halaqah tarbiyah

Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka penulis merumuskan kesimpulan mengenai Proedur Pengajuan Pembiayaan KPR Subsidi PT.Bank BTN Syariah KCS Semarang

Pada kondisi tersebut, padi aromatik introduksi (Basmati, KDM, dan HSPR) dan padi aromatik lokal ( Milky rice dan Mentik wangi) memiliki rendemen beras giling dan beras kepala

Selanjutnya ketentuan Pasal 52 huruf b, c dan e UUPK, dapat diketahui BPSK tidak hanya bertugas menyelesaikan sengketa di luar pengadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 49 Ayat

Secara kasar kebutuhan tenaga dosen dapat dihitung berdasarkan jumlah mahasiswa yang terdaftar dalam tiap kelas,misalnya jika dosen menginginkan perbandingan 1:10,maka untuk

Pendapat wajar dengan pengecualian, menyatakan bahwa laporan keuangan auditan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, ralisasi anggaran, posisi

, Pe#er&aan