i HDSS Sleman: Profil Kecamatan 2019
Cover warna – tanpa halaman Cover BW – halaman I
ii
iii HDSS Sleman : Profil Kecamatan 2019
Septi Kurnia Lestari, S.Gz., MMedScPH Kadharmestan Gilang, S.Stat Annisa Ryan Susilaningrum, S.Kep., Ns
Ratri Kusuma Wardani, S.Gz
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM
iv Judul :
HDSS Sleman: Profil Kecamatan 2019 Penanggungjawab:
dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D dr. M.Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D Tim Penyusun:
Septi Kurnia Lestari, S.Gz., MMedScPH Kadharmestan Gilang, S.Stat
Annisa Ryan Susilaningrum, S.Kep., Ns Ratri Kusuma Wardani, S.Gz
ISBN: 978-602-6801-32-6 Editor:
Ratri Kusuma Wardani, S.Gz
Rahsunji Intan Nurvitasari, S.H.G., M.K.M Desain sampul dan ilustrator:
Feby Nurul Wahyuni Tata letak isi:
Septi Kurnia Lestari, S.Gz., MMedScPH Penerbit:
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM
Jalan Farmako Sekip Utara Yogyakarta Yogyakarta 55281
Telp./Fax. (0274) 560300 Email: [email protected]
Penerbit bekerjasama dengan:
Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman Gedung Radiopoetro Lantai 1 Sayap Barat FK-KMK UGM Jalan Farmako Sekip Utara
Yogyakarta 55281
Email: [email protected] Cetakan pertama Januari 2021 Hak penerbitan 2021 FK-KMK UGM Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit
v
Kata Pengantar
Buku HDSS Sleman: Profil Kecamatan 2019 merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman. Buku ini diterbitkan untuk memberikan gambaran kondisi demografi dan kesehatan di tingkat Kabupaten Sleman maupun tingkat kecamatan. Beberapa gambaran yang ditampilkan berupa penggunaan kontrasepsi, kelahiran, imunisasi balita, cedera, kepemilikan asuransi, dan penggunaan fasilitas kesehatan.
Data yang disajikan dalam publikasi berasal dari data HDSS 2019, beberapa indikator, dilengkapi dari data HDSS Sleman tahun-tahun sebelumnya. HDSS Sleman mengumpulkan data dari sampel penduduk Sleman, sehingga bukan suatu sensus.
Namun jumlah sampel yang dipilih dan metode pemilihan sampel dilakukan dengan seksama untuk mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk mewakili kondisi populasi di Kabupaten Sleman. Dengan perbedaan jumlah dan metode pemilihan sampel, maka informasi yang disajikan dalam publikasi ini mungkin akan berbeda dengan informasi yang diperoleh dari sensus atau data register puskesmas atau rumah sakit.
Salah satu keunggulan data HDSS Sleman adalah desain pengumpulan data longitudinal, yang mampu merekam data pada sampel yang sama dari waktu ke waktu. Sehingga hubungan sebab-akibat yang hendak disimpulkan berdasarkan data akan lebih kuat dibandingkan dengan pengumpulan data potong lintang berulang, pengumpulan data pada sampel yang mungkin berbeda pada setiap kali survei.
Besar harapan kami agar informasi dalam buku ini dapat bermanfaat untuk pembuatan kebijakan pembangunan berdasarkan bukti ilmiah di Kabupaten Sleman maupun di Indonesia pada umumnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyusunan buku ini.
Sleman, Januari 2021 Ketua HDSS Sleman
dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D NIP. 196905211999032001
vi
Daftar Isi
HDSS Sleman : Profil Kecamatan 2019 iii
Kata Pengantar v
Daftar Isi vi
Daftar Tabel x
Daftar Gambar xi
BAGIAN PERTAMA: SELAYANG PANDANG HDSS SLEMAN 1
BAGIAN KEDUA: PROFIL KABUPATEN DAN KECAMATAN 12
Piramida Penduduk Kabupaten Sleman 15
Status Ekonomi Keluarga Kabupaten Sleman 15
Tingkat Pendidikan Penduduk Kabupaten Sleman 16
Pekerjaan Penduduk Kabupaten Sleman 16
Status Pernikahan Penduduk Kabupaten Sleman 17
Penggunaan Kontrasepsi Kabupaten Sleman 18
Persalinan di Kabupaten Sleman 21
Imunisasi Balita di Kabupaten Sleman 22
Kejadian Cedera di Kabupaten Sleman 25
Kepemilikan Asuransi Kesehatan oleh Responden HDSS Sleman 27 Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan oleh Penduduk Kabupaten Sleman 28
Kecamatan Moyudan 30
Data Demografi 30
Jenis kontrasepsi 31
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 32
Cedera 32
Kepemilikan asuransi kesehatan 33
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 33
Kecamatan Minggir 36
Data Demografi 36
Jenis kontrasepsi 37
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 38
Cedera 38
Kepemilikan asuransi kesehatan 39
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 39
Kecamatan Seyegan 42
Data Demografi 42
Jenis kontrasepsi 43
vii
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 44
Cedera 44
Kepemilikan asuransi kesehatan 45
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 45
Kecamatan Godean 48
Data Demografi 48
Jenis kontrasepsi 49
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 50
Cedera 50
Kepemilikan asuransi kesehatan 51
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 51
Kecamatan Gamping 54
Data Demografi 54
Jenis kontrasepsi 55
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 56
Cedera 56
Kepemilikan asuransi kesehatan 57
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 57
Kecamatan Mlati 60
Data Demografi 60
Jenis kontrasepsi 61
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 62
Cedera 62
Kepemilikan asuransi kesehatan 63
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 63
Kecamatan Depok 66
Data Demografi 66
Jenis kontrasepsi 67
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 68
Cedera 68
Kepemilikan asuransi kesehatan 69
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 69
Kecamatan Berbah 72
Data Demografi 72
Jenis kontrasepsi 73
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 74
viii
Cedera 74
Kepemilikan asuransi kesehatan 75
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 75
Kecamatan Prambanan 78
Data Demografi 78
Jenis kontrasepsi 79
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 80
Cedera 80
Kepemilikan asuransi kesehatan 81
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 82
Kecamatan Kalasan 84
Data Demografi 84
Jenis kontrasepsi 85
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 86
Cedera 86
Kepemilikan asuransi kesehatan 87
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 87
Kecamatan Ngemplak 90
Data Demografi 90
Jenis kontrasepsi 91
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 92
Cedera 92
Kepemilikan asuransi kesehatan 93
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 93
Kecamatan Ngaglik 96
Data Demografi 96
Jenis kontrasepsi 97
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 98
Cedera 98
Kepemilikan asuransi kesehatan 99
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 99
Kecamatan Sleman 102
Data Demografi 102
Jenis kontrasepsi 103
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 104
Cedera 104
ix
Kepemilikan asuransi kesehatan 105
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 105
Kecamatan Tempel 108
Data Demografi 108
Jenis kontrasepsi 109
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 110
Cedera 110
Kepemilikan asuransi kesehatan 111
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 111
Kecamatan Turi 114
Data Demografi 114
Jenis kontrasepsi 115
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 116
Cedera 116
Kepemilikan asuransi kesehatan 117
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 117
Kecamatan Pakem 120
Data Demografi 120
Jenis kontrasepsi 121
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 122
Cedera 122
Kepemilikan asuransi kesehatan 123
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 123
Kecamatan Cangkringan 126
Data Demografi 126
Jenis kontrasepsi 127
Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup 128
Cedera 128
Kepemilikan asuransi kesehatan 129
Pemanfaatan fasilitas kesehatan 129
DAFTAR SINGKATAN 132
GLOSARIUM 133
DAFTAR PUSTAKA 136
x
Daftar Tabel
Tabel 1.Penyuluhan Kesehatan oleh HDSS Sleman Tahun 2019 6
xi
Daftar Gambar
Gambar 1. Persebaran lokasi pengumpulan Data HDSS Sleman 4
Gambar 2. Peta jalan penelitian HDSS Sleman 5
Gambar 3. Dokumentasi Diskusi Tokoh Masyarakat untuk Menginisiasi Pembentukan
CEC 7
Gambar 4. Diseminasi Hasil HDSS Sleman kepada SKPD atau OPD Kabupaten Sleman 8 Gambar 5. Rapat Koordinasi Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Kesehatan dan
Sosial Tahun 2019 (10 Mei 2019) 10
Gambar 6. Rapat Koordinasi Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Kesehatan dan
Sosial Tahun 2019 (26 Juli 2019) 10
Gambar 7. FGD Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial
Tahun 2019 (30 September 2019) 10
Gambar 8. Piramida penduduk berdasarkan data HDSS Sleman tahun 2015 dan 2019 15 Gambar 9. Status ekonomi rumah tangga HDSS Sleman tahun 2018 15 Gambar 10. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun pada tahun
2015 dan 2019 16
Gambar 11. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman usia 15-64 tahun pada tahun 2019 16 Gambar 12. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun pada tahun
2015 dan 2019 17
Gambar 13. Status pernikahan dini (menikah pada usia <19 tahun) responden HDSS
Sleman tahun 2014 – 2019 18
Gambar 14. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berusia reproduktif menurut jenis kelamin pada tahun 2019 18 Gambar 15. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berjenis
kelamin perempuan pada usia reproduktif tahun 2019 per kecamatan 19 Gambar 16. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berjenis
kelamin laki-laki pada usia reproduktif tahun 2019 per kecamatan 20 Gambar 17. Jenis kontrasepsi yang digunakan responden HDSS Sleman berjenis kelamin
perempuan dalam usia reproduktif tahun 2019 20
Gambar 18. Jenis kontrasepsi yang digunakan responden HDSS Sleman berjenis kelamin
laki-laki dalam usia reproduktif tahun 2019 21
Gambar 19. Kejadian berakhirnya kehamilan tahun 2016-2019 21 Gambar 20. Metode persalinan pada bayi lahir hidup tahun 2016-2019 22 Gambar 21. Penolong persalinan pada bayi lahir hidup tahun 2016-2019 22 Gambar 22. Proporsi balita usia 1-4 tahun yang menerima imunisasi campak, polio,
DPT, BCG, dan hepatitis 0 23
Gambar 23. Persentase balita dengan imunisasi dasar lengkap dan persentase balita ≤ 1
Tahun dengan imunisasi lengkap sesuai jadwal 23
xii Gambar 24.Alasan balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap 24 Gambar 25.Persentase imunisasi non program pada responden balita HDSS Sleman
tahun 2019 24
Gambar 26. Prevalensi cedera pada responden HDSS Sleman tahun 2016-2019 25 Gambar 27. Prevalensi cedera pada responden HDSS Sleman tahun 2019 per kecamatan
26
Gambar 28. Tempat terjadinya cedera tahun 2019 26
Gambar 29. Kepemilikan asuransi oleh responden HDSS Sleman tahun 2015 – 2019 27 Gambar 30. Kepemilikan asuransi oleh responden HDSS Sleman tahun 2019 per
kecamatan 27
Gambar 31. Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk rawat inap oleh responden HDSS
Sleman tahun 2019 28
Gambar 32. Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk rawat jalan oleh responden HDSS
Sleman tahun 2019 28
Gambar 33. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman tahun 2019 29 Gambar 34. Piramida penduduk Kecamatan Moyudan data HDSS Sleman tahun 2019 30 Gambar 35. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Moyudan tahun 2019 30
Gambar 36. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Moyudan tahun 2019 30
Gambar 37. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Moyudan tahun
2019 31
Gambar 38. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Moyudan menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 31 Gambar 39. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Moyudan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 32
Gambar 40. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Moyudan
tahun 2019 (Januari-April) 32
Gambar 41. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Moyudan tahun 2019 33 Gambar 42. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Moyudan menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 33
Gambar 43. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Moyudan
menurut data HDSS Sleman 2019 34
Gambar 44. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Moyudan
menurut data HDSS Sleman 2019 34
Gambar 45. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Moyudan tahun
2019 35
Gambar 46. Piramida penduduk Kecamatan Minggir data HDSS Sleman tahun 2019 36
xiii Gambar 47. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Minggir tahun 2019 36
Gambar 48. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Minggir tahun 2019 36
Gambar 49. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Minggir tahun 2019 37 Gambar 50. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Minggir menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 37 Gambar 51. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Minggir menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 38
Gambar 52. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Minggir tahun 2019 38 Gambar 53. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Minggir menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 39
Gambar 54. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Minggir
menurut data HDSS Sleman 2019 40
Gambar 55. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Minggir
menurut data HDSS Sleman 2019 40
Gambar 56. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Minggir tahun
2019 41
Gambar 57. Piramida penduduk Kecamatan Seyegan data HDSS Sleman tahun 2019 42 Gambar 58. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Seyegan tahun 2019 42
Gambar 59. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Seyegan tahun 2019 42
Gambar 60. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Seyegan tahun 2019 43 Gambar 61. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Seyegan menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 43 Gambar 62. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Seyegan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 44
Gambar 63. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Seyegan tahun 2019 44 Gambar 64. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Seyegan menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 45
Gambar 65. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Seyegan
menurut data HDSS Sleman 2019 46
Gambar 66. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Seyegan
menurut data HDSS Sleman 2019 46
Gambar 67. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Seyegan tahun
2019 47
xiv Gambar 68. Piramida penduduk Kecamatan Godean data HDSS Sleman tahun 2019 48 Gambar 69. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Godean tahun 2019 48
Gambar 70. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Godean tahun 2019 48
Gambar 71. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Godean tahun 2019 49 Gambar 72. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Godean menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 49 Gambar 73. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Godean menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 50
Gambar 74. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Godean tahun
2019 (Januari-April) 50
Gambar 75. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Godean tahun 2019 51 Gambar 76. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Godean menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 51
Gambar 77. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Godean
menurut data HDSS Sleman 2019 52
Gambar 78. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Godean
menurut data HDSS Sleman 2019 52
Gambar 79. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Godean tahun
2019 53
Gambar 80. Piramida penduduk Kecamatan Gamping data HDSS Sleman tahun 2019 54 Gambar 81. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Gamping tahun 2019 54
Gambar 82. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Gamping tahun 2019 54
Gambar 83. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Gamping tahun 2019 55 Gambar 84. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Gamping menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 55 Gambar 85. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Gamping menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 56
Gambar 86. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Gamping
tahun 2019 (Januari-April) 56
Gambar 87. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Gamping tahun 2019 57 Gambar 88. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Gamping menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 57
xv Gambar 89. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Gamping
menurut data HDSS Sleman 2019 58
Gambar 90. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Gamping
menurut data HDSS Sleman 2019 58
Gambar 91. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Gamping tahun
2019 59
Gambar 92. Piramida penduduk Kecamatan Mlati data HDSS Sleman tahun 2019 60 Gambar 93. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Mlati tahun 2019 60
Gambar 94. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Mlati tahun 2019 60
Gambar 95. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Mlati tahun 2019 61 Gambar 96. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Mlati menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 61 Gambar 97. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Mlati menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 62 Gambar 98. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Mlati tahun
2019 (Januari-April) 62
Gambar 99. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Mlati tahun 2019 63 Gambar 100. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Mlati menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 63
Gambar 101. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Mlati
menurut data HDSS Sleman 2019 64
Gambar 102. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Mlati
menurut data HDSS Sleman 2019 64
Gambar 103. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Mlati tahun
2019 65
Gambar 104. Piramida penduduk Kecamatan Depok data HDSS Sleman tahun 2019 66 Gambar 105. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Depok tahun 2019 66
Gambar 106. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Depok tahun 2019 66
Gambar 107. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Depok tahun 2019 67 Gambar 108. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Depok menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 67 Gambar 109. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Depok menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 68
xvi Gambar 110. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Depok tahun
2019 (Januari-April) 68
Gambar 111. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Depok tahun 2019 69 Gambar 112. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Depok menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 69
Gambar 113. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Depok
menurut data HDSS Sleman 2019 70
Gambar 114. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Depok
menurut data HDSS Sleman 2019 70
Gambar 115. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Depok tahun
2019 71
Gambar 116. Piramida penduduk Kecamatan Berbah data HDSS Sleman tahun 2019 72 Gambar 117. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Berbah tahun 2019 72
Gambar 118. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Berbah tahun 2019 72
Gambar 119. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Berbah tahun 2019 73 Gambar 120. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Berbah menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 73 Gambar 121. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Berbah menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 74 Gambar 122. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Berbah tahun
2019 (Januari-April) 74
Gambar 123. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Berbah tahun 2019 75 Gambar 124. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Berbah menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 75
Gambar 125. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Berbah
menurut data HDSS Sleman 2019 76
Gambar 126. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Berbah
menurut data HDSS Sleman 2019 76
Gambar 127. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Berbah tahun
2019 77
Gambar 128. Piramida penduduk Kecamatan Prambanan data HDSS Sleman tahun 2019 78 Gambar 129. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Prambanan tahun 2019 78
Gambar 130. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Prambanan tahun 2019 78
xvii Gambar 131. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Prambanan tahun
2019 79
Gambar 132. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Prambanan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 79
Gambar 133. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Prambanan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 80
Gambar 134. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Prambanan
tahun 2019 (Januari-April) 80
Gambar 135. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Prambanan tahun 2019 81 Gambar 136. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Prambanan menurut data
HDSS Sleman tahun 2019 81
Gambar 137. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Prambanan
menurut data HDSS Sleman 2019 82
Gambar 138. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Prambanan
menurut data HDSS Sleman 2019 83
Gambar 139. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Prambanan
tahun 2019 83
Gambar 140. Piramida penduduk Kecamatan Kalasan data HDSS Sleman tahun 2019 84 Gambar 141. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Kalasan tahun 2019 84
Gambar 142. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Kalasan tahun 2019 84
Gambar 143. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Kalasan tahun
2019 85
Gambar 144. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Kalasan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 85
Gambar 145. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Kalasan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 86
Gambar 146. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Kalasan
tahun 2019 (Januari-April) 86
Gambar 147. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Kalasan tahun 2019 87 Gambar 148. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Kalasan menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 87
Gambar 149. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Kalasan
menurut data HDSS Sleman 2019 88
Gambar 150. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Kalasan
menurut data HDSS Sleman 2019 88
xviii Gambar 151. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Kalasan tahun
2019 89
Gambar 152. Piramida penduduk Kecamatan Ngemplak data HDSS Sleman tahun 2019 90 Gambar 153. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Ngemplak tahun 2019 90
Gambar 154. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Ngemplak tahun 2019 90
Gambar 155. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Ngemplak tahun
2019 91
Gambar 156. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Ngemplak menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 91
Gambar 157. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Ngemplak menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 92
Gambar 158. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Ngemplak
tahun 2019 (Januari-April) 92
Gambar 159. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Ngemplak tahun 2019 93 Gambar 160. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Ngemplak menurut data
HDSS Sleman tahun 2019 93
Gambar 161. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Ngemplak
menurut data HDSS Sleman 2019 94
Gambar 162. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Ngemplak
menurut data HDSS Sleman 2019 94
Gambar 163. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Ngemplak tahun
2019 95
Gambar 164. Piramida penduduk Kecamatan Ngaglik data HDSS Sleman tahun 2019 96 Gambar 165. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Ngaglik tahun 2019 96
Gambar 166. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Ngaglik tahun 2019 96
Gambar 167. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Ngaglik tahun 2019 97 Gambar 168. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Ngaglik menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 97
Gambar 169. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Ngaglik menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 98
xix Gambar 170. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Ngaglik
tahun 2019 (Januari-April) 98
Gambar 171. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Ngaglik tahun 2019 99 Gambar 172. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Ngaglik menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 99
Gambar 173. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Ngaglik
menurut data HDSS Sleman 2019 100
Gambar 174. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Ngaglik
menurut data HDSS Sleman 2019 100
Gambar 175. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Ngaglik tahun
2019 101
Gambar 176. Piramida penduduk Kecamatan Sleman data HDSS Sleman tahun 2019 102 Gambar 177. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Sleman tahun 2019 102
Gambar 178. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Sleman tahun 2019 102
Gambar 179. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Sleman tahun 2019 103 Gambar 180. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Sleman menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 103 Gambar 181. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Sleman menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 104 Gambar 182. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Sleman
tahun 2019 (Januari-April) 104
Gambar 183. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Sleman tahun 2019 105 Gambar 184. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Sleman menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 105
Gambar 185. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Sleman
menurut data HDSS Sleman 2019 106
Gambar 186. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Sleman
menurut data HDSS Sleman 2019 106
Gambar 187. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Sleman tahun
2019 107
Gambar 188. Piramida penduduk Kecamatan Tempel data HDSS Sleman tahun 2019 108 Gambar 189. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Tempel tahun 2019 108
Gambar 190. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Tempel tahun 2019 108
xx Gambar 191. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Tempel tahun 2019
109 Gambar 192. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Tempel menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 109
Gambar 193. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Tempel menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 110
Gambar 194. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Tempel
tahun 2019 (Januari-April) 110
Gambar 195. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Tempel tahun 2019 111 Gambar 196. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Tempel menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 111
Gambar 197. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Tempel
menurut data HDSS Sleman 2019 112
Gambar 198. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Tempel
menurut data HDSS Sleman 2019 112
Gambar 199. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Tempel tahun
2019 113
Gambar 200. Piramida penduduk Kecamatan Turi data HDSS Sleman tahun 2019 114 Gambar 201. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Turi tahun 2019 114
Gambar 202. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Turi tahun 2019 114
Gambar 203. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Turi tahun 2019 115 Gambar 204. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Turi menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 115 Gambar 205. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Turi menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 116 Gambar 206. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Turi tahun
2019 (Januari-April) 116
Gambar 207. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Turi tahun 2019 117 Gambar 208. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Turi menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 117
Gambar 209. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Turi
menurut data HDSS Sleman 2019 118
Gambar 210. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Turi
menurut data HDSS Sleman 2019 118
xxi Gambar 211. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Turi tahun 2019
119 Gambar 212. Piramida penduduk Kecamatan Pakem data HDSS Sleman tahun 2019 120 Gambar 213. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Pakem tahun 2019 120
Gambar 214. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Pakem tahun 2019 120
Gambar 215. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Pakem tahun 2019 121 Gambar 216. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Pakem menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 121 Gambar 217. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status
kawin, usia 15-49) di Kecamatan Pakem menurut Data HDSS Sleman tahun 2019 122 Gambar 218. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Pakem tahun
2019 (Januari-April) 122
Gambar 219. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Pakem tahun 2019 123 Gambar 220. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Pakem menurut data HDSS
Sleman tahun 2019 123
Gambar 221. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Pakem
menurut data HDSS Sleman 2019 124
Gambar 222. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Pakem
menurut data HDSS Sleman 2019 124
Gambar 223. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Pakem tahun
2019 125
Gambar 224. Piramida penduduk Kecamatan Cangkringan data HDSS Sleman tahun
2019 126
Gambar 225. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Cangkringan tahun 2019 126
Gambar 226. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan
Cangkringan tahun 2019 126
Gambar 227. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Cangkringan tahun
2019 127
Gambar 228. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Cangkringan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 127
Gambar 229. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Cangkringan menurut Data HDSS Sleman tahun
2019 128
xxii Gambar 230. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Cangkringan
tahun 2019 (Januari-April) 128
Gambar 231. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Cangkringan tahun 2019 129 Gambar 232. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Cangkringan menurut data
HDSS Sleman tahun 2019 129
Gambar 233. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Cangkringan
menurut data HDSS Sleman 2019 130
Gambar 234. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Cangkringan 130 Gambar 235. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Cangkringan
tahun 2019 131
1
BAGIAN PERTAMA: SELAYANG PANDANG HDSS SLEMAN
(desain)
2 Health and Demographic Surveillance System (HDSS) merupakan sistem surveilans yang banyak dikembangkan di berbagai negara. Sistem surveilans ini mengumpulkan data transisi kependudukan, status kesehatan dan transisi sosial secara periodik pada kurun waktu tertentu. Pengembangan sistem ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan data mutakhir bagi pembuat kebijakan maupun praktisi kesehatan.(1)
Sistem Surveilans Demografi dan Kesehatan (Health and Demographic Surveillance System/HDSS) Sleman diinisiasi pada tahun 2014 oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada dengan dukungan dari pemerintah Kabupaten Sleman. Pengambilan data secara rutin tiap tahun dimulai pada tahun 2015. Sehingga sampai 2019 sudah terkumpul lima siklus pengambilan data.
HDSS Sleman memiliki visi untuk “Mendukung pengembangan keilmuan di bidang kesehatan melalui penelitian berbasis data populasi berkelas dunia yang inovatif, unggul, dan berkualitas”.
Misi HDSS Sleman adalah:
1. Mengumpulkan data longitudinal berbasis populasi yang berkualitas dengan efisien.
2. Mendukung keberlangsungan riset kesehatan di UGM.
3. Mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang penelitian longitudinal berbasis populasi.
4. Mendorong terbentuknya kebijakan kesehatan berdasarkan bukti ilmiah.
5. Mendukung kegiatan pengabdian masyarakat berbasis bukti ilmiah.
Untuk mencapai visi dan misinya, tujuan strategis HDSS Sleman adalah:
1. Membangun surveillance site untuk mengumpulkan data demografis, epidemiologi, faktor ekologis (faktor risiko), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
2. Membangun jejaring dan kemitraan dalam rangka mendukung penyelenggaraan penelitian yang mandiri serta berkelanjutan.
3. Menghasilkan data demografi dan kesehatan yang berkualitas sebagai dasar penelitian lanjutan, evidence-based policy-making, pengabdian masyarakat, serta kegiatan pendidikan.
3 4. Menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pendidikan di bidang
penelitian longitudinal berbasis populasi.
5. Mendukung peningkatan status kesehatan masyarakat melalui pengabdian masyarakat berbasis bukti.
Metode penelitian HDSS Sleman
Kabupaten Sleman dipilih sebagai tempat pelaksanaan HDSS karena memiliki area dengan karakteristik urban dan rural. Karakteristik ini diperlukan untuk dapat menggambarkan perbedaan kejadian penyakit di area tersebut yang nantinya mempengaruhi intervensi yang dilakukan.
HDSS Sleman memiliki desain penelitian longitudinal yang melakukan wawancara tatap muka dengan kunjungan rumah tangga setiap tahun. Metode penelitian HDSS Sleman adalah kuantitatif. Pemilihan sampel rumah tangga dilakukan secara acak dengan metode two-stage cluster sampling with probability proportionate to size. Dengan metode ini terpilih 216 kluster (blok sensus 2010) yang tersebar di 17 kecamatan dan 80 desa di Kabupaten Sleman. Dari seluruh kluster tersebut, 184 kluster berada di wilayah perkotaan dan 32 kluster berada di wilayah pedesaan (Gambar 1). Dari setiap kluster terpilih, kurang lebih 25 rumah tangga dipilih secara acak. Rumah tangga yang dapat berpartisipasi dalam HDSS Sleman adalah yang telah atau berencana tinggal di wilayah kluster terpilih selama minimal 6 bulan. Pada siklus pertama pengumpulan data di tahun 2015, sebanyak 5,147 rumah tangga berpartisipasi dalam HDSS.(2) Sekitar 90.25% dari responden siklus pertama tetap berpartisipasi hingga siklus ke-5.
Periode pengumpulan data siklus 5 (siklus utama tahun 2019) dimulai pada tanggal 5 Maret 2019 sampai 20 Mei 2019. Pada siklus 5, in scope population HDSS Sleman terdiri dari dua panel yaitu panel 1 (4,799 rumah tangga) dimana sampel berasal dari siklus sebelumnya. Sedangkan panel 2 (264 rumah tangga) yang berasal dari refreshment sample. Berdasarkan jumlah total sampel pada siklus 5 sebanyak 5,063 rumah tangga. Tidak semua sampel bersedia di wawancara dan dikunjungi ulang pada siklus berikutnya. Terdapat 143 rumah tangga pada panel 1 yang drop out/keluar dari siklus 5. Kemudian rumah tangga yang berhasil wawancara sebanyak 4,890 rumah tangga (response rate 96.58%) dengan total 21,877 anggota rumah tangga, sedangkan yang gagal wawancara sebanyak 337 rumah tangga.
4 HDSS Sleman mengumpulkan data demografis setiap siklus untuk mendapatkan gambaran kejadian kelahiran, kematian, dan migrasi. Selain itu, data kesehatan dikumpulkan sesuai dengan peta jalan penelitian HDSS Sleman selama 10 tahun (2014- 2024, lihat Gambar 2).
Gambar 1. Persebaran lokasi pengumpulan Data HDSS Sleman
5
Gambar 2. Peta jalan penelitian HDSS Sleman
Responden HDSS Sleman
Sebagian besar data HDSS Sleman diperoleh dari wawancara dengan salah satu anggota rumah tangga (ART) yang berusia 18 tahun dan paling mengerti kondisi anggota rumah tangganya. Jika saat wawancara responden yang bersangkutan ada, maka pertanyaan akan langsung ditujukan ke responden tersebut.
Pemanfaatan data HDSS Sleman
HDSS Sleman membuka kesempatan penggunaan data sebagai bahan penulisan karya ilmiah atau tugas akhir. Untuk mendapat data HDSS Sleman, pengguna harus mengikuti prosedur yang ada, mulai dari pengisian formulir, mengumpulkan dokumen yang menjadi persyaratan, dan mengambil data set yang diminta setelah permohonan disetujui.
Selain itu, HDSS memfasilitasi peneliti di lingkungan FK-KMK UGM untuk melakukan penelitian tersarang (nested research) di wilayah kerja HDSS Sleman. Nested research merupakan penelitian yang mengumpulkan data tambahan (data primer) dengan menggunakan populasi HDSS.
6 Kegiatan penunjang HDSS Sleman
Kegiatan penunjang dilakukan oleh HDSS Sleman dalam rangka mencapai tujuan non penelitian dan memberikan manfaat lebih luas kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini di antaranya pengabdian masyarakat, diskusi tokoh masyarakat, serta terlibat dalam evaluasi pembangunan bidang kesehatan dan sosial dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman.
A. Pengabdian Masyarakat
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan rutin dalam rangka menjalin hubungan baik dengan responden dan komunitas di area HDSS Sleman.
Pengabdian masyarakat dilaksanakan sesuai temuan HDSS Sleman, permintaan masyarakat atau tokoh masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat berupa penyuluhan kesehatan, pelatihan kader, dan pemeriksaan kesehatan.
Tema kegiatan ini dapat menyesuaikan permintaan pemohon maupun permasalahan kesehatan yang ada. Pengabdian masyarakat yang terlaksana selama tahun 2019 disajikan dalam Tabel 1.
Tabel 1.Penyuluhan Kesehatan oleh HDSS Sleman Tahun 2019
No Tema Kegiatan Sasaran Lokasi Waktu Pemateri 1 Penyuluhan :
Demensia pada lansia
Lansia Posyandu lansia Dusun Kentungan, Depok
25 Februari
2019 Sri Mulyani, S.Kep., Ns., MNg
2 Pelatihan : Pengukuran kadar gula darah, asam urat,
kolesterol, dan tekanan darah
Kader
lansia Posyandu lansia Dusun Kentungan, Depok
25 Februari
2019 Anggi Lukman
Wicaksana, S.Kep., Ns., M.S Anita Kustanti, S.Kep, Ns, M.Kep 3 Penyuluhan :
Bahaya merokok dan cara berhenti merokok
Bapak- bapak dan Ibu- ibu
Dusun Jaranan, Cangkringan
12 Juli 2019 Jusniar Dwi Rahaju, S.Psi, Psi
4 Penyuluhan : Pentingnya pemberian ASI eksklusif
Ibu
balita Posyandu balita Dusun Sribit, Berbah
15 Juli 2019 dr. Hayu Qaimamunazza la, MPH
5 Penyuluhan : Kesehatan gigi lansia
Lansia Posyandu lansia Dusun Karangmalang,
18 Juli 2019 drg. Elastria Widita, M.Sc
7 No Tema Kegiatan Sasaran Lokasi Waktu Pemateri
Depok 6 Penyuluhan :
Swamedikasi
Ibu-ibu Dusun Brayut, Sleman
4 Agustus 2019
Dr. Tri Murini, M.Si., Apt 7 Penyuluhan :
Kanker serviks Ibu-ibu Dusun Sidomulyo, Sleman
2 September
2019 dr. Anis Widyasari, Sp.OG 8 Penyuluhan :
Penyakit Tidak Menular (PTM)
Ibu-ibu Dusun
Randugunting, Kalasan
9 Oktober 2019
Vena Jaladara, SKM., MPH
B. Diskusi Tokoh Masyarakat Untuk Menginisiasi Pembentukan Community Engagement Committee (CEC)
HDSS Sleman telah mengundang beberapa tokoh masyarakat perwakilan kecamatan di Kabupaten Sleman untuk mengikuti diskusi informal dalam rangka inisiasi pembentukan Community Engagement Committee (CEC). Pembentukan CEC bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan kerjasama tokoh masyarakat sebagai penggerak, fasilitator dan motivator bagi masyarakat dalam kegiatan HDSS Sleman. Diskusi informal ini dimaksudkan untuk menggali permasalahan yang dirasakan masyarakat terkait pengambilan data HDSS Sleman dan memohon masukan dari masyarakat terkait rencana pembentukan CEC. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2019 di sekretariat HDSS Sleman, Gedung Radiopoetro Lantai 1 Sayap Barat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.
Gambar 3. Dokumentasi Diskusi Tokoh Masyarakat untuk Menginisiasi Pembentukan CEC
8 C. Diseminasi Hasil HDSS Sleman kepada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten
Sleman (Pertemuan OPD dan SKPD)
HDSS Sleman telah bekerja sama dengan Bappeda Kabupaten Sleman untuk menyelenggarakan acara diseminasi hasil HDSS Sleman kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilakukan oleh divisi Stakeholders Engagement HDSS Sleman yang berlangsung pada tanggal 29 Januari 2019 di Ruang Rapat Gambuh Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta.
Kegiatan ini dibuka oleh Drs. Pranama, M.Si dari Bappeda Kabupaten Sleman. Sedangkan pemaparan hasil HDSS Sleman dilakukan oleh dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Sleman serta mendorong pengembangan kebijakan yang berbasis bukti untuk meminimalisir dampak peningkatan beban penyakit.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari OPD dan diharapkan dapat menginisiasi adanya luaran yang sinergis antar institusi di Kabupaten Sleman.
Gambar 4. Diseminasi Hasil HDSS Sleman kepada SKPD atau OPD Kabupaten Sleman
D. Penyusunan Laporan Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Kabupaten Sleman
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan HDSS Sleman dalam menyusun laporan perencanaan dan evaluasi kinerja bidang kesehatan dan sosial untuk perubahan Rencana Kinerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman tahun 2020-2021. Dalam
9 kegiatan ini, tim HDSS dipimpin oleh salah satu tenaga ahli dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan yang juga merupakan peneliti HDSS Sleman (FK-KMK) UGM yaitu dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.
Dalam menyusun laporan kajian, selain melakukan telaah dokumen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sleman, HDSS Sleman beberapa kali mengadakan pertemuan bersama Bappeda Kabupaten Sleman.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada 10 Mei 2019 di Kantor Bappeda Sleman untuk mendiskusikan hasil HDSS Sleman yang terkait dengan permasalahan dan isu strategis bidang kesehatan dan sosial di Kabupaten Sleman. OPD yang diundang untuk berdiskusi meliputi Dinas Kesehatan, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB).
Pada 17 Mei 2019, dilakukan diskusi dengan tim kajian dan ahli dari FK- KMK UGM untuk merumuskan rekomendasi yang dapat diberikan terkait isu kesehatan lingkungan dan isu sosial. Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh dr. Hayu Qaimamunazzala dari FK-KMK dan Marlita Putri Ekasari, S.Farm, Apt., MPH dari Fakultas Farmasi UGM. Selanjutnya, HDSS Sleman bersama Bappeda Kabupaten Sleman melakukan Focus Group Discussion (FGD) kepada OPD terkait untuk mendiskusikan permasalahan dan isu strategis dari masing-masing OPD.
Rangkaian diskusi HDSS Sleman bersama OPD dilanjutkan dengan mendengarkan pemaparan dari Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas P3AP2KB terkait Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 September 2019 dengan dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D hadir sebagai narasumber yang menyampaikan rekomendasi di akhir kegiatan.
10
Gambar 5. Rapat Koordinasi Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Kesehatan dan Sosial Tahun 2019 (10 Mei 2019)
Gambar 6. Rapat Koordinasi Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Kesehatan dan Sosial Tahun 2019 (26 Juli 2019)
Gambar 7. FGD Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial Tahun
2019 (30 September 2019)
11
12
BAGIAN KEDUA: PROFIL KABUPATEN DAN KECAMATAN
Bagian kedua memuat profil Kabupaten Sleman dan masing-masing kecamatan di Kabupaten Sleman. Dalam bagian ini disajikan data demografi, penggunaan kontrasepsi, kelahiran, imunisasi balita, cedera, kepemilikan asuransi, dan penggunaan fasilitas kesehatan. Informasi ini disajikan pada level kabupaten dan kecamatan. Informasi yang disajikan mungkin akan berbeda dengan informasi yang diperoleh dari sensus atau data register puskesmas atau rumah sakit. Hal ini dikarenakan HDSS Sleman mengumpulkan data dari sampel penduduk bukan seperti sensus yang mengumpulkan data dari seluruh penduduk.
Selain itu, HDSS Sleman dirancang untuk menghasilkan informasi yang mewakili kondisi di level kabupaten bukan kecamatan. Namun dalam menganalisis data per kecamatan, langkah statistik (pembobotan menurut komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan usia di tiap kecamatan) telah dilakukan untuk menghasilkan informasi yang dapat menggambarkan kondisi di tiap kecamatan. Definisi operasional dari indikator-indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:
Piramida penduduk adalah jumlah penduduk per kelompok umur dan jenis kelamin dalam bentuk persen yang disajikan dalam diagram batang.
Status ekonomi keluarga atau wealth index merupakan indikator tingkat ekonomi rumah tangga yang dibuat berdasarkan informasi mengenai kepemilikan aset (mis. rumah, mobil, TV, motor), karakteristik rumah (mis. jenis tembok. jenis atap), serta akses ke air bersih serta listrik. Informasi tersebut diolah menggunakan principal component analysis (PCA) yang kemudian digunakan untuk mengelompokkan rumah tangga dalam 5 kelompok status ekonomi, yaitu:
bawah, menengah bawah, menengah, menengah atas dan atas.
Tingkat pendidikan adalah pendidikan tertinggi yang pernah/sedang ditempuh ketika responden diwawancara yang terbagi menjadi tidak sekolah/belum pernah sekolah, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, D2/D3, D4/S1, S2/S3. Tingkat pendidikan juga disajikan dalam tiga kategori: rendah (tidak sekolah, SD sederajat), menengah (SMP sederajat dan SMA sederajat), dan tinggi (D1 hingga S3).
Pekerjaan adalah jenis pekerjaan sesuai dengan pernyataan responden yang dikelompokkan menjadi tidak bekerja (termasuk ibu rumah tangga), pelajar, buruh, petani, wiraswasta, pelayanan jasa (misal tukang becak, tukang bangunan),
13 pegawai swasta, pegawai negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, dan pegawai BUMN), pensiun, lainnya.
Status pernikahan dikelompokkan menjadi belum nikah, nikah, cerai mati, cerai hidup, dan pisahan sesuai dengan pernyataan responden.
Pernikahan dini adalah ketika usia responden saat pernikahan pertamanya dibawah 19 tahun (Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan).(3)
Penggunaan kontrasepsi ditanyakan kepada responden laki-laki dan perempuan yang berada pada usia reproduktif (15-49 tahun) dan berstatus menikah.
Jenis kontrasepsi Jenis kontrasepsi yang ditanyakan yakni sterilisasi pria, sterilisasi wanita, susuk/implan, IUD/AKDR/Implan, suntikan, pil, kondom pria, kondom wanita, diafragma, laktasi, jamu, metode kalender, senggama terputus.
Kejadian berakhirnya kehamilan dapat berupa lahir hidup, lahir mati, dan abortus (keguguran) dari kehamilan yang tercatat di HDSS Sleman.
Metode persalinan adalah metode yang digunakan dalam persalinan pada kejadian lahir hidup, dengan pilihan normal pervaginam, dan sectio caesarea.
Penolong persalinan adalah penolong persalinan dalam persalinan pada kejadian lahir hidup, dokter kandungan, dokter umum, bidan, perawat/tenaga Kesehatan (nakes) lain, dukun beranak, dan tidak ada yang menolong.
Proporsi balita (1-4 tahun) penerima imunisasi dasar disajikan dalam bentuk persentase untuk setiap jenis imunisasi, yaitu : Hepatitis BO, BCG, DPT, Polio, dan Campak atau MR.
Imunisasi lengkap adalah persentase balita usia 1 tahun yang telah menerima semua imunisasi dasar (Hepatitis BO, BCG, DPT, Polio, dan Campak atau MR) atau balita usia <1 th yang telah menerima imunisasi sesuai umurnya. Informasi ini diperoleh dari catatan imunisasi dalam KMS/Buku KIA/Buku Catatan Kesehatan Anak atau berdasarkan pernyataan pengasuh.
Alasan imunisasi tidak lengkap, data diperoleh berdasarkan pernyataan responden (pengasuh utama). Pilihan alasan utama tidak mendapat imunisasi lengkap yakni takut anak menjadi panas, anak sering sakit, vaksin tidak tersedia, petugas tidak datang, tempat imunisasi jauh, sibuk/repot, belum waktunya lengkap, isu haram, bukan program pemerintah daerah, keluarga tidak mengizinkan, lainnya.
14 Cedera adalah jika responden dalam 12 bulan terakhir pernah mengalami peristiwa (kecelakaan, kekerasan, jatuh) yang mengakibatkan kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari.
Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan status kepemilikan asuransi kesehatan (swasta atau dari pemerintah) sesuai dengan pernyataan responden.
Fasilitas kesehatan untuk rawat jalan adalah fasilitas kesehatan yang digunakan oleh responden yang dalam 12 bulan terakhir mengalami gangguan kesehatan dan pernah memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk rawat jalan.
Fasilitas kesehatan untuk rawat inap adalah fasilitas kesehatan yang digunakan oleh responden yang dalam 12 bulan terakhir mengalami gangguan kesehatan dan pernah memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk rawat inap.
Alasan tidak berobat adalah alasan yang diberikan responden ketika mengalami gangguan kesehatan, akan tetapi tidak berobat dengan pilihan tidak ada biaya, kesulitan transportasi, tidak puas dengan pelayanan kesehatan, tidak cukup sakit untuk berobat, lainnya.
Data yang disajikan pada bagian ini bersumber dari HDSS (Health and Demographic Surveillance System) Sleman siklus ke-1 sampai ke-5 (versi data release 9-1-0).
Pengambilan data HDSS Sleman dibiayai sepenuhnya oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
15 Piramida Penduduk Kabupaten Sleman
Piramida penduduk Kabupaten Sleman berdasarkan data HDSS Sleman menunjukkan adanya pergeseran proporsi penduduk dalam kelompok usia tertentu dari tahun 2015 hingga tahun 2019.
Proporsi anak usia 0-14 tahun baik laki-laki maupun perempuan mengalami penurunan.
Jumlah penduduk usia antara 30-49 tahun juga cenderung menurun. Sedangkan jumlah penduduk usia 50 sampai di atas 85 tahun baik laki-laki maupun perempuan meningkat.
Status Ekonomi Keluarga Kabupaten Sleman
Gambar 9. Status ekonomi rumah tangga HDSS Sleman tahun 2018 Gambar 8. Piramida penduduk berdasarkan data
HDSS Sleman tahun 2015 dan 2019
16 Tingkat Pendidikan Penduduk Kabupaten Sleman
Tingkat pendidikan tertinggi yang pernah atau sedang ditempuh responden usia 10 tahun pada tahun 2015 dan 2019 adalah SMA sederajat. Sebaliknya, hanya sekitar 1%
dari responden yang memiliki pendidikan strata 2 atau strata 3.
Pekerjaan Penduduk Kabupaten Sleman
Gambar 11. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman usia 15-64 tahun pada tahun 2019
Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman usia 15-64 tahun yang terbanyak adalah tidak bekerja, diikuti pegawai swasta dan buruh.
Gambar 10. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun pada tahun 2015 dan 2019
17 Status Pernikahan Penduduk Kabupaten Sleman
Lebih dari separuh responden yang berusia 10 tahun ke atas berstatus menikah.
Mengingat HDSS Sleman mengikuti responden yang sama tiap tahunnya, data HDSS Sleman mampu memantau perubahan demografi yang terjadi di masyarakat. Mengingat HDSS Sleman mengikuti responden yang sama tiap tahunnya, data HDSS Sleman mampu memantau perubahan demografi yang terjadi di masyarakat. Sehingga wajar jika data HDSS Sleman mencatat di antara tahun 2015 dan 2019 terjadi peningkatan proporsi cerai mati dan penurunan proporsi belum kawin (Gambar 12).
Berdasarkan usia pertama kali menikah, diketahui bahwa sebagian besar responden menikah pada usia dewasa (data tidak ditampilkan). Namun masih terjadi pernikahan dibawah umur legal. Gambar 13 menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sekitar 10% (perempuan) dan 2% (laki-laki) yang menikah pada tahun tersebut berusia kurang dari 19 tahun. Angka pernikahan dini menurun pada tahun 2015 namun meningkat lagi pada tahun berikutnya dan memuncak pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 angka ini menurun kembali. Data hingga bulan Maret 2019 menunjukkan penurunan angka pernikahan dini untuk perempuan dan peningkatan untuk laki-laki.
Gambar 12. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun pada tahun 2015 dan 2019
18
Gambar 14. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berusia reproduktif menurut jenis kelamin pada tahun 2019
*Data tahun 2019 hanya sampai bulan Maret
Penggunaan Kontrasepsi Kabupaten Sleman
Berdasarkan data dari responden HDSS Sleman yang berusia 15-49 tahun dan berstatus menikah, penggunaan kontrasepsi lebih umum bagi perempuan dibandingkan laki-laki (Gambar 14). Analisis per kecamatan menunjukkan bahwa pada kelompok responden perempuan, penggunaan kontrasepsi tertinggi terdapat di Kecamatan Ngemplak (Gambar 15). Sedangkan penggunaan kontrasepsi laki-laki tertinggi di Kecamatan Seyegan (Gambar 16).
Jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan responden perempuan adalah KB suntik dan IUD (Gambar 17). Sedangkan jenis kontrasepsi yang paling banyak dipakai responden laki-laki adalah kondom (Gambar 18).
Gambar 13. Status pernikahan dini (menikah pada usia <19 tahun) responden HDSS Sleman tahun 2014 – 2019
*
19
Gambar 15. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berjenis kelamin perempuan pada usia reproduktif tahun 2019 per
kecamatan
20
Gambar 16. Prevalensi penggunaan kontrasepsi pada responden HDSS Sleman berjenis kelamin laki-laki pada usia reproduktif tahun 2019 per
kecamatan
Gambar 17. Jenis kontrasepsi yang digunakan responden HDSS Sleman berjenis kelamin perempuan dalam usia reproduktif tahun 2019
21 Persalinan di Kabupaten Sleman
Desain survei HDSS Sleman memungkinkan diperolehnya data kehamilan dan persalinan. Antara tahun 2016-2019 mayoritas kehamilan berakhir dengan kelahiran hidup. Prevalensi kejadian lahir mati rendah dan pada tahun 2019 tidak ada kejadian lahir mati. Namun kejadian abortus (keguguran) mengalami peningkatan dari 7.5% di tahun 2016 menjadi 13% di tahun 2019 (Gambar 19, data hingga bulan April 2019).
Gambar 18. Jenis kontrasepsi yang digunakan responden HDSS Sleman berjenis kelamin laki-laki dalam usia reproduktif
tahun 2019
*Data tahun 2019 sampai bulan April
Gambar 19. Kejadian berakhirnya kehamilan tahun 2016-2019
*
22 Mayoritas kelahiran hidup terjadi dengan metode persalinan normal pervaginam.
Tetapi terlihat pula peningkatan metode persalinan caesarea (Gambar 20). Penolong sebagian besar persalinan ini adalah dokter kandungan dan bidan (Gambar 21).
Imunisasi Balita di Kabupaten Sleman
Lebih dari 90% balita usia 1-4 tahun di HDSS Sleman telah mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, BCG, dan hepatitis 0 (Gambar 22). Di antara balita yang berusia 1 – 5 tahun, sekitar 80% pada tahun 2016 dan 89% pada tahun 2019 telah menerima
73,2%
63,9% 65,4%
55,4%
26,8% 36,1% 34,6% 44,6%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
2016 2017 2018 2019
Normal Caesarea
Gambar 21. Penolong persalinan pada bayi lahir hidup tahun 2016-2019
*Data tahun 2019 sampai bulan April
Gambar 20. Metode persalinan pada bayi lahir hidup tahun 2016-2019
23 semua imunisasi dasar (Hepatitis BO, BCG, DPT, Polio, dan Campak atau MR). Proporsi serupa pada kelompok umur 1 tahun juga telah menerima semua imunisasi dasar sesuai dengan umurnya (Gambar 23).
Secara keseluruhan, alasan balita ( 59 bulan) tidak mendapat imunisasi lengkap pada tahun 2016 adalah pengasuh terlalu sibuk, pengasuh mengkhawatirkan kehalalan vaksin, dan memang belum waktunya lengkap. Pada tahun 2019 alasan utama balita tidak mendapat imunisasi lengkap adalah memang belum waktunya lengkap, keluarga tidak mengizinkan, dan pengasuh lupa (Gambar 24).
Selain imunisasi yang wajib, HDSS Sleman juga mendata imunisasi tambahan yang diterima balita. Jenis imunisasi tidak wajib yang paling banyak dilaporkan adalah rotavirus (3.1%) dan pneumococus (2.7%) (Gambar 25).
Gambar 22. Proporsi balita usia 1-4 tahun yang menerima imunisasi
campak, polio, DPT, BCG, dan hepatitis 0
Gambar 23. Persentase balita dengan imunisasi dasar lengkap dan persentase balita ≤ 1 Tahun dengan imunisasi lengkap sesuai jadwal
24
*Pilihan jawaban tidak tersedia pada siklus tersebut
Gambar 24.Alasan balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap
Gambar 25.Persentase imunisasi non program pada responden balita HDSS Sleman tahun 2019
*
*
*
25 Kejadian Cedera di Kabupaten Sleman
Responden dikatakan mengalami cedera jika pernah dalam 12 bulan terakhir mengalami peristiwa (kecelakaan, kekerasan, jatuh) yang mengakibatkan cedera sehingga kegiatan sehari-hari terganggu. Prevalensi cedera dalam populasi HDSS Sleman antara tahun 2016-2019 berkisar pada 3-5%. Kejadian cedera yang ditemukan pada HDSS Sleman 2019 relatif lebih rendah dari tahun – tahun sebelumnya (Gambar 26). Kejadian cedera tertinggi ditemukan di Kecamatan Pakem (5.54%) dan Kecamatan Tempel (5.53%). Sedangkan kejadian cedera terendah ada di Kecamatan Seyegan (Gambar 27). Kejadian cedera ini paling banyak terjadi di jalan raya (46.4%) dan rumah / lingkungan rumah responden (36.1%) (Gambar 28).
Catatan : Data cedera tidak dikumpulkan pada HDSS Sleman siklus ke 4 (2018) Gambar 26. Prevalensi cedera pada responden HDSS Sleman tahun 2016-2019
26
Gambar 27. Prevalensi cedera pada responden HDSS Sleman tahun 2019 per kecamatan
Gambar 28. Tempat terjadinya cedera tahun 2019
27 Kepemilikan Asuransi Kesehatan oleh Responden HDSS Sleman
Catatan: Data kepemilikan asuransi tidak diperbaharui pada HDSS Sleman siklus 2 (2016).
Gambar 29 menunjukkan bahwa kepemilikan asuransi kesehatan terus meningkat antara tahun 2016 (60.63%) dan 2019 (81.03%). Tingkat kepemilikan asuransi kesehatan tahun 2019 di sebagian besar kecamatan telah melebihi 80%. Tingkat
Gambar 29. Kepemilikan asuransi oleh responden HDSS Sleman tahun 2015 – 2019
Gambar 30. Kepemilikan asuransi oleh responden HDSS Sleman tahun 2019 per kecamatan
28 kepemilikan asuransi tertinggi ada di Kecamatan Seyegan dan terendah di Kecamatan Prambanan (Gambar 30).
Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan oleh Penduduk Kabupaten Sleman
Gambar 31. Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk rawat inap oleh responden HDSS Sleman tahun 2019
Gambar 32. Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk rawat jalan oleh responden HDSS Sleman tahun 2019
Pada tahun 2019, 39.1% responden menyatakan pernah sakit dalam 12 bulan terakhir.
Di antara mereka 55.8% memeriksakan diri dan 44.3% tidak. Alasan utama untuk tidak berobat adalah “merasa tidak cukup sakit untuk berobat” (Gambar 33). Di antara
29 mereka yang memeriksakan diri, fasilitas kesehatan untuk rawat inap yang paling banyak digunakan adalah rumah sakit swasta (Gambar 31). Sedangkan untuk rawat jalan, praktik dokter umum, rumah sakit swasta, dan puskesmas/puskesmas pembantu (pustu) adalah yang paling banyak digunakan (Gambar 32).
Gambar 33. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman tahun 2019
30
Kecamatan Moyudan
Data Demografi
Gambar 35. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan Moyudan
tahun 2019
Gambar 36. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan Moyudan
tahun 2019 Gambar 34. Piramida penduduk Kecamatan Moyudan data HDSS Sleman tahun 2019
31 Jenis kontrasepsi
Gambar 38. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden laki-laki (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan
Moyudan menurut Data HDSS Sleman tahun 2019
Gambar 37. Jenis pekerjaan responden HDSS Sleman di Kecamatan Moyudan tahun 2019
32 Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup
Cedera
Tingkat kejadian cedera di Kecamatan Moyudan adalah 3.6% (Gambar 27). Sebagian besar kejadian yang menimbulkan cedera terjadi di area rumah responden dan sekitarnya (Gambar 41).
Gambar 39. Persentase penggunaan kontrasepsi oleh responden perempuan (status kawin, usia 15-49) di Kecamatan Moyudan menurut Data HDSS
Sleman tahun 2019
Gambar 40. Penolong persalinan pada kejadian lahir hidup di Kecamatan Moyudan tahun 2019 (Januari-April)
33 Kepemilikan asuransi kesehatan
Tingkat kepemilikan asuransi kesehatan di Kecamatan Moyudan adalah 79.4% (Gambar 30). Jenis asuransi kesehatan yang paling umum dimiliki di kecamatan ini adalah JKN PBI (Gambar 42).
Gambar 42. Kepemilikan asuransi kesehatan Kecamatan Moyudan menurut data HDSS Sleman tahun 2019
Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Pada tahun 2019, 38.6% responden di Kecamatan Moyudan menyatakan pernah sakit dalam 12 bulan terakhir. Di antara mereka 52.2% memeriksakan diri dan 47.8% tidak.
Alasan utama untuk tidak berobat adalah “merasa tidak cukup sakit untuk berobat”
(Gambar 45). Di antara mereka yang memeriksakan diri, fasilitas kesehatan untuk
Gambar 41. Tempat terjadinya cedera di Kecamatan Moyudan tahun 2019
34 rawat jalan yang paling banyak digunakan adalah Puskesmas atau Pustu (Gambar 43).
Sedangkan untuk rawat inap, rumah sakit swasta adalah yang paling banyak digunakan (Gambar 44).
Gambar 43. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat jalan di Kecamatan Moyudan menurut data HDSS Sleman 2019
Gambar 44. Fasilitas kesehatan yang digunakan rawat inap di Kecamatan Moyudan menurut data HDSS Sleman 2019
35
Gambar 45. Alasan tidak berobat responden HDSS Sleman Kecamatan Moyudan tahun 2019
36
Kecamatan Minggir
Data Demografi
Gambar 46. Piramida penduduk Kecamatan Minggir data HDSS Sleman tahun 2019
Gambar 47. Tingkat pendidikan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan Minggir
tahun 2019
Gambar 48. Status pernikahan responden HDSS Sleman usia >10 tahun di Kecamatan Minggir tahun
2019