1244
ANALISIS TATA LETAK GUDANG MEDIUM DENSITY FIBERBOARD DI PT. X
Hizkia Hotma Lubis1*, Agus Sutanto1
1 Logistik Minyak dan Gas Bumi, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Jl.Gajah Mada No.38 Cepu, Kabupaten Blora, 58312
E-mail : [email protected]
ABSTRAK
PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, gudang Medium Density Fiberboard atau MDF merupakan salah satu penunjang dan bagian penting dalam sistem operasi atau kegiatannya, mulai dari penerimaan MDF, penyimpanan MDF, hingga saat penyalurannya. Penataan tata letak atau layout gudang dapat membuat suatu operasi atau kegiatan pergudangan menjadi lebih efektif dan lebih efisien, sehingga diharapkan perusahaan ini dapat menghindari atau meminimalisir kerugian.
Dalam penelitian ini, untuk menjadikan kegiatan pergudangan yang efektif dan efisien, gudang tersebut harus menggunakan metode Randomized Storage. Metode Randomized Storage sangat cocok digunakan untuk gudang ini dikarenakan didalam gudang tersebut hanya memiliki satu jenis produk yang memiliki ukuran yang tidak jauh berbeda dan dapat memanfaatkan tempat-tempat yang sebelumnya tidak digunakan. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa gudang dapat menampung hingga 4.674 crate Medium Density Fiberboard dalam sekali pengapalan dan dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode Randomized Storage ini dapat memenuhi kebutuhan Medium Density Fiberboard yang akan disimpan.
Kata kunci: MDF/Medium Density Fiberboard, Tata Letak, Gudang
1. PENDAHULUAN
Pada era ini, sistem persaingan di dunia usaha semakin berkembang, dimana setiap kegiatan usaha diminta selalu melakukan melakukan kegiatan yang kompetitif. Sebanding dengan jasa pergudangan yang ada. Di Indonesia persaingan didunia jasa pergudangan berkembang dengan baik. Pada dasarnya, jasa pergudangan adalah bentuk bisnis yang melakukan pengelolaan persediaan pihak ketiga berdasarkan kontrak dengan pihak tertentu.
PT. X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik untuk jenis produk Medium Density Fiberboard ( MDF ). Perusahaan ini didirikan pada tanggal 11 Juni 2012.
Saat ini perusahaan ini sedang melakukan kerja sama dengan PT. Mukti Panel Industri yang berlokasi di Lampung Tengah.
Dalam melakukan suatu Gudang perusahaan,, penulis harus memilih satu dari banyaknya metode yang cocok untuk menentukan tata letak gudang MDF. Contoh dari metode-metode yang digunakan dalam menentukan sistem tata letak Gudang ialah Randomized Storage, Fix Slot Storage atau Dedicated Storage, Shared Storage, dan juga metode Class-Based Storage.
Pada tata letak ada beberapa factor yang penting untuk dipertimbangkan yaitu sebuah nilai investasi, bagian bongkar dan muat produk, flesibilitas, lingkungan pekerjaan dan keselamatan bagi karyawan dan juga produk. Pemanfaatan kapasitas disetiap sisi dapat diakses dengan mudah dan penempatan produk dilokasikan menjadi lebih tepat
1245
Adapun permasalahan yang terjadi didalam gudang yaitu, penempatan barang yang kurang tepat sehingga menjadi kurang rapih dalam melakukan penyimpanan barang, kondisi juga terdapat pada barang dalam suatu area yang belum tepat, sehingga hal seperti ini yang menyebabkan ketidakefektidan kerja dalam proses penerimaan barang, penyimpanan barang dan juga pada saat bongkar-muat barang, akibatnya mengakibatkan pada proses perapalan terjadi keterlambatan dalam pendistribusian dari gudang ke pelabuhan.
2. METODE
Dalam penelitian ini, metode yang dilakukan adalah penemuan masalah pada lokasi, dilanjutkan penentuan tujuan penelitian, kemudian ke tahap pengumpulan dan pengolahan data. Berikut adalah tahapakan yang akan dilakukan dalam penelitian diantaranya :
a) Menentukan topik penelitian
b) Mencari materi yang berkaitan dengan topik penelitian c) Mempelajari tata letak PT. X
d) Pengambilan data secara primer dan juga data sekunder.
Pada tahap ini dilakukannya pengumpulan data atau informasi yang dibutuhkan untuk proses penelitian. Data-data yang diperlukan untuk penelitian ialah :
• Jumlah barang atau produk yang keluar dan masuk didalam gudang
• Ukuran gudang
• Profile Perusahaaan e) Melakukan pengolahan data
• Melihat dan melakukan evaluasi terhadap kondisi awal gudang
• Menentukan luas area produk
• Menentukan allowance ruang
• Penentuan kapasitas gudang f) Usulan
Setelah dilakukan sebuah peritungan maka, Langkah selanjutnya adalah memberikan usulan dengan tujuan sebagai solusi dalam permasalahan seperti memberikan alternatif tata letak gudang.
g) Kesimpulan dan saran
Menarik kesimpulan sebagai hasil dari penelitian dan memberikan saran demi perbaikan perusahaan tersebut.
3. PEMBAHASAN
A. Karakteristik MDF (Medium Density Fiberboard)
Data yang diperoleh didapatkan selama melakukan penelitian selama 3 bulan di gudang PT. X. Secara garis besar dapat dilihat didalam tabel 1.
Tabel 1. Dimensi MDF / Crate
Tebal Lebar (cm) Panjang
1,2 122 244
1,5 122 244
1,7 122 244
1,8 122 244
1,9 122 244
2,2 122 244
2,3 122 244
2,5 122 244
2,7 122 244
1246
3,0 122 244
3,2 122 244
4,2 122 244
4,75 122 244
5,5 122 244
B. Jadwal Proses Penerimaan dan Penyaluran MDF
Untuk proses penerimaan MDF dilakukan setiap hari kerja mulai hari senin hingga hari jumat yang dikirim dari pabrik dan kemudian disimpan di gudang . Barang yang di kirim dari gudang berdasarkan No DO yang dikirimkan dari PT. Mukti Panel Industri.
Berikut ini adalah data persediaan MDF dan data penerimaan MDF bulan januari di gudang PT. Dolwin Trans Logistik.
Tabel 2 Data Persediaan Barang di Gudang
No. DO Total Crates
MP/SI/21/000009 720
MP/SI/21/000004 219
MP/SI/21/000011 393
MP/SI/21/000006 370
MP/SI/21/000010 369
MP/SI/21/000012 1547
MP/SI/21/000007 120
MP/SI/21/000005 415
Total 4153
C. Penentuan Luas Area MDF
Untuk menghemat pemakaian area diperlukan penumpukan 6 tingkat atau tier.
Dimana luas gudang yang tersedia 2.520 m2. Hal ini dilakukan untuk mempermudah penyusunan MDF ke area gudang pemanfaatan ruangan gudang Luas Area 1 MDF = 1,22 x 2,44 = 2,97 = 3 m2
D. Penentuan Allowance Ruang
Pemanfaatan ruang gang atau allowance mempunyai tujuan untuk menggerakkan material handling menggunakan forklift sebagai alat angkut barangnya dan menggunakan trailer truck untuk mempercepat melakukan bongkar muat pada gudang agar sistes rantai pasok tidak terhambat dikarenakan sistem bongkar muat yang terkendala pada gudang. Forklift memiliki Panjang (p) 3.6 m, lebar (l) 2.5 m.
Diagonal = √p2+l2= √122+2.52 = 4,38 = 4,4 m.
Setelah mendapatkan allowance yang kita cari maka dapat kita tentukan lebar gang adalah 4,4 m.
E. Penentuan Kapasitas Gudang
Untuk membuat gudang yang efektif dan efisien maka akan dilakukan 6 tingkat atau tier. Dengan menggunakan metode randomized storage perhitungan kapasitas gudang:
Panjang Gudang : 84 m Lebar Gudang : 30 m Tinggi Gudang : 8 m
Luas Gudang : 84 x 30 = 2.520 m2 Luas MDF : 1.22 x 2.44 = 2.97 = 3 m2
1247
Allowance Ruang : 4.4 m2
Ruang I : P x L
= 12.8 x 42
=537.6 = 538 m2
Ruang II : P x L
= 12.8 x 42
= 537.6 = 538 m2 Ruang III : P x L
= 42 x 30
= 1260 m2
Kapasitas yang dapat di muat = 538+538+1260
= 2.336/3
= 778.6 = 779 per 1 tingkat/ tier
Jika disusun sebanyak 6 tingkat atau tie sehingga gudang dapat memuat sebanyak : 779 crate x 6 tingkat = 4.674 crate.
Maka Kapasitas gudang MDF dapat menyimpan sebanyak 4.674 crate
F. Peletakan Area Penyimpanan
Setelah mengetahui kebutuhan ruangan maka dapat ditentukan jumlah area yang dapat diperoleh dari luas gudang. Maka dapat diatur dengan susunan peletakan area penyimpanan pada gudang berdasarkan kebutuhan ruang Desain tata letak lama dan tata usulan
Gambar 1. Layout Gudang Usulan
G. Analisis Tata Letak Gudang MDF
Dalam perencanaan tata letak gudang MDF dibutuhkan ukuran luas dari lantai agar sesuai dengan proses penyimpanan dan juga bongkar atau muat barang. Kebutuhan ruangan sangat memperhatikan tunjangan oleh setiap fasilitas berupa tenaga kerja, barang dan alat.
Jumlah yang harus disimpan dalam gudang MDF sebanyak 4.153 crate. Dengan merancang tata letak gudang MDF yaitu dengan menggunakan pallet kayu, dapat menampung hingga 4.674 crate. Dapat di simpulkan bahwa peracangan tata letak gudang MDF ini dapat memnuhi kebutuhan MDF yang akan di simpan.
1248
H. Upaya Meningkatkan Efektif dan Efisien Kinerja Gudang
• Mengoptimalkan Penggunaan Ruang
Mengoptimalkan pengguaaan ruang adalah mempergunaan volume gudang dengan sebauk mungkin agar bisa optimal caranya dengan Menyusun barang secara vertical atau keatas dengan peralatan yang tepat.
• Terapkan Lean Inventory
Dalam manajemen gudang, Lean Inventory berarti menganalisa dan menghitung jumlah persediaan bahan baku dan persediaan produk jadi berdasarkan kebutuhan dan trend permintaan pasar. Hasilnya, penggunaan gudang yang tidak berlebihan dan efisien, salah satu contohnya adalah dengan membuat volume pesanan lebih kecil dengan frekuensi lebih sering sehingga tidak perlu menimbun stok persediaan.
• Mengoptimalkan Produktifitas
Mengoptimalkan produktifitas dapat dilakukan baik melalui otomatisasi ataupun insentif karyawan. Sebagai salah satu faktor biaya operasional terbesar dalam perusahaan. Peningkatan produktifitas tenaga kerja sangat penting untuk dipahami agar biaya yang dikeluarkan sebanding dengan profit yang dihasilkan
• Standarisasi dan Audit Alur Kerja
Setiap perusahaan yang baik wajib memiliki alur kerja yang baik dan sesuai standar, dalam manajemen gudang, hal ini berawal dari proses barang tiba di gudang, penempatan, sampai barang tersebut dikirimkan. Dengan alur kerja berstandar, kita dapat memastikan bahwa setiap karyawan bekerja sesuai standar yang sama. Setiap barang pun mendapatkan perlakuan yang sama, sehingga proses produksi hingga penjualan bisa lebih efisien. Sistem ini juga memungkinkan kita memantau dan mengevaluasi kinerja setiap karyawan terhadap tolok ukur yang telah ditetapkan.
• Penggunaan Teknologi
Saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam aplikasi untuk memaksimalkan pengelolaan persediaan, teknologi ini bisa sangat membantu komunikasi antar departemen agar proses supply chain bisa berjalan sempurna.
4. SIMPULAN
Berdasarkan hasil dari penelitian ini yang terjadi di gudang dapat ditarik kesimpulan bahwa :
a. Gudang MDF di PT. X belum memiliki perencanaan pada gudang dalam proses bongkar muat dan peletakan barang belum dimanfaatkan secara efektif dan efisien, masih memiliki ruang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpanya produk.
b. Dari usulan layout tersebut dengan menggunakan randomized storage, dapat dirancangkan tata letak usulan tersebut sudah di siapkan untuk melakukan penyimpanan barang yang susah sesuai dengan jumlah kapastitas yang sudah dianalisa sesuai dengan perhitungan metode randomized storage.
5. DAFTAR PUSTAKA
[1] Apple, James. 1990. Tata Letak dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Terjemahan Nurhayati M.T. & Mardiono. Institut Teknologi Bandung. Bandung
1249
[2] Goetschalckx, M., Gu, J., & McGinnis, L.F. 2009. Reseacrh on Warehouse Design and Performance Evaluatin A comprehensive Review. European Journal of Operatin Research.
Page. 539-549
[3] Wignjosoebroto, S. 2003. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Guna Widya.
Surabaya..
[4] Yohanes, Antoni. 2012. Analisa Perbaikan Tata Letak Fasilitas Pada Gudang Bahan Baku dan Barang Jadi dengan Metode Shared Storage di PT. Bitratex Industries Semarang.
[5] Zaenuri, M. (2015, Maret). Evaluasi Perancangan Tata Letak Gudang menggunakan Metode Shared Storage di PT. Internasional Premium Pratama Surabaya. Jurnal MATRIK, Volume XV No.2, 21-36
[6] Wibowo,A.D.,Nurcahyo, R., & Khairunnisa, C. (2016). WAREHOUSE LAYOUT DESIGN USING SAHRE STORAGE METHOD. Proceeding of 9th International Seminar on Industrial Engineering and Management, 19-23.