Oktober
2017
MEMBENTUK
GENERASI BERENCANA
MEMBENTUK GENERASI BERENCANA
BOGOR PINK RUN
PENATAAN
ANGKUTAN UMUM BERLANGSUNG BERTAHAP
FOKUS UTAMA
HAL. 5
LIPUTAN KHUSUS
HAL. 8
KILAS PERISTIWA
HAL. 12
MERENCANAKAN HIDUP
HAL. 4
SALAM REDAKSI
FOKUS UTAMA
MEMBENTUK GENERASI BERENCANA
HAL. 5
LIPUTAN KHUSUS
BOGOR PINK RUN
HAL. 8
GALERI DJUANDA
HAL. 14
PELINDUNG : Bima Arya
(Walikota Bogor), Usmar Hariman
(Wakil Walikota Bogor) PENGARAH :
Ade Sarip Hidayat
(Sekretaris Daerah Kota Bogor) Arif M Budianto
(Asisten Administrasi Umum Setdakot Bogor)
PENANGGUNGJAWAB : Endang Suherman PEMIMPIN REDAKSI : Abdul Manan Tampubolon SEKRETARIS REDAKSI : Iswahyudi
DEWAN REDAKSI :
Mohammad Ridwan, Dicky Kusuma Ward- ana, Ida Maryani, Melyani Filtania, Slamet Iswantoro, Mahrini Hasanah, Febby Veryani, Rahmat Basuki, Alfiana Ulfa, Raditya Dho- ni, Saddam Zaenudin, Tria Susato, Zaelani Herlambang, Ismatullah.
FOTO :
Aditya Aji Saputra, Indra B. Isman, Hari Angga Saputra.
DISTRIBUSI :
Ceceh, Didin, Imran, Isak, Lusiana Rohim.
DESAIN GRAFIS :
Almi Farisza Rendiawan, Tosan Wiar Rahman.
REDAKSI
KILAS PERISTIWA
PENATAAN ANGKUTAN UMUM BERLANGSUNG BERTAHAP HAL. 12
SEVEN OPEN BADMINTON SMAN 7 KOTA BOGOR HAL. 16
JUMSIH DI BANTARAN SUNGAI CIDEPIT HAL. 20
FESTIVAL DAN PAMERAN BURUNG BERKICAU HAL. 21
BOGOR ART FESTIVAL HAL. 18
MOON CAKE FESTIVAL HAL. 19
D
inas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP KB) Kota Bogor, pada bu- lan ini melaksanakan kegiatan yang disebut Gebyar Genre. Ini adalah kegiatan kampanye yang ditujukan kepada para remaja Kota Bogor. Kampa- nyenya adalah mengingatkan dan mengajak para remaja Kota Bogor untuk terbiasa merencanakan sesuatu dalam kehidupan ini, agar bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas di masa depan.Mereka diingatkan untuk merencanakan perjala- nan pendidikan, perjalanan berkarir dan perjalanan dalam berkeluarga. Untuk bisa membuat perenca- naan yang baik, para remaja perlu menjauhkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat mengham- bat kehidupannya. Permasalahan itu diantaranya seperti terjerat kasus narkoba, kasus perilaku seks bebas, kasus tertular HIV AIDS dan sebagainya.
Untuk tujuan itulah, di Kota Bogor telah terbentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) di berbagai se- kolah. Inilah lembaga yang berperan dan berfungsi untuk memberikan bimbingan kepada remaja agar mereka bisa hidup sehat. Terhindar dari permas-
alahan-permasalahan sosial yang dapat menyeret mereka dalam masalah berat.
Lebih dari itu PIK didorong untuk aktif member- ikan bimbingan kepada para remaja, agar mereka bisa menjadi sebuah generasi yang memiliki per- encanaan hidup. Ini merupakan bagian dari upa- ya pemerintah melahirkan sebuah masyarakat di kemudian hari yang dapat hidup lebih sehat dan sejahtera.
Masih terkait dengan tujuan itu, Pemerintah Kota Bogor pada bulan Oktober ini juga melancarkan kampanye untuk mengajak warga masyarakat menggindari penyakit kanker. Bulan peduli kanker diisi dengan berbagai kegiatan kampanye, dian- taranya Pink Run. Inilah kegiatan lari sehat yang dii- kuti oleh ribuan orang.
Mencegah dan menghindari diri dari berbagai ma- salah serta menyusun rencana untuk kehidupan ini adalah langkah-langkah yang diperlukan oleh sia- papun. Terutama oleh para remaja, generasi yang akan menjemput hidup lebih baik di masa depan.
MERENCANAKAN HIDUP
SALAM REDAKSI
MEMBENTUK
GENERASI BERENCANA
M
asa remaja merupakan sebuah fase kehidupan yang mulai banyak di- warnai masalah. Hal itu tidak terlepas dari situasi dan kondisi kehidupan seseorang pada masa itu, yang sedang berada pada tahap pencarian identitas diri dan pembentukan jati diri. Ber- dasarkan standar WHO, mereka yang tergolong sebagai remaja adalah mereka yang berusia di kisaran antara 10 sampai dengan 24 tahun.Bagi para remaja di Indonesia, permasalahan yang kerap mun- cul dalam kehidupan keseharian adalah masalah seputar seksual- itas. Selain itu masalah ancaman HIV AIDS serta peredaran narko- tika, alkohol, psikotoprika dan zat-zat adiktif lainnya (Nafza).
Para remaja juga memiliki pen-
getahuan yang rendah tentang kesehatan reproduksi dan medi- an usia kawin. Median usia kawin pertama perempuan adalah 19,8 tahun. Faktor ekonomi menjadi faktor dominan terhadap median usia kawin pertama perempuan.
Keterlibatan para remaja dalam peredaran dan konsumsi nafza cukup tinggi. Begitupun remaja yang mengidap HIV AIDS relat- if banyak. Sedangkan pengeta- huan para remaja yang rendah tentang kesehatan reproduksi misalnya, dapat dilihat dari se- buah hasil survey. Diketahui, hampir separuh (47,9%) remaja perempuan tidak mengetahui ka- pan seorang perempuan memili- ki hari dan masa suburnya.
Kondisi serta situasi yang ada di dalam kehidupan masyarakat seperti itu dan yang terjadi di
dalam kehidupan keluarga, me- mang menjadi faktor yang san- gat berpengaruh kuat terhadap kehidupan seorang remaja. Pada- hal fase remaja merupakan tahap bagi seseorang untuk memper- siapkan kehidupan masa depan- nya. Baik tidaknya masa depan seseorang di masa depan, bisa tergantung pada baik tidaknya kehidupannya di masa remaja.
Sementara itu dalam perkemban- gan kehidupannya para remaja akan memasuki masa transisi ke- hidupan. Bank Dunia menyebut- kan ada 5 transisi kehidupan yang akan dialami oleh para remaja.
Masing masing transisi dalam melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat dan mempraktekan hidup sehat.
FOKUS UTAMA
Semua transisi itu tentu harus terlewati dengan baik. Itu sebabnya para remaja perlu mendapat- kan bimbingan dan arahan yang tepat untuk bisa melalui fase – fase tersebut dan masa transisi den- gan baik, sehingga mereka mampu menyiapkan diri untuk masa depannya. Salah satu hal yang per- lu diberikan kepada remaja adalah bimbingan agar mereka memiliki perencanaan untuk menjalani ke- hidupan di masa depannya. Baik itu kehidupan prib- adi, kehidupan keluarga dan memasuki kehidupan bermasyarakat.
Mereka perlu diarahkan untuk memiliki perenca- naan pada jenjang pendidikan, perencanaan dalam berkarir dan perencanaan untuk menikah mem- bangun sebuah keluarga. Mereka perlu diarahkan untuk merencanakan pernikahan di usia yang tepat sesuai siklus kesehatan reproduksi. Untuk laki-laki menikah minimal di usia 25 tahun dan untuk per- empuan pada usia minimal 22 tahun. Untuk tujuan itulah pemerintah telah melaksanakan program membentuk generasi berencana (genre).
Program genre diwujudkan melalui kegiatan di da- lam Pusat Informasi dan Konseling (PIK) yang dapat dibentuk di lingkungan sekolah, lingkungan kam- pus atau lingkungan warga. Keberadaan PIK san- gat penting artinya dalam membantu para remaja atau mahasiswa untuk memperoleh informasi dan pelayanan konseling. Khususnya konseling tentang
penyiapan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dan mahasiswa.
Secara umum PIK dapat difungsikan untuk mem- berikan pelayanan informasi dan konseling seputar 8 fungsi keluarga, pendewasaan usia perkawinan, tiga risiko yang berkaitan dengan masalah seksu- alitas, nafza, HIV dan ADIS. Disamping itu PIK juga dapat bergerak untuk melakukan peningkatan life skills para remaja atau mahasiswa serta memberi- kan advokasi kepada mereka yang membutuhkan.
Di Kota Bogor sampai dengan saat ini telah diben- tuk 59 Kelompok PIK Remaja dan Mahasiswa. Terdiri dari 55 kelompok di jalur masyarakat yang tersebar di 68 kelurahan, serta 4 kelompok yang berada di jalur pendidikan. Masing-masing di SMP Negeri 1 Bogor, SMP Negeri 2 Bogor, SMP PGRI 17 Bogor dan SMA Negeri 3 Bogor. (Mor)
GEBYAR GENRE CERIA KOTA BOGOR
D
inas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP KB) Kota Bogor, Minggu 29 Oktober menggelar Gebyar Generasi Ber- encana (Gebyar Genre). Berlangsung di Lapangan Heulang, acara ini akan diisi dengan berbagai ke-giatan edukasi bagi para remaja, khususnya sepu- tar tema menolak pernikahan dini, Napza dan sex bebas.
Menurut Lilis Sukartini, Kepala DPP KB Kota Bogor, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta sikap dan perilaku positif remaja. Khususnya yang terkait dengan kese- hatan dan hak-hak reproduksi untuk meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam upaya meningkat- kan kualitas kehidupan. Di samping itu “Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pemuda di Kota Bogor melalui Pusat Informasi dan Konsel- ing Remaja,” kata Lilis.
Pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan pe- lantikan Kelompok Kerja Pelayanan (Pokjayan) Kota Bogor. Pokjayan Kota Bogor telah dibentuk sejak tahun 2016. Banyak kegiatan yang dilakukan Pok- jayan. Diantaranya mengolah sampah rumah tang- ga untuk menjadi barang bernilai ekonomis dan mengajak para emaja untuk mengikuti berbagai kegiatan positif dan berbagi solusi dalam mengata- si masalah-masalaha remaja. (Mor)
BOGOR PINK RUN
D
engan dukungan Pemer- intah Kota Bogor, Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Bogor, pada Minggu 21 Oktober 2017 menggelar Bogor Pink Run. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rang- ka Bulan Peduli Kanker Payudara yang jatuh pada bulan Oktober.Bogor Pink Run merupakan aca- ra puncaknya. Digelar di Lapan- gan Sempur, kegiatan ini diawa-
li dengan lari bersama dalam suasana penuh nuansa warna pink, sebagai bentuk solidaritas masyarakat warga Kota Bogor terhadap para penderita kanker payudara. Dilanjut dengan se- nam sehat masal, pembuatan konfigurasi pita pink, peluncuran Paguyuban Survivor, pemberi- an santunan dari YPI Kota Bo- gor kepada 78 penderita kanker payudara dan penyerahan san- tunan kepada penderita kanker
dari Hijaber’s Mom Community Bogor.
Di luar acara Bogor Pink Run, YPI Cabang Kota Bogor juga melak- sanakan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE dilanjutkan dengan rujukan kasus di Puskesmas Sem- pur, Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Mulut Rahim di RSUD Kota Bogor, Pemeriksaan ultra so- nografi payudara di Klinik Deteksi Dini Carsinoma Mammae RSUD Kota Bogor.
LIPUTAN KHUSUS
K
anker merupakan penya- kit yang merenggut nyawa banyak penderitanya. Se- banyak 8,2 juta orang di dunia setiap tahun meninggal akibat kanker. Jumlah tersebut mening- kat dari data sebelumnya yang tercatat pada tahun 2008 dan- mencapai 7,6 juta orang. Jika ti- dak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif, maka pada tahun 2025 diperkira- kan jumlah yang meninggal dun- ia akibat kanker dapat meningkat menjadi 11,5 juta orang.Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Ber- dasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Provinsi Jawa Barat men- duduki peringkat prevalensi tertinggi, yaitu 1 dari 1.000 pen- duduk.
Dari berbagai jenis kanker yang sudah diketahui, kanker payuda- ra merupakan jenis yang paling
banyak diderita. Berdasarkan data Globocan tahun 2012, kasus baru kanker tertinggi pada per- empuan adalah kanker payudara, prevalensinya 40,3 per 100.000 orang dengan rata-rata kematian sebesar 16,6 per 100.000. Jenis kanker ini menempati urutan ke- lima sebagai penyebab kematian akibat kanker di seluruh dunia, setelah kanker paru, kanker lam- bung, kanker hati dan kanker usus besar.
Yayasan Kanker Payudara Indo- nesia (YKPI) mencatat, kanker payudara merupakan jenis kank- er dengan jumlah tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Pada 2010, jumlah pa- sien kanker payudara mencapai 28,7 persen dari total penderita kanker. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000.
Sedangkan di Kota Bogor, pada tahun 2016 jumlah penderita
WASPADAI KANKER
kanker terdata sebanyak 728 orang. Sebanyak 222 orang di- antaranya merupakan penderi- ta kanker payudara. Sedangkan kanker serviks sebanyak 41 orang.
Data terbaru dari Dinas Keseha- tan Kota Bogor mengungkapkan, sampai dengan September 2017, penderita kanker payudara men- capai 78 orang dan kanker serviks 17 orang.
Y
ayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Bogor meng- ingatkan, selama ini kaum perempuan dianggap sebagai pihak yang berisiko mengidap kanker payudara. Namun akibat perubahan pola hidup dan gaya hidup, kanker payudara bisa menyerang siapa saja. Termasuk para laki-laki, sehingga karena itu kaum pria juga harus sama-sama mewaspadai.Pengobatan kanker memerlukan waktu yang relatif lama, berat dan tidak murah. Namun demiki- an, pandangan optimis terhadap kesembuhan kanker diungkap- kan oleh WHO. Badan kesehatan dunia tersebut menyatakan, 43%
kanker dapat dicegah dengan menempuh gaya hidup sehat.
Sedangkan 1/3 dari seluruh kasus kanker tersebut dapat disembuh- kan, jika diketahui gejalanya se- cara lebih dini.
Tingginya tingkat keparahan kanker, pada umumnya disebab- kan penderita memulai pengo- batannya pada kondisi stadium tinggi yang sulit disembuhkan.
YKPI mencatat, 70 persen pasien kanker payudara baru memerik- sakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut.
MENGHINDARI DAN
MENGATASI
KANKER
Padahal sebetulnya, pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya gejala kanker, secara dini dapat dilakukan oleh diri sendiri. Selain itu jenis tes kesehatan tertentu dapat dilakukan untuk mende- teksi potensi adanya kanker pada diri seseorang. Diantaranya tes IV (Inspeksi Visual Asam asetat) dan tes CBE (Clinical Breast Examina- tion).
Di Kota Bogor tes kesehatan sep- erti itu sudah dilakukan di pusk- esmas-puskemas. Pemeriksaan IVA pada tahun 2016 dilakukan terhadap 17.295 orang dengan hasil, IVA positif sebanyak 265 orang dan suspect kanker serviks sebanyak 23 orang. Sedangkan tes CBE diikuti 15.795 orang den- gan hasil, CBE positif sebanyak 255 orang.
Peribahasa mengatakan, mence- gah lebih baik daripada mengo- bati. Terdeteksinya secara dini kanker payudara dan kanker rahim pada masyarakat, dapat menurunkan angka kematian akibat kanker. Selain itu yang jauh lebih penting dilakukan ada- lah, mengurangi risiko terkena kanker. Untuk itu maka cermati imbauan Kementrian Kesehatan RI tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui CERDIK. Segera terapkan CERDIK dan mari kita ce- gah diri kita terkena kanker. (Mor)
PENATAAN ANGKUTAN UMUM BERLANGSUNG BERTAHAP
K
eharusan pengelola angku- tan umum berbadan hukum, bukan merupakan kebija- kan lokal melainkan merupakan kebijakan nasional. Ketentuan itu merupakan amanat yang ter- tuang di dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Un- dang Undang tersebut untuk tataran pelaksanaannya di Kota Bogor sudah dilengkapi dengan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2012 tentang Lalu Lintas Angku- tan Jalan.Saat ini para pengelola angkot, sudah tergabung di dalam ko- perasi-koperasi sebagai badan hukum yang mewadahi dan memayungi aktivitas mereka.
Koperasi-koperasi dimaksud di- antaranya, Koperasi Pengusaha Angkutan (Kopata), Koperasi Jasa Angkutan Usaha Bersama (Kaub- er), Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri ( Kodjari) dan Koperasi Jasa Angkutan Mandiri.
Tahap berikutnya adalah melaku- kan re-routing angkot. Perubah- an trayek angkutan kota tertuang dalam SK Walikota Bogor No- mor : 551.2.45-108.1 tahun 2017, tanggal 22 Februari 2017 ten- tang penetapan jaringan trayek dan jumlah kendaraan angkutan perkotaan di wilayah kota Bogor.
Di dalam SK Walikota tersebut terdapat 2 jenis pelayanan. Terdiri dari pelayanan angkutan massal dengan 7 koridor dan pelayanan angkutan feeder (pengumpan) dengan 30 jaringan trayek. Ke- 30 feeder ini terdiri dari 14 trayek tetap, 6 trayek baru, 3 trayek per- panjangan dan 7 trayek pecahan.
Penggunaan angkot sampai saat ini pada koridor TPK 2 yaitu jal- ur Ciawi - Terminal Bubulak via Baranangsiang dan TPK 3 jalur Ciawi – Terminal Bubulak via La- wang Gintung, sifatnya semen- tara. Kedepannya di koridor ini pelayanan angkutan umum akan dilakukan dengan menggunakan
bus. Penggantian dengan meng- gunakan bus akan dilakukan oleh para pengusaha angkutan kota yang sekarang sudah bergabung di dalam beberapa koperasi se- bagai badan hukumnya.
Di kedua koridor ini nantinya akan ada 162 unit bus yang menggan- tikan 486 unit angkot. Berarti di masing-masing koridor akan ada 81 unit bus. Ini hasil konversi dari 3 unit angkot menjadi 1 unit bus.
Sisa sebanyak 584 unit angkot di jalur ini akan dipindahkan ke jal- ur-jalur lain yang difungsikan se- bagai feeder atau pengumpan.
Sejauh ini tahap re-routing sudah memasuki persiapan melaku- kan pengalihan atau pengisian kendaraan ke trayek-trayek feed- er atau pengumpan serta proses konversi dari angkot menjadi bis.
Namun seperti diakui oleh Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek, Ari Priyono, “Untuk proses konversi angkot menjadi bus, sampai saat ini belum bisa disegerakan kare- Program penataan angkutan
umum di Kota Bogor diran- cang berlangsung dalam be- berapa tahap. Sampai dengan sekarang, tahap yang sudah selesai dilaksanakan oleh Di- nas Perhubungan Kota Bogor adalah mendorong para pen- gelola angkutan kota (ang- kot), seluruhnya membentuk badan hukum
KILAS PERISTIWA
na terdapat beberapa kendala yang menghambat.”
Salah satu kendala yang berat adalah ketidakmam- puan rata-rata para pemilik angkot untuk mendanai pengadaan bus. Uang muka untuk mengangsur bus saja misalnya, masih dirasakan tinggi oleh para pengelola angkot. Sementara itu harga jual ang- kot yang akan dijadikan modal awal mereka, cend- erung turun seiring dengan kondisi dan usia kend- araan masing-masing. Belum lagi keluhan mereka tentang semakin menurunnya pendapatan rata-ra- ta per hari, karena jumlah penumpang cenderung menurun. Salah satunya merupakan imbas dari beroperasinya layanan angkutan online.
Selain itu, mereka juga harus menghadapi kenaikan pajak perubahan BBN-KB dari plat kuning ke plat hi- tam bagi angkot yang mereka miliki. Padahal untuk dijual ke pihak lain, angkot-angkot tersebut terlebih dahulu memang harus diubah statusnya dari kend- araan umum ke kendaraan pribadi.
Untuk menghadapi kendala-kendala tersebut, menurut Ari, Dinas Perhubungan Kota Bogor akan terus membantu mencari jalan. Diantaranya den- gan terus mengadakan pertemuan-pertemuan dan dialog dengan para anggota koperasi angkot yang sudah terbentuk. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi dan jajaran terkait, mencari jalan terbaik agar proses pergantian kendaraan ini dapat ber- jalan,” katanya.
Pihaknya juga akan berbagi ilmu dalam hal penge- lolaan dan perencanaan bisnis dengan para pengu- rus dan pimpinan koperasi angkutan yang sudah terbentuk. Diharapkan dengan kegiatan edukatif tersebut, mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis angkutan umum dari
para narasumber yang bergerak di sektor keuangan dan bisnis.
Selain tahap-tahap sebagaimana dipaparkan tadi, menurut Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubun- gan Kota Bogor, Jimy Hutapea, pelaksanaan pro- gram penataan angkutan umum di Kota Bogor juga memerlukan beberapa syarat yang perlu dipenuhi.
“Selain melakukan konversi sekaligus pengadaan bis, ruas-ruas jalan yang masuk ke dalam rute-rute pelayanan angkutan umum juga harus sudah terse- dia,” jelasnya. Semua jalan sudah harus terbangun dan dalam kondisi layak untuk dilalui kendaraan an- gkutan umum.
Begitu pula dengan penyediaan subsidi. Pelayanan angkutan publik perlu mendapatkan bantuan pe- merintah dalam bentuk subsidi agar tetap mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal.
Subsidi tersebut dibutuhkan antara lain agar op- erator angkutan umum bisa menutupi kerugian yang mungkin dialami. Khususnya untuk angkutan umum yang menempuh rute-rute yang relatif sepi penumpang. Dengan demikian para pengelola ang- kutan umum diharapkan mampu menutup seluruh biaya operasional yang dibutuhkan.
Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan seluruh kendala yang ada bisa segera teratasi. Be- gitupun dengan syarat-syarat lain, bisa terpenuhi.
Dengan demikian pelayanan angkutan umum di Kota bogor bisa memasuki sebuah era baru. Sebuah pelayanan angkutan umum yang lebih nyaman dan lebih aman. Semoga (Mor)
GALERI DJUANDA
Upacara Bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017 tingkat Kota Bogor yang dipusat- kan di Plaza Balaikota, yang dihadiri unsur Muspida Kota Bogor. Minggu (01/10/2017)
Peringatan Sumpah Pemuda di Kota Bogor Pecahkan Rekor MURI oleh belasan ribu pelajar yang mengu- capkan tanpa teks naskah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pancasila, dan sumpah pemuda dengan
jumlah terbanyak. Sabtu (28/10/2017)
GALERI DJUANDA
Kemeriahan Peringatan Bulan Peduli Kanker Tingkat Kota Bogor Tahun 2017 dengan Senam Jantung Sehat bersama warga Kota Bogor di Lapangan Sempur Kota Bogor. Sabtu (21/10/2017) pagi.
Hari pertama kejuaraan Sirkuit Anggar Putaran ke-2 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada (14/10/2017) di GOR Pajajaran Kota Bogor memasuki putaran final.
SEVEN OPEN BADMINTON SMAN 7 KOTA BOGOR
CETAK ATLET BERPRESTASI
A
presiasi disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya ke- pada SMA Negeri 7 Kota Bogor atas konsistensinya sela- ma 15 tahun melaksanakan tur- namen Seven Open Badminton.Hal ini dinilai sangat baik dan positif untuk mencetak atlet-atlet berprestasi kedepan.
”Salam olahraga, selamat datang bagi para atlet bulutangkis yang ikut bertanding khususnya yang
“Harapan saya melalui Seven Open Badminton 2017 akan had- ir bibit-bibit atlet baru yang akan mengharumkan nama kotanya maupun nama Indonesia masa depan,” ujarnya sambil mengin- gatkan prestasi hanya bisa diraih melalui kerja keras dan latihan yang keras.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah- raga (Dispora) Kota Bogor Eko Prabowo yang hadir mendampin- gi mengungkapkan, turnamen yang sudah dilaksanakan sela- ma 15 kali tersebut, sangat baik untuk mencari bibit atlet bulu- tangkis mulai dari junior hingga remaja. Apalagi, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) akan di- gelar tahun depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin menilai kontribusi tur- dari luar Kota Bogor, semoga
mendapatkan hasil atau prestasi yang maksimal bagi semua,” kata Bima yang secara resmi menutup Seven Badminton Open Tahun 2017 di Aula SMA Negeri 7, Kota Bogor, Sabtu (07/10/2017) sore.
Menurut Bima, selama 15 tahun terakhir event Seven Open Bad- minton 2017 telah banyak “me- nelurkan” atlet-atlet yang ber- prestasi hingga tingkat nasional.
namen tidak hanya untuk Bogor dan sekitarnya tetapi nasional, hal ini dikarenakan ada sebanyak 775 atlet yang berpartisipasi ber- asal dari daerah lain di Indonesia salah satunya dari Aceh.
“Hal seperti ini yang harus dipub- likasikan tentang SMA N 7 Kota Bogor. Ini sangat bagus sekali,”
kata Fahrudin.
Kepala SMAN 7 Kota Bogor Acep Sukirman pun menilai kegiatan ini ibarat penyejuk bagi dirinya setelah sebelumnya pemberita- an negatif beberapa waktu lalu, ekstra kurikulum bulutangkis merupakan ekstra kurikuler ung- gulan.
“Tahun depan kita akan coba koordinasikan dengan ikatan alumni dalam membantu me- meriahkan turnamen, harapann- ya dapat membantu hadiah yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (Hu- mas:rabas/indra-SZ)
B
ertujuan mengenalkan dan mendekatkan bu- daya Bogor dengan mahasiswa IPB yang ber- asal dari berbagai daerah, Departemen Budaya dan Seni BEM IPB tahun ini kembali menggelar The 7th Bogor Art Festival. Kegiatan secara resmi dibuka Wali Kota Bogor Bima Arya di kawasan Car Free Day (CFD) jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Minggu (08/10/2017).Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Mana- jemen (FEM) IPB, Lukman M. Baga, Bogor Art Festival rutin digelar setiap tahun. Dalam penyelenggaraan- nya pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap mahasiswa dari luar daerah dapat mengenal tentang Bogor. “Jangan sampai selama 4 tahun di Bogor, tetapi mereka ti- dak mengenal tentang Bogor,” kata Lukman.
Dia menyebutkan, rangkaian acara tidak hanya dalam konteks grand opening, tetapi panitia juga mengadakan berbagai lomba bagi pelajar SMA dari luar Bogor. Lomba-lomba tersebut antara lain,
paduan suara, tari-tarian, menggambar dan karya tulis. Selain mengadakan lomba-lomba, pada seti- ap penyelenggaraan kegiatan ini panitia juga men- gusung tema yang berbeda. Tahun lalu tema yang diangkat tentang Batik Bogor dan untuk tahun ini yakni Angklung.
Lebih lanjut Lukman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi mahasiswa IPB khususnya yang dikoordinir Fakultas Ekonomi Ma- najemen. Mudah-mudahan kegiatan ini terus ber- lanjut dan memberikan kesan tersendiri bagi maha- siswa dari luar Bogor. Bahkan Lukman berjanji pada pelaksanaan tahun depan pakaian Pangsi akan ikut dibudayakan di lingkungan IPB. “Kalau di perguru- an tinggi lain sudah digunakan kenapa di IPB tidak,”
katanya. (Tria/Indra-SZ)
IPB KENALKAN BUDAYA BOGOR MELALUI BOGOR ART FESTIVAL
KILAS PERISTIWA
K
olaborasi musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sampe dari Suku Dayak yang dimainkan Nera dan Samuel menyambut kedatangan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara Moon Cake Festival di Viha- ra Dhanagun, jalan Suryakencana, Kota Bogor, Sabtu (07/10/2017) malam.Bahkan orang nomer satu di Kota Bogor itu maju ke panggung ber- duet dengan Nera dan diiringi alat musik Sasando menyayikan lagu “Karena Cinta”. Tak hanya itu, Wali Kota juga menyanyikan lagu country “Take Me Home, Country Roads” dan bergoyang Maumere bersama panitia dan tamu yang hadir. Meski acara dikemas san- tai dan sederhana namun ber-
langsung tetap meriah.
Bima mengatakan, acara Moon Cake Festival memang jarang digelar di kota lain, namun di Kota Bogor sudah rutin digelar.
Kedepan acaranya bisa lebih di upgrade agar lebih menarik dan ramai dikunjungi.
“Tapi setiap tahun saya kesini agak sedikit merasa banyak hal yang belum dimaksimalkan oleh Pemkot. Untuk itu, Insya Allah ka- lau tahun depan di jalan Suryak- encana bisa lebih rapi dan festi- valnya akan lebih menarik lagi,”
kata Bima.
Bima menjelaskan, saat ini se- dang disusun dan di “utak-atik”
desain dan rencana untuk dia- jukan ke banyak pihak agar ka- wasan Suryakencana ini bisa di-
tata lebih serius per awal tahun depan.
“Pedestriannya, PKL (Pedagang Kaki Lima) dimasukkan dan Bo- gor Plaza ini bulan depan sudah selesai, jadi tahun ini sudah mulai kita take over, kita akan bangun kawasan tertentu dan kedepan acara ini salah satu icon acara yang akan dibanggakan di Kota Bogor yang menyimbolkan ke- bersamaan dalam keberagaman,”
jelas Bima.
Hadir mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi, Lurah Babakan Pasar Rokib Al Hudry.
(Humas)
HADIRI MOON CAKE FESTIVAL, WALI KOTA DISAMBUT MUSIK SASANDO DAN SAMPE
KILAS PERISTIWA
K
egiatan Jumat Bersih (Jumsih) membersih- kan tumpukan sampah yang ada di bantaran Sungai Cidepit, Kampung Manggis, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (13/10/17) pagi, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ra- tusan orang lainnya kompak turun membersihkan sampah.Hasilnya, puluhan karung sampah dengan berb- agai jenis berhasil diangkut untuk selanjutnya dib- uang ke TPA Galuga. Sampah plastik dan potongan batang kayu mendominasi pada kegiatan Jumsih tersebut.
Dilaksanakannya kegiatan Jumsih oleh jajaran Pe- merintah Kota (Pemkot) Bogor dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya, adalah sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat.
Pesan lainnya dari kegiatan massal itu, kata wali kota, adalah tidak lain agar warga terus menjaga lingkungan yang salah satunya dengan tidak mem- buang sampah sembarang seperti ke sungai. (Don- ni/Indra-SZ)
JUMSIH DI BANTARAN
SUNGAI CIDEPIT
KILAS PERISTIWA
W
ali Kota Bogor Bima Arya membuka Fes- tival dan Pameran Burung Berkicau Nasi- onal di lapangan Komplek Pusdikzi, jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (15/10/2017). Ia berharap acara ini dapat mendongkrak perekonomian dan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor serta dijadikan agenda ru- tin.“Saya bangga ada disini kembali bersama-sama kicau mania yang luar biasa, yang hobinya sangat positif. Insya Allah acara ini akan mendongkrak ter- us perekonomian, pariwisata di kota Bogor dan un- tuk masyarakat semua. Selamat bertanding, Insya Allah Pemkot Bogor akan selalu mendukung ke- giatan kicau mania di kota Bogor,” kata Bima dalam sambutannya.Sementara itu panitia Festival dan Pameran Burung Berkicau Nasional Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, acara ini merupakan agenda tahunan hasil kolaborasi seluruh event organizer kicau ma- nia di kota Bogor yang sepakat ingin mengadakan event besar di Kota Bogor yang dinamakan “Piala Kota Hujan”.
“Ini tahun yang kedua digelar, ada kurang lebih
2.500 peserta yang mengikuti acara ini dari berb- agai daerah, jenis burung dan kelas perlombaan,”
terangnya.
Festival dan Pameran Burung Berkicau Nasional ini digelar bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Bogor, menambah tingkat huniah atau ok- upansi hotel yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menggerakan ekonomi kreatif, seperti pengrajin sangkar, pakan burung, peternak burung, hingga sajian kuliner.
“Kedepan saya berharap agenda ini menjadi agen- da tahunan Pemkot Bogor melalui Dinas Pariwisa- ta dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB),” tuturnya.
Wali Kota Bogor secara simbolis menggantang salah satu burung peserta lomba berjenis Love Bird.
Lomba berlangsung meriah, para pemilik burung dan pengunjung saling bersiulan menyemangati burung yang tengah dinilai tim juri seperti burung Murai Batu, Love Bird, Cucak Ijo, Kenari, Ciblek dan jenis burung lainnya. Bahkan secara simbolis, Bima juga memberikan “Piala Kota Hujan” kepada para pemenang juara 1,2 dan 3. (Humas)
FESTIVAL DAN PAMERAN BURUNG BERKICAU DONGKRAK EKONOMI DAN WISATAWAN
KILAS PERISTIWA