| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
16
BAB III
GAMBARAN PELAYANAN
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
3.1. Kinerja Pelayanan Masa Kini
Sebagai penyelenggara pelayanan publik, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut untuk senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas dan terus berupaya melakukan perbaikan.
Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk reformasi birokrasi melalui penciptaan kebijakan, perbaikan sistem dan mekanisme pelayanan yang senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat.
Dalam rangka perwujudan reformasi birokrasi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, maka pelaksanaan pelayanan perijinan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan diselenggarakan dengan berdasarkan pada Standar Pelayanan Publik yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Nomor 188.45/50/35.73.311/2012 tanggal 10 Juli 2012. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kepastian sistem penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan asas-asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik serta terpenuhinya hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik secara maksimal serta mewujudkan partisipasi dan ketaatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai mekanisme berlaku.
3.1.1. Pelayanan Perdagangan
Peran Sektor Perdagangan dalam perkembangan perekonomian Kota Malang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kontribusi sektor perdagangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terus meningkat. Hal ini dapat dilihat pada grafik pertumbuhan sektor perdagangan berikut:
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
17 Indikator lain adalah penyerapan tenaga kerja yang sangat besar
di sektor perdagangan yaitu sebesar 118.257 orang dari total angkatan kerja sebesar 392.727 orang atau menyerap 30.1%
angkatan kerja (Sumber: Malang Dalam Angka 2011). Grafik penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan di Kota Malang dibandingkan sektor-sektor lain dapat dilihat pada grafik berikut:
a. Perdagangan Dalam Negeri
-6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14
2008 2009 2010 2011 2012
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000
Series1
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
18 Pembangunan perdagangan dalam negeri bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi perdagangan, antara lain iklim usaha perdagangan dan peningkatan sistem distribusi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, barang penting dan barang strategis. Hal ini dilakukan dengan cara mengupayakan ketersediaan bahan pokok dan kelancaran pendistribusian barang dan jasa untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Selain itu bidang perdagangan juga memberikan pelayanan penyediaan informasi harga dan ketersediaan bahan pokok.
Bahan Kebutuhan Pokok
Berdasarkan hasil pemantauan harga bahan kebutuhan pokok tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 harga komoditas sangat berfluktuasi, yang dikarenakan kenaikan harga BBM dan terkait dengan kebijakan impor seperti bawang putih yang melonjak pada Bulan Mei 2012 sebesar 85.9%. Pada Bulan Juli 2012 harga gula juga meningkat 38.7% dari harga pada awal tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Bulog Divre V untuk menggelar operasi pasar. Pada tahun 2013, operasi pasar digelar di Pasar Tawangmangu dan Pasar Merjosari dengan menjual gula sebanyak 66.750 kg seharga Rp 10.000 per kg. Bahan pokok lain yang dijual pada operasi pasar adalah beras sebanyak 23.455 kg dengan harga Rp 7.300,00 per kg dan minyak goreng sebanyak 62.250 botol kemasan 900 mililiter seharga @Rp.7500 per botol. Selain itu, setiap tahun Dinas Perindustrian dan Perdagangan menganggarkan subsidi harga bahan pokok untuk keluarga miskin di Kota Malang melalui Kegiatan Penjualan Sembako Murah. Kegiatan Penjualan Sembako Murah dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri dimana harga barang pokok mengalami fluktuasi cukup tajam sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
19 keluarga miskin dalam menghadapi Hari Raya. Pada Tahun 2013,
Disperindag menjual 20.359 paket sembako yang masing-masing berisi 3 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, 1 botol kecap dan 1 bungkus mie telor dengan harga Rp 15.000 per paket.
Penerbitan Perijinan di Bidang Perdagangan
Rekomendasi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
Penerbitan Rekomendasi SIUP dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009. SIUP adalah surat ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan dengan demikian setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memiliki SIUP. Adapun jumlah penerbitan Rekomendasi Surat Ijin Usaha Perdagangan pelayanan SIUP di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang dalam kurun waktu 2010-2012 adalah sebagai berikut:
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
470 549 509
Penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Penerbitan TDP dilaksanakan berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009. TDP adalah surat tanda pengesahan yang diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pendaftaran perusahaan. Perusahaan sebagaimana yang dimaksud, wajib melakukan pendaftaran dalam Daftar perusahaan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak perusahaan mulai menjalankan kegiatan usahanya.
Adapun jumlah penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) baru pada tahun 2010-2012 dapat disajikan pada tabel berikut ini:
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
851 762 841
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
20 Sedangkan herregistrasi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) selama
kurun waktu 2010-2012 adalah sebagai berikut:
Tahun Perpanjangan Ke-I
Perpanjangan Ke-II
Perpanjangan Ke-III
Perpanjangan Ke-IV
Perpanjangan Ke-V
2010 162 71 52 34 23
2011 142 69 39 44 89
2012 124 53 50 39 37
Penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG)
Penerbitan TDG sesuai dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009. Tanda Daftar Gudang adalah tanda daftar yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan atau perorangan yang memiliki dan atau menguasai gudang. Jumlah penerbitan Tanda Daftar Gudang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2010-2012 tersaji pada tabel berikut ini:
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
0 8 5
Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) Penerbitan SIUP MB berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 23 tahun 2007 dan Nomor 28 Tahun 2009. Data penerbitan SIUP-MB pada tahun 2009-2012 sebagai berikut
2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
1 4 2 7
b. Perdagangan Luar Negeri
Kebijakan Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Kota Malang pada tahun 2009-2013 ditujukan untuk meningkatkan nilai ekspor, melalui fasilitasi produk-produk Kota Malang dalam pameran di dalam dan luar daerah. Kinerja ekspor Kota Malang selama kurun waktu 2009-2013(Semester I) dapat dilihat sebagai berikut:
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
21
Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan Kota Malang selama periode tahun 2009- 2013(Semester I) bila dibandingkan antara ekspor dan impor rata- rata menunjukkan surplus perdagangan setiap tahunnya, sebagaimana table yang tersaji berikut ini
Neraca Perdagangan Kota Malang Tahun 2009-2013(Semester I)
(dalam juta US $)
Tahun EKSPOR IMPOR NERACA
2009 89.064.230,74 14.809.081,44 + 74,255,149,30 2010 9.918.651,74 7.131.209,89 + 2,787,441,85 2011 717.028.480,77 19.197.285,31 + 697,831,195,46 2012 576.093.599,09 1.946.209.071,43 - 1,370,115,472,34 2013
(Semester I)
107.115.636,86 4.873.311,76 + 102,242,325,10
Berdasarkan tabel tersebut di atas, kondisi rata-rata dari tahun ke tahun menunjukkan surplus yang disebabkan oleh angka ekspor lebih besar daripada angka impor, kecuali pada tahun 2012 menunjukkan adanya defisit yang disebabkan oleh adanya impor jenis mesin cetak oleh perusahaan di Kota Malang.
Perkembangan ekspor Kota Malang dalam kurun waktu 2009-2013 (Semester I) dapat dilihat sebagaimana tabel berikut ini.
Perkembangan Ekspor Kota Malang Tahun 2009-2013 Tahun Nilai (US $) (%) Perubahan
Nilai
2009 89.064.230,74 6%
2010 9.918.651,74 1%
2011 717.028.480,77 48%
2012 576.093.599,09 38%
2013
(Semester I)
107.115.636,86 7%
Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa perkembangan ekspor Kota Malang masih cukup fluktuatif. Akan tetapi pada tahun 2011 nilai ekspor mampu mencapai US $ 717.028.480,77. Angka ini telah mengangkat kembali kondisi ekspor yang sempat menurun pada
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
22 realisasi ekspor tahun 2010 senilai US $ 9.918.651,74. Adapun realisasi
ekspor pada tahap semester pertama tahun 2013 telah mencapai US $ 107.115.636,86.
Ekspor menurut kelompok komoditi
Kondisi ekspor menurut kelompok komoditi di Kota Malang pada tahun 2010-2012 dapat dilihat pada table berikut ini.
Ekspor Menurut Kelompok Komoditi Kota Malang Tahun 2010-2012
Komoditi Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Nilai(US $)
(share %)
NIlai (US $) (share %)
Nilai (US $) (share %) Broom 768,489.00
7.95%
662,016,361.30 92.33%
130.255,80 (0.02%)
Gold chain 6.263.716,55 64.81%
48,463,913.76 6.76%
572.381.379, 48 (99.36%) Silver
Handycraf
62,479.95 0.65%
38,333.53 0.01%
60.501,60 (0.01%)
Teak Complate
- - 1.388.052,86
(0.24%) Flooring 1,430,980.48
14.81%
1,814,466.36 0.25%
Tobacco 395,042.80 4.09%
370,820.72 0.05%
146.573,68 (0.03%)
Furniture 547,453.05 5.66%
166,376.80 0.02%
-
Tapioca flour
6,555.00 0.07%
- -
Sayuran 171,365.20
0.02%
-
Textile dan Sandang
189,651.78 1.96%
1,018,318.17 0.14%
- -1.500.000.000,00
-1.000.000.000,00 -500.000.000,00 0,00 500.000.000,00 1.000.000.000,00
Nilai ekspor bersih
2009 2010 2011 2012 2013
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
23
Plastik dan karet sintetis
- 2,968,524.93
0.41%
-
Elektro - - 1.986.835,67
(0.34%) TOTAL 9.918.651,74 717.028.480,77 576.093.599,
09
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa selama tahun 2010- 2012 komoditi yang memiliki kemampuan menyumbang secara rutin setiap tahunnya dalam kegiatan ekspor adalah komoditi broom (sapu lidi), gold chain (perhiasan emas), silver handycraft (perhiasan perak), dan tobacco (tembakau iris). Adapun bagian terbesar dari nilai ekspor Kota Malang berasal dari komoditi gold chain dengan kemampuan menyumbang terhadap total ekspor Kota Malang setiap tahunnya rata-rata di atas 50 persen kemudian disusul dengan komoditi broom menyumbang rata-rata sekitar 33 persen. Grafik komoditas ekspor Kota Malang sebagai berikut:
Negara Tujuan Ekspor
Ekspor Kota Malang selama tahun 2012 ditujukan kepada 14 (Empat Belas) Negara, dimana Hongkong merupakan tujuan utama yang mampu menyerap 63.747% terhadap total ekspor Kota Malang yakni
0,00 100.000.000,00 200.000.000,00 300.000.000,00 400.000.000,00 500.000.000,00 600.000.000,00
2012
Tembakau Iris Emas
Perak
Broom complete Teak complete Elektro
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
24 senilai US $ 576.093.599,09. Sedangkan selebihnya 36,253% atau
senilai US $ 208.670.666,03 diserap oleh 13 negara tujuan ekspor lainnya. Perkembangan ekspor Kota Malang menurut Negara tujuan tahun 2012 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Ekspor Kota Malang Menurut Negara Tujuan Tahun 2012
No. Negara Tujuan Nilai (US $) Share (%)
1. Singapura 201.827.221,04 35.016%
2. Hongkong 367.422.932,97 63.747%
3. USA 4.270.828,05 0.741%
4. Germany 89.871,33 0.016%
5. Japan 552.762,31 0.096%
6. Taiwan 386.905,54 0.067%
7. China 318,862.02 0.055%
8. Spain 97,128.38 0.017%
9. Polandia 114,520.28 0.020%
10. Malaysia 22,787.39 0.004%
11. England 44,457.51 0.008%
12. Hamburg 9,068.50 0.002%
13. New Zealand 9,068.50 0.001%
14. Netherland 1,215,626.77 0.211%
TOTAL 576.093.599,09
Perkembangan Impor
Perkembangan Impor Kota Malang Tahun 2004-2008 Tahun Nilai (US $)
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
25
2009 14.809.081,44
2010 7.131.209,89
2011 19.197.285,31
2012 1.946.209.071,43
2013
(Semester I)
4.873.311,76
Perkembangan impor kota Malang selama tahun 2009-2013 (semester I) menunjukkan bahwa pada tahun 2009 nilainya mencapai US $ 14.809.081,44 kemudian menurun pada tahun 2010 menjadi US $ 7.131.209,89 selanjutnya pada tahun 2011 mengalami kenaikan menjadi senilai US $ 19.197.285,31, dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai US $ 1.946.209.071,43. Kondisi ini disebabkan oleh adanya impor komoditi mesin cetak oleh perusahaan di Kota Malang.
Impor menurut kelompok komoditi
Komoditi import yang menonjol pada tahun 2010-2012 adalah tobacco,dimana mencapai rata-rata sebesar 30 persen lebih dari seluruh komoditi impor Kota Malang. Untuk selengkapnya impor menurut komoditi dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Impor Menurut Kelompok Komoditi Kota Malang Tahun 2010-2012
Komoditi
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
Nilai (US $) Share (%)
Nilai (US $) Shar e (%)
Nilai (US $) Share (%)
Makanan Minuman 608,847.00 8.54%
Hasil Mineral 19,922.98 0.28%
Hasil Kimia 3,230,386.00 45.30% 224,729.51 1.17%
Plastik & Karet sintetis 382,413.65 5.36% 768,062.09 4.00%
Kertas Buku & Barang Cetak
101,682.49 0.53% 309.080,96 0.01383%
Tekstil dan Sandang 432,477.54 6.06% 159,983.90 0.83%
Gips, Kaca Mika, Semen 19,581.00 0.27% 800,220.97 4.17%
Barang Logam 40,375.50 0.57% 58,049.51 0.30% 269.157,54 0.00014%
Mesin
/Pestwat,Mekanik,Listrik
1,194,402.48 16.75% 6,606,417.29 34.41
%
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
26
Alat-alat angkutan 184,528.40 2.59% 1,367,013.53 0.0702%
Funiture 801,398.71 4.17%
Bahan Campuran
Tembakau
6,966,683.51 36.29
%
1,472,377.40 0.0757%
Aromatic 535,792.00 2.79%
Barang-barang elektronok 1,873,581.00 9.76%
Sayuran dan Buah- buahan
199,402.51 1.04%
Aksesoris 41,015.61 0.21%
Alas Kaki 28,456.80 0.15%
Barang hiburan 137,790.00 1.93%
Mesin Cetak 1,942,791,442.00 99.824%
Leather 214,225.50 3.00%
Lain-lain 666,259.84 9.34% 31,809.40 0.17%
TOTAL 7.131.209,89 100 19.197.285,31 100 1.946.209.017,43 100
Import menurut Negara
Import Kota Malang selama tahun 2012 antara lain berasal dari Negara China yang mencapai 77.55 persen, sedangka Negara- negara lain mencapai kisaran yang relative kecil. Adapun impor menurut Negara asal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Import Kota Malang Menurut Negara Tujuan Tahun 2012
No. Negara Asal Nilai US $ Share (%)
1. China 1,509,203,932.91 77.55%
2. Germany 114,579.75 0.01%
3. Jepang 179,283.00 0.01%
4. Korea 871,680.40 0.04%
5. Singapura 118,550.00 0.01%
6. USA 236,698.56 0.01%
7. Hungaria 31,717.81 0.002%
8. Malaysia 435,423,380.00 22.37%
9. Prancis 29,278.25 0.002%
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
27
TOTAL 1.946.209.071,43 100
c. Promosi
Pelayanan ini dituangkan dalam bentuk kegiatan promosi produk unggulan melalui berbagai even-even pameran perdagangan.
Adapun penyelenggaraan pameran dagang yang telah diselenggarakan dan diikuti selama ini antara lain di Dalam Kota (Malang Expo), Dalam Propinsi (Pameran Produk Unggulan), Luar Daerah (Inacraft) dan Luar Negeri (Inacraft Lifestyle).
3.1.2. Pelayanan Perindustrian
Perkembangan Industri
Sektor Industri masih menjadi penyumbang tertinggi dalam PDRB. Pertumbuhan nilai investasi, produktivitas dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri terus menunjukkan peningkatan.
Grafik pertumbuhan nilai investasi, produktivitas dan tenaga kerja sektor industri dapat dilihat pada grafik berikut ini:
0,00 2.000.000.000,00 4.000.000.000,00 6.000.000.000,00 8.000.000.000,00 10.000.000.000,00 12.000.000.000,00 14.000.000.000,00 16.000.000.000,00
2009 2010 2011 2012
Nilai Investasi
Nilai Investasi
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
28 Selama tahun 2010-2013 jumlah usaha Industri Kecil dan
Menengah (IKM) mencapai 853 unit kecil dan menengah. Untuk selengkapnya, perkembangan industri pada tahun 2013 dikelompokkan menjadi industri logam, mesin, elektronik, tekstil dan aneka serta IATT (Industri Alat Transportasi dan Telematika) yang mencapai 374 unit usaha kecil dan menengah sedangkan industri Agro, kimia, dan hasil hutan mencapai 479 unit usaha kecil dan menengah.
0,00 50.000.000.000,00 100.000.000.000,00 150.000.000.000,00 200.000.000.000,00 250.000.000.000,00 300.000.000.000,00 350.000.000.000,00 400.000.000.000,00 450.000.000.000,00 500.000.000.000,00
2009 2010 2011 2012
Nilai Investasi Produktivitas
0 100 200 300 400 500 600 700 800
2009 2010 2011 2012
TK
TK
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
29
Perkembangan Industri Tahun 2010-2013
Uraian TAHUN
2010 2011 2012 2013
Industri Besar 5 5 5 5
Industri Kecil dan Menengah
834 844 848 853
Sentra Industri 914 914 914 914
Industri Non Formal 1471 1486 1506
Penerbitan Perijinan di Bidang Perindustrian
a. Pelayanan penerbitan Rekomendasi Ijin Usaha Industri (IUI) Pelayanan penerbitan Rekomendasi Ijin Usaha Industri (IUI) dilaksanakan sesuai Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009. Ijin Usaha Industri adalah surat ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan atau usaha industri dengan nilai investasi di atas Rp 200 juta. Tabel berikut ini menyajikan jumlah penerbitan Rekomendasi Ijin Usaha Industri di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang pada tahun 2010- 2012:
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
16 9 6
b. Pelayanan penerbitan Tanda Daftar Industri (TDI)
Pelayanan penerbitan Tanda Daftar Industri dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009. Tanda Daftar Industri merupakan ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan atau usaha industri dengan investasi maksimal Rp 200 juta. Penerbitan TDI di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang pada tahun 2010-2012 tersaji pada tabel berikut ini:
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
6 8 2
c. Pelayanan penerbitan Rekomendasi Ijin Perluasan Industri
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
30 Pelayanan penerbitan Rekomendasi Ijin Perluasan Industri
dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 28 Tahun 2009 untuk industri yang telah memiliki ijin usaha industri dan akan menambah kapasitas produksi.
Tabel berikut ini menyajikan jumlah penerbitan Ijin Perluasan Industri di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang pada tahun 2010-2012
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
1 5 1
3.1.3. Pelayanan Perlindungan Konsumen
Perlindungan konsumen yang dilaksanakan yaitu melakukan pengawasan barang dan jasa yang beredar di Kota Malang serta menyelesaikan permasalahan persengketaan antara konsumen dan pelaku usaha yang ditangani oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Selama tahun 2013 dilakukan monitoring ke lapangan dengan mengunjungi IKM-IDKM di bidang usaha makanan, minuman, bahan bangunan, timbangan, elektronika, jamu, parcel dan lampu hemat energi. Hasil yang didapat di lapangan masih diketemukan beberapa barang dan jasa yang beredar di luar ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, adanya barang-barang yang sudah kadaluarsa; barang elektronik yang belum memenuhi standar (SNI) dimana dalam petunjuk pemakaian masih belum dilengkapi dengan bahasa Indonesia.
Tahun 2012 jumlah pengaduan masyarakat sebanyak 34 kasus meningkat 126 persen dari tahun 2011 yang hanya sebanyak 15 kasus.Jumlah pengaduan masyarakat terhadap produk dari tahun 2010-2012
Data Pengaduan Masyarakat terhadap produk Tahun 2010-2012
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
31
URAIAN Tahun
2010 2011 2012
Jumlah Penyelesaian Permasalahan Pengaduan masyarakat terhadap produk
12 15 34
Pada tabel daiatas dapat dilihat bahwa penyelesaian kasus pada tahun 2011 mencapai 15 kasus sedangkan pada tahun 2012 mencapai 34 kasus hal ini disebabkan karena keberadaan BPSK sudah mulai dikenal di masyarakat.
Kemetrologian
Realisasi kemetrologian sebagai upaya pelaksanaan UU RI No.
2 Tahun 1981 tentang metrologi legal di wilayah daerah Kota Malang yaitu dengan memberikan pelayanan tera dan tera ulang alat UTTP milik pengusaha dan pedagang di wilayah kota Malang dengan hasil kegiatan sebagai berikut:
Data Hasil Pelayanan Kemetrologian Tahun 2010-2012
URAIAN Tahun
2010 2011 2012
Jumlah sasaran
pengawasan produk dan pengguna UTTP
289 248 357
Secara keseluruhan, capaian indikator kinerja pada akhir tahun 2013 dapat dilihat pada matrik berikut:
Matrik Pembandingan Capaian Indikator Kinerja Sampai Dengan Tahun Berjalan
No. Indikator Kinerja
Utama Target 2013 Realisasi
Keterangan
2012 2013
1. Jumlah perusahaan yang
memiliki ijin usaha 1400 1662 2.212 Sangat Berhasil 2. Persentase usaha
perdagangan yang memiliki ijin
60% 25.93% 56.25% Sangat
Berhasil
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
32
3. Peningkatan
Pertumbuhan sektor
industri pengolahan 3.5% 0.73% 0.94% Kurang
Berhasil 4. Peningkatan
Pertumbuhan sektor
perdagangan 3.5% 27.66% 1.6% Sangat Berhasil
5. Adanya media informasi yang dapat diakses oleh publik (website, kotak pos, leaflet/brosur)
2 jenis
media 4 jenis media 3 jenis media Sangat Berhasil 6. Pemantauan kestabilan
harga 102 kali 114 90 kali Sangat Berhasil
7. Cakupan pengawasan ketersediaan bahan pokok
100% 100% 100% Sangat Berhasil
8. Cakupan pengawasan ketersedian kebutuhan
komoditas lain 100% 100% 100% Sangat Berhasil
9. Persentase meningkatnya
pengawasan makanan dan minuman yang memenuhi syarat
30% 48.61% (75%) Kurang
Berhasil
10. Laju inflasi kota 6% 4.60% 7.92% Berhasil
11. Kontribusi sektor industri
terhadap PDRB 40% 33.05% 28.64% Berhasil
12. Kontribusi sektor perdagangan terhadap
PDRB 46% 28.66% 33.14% Berhasil
13. Produktivitas sektor
industri 370.000.000 90.705.715,38 95.391.050,90 Kurang Berhasil
14. Pertumbuhan industri 3.5% 0.73% 0.94% Kurang
Berhasil 15. Ketersediaan informasi
komoditi berpotensi
ekspor Ada/15 Ada/18 Ada/18 Sangat Berhasil
16. Kontribusi ekspor hasil industri terhadap total
ekspor 100% 100% 100% Sangat Berhasil
17. Bertambahnya wawasan
dunia ekspor bagi UKM 40 IDKM 40 IDKM 10 IDKM Sangat Berhasil 18. Ekspor bersih
perdagangan $24.000.000
-
$1.370.115.47 2,34
$ 10.603.712.653,
00 Sangat Berhasil 19. Persentase
meningkatnya nilai
ekspor 100% -196.34% 873.93% Sangat Berhasil
20. Jumlah UKM yang
mengikuti pameran 50 IKM 23 50 Sangat Berhasil
21. Jumlah UKM yang
mempunyai website 130 IKM 100 140 Sangat Berhasil 22. Jumlah sasaran
pengawasan produk dan
penggunaan UTTP 310 357 4.089 Sangat Berhasil
23. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap
produk 20 34 37 Sangat Berhasil
24. Kesesuaian SKPD
berdasarkan PP No. 41 Sesuai Sesuai sesuai Sangat Berhasil
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
33
Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah
25. Frekuensi penyelenggaraan
konsultasi pemerintah 80 kali 114kali 140 kali Sangat Berhasil 26. Pengukuran Indeks
Kepuasan Masyarakat 80.00 78.55 82.869 Sangat Berhasil 27. Jumlah sarana dan
prasarana yang
memadai 250 unit 384 unit 448 Sangat Berhasil
3.2. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan
Untuk mencapai sasaran pembangunan di bidang industri dan perdagangan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, terdapat sejumlah potensi, baik internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Strategi pencapaian sasaran dapat dirumuskan melalui pemetaan kondisi lingkungan yang meliputi lingkungan internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yaitu peluang dan tantangan.
Hasil analisis terhadap factor-faktor lingkungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. Kekuatan
Jumlah penduduk Kota Malang yang cukup besar dengan keberagaman budaya merupakan potensi yang cukup besar dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Kondisi sumber daya manusia ini merupakan modal bagi tumbuhnya industri, khususnya IKM yang berbasis tenaga kerja juga menjadi peluang bagi tumbuhnya industri berbasis padat IPTEK dan daya kreatif. Selain itu, dengan penduduk yang cukup besar menjadikan Kota Malang sebagai pasar domestik yang potensial untuk dikembangkan. Secara rinci kekuatan Kota Malang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jumlah Penduduk yang besar
Tingkat upah kompetitif
Keterampilan seni yang tinggi
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
34
Tekun dan mudah menerima pelatihan
Pertumbuhan investasi cukup signifikan dalam dua tahun terakhir
Ukuran pasar domestik yang cukup besar
Adanya peningkatan perkembangan ekonomi kreatif
Iklim usaha yang kondusif
B. Kelemahan
Masih rendahnya kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi pelaku industri dan perdagangan maupun dari sisi aparatur Pembina merupakan permasalahan yang menjadi kendala dalam pengembangan sektor industri dan perdagangan. Rendahnya kualitas SDM pelaku industri dan perdagangan akan menghambat produktivitas sektor industri dan perdagangan, sementara kompetensi aparatur Pembina yang belum memadai akan menimbulkan permasalahan dalam menjawab tantangan perubahan global yang menjadi tuntutan perkembangan perekonomian dunia. Secara rinci, faktor-faktor yang menjadi kelemahan dalam pengembangan sektor industri dan perdagangan adalah sebagi berikut:
Masih rendahnya kualitas SDM aparatur Pembina serta pelaku industri dan perdagangan
Menurunnya ketersediaan bahan baku alam untuk industri
Tidak meratanya penyebaran penduduk, pendidikan dan keterampilan
Disiplin yang masih rendah
Ketersediaan pasar modal belum cukup mendukung
Sarana dan prasarana fisik belum memadai
Masih rendahnya tingkat pengembangan teknologi
Masih rendahnya produktivitas sektor manufaktur
Struktur industri masih belum kuat
Kurangnya pengembangan dan pemanfaatan hasil-hasil riset
Masih terbatasnya produk berorientasi ekspor
Daya saing produk yang masih rendah
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
35 C. Peluang
Membaiknya perekonomian dunia yang antara lain ditunjukkan dengan semakin bergairahnya pasar modal memberikan peluang bagi tumbuhnya investasi di Kota Malang. Semakin terbukanya pasar ASEAN dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN, seperti ASEAN- Australian FTA, ASEAN-Japan FTA, ASEAN-Korean FTA dan ASEAN- China FTA memberikan peluang bagi pasar produk Kota Malang.
Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Kota Malang dalam pengembangan sektor industri dan perdagangan adalah:
Beberapa Produk Unggulan Kota Malang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif diversifikasi produk ekspor
Pertumbuhan sektor industri dan perdagangan dalam beberapa tahun akan menarik minat investor untuk berinvestasi
D. Tantangan
Selain memberikan peluang, penerapan perdagangan bebas (single market and single production) dalam ASEAN Economic Community (AEC) Tahun 2015 juga menjadi tantangan bagi pembangunan industri dan perdagangan di Kota Malang. Masuknya produk-produk asing terutama dari Negara-negara mitra FTA menuntut upaya perlindungan konsumen yang lebih berat. Dari sisi perdagangan dalam negeri, tantangan yang dihadapi adalah belum optimalnya sistem distribusi komoditas strategis yang ditandai dengan masih panjangnya rantai distribusi dan masih berfluktuasinya harga bahan-bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Hal ini disebabkan antara lain oleh belum tertatanya jaringan distribusi, belum tersedianya data yang akurat tentang harga dan permintaan di tingkat konsumen, belum transparannya ketersediaan pasokan dan sarana perdagangan di tingkat produsen dan distributor
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
36 3.3. Rumusan Permasalahan/Isu Strategis Masa Kini dan
Perubahan Kecenderungan Masa Depan A. Sektor Perindustrian
Pergeseran paradigma ekonomi industri ke Ekonomi Kreatif menuntut upaya pembangunan berkelanjutan melalui kreativitas untuk mendorong perekonomian yang berdaya saing dan menggali cadangan sumber daya yang terbarukan.
Perkembangan IPTEK mendorong adanya efisiensi produksi untuk menghasilkan produk berkualitas dengan harga bersaing.
Pengembangan inovasi dan fasilitasi teknologi bagi Industri Kecil Menengah menjadi program wajib sebagai upaya peningkatan daya saing sektor industri.
Kebutuhan pangan akan meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, serta daya beli dan tingkat pendidikan konsumen.
Kebutuhan ini tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitas, penyajian yang menarik, cepat dan praktis, serta standar higienisme yang lebih tinggi dan harga yang kompetitif dan terjangkau. Kebutuhan akan produk pangan yang sehat, aman, dan halal juga semakin tinggi.
Perubahan paradigma manufaktur mengakibatkan perubahan sistem manufaktur dari mass production menjadi mass customization, dimana perhatian pertama diberikan pada perancangan untuk menghasilkan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dilanjutkan dengan pertimbangan pasar untuk menetapkan harga, dan aspek investasi untuk menetapkan biaya produksi. Dengan demikian, perhatian diberikan pada tahap perencanaan agar dapat memenuhi market acceptability.
Pasar bebas tenaga kerja akan diberlakukan di regional ASEAN pada akhir tahun 2015 dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, pembangunan tenaga kerja industri kompeten menjadi kebutuhan mendesak yang dilakukan melalui pendidikan
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
37 vokasi, pendidikan dan pelatihan, pemagangan, serta didukung
dengan pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
B. Sektor Perdagangan
Era ekonomi global ditandai dengan semakin terbukanya sekat-sekat antar negara sehingga arus barang, jasa dan investasi semakin mudah untuk menembus batas dan sekat-sekat antar negara. Untuk menggairahkan investasi di daerah, maka kebijakan perizinan harus diciptakan seefisien mungkin.
Peningkatan Daya Saing yang menjadi grand design pembangunan sektor industri dan perdagangan harus dimulai dengan penciptaan iklim usaha yang sehat. Selanjutnya, formalisasi badan-badan usaha menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses Institusi Dagang Kecil Menengah dan industri kecil pada sektor keuangan serta meningkatkan perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual.
Masih banyaknya komoditas illegal yang beredar di pasar, selain merugikan sektor fiskal, merusak pasar juga menurunkan kepercayaan dunia usaha kepada pemerintah. Untuk itu pengawasan terhadap barang beredar dan jasa perlu diintensifkan dengan didukung kebijakan dan payung hukum yang memadai.
Mengembangkan pola kemitraan untuk menjawab tuntutan pasar atas dasar tanggung jawab bersama demi tumbuhnya usaha menengah dan usaha kecil dalam rangka meningkat kan daya saing daerah dan daya saing nasional.
Kurangnya kemampuan pelaku ekspor dalam menyerap kesempatan yang ada dan juga tidak adanya informasi pasar luar negeri yang mudah diakses.
3.4. Rumusan Perubahan Internal dan Eksternal yang Perlu Dilakukan
a. Internal
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
38 Penciptaan iklim usaha yang kondusif menuntut adanya reformasi
birokrasi terutama dalam pelaksanaan pelayanan publik. Upaya reformasi birokrasi dilakukan mulai dari proses perencanaan sampai dengan evaluasi. Proses perencanaan dilakukan dengan melibatkan semua stakeholder melalui Focus Group Discussion (FGD). Tahap implementasi dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip akutabilitas, transparansi, partisipasi dan keadilan. Sementara evaluasi dilakukan tidak hanya sekedar memenuhi tuntutan peraturan perundangan yang hanya melihat dari sisi anggaran, tetapi dikembangkan sesuai dengan tuntutan kepentingan publik, yaitu dengan mengembangkan konsep balanced score card yang melibatkan para stakeholder dan aparatur serta memperhatikan proses bisnis internal.
b. Eksternal
Perubahan eksternal yang perlu dilakukan antara lain:
1. Perdagangan
Dalam menghadapi ASEAN Economic Area, harus dilakukan upaya penguatan kelembagaan perdagangan dan peningkatan profesionalisme pelaku usaha. Upaya penguatan kelembagaan perdagangan dilakukan melalui peningkatan aspek legalitas formal pelaku usaha, khususnya IKM penghasil produk ekspor serta peningkatan kerjasama antar pelaku usaha, antara lain peningkatan jaringan kemitraan antara ritel tradisional dengan ritel modern. Selain untuk meningkatkan output perdagangan, kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus barang. Di samping itu, peningkatan daya saing produk lokal harus disertai dengan upaya peningkatan kualitas promosi perdagangan. Setiap even promosi harus diupayakan untuk meningkatkan transaksi dan pangsa pasar bagi IKM yang mengikuti. Selain itu, akan diupayakan penyediaan informasi pasar ekspor yang terbuka dan dapat diakses oleh mayarakat sehingga dapat meningkatkan diversifikasi produk dan pasar ekspor.
| Renstra Disperindag Kota Malang Tahun 2013 - 2018 |
39 Terbukanya pasar global harus diimbangi dengan meningkatkan
upaya perlindungan konsumen melalui peningkatan kesadaran konsumen untuk menjadi ”konsumen cerdas” yang mampu untuk melindungi kepentingan dan hak-haknya serta mencintai produk daerah sehingga Kota Malang tidak hanya menjadi lahan pemasaran bagi produk-produk asing.
2. Perindustrian
Pergeseran paradigma ekonomi dan perkembangan IPTEK menuntut industri yang efisien agar menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.