Anting adalah salah satu perhiasan wanita yang dipakai ditelinga sebagai perhiasan. Selain itu, anting merupakan perhiasan yang menggantung dikuping telinga serta ben- tuknya yang bermacam ragam. Perhiasan seperti anting digunakan sebagai simbol yang mengandung norma-norma dan nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai acuan dalam kehidupan masyarakat. Subang yang dipakai seorang puti berbeda dengan subang yang kita pakai sehari-hari. Bentuk subang puti yaitu panjang seperti rantai bewarna keemasan.
OO1 Anting
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
1
Baju hitam batabuah ini merupakan baju untuk seorang puti yang dipakai saat acara-acara adat dan pada saat pengangkatan seorang puti. Puti merupakan istri dari raja yang juga memakai baju hitam batabuah. Baju hitam Raja menyerupai jas akan tetapi baju hitam batabuah puti seperti baju bundo kanduang sekarang kita kenal. Pada bagian leher baju terdapat motif bunga yang menyerupai sebuah kalung yang melingkar dileher bewarna kuning keemasan. Sedangkan pada bagian bawah baju terdapat manik-manik yang menggantung.
OO2 Baju Batabuah Puti
Tahun : 1853
Kategori : Pakaian Raja dan Puti
2
Baju hitam batabuah ini merupakan baju raja yang dipakai saat acara-acara adat dan saat penobatan menjadi raja maka di pakailah baju hitam batabuah. Dikatakan sebagai baju hitam batabuah karena ada bulatan-bulatan kecil bewarna kuning keemasan pada baju hitam ini. Bulatan tersebut memenuhi se- luruh baju seperti gambar diatas. Bentuknya yang menyerupai jas tetapi jas yang bertaburan dengan bulatan-bulatan kecil be- warna keemasan pada bagian tenganhnya berbentuk ukiran seperti ukiran dinding rumah gadang.
OO3 Baju Batabuah Raja
Tahun : 1853
Kategori : Pakaian Raja dan Puti
3
Balai-balai (pendopo) ini merupakan tempat untuk meme- cahkan segala permasalahan-permasalahan maka dibicarakan dalam rumah ini. Sebelum permasalahan tersebut dibawa kerumah gadang maka dibicarakan terlebih dahulu dalam Balai-balai (pendopo) ini setelah itu baru dibawah kedalam rumah gadang. Sekarang pendopo ini hanya dibiarkan kosong seperti ini saja sedangkan dibelakang pendopo ini tempat mele- takkan benda-benda yang sudah tidak dipakai lagi. Balai-balai (pendopo) ini berada di sebelah kiri rumah gadang istano balun.
O04 Balai-Balai (Pendopo) Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
4
Belango sirih ini merupakan tempat sirih yang lengkap dengan rempah-rempah untuk makan sirih. Selain itu, diatas belango sirih ini terdapat tempat untuk menumbuk sirih bagi yang tidak biasa langsung makan dan bisa ditumbuk terlebih dahulu den- gan tempat penumbuk sirih dibelango ini. Bukan itu saja, diatas belango ini terdapat kendi kecil untuk pembuangan air sirih. Balango sirih bewarna kuning keemasan ini diletakkan dimeja panjang yang ada di rumah gadang serta ketika ada tamu atau orang yang berkunjung bisa memakannya.
OO5 Balango Sirih
Tahun : 1853
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
5
Bendi bugi merupakan bendi terbuka yang digunakan untuk membawa anak daro dan diarak keliling kampung yang diiringi oleh iringan di belakangya.
Orang yang mengiringi anak daro di belakang membawa dulang yang ber- isikan berbagai macam makanan seperti kalio ayam merah, kalio ayam putih, kue dan lainnya. Bendi ini dihiasi secantik mungkin untuk membawa anak daro untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada yang telah menikah. Tradisi seperti ini sampai sekarang masih ada di Minangkabau setiap ada yang menikah maka akan diarak.
OO6 Bendi Bugi
Tahun : 1852 Kategori : Kendaraan
6
Carano ini merupakan wadah yang diisi dengan kelengkapan sirih , pinang, gambir dan kapur sirih. Biasanya orang memakainya saat penyambutan tamu dan acara-acara adat seperti perkawinan. Makna dari carana itu adalah suatu penyampaian kata dari “sipangka” kepada adat yang datang. Selain itu, carano juga suatu kemuliaan bagi raja dan penghulu. Carano dalam fungsi upacara adat mamanggia (memanggil) penganten laki-laki dan upacara adat manta sirih, carano menjadi penentuan bentuk penghormatan dalam upacara adat tersebut.
OO7 Carano
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
7
Didalam dulang ini berisikan dulang yang tujuah, setiap dari cawan tersebut berisikan makanan yang lengkap dengan lauk pauknya. Tuanku Rajo Bagindo Balun menggunakan dulang untuk makan. Dalam satu dulang ber- isikan makanan yang lengkap yang sering disebut dengan “Cawan Nan Tu- juah Diateh Dulang”. Di sebut sebagai cawan nan tujuh karena isinya leng- kap dengan lauk pauk diatas dulang tersebut. Dulang ini berjumlah 24 buah yang melambangkan 24 penghulu di rumah gadang ini. Sampai sekarang ini dulang ini masih ada tetapi tidak lengkap lagi tetapi dahulunya dulang ini berjumlah 24 buah dulang.
OO8 Cawan Nan Tujuah Di Ateh Dulang
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
8
Gelang merupakan hiasan tangan yang berbentuk bundar dan bewarna kee- masan yang dipakai dikedua tangan. Selain itu, gelang merupakan keinda- han dan memamerkan kemampuan/kekayaan sipemakai. Pemakaian gelang melambangkan batas-batas yang dapat dilakukan oleh seorang dalam ke- hidupan. Serta melambangkan bahwa dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan. Ukuran dari gelang yang dipakai seorang puti ada yang besar dan ada yang tidak terlau kecil. Sampai sekarang gelang seperti itu hanya digunakan saat acara pernikahan saja.
OO9 Gelang
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
9
Gelas adalah benda yang bulat yang memiliki gagangan untuk orang minum dan bentuknya yang unik. Dahulunya gelas yang ada di rumah gadang ini memilik tangkai yang panjang dan bewarna kuning keemasan. Oleh karena sifatnya yang sangat bagus gelas banyak digunakan dalam banyak bidang ke- hidupan. Gelas yang ada di rumah gadang ini masih sama den- gan gelas sekarang yang kita kenal. Gelas digunakan untuk mi- num dan untuk menghidang air teh untuk tamu serta untuk me- letakkan berbagai macam minuman didalannya.
O10 Gelas
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
10
Maksudnya adalah untuk mempererat hubungan antara Istano Balun dengan Istana Pagaruyuang. Istano Balun merupakan kerabat “Sapiah Balahan” dari kerajaan Pagaruyuang untuk memperluas wilayah kerajaan maka diutuslah empat orang raja ke daerah Alam Surambi Sungai Pagu atau yang dikenal den- gan Solok Selatan sekarang. Salah satu dari raja tersebut yaitu Daulat Yang Dipertuankan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu yang berwenang menangani uru- san adat, ekonomi, dan menguasai Tambo Alam.
O11 Hubungan Rantau Dengan Pagaruyuang
Tahun : 1856
Kategori : Naskah Kuno
11
Ikek merupakan hiasan kepala raja yang bewarna keemasan serta bentuknya yang melingkar seperti ular diatas kepala. Ikek fungsinya sebagai mahkota raja karena raja orang minang berbeda dengan raja-raja yang lainnya. Bi- asanya daerah-daerah lain mempunyai mahkota dan ciri-ciri khasnya masing-masing. Begitu juga dengan minangkabau terutamanya istano Balun ini. Ikek ini melambangkan bahwa seorang raja mempunyai tang- gung yang besar terhadap daerah yang dikuasainya.
O12 Ikek
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
12
Kaluang merupakan hiasan leher dengan bentuk yang panjang dengan warna keemasan. Kalung ini melambangkan bahwa semua rahasia dikum- pulkan serta melambangkan bahwa kebenaran akan tetap berdiri teguh. Se- lain itu, kalung juga melambangkan bahwa ia mempunyai harta. Kalung dulunya hanya orang-orang bangsawan saja yang memakainya tetapi sekarang ini setiap orang memakai kalung dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan bentuk dan model kalung tersebut dalam berbagai macam bentuk dan ukuran yang berbeda. Mulai untuk anak-anak sampai orang dewasa.
Akan tetapi kalung seperti ini hanya dipakai saat acara pernikahan saja.
O13 Kalung
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
13
Kamar pengantin merupakan kamar untuk setiap pasangan yang menikah dan dihiasi secantik mungkin lengkap dengan kelengkapan pengantin wanitanya. Kamar pengantin yang ada di rumah gadang istano Balun ini digunakan untuk sanak saudara dan kemenakan yang menikah dirumah gadang ini. Dahulunya kamar pengantin memang digunakan untu pasangn yang menikah. Sedangkan raja jika sudah menikah menginap di rumah is- trinya dan di rumah orang tuanya raja tidur di faviliun yang yang berada dibelakang rumah gadang ini.
O14 Kamar Pengantin
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
14
Pondasi ini merupakan dahulunya adalah kandang kuda yang bewarna abu-abu orang rumah gadang ini mengatakan “kudo kelabu asok”. Kuda ini dulunya membawa padati tetapi mati setelah melakukan perjalanan jauh. Ketika itu pada saat Belanda menjajah Indonesia kedua kaki kuda ini dipukul hingga lumpuh. Sejak kejadian tersebut kuda itu lama-lamaan mati dan dikuburkan dibelakang rumah gadang. Sejak itu, padati milik raja ini tidak dapat digunakan sebagaimana mesti- nya.
O15 Kandang Kudo
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
15
Tempat siri merupakan kantong yang berisikan siri yang lengkap dengan semua bahan pelengkap untuk makan sirih. Seorang raja di minangkabau mempunyai kantong siri di pinggangnya. Kantong sirih puti bewarna hitam batabuah yang hiasan bunga-bunga kecil bewaarna keemasan. Dilampisi dengan kain songket bewarna merah dan bercampu kuning.Orang dulu per- caya bahwa sirih itu sehat untuk gigi bahkan orang yang sering makan sirih giginya akan kuat wlalaupun orang tersebut sudah lanjut usia. Jika dilihat sekarang orang sudah jarang sekali makan sirih.
O16 Kantong Sirih Puti
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
16
Tempat siri merupakan kantong yang berisikan siri yang lengkap dengan semua bahan pelengkap untuk makan sirih. Seorang raja di minangkabau mempunyai kantong siri di pinggangnya. Kantong siri raja bewarna merah batabuah yang tiang sudutnya berwarna kuning keemasan sertadihiasi den- gan bunga-bunga kecil. Orang dulu percaya bahwa sirih itu sehat untuk gigi bahkan orang yang sering makan sirih giginya akan kuat walaupun orang tersebut sudah lanjut usia. Jika dilihat sekarang orang sudah jarang sekali makan sirih.
O17 Kantong Sirih Raja
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
17
Kendi-kendi ini merupakan tempat pembuangan air sirih oleh raja setiap makan sirih maka air sirih tersebut dibuang kedalam kendi. Bentuk dan model kendi berbeda-beda tidak sama antara satu dengan yang lain. Walupun bentuknya berberbeda tetapi fungsinya sama yaitu tempat pembuangan air sirih. Jika dilihat sekarang orang makan sirih sudah tidak ada lagi hanya sebagian kecil orang yang memakan sirih. Dahulu orang ban- yak yang makan sirih untuk menjaga kesehatan gigi agar tetap kuat walaupun sudah tua.
O18 Kendi
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
18
Keramik adalah pajangan rumah yang dalam bentuk keramik. Keramik me- rupakan benda-benda yang terbuat dari tanah liat. Pajangan keramik terda- pat dalam berbagai model bentuk seperti guci, wadah, bentuk binatang, dan lainnya. Didalam rumah gadang ini terdapat berbagai bentuk yang diletak- kan dianjungan rumah gadang. Keramik yang ada dalam rumah gadang ini cukup banyak berjumlah sekitar 80 buah keramik. Keramik-keramik ini masih terawat dengan baik sampai saat sekarang ini. Keramik ini ada be- berapa yang pecah akibat gempa dan hanya tersisa yang ada di anjungan rumah gadang.
O19 Keramik
Tahun : 1852
Kategori : Hiasan Ruangan
19
Keris juga salah satu perhiasan yang terletak dipinggang. Selain sebagai perhiasan keris juga sebagi pelindung dari musuh. Keris merupakan salah satu alat kelengkapan saat pengangkat raja. Keris juga sebagai salah satu lambang dan mengandung arti yang mendalam. Pemakaiannya tertentu den- gan kelengkapan pakaiannya, letaknya condong ke kiri dan bukan ke kanan supaya mudah mencabutnya. Letak keris ini mengandung pengertian bahwa harus berfikir terlebih dahulu dan jangan cepat marah dalam menghadapi sesuatu persoalan, apalagi main kekerasan.
O20 Keris
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
20
Lasuang batu ini merupakan tempat menumbuk padi saat pe- merintahan raja balun. Kerajaan ini sudah ada sejak Belanda menjajah Indonesia dan datang kedaerah Alam Surambi Sun- gai Pagu ini. Semua padi yang ada di rumah gadang ini di- bawah oleh Belanda keteluk bayur dan dibuang ke laut. Karena Belanda tidak ingin orang Indonesia untuk makan nasi. Untuk tetap mempertahankan hidup raja balun ini menggali lobang besar dan didalamnya disimpan padi. Ketika sudah malam maka padi-padi tersebut diambil secukupnya dan tumbuk den- gan lasuang batu ini.
O21 Lasuang Batu
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
21
Meja panjang ini merupakan meja yang digunakan untuk musyawarah dengan penghulu-penghulu. Ketika ada acara adat dan segala sesuatu yang harus di musyawarahkan maka semua penghulu akan duduk disekeliling meja panjang ini. Meja pan- jang yang ada di rumah gadang ini berjumlah tiga buah yang dialasi dengan seprai putih dan diatasnya dilampisi dengan plastik bening. Selain itu, meja panjang ini juga digunakan un- tuk menanti tamu raja yang jumlahnya begitu banyak.
O22 Meja Panjang
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
22
Naskah Balun ini berisikan tentang proses turunnya Raja Nan Empat ke Alam Surambi Sungai Pagu, atau yang disebut sekarang dengan Solok Selatan. Turunnya Raja Nan Empat adalah untuk memperluas Kerajaan Pagaruyuang sehingga diu- tuslah Raja yang empat ini dan salah satunya Raja Istano Balun. Istano Balun merupakan Kerajaan yang tertua dari em- pat Kerajaan di Alam Surambi Sungai Pagu. Rumah Gadang ini merupakan Persukuan Kampai yang terdiri dari 24 pen- ghulu yang diberi gelar dengan Raja Adat atau sering disebut dengan Daulat yang Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu.
O23 Naskah Balun
Tahun : 1852
Kategori : Naskah kuno
23
Naskah ini berisikan tentang hubungan Rantau dengan Pagaru- yuang. Maksudnya adalah untuk mempererat hubungan antara Istano Balun dengan Istana Pagaruyuang. Istano Balun meru- pakan turunan dari kerajaan Pagaruyuang untuk memperluas wilayah kerajaan maka diutuslah empat orang raja ke daerah Alam Surambi Sungai Pagu atau yang dikenal dengan Solok Selatan. Salah satu dari raja yang empat itu adalah Daulat Yang Dipertuankan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu yang berwenang menangani urusan adat, ekonomi, dan menguasai Tambo Alam.
O24 Penghargaan Belanda Kepada Raja Balun Tahun : 1853
Kategori : Naskah Kuno
24
Pondasi rangking ini merupakan tempat diletakkannya tiga buah rangkiang padi dua dikiri dan satu lagi di kanan.
Sekarang hanya tinggal pondasinya saja semua rangkiang ini sudah dibakar oleh Belanda, sedangkan padi-padi yang ada didalam rangkiang ini dibawah dan dibuang. Karena Belanda tidak menginginkan orang Indonesia untuk makan nasi. Maka semua padi-padi yang ada dalam rangkiang ini diambil dan dibuang. Sehingga banyak mayarakat Indonesia yang kela- paran, sehingga orang-orang zaman dahulu banyak yang makan umbi-umbian karena susahnya mendapatkan beras.
O25 Pondasi Rangkiang Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
25
Pot dan bunga didalamnya terbat dari kuningan yang diletak- kan dimeja sebagai penghias meja. Pot dan bunga ini diletak- kan dimeja tamu karena bunga terbuat dari kuningan maka bunga ini akan terlihat bunga yang sudah mati warnannya yang kuning tetapi daunnya tetap seperti bunga yang hidup. Bunga ini cukup dibersihkan setiap hati tampa harus mengganti den- gan bunga yang baru atau memberikan pupuk terhadap bunga tersebut. Bukan hanya bunganya saja tetapi pot bunga tersebut juga terbuat dari kuningan.
O26 Pot Bunga
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
26
Ruang tamu adalah tempat untuk menerima tamu sekaligus untuk berkomu- nikasi dengan orang luar. Ruang tamu biasanya terletak di bagian depan susunan bangunan rumah tempat tinggal sehingga ruang tamu menjadi ru- angan pertama yang dimasuki. Ruang tamu merupakan salah satu ruang yang dibuat untuk menyambut tamu yang datang berkunjung kerumah. Be- gitu juga dengan rumah gadang istano Balun ini juga memiliki ruang tamu yang terletak didepan pintu masuk. Letakknya tidak terpisah dari rumah gadang masih satu atap letakknya didepan pintu.
O27 Ruang Tamu
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
27
Salempang kuning merupakan salempang yang digunakan untuk kelengka- pan pakaian raja dan puti. Salempang ini melambangkan tanggung jawab seseorang terhadap kesejahteraan anak kemenakannya serta melambangkan tanda kebesaran seorang raja dan melambangkan bahwa Raja itu adalah orang yang jujur dan selalu menepati janji yang telah dibuat bersama. Bu- kan itu saja, salempang melambangkan penghapus keringat yang terdapat pada kening. Sekarang salempang digunakan saat acara pernikahan yang dipakai oleh pengantin wanita dan lai-laki.
O28 Salempang Kuning Tahun : 1852
Kategori : Pakaian Raja dan Puti
28
Saluak merupakan salah satu penutup kepala yang menyerupai topi dengan warna kuning keemasan. Saluak ini dipakai saat acara-acara adat dan ketika pengankatan seorang raja maka dipakailah saluak. Sampai saat ini saluak masih digunakan orang dalam acara-acara pernikahan adat minangkabau.
Setiap ada upacara pernikahan persukuan kampai maka pengantinnya mem- kai baju pengentin seperti raja dan puti yaitu memakai baju batabua, sun- tiang, songket, serta saluak dikepala mempelai laki-lakinya.
O29 Saluak Raja Tahun : 1852
Kategori : Pakaian Raja dan Puti
29
Sendok merupakan salah satu peralatan makan yang digunakan untuk menuangkan sayur mayur, lauk pauk dan sebagainnya. Kedua peralatan makan ini merupakan alat makan yang sering digunanakan orang serta mempunyai tangkai untuk menggunakannya. Sepasang sendok ini meru- pakan hadiah dari kerajaan jawa kepada raja balun ketika salah satu kera- jaan kecil dijawa melakukan kunjungan untuk menjalin silatuhrahmi den- gan kerajaan balun ini. Sebagai hadiah mereka memberikan sepasang sen- dok dengan tangkainya berbentuk wayang.
O30 Sendok dan Garpu Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
30
Songket merupakan kain tenun dan diselipan benang emas dalam tenunan tersebut dengan berbagai macam motif. Dahulunya songket hanya diguna- kan oleh orang bangsawan dan orang yang mempunyai kekayaan. Selain orang terpandang songket juga digunakan oleh raja sebagai kelengkapan pakaian raja. Sedangkan puti juga menggunakan songket sebagai rok yang lilitkan. Tetapi sekarang ini songket bukan hanya orang terpandang saja yang memakai tetapi orang biasa juga mekainya. Songket sekarang diguna- kan orang hanya untuk acara tertentu saja.
O31 Songket Raja dan Puti Tahun : 1852
Kategori : Pakaian Raja dan Puti
31
Naskah ini berisikan tentang hubungan Rantau dengan Pagaruyung. Mak- sudnya adalah untuk mempererat hubungan antara Istano Balun dengan Istana Pagaruyuang. Istano Balun merupakan turunan dari kerajaan Pagaru- yuang untuk memperluas wilayah kerajaan maka diutuslah empat orang raja ke daerah Alam Surambi Sungai Pagu atau yang dikenal dengan Solok Se- latan. Salah satu dari raja yang empat itu adalah Daulat Yang Dipertu- ankan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu yang berwenang menangani urusan adat, ekonomi, dan menguasai Tambo Alam.
O32 Stempel Sultan Nan Salapan Tahun : 1852
Kategori : Naskah Kuno
32
Suntiang merupakan hiasan kepala pengantin wanita yang berhiasan besar bewarna keemasan. Dahulu suntiang merupakan mahkota seorang puti yang diletakkan dikepala serta ukurannya yang tidak terlalu besar. Suntiang ada ukuran yang besar dan ada yang kecil, jika yang besar digunakan oleh mempelai wanita dn yang kecil untuk anak dao kecilnya. Suntiang dahulu lebih berat dari suntiang sekarang sehingga ketika acara pernikahan mem- pelai wanita takut menggunakan suntiang dikepalanya. Suntiang juga ban- yak macamnya bentuk dan ukurannya. Tetapi untuk suntiang seorang puti tidak terlalu berat dan besar.
O33 Suntiang
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
33
Tanduk rusa merupakan hiasan ruangan yang ada di rumah gadang istano balun ini. Dahulunya rumah gadang ini memiliki empat ekor rusa dianta- ranya dua betina dan dua jantan. Akan tetapi keempat rusa ini lumpuh ketika ada acara pernikahan di rumah gadang ini. Semua orang sibuk den- gan persiapan pernikakahan dan lupa ungtuk memberi makan keempat rusa ini sampai rusa-rusa tersebut lumpuh. Dari pada membiarkan keempat rusa ini mati mereka menyemblinya. Kemudian diambillah tanduk yang jantan dan dipajang dalam ruangan rumah gadang ini sebagai hiasan ruangan.
O34 Tanduk Rusa
Tahun : 1852
Kategori : Hiasan Ruangan
34
Tengkuluk tanduk merupakan bagian penutup kepala wanita di minangka- bau. Penutup kepala wanita di minangkabau ini berbentuk tanduk kerbau yang dipakai pada acara tertentu. Tengkuluk tanduk ini terbuat dari salen- dang tenunan yang dibuat menyerupai tanduk kerbau. Warna tenkuluk tan- duk puti rumah gadang istano Balun adalah merah dan bercampur kuning keemasan. Tengkuluk melambangkan sebagai rumah adat minang yang bergonjong serta melambangkan sebagai tanggung jawab dan kepercayaan kepada seorang Bundo Kandung harus dijunjung tinggi.
O35 Tangkuluak Tanduk Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
35
Sanggul merupakan kumpulan rambut yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan diletakkan dikepala. Seorang puti menggunakan sanggul yang besar dikepalannya yang dipasang secara rapi. Jika sekarang sanggul digunakan orang saat acara pernikahan maka pengantin wanitanya memakai sanggul agar suntiang dikepalanya terletak dengan erat dan memperindah hiasan dikepalanya. Berbeda dengan orang jawa yang sampai saaat sekarang ini masih memakai sanggul setiap hari bagi kaum bangsawan tetapi orang minang hanya mekai sanggul ketika ada acara pernikahan.
O36 Tatah Konde Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
36
Teko adalah salah satu tempat yang digunakan untuk meletakkan air di- dalamnya. Selain itu, teko merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menjerang daun teh atau campuran herbal dengan air yang hampir men- didih dan biasanya teko digunakan untuk menghidangkan teh kepada tamu.
Bukan hanya menyajikan teh, teko juga digunakan untuk menyajikan air putih saat makan. Dahulunya teko digunakan untuk menghidangkan teh untuk tamu-tamu raja dan jika bubuk teh menyebar maka digunakan pen- yaringan teh saat menhidangkannya. Sekarang sudah ada teh celup tampa harus menggunakan penyaringan lagi.
O37 Teko Biasa
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
37
Teko kran ini merupakan teko yang mempunyai kran untuk mengambil air dari dalam teko ini. Jika ingin minum maka cukup dengan memutar kran teko ini maka air dalam teko ini akan keluar seperti kran air. Teko ini mem- punyai penyaring air tidak seperti teko-teko sekarang yang kita jumpai.
Dahulunya teko ini digunakan untuk air minum raja. Dibagian badan teko ini terdapat motif-motif bunga dengan warna kuning keemasan dan bercam- pur warna biru serta warna ungu.
O38 Teko Kran
Tahun : 1852
Kategori : Peralatan Rumah Tangga
38
Tombak merupakan salah satu senjata yang digunakan untuk melindungi diri dari musuh dan hewan buas. Di rumah gadang ini tombak ini hanya sebagai benda pajangan saja dan sudah jarang digunakan. Dahulunya tom- bak juga digunakan untuk berburu binatang maka digunakan tombak ini sebagai senjata. Saat ini di minangkabau masih menggunakan tombak un- tuk berburu kehutan tetapi itu hanya sebagian kecil saja yang mengguna- kannya. Orang sekarang menggunakan tembakan sebagai senjata untuk berburu dan tombak sudah tidak digunakan lagi.
O39 Tombak
Tahun : 1852
Kategori : Senjata
39
Tongkat raja ini merupakan tongkat kebesaran seorang raja di minangkabau yang melambangkang bahwa seorang raja dapat berdiri sendiri tampa ban- tuan dari orang lain lain. Selain itu, tongkat juga melambangkan sebagai penopang adat, harta pusaka dan kemenakannya. Tongkat ini terbuat dari kayu bewarna hitam yang ujung diberikan ukiran serta bewarna kuning keemasan. Biasanya tongkat ini juga dipakai saat penobatan seorang raja karena tongkat ini merupaka salah satu perlengkapan untuk penobatan raja.
O40 Tongkat
Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan
40
Kedua wadah ini merupakn wadah yang digunakan untuk meletakkan nasi dalam jumlah yang banyak. Selain tempat nasi wadah ini juga digunakan untuk meletakkan lauk pauk. Wadah ini terbuat dari keramik sehingga wa- dah ini sangat berat sekali jika diangkat. Dahulunya wadah-wadah ini san- gat banyak tetapi ketika terjadi gempa bumi banyak diantara wadah-wadah yang pecah sehingga tersisa dua wadah ini saja. Sampai sekarang wadah ini hanya dipajanng diatas lemari karena berat maka dibiarkan saja terletak di atas lemari.
O41 Wadah Keramik
Tahun : 1852
Kategori : Perhiasan