• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH RUZA TUL AINI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH RUZA TUL AINI"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, GROWTH DAN SIZE TERHADAP

NILAI PERUSAHAAN PADA SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR

DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2016

OLEH RUZA TUL AINI

140502069

PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, GROWTH DAN SIZE TERHADAP

NILAI PERUSAHAAN PADA SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR

DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Struktur Modal, (DER), Kebijakan Dividen (DPR), Profitabilitas (ROE), Growth dan Size Terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data yang digunakan diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit pada Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan- perusahaan sektor industri dasar dan kimia periode 2013-2016, yang berjumlah 66 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 perusahaan. Teknik yang digunakan adalah teknik regresi linear berganda data panel dengan pendekatan Random Effect model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak DER, DPR, ROE, Growth dan Size berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada sektor industri dasar dan kimia di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016. Secara parsial, Struktur Modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan (PBV), Kebijakan Dividen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan (PBV), Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (PBV), Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan (PBV), dan Size berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2016.

Kata kunci: Nilai Perusahan, Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth, dan Size, Random Effect Model

(7)

ABSTRACT

THE IMPACT OF CAPITAL STRUCTURE, DIVIDEND POLICY, PROFITABILITY, GROWTH, AND SIZE TO FIRM VALUE

OF BASIC AND CHEMICALS INDUSTRY COMPANIES WHICH LISTED IN INDONESIA STOCK

EXCHANGE PERIOD 2013 – 2016

This study aims to determine the impact of Capital Structure (DER), Dividend Policy (DPR), Profitability (ROE), Growth and Size toward Firm Value on chemicals and industry companies in Indonesia Stock Exchange. This research is associative research and the type of data used is quantitative data. The data used were obtained from the company's financial statements have been audited on the Indonesia Stock Exchange during the study period. The population of this research are chemicals and insutry companies period 2013-2016, which amounted to 66 companies. The sample in this study amounted to 16 companies. Technique of multiple linear regressions on panel data is used approach using Random Effect Model. The results of this study showed that simultaneous, DER, DPR, ROE, Growth, and Size simultaneously, significantly influence towards firm value on chemicals and industry companies in Indonesia Stock Exchange 2013-2016 period. Partial test in hypothesis result shows Capital Structure have negative effect and not significant to firm value (PBV), Dividend Policy have positif and not significant to firm value (PBV), Profitability have positif effect and significant to firm value (PBV), growth have negative and not significant to firm value (PBV), and Size have positif and not significant to PBV on chemicals and industry companies which listed in Indonesia Stock Exchange during 2013-2016.

Keywords: Firm Value, Capital Structure, Dividend Policy, Profitability, Growth and Size, Random Effect Model

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas berkahnya yang berlimpah kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth, dan Size Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Industri Dasar dan Kimia Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 - 2016” untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Skripsi ini peneliti persembahkan untuk Ayahanda, Alm. Chairuddin dan Ibunda, Latifah Nasution. Terima kasih telah membesarkan, mendidik, dan memberikan dukungan moral dan materil serta kasih sayang dan doa yang tidak ternilai mulai dari penulis belajar hingga dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi S1 Manajemen. Serta saya ucapkan Terima Kasih juga kepada Kakak saya Masniari dan Almh. Fatimah Chairuddin, kemanakan saya Tsaqif Lubis yang selalu setia mendoakan dan membantu dalam penyusunan skripsi ini.

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Amlys Syahputra Silalahi M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua dan Sekretaris Departemen/Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

(9)

3. Ibu Dr. Khaira Amalia Fachrudin SE, MBA, AK, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi serta saran kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi M.Si, selaku Dosen Penguji I dan Ibu Dra. Lisa Marlina M.Si, selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.

5. Kepada Bapak dan Ibu Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan memberikan ilmunya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan serta staf dan pegawai yang telah membantu selama proses penulisan skripsi.

6. Sahabat-sahabat terbaik, Sarmauli, Pratiwi, Ipeh, Halimah dan Anggi, yang senantiasa menolong, mendoakan, dan selalu memberikan semangat.

7. Teman-teman seperjuangan di masa kuliah, Dhea, Dea M, Ara, Ayu, Sefrina, Nia Siti, Raveena, dan Casea, yang selalu memberikan semangat kepada peneliti dalam pengerjaan skripsi ini.

8. Pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Akhir kata peneliti berharap skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya.

Medan, April 2018 Peneliti

Ruza Tul Aini

(10)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 12

1.3 Tujuan Penelitian ... 12

1.4 Manfaat Penelitian ... 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 14

2.1 Landasan Teori ... 14

2.1.1 Nilai Perusahaan ... 14

2.1.2 Struktur Modal ... 18

2.1.3 Teori Struktur Modal ... 19

2.1.4 Kebijakan Dividen ... 23

2.1.5 Dividend Payout Ratio ... 26

2.1.6 Profitabilitas ... 27

2.1.7 Growth ... 29

2.1.8 Size ... 31

2.2 Penelitian Terdahulu ... 33

2.3 Kerangka Konseptual ... 39

2.3.1 Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan ... 39

2.3.2 Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan ... 40

2.3.3 Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan ... 41

2.3.4 Growth Terhadap Nilai Perusahaan ... 42

2.3.5 Size Terhadap Nilai Perusahaan ... 43

2.4 Hipotesis Penelitian... 44

BAB III METODE PENELITIAN ... 45

3.1 Jenis Penelitian ... 45

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 45

3.3 Batasan Operasional ... 45

3.4 Definisi Operasional Variabel ... 46

3.4.1 Variabel Independen ... 46

3.4.2 Variabel Dependen ... 48

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian ... 49

(11)

3.5.2 Sampel ... 50

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 51

3.7 Metode Pengumpulan Data ... 52

3.8 Teknik Analisis Data ... 52

3.8.1 Statistik Deskriptif ... 52

3.8.2 Analisis Regresi Berganda Data Panel... 53

3.9 Uji Asumsi Klasik ... 56

3.9.1 Uji Normalitas ... 56

3.9.2 Uji Heteroskedastisitas ... 57

3.9.3 Uji Autokorelasi ... 58

3.9.4 Uji Multikolinearitas ... 58

3.10 Pengujian Hipotesis... 59

3.10.1 Uji Signifikansi Pengaruh Serempak (Uji F) . 60 3.10.2 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) ... 61

3.10.3 Koefisien Determinasi (R Square) ... 63

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 64

4.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 64

4.2 Hasil Penelitian ... 75

4.2.1 Analisis Deskriptif ... 75

4.2.2 Analisis Regresi Data Panel ... 78

4.2.3 Uji Asumsi Klasik ... 82

4.2.4 Uji Hipotesis ... 83

4.3 Pembahasan ... 86

4.3.1 Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan ... 86

4.3.2 Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan ... 88

4.3.3 Pengaruh ProfitabilitasTerhadap Nilai Perusahaan . 89 4.3.4 Pengaruh Growth Terhadap Nilai Perusahaan ... 90

4.3.5 Pengaruh Size Terhadap Nilai Perusahaan ... 91

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 93

5.1 Kesimpulan ... 93

5.2 Saran... 94

DAFTAR PUSTAKA ... 96

LAMPIRAN ... 100

(12)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman 1.1 Pergerakan Indeks Harga Saham Subsektor Manufaktur di

Bursa Efek Indoensia Periode 2013 - 2016 ... 7

1.2 Liabilitie, Dividen, Net Income, Perubahan Total Assets, Total Asset, dan Stock Price pada Beberapa Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di BEI Periode 2013 - 2016... 10

2.1 Review Penelitian Terdahulu... 36

3.1 Operasionalisasi Variabel ... 49

3.2 Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian ... 50

3.3 Daftar Perusahaan Industri Dasar dan Kimia Yang Menjadi Sampel Penelitian ... 51

4.1 Hasil Statistik Deskriptif ... 76

4.2 Hasil Uji Chow ... 79

4.3 Hasil Uji Hausman... 80

4.4 Pengujian Regresi Lienear Berganda Model Data Panel... 81

4.5 Nilai Statistik dari Uji F, Uji t, dan Koefisien Determinasi ... 83

(13)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Global dan Indonesia ... 6 2.2 Kerangka Konseptual ... 43

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

1. Data Kriteria Sampel Perusahaan ... 100

2. Data PBV, DER, DPR, ROE, Growth, dan Size ... 102

3. Hasil Statistik Deskriptif ... 104

4. Hasil Uji Chow ... 104

5. Hasil Uji Hausman... 104

6. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Model Data Panel .... 105

7. Hasil Statistik dari Uji F, Uji t, dan Koefisien Determinasi... 106

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nilai perusahaan menjadi hal yang sangat penting dalam perusahaan yang telah go public. Menurut Brigham & Houston (2010), memaksimalkan kekayaan pemegang saham dalam jangka panjang adalah tujuan utama manajemen keuangan. Dalam perspektif manajemen keuangan, lebih tepat jika dikatakan bahwa tujuan normatif atau tujuan yang seharusnya dicapai pada manajemen keuangan adalah untuk meningkatkan (memaksimumkan) nilai perusahaan atau memaksimalkan kekayaan pemilik atau pemegang saham perusahaan (Syahyunan, 2015). Nilai perusahaan dianggap penting dapat mencerminkan kinerja perusahaan sehingga mampu mempengaruhi persepsi dari investor terhadap perusahaan (Salvatore, 2011).

Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan indikator nilai perusahaan (Husnan &

Pudjiastuti, 2004). Peningkatan harga saham mempengaruhi nilai perusahaan secara maksimum sehingga memberikan kemakmuran bagi pemegang saham ketika harga saham tinggi, maka kemakmuran pemegang sahamnya semakin tinggi (Prastuti & Sudiartha, 2016). Price Book Value merupakan rasio pasar yang digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham terhadap nilai bukunya.

Menurut Westerfield & Jordan (2009), rasio nilai pasar terhadap nilai buku akan membandingkan nilai pasar investasi perusahaan dengan harga perolehannya.

(16)

Nilai yang lebih kecil dari satu dapat berarti bahwa perusahaan secara keseluruhan belum berhasil dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham.

Menurut Salvatore (2011), terdapat faktor-faktor dalam mempengaruhi nilai perusahaan, antara lain: kebijakan dividen, keputusan pendanaan, pertumbuhan perusahaan, keputusan investasi, dan ukuran perusahaan. Menurut Dhani & Utama (2017) struktur modal dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini faktor – faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan hanya dibatasi pada variabel struktur modal, kebijakan dividen, profitabilitas, growth, dan size.

Untuk mengoptimalkan nilai perusahaan dijelaskan dalam teori struktur modal yaitu financial policy (kebijakan pendanaan perusahaan) yang digunakan untuk menentukan bauran antara hutang dan ekuitas. Menurut Trade Off Theory yang dikemukakan Myers (2001) menyebutkan bahwa ketika struktur modal berada dibawah dari target optimal, ketika pertambahan hutang terjadi maka menyebabkan peningkatan nilai perusahaan. Struktur modal dapat diukur menggunakan DER (Debt to Equity Ratio), yakni rasio yang mengukur perbandingan antara hutang dengan ekuitas (modal sendiri). Penelitian yang dilakukan oleh Prastuti & Sudiartha (2016) menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan struktur modal (DER) terhadap nilai perusahaan (PBV). Sedangkan hasil berbeda ditemukan pada penelitian Dewi & Wirajaya (2013) mendapatkan hasil struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah kebijakan dividen. Kebijakan terhadap pembayaran dividen merupakan

(17)

keputusan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Nilai perusahaan dapat tercermin dari kemampuan perusahaan tersebut untuk membayarkan dividen.

Kemampuan membayar dividen erat kaitannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Jika perusahaan memperoleh laba ynag besar, maka kemampuan membayar dividen juga besar oleh karena itu dengan dividen yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan (Martono & Harjito, 2005). Prosentase dari laba yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai cash dividend disebut Dividend Payout Ratio. Menurut Sutrisno (2009), DPR (Dividend Payout Ratio) menunjukkan besarnya laba yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Penelitian yang dilakukan oleh Prastuti dan Sudiartha (2016) menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara Mardiyati, Ahmad & Putri (2012), mendapatkan hasil kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Nilai perusahaan juga dapat dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih dari kegiatan yang dilakukan dalam periode akuntansi.

Menurut Kasmir (2008), profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan suatu usaha dalam mencari keuntungan. Rasio ini sangat diperhatikan oleh calon maupun pemegang saham karena akan berkaitan dengan harga saham serta keuntungan yang akan diterima. Profitabilitas bisa menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam keputusan investasinya. Perusahaan dengan profit yang besar adalah perusahaan yang diminati oleh investor. Salah satu rasio profitabilitas yang

(18)

sering digunakan adalah ROE (Return on Equity) yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan menggunakan total modal sendiri. Menurut Kasmir (2008) semakin tinggi ROE menunjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba bagi pemegang saham. Penelitian yang dilakukan oleh Mahpudin & Suparno (2016) dan beberapa penelitian lainnya tentang profitabilitas terhadap nilai perusahaan menunjukkan adanya pengaruh positif profitabillitas (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV).

Selanjutnya variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah pertumbuhan perusahaan. “Pertumbuhan (Growth) adalah seberapa jauh perusahaan menempatkan diri dalam sistem ekonomi secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk industry yang sama (Machfoedz, 2010). Growth di nyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana total aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang akan datang (Taswan, 2009). Perusahaan yang setiap tahunnya memiliki perkembangan yang baik menandakan kualitas kinerja keuangan perusahaan dalam kondisi yang sehat. Hal ini akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi, dan secara jangka panjang akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi & Wirajaya (2013), membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan memiliki nilai positif pengaruh terhadap perubahan harga saham.

Artinya informasi tentang pertumbuhan perusahaan akan direspon positif oleh investor, sehingga meningkatkan harga saham. Hasil tersebut berbeda dengan

(19)

penelitian yang dilakukan oleh Rasyid (2015) di mana pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Ukuran perusahaan juga dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan.

Perusahaan yang memiliki ukuran yang besar mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mengalami perkembangan sehingga memberi sinyal positif kepada investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Total aktiva menjadi tolak ukur dalam menentukan besar kecilnya perusahaan tersebut. Segala sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan merupakan akibat terjadinya transaksi dimasa lalu yang diharapkan bermanfaat di masa yang akan datang bagi perusahaan (Prastuti

& Sudiartha, 2016).

Nilai perusahaan dipengaruhi secara aktif oleh ukuran perusahaan. Semakin besar skala perusahaan atau ukuran dari perusahaan maka pendanaan yang bersifat internal maupun eksternal akan semakin mudah untuk diperoleh. Menurut Murhadi (2015) Firm Size diukur dengan mentransformasikan total assets yang dimiliki perusahaan kedalam bentuk logaritma natural. Ukuran perusahaan diproksikan dengan menggunkan Log Natural Total Assets dengan tujuan agar mengurangi fluktuasi data yang berlebih. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hariyawan & Andayani (2017) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Prastuti & Sudiartha (2016), menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Dewasa ini perusahaan - perusahaan di Indonesia menghadapi suatu tantangan untuk merebut peluang pasar dalam lingkungan bisnis yang semakin

(20)

kompetitif. Perusahaan dituntut untuk memenuhi kebutuhan pemegang kepentingan perusahaan dalam mempertahankan berlangsungnya sebuah perusahaan, khususnya dalam penelitian ini ialah perusahaan sektor industri dasar dan kimia. Sektor industri dasar dan kimia mewakili unsur dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Barang yang digunakan sehari – hari merupakan produksi dari perusahaan industri dasar dan kimia. Sektor ini menghasilkan produk yang akan digunakan kembali untuk berproduksi, sehingga dapat menggambarkan seberapa besar peran masyarakat dalam melakukan kegiatan produksi yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Fluktuasi perekonomian global juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga saham sektor industri dasar dan kimia. Berikut merupakan tren pertumbuhan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gambar 1.1

Pertumbuhan Ekonomi Global dan Indonesia

Selanjutnya tabel dibawah ini merupakan pergerakan indeks harga saham

3.0 3.4 3.2 3.1

5.78 5.02 4.79 5,02

2013 2014 2015 2016

Tahun

Pertumbuhan Ekonomi (%)

Ekonomi Global Ekonomi Indonesia

(21)

penurunan pada harga saham yang terjadi pada sektor industri dasar dan kimia akan berdampak pada pergerakan indeks harga saham. Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi di pasar modal, khususnya saham (www.juruscuan.com).

Tabel 1.1

Pergerakan Indeks Harga Saham Subsektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 - 2016

Sumber:Bursa Efek Indonesia

Gambar 1.1 diatas memperlihatkan pertumbuhan ekonomi global dan ekonomi Indonesia sedangkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan pergerakan indeks harga saham sektor manufaktur yang terdiri dari tiga subsektor yakni sektor industri dasar dan kimia, aneka industri, dan industri barang konsumsi. Dapat dilihat bahwa pergerakan harga saham rata – rata pada sektor industri dasar dan kimia masih tergolong rendah apabila dibandingkan dengan harga saham rata – rata dua subsektor lainnya yang terdapat pada sektor manufaktur pada tahun 2013 sampai dengan 2016. Sedangkan diketahui bahwa industri dasar dan kimia merupakan industri yang outputnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dan merupakan industri penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

No Keterangan Harga Saham

2013 2014 2015 2016 Rata – rata

1. Basic Industry

& Chemicals 480,744 543,674 407,839 538,189 492,612 2. Miscellaneous

Industry 1.205,01 1.307,07 1,057,275 1.370,63 1.279,425 3.

Consumer Goods

Industry

1.782,086 2.177,919 2.064,910 2.324,281 2.087,30

(22)

Pada tahun 2014 perekonomian global mengalami peningkatan. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun tersebut justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penguatan yang terjadi pada perekonomian global sejalan dengan peningkatan harga saham sektor industri dasar dan kimia yang juga mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan kinerja saham sektor properti yang memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan indeks harga saham industri dasar dan kimia.

Perkembangan yang terjadi pada sektor properti berpengaruh pada sub sektor semen, sub sektor keramik porselen dan kaca, serta pada sub sektor kayu dan pengolahannya.

Sedangkan pada tahun 2015 sektor industri dasar dan kimia kembali mengalami penurunan, hal tersebut dipengaruhi oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki dampak pada pergerakan indeks harga saham industri dasar dan kimia. Dinamika perekonomian global diwarnai oleh pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan tidak merata serta ketidakpastian di pasar keuangan global yang tinggi.

Sejalan dengan melemahnya ekonomi global harga komoditas dunia, termasuk minyak, juga mengalami penurunan yang cukup dalam. (www.bi.go.id).

Pada tahun 2016 perekonomian global mengalami pelemahan, tetapi berbeda dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang justru mengalami penguatan. Penguatan ekonomi Indonesia memiliki pengaruh baik terhadap peningkatan harga saham sektor industri dasar dan kimia. Penyesuaian ekonomi domestik yang baik serta respons kebijakan makroekonomi yang solid dapat

(23)

memitigasi risiko dari ekonomi global dan mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 5,02%. Selanjutnya, menurut analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan sektor industri dasar dan kimia pada tahun 2016 didorong oleh penguatan harga saham emiten semen. Kenaikan harga saham sektor tersebut menunjukkan kinerja sektor industri dasar dan kimia secara kumulatif yang meningkat dan memberikan sinyal positif kepada investor untuk berinvestasi pada sektor industri dasar dan kimia.

Investor harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi sebelum memahami informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Investor perlu melakukan berbagai analisis yang berguna untuk menilai stock yang akan dipilih dan untuk mengetahui tingkat expected return dalam menentukan strategi investasi yang akan dilakukan (Sabrin, 2016). Di pasar modal informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan dapat memberikan analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan yang juga mencerminkan fundamental perusahaan sehingga informasi tersebut dapat memberikan landasan bagi keputusan investasi (www.belajarinvestasi.net). Tabel 1.2 dibawah ini menunjukkan data nilai Liabilities, Dividen, Net Income, Perubahan Total Assets, Total Assets, dan Stock Price pada Beberapa Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di BEI periode 2013 – 2016.

(24)

Tabel 1.2

Liabilities, Dividen, Net Income,Perubahan Total Assets, Total Asset dan Stock Price pada Beberapa Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di BEI periode

2013 – 2016

Sumber: Bursa Efek Indonesia (Data Diolah)

Dari tabel 1.2 dapat diketahui bahwa nilai Liabilities, Dividen, Net Income, Perubahan Total Assets, dan Total Assets mengalami fluktuasi selama peride tersebut. Namun demikian fluktuasi berupa peningkatan maupun penurunan yaang terjadi pada masing – masing nilai tersebut tidak searah dengan fluktuasi yang terjadi pada stock price.

Liabilities merupakan utang perusahaan pada pihak lain seperti pemasok ataupun kreditur yang wajib dilunasi oleh perusahaan Murhadi (2015), informasi tentang liabilities penting bagi para investor. Pada perusahaan TRST 2014 dan INAI 2016 liabilities mengalami penurunan, akan tetapi stock price mengalami peningkatan. Kemudian pada perusahaan INAI tahun 2014 dan SMBR tahun 2015 liabilities mengalami peningkatan, akan tetapi stock price justru mengalami penurunan.

Kode

Perusahaan Tahun

Liabilities (Jutaan Rupiah)

Dividen (Jutaan Rupiah)

Net Income (Jutaan Rupiah)

Perubahan Total

Assets (Jutaan Rupiah)

Total Assets (Jutaan Rupiah)

Stock Price (Rupiah)

TRST

2013 1.551.242 29.570 32.966 1.072.790 3.620.920 250 2014 1.499.792 14.023 30.084 366 3.261.285 380 2015 1.400.439 13.967 25.314 96.074 3.357.359 310 2016 1.358.241 13.977 33.795 (66.763) 3.290.596 300

INAI

2013 639.564 7.920 5.019 153.657 765.881 600 2014 751.440 2.534 22.059 131.400 897.282 350 2015 1.090.438 11.088 28.616 432.978 1.330.259 405 2016 1.081.016 14.256 35.553 8.773 1.339.032 645

SMBR

2013 244 59.703 312.184 1.512.830 2.711.416 330 2014 209 78.046 328.336 214.945 2.926.361 381 2015 319 82.084 348.345 342.307 3.268.668 281 2016 1248 88.539 259.090 110.209 4.368.877 2.790

(25)

Dividen merupakan keputusan pembagian laba perusahaan apakah dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan atau ditahan sebagai investasi perusahaan dimasa mendatang. Semakin besar dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan. Pada perusahaan TRST tahun 2014 dividen mengalami penurunan, akan tetapi stock price justru mengalami peningkatan. Sedangkan pada perusahaan SMBR tahun 2015, dividen mengalami peningkatan akan tetapi stock price justru mengalami penurunan.

Net Income merupakan laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan setelah pajak. Net income yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik.

Dan akan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Pada perusahaan TRST tahun 2014 dan SMBR tahun 2016 Net income mengalami penurunan, akan tetapi stock price justru mengalami peningkatan. Net income pada perusahaan TRST tahun 2016, INAI tahun 2014, dan SMBR tahun 2015 net income mengalami peningkatan, sedangkan stock price justru mengalami penurunan.

Perubahan Total Assets sekarang dengan priode sebelumnya menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki untuk menghasilkan profit. Hal ini juga merupakan informasi penting bagi investor untuk melihat sejauh mana kemampuan perusahaan tersebut untuk tumbuh di masa yang akan datang. Perubahan total assets pada perusahaan TRST tahun 2014, INAI tahun 2016, serta SMBR tahun 2014 dan 2016 mengalami penurunan, akna tetapi stock price mengalami peningkatan pada tahun tersebut.

(26)

Total assets yang dimiliki perusahaan dapat menunjukan besar atau kecilnya ukuran sebuah perusahaan. Semakin besar skala perusahaan maka semakin mudah perusahaan untuk memperoleh pendanannya. Pada perusahaan TRST tahun 2015, INAI tahun 2014, dan SMBR tahun 2015 total assets justru mengalami penurunan.

Berdasarkan fenomena yang dijelaskan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang nilai perusahaan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth , dan Size. Selanjutnya penelitian ini diberi judul “Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth dan Size terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2016.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth dan Size mempunyai pengaruh secara serempak maupun parsial terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2016?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apakah Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Growth dan Size mempunyai pengaruh secara serempak maupun

(27)

parsial terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2016.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi Emiten

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi dan masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar tujuan perusahaan secara jangka panjang dapat tercapai yaitu meningkatkan nilai perusahaan serta kemakmuran pemegang saham.

2. Bagi Investor dan Calon Investor

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan yang di teliti, terkait dengan nilai perusahaan yang tercermin dari fluktuasi harga sahamnya.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menajdi informasi dan sumbangan pemikiran bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis atau melakukan pengembangan penelitian yang lebih kompleks.

4. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti dan merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang teoritis ke dalam dunia pasar modal.

(28)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

Landasan teori adalah bagian penting dalam suatu penelitian, adapun guna dari landasan teori adalah agar penelitian dapat tepat sasaran dan efektif.

Landasan teori dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan, struktur modal, kebijakan dividen, profitabilitas, growth dan size.

2.1.1 Nilai Perusahaan

Wiagustini (2010) berpendapat nilai perusahaan merupakan pembayaran yang dilakukan oleh calon pembeli ketika dijualnya suatu perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, dikatakan bertambahnya kemakmuran pemegang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan. Setiap perusahaan yang sudah go public tentunya ingin memperlihatkan kepada para investor bahwa perusahaan mereka salah satu alternatif investasi yang tepat. Meningkatkan nilai perusahaan menjadi tugas manajemen dalam mengembangkan perusahaan karena investor akan menyukai perusahaan dengan nilai perusahaan yang tinggi di bandingkan perusahaan dengan nilai perusahaan yang rendah.

Menurut Brealey, Myers, & Marcus (2006), manajer keuangan yang cerdas dan efektif mengambil keputusan yang meningkatkan nilai saat ini dari saham perusahaan dan kekayaan pemegang sahamnya. Kekayaan yang meningkat itu lalu bisa digunakan untuk tujuan apapun yang diinginkan oleh pemegang saham.

Tujuan keuangan alami perseroan adalah memaksimalkan nilai pasar perusahaan

(29)

akan diganti. Adanya peluang investasi memberikan sinyal yang positif terhadap perkembangan perusahaan dimasa mendatang, sehingga nilai perusahaan dapat meningkat. Peningkatan harga saham mempengaruhi nilai perusahaan secara maksimum sehingga memberikan kemakmuran bagi pemegang saham ketika harga saham tinggi, maka kemakmuran pemegang sahamnya semakin tinggi.

Dalam penilaian perusahaan terkandung unsur proyeksi, asuransi, perkiraan, dan judgment. Ada beberapa konsep dasar penilaian yaitu (Suharli, 2006):

1. Nilai ditentukan untuk suatu waktu atau periode tertentu 2. Nilai harus ditentukan pada harga yang wajar

3. Penilaian tidak dipengaruhi oleh kelompok pembeli tertentu

Secara umum terdapat beberapa metode dan teknik yang telah dikembangkan dalam penilaian perusahaan, diantaranya adalah (Suharli, 2006):

1. Pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau price earning ratio, metode kapitalisasi proyeksi laba

2. Pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas 3. Pendekatan dividen antara lain metode pertumbuhan dividen 4. Pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva 5. Pendekatan harga saham

6. Pendekatan economic value added (EVA)

Menurut Indriyo, Gitusudarmo, & Basri (2008), aspek-aspek sebagai pedoman perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan adalah sebagai berikut:

(30)

1. Menghindari Risiko yang Tinggi

Bila perusahaan sedang melaksanakan operasi yang berjangka panjang, maka harus dihindari tingkat risiko yang tinggi. Proyek-proyek yang memiliki kemungkinan laba yang tinggi tetapi mengandung risiko yang tinggi perlu dihindarkan. Menerima proyek-proyek tersebut dalam jangka panjang berarti suatu kegagalan yang dapat mematahkan kelangsungan hidup perusahaan.

2. Membayarkan Dividen

Dividen adalah pembagian laba kepada para pemegang saham oleh perusahaan. Dividen harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun kebutuhan para pemegang saham. Pada saat perusahaan sedang mengalami pertumbuhan deviden kemungkinan kecil, agar perusahaan dapat memupuk dana yang diperlukan pada saat pertumbuhan itu. Akan tetapi jika keadaan perusahaan sudah mapan dimana pada saat itu penerimaan yang diperoleh sudah cukup besar, sedangkan kebutuhan pemupukan dana tidak begitu besar maka dividen yang dibayarkan dapat diperbesar. Dengan membayarkan dividen secara wajar, maka perusahaan dapat membantu menarik para investor untuk mencari dividen dan hal ini dapat membantu memelihara nilai perusahaan.

3. Mengusahakan Pertumbuhan

Apabila perusahaan dapat mengembangkan penjualan, hal ini dapat berakibat terjadinya keselamatan usaha di dalam persaingan di pasar. Maka perusahaan yang akan berusaha memaksimalkan nilai perusahaan harus secara terus- menerus mengusahakan pertumbuhan dari penjualan dan penghasilannya.

(31)

4. Mempertahankan Tingginya Harga Pasar Saham

Harga saham di pasar adalah merupakan perhatian utama dari perhatian manajer keuangan untuk memberikan kemakmuran kepada para pemegang saham atau pemilik perusahaan. Manajer harus selalu berusaha ke arah itu untuk mendorong masyarakat agar bersedia menanamkan uangnya ke dalam perusahaan itu. Dengan pemilihan investasi yang tepat maka perusahaan akan mencerminkan petunjuk sebagai tempat penanaman modal yang bijaksana bagi masyarakat. Hal ini akan membantu mempertinggi nilai dari perusahaan.

Weston (2008) menyatakan bahwa ukuran yang paling tepat digunakan dalam mengukur nilai perusahaan adalah rasio penilaian (valuation), karena rasio tersebut mencerminkan rasio (risiko) dengan rasio hasil pengembalian. Rasio penilaian sangat penting karena rasio tersebut berkaitan langsung dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan kekayaan para pemegang saham.

Rasio penilaian tersebut adalah market value ratio yang terdiri dari 3 macam rasio yaitu price earning ratio, price/cash flow ratio dan price to book value ratio. Price earning ratio adalah rasio harga per lembar saham terhadap laba per lembar saham. Rasio ini menunjukkan berapa banyak jumlah rupiah yang harus dibayarkan oleh para investor untuk membayar setiap rupiah laba yang dilaporkan. Price/cash flow ratio adalah harga per lembar saham dengan dibagi oleh arus kas per lembar saham. Sedangkan Price to book value ratio adalah suatu rasio yang menunjukkan hubungan antara harga pasar saham perusahaan dengan nilai buku perusahaan.

Price Book Value (PBV) adalah rasio yang menggambarkan perbandingan

(32)

antara harga pasar saham dan nilai buku ekuitas sebagaimana yang ada di laporan posisi keuangan (Murhadi, 2015). Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham pada suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut.

Perusahaan yang berjalan dengan baik, umumnya rasio PBV nya mencapai di atas satu, yang menunjukkan bahwa nilai pasar lebih besar dari nilai bukunya. PBV diperoleh dengan cara:

PBV = Harga Saham /Lembar Nilai buku ekuitas / Lembar

2.1.2 Struktur Modal

Struktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang dalam suatu perusahaan. Optimalisasi nilai perusahaan yang merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, dimana setiap keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan.

Menurut Syahyunan (2015), setiap kegiatan investasi yang dilakukan perusahaan akan memerlukan pendanaan. Oleh karena itu, apabila dana intern (modal sendiri) yang dimiliki tidak cukup maka perusahaan harus mengupayakan dana yang berasal dari sumber – sumber di luar perusahaan. Penggunaan dana dari luar perusahaan ini dalam manajamen keuangan disebut struktur modal. Tugas setiap manajer keuangan adalah menentukan struktur modal yang optimal yaitu yang akan meminimalkan biaya modal perusahaan sehingga akan memaksimalkan keuntungan perusahaan. Menurut Sugiarto (2009), struktur modal pada tiap

(33)

perusahaan ditetapkan dengan memperhitungkan berbagai aspek atas dasar kemungkinan akses dana, keberanian perusahaan menanggung risiko, rencana strategis pemilik, serta analisis dan manfaat yang diperoleh dari tiap sumber dana.

2.1.3 Teori Struktur Modal Berikut beberapa teori struktur modal:

Penelitian empiris telah banyak dilakukan oleh para peneliti untuk menguji berbagai teori mengenai struktur modal. Berikut beberapa terori tentang struktur modal, diantaranya :

1. Teori Modigliani dan Miller a. Teori MM tanpa pajak

Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan. MM mengajukan beberapa asumsi untuk membangun teori mereka (Syahyunan, 2015) yaitu:

1) Tidak terdapat agency cost.

2) Tidak Ada Pajak

3) Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama dengan perusahaan.

4) Investor mempunyai informasi yang sama seperti manajemen mengenai prospek perusahaan di masa depan

5) Tidak ada biaya kebangkrutan

(34)

6) Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi oleh penggunaan dari hutang.

7) Para investor adalah price-takers.

8) Jika terjadi kebangkrutan maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value).

b. Teori MM dengan pajak

Menurut Syahyunan (2015) Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis dan kemudian MM memasukkan faktor pajak ke dalam teorinya.

Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakan aliran kas keluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak,karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak.

c. Teori Trade – off

Selain teori yang telah dikemukakan oleh MM (Modigliani dan Miller) masih terdapat teori struktur modal yang lain yang membahas hubungan antara stuktur modal dengan nilai perusahaan. Menurut trade-off theory yang diungkapkan oleh Myers (2001), perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat utang tertentu, dimana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan hutang sama dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress). Biaya kesulitan keuangan (financial distress) adalah biaya kebangkrutan (bankruptcy costs) atau reorganization, dan biaya keagenan (agency costs) yang meningkat akibat dari turunnya kredibilitas suatu perusahaan.

(35)

Trade – off theory dalam menentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biaya keagenan (agency cost) dan biaya kesulitan keuangan (financial distress) tetapi tetap mempertahankan asumsi efisiensi pasar dan symetric information sebagai imbangan dan manfaat penggunaan hutang. Tingkat hutang yang optimal tercapai ketika penghematan pajak (tax shields) mencapai jumlah yang maksimal terhadap biaya kesulitan keuangan (cost of financial distress).

Sejauh manfaat lebih besar, penambahan hutang masih diperkenankan.

Apabila pengorbanan karena penggunaan hutang sudah lebih besar, maka tambahan hutang sudah tidak diperbolehkan.

d. Teori Pecking Order

Menurut Myers (1984), Pecking order theory menyatakan bahwa

“Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah. Ðalam pecking order theory ini tidak terdapat struktur modal yang optimal. Pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan akan lebih memilih untuk menerbitkan ekuitas terlebih dahulu daripada menerbitkan saham pada saat membutuhkan pendanaan eksternal.

e. Teori Asimetri Informasi dan Signaling

Teori ini mengatakan bahwa dalam pihak pihak yang berkaitan dengan perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek

(36)

dan resiko perusahaan. Pihak tertentu mempunyai informasi yang lebih dari pihak lainnya. Teori ini terdiri dari teori :

2. Myers dan Majluf

Menurut teori ini ada asimetri informasi antara manager dengan pihak luar.

Manager mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan dibandingan pihak luar.

3. Signaling

Mengembangkan model dimana struktur modal (penggunaan hutang) merupakan signal yang disampaikan oleh manager ke pasar. Jika manager mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik, dan karenanya ingin agar saham tersebut meningkat, ia ingin megkomunikasikan hal tersebut kepada investor. Manager bisa menggunakan hutang lebih banyak sebagai signal yang lebih credible. Karena perusahaan yang meningkatkan hutang bisa dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan dimasa mendatang. Investor diharapkan akan menangkap signal tersebut, signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik.

4. Teori Keagenan (Agency Approach)

Menurut pendekatan ini, struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar berbagai kelompok kepentingan. Konflik antara pemegang saham dengan manager adalah konsep free-cash flow. Ada kecenderungan manager ingin menahan sumber daya sehingga mempunyai control atas sumber daya tersebut. Hutang bisa dianggap sebagai cara untuk mengurangi konflik keagenan free cash flow. Jika perusahaan menggunakan hutang, maka

(37)

manager akan dipaksa untuk mengeluarkan kas dari perusahaan untuk membayar bunga.

Dalam penelitin ini, variabel struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio. Menurut Kasmir (2008), Debt to Equity Ratio merupakan Rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas.rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajiban atau utang. Rasio DER dapat dihitung dengan formula:

DER = Total Liabilities Total Equity

2.1.4 Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen adalah suatu keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang (Syahyunan, 2015). Kebijakan dividen sering dianggap sebagai sinyal oleh para investor dalam menilai baik buruknya perusahaan, karena kebijakan dividen dapat membawa pengaruh pada nilai perusahaan.

Terdapat beberapa teori kebijakan dividen sebagai berikut:

(38)

a. Teori “Dividen Tidak Relevan” dari Modigliani dan Miller

Pandangan ini berasumsi bahwa tidak ada hubungan antara kebijakan dividen dan nilai saham. Seperti yang dijelaskan oleh Brigham &

Houston (2007) dividend irrelevance theory is a firm’s dividend policy has no effect on either its value or its cost of capital. Miller dan Modligiani menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan investasi perusahaan, rasio pembayaran dividen hanyalah rincian dan tidak mempengaruhi kesejahteraan pemegang saham. Menurut Modigliani dan Miller (MM), nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya dividen payout ratio (DPR), tetapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT) dan kelas risiko perusahaan. Jadi menurut MM, dividen adalah tidak relevan. Pernyataan MM ini didasarkan pada beberapa asumsi penting yang “lemah” seperti:

1) Pasar modal sempurna di mana semua investor adalah rasional.

2) Tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru

3) Tidak ada pajak atas pendapatan perusahaan dan pendapatan pribadi.

4) Investor dan manajer memiliki informasi yang sama tentang prospek perusahaan

5) Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah.

b. Teori “ The Bird in the Hand”

Teori ini dikemukakan oleh Myron Gordon dan John Lintner dalam Eugane Brigham & Houston (2007) menyatakan bahwa biaya modal

(39)

sendiri perusahaan akan naik jika dividend payout ratio rendah karena investor lebih suka menerima dividen daripada capital gain. Dividen memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan capital gain, oleh karenanya investor akan merasa lebih aman untuk mengharapkan dividen saat ini dibandingkan menunggu capital gain yang di masa depan.

c. Teori Perbedaan Pajak

Teori ini dikemukakan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Mereka menyatakan bahwa karena adanya pajak terhadap keuntungan dividen dan capital gain, para investor lebih menykai capital gain daripada dividen karena dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu, investor menyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividen yield tinggi, capital gain yield rendah daripada saham dengan dividen yielad rendah, capital gain yield tinggi.

Jika pajak atas dividen lebih besar dari pajak atas capital gain, perbedaan ini akan semakin terasa.

d. Efek Informasi (information content, or signalling hypothesis)

Signal is an action taken by a firm’s management that provides clues to investors about how management views the firm’s prospects, Weston &

Eugene (2005). Sedangkan pengertian information content adalah teori yang menyatakan bahwa investor menganggap perubahan dividen sebagai pertanda bagi perkiraan manajemen atas laba. Information assymetry merupakan perbedaan kemampuan mengakses informasi

(40)

antara manajemen dan investor yang bisa mengakibatkan harga saham lebih rendah daripada yang akan terjadi pada kondisi pasti.

e. Teori “Clientele Effect”

Clientele effect adalah kecenderungan perusahaan untuk menarik jenis investor yang menyukai kebijakan dividennya. Argumen Miller dan Modligiani menyatakan bahwa suatu perusahaan menetapkan kebijakan pembagian dividen khusus, yang selanjutnya menarik sekumpulan peminat atau clientele yang terdiri dari para investor yang menyukai kebijakan dividen khusus tersebut, Weston & Eugene (2005).

2.1.5 Dividend Payout Ratio

Dividend Payout Ratio merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam mengukur kebijakan dividen. Warsono (2003), menyatakan bahwa terdapat dua indikator yang biasa digunakan untuk mengukur kebijakan dividen suatu perusahaan yaitu:

a. Hasil Dividen (Dividend Yield)

Dividend Yield merupakan rasio yang menghubungkan dividen yang dibayar dengan harga saham biasa perusahaan. Secara sistematis, dividend yield dapat dirumuskan sebagai berikut: Dividen Yield = Dividen per Lembar Saham/Harga per Lembar Saham. Beberapa pemegang saham menggunakan dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan sebagai penyaring investasi. Para pemegang saham akan berusaha untuk menginvestasikan dananya dalam saham yang

(41)

b. Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Rasio pembayaran dividen tunai diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR). Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menurut Sartono (2008) adalah persentase laba yang dibayarkan dalam bentuk dividen, atau rasio antara laba yang dibayarkan dalam bentuk dividen dengan total laba yang tersedia bagi pemegang saham. Dividend Payout Ratio sering digunakan untuk mengestimasikan dividen yang akan dibagikan perusahaan pada tahun berikutnya. Rasio ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut (Murhadi, 2015) :

DPR =𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 = 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒

2.1.6 Profitabilitas

Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Profitabilitas juga merupakan suatu indikator kinerja seorang manajemen dalam mengelola kekayaan suatu perusahan berupa laba yang dihasilkan (Murhadi, 2015). Profitabilitas merupakan suatu indikator penting yang selalu menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi pada perusahaan.

Maka dari itu penting bagi perusahaan untuk selalu menganalisis profitabilitasnya guna mengetahui kondisi perusahaan secara dini dan berguna untuk mengukur kinerja manajemen dari tahun ke tahun. Para investor menanamkan saham pada perusahaanadalah untuk mendapatkan return. memperoleh laba, maka semakin besarreturn yang diharapkan investor, sehingga menjadikan nilai perusahaan

(42)

perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham.

Semakin tinggi kemampuan perusahaan memperoleh laba, maka semakin besar return yang diharapkan investor, sehingga menjadikan nilai perusahaan menjadi lebih baik. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham.

1. Tujuan dan manfaat rasio profitabilitas

Menurut Kasmir (2008) tujuan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan yaitu:

a. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu perusahaan tertentu.

b. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

c. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.

d. Untuk menilai besarnya laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.

e. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

f. Dan tujuan lainnya.

Sementara itu, manfaat yang diperoleh adalah:

a. Mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.

b. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

(43)

d. Mengetahui besarnya laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.

e. Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

f. Dan manfaat lainnya.

Profitabilitas perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas yakni ROE. Menurut Brigham & Houston (2010), Return On Equity adalah rasio laba bersih terhadap ekuitas biasa, mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham biasa. Rasio ini mengukur tingkat pengembalian dari bisnis atas modal sendiri atau seluruh modal yang ada. Return on Equity mencerminkan seberapa besar return yang dihasilkan bagi pemegang saham atas setiap rupiah uang yang ditanamkannya. ROE dapat dirumuskan sebagai berikut (Murhadi, 2015):

𝑅𝑂𝐸 = Net Income Total Equity 2.1.7 Growth

Growth (pertumbuhan) perusahaan merupakan salah satu tujuan yang diharapkan oleh pihak internal dan eksternal suatu perusahaan karena akan membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan di perusahaan seperti investor, kreditor dan pemegang saham.

Pertumbuhan perusahaan merupakan dampak dari dana perusahaan atau aliran dana dari perubahan operasional yang disebabkan oleh pertumbuhan atau penurunan volume bisnis (Helfert, 1997). Pertumbuhan perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi bisnisnya dalam

(44)

Pertumbuhan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang (Taswan, 2003). Growth merupakan perubahan total aset baik berupa peningkatan maupun penurunan yang dialami oleh perusahaan selama satu periode (satu tahun). Pertumbuhan aset menggambarkan pertumbuhan aktiva perusahaan yang akan memengaruhi profitabilitas perusahaan yang menyakini bahwa persentase perubahan total aktiva merupakan indikator yang lebih baik dalam mengukur growth perusahaan (Putrakrisnanda, 2009).

Ukuran yang digunakan adalah dengan menghitung proporsi kenaikan atau penurunan aktiva. Pada penelitian ini, pertumbuhan perusahaan diukur dari proporsi perubahan asset, untuk membandingkan kenaikan atau penurunan atas total aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Assets merupakan aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar asset diharapkan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan. Peningkatan asset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan.

Dengan meningkatnya kepercayaan pihak luar (kreditor) terhadap perusahaan, maka proporsi hutang semakin lebih besar daripada modal sendiri. Hal ini didasarkan pada keyakinan kreditor atas dana yang ditanamkan ke dalam perusahaan dijamin oleh besarnya asset yang dimiliki perusahaan (Ang, 2007).

Dari sudut pandang investor, pertumbuhan suatu perusahaan merupakan tanda bahwa perusahaan memiliki aspek yang menguntungkan, dan mereka mengharapkan rate of return (tingkat pengembalian) dari investasi mereka

(45)

memberikan hasil yang lebih baik. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saha m sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi.

Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Pertumbuhan (growth) adalah seberapa jauh perusahaan menempatkan diri dalam sistem ekonomi secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk industri yang sama (Machfoedz, 2010). Pertumbuhan perusahaan dapat juga menjadi indikator dari profitabilitas dan keberhasilan perusahaan. Dalam hal ini, pertumbuhan perusahaan merupakan perwakilan untuk ketersediaan dana internal.

Jika perusahaan berhasil dan memperoleh laba, maka tersedia dana internal yang cukup untuk kebutuhan investasi. Rumus untuk menghitung pertumbuhan asset ialah sebagai berikut:

Growth=TA n−TA (n−1) TA (n−1) Keterangan:

TA n = Total Aset tahun sekarang

TA (n − 1) = Total Asset tahun sebelumnya

2.1.8 Size

Ukuran perusahaan menunjukkan besarnya skala perusahaan. Ukuran perusahaan dapat diukur oleh total aktiva (asset) perusahaan (Machfoedz:1994).

Aktiva menurut Kieso, Donald, Jerry (2011) adalah sebagai berikut: “asset is a resource controlled by the as a result of past events and from which future economic benefit are expected to flow to the entity.” Pernyataan tersebut

(46)

perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan diharapkan akan mendapat manfaat ekonomi masa depan untuk perusahaan. Menurut Sartono (2010), perusahaan besar yang sudah well estabilished akan lebih mudah memperoleh modal di pasar modal dibanding dengan perusahaan kecil. Karena kemudahan akses tersebut berarti perusahaan besar memiliki fleksibilitas yang lebih besar”.

Sujoko (2007) mengatakan bahwa ukuran perusahaan yang besar menunjukkan perusahaan mengalami perkembangan sehingga investor akan merespon positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Perusahaan berskala besar akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang berskala kecil.

Perusahaan kecil hanya memiliki faktor pendukung yang kecil dan terbatas, sebaliknya perusahaan besar mempunyai faktor pendukung yang luas. Saham perusahaan dengan ukuran besar tersebar sangat luas. Hal ini mempermudah untuk mendapatkan pinjaman dari pihak eksternal dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.

Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dalam total aktiva, penjualan dan kapitalisasi pasar. Ketiga variabel ini digunakan untuk menentukan ukuran perusahaan karena dapat mewakili seberapa besar perusahaan tersebut, semakin besar aktiva semakin banyak modal yang di tanam, semakin banyak penjualan maka semakin banyak perputaran uang dan semakin besar kapitalisasi pasar maka semakin besar pula ia dikenal oleh masyarakat (Sudarmadji & Sularto, 2007).

Ukuran perusahaan yang besar dan terus tumbuh bisa menggambarkan tingkat profit mendatang, kemudahan pembiayaan ini bisa mempengaruhi nilai perusahaan dan menjadi informasi yang baik bagi investor.

(47)

Nilai total aset digunakan sebagai indikator untuk mengukur ukuran perusahaan karena nilainya relatif stabil di bandingkan dengan nilai total penjualan dan kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi pasar cenderung lebih fluktuatif karena dalam perhitungannya terdapat komponen harga saham yang beredar.

Logaritma Natural (Ln) digunakan karena untuk meminimalkan jumlah dari aktiva, penjualan dan kapitalisasi perusahaan yang nominalnya sangat besar.

Secara ekonometrika jika jumlahnya sangat besar akan sangat mengganggu hasil perhitungan. Menurut Jogiyanto (2007), ukuran aktiva digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan, ukuran aktiva tersebut diukur sebagai logaritma dari total aktiva. Nilai total asset biasanya bernilai sangat besar dibandingkan dengan variable keuangan lainya, untuk itu variable asset diperhalus menjadi Log Asset atau Ln Total Asset. Berikut merupakan rumus perhitungan ukuran perusahaan (Jogiyanto, 2007):

Size = Ln (Total Assets)

2.2 Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu tentang Nilai Perusahaan ialah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Syarinah Sianipar (2017) tentang Pengaruh Struktur Modal, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Menemukan hasil bahwa secara parsial profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan

(48)

terhadap nilai perusahaan sedangkan struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2. Dyah Putri Pratiwi dan Lailatul Amanah (2017) melakukan penelitian tentang Pengaruh Growth Opportunity, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Menyatakan bahwa secara parsial growth opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Sedangkan profitabilitas dan ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

3. Bayu Eko Hariyawan dan Andayani (2017) melakukan penelitian tentang Pengaruh Struktur Modal, Ukuran, Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Pertumbuhan sebagai Moderating. Menemukan hasil bahwa secara parsial struktur modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

4. Penelitian yang dilakukan Ni Kadek Rai Prastuti dan I Gede Merta Sudiarta (2016) tentang Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai perusahaan. Menemukan hasil bahwa secara parsial struktur modal dan kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

5. Endang Mahpudin dan Suparno (2016) melakukan penelitian tentang Faktor Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan (Studi empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) mendapatkan hasil

(49)

kebijakan dividen dan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

6. Penelitian yang dilakukan oleh Sabrin, Buyung Sarita, Dedy Takdir dan S, Sujono (2016) tentang The Effect of Profitability on Firm Value in Manufacturing Company at Indonesia Stock Exchange. Mendapatkan hasil Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

7. Abdul Rasyid (2015) melakukan penelitian tentang Effects of Ownership Structure, Capital Structure, Profitability and Company’s Growth towards Firm Value. Mendapatkan hasil managerial ownership berpengaruh secara tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. institutional ownership dan profitability secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan capital structure berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dan company growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

8. Ni Nyoman G Martini Putu, et al. (2014) melakukan penelitian tentang Factors Affecting Firms Value of Indonesia Public Manufacturing Firm.

Mendapatkan hasil bahwa secara parsial Corporate Social Responsibility, Corporate Governance, Firm Size, dan Profitability berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

9. Ayu Sri Mahatma Dewi dan Ary Wirajaya (2013) melakukan penelitian tentang Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan pada Nilai Perusahaan. Mendapatkan hasil struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif dan

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pelaksanaan pengkajian kelas air, untuk penentuan segmentasi, penyusunan rencana pendayagunaan air dan penyusunan program pemeliharaan atau pemulihan kualitas air (yang

Rad prikazuje osnovne teorije mreˇza i parametre koji opisuju mreˇze, opis socijalnih mreˇza, naˇcine prikupljanja i obrade podataka socijalnih mreˇza, modele sluˇcajnih mreˇza te

dengan era otonomi daerah dewasa ini. Kewenangan Pemerintah Kota Bandar Lampung tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak secara terperinci diatur dalam Pasal 70

Bangunan atau mang hams bisa memisahkan fungsi demo dengan pemasaran/penjualan barang yang sudah jadi, pengunjung bisa melihat langsung demo dengan tujuan sebagai pembelajaran

Tumbuhan yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Bangka sebagai Tali (Studi kasus di Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka) adalah karangan saya dengan arahan komisi

penurunan intensitas puncak-puncak difraksi dari azitromisin dihidrat secara signifikan. Semakin banyak perbandingan jumlah polimer hidrofilik HPMC, maka penurunan

ditandai dengan pengkerdilan orientasi pembelajaran untuk menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung); (2) Metode pembelajaran yang lebih

Analisis pengaruh interval waktu perawatan efektif ( Tp ) terhadap laju biaya pada komponen drain water tank .... Analisis pengaruh interval waktu perawatan efektif ( Tp