PENILAIAN DAN PENCATATAN PERSEDIAAN PRODUK ROTI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MASUK PERTAMA KELUAR PERTAMA (MPKP) PERPETUAL PADA UD YELA BAKERY

202  Download (0)

Teks penuh

(1)

PERTAMA KELUAR PERTAMA (MPKP) PERPETUAL PADA

UD YELA BAKERY

TUGAS AKHIR

DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU PERSYARATAN UNTUK

MENYELESAIKAN PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA III

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PADA JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

OLEH :

SITI HARTINA A03140093

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN RISET

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

JURUSAN AKUNTANSI

2017

(2)

Judui

Nama

NIM

Program

Studi

PENILAIAN

DAN PENCATATAN PERSEI}IAAN PRODUK

ROTI

DENGAN

MENGGUNAKAI{

METODE MASUK

PERTAMA

KELUAR PERTAMA

CMPKP}

PERPETUAL PADA {ID

YELA

BAKERY

SITI

HARTINA

A03 r40093 D3 Akuntansi

Baniarmasin. Jdi

2017

Ketua Jurusan Akuntansi

L,rrr rrr-lt/\tala

l\tr ly!\1utvL

ttz z

002

Hj. Nurul Mukhlisah.

SE.

MM

NlP r975Ul2llUUl

i

22001

a

t

(3)

Nama

NIM

Program Studi

Judul

SITIHARTThIA

A03140093 D3 Akuntansi

PEMLAIAN

DAN

PENCATATAN PERSEDIAAN PRODUK ROTI

DENGAN

MENGGUNAKAN

METODE

MASUK

PERTAMA

KELUAR

PERTAIVIA

(MFKP)

PERFETTJAL

PADA UD

-YELA

BAKERY

Telah

diujikan

dan diu,vatakan lulus dengan predikat :

Banjarmasin, lluJi20fi

Ketua Penguji

NrIP 19780930200'en2403

\

(4)

v

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai

dengan kesanggupannya”

(5)

vi

bahwa tugas akhir ini merupakan hasil penelitian yang telah saya lakukan. Segala

kutipan dan bantuan dari berbagai sumber telah diungkapkan sebagaimana

mestinya.

Tugas akhir ini belum pernah dipublikasikan untuk keperluan lain oleh

siapapun juga, tugas akhir ini merupakan hasil tulisan saya yang dapat saya

pertanggungjawabkan otentikasinya atau bukan hasil dari aktivitas plagiat. Saya

juga menyatakan bahwa objek dan data yang saya ambil dalam penelitian ini

bukan merupakan objek dan data fiktif. Apabila dikemudian hari ternyata

pernyataan saya ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi hukum dari

ketidakbenaran pernyataan tersebut. Saya bersedia dicabut titel akademik serta

hak yang melekat padanya oleh Politeknik Negeri Banjarmasin, apabila saya

terbukti melanggar pernyataan yang telah saya sampaikan diatas.

Banjarmasin, Agustus 2017

Siti Hartina

NIM : A03140093

(6)

vii

ampun nya, dengan limpahan Rahmat dan Hidayat nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Penilaiaan dan Pencatatan Persediaan

Produk Roti dengan Menggunakan Metode Masuk Pertama Keluar Pertama

(MPKP) Perpetual Sekaligus merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan

Program Diploma III pada Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin. Penulis

menyadari adanya keterbatasan waktu, kemampuan, referensi dan pengetahuan yang

penulis miliki, Tugas Akhir ini dapat tersusun dengan sederhana dan mungkin

terdapat banyak kekurangan. Untuk itu saran dan masukan sangan diharapkan guna

menunjang kesempurnaan Tugas Akhir ini.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis menyadari bahwa tanpa saran dan

dukungan, serta bimbingan dari berbagai pihak, maka penulisan Tugas Akahir ini

tidak berjalan dengan baik, oleh karena itu. penulis ingin menyampaikan terimakasih

dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak H. Edi Yohanes, ST, M.T. Selaku Direktur Politeknik Negeri

Banjarmasin.

2. Ibu Indriani SE, MM Selaku ketua jurusan Akuntansi Politeknik Negeri

Banjarmasin.

(7)

viii

4. Seluruh Dosen Pengajar dan Staf Politeknik Negeri Banjarmasin Khususnya

dosen Jurusan Akuntansi yang telah memberikan ilmu kepada penulis selama

kuliah.

5. Untuk Bapak Budiman yang telah membantu memberikan data-data dan

informasi yang penulis perlukan untuk menyusun Tugas Akhir ini.

6. Untuk Kedua Orang Tua dan seluruh keluarga yang mendo’akan dan

memberikn dukungannya hingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan

dan Tugas Akhir ini.

7. Untuk semua pihak dan teman-teman yang telah membantu penulis sehingga

Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.

Semoga karya kecil ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kepada

pembaca pada umumnya, dan penulis pada khususnya.

Banjarmasin,

2017

(8)

ix

PERSETUJUAN TUGAS AKHIR ...

ii

PENGESAHAN TUGAS AKHIR ...

iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...

iv

MOTTO

...

v

SURAT PERNYATAAN ...

vi

KATA PENGANTAR ...

vii

DAFTAR ISI ...

ix

DAFTAR TABEL ...

xi

DAFTAR BAGAN ...

xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ...

xv

BAB I

PENDAHULUAN ...

A. Latar Belakang ...

1

B. Permasalahan...

3

C. Batasan Masalah ...

3

D. Tujuan Penelitian ...

4

E. Kegunaan Penelitian...

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ...

5

A. Landasan Teori ...

5

1. Pengertian persediaan ...

5

(9)

x

6. Metode Penentuan harga pokok persediaan. ...

16

B. Hasil Penelitian Terdahulu ...

21

BAB III

METODE PENELITIAN ...

27

A. Identifikasi dan Pemberian Definisi Oprasional

Variabel ...

27

B. Jenis penelitian ...

28

C. Jenis dan Sumber Data ...

29

D. Teknik Pengunpulan Data ...

30

E. Teknik Analisa Data ...

31

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL

PENELITIAN ...

32

A. Hasil Penelitian ...

32

B. Pembahasan Hasil Penelitian ...

38

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ... 187

A. Kesimpulan ... 187

B. Saran ... 187

DAFTAR PUSTAKA

(10)

xi

2017 ...

37

Tabel 3 Daftar ProdukJadi UD YelaBakry Periode 1

Januar-31Maret2017 ...

37

Tabel 4 Daftar Penjualan UD Yela Bakery Periode 1 Januari – 31

Maret 2017 ...

37

Tabel 5 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Manis

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ... 40

Tabel 6 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Nanas

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

46

Tabel 7 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Strawberry

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

53

Tabel 8 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Srikaya

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

59

Tabel 9 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Kelapa

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

65

Tabel 10 Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual Roti Coklat

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

71

Tabel 11 Rekapitulasi Persediaan Akhir UD Yela Bakery Per 31

(11)

xii

Yela Bakery Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ...

96

Tabel 14 Pencatatan Persediaan Barang Jadi Perpetual Roti Strawberry

UD Yela Bakery Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ... 114

Tabel 15 Pencatatan Persediaan Barang Jadi Perpetual Roti Srikaya

UD Yela Bakery Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ... 132

Tabel 16 Pencatatan Persediaan Barang Jadi Perpetual Roti Kelapa UD

Yela Bakery Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ... 150

Tabel 17 Pencatatan Persediaan Barang Jadi Perpetual Roti Coklat UD

Yela Bakery Periode 1 Januari – 31 Maret 2017 ... 168

Tabel 18 Laporan Perhitungan Laba Rugi UD Yela Bakery Periode 1

(12)
(13)

xiv

Lampiran 1

Surat Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 2

Surat Izin Usaha Industri (IUD) Kecil

Lampiran 3 Surat Keterangan Tempat Usaha

Lampiran 4 Foto Perusahaan

Lampiran 5 Lembar Bimbingan Tugas Akhir (Pembimbing I)

Lampiran 6 Lembar Saran Ketua Penguji Seminar Tugas Akhir

Lampiran 7 Lembar Saran Anggota Penguji Proposal Tugas Akhir

Lampiran 8

Denah Perusahaan

(14)

xv

PRODUK ROTI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MASUK PERTAMA

KELUAR PERTAMA (MPKP) PERPETUAL PADA UD YELA BAKERY /

Akuntansi Keuangan / Persediaan Barang Jadi / UD Yela Bakery.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penilaan dan pencatatan persediaan

barang jadi dengan menggunakan metode MPKP Perpetual Pada UD Yela Bakery

yang beralamat dIJalan Gunung Sari No 30 Rt 13. Usaha ini bergerak dibidang

industry yaitu memproduksi roti.

Kerangka pemikiran penelitian ini penilaian persediaan barang jadi adalah nilai

persediaan yang dicantumkan dalam metode MPKP Perpetual suatu pencatatan yang

menggunakan buku pembantu dan persediaan barang jadi yang diperoleh melalui

proses produksi.

Dari hasil perhitungan menunjukkan adanya nilai persediaan barang jadi per

31 Maret 2017 dengan menggunakan metode MPKP Perpetual dan perhitungan

dengan penilaian MPKP adalah sebanyak 138 bungkus dengan jumlah Rp

79.731,00. Persediaan barang jadi yang layak untuk usaha ini adalah dengan

menggunakan metode MPKP Perpetual, karena dapat memberikan informasi

persediaan setiap saat.

(15)

1

A. Latar Belakang

Tujuan utama dari suatu usaha adalah untuk mencari laba

sebanyak-banyaknya. Dalam mencari laba ini penjualan barang dan jasa merupakan

sumber utama pendapatan usaha. Baik perusahaan jasa, dagang, maupun

manufaktur. Untuk itu perusahaan sebagai unit usaha harus mengelola sumber

yang mempunyai nilai ekonomis yang terdapat dalam perusahaan. Hal ini

tentunya pihak manajamen perusahaan untuk membuat kebijakan dalam

mengelola sumber daya tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan.

Salah satu sumber daya di dalam perusahaan adalah persediaan.

Persediaan biasanya merupakan jumlah yang relatif besar dalam aktiva lancar

atau bahkan dari seluruh aktiva perusahaan. Di dalam perusahaan dagang,

perusahaan membeli barang untuk dijual kembali , maka pengelompokan

persediaan barang dagang dan persediaan perlengkapan. Sedangkan pada

perusahaan manufaktur , perusahaan mengolah bahan baku menjadi barang jadi ,

maka persediaan di kelompokkan pada persediaan bahan baku, persediaan barang

dalam proses , persediaan barang jadi , persediaan bahan penolong dan

persediaan perlengkapan.

(16)

“UD Yela Bakery” adalah sebuah usaha pembuatan roti yg bergerak

dalam usaha yang kegiatannya mengolah bahan baku atau bahan mentah dengan

tujuan untuk diproses lebih lanjut yaitu ke produk barang jadi lalu kemudian

menjual produk barang jadi tersebut. Usaha ini juga melakukan persediaan

barang jadi yang merupakan elemen-elemen yang sangat besar dari keseluruhan

aktiva yang dimiliki oleh “UD Yela Bakery” .

Melihat kenyataan yang ada pada “UD Yela Bakery”, selama ini

melakukan cara penjualan dengan dua cara yaitu yang pertama penjualan produk

barang jadi dengan menerima order melalui SMS dan yang kedua yaitu penjualan

produk secara rutin dalam satu minggu. Untuk cara yang penjualan pertama,

SMS yang diterima berisi informasi tentang nama produk yang di inginkan,

kemudian berapa jumlah produknya, dan tanggal berapa produk yang dipesan.

SMS tersebut disimpan sebagai data penjualan. Dan untuk cara penjualan yang

kedua, secara rutin dilakukan dalam satu minggu, perusahaan memproduksi

sebanyak 6.000 bungkus di hari pertama kemudian menjualnya ke satu

distributor, namun apabila distributor hanya meinginkan produk tersebut kurang

dari 6.000 bungkus maka produk yang masih tersisa tersebut dijual kembali di

hari selanjutnya kepada pelanggan lainnya. Penjual tidak melakukan pencatatan

terhadap penjualan dan sisa produk ini.

Oleh karena itu kebijakan dalam menentukan persediaan barang jadi

yang tepat maka penulis melakukan penelitian untuk membantu UD Yela Bakery

dalam permasalahan sistem akuntansi perusahaan agar dapat menghasilkan

(17)

informasi keuangan yang lebih akurat dan meminimalisir kesalahan yang

dilakukan saat perhitungan dan pencatatan persediaan barang jadi. Dari latar

belakang di atas, penulis tertarik untuk membuat suatu penelitian yang berjudul

“Penilaian dan pencatatan Persediaan Produk Roti dengan Menggunakan

Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) Perpetual Pada UD Yela

Bakery”

B. Permasalahan

Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu “ Bagaimana penilaian dan

pencatatan persediaan produk roti mengggunakan metode Masuk Pertama Keluar

Pertama (MPKP)Perpetual pada UD Yela Bakery”.

C. Batasan Masalah

Dalam hal ini, penulis berupaya untuk membatasi permasalahan yang

diteliti agar lebih terarah mengenai pada penilaian dan pencatatan persediaan

barang jadi yaitu persediaan berbagai macam roti seperti Roti Manis,Roti nanas,

Roti strawberry, Roti srikaya, Roti coklat, dan Roti kelapa pada usaha “UD Yela

Bakery” periode 01 Januari 2017 – 31 Maret 2017 dengan menggunakan metode

masuk pertama keluar pertama (MPKP) perpetual.

(18)

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang ada maka tujuan dari penelitian ini

adalah untuk mengetahui penilaiaan dan peencatatan persediaan barang jadi

dengan menggunakan Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) perpetual

pada “ UD Yela Bakery”

E. Kegunaan Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan kegunaan

yaitu:

1. Bagi UD Yela Bakery

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu UD Yela Bakery dalam

penilaian dan pencatatan persediaan dan mengelola persediaan produk barang

jadi dengan lebih baik lagi.

2. Bagi masyarakat terurama dalam akademik

Sebagai bahan acuan bagi pihak yang berkeinginan untuk melakukan ataupun

melanjutkan penelitian sesuai dengan topik tersebut.

3. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan

yang telah dipelajari dibangku perkuliahan terutama dalam penilaian dan

pencatatan persediaan barang jadi.

(19)

5

A. Landasan Teori

1. Pengertian persediaan

Sebelum menentukan cara penentuan penilaian persediaan,

terlebih dahulu di kemukakan pengertian dari persediaan itu sendiri.

Secara umum persediaan di artikan jumlah harta kekayaan yang di miliki

perusahaan dan dipakai untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki

untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang

yang akan dijual.

Menurut SAK EMKM tahun 2016 persediaan adalah aset:

a. Untuk dijual dalam kegiatan normal;

b. Dalam proses produksi untuk kemudian dijual; atau

c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam

proses produksi atau pemberian jasa.

Persediaan meliputi asset yang tersedia untuk di jual dalam

kegiatan usaha biasa, misalnya, barang dagangan yang di beli oleh

pengecer untuk di jual kembali atau pengadaan tanah dan properti lainya

untuk di jual kembali.

Persediaan berpengaruh sangat segnifikan pada suatu etitas, untuk

perusahaan real maupun manufaktur. Memiliki barang dagangan dengan

(20)

tujuan di jual kembali, sementara bisnis manufaktur memiliki bahan baku

, barang dalam peroses, dan barang jadi (Nelson Lam Peter Lau,

2014:256).

Bagaimana

perusahaan

mengklasifikasikan

persediaannya

tergantung pada apakah perusahaan manufaktur adalah pedagang

(perusahaan dagang) pembuat (perusahaan manufaktur, dimana barang

dagangan ini dimiliki oleh perusahaan dan sudah langsung dalam bentuk

siap untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal perusahaan sehari-hari.

Sedangkan untuk perusahaan manufaktur, mula-mula persediannya belum

siap untuk dijual sehingga perlu diolah terlebih dahulu. Persediannya

diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu bahan mentah, barang setengah jadi

(barang dalam proses), dan barang jadi (produk akhir). Jdi dalam

perusahaan manufaktur, perusahaan jenis ini terlebih dahulu akan

mengubah (merakit) input atau bahan mentah (raw material) menjadi

output atau barang jadi (finished goods/final goods), baru kemudian dijual

kepada para pelanggan (distributor). (Hery, 2014:57

2. Pengertian Penilaian Persediaan

Penilaian persediaan adalah menentukan nilai persediaan yang di

cantumkan dalam neraca, di mana persediaan akhir bisa di hitung harga

pokoknya dengan menggunakan beberapa cara penentuan harga pokok

persediaan akhir, tetapi nilai ini tidak terlalu tampak dalam neraca, jumlah

yang di cantumkan dalam neraca tergantung pada metode penilaian yang

di gunakan (Zaki Baridwan, 2013:183).

Ada 3 (tiga) metode penilaian persediaan menurut Zaki Baridwan,

2013) yaitu:

(21)

Yaitu jumlah keseluruhan pengeluaran untuk memperoleh barang

yang siap untuk di jual atau di pakai.

Metode harga pokok penerapannya dapat di gunakan cara-cara

sebagai berikut:

1. Metode Intentifikasi Khusus (Spesifik Indentification Method)

2. Metode Rata-rata (Average Method)

3. Metode masukan pertama keluar pertama (MPKP)

4. Metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP)

b. Metode harga pokok atau harga pasar yang terendah

Dalam metode ini persediaan akan mencantumkan dengan nilai

yang lebih rendah antara harga pokok atau harga pasar.

c. Metode harga jual

Penyimpangan dari prinsip harga pokok untuk penilaian

persediaan dengan harga jual bersihnya dapat di terima asalkan

dipengaruhi syarat-syaratnya:

1). Ada kepastian bahwa barang-barang itu akan dapat segera di jual

dengan harga yang telah di tetapkan.

2). Merupakan peroduk standar, yang pasarnya mampu menampung

serta untuk menentukan harga pokoknya.

3). Penyimpanan dengan penilaian sebesar harga jual biasanya di

lakukan untuk produk dari tambang logam mulia (emas dan perak)

dan hasil-hasil peternakan/pertanian.

(22)
(23)

3. Klasifikasi Persediaan

Dalam sebuah perusahaan dagang, persediaan terdiri dari berbagai

macam dan jenis. Sebagai contoh, dalam sebuah supermarket,

barang-barang makanan seperti makanan dalam kaleng, danging, bebagai jenis

bumbu masakan, adalah sebagian kecil dari persediaan yang dimilikinya.

Persediaan memiliki dua karakteristik penting yaitu:

1). Persediaan tersebut merupakan milik perusahaan dan,

2). Persediaan tersebut siap di jual kepada para konsumen.

Oleh karena itu perusahan danggang hanya dikenal satu klasifikasi

persediaan yang di sebut (persediaan barang dagangan). Persediaan ini

meliputi segala macam barang dagangan yang di miliki perusahaan.

Perusahaan manufaktur juga memiliki persediaan. Akan tetapi berbeda

hanya dengan persediaan pada perusahaan dagang, pada perusahaan

manufaktur tidak semua persediaan siap untuk di jual. Oleh karena itu

persediaan diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu: Persediaan barang

jadi, persediaan barang dalam peroses, dan persediaan bahan baku

(Haryono Jusup,2005:100).

Jenis persediaan yang ada dalam perusahaan manufaktur sebagai

berikut:

(24)

Bahan baku adalah barang-barang yang akan menjadi bagian

dari produk jadi yang dengan mudah dapat diikuti biayanya.

Sedangkan bahan penolong adalah barang-barang yang juga

menjadi bagian dari produk jadi tetapi jumlahnya relatif kecil.

b. Supplies Pabrik

Supplies pabrik adalah barang-barang yang mempunyai fungsi

melancarkan proses produksi misalnya oli mesin.

c. Barang dalam proses

Barang dalam proses adalah barang-barang yang sedang

dikerjakan (diproses) tetapi pada tanggal neraca barang-barang tadi

belum selesai dikerjakan.

d. Produksi Selesai

Produksi selesai adalah barang-barang yang sudah selesai

dikerjakan

dalam

proses

produksi

dan

menunggu

saat

penjualannya. (Zaki Baridwan, 2013:150)

4. Kepemilikan Persediaan

Menurut (Zaki Baridwan, 2013:153) dasar untuk mengetahui apakan

barang sudah dicatat sebagai persediaan adalah hak pemilik. Ada

beberapa cara untuk menentukan besar hak pemilik atas barang yaitu:

a. Barang-barang dalam perjalanan (goods in transit)

Barang-barang yang pada tanggal neraca masih dalam perjalanan

menimbulkan masalah apakan mesin menjadi milik penjual atau sudah

(25)

pindah hak kepada pembeli. Untuk mengetahui barang-barang itu

milik siapa harus di ketahui syarat pengiriman barang tersebut yaitu:

1.)

FOB Shipping point

Barang-barang yang di kirim dengan syarat bila hak katas

barang yang di kirim dipindah pada pembelian ketika barang itu di

serahkan kepada pihak yang bersangkutan. Pada saat tersebut

penjualan mencatat penjualan dan pengurangan persediaan

barangnya, sedangkan pembeli mencatat pembelian dan

penambahan persediaan barangnya.

2.) FOB Destination

Barang-barang yang di kirim dengan syarat bila ha katas

barang berpindah pada pembeli jika barang-barang yang akan

dikirim sudah di terima pembeli. Jika perpindahan atas barang

terjadi pada tanggal pengiriman barang oleh pembeli, pada saat

tersebut penjual mengurangi persediaan barangnya dan mencatat

penjualannya, sedangkan pembeli mencatat pembelian dan

menambah persediaan barangnya (Zaki Baridwan, 2013: 153).

b. Barang yang dipisahkan (segregated goods)

Barang-barang yang akan di jual dalam jumlah yang besar

pengirimannya di lakukan secara bertahap, tidak dapat sekaligus.

Barang-barang tersebut dipisah agar memenuhi kontrak walaupun

(26)

belum dikirim, selain itu hak sudah berpindah pada pembeli. Jika

pada saat penyusutan laporan keuangan di temukan status barang

yang dipisahkan pada penjual harus mengeluarkan barang tersebut

dari persediaan atau mencatat sebagai penjualan.

5. Metode Pencatatan Persediaan

“Jumlah persediaan yang ada dalam perusahaaan dapat di tentukan

dengan dua metode yaitu metode fisik dan metode periode dan metode

perpetual atau metode buku”. (Zaki Baridwan,2013:151).

a. Metode fisik atau periode

Menurut metode ini semua pembelian dan penjualan barang

tidak dibukukan dalam perkiraan persediaan sehingga dalam buku

besar tidak terlihat jumlah persediaan. Pencatatan hanya dilakukan

pada akhir periode akuntansi dengan cara menghitung, mengukur, dan

menimbang secara fisik barang –barang yang ada di gudang. Oleh

karena itu, jika menggunakan metode fisik, maka harga pokok

penjualan juga tidak dapat di ketahui sewaktu-waktu. Harga pokok

persediaan baru dapat di hitung atau di ketahui bila persediaan akhir

sudah di hitung.

Perhitungan harga pokok penjualan dilakukan dengan cara

sebagai berikut:

(27)

Pembelian (neto)

Rp.xxx (+)

Tersedia untuk dijual

Rp.xxx

Persediaan barang akhir

Rp.xxx (-)

Hasrga pokok penjualan

Rp.xxx

Selama periode berjalan pencatatan terhadap mutasi persediaan

yaitu :

1) Jurnal untuk mencatat pembelian

Pembelian

Rp. xxx

Hutang dagang/kas

Rp. xxx

2) Jurnal untuk mencatat penjualan

Piutang dagang/kas

Rp. xxx

Penjualan

Rp. xxx

b. Metode buku (Perpetual)

Dalam metode buku setiap jenis persediaan di buatkan rekening

sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Rincian

dalam buku pembantu biasa di awasi dari rekening kontrol persediaan

barang dalam buku besar. Rekening yang di gunakan untuk mencatat

persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat di pakai untuk

mencatat pembelian, penjualan,dan saldo persediaan.

Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan

dalam rekening persediaan shingga jumlah persediaan sewatu-waktu

dapat di ketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening

(28)

persediaan. Masing-masing kolom di rinci lagi untuk kuantitas dan

harga perolehannya. Pengguna metode buku akan memudahkan

penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek, karena tidak

lagi menggunakan perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah

persediaan akhir. Walau pun neraca dalam laporan laba rugi dapat

segera di susun tanpa mengadakan perhitungan fisik atau barang.

Selama periode berjalan pencatatan terhadap mutasi persediaan

yaitu :

1) Jurnal untuk mencatat pembelian

Persediaan

Rp. xxx

Hutang dagang/kas

Rp. xxx

2) Jurnal untuk mencatat penjualan

Piutang dagang/kas

Rp. xxx

Penjualan

Rp. xxx

Harga pokok penjualan

Rp. xxx

Persediaan

Rp.xxx

“Dibanding dengan metode fisik maka metode buku merupakan

cara yang lebih baik mencatat persediaan yaitu dapat membantu

memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi, juga dapat

digunakan untuk mengawasi barang-barang dalam gudang”. Zaki

Baridwan (2013: 150)

(29)

Pencacatan produk jadi dan penjualannya, proses produksi pada

gilirannya mengubah produk dalam proses (PDP) menjadi produk

selesai atau produk jadi (finished goods) yang selanjutnya dijual oleh

perusahaan. Pencatatan terhadap produk jadi yang dikirimkan ke gudang

dilakukan dengan memindahkan dari akun persediaan PDP ke akun

persediaan produk jadi (perindahan dari asset satu asset ke asset

lainnya). Demikian pula, selanjutnya pencatatan terhadap penjualan

produk jadi dilakukan dengan memindahkan dari akun persediaan

produk jadi kea kun Kos produk Terjual (KPT) atau kadang disebut

akun Harga pokok Penjualan (diasumsikan perusahaan menggunakan

metode Perpetual dalam pencatatan atas persediaan). (Sony, 2013:248)

Contoh Pencatatan Penjualan Produk (Mulyadi,2015:197)

Harga pokok penjualan

Rp xxx

Persediaan Produk Jadi

Rp xxx

Rekening Persediaan Barang jadi dalam sebuah perusahaan manufaktur

hamper sama dengan persediaan barang dagangan dala sebuah

perusahaan dagang keduanya merupakan barang yang sudah siap dijual.

Perbedaannya ialah bahwa persediaan barang dagangan diperoleh

melalui pembeliaan, sedangkan persediaan barang jadi diperoleh melalui

proses produksi. (Al. Haryono Jusup,2003:413)

6. Pengertian Kartu Persediaan

Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai, kartu

persediaan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat berkurangnya

harga pokok produk yang dijual. Kartu persediaan ini diselenggarakan di

fungsi akuntansi untuk mengawasi mutasi dan persediaan barang yang

disimpan di gudang, pada gambar 1 ditunjukkan contoh kartu persediaan:

(30)

Gambar 1

Kartu Persediaan dengan Metode MPKP Perpetual

Sumber : Zaki Baridwan ( 2013: 159)

(31)

Untuk mengetahui harga pokok penjualan dan harga pokok

persediaan akhir (Zaki Baridwan, 2013: 158), mengunakan beberapa

metode. Metode yang di gunakan antara lain:

a. Identifikasi khusus

Biaya dapat dialokasikan dengan barang-barang yang masih ada

dalam perusahaan pada akhir periode sesuai dengan biaya actual dari

jenis-jenis barang secara khusu. Dalam metode identifikasi khusus

(spacife identification) arus biaya yang tercatat dibandingkan dengan

arus fisik. Tiap-tiap arus barang di pisahkanberdasarkan arus pokok ,

dan untuk masing-masing kelompok di buatkan dalam kartu persediaan

sendiri, sehingga masing-masing barang harga pokok bisa di ketahui.

Dalam metode lain seringkali mengalami kesulitan dalam

mengidentifikasi

jenis

barang,

bahkan

tidak

mungkin

mengidentifikasikan jenis persediaan terdiri dari barang-barang yang

sangat beragam atau barang yang sejenis di peroleh pada waktu yang

bebeda dan dengan harga yang berbeda pula. Metode ini mungkin

sangat memakan waktu, menjemukan dan mahal, dan apabila unit

barang yang sejenis sehingga dapat dipertukarkan, ,aka metode ini

dapat memberikan peluang dilakukannya menipulasi laba dengan jalan

melakukan pemilihan jenis-jenis tertentu untuk di kirim.

(32)

Dengan cara ini akan banyak menimbulkan pekerjaan tambahan dan

memerlikan gudang yang luas, sehingga jarang di gunakan.Dengan

melihatnya banyak jenis persediaan khususnya persediaan yang ada

pada “Yela Bakery” ditambah dengan tidak mungkinnya perusahaan

menggunakan metode ini maka penulis tidak menjelaskan secara rinci.

b. Rata-rata tertimbang

Dalam metode ini barang-barang yang dipakai untuk produksi atau

dijual akan di bebankan pada harga pokok rata-rata. Perhitungan harga

pokok rata-rata dilakukan dengan cara membagi jumlah harga

perolehan dengan kuantitasnya. Metode rata-rata didasarkan dengan

asumsi bahwa barang yang dijual harus di bebani dengan biaya

rata-rata di mana rata-rata-rata-rata itu dipengaruhi atau di timbang menurut jumlah

yang diperoleh masing-masing harga.

Penggunaan metode fisik dan rata-rata tertimbang akan

menghasilkan nilai persediaan berdeda dengan sestem persediaan

perpetual dengan menggunakan metode rata-rata bergerak.

Pendekatan rata-rata dapat di dukung sebagai suatu pendekatan

yang menyelaraskan dengan arus fisik barang, khususnya dengan

jenis-jenis persediaan yang identic ternyata menyatu. Tidak seperti

persediaan lainya, pendekatan rata-rata akan memberikan harga pokok

yang sama, untuk barang-barang serupa yang memiliki kegunaan yang

sama. Metode ini tidak memberi peluang untuk menipulasi laba.

(33)

Keterbatasan metode rata-rata terletak pada nilai persediaan yang

selalu mengandung unsur-unsur biaya yang paing dini, dan nilai

persediaan yang dapat jauh berbeda dengan nilai periode berjalan

apabila/ terjadi perbaikan atau penurunan harga secara drastis. Adapun

kesulitan dari metode ini adalah apabila terjadi pengambilan barang

yang dijual sesudah adanya pembelian baru, maka harga pokok

rata-rata sudah berbeda oleh karena itu perlu dihitung harga pokok rata-rata-rata-rata

yang baru.

c. Masuk pertama keluar pertama (MPKP)/first in first out (FIFO)

Harga pokok persediaan akan di bedakan dengan urutan

terjadinya. Apabila ada penjualan atau pemakaian barang-barang maka

harga pokok hanya satu di bedakan adalah harga pokok yang terlebih

dahulu, dususul dengan masuk (dibeli). Metode ini di dasarkan pada

asumsi bahwa harus di bebankan kependapatan sesuai dengan urutan

terjadinya.dengan demikian persediaan akan dinyatakan berdasarkan

biaya terbaru. FIFO dianggap sebagai suatu pendekatan yang logis dan

realitas terhadap arus biaya yang berhubungan secara parallel dengan

arus fisik barang sehari-hari.

Pendapatan dibebani dengan biaya dianggap berkaitan dengan

barang-barang yang benar-benar dijual. Persediaan akhir dilaporkan

menurut biaya terbaru, yaitu biaya yang paling mendekati nilai

persediaan ada nilai wajar. FIFO tidak memberi peluang untuk dapat

(34)

memanipulasi besarnya laba, karena harga pokok di tentukan menurut

terjadinnya biaya. Jika terdapat pengambilan barang (retur) baik untuk

membeli atau menjual, maka harga pokok yang di bebankan adalah

barang yang terlebih dahulu masuk sehingga perlakuan terhadap retur

tetap konsisten, karena pembebanan berikutnya adalah harga pokok

yang masuk paling dahulu.

Kelebihan metode FIFO adalah pencatatan harga pokok

persediaan yang dijual adalah lebih masuk akal jika dibandingkan

dengan metode lain, dan memperkecil terjadinya menipulasi laba dan

jumlah saldo rekeningpersediaan sangat memungkinkan untuk dapat

diikuti dengan jumlah fisik barang yang ada digudang.

d. Masuk terakhir keluar pertama(MTKP)/last in first out (LIFO)

Metode ini di dasarakan pada asumsi bahwa biaya terbaru atau

terakhir dari suatu unsur barang tertentu harus dibebankan harga pokok

penjualan. Barang-narang yang terakhir dikeluarkan dari gudang akan

dibebankan dengan harga pokok yang terakhir, kemudian di susul

dengan yang masuk sebelumnya. Persediaan akhir akan di hargai

dengan harga pokok pembelian yang pertama dan yang berikutnya.

Kelemahan LIFO adalah perosesnya lebih rumit jika dibandingkan

dengan manfaatnya yang diperoleh. Penerapannya di

perusahaan-perusahaan yang menggunakan LIFO kadang-kadang terlambat

menyadari bahawa LIFO dapat mengakibatkan beberapa efek samping

(35)

yang merugikan.kelemahan dari LIFO diantaranya memeperkecil laba

di mana penerapan harga baru terdapat pendapatan periode berjalan

akan menghasilkan menurunan harga bersih dalam suatu periode.

(36)

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Tabel 1

Komparasi Hasil Penelitian Terdahulu Dengan Penulis

Identitas

Aspek

Nindia Apriliana

(2008)

Politeknik Negeri

Banjarmain

Novita Ismila Sari (2015)

Politeknik Negeri

Banjarmain

Siti Hartina (2017)

Politeknik Negeri

Banjarmain

Judul

Penerapan

Penilaian

persediaan barang

dagangan dengan

menggunakan

meted FIFO

Perpetual

Penilaian persediaan

barang dagangan dengan

menggunakan metode

FIFO Perpetual

Penilaian dan pencatatan

persediaan produk roti

dengan menggunakan

metode Masuk Pertama

Keluar Pertama (MPKP)

Perpetual

Institusi/p

erusahaan

yang

diteliti

AMS Speed Shop

Banjarmasin

Toko Sederhana

Banjarmasin

UD Yela Bakery

permasala

han

AMS Speed Shop

Banjarmasin,

Dalam

Perhitungan

Persediaan

perusahaan

menggunakan

metode fisik.

Dimana nilai

persediaan baru

diketahui dengan

menghitung secara

fisik dan tidak

Toko Sederhana

Banjarmasin, Dimana

perusahaan hanya

menggunakan metode

fisik untuk mengetahui

jumlah persediaan barang

yang dimiliki saat itu,

Dimana nilai persediaan

baru dapat diketahui

dengan menghitung

secara fisik barang yang

tersedia dan tidak dapat

diketahui setiap

selama ini melakukan

cara penjualan dengan

dua

cara

yaitu

yang

pertama

penjualan

produk

barang

jadi

dengan menerima order

melalui SMS dan yang

kedua

yaitu

penjualan

produk secara rutin dalam

satu minggu SMS yang

diterima berisi informasi

tentang

nama

produk

(37)

dapat diketahui

setiap saat

sehingga

kemungkinan

terjadinya

penyelewengan

karena tidak

adanya

pengawasan.

saat.sehinnga

kemungkinan terjadinya

penyelewengan terhadap

persediaan barang

dagangan karena tidak

adanya pengawasan.

kemudian berapa jumlah

produknya, dan tanggal

berapa

produk

yang

dipesan. SMS tersebut

disimpan sebagai

data

penjualan. Yang kedua

perusahaan memproduksi

kemudian

menjual

ke

distributor dan Penjual

tidak

melakukan

pencatatan

terhadap

penjualan produk ini.

Tujuan

Penelitian

Untuk mengetahui

bagaimana

penerapan

penilaian

persediaan barang

dagangan dengan

menggunakan

metode FIFO

Perpetual pada

AMS Speed Shop

Banjarmasin.

Untuk mengetahui

bagaimana penilaian

persediaan barang

dagangan dengan

menggunakan metode

FIFO Perpetual pada

Toko Sederhana

Banjarmasin.

mengetahui penilaiaan

dan peencatatan

persediaan barang jadi

dengan menggunakan

Metode Masuk Pertama

Keluar Pertama (MPKP)

perpetual pada “ UD Yela

Bakery”

Metode

Penelitian

Teknik Analisa

Data:

1. Dengan cara

mengumpulkan

data-data yang

sesuai dengan

permasalahan

yang akan

dibahas

berdasarkan

teori yang

bersumber dari

penelitian

keperpustakaan

, kemudian

berdasarkan

teori-teori yang

ada, penulis

Teknik Analisa Data:

1.

Dengan cara

mengumpilkan

data-data yang sesuai

dengan permasalahan

yang akan dibahas

berdasarkan

teori-teori yang bersumber

dari penelitian

keperpustakaan,

kemudian

berdasarkan

teori-teori yang

ada,penulis dapat

menggambarkan

mengenai metode

penilaian persediaan

yang tepat bagi

Teknik Analisa Data:

1. Menguraikan

permasalahan dengan

cara

menumpulkan

data-data yang sesuai

dengan permasalahan

yang akan di bahas

berdasarkan teori-teori

yang bersumber dari

penelitian kepustakaan,

kemudian berdasarkan

teori-teori yang ada,

penulis

dapat

memberikan gambaran

mengenai

metode

penilaian persediaan

bagi perushaan.

(38)

dapat

menggambarka

n mengenai

metode

penilaiaan

persediaan

yang tepat bagi

perusahaan.

2. Mengumpulkan

data persediaan

awal,

pembelian dan

penjualan,

laporan

laba/rugi dan

neraca

membuat kartu

persediaan

dengan

menggunakan

metode FIFO

Perpetual.

Membadingkan

neraca yang

dibuat oleh

perusahaan

menggunakan

meted fisik

dengan neraca

yang di

sarankan

menggunakan

metode FIFO

Perpetual.

perusahaan.

2. Mengumpulkan data

dari data persediaan

awal, pembelian dan

penjualan,laporan

laba rugi/neraca,

membandingkan

neraca yang dibuat

oleh perusahaan

menggunakan fisik

dengan neraca yang

disarankan

menggunakan

metode FIFO

Perpetual.

ada, penulis membuat

kartu

persediaan

dengan menggunakan

metode

MPKP

perpetual.

3. Pencatatan

transaksi

penjualan

produk

barang

jadi

dengan

metode

MPKP

perpetual selama tiga

bulan dari 01 Januari –

31 Maret 2017.

Hasil

Penelitian

Adanya perbedaan

analisa akhir

dengan penerapan

metode penilaian

FIFO sebesar

Rp.31.453.300 dan

metode rata-rata

tertimbang sebesar

Adanya perbedaan analisa

akhir dengan penerapan

metode penilaan FIFO

sebesar

Rp.57.280.500

dan

metode

rata-rata

tertimbang

sebesar

Rp.56.151.000

yaitu

(39)

Rp.7.617.562 yaitu

selisih Rp.5.638

(40)

27

A. Identifikasi dan Pemberian Definisi Oprasional Variabel

Agar tidak salah dalam mengartikan maksud untuk suatu istilah pokok

yang sangat penting dalam suatu penelitian, maka perlu adanya variable

sebagai pedoman. Variable-variabel yang penulis kumpulkan dalam penelitian

ini terdiri dari

“Persediaan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan

barang-barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan tergantung pada jenis usaha

perusahaan”. Zaki Baridwan (2013:149)

Penilaian persediaan adalah penentuan nilai persediaan yang di

cantumkan dalam neraca, dimana persediaan akhir bisa dihitung harga

pokoknya dengan menggunakan beberapa cara penentuan harga pokok

persediaan akhir, tetapi nilai ini tidak terlalu tampak dalam neraca, jumlah

yang dicantumkan dalam neraca tergantung metode penilaian yang digunakan.

(Zaki baridwan, 2013:183)

Penilaian dan pencatatan persediaan barang jadi menggunakan metode

Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) perpetual di UD Yela Bakery untuk

menilai produk barang jadi masuk dan keluar dalam kegiatan penjualan 3

bulan pada periode 01 Januari – 31 Maret 2017 . Dari populasi roti, sampel

yang diambil adalah 6 macam roti yaitu Roti Manis,Roti nanas, Roti

strawberry, Roti srikaya, Roti Kelapa, dan Roti Coklat.

(41)

Metode MPKP (Masuk pertama Keluar Pertama) setiap jenis persediaan

dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu

persediaan. Rincian dalam buku pembantu bias diawasi dari rekenig control

persediaan barang dalam buku besar. Rekening yang digunakan untuk

mencatat persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk

mencatat pembelian, penjualan, dan saldo persediaan. Zaki Baridwan

(2013:151)

B. Jenis penelitian

Studi kasus adalah suatu penelitian yang di lakukan secara intensif,

terperinci dan mendalam terhadap organisasi, lembaga atau instansi tertentu.

Ditinjau dari wilayahnya, maka penelitian studi kasus hanya meliputi daerah

atau sebyek yang sangat sempit. Hasil penelitian hanya berlaku bagi kasus itu

sendiri

Jenis penelitian adalah suatu teknis atau cara mencari, memperoleh,

mengumpulkan atau mencatat data, Baik yang berupa data primer maupun

data sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah

dan kemudian menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan

pokok-pokok permasalahan sehingga akan terdapat suatu kebenaran data-data yang

akan di peroleh .Husein umar (2005:303).

Pada penulisan tugas akhir ini penulis hanya meliputi daerah atau subjek

yang berlaku bagi kasus itu sendiri berupa pencatatan dan penilaian

persediaan produk barang jadi dengan menggunakan Metode Masuk Pertama

(42)

Keluar Pertama (MPKP) Perpetual selama periode 01 Januari – 31 Maret 2017

dan penelitian yang akan di lakukan oleh penulis adalah studi pada “ UD Yela

Bakery”

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan adalah:

a. Data kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berupa angka-angka dan merupakan

jenis data yang berupa uraian-uraian atau penjelasan berupa struktur

organisasi dan sejarah singgkat UD Yela Bakery. (Sugiono, 2013:426).

Contohnya seperti gambar yang diperoleh dari perusahaan.

b. Data kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka yang dapat

dihitung serta mempunyai satuan tertentu dan dapat di oprasikan secara

matematis. (Sugiono, 2013:426). Contohnya seperti data persediaan,

pembelian, penjualan, laporan rugi/laba, neraca dan catatan lainya pada

UD Yela Bakery.

2. Sumber Data

Sumber data yang diperoleh:

a. Data Primer

(43)

Data primer adalah data yang didapat langsung melaui dari UD

Yela Bakery seperti Struktur Organisasi perusahaan dan sejarah

singkat perusahaan. (Sugiono,2013:328)

b. Data Sekunder

Data ini dapat melalui orang lain atau melalui dokumen yang

bersangkutan. Data sekunder dalam penelitian ini seperti dokumentasi,

daftar persediaan awal, pembelian, penjualan, neraca, dan laporan laba

rugi. (Sugiono,2013:208)

D. Teknik Pengunpulan Data

Dalam rangka pengumpulan data dalam penyusunan TA ini penulis

menggunakan teknik pengumpulan data yaitu:

1. Penelitian lapangan

Penelitian di lakukan dengan cara melakukan peninjauan langsung

pada UD Yela Bakery untuk mendapatkan informasi serta keterangan

yang lengkap.

Adapun cara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

a. Observasi, yaitu penulis mengamati langsung di UD Yela Bakery untuk

mengetahui kegiatan yang ada di perusahaan.

b. Wawancara, yaitu penulis melakukan wawancara mengenai kegiatan

tentang pencatatan seperti daftar persediaan awal, pembelian,

penjualan, neraca, dan laporan laba rugi di UD Yela Bakery.

(44)

2. Penelitian kepustakaan

Penelitian ini di lakukan untuk pengumpulan data-data dari

sumber-sumber lain, yang berhubungan dengan masalah. Dimana penulis

mempelajari buku-buku untuk memperoleh data-data yang berkaitan

dengan penelitian ini.

E. Teknik Analisa Data

Analisa data di lakukan berdasarkan data yang di peroleh dari penelitian

lapangan dan kepustakaan dengan menggunakan analisa sebagai berikut:

1. Menguraikan permasalahan dengan cara menumpulkan data yang sesuai

dengan permasalahan yang akan di bahas berdasarkan teori yang

bersumber dari penelitian kepustakaan, dan penulis dapat memberikan

gambaran mengenai metode penilaian dan pencatatan persediaan bagi

perushaan.

2. Pencatatan transaksi produk barang jadi yang masuk dan keluar dengan

metode MPKP perpetual selama tiga bulan dari 01 Januari– 31 Maret

2017.

3. Berdasarkan data yang ada, penulis membuat kartu persediaan untuk

produk barang jadi dengan menggunakan metode MPKP perpetual.

4. Menghitung laporan Laba/Rugi dari enam barang jenis roti selama tiga

bulan 01 Januari-31 Maret 2017.

(45)

32

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah UD Yela Bakery

UD Yela Bakery merupakan sebuah industri rumah tangga yang

bergerak di bidang pembuatan roti. Usaha dagang milik Bapak Budiman ini

berasal dari warisan orang tua. Dalam kegiatan sehari-harinya perusahaan ini

menggunakan tenaga mesin dan manusia.

Dalam menjalankan usahanya, UD Yela Bakery Banjarmasin adalah

perusahaan perorangan yang dimiliki oleh Bapak Muhammad Budiman yang

bergerak di bidang pembuatan roti beralamat di Jalan Gunung Sari No. 30 Rt.

13 yang berdiri sejak tahun 2006 dengan No. SP

503/B.39/IUI-XII/BP2TPM/2010.

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu bagian yang menggambarkan dan

menerangkan jalannya tanggung jawab dan wewenang yang ditetapkan atas

jabatan-jabatan dari perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki struktur

organisasi yang berbeda-beda. Baik dari perusahaan besar maupun perusahaan

kecil. Perusahaan besar dengan struktur organisasi yang telah terstruktur

dengan baik dan perusahaan kecil memiliki struktur organisasi yang cukup

(46)

sederhana tetapi pembagian tanggung jawab yang tepat dan terlaksana dengan

baik.

UD Yela Bakery memiliki struktur organisasi yang sangat sederhana.

Kesederhanaan ini memungkinkan pemimpin melakukan pengawasan dengan

mudah dan cepat.

Berikut ini bentuk struktur organisasi Usaha Dagang Yela Bakery yang dapat

penulis sajikan adalah sebagai berikut:

Bagan 1

Struktur Organisasi UD Yela Bakery

Sumber: UD Yela Bakery

Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi pada jabatan

yang ada dalam struktur organisasi Usaha Dagang Yela Bakery adalah sebagai

berikut:

(47)

a. Pimpinan

Seorang pimpinan bertugas dan bertanggung jawab untuk

mengkoordinir semua kegiatan bawahannya yang ada dalam struktur

organisasi. Pimpinan Usaha Dagang Yela Bakery juga berlaku sebagai

pemilik dari usaha ini.

b. Bagian keuangan

Bagian keuangan ini dipegang juga oleh pemilik karena perusahaan

ini merupakan milik perseorangan. Oleh karena itu tanggung jawab bagian

keuangan sepenuhnya ditangani oleh pemilik.

c. Produksi

Tugas bagian produksi adalah mempersiapkan segala sesuatu yang

diperlukan daam proses produksi agar setiap proses produksi terjamin

kelancarannya. Pada bagian produksi ini terdiri dari beberapa sub bagian

yaitu bagian pengadonan, bagian oven, dan bagian pembungkusan.

1) Yang dilakukan oleh bagian pengadonan

Pertama-tama menyiapkan bahan-bahan untuk membuat roti.

Setelah bahan siap, semua bahan bahan tersebut dicampurkan menjadi

satu menjadi adonan. Setelah itu dibagi dan dimasukkan kedalam

loyang.

2) Yang dilakukan bagian oven

Setelah dimasukkan dalam loyang baru dilakukan pengovenan

sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

(48)

3) Yang dilakukan pada bagian pembungkusan

Plastik unuk pembungkusan disiapkan setelah dikeluarkan dari

oven, selanjutnya yang dilakukan adalah membagi dan membungkus roti

sesuai dengan yang diperlukan.

d. Penjualan

Penjualan melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan

memasarkan dan me njual hasil produksi perusahaan. Dan semua kegiatan

pemasaran ini langsung ditangani oleh pemilik sendiri.

3. Metode Pencatatan Persediaan UD Yela Bakery

Melihat kenyataan yang ada pada “UD Yela Bakery”, selama ini

melakukan cara penjualan dengan dua cara yaitu yang pertama penjualan

produk barang jadi dengan menerima order melalui SMS dan yang kedua yaitu

penjualan produk secara rutin dalam satu minggu. Untuk cara yang penjualan

pertama, SMS yang diterima berisi informasi tentang nama produk yang di

inginkan, kemudian berapa jumlah produknya, dan tanggal berapa produk

yang dipesan. SMS tersebut disimpan sebagai data penjualan. Dan untuk cara

penjualan yang kedua, secara rutin dilakukan dalam satu minggu, perusahaan

memproduksi sebanyak 6.000 bungkus di hari pertama kemudian menjualnya

ke satu distributor, namun apabila distributor hanya meinginkan produk

tersebut kurang dari 6.000 bungkus maka produk yang masih tersisa tersebut

dijual kembali di hari selanjutnya kepada pelanggan lainnya. Penjual tidak

melakukan pencatatan terhadap penjualan dan sisa produk ini.

(49)

Perusahaan tidak melakukan pencatatan secara berkesinambungan

terhadap saldo persediaan. Apabila hal ini berlarut-larut maka akan membawa

akibat terhadap ketidak akuratan laporan keuangan yang di sajikan

perusahaan, sehingga sulit bagi manajemen mengambil keputusan sehubungan

dengan kebijaksanaan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

4. Metode Penilaian Persediaan Pada UD Yela Bakery

Untuk menentukan metode yang sebaiknya diterapkan dalam peraktek

dunia usaha, maka haruslah dapat ditentukan sistem yang dapat menciptakan

adanya tindakan saling koreksi di antara bagian-bagian yang terlibat dalam

transaksi-transaksi yang berhubungan dengan arus keluar masuknya persediaan

barang jadi pada perusahaan. Dengan terciptanya keadaan yang saling control

antara bagian tersebut, akan mewujudkan adanya suatu sistem pengendalian

yang dapat memecahkan tidak ada penyelewengan atas persediaan barang jadi

yang dimiliki perusahaan, menyediakan pencatatan akuntansi yang dapat

memberikan informasi yang memadai yang sangat berguna bagi pimpinan dan

pihak-pihak lain dalam pengambilan keputusan.

Adapun data yang dapat dipaparkan sehubungan dengan persediaan

guna membuat kartu persediaan menggunakan metode MPKP (Masuk Pertama

Keluar Pertama) Perpetual . Berikut data persediaan awal, data produk jadi, dan

data penjualan pada ” UD Yela Bakery”.(Lihat Tabel 2,3,4,)

(50)

Tabel 2

Persediaan Awal Barang Jadi

UD Yela Bakery

Per 1 Januari 2017

No

Nama Roti Bungkus Harga Jumlah

1

Manis 25 Rp 747 Rp 18.475

2

Nanas 28 Rp 509 Rp 14.196

3

Strawberry 23 Rp 509 Rp 11.661

4

Srikaya 35 Rp 509 Rp 17.745

5

Kelapa 22 Rp 509 Rp 18.759

6

Coklat 20 Rp 592 Rp 14.750 Jumlah 173 Rp 95.586

Sumber : UD Yela Bakery

Tabel 3

Daftar ProdukJadi

UD YelaBakry

Periode 1 Januar-31Maret2017

No Nama Roti Bungkus Harga Jumlah 1 Manis 91.050 Rp 747 Rp 67.285.950 2 Nanas 18.270 Rp 509 Rp 9.262.890 3 Strawberry 17.480 Rp 509 Rp 8.862.360 4 Srikaya 15.610 Rp 509 Rp 7.914.270 5 Kelapa 15.250 Rp 509 Rp 7.731.750 6 Coklat 24.550 Rp 592 Rp 14.484.500

Sumber : UD Yela Bakery

Tabel 4

Daftar Penjualan

UD Yela Bakery

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017

No Nama Roti Bungkus Harga Jumlah 1 Manis 92.086 Rp 3.000 Rp 276.258.000 2 Nanas 18.279 Rp 800 Rp 14.623.200 3 Strawberry 17.477 Rp 800 Rp 13.981.600 4 Srikaya 15.611 Rp 800 Rp 12.488.800 5 Kelapa 15.259 Rp 800 Rp 12.207.200 6 Coklat 24.552 Rp 800 Rp 19.649.600

(51)

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Metode Penilaian dan Pencatatan Persediaan pada UD Yela Bakery

Melihat dari kenyataan yang ada pada UD Yela Bakery, tidak

menggunakan metode dalam penilaian persedian barang dagangnya, UD Yela

Bakery, hanya mencatat jumlah unit persediaan dengan menggunakan buku

catatan baiasa yang dicatat setiap kali ada transaksi penjualan.

2. Evaluasi Terhadap Sistem Pencatatan Persediaan Barang Jadi

Berdasarkan evaluasi terhadap analisis yang digunakan oleh UD Yela

Bakery, selama ini, yang masih sederhana seperti menerima order melalui

SMS dan penjualan produk secara rutin.

Sistem Pencatatan perpetual mempunyai beberapa keunggulan penting

pertama yaitu dibuatkan rekening sendiri-sendiri. Setiap terjadi transaksi

penjualan dan pembelian barang dagang dicatat pada buku sehingga dengan

cepat dapat diketahui persediaan akhir. Sistem pencatatan perpetual memiliki

pencatatan persediaan yang dilakukan setiap terjadi transaki yang

mempengarui persediaan. Saldo perkiraan persediaan akan menunjukan saldo

yang sebenarnya. Pencatatan transaksi dalam perkiran persediaan, adalah

berdasarkan harga pokok penjualan, baik transaksi pembelian maupun

penjualan.

Penulis menggunakan metode yang lebih tepat berdasarkan kondisi

persediaan roti yang dimiliki UD Yela Bakery, yaitu metode MPKP (Masuk

Pertama Keluar Pertama)-Perpetual. Metode MPKP Perpetual layak apabila

(52)

dilihat dari harga pasar, karena dapat menghindari adanya harga yang berubah

sewaktu-waktu, serta kondisi roti yang cepat rusak sehingga penulis

menyarankan untuk mengguanakan metode ini untuk menyajikan nilai

persediaan.

Melihat data dari UD Yela Bakery selama bulan Januari-Maret 2017,

UD Yela Bakery telah melakukan proses produksi dan jual roti sebagaimana

penjelasan sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, maka nilai persediaan roti

UD Yela Bakery dapat dihitung dengan menggunakan metode MPKP (Masuk

Pertama Keluar Pertama) Perpetual terlihat pada tabel sebagai berikut:

(53)

Tabel 5

Kartu Persediaan Metode (MPKP) Perprtual

Roti Manis

Periode 1 Januari – 31 Maret 2017

Kemasan

Bungkus Harga Jumlah Bungkus Harga Jumlah Bungkus Harga Jumlah (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Saldo awal 25 777 19.425 01/01/2017 1100 777 854.700 1125 777 874.125 1000 777 777.000 125 777 97.125 02/01/2017 1100 777 854.700 1225 777 951.825 1098 777 853.146 127 777 98.679 03/01/2017 1100 777 854.700 1227 777 953.379 1069 777 830.613 158 777 122.766 04/01/2017 1000 777 777.000 1158 777 899.766 1022 777 794.094 136 777 105.672 05/01/2017 1000 777 777.000 1136 777 882.672 811 777 630.147 325 777 252.525 06/01/2017 1100 777 854.700 1425 777 1.107.225 1206 777 937.062 219 777 170.163 07/01/2017 1500 777 1.165.500 1719 777 1.335.663 1056 777 820.512 663 777 515.151 08/01/2017 600 777 466.200 63 777 48.951 09/01/2017 1100 777 854.700 1163 777 903.651 1124 777 873.348 39 777 30.303 10/01/2017 1100 777 854.700 1139 777 885.003 1118 777 868.686 21 777 16.317 11/01/2017 1100 777 854.700 1121 777 871.017 1092 777 848.484 29 777 22.533 12/01/2017 1100 777 854.700 1129 777 877.233 1075 777 835.275 54 777 41.958 Tanggal Produk Jadi Penjualan Saldo

Nama Roti : Manis Bungkus

(54)

Lanjutan..

13/01/2017 1100 777 854.700 1154 777 896.658 1132 777 879.564 22 777 17.094 14/01/2017 1600 777 1.243.200 1622 777 1.260.294 1120 777 870.240 502 777 390.054 15/01/2017 369 777 286.713 133 777 103.341 16/01/2017 1100 777 854.700 1233 777 958.041 1119 777 869.463 114 777 88.578 17/01/2017 1100 777 854.700 1214 777 943.278 1096 777 851.592 118 777 91.686 18/01/2017 1200 777 932.400 1318 777 1.024.086 1046 777 812.742 272 777 211.344 19/01/2017 1000 777 777.000 1272 777 988.344 1160 777 901.320 112 777 87.024 20/01/2017 1100 777 854.700 1212 777 941.724 1116 777 867.132 96 777 74.592 21/01/2017 1500 777 1.165.500 1596 777 1.240.092 986 777 766.122 610 777 473.970 22/01/2017 567 777 440.559 43 777 33.411 23/01/2017 1100 777 854.700 1143 777 888.111 1116 777 867.132 27 777 20.979 24/01/2017 1100 777 854.700 1127 777 875.679 1109 777 861.693 18 777 13.986 25/1/2017 1200 777 932.400 1218 777 946.386 1119 777 869.463 99 777 76.923 26/01/2017 1000 777 777.000 1099 777 853.923 989 777 768.453 110 777 85.470 27/01/2017 1100 777 854.700 1210 777 940.170 1112 777 864.024 98 777 76.146

(55)

Lanjutan..

28/01/2017 1500 777 1.165.500 1598 777 1.241.646 986 777 766.122 612 777 475.524 29/01/2017 510 777 396.270 102 777 79.254 30/01/2017 1200 777 932.400 1302 777 1.011.654 1240 777 396.270 62 777 48.174 31/01/2017 1100 777 854.700 1162 777 902.874 1125 777 874.125 37 777 28.749 01/02/2017 1100 777 854.700 1137 777 883.449 1010 777 784.770 127 777 98.679 02/02/2017 1000 777 777.000 1127 777 875.679 1115 777 866.355 12 777 9.324 03/02/2017 1100 777 854.700 1112 777 864.024 986 777 766.122 126 777 97.902 04/02/2017 1500 777 1.165.500 1626 777 1.263.402 980 777 761.460 646 777 501.942 05/02/2017 560 777 435.120 86 777 66.822 06/02/2017 1200 777 932.400 1286 777 999.222 1150 777 893.550 136 777 105.672 07/02/2017 1100 777 854.700 1236 777 960.372 1025 777 796.425 211 777 163.947 08/02/2017 1100 777 854.700 1311 777 1.018.647 1153 777 895.881 158 777 122.766 09/02/2017 1000 777 777.000 1158 777 899.766 960 777 745.920 198 777 153.846 10/02/2017 1100 777 854.700 1298 777 1.008.546 1131 777 878.787 167 777 129.759 11/01/2017 1500 777 1.165.500 1667 777 1.295.259 1010 777 784.770 657 777 510.489 12/02/2017 621 777 482.517 36 777 27.972

(56)

Lanjutan..

13/02/2017 1200 777 932.400 1236 777 960.372 1120 777 870.240 116 777 90.132 14/02/2017 1100 777 854.700 1216 777 944.832 1142 777 887.334 74 777 57.498 15/02/2017 1100 777 854.700 1174 777 912.198 1128 777 876.456 46 777 35.742 16/02/2017 1000 777 777.000 1046 777 812.742 1022 777 794.094 24 777 18.648 17/02/2017 1100 777 854.700 2146 777 1.667.442 1164 777 904.428 982 777 763.014 18/02/2017 1500 777 1.165.500 2482 777 1.928.514 1256 777 975.912 1226 777 952.602 19/02/2017 1000 777 777.000 226 777 175.602 20/2/2017 1100 777 854.700 1326 777 1.030.302 1128 777 876.456 198 777 153.846 21/02/2017 1100 777 854.700 1298 777 1.008.546 1140 777 885.780 158 777 122.766 22/02/2017 1100 777 854.700 1258 777 977.466 1105 777 858.585 153 777 118.881 23/02/2017 1000 777 777.000 1153 777 895.881 986 777 766.122 167 777 129.759 24/02/2017 1100 777 854.700 1267 777 984.459 1110 777 862.470 157 777 121.989 25/02/2017 2000 777 1.554.000 2157 777 1.675.989 1140 777 885.780 1017 777 790.209 26/02/2017 931 777 723.387 86 777 66.822 27/02/2017 1100 777 854.700 1186 777 921.522 1156 777 898.212 30 777 23.310 28/02/2017 1100 777 854.700 1130 777 878.010 1114 777 865.578 16 777 12.432 01/03/2017 1200 777 932.400 1216 777 944.832 1196 777 929.292 20 777 15.540 02/03/2017 1100 777 854.700 1120 777 870.240 1000 777 777.000 120 777 93.240

Figur

Tabel 3  Daftar ProdukJadi

Tabel 3

Daftar ProdukJadi p.50
Tabel 18  UD Yela Bakery

Tabel 18

UD Yela Bakery p.199

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di