Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| Indonesi
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Global Market Wrap
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi, indeks Dow Jones melemah tipis sedangkan S&P 500 dan Nasdaq berhasil membukukan penguatan. Naiknya saham sektor teknologi berkapitalisasi besar menjadi katalis positif di pasar. Di sisi lain data ketenagakerjaan sektor swasta yang mengecewakan menjelang pengumuman nonfarm payroll menjadi sentimen negatif di pasar.
Berdasarkan data dari ADP, pada bulan Agustus terjadi penambahan jumlah pekerja di sektor swasta sebanyak 374,000 naik dari bulan sebelumnya 326,000 namun jauh lebih rendah dari ekspektasi Dow Jones yang memprediksikan akan ada penambahan jumlah pekerja 600,000. Penambahan pekerja yang mengecewakan tersebut terutama disebabkan oleh lonjakan varian delta sehingga perusahaan menahan untuk merekrut karyawan baru.
Data ketenagakerjan dari ADP tersebut merupakan data pendahuluan sebelum dirilisnya nonfarm payroll oleh departemen tenaga kerja pada akhir pekan ini, dimana berdasarkan konsensus dari para ekonom pada bulan Agustus lalu akan ada penambahan jumlah pekerja sebanyak 720,000 dengan tingkat pengangguran yang lebih baik menjadi 5.2% dari sebelumnya 5.4%.
Dow Jones melemah -48 poin (-0,14%) pada level 35,312
S&P 500 bertambah +1 poin (+0.03%) pada level 4,524
Nasdaq menguat +50 poin (+0.33%) pada level 15,309
EIDO naik +0.07 poin (+0.33%) pada level 21.33
Technical Ideas
Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu minimnya sentimen dari dalam negeri dan turunnya beberapa harga komoditas seperti cpo, nikel, dan timah berpeluang menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 6,050 dan resistance di level 6,130.
Stocks
BTPS (Buy). Support: Rp2,810, Resist: Rp2,930
KLBF (Buy). Support: Rp1,345, Resist: Rp1,385
BBNI (Buy on Weakness). Support: Rp5,225, Resist: Rp5,425
ICBP (Buy on Weakness). Support: Rp8,325, Resist: Rp8,500
ETF
XCLQ (Buy on Weakness). Support Rp88, Resist: Rp90
XIID (Buy on Weakness). Support: Rp463, Resist: Rp471
XPFT (Buy on Weakness). Support: Rp479, Resist: Rp490
Items Avg 2020 Terakhir H-1
Nilai transaksi (Rp miliar) 8,849.9 19,209.9 18,674.5 Volume transaksi (jt shm) 7,609.8 9,804.2 11,573.0 Net asing (Rp miliar) -197.6 41.3 545.3 Net asing (jt shm) -313.0 -66.0 608.0 Kapitalisasi pasar (Rp tn) 6,071.3 7,294.2 7,364.5
Sektoral
Index Penutupan return1 year return1 day YTD return
Technology 10,589 N/A -3.7% N/A Financials 1,386 N/A -0.9% N/A Healthcare 1,337 N/A -0.2% N/A Basic Material 1,156 N/A -1.7% N/A Transportation & Log 1,068 N/A 0.5% N/A Industrials 987 N/A -0.8% N/A Infrastructur 922 N/A -1.6% N/A Property 797 N/A -1.2% N/A Energy 757 N/A 0.6% N/A Consumer Cycl 803 N/A -0.5% N/A Consumer Non-Cyclica 662 N/A 0.0% N/A
Index Negara Penutupan return1 year return1 day YTD return
JCI Indonesia 6,091 14.7% -1.0% 1.9% FSSTI Singapura 3,088 21.6% 1.1% 8.6% KLCI Malaysia 1,587 3.2% -0.9% -2.5% SET Thailand 1,634 24.2% -0.3% 12.8% KOSPI Korsel 3,207 35.6% 0.2% 10.9% SENSEX India 57,338 46.7% -0.4% 20.1% HSI Hongkong 26,028 3.6% 0.6% -4.4% NKY Jepang 28,451 22.4% 1.3% 3.7% AS30 Australia 7,813 25.0% -0.1% 13.2% IBOV Brasil 119,396 17.2% 0.5% 0.3% DJI Amerika 35,313 21.3% -0.1% 15.4% SX5P Eropa 3,630 20.8% 0.3% 16.8% UKX Inggris 7,150 20.3% 0.4% 10.7% Closing US$ +/- % chg TLKM 23.59 1,682.9 -0.20 -0.84% TINS 0.092 1,318.1 0.00 -1.27% *Rp/US$ 14,268 Items Interest Inflation Deposito IDR 3 bln 3.63% Kredit Bank IDR 12.14% BI 7-Days RR 3.50% 1.59% Fed Funds Target 0.25% 5.40% ECB Main Refinancing 0.00% 3.00% Domestic Yen Interest Call -0.03% -0.30%
Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%)
Minyak WTI US$/ bbl 68.6 65.2% 0.1 0.13% CPO RM/ ton 4,448.0 53.9% -52.0 -1.16% Nikel US$/ ton 19,395 25.1% -194.5 -0.99% Timah US$/ ton 34,000 86.8% -402.0 -1.17% Emas US$/tr. oz 1,813.9 -6.6% 0.3 0.02% Batu Bara US$/ ton 174.6 239.7% 0.4 0.20% Tepung Terigu US$/ ton 146.5 -7.0% 8.1 5.84% Jagung US$/bushel 5.2 52.8% -0.2 -3.90% Kedelai US$/bushel 12.9 35.8% -0.1 -1.13% Tembaga US$/ton 9,332.3 39.1% -196.0 -2.06% Latest 1.91% -5.15% -3.00% 0.27% Indeks Saham
Suku Bunga & Inflasi
Daily IDR
Harga Komoditas Dual Listing (US$)
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| Indonesi
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
News
Highlight
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan permintaan pada
beberapa komoditas di bulan Agustus 2021. Peningkatan permintaan berpengaruh pada tingkat inflasi bulan Agustus 2021 sebesar 0,03 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Komoditas yang meningkat dan menyumbang inflasi adalah tomat, ikan segar, minyak goreng, dan pepaya.
BPS mengatakan, peningkatan beberapa komoditas dipengaruhi oleh membaiknya mobilitas penduduk. BPS menilai masyarakat yang sudah mulai sadar terkait dengan makanan sehat, yaitu jadi peningkatan terhadap komoditas tersebut di bulan agustus.
Namun, secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu dari dua kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen pada bulan Agustus. Di kelompok ini terjadi penurunan indeks dari 109,41 pada Juli menjadi 109,06 bulan ini.
Dari 4 sub-kelompok, terdapat 1 kelompok mengalami deflasi dan 3 lainnya inflasi.
Sub kelompok makanan mengalami deflasi -0,48 persen, sedangkan sub kelompok minuman tidak beralkohol mengalami inflasi 0,19 persen, minuman beralkohol mencapai 0,35 persen, dan sub kelompok rokok dan tembakau 0,39 persen.
Deflasi juga terjadi untuk komoditas cabai rawit 0,05 persen; daging ayam ras cabai merah masing-masing andilnya 0,04 persen; dan bayam, buncis, kacang panjang, sawi hijau, mencapai 0,01 persen.
Bulan ini, beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil kepada inflasi, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,01 persen; dan kelompok kesehatan 0,01 persen. Lalu, kelompok pendidikan 0,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,01 persen.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang semester I-2021 membukukan laba
bersih senilai Rp 1,77 triliun. Laba ini tumbuh 38% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp 1,28 triliun di akhir Juni 2020. Pendapatan perusahaan secara YoY tumbuh 14,18% menjadi Rp 10,29 triliun dari sebelumnya senilai Rp 9,01 triliun.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| Indonesi
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Beban pokok pendapatan perusahaan juga naik menjadi Rp 6,74 triliun dari Rp 6,46 triliun. Pada periode tersebut, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 838,54 miliar dari sebelumnya Rp 868,49 miliar. Namun beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 451,78 miliar dari Rp 341,84 miliar.
Penghasilan lainnya bertambah menjadi Rp 68,42 miliar dari Rp 44,47 miliar. Sementara penghasilan malah berkurang menjadi Rp 98,57 miliar dari sebelumnya Rp 213,26 miliar.
Biaya keuangan perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini turun menjadi Rp 51,17 miliar dari sebelumnya Rp 68,81 miliar.
Perusahaan juga membukukan kerugian atas entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp 14,33 miliar, dari sebelumnya untung Rp 259,53 miliar.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di semester I-2021. Emiten
pertambangan dan perdagangan batubara terafiliasi Grup Sinarmas ini berhasil mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih di enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih DSSA mencapai US$ 43,92 juta di semester I-2021. Jumlah ini melesat 95,6% dibandingkan dengan laba bersih di periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 22,45 juta.
Alhasil, laba bersih per saham dasar DSSA yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi US$ 0,06 dari US$ 0,04 per saham semester I-2020.
Kenaikan laba bersih itu tidak terlepas dari pendapatan DSSA yang juga melesat di periode Januari-Juni 2021. DSSA tercatat, pendapatan bersih senilai US$ 937,56 juta di akhir Juni 2021. Realisasi ini naik 21,5% dari pendapatan di semester I-2020 yang sebesar US$ 771,50 juta.
Secara rinci, segmen pertambangan dan perdagangan batubara menjadi kontributor utama bagi pendapatan DSSA, yakni mencapai US$ 834,76 juta. Disusul, pendapatan dari segmen perdagangan (bersih) senilai US$ 49,11 juta, penyediaan TV kabel dan internet sebesar US$ 27,53 juta, dan segmen konstruksi, jasa operasi dan keuangan pembangkit listrik sebanyak US$ 25,29 juta.
Di saat yang sama, sejumlah beban DSSA terpantau naik. Beban pokok penjualan misalnya, naik 17,11% dari semula US$ 479,49 juta menjadi US$ 561,33 juta. Beban usaha naik dari semula US$ 118,05 juta menjadi US$ 120,73 juta. Beban umum dan administrasi juga naik 10,50% menjadi US$ 191,92 juta.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| Indonesi
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT Samindo Resources Tbk (MYOH) pada semester I 2021 berhasil emiten
jasa dan perlengkapan minyak, gas dan batu bara tersebut membukukan kenaikan laba bersih sebesar 15,83 persen. Hasil itu ditopang penghematan biaya pokok pendapatan. Laba bersih tercatat sebesar USD13,907 juta, sedangkan semester I 2020 hanya tercatat 12,016 juta dolar AS.
Dalam laporan keuangan semester I 2021 dengan telaah terbatas emiten jasa dan perlengkapan minyak, gas dan batu bara itu, yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (01/9/2021) bahwa
Pendapatan usaha menyusut 15,91% menjadi 81,972 juta dolar AS. Pendapatan pemindahan tanah dan pengambilan batu bara susut 18,84% sehingga tersisa USD56,42 juta. Hal yang sama juga pada jasa pengangkutan batu bara merosot 7,8 persen tersisa USD24,53 juta.
Biaya pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 22,02 persen menjadi USD60,234 juta. Sehingga laba kotor tumbuh 7,9 persen menjadi USD21,737 juta.
Sementara itu, aset menyusut 1,98 persen menjadi USD148,59 juta. Hal itu ditopang penyusutan piutang usaha kepada pihak ketiga sedalam 44,82 persen sehingga tersisa USD16,332 juta.
Lalu kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar USD39,225 juta, atau tumbuh 23,65 persen dibandingkan semester I 2020 yang tercatat sebesar USD31,761 juta.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| Indonesi
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT INDO PREMIER SEKURITAS
Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200
ANALYSTS CERTIFICATION
The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMERS
This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.