• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN. 22 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODE PENELITIAN. 22 Universitas Kristen Petra"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

22

Universitas Kristen Petra

3. METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif, dimana penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2009).

3.2. Gambaran Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi

Menurut Sugiyono (2009) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di sektor keuangan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2013.

3.2.2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009), purposive sampling adalah “Teknik pengambilan sampel dari sumber data dengan pertimbangan tertentu dan tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang ditetapkan”.

Kriteria yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan secara terus menerus pada periode 2010-2013.

b. Perusahaan yang menyediakan data harga saham di akhir tahun (closing price) secara lengkap selama periode 2010-2013.

Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 66 perusahaan.

(2)

23

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.1 Proses Pemilihan Sampel

Keterangan Jumlah Perusahaan

Perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2014

Tidak menerbitkan annual report 2010-2013 secara berturut-turut

Tidak menyediakan data harga saham (closing price) periode 2010-2013

Total sampel penelitian

81 15 66

0 66

3.3. Jenis dan Sumber Data

Jenis data penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan merupakan sumber data sekunder. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka- angka, sedangkan data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui sumber lain yang bersumber dari literatur, buku-buku, serta dokumen perusahaan (Sugiyono, 2009).

a. Data laporan keuangan dan tahunan perusahaan di sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010-2013. Data diperoleh dari website BEI (www.idx.co.id) atau website perusahaan sampel.

b. Data harga saham pada akhir tahun (closing price) perusahaan di sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010- 2013. Data diperoleh dari finance.yahoo.com.

3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan metode dokumentasi. Studi kepustakaan adalah upaya pengumpulan data dan informasi dalam rangka pencarian teori yang relevan dengan topik penelitian melalui buku literatur dan artikel yang berhubungan dengan topik penelitian. Sedangkan, metode dokumentasi digunakan untuk

(3)

24

Universitas Kristen Petra

memperoleh semua data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada baik dalam bentuk tertulis, gambar maupun elektronik dan lain sebagainya.

3.5. Definisi Operasional Variabel

Definisi Operasional Variabel adalah petunjuk sehingga menjadi variabel yang dapat diamati dan diukur dengan menentukan hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu (Indriantoro & Supomo, 2002).

3.5.1. Variabel Terikat (Dependent)

Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel bebas (independent). Variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini adalah Nilai perusahaan.

Konsep : Nilai perusahaan (Q)

Definisi operasional : Persepsi investor terhadap potensi pertumbuhan sebuah perusahaan, yang sering dikaitkan dengan perkembangan harga saham

Indikator empirik : Tobin’s Q yang dihitung dengan rumus 2.1 3.5.2. Variabel Bebas (Independent)

Variabel bebas (independent) adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah ERM.

a. Konsep : ERM

Definisi operasional : Pengungkapan ERM yang tercantum dalam laporan tahunan perusahaan dengan pencarian frase, akronim, serta kata-kata individu yang sama dengan kata berikut, "Enterprise Risk Management", " Chief Risk Officer ", "Komite risiko (Risk Committee)", "Manajemen Resiko Strategis", "Manajemen Risiko Konsolidasi",

"Manajemen Risiko Holistik", "Manajemen Risiko Terintegrasi". (Liebenberg & Hoyt, 2008).

(4)

25

Universitas Kristen Petra

Indikator empirik : dummy variable 1 = menerapkan ERM dan 0 = tidak menerapkan ERM

3.5.3. Variabel Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan dan leverage.

a. Konsep : Ukuran perusahaan (SIZE)

Definisi operasional : Jumlah aset yang dimiliki perusahaan pada masing-masing tahun (2010-2013).

Indikator empirik : natural log book value of total assets b. Konsep : Leverage (LEV)

Definisi operasional : Rasio perbandingan antara nilai buku total hutang terhadap nilai pasar ekuitas

Indikator empirik : DER dihitung dengan rumus 2.2 3.6. Teknik Analisa Data

Langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik analisa data adalah sebagai berikut:

1. Menghitung nilai perusahaan 2. Menghitung ukuran perusahaan 3. Menghitung leverage

4. Memilah perusahaan yang menerapkan ERM yang tercantum dalam laporan tahunan perusahaan

3.6.1 Melakukan uji asumsi klasik a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas berguna untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (independent). Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance atau Variance Inflation factor (VIF) (Ghozali, 2009), dengan hipotesis:

(5)

26

Universitas Kristen Petra

H0 : Tidak ada gejala multikolinearitas.

H1 : Ada gejala multikolinearitas.

i. Melihat nilai Tolerance

- Nilai Tolerance > 10%, maka gagal tolak H0 - Nilai Tolerance ≤ 10%, maka tolak H0

ii. Melihat nilai VIF

- Nilai VIF < 10, maka gagal tolak H0

- Nilai VIF ≥ 10, maka tolak H0

Jika pada data terdapat gejala heteroskedastisitas, maka yang dilakukan adalah mentransformasikan data.

b. Uji Autokorelasi.

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier berganda terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi, dengan hipotesis yang digunakan dalam uji autokorelasi antara lain :

H0 : Tidak ada autokorelasi positif atau negatif H1 : Ada autokorelasi positif atau negatif

Uji statistik yang sering dipergunakan adalah uji Durbin- Watson (DW-test), dilakukan dengan membandingan Dtabel dan Dhitung

sesuai ketentuan sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria penerimaan Durbin-Watson (DW-test)

Hipotesis Nol Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dL Tidak ada autokorelasi positif No decision dL ≤ d ≤ dU Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4-dL< d < 4 Tidak ada autokorelasi negatif No decision 4-dU ≤ d ≤ 4-dL

Tidak ada autokorelasi positif

atau negatif Tidak ditolak dU< d < 4-dU

(6)

27

Universitas Kristen Petra

a. Bila nilai DW terletak antara batas atas (du) dan (4 – du), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi.

b. Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah (dl), maka koefisien autokorelasi kebih besar daripada nol, berarti ada autokorelasi positif.

c. Bila nilai DW lebih besar daripada (4 – dl), maka koefisien autokorelasi lebih kecil daripada nol, berarti ada autokorelasi negatif.

d. Bila nilai DW terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (dl) atau DW terletak antara (4 – du) dan (4 – dl), maka hasil tidak dapat disimpulkan.

Jika pada data terdapat autokorelasi, maka yang dilakukan adalah mentransformasikan data.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedatisitas adalah pengujian asumsi residual dengan varians tidak konstan. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas, model regresi linier berganda memiliki asumsi residual dengan varians konstan (homoskedasitas). Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi linier berganda adalah dengan uji Glejser. uji Glejser dilakukan dengan cara meregresikan antara variabel bebas (independent) dengan nilai absolut residualnya.

Pengujian Glejser dilakukan dengan hipotesis : H0 : Tidak ada gejala heteroskedastisitas.

H1 : Ada gejala heteroskedastisitas.

Kriteria penerimaan dan penolakan berdasarkan p value : a) Jika P value > α (5%), maka gagal tolak H0. b) Jika P value < α (5%), maka tolak H0.

(7)

28

Universitas Kristen Petra

Jika pada data terdapat gejala heteroskedastisitas, maka yang dilakukan adalah mentransformasikan data.

d. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) atau keduanya berdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal yang dapat dilihat melalui uji Kolmogorov Smirnov, dengan hipotesis :

H0 : Data residual berdistribusi normal.

H1 : Data residual tidak berdistribusi normal.

Kriteria penerimaan dan penolakan berdasarkan p value : a) Jika P value > α (5%), maka gagal tolak H0. b) Jika P value < α (5%), maka tolak H0.

Jika ternyata ditemukan adanya indikasi residual yang tidak terdistribusi normal, maka akan dilakukan casewise diagnostic untuk menemukan dan mengeluarkan data yang memiliki nilai ekstrim (Gujarati, 2004).

3.6.2. Menguji Pengaruh ERM terhadap Nilai Perusahaan 3.6.2.1. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis data dalam statistika yang seringkali digunakan untuk mengkaji hubungan antara beberapa variabel dan memprediksi suatu variabel (Kutner et al., 2004). Jika ingin dikaji hubungan atau pengaruh dua atau lebih variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent), maka model regresi yang digunakan adalah model regresi linear berganda (multiple linear regression).

Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengestimasi parameter model regresi linier sederhana maupun model regresi linier berganda adalah dengan metode kuadrat terkecil (ordinary least square / OLS) dan metode kemungkinan maksimum (maximum likelihood estimation / MLE) (Kutner et al, 2004).

(8)

29

Universitas Kristen Petra

3.6.2.2. Ordinary Least Square (OLS)

Dalam penelitian ini menggunakan metode kuadrat terkecil atau sering juga disebut dengan metode ordinary least square (OLS). Metode OLS digunakan untuk mengestimasi parameter model regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variable bebas (independent) terhadap variable terikat (dependent).

Metode OLS akan menghasilkan estimator yang terbaik dibanding dengan metode lain jika semua asumsi klasik terpenuhi.

Persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut:

Q

it

   

ERM ERM



SIZE SIZE 

LEV LEV Keterangan :

Q = nilai perusahaan

ERM = pengungkapan ERM menggunakan dummy variable; 1 = perusahaan menerapkan ERM dan 0 = perusahaan tidak menerapkan ERM

SIZE = ukuran perusahaan,

LEV = leverage, rasio antara nilai buku total hutang terhadap nilai pasar ekuitas

ERM = koefisien regresi ERM

SIZE = koefisien regresi ukuran perusahaan

LEV = koefisien regresi leverage 3.6.2.3. Uji Hipotesis Statisik

a. Uji F

Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui secara bersama-sama apakah variabel bebas (independent) berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (dependent) (Ghozali, 2009).

Pengujian ini dilakukan sebagai berikut:

1. H0 : βERM = βSIZE = βLEV = 0, artinya tidak terdapat pengaruh signifikan ERM dan variabel kontrol yang terdiri dari ukuran perusahaan dan leverage secara bersama-sama terhadap nilai perusahaan di sektor keuangan.

(9)

30

Universitas Kristen Petra

2. H1 : βERM; βERM; βSIZE; βLEV ≠ 0, artinya terdapat pengaruh signifikan ERM dan variabel kontrol yang terdiri dari ukuran perusahaan dan leverage secara bersama-sama terhadap nilai perusahaan di sektor keuangan.

Kriteria penerimaan dan penolakan berdasarkan p value : a) Jika P value > α (5%), maka gagal tolak H0. b) Jika P value < α (5%), maka tolak H0. b. Uji t

Uji statistik-t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial variabel bebas (independent) berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (dependent). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis statistik untuk uji secara parsial : a. Hipotesis 2.1:

1. H0 = βERM = 0, artinya ERM tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

2. H1 = βERM ≠ 0, artinya ERM berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

b. Hipotesis 2.2:

1. H0 = βSIZE = 0, artinya ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

2. H1 = βSIZE ≠ 0, artinya ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

c. Hipotesis 2.3:

1. H0 = βLEV = 0, artinya leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

2. H1 = βLEV ≠ 0, artinya leverage berpengaruh secara terhadap nilai perusahaan.

Kriteria penerimaan dan penolakan berdasarkan p-value : a) Jika P value > α (5%), maka gagal tolak H0. b) Jika P value < α (5%), maka tolak H0.

(10)

31

Universitas Kristen Petra

c. Koefisien determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model untuk menjelaskan variasi variabel terikat (dependent). Nilai R2 yang kecil menunjukan kemampuan variabel- variabel bebas (independent) dalam menjelaskan variasi variabel terikat (dependent) yang terbatas. Nilai yang mendekati satu menunjukan semakin kuat kontribusi variabel bebas (independent) untuk menjelaskan perubahan nilai perusahaan (Ghozali, 2009).

Gambar

Tabel 3.1 Proses Pemilihan Sampel
Tabel 3.2 Kriteria penerimaan Durbin-Watson (DW-test)

Referensi

Dokumen terkait

Demikianlah sekilas sejarah hidup Nabi Muhammad Saw dalam mencari Tuhannya. Dari sejarah Nabi Muhammad Saw.. tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk bertemu

Setelah melakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan pengaruh antara metode bagian progresif dan metode bagian repetitif terhadap kemampuan

peningkatan hasil belajar siswa dengan judul penelitian “ Pengaruh Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan Terhadap Hasil Belajar Kimia

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH JURUSAN TEKNIK SIPIL FTSP UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA..

Penyusunan program kerja belum memiliki indikator yang belum sinkron dengan SPMI, SNDIKTI yang berdampak pada penganggaran yang masih belum mendukung pencapaian standar.. Pada

Hasil penelitian menunjukkan: (1) kesiapan pelaksanaan program sekolah lima hari di SMKN 2 Karanganyar tergolong baik tetapi belum optimal; (2) penyiapan

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran tentang kejadian atau fenomena yang biasa terjadi dilingkungan sekitar yang belum optimal. Anak-anak lebih dituntut

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa elemen-elemen ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, dan loyalitas merek secara simultan mempengaruhi keputusan