• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

MATA PELAJARAN :

Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

KOMPETENSI DASAR :

3.18 Mendiagnosis kerusakan sistem Air Conditioning (AC) 4.18 Memperbaiki sistem Air Conditioning (AC)

MODEL PEMBELAJARN :

Problem Based Learning

DISUSUN OLEH :

OCTOVIAN ANDY SATRIANA, ST

YAYASAN PENDIDIKAN SATYA PRAJA PEMALANG

SMK SATYA PRAJA 2 PETARUKAN

2021

P E T A R U K A N

(2)

P E T A R U K A N YAYASAN PENDIDIKAN SATYA PRAJA PEMALANG

SMK SATYA PRAJA 2 PETARUKAN

STATUS : TERAKREDITASI ”A”

Prog. Keahlian : Teknik Audio Video, Rekayasa Perangkat Lunak,

Teknik Mekanik Industri, Tek. Kendaraan Ringan Otomotif, Tek. Dan Bisnis Sepeda Motor

Jl. Raya Iser Petarukan Pemalang Kode Pos 52362  (0284) 3279529, Fax (0284) 3279558. Email : [email protected] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK SATYA PRAJA 2 PETARUKAN

Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR) Komp. Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Kompetensi : Sistem AC Kelas/Semester : XII/ Genap Tahun Pelajaran : 2021/2022

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (1 JP x 10 Menit) A. Kompetensi Inti

KI (3) : Menerapkan, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI (4) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KD 3 KD 4

3.18 Mendiagnosis kerusakan sistem Air Conditioning (AC)

4.18 Memperbaiki sistem Air Conditioning (AC)

IPK 3 IPK 4

3.18.1 Menganalisis cara pemeriksaan kerusakan sistem Air Conditioning (C4)

3.18.2 Mendeteksi letak kerusakan komponen sistem Air Conditioning (C4)

4.18.1 Menentukan perbaikan kerusakan sistem Air Conditioning (P5)

4.18.2 Melaksanakan perbaikan sistem Air Conditioning (P5)

Tujuan Pembelajaran :

1. Melalui diskusi dan menggali informasi diharapkan : (Luring)

a. Peserta didik dapat menganalisa cara pemeriksaan gangguan pada sistem AC sesuai prosedur dengan mandiri, percaya diri dan beratnggung jawab sesuai SOP

b. Peserta didik dapat menetukan letak gangguan kerusakan komponen sistem AC sesuai prosedur dengan mandiri, percaya diri dan bertanggung jawab sesuai SOP

2. Dengan demonstrasi praktik disediakan seperangkat trainer sistem Air Conditioner, dengan tujuan : (Luring)

a. Peserta didik dapat menentukan perbaikan kerusakan sistem Air Conditioning secara mandiri sesuai SOP

b. Peserta didik dapat melaksanakan perbaikan kerusakan sistem Air Conditioning secara mandiri sesuai SOP

(3)

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Pendekatan:

Saintifik PERTEMUAN KE 1 METODE LURING

1. Kegiatan Pendahuluan (2 Menit)

Mempersiapkan kondisi kelas/ tempat praktik untuk memulai proses pembelajaran, seperti kebersihan, kerapian peserta didik dalam menggunakan pakaian kerja dan kesiapan media pembelajaran.

Memimpin doa dan membuka pertemuan dengan salam. (PPK- Religius)

Mengabsensi peserta didik.

Guru membentuk kelompok untuk praktik dan diskusi.

Guru menyampaikan informasi materi sebelumnya mengenai komponen-komponen dan perawatan sistem AC melalui bahan tayang berupa power point/ video

Memberitahukan tentang materi, kompetensi dasar, IPK, tujuan pembelajaran dan teknik penilaian (Literasi)

2. Kegiatan Inti (6 Menit)

a. Mengidentifikasi masalah (Orientasi peserta didik pada masalah)

➢ Guru menampilkan sebuah sebuah PPT atau video yang menunjukkan sebuah pengendara mobil yang mengeluhkan ac mobilnya tidak dingin, suara berisik ketika AC dinyalakan,

➢ Peserta didik memperhatikan video yang diputarkan oleh guru.

➢ Peserta didik melaksanakan observasi untuk mendeteksi kemungkinan kerusakan dengan cara diskusi kelompok untuk melaksanakan perbaikan kerusakan sistem Air Conditioning.

➢ Peserta didik mempersiapkan alat dan bahan untuk melaksanakan perbaikan sistem Air Conditioning.

b. Mengorganisasi dan membimbing penyelidikan peserta didik (menetapkan dan mengembang kan masalah

➢ Guru menyampaikan permasalahan mengenai system AC yakni AC tidak dingin dan suara berisik

➢ Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai permasalahan yang sering terjadi pada sistem AC

➢ Guru menugaskan Peserta didik untuk melakukan pemeriksaan letak gangguan untuk menetukan penyebab gangguan sistem AC.

➢ Peserta didik melaksanakan praktik demonstrasi system AC.

➢ Peserta didik mendiskusikan temuan berdasar hasil demonstrasi terhadap gangguan AC tidak dingin dan suara berisik.

➢ Peserta didik berdasarkan hasil diskusi dan demonstrasi melakukan kontrol hasil perbaikan system AC

➢ Peserta didik menyimpulkan dan menyampaikan penyebab kerusakan gangguan system AC

c. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

➢ Guru menugaskan Peserta didik untuk melakukan perbaikan pada kerusakan sistem AC yang tidak dingin, dan timbulnya suara berisik ketika AC dinyalakan.

Model:

Problem Based Learning,

Metode:

Belajar Mandiri, Tanya Jawab, Diskusi,

Demonstrasi Praktik

Alat dan Media Pembelajaran

Media Luring:

1. White Board &

spidol

2. LCD Proyektor

3. PPT

4. Google Form/Drive Aplikasi Sekolah

5. LKPD dan Job Sheet

6. Bahan ajar/modul Alat Praktik (Luring)

1. Kabel instalasi

2. Trainer AC / Mobil

Sumber Belajar:

1. Materi Power Point 2. Video Pembelajaran

Sistem AC

3. Modul pembelajaran 2021 Sistem AC 4. New Step I Toyota

Manual Training: PT.

Toyota-Astra 5. Sumber lain dari

internet dan sumber lain yang relevan

(4)

Materi:

1. Menganalisis cara pemeriksaan kerusakan sistem Air Conditioning 2. Mendeteksi letak

kerusakan komponen sistem Air Conditioning 3. Menentukan perbaikan

kerusakan sistem Air Conditioning

4. Melaksanakan perbaikan sistem Air Conditioning

➢ Peserta didik melakukan perbaikan pada sistem AC untuk mengatasi AC yang tidak dingin dan timbulnya suara berisik ketika AC dinyalakan.

➢ Guru memantau perbaikan sistem AC yang dilakukan oleh Peserta didik dan pengisian Job Sheet

➢ Peserta didik sudah selesai melakukan perbaikan dan menanyakan kepada guru apakah hasil perbaikan, sudahkah sesuai SOP.

➢ Guru memeriksa hasil perbaikan yang dilakukan oleh Peserta didik dan menyampaikan hasilnya berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan oleh guru.

d. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

➢ Guru menugaskan Peserta didik untuk mengecek kembali hasil perbaikan sistem AC yang tidak dingin dan timbulnya suara abnormal ketika AC mobil dinyalakan

➢ Guru bersama Peserta didik menyimpulkan hasil praktek berupa peyebab kerusakan sistem AC yang menyebabkan AC yang tidak dingin dan juga timbulnya suara abnormal ketika AC mobil dinyalakan.

➢ Guru mengevaluasi dan memberikan saran kepada Peserta didik mengenai pelaksanaan perbaikan yang telah dilakukan oleh Peserta didik

➢ Guru mengevaluasi isian LKPD dan Job Sheet peserta didik.

3. Kegiatan Penutup (2 menit)

Guru memberikan konfirmasi dan penguatan / refleksi terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.

Guru memberikan evaluasi dan menyuruh Peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.

Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada Peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.

Guru menyuruh salah satu Peserta didik untuk memimpin doa penutup

Fokus Penguatan Karakter:

1. Jujur 2. Berani

3. Pantang menyerah 4. Menghargai sesama 5. Disiplin

6. Santun 7. Percaya diri

8. Bertanggung jawab

9. Kerja sama

Pembelajar menggunakan model Luring

Asesment:

a. Sikap : Observasi.

b. Pengetahuan : Soal evaluasi melalui Google Form di Aplikasi Sekolah/Whatsapp

c. Keterampilan : Melakukan identifikasi komponen, diagnosis terhadap kerusakan dan melakukan perbaikan dengan benar sesuai SOP

Tagihan materi:

Prosedur diagnosa dan perbaikan kerusakan komponen AC

Teknik Penilaian dan Instrumen Penilaian

Pengetahuan Keterampilan

Soal tes tertulis

Pilihan Ganda Unjuk kerja dengan demonstrasi (luring) Mengisi LKPD

Petarukan, Desember 2021 Mengetahui,

Kepala SMK Satya Praja 2 Petarukan Guru Mata Pelajaran

Purwo Setya Witanto, ST Octovian Andy Satriana, ST.

(5)

P E T A R U K A N

MODUL SISTEM AIR CONDITIONING

Disusun :

Octovian Andy Satriana, ST

TEKNIK OTOMOTIF

Kelas : XII

(6)

VERIFIKASI MODUL

Pada hari ini Senin tanggal 6 bulan Mei tahun 2021 Modul Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif SMK Satya Praja 2 Petarukan telah diverifikasi oleh Ketua Jurusan/Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.

Pemalang, 6 Mei 2021 Ketua Jurusan/ Ketua Program Keahlian Penulis

Arif Budi Prakoso, SPd Octovian Andy Satriana, ST

(7)

PRAKATA

Puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan kemudahan sehingga modul ini dapat tersusun sesuai rencana.

Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembaca tentang teknik otomotif khusunya pembahasan sistem AC mobil.

Materi sistem pengisian dalam modul ini berdasarkan problem based learning sehingga diharapkan dapat membantu pembaca dalam permasalahan permasalahan yang sering terjadi pada kendaraan. Pembahasan lebih difokuskan pada diagnosis kerusakan sistem pengisian pada kendaraan yang sering terjadi baik itu tentang konsep dasar sistem AC sampai pada kasus-kasus kerusakan ada pada komponen kendaraan berkaitan dengan sistem tersebut.

Analisis permasalahan yang ada pada modul ini diharapkan menjadi solusi bagi pembaca yang mungkin selama ini mengalami kesulitan menerapkan konsep dasar sebagai bahan awal dalam mengatasi masalah tentang sistem starter.

Pembahasan materi dalam modul ini dapat memberikan stimulus untuk lebih dapat berpikir, menganalisis sampai pada pemecahan masalah yang ada.

Penyusun mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga terselesaikannya modul ini. Kritik dan saran sangat diharapkan supaya proses selanjutnya lebih baik lagi dalam penyusunan modul.

Pemalang, 6 Mei 2021 Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

Verifikasi Modul 2

Prakata 3

Daftar Isi 4

Peta Kedudukan Modul 5

Daftar Gambar 6

1. PENDAHULUAN 7

A. Deskripsi 7

B. Prasyarat 7

C. Petunjuk Penggunaan Modul bagi Peserta Didik 7

D. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 9

E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 9

II. KOMPONEN UTAMA SISTEM AC 10

NAMA-NAMA DAN FUNGSI KOMPONEN UTAMA AC 10

III. CARA KERJA KOMPONEN AC 17

RANGKUMAN 22

IV. RANGKAIAN / SIKLUS SISTEM AC PADA MOBIL 24

RANGKUMAN 39

V. DISKUSI DAN EVALUASI 40

A. DISKUSI 40

B. TEST FORMATIF 45

C. KUNCI JAWABAN 45

VI. DAFTAR PUSTAKA 46

(9)

PETA KEDUDUKAN MODUL

KELAS SEMESTER BAHAN AJAR (BUKU)

XII

2 Pemeliharaan Mesin Kendaraan

Ringan 2

Pemeliharaan Sasis Kendaraan

Ringan 2

Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 2

1 Pemeliharaan Mesin Kendaraan

Ringan 2

Pemeliharaan Sasis Kendaraan

Ringan 2

Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 2

XI

2 Pemeliharaan Mesin Kendaraan

Ringan 1

Pemeliharaan Sasis Kendaraan

Ringan 1

Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 1

1 Pemeliharaan Mesin Kendaraan

Ringan 1

Pemeliharaan Sasis Kendaraan

Ringan 1

Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 1

X

2

Teknologi Dasar Otomotif

& Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

Teknologi Dasar Otom otif

& Pekerjaan Dasar

Teknik Otomotif

Teknologi Dasar Otomotif

& Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

1

Teknologi Dasar Otomotif

& Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

Teknologi Dasar Otom otif

& Pekerjaan Dasar

Teknik Otomotif

Teknologi Dasar Otomotif

& Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

(10)

DAFTAR GAMBAR

...

...Halaman

GAMBAR 1 Langkah pendinginan... 10

GAMBAR 2 Compresor... 10

GAMBAR 3 Condenser... 11

GAMBAR 4 Condenser type... 12

GAMBAR 5 Receiver... 12

GAMBAR 6 Expansion Valve... 14

GAMBAR 7 Expansion Valve... 14

GAMBAR 8 Evaporator unit... 15

GAMBAR 9 Kerja evaporator... 15

GAMBAR 10 Thermostat... 16

GAMBAR 11 Condenser... 19

GAMBAR 12 Receiver... 20

GAMBAR 13 cara kerja Expansion Valve tipe thermal... 20

GAMBAR 14 Expansion Valve... 21

GAMBAR 15 Letak Pressure switch... 24

GAMBAR 16 tipe dual... 25

GAMBAR 17 tipe Thermistor... 25

GAMBAR 18 Alur kerja sistem pelindung tali penggerak kompresor... 27

GAMBAR 19 Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (Mode Ekonomi)... 28

GAMBAR 20 Magnetic Valve ... 28

GAMBAR 21 Letak Komponen Utama Dan Perlengkapan Tambahan AC... 29

GAMBAR 22 Siklus Pendinginan AC mobil... 30

GAMBAR 23 Refrigerant R12... 33

(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Penguasaan materi modul ini akan dapat lebih cepat dikuasai apabila siswa sebelumnya telah menyelesaikan materi penunjang yang mendasarinya dari buku-buku sebelumnya

Materi yang akan diberikan dikemas dalam bentuk kegiatan belajar baik teori maupun praktek, yang mana pemelajaran teori merupakan landasan dasar yang akan menunjang ketrampilan praktek siswa sehingga setelah siswa selesai melaksanakan kegiatan pada modul ini diharapkan siswa akan menguasai keterampilan tentang Pemeliharaan dan mengatasi trouble shooting pada sistem ac pada kendaraan .

Setelah siswa menguasai ketrampilan dari modul ini, siswa dapat bekerja dibengkel-bengkel spesialis kelistrikan atau bengkel dinamo dan tidak tertutup kemungkinan bahwa siswa bisa membuka sebuah usaha bengkel sendiri, yang mana peluangnya kedepan sangat luas dan menjanjikan.

B. Prasyarat

Siswa yang menempuh semester V (Lima), dan sudah mendapatkan nilai tuntas pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 1

C. Petunjuk Penggunaan Modul bagi Peserta Didik

Untuk mendapatkan hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi dalam modul ini, langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:

a. Bacalah dan pahamilah secara seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar.

b. Bila ada meteri yang kurang jelas atau tidak dimengerti,

(12)

c. Kerjakanlah setiap tes formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan untuk menyerap materi-materi pelajaran yang telah di ajarkan.

d. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek, perhatikanlah hal-hal sebagai berikut :

1. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.

2. Pahami setiap langkah kerja (prosedur pratikum) dengan baik.

3. Sebelum malakukan kegiatan praktek, maka siapkanlah alat dan bahan terlebih dahulu secara cermat.

4. Pergunakanlah alat dan bahan sesuai dengan fungsinya, untuk melakukan kegiatan praktek yang belum jelas, harus meminta izin terlebih dahulu pada guru.

5. Setelah selesai praktik, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.

e. Siswa dinyatakan telah dikatakan telah menguasai materi apabila bisa menjawab semua soal dengan benar tanpa melihat buku atau melihat kunci jawaban.

f. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil, siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya, untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat.

g. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar, saat menemukan kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada saat melakukan praktek, ataupun memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikannya dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar, juga saat melaksanakan modul berikutnya.

(13)

h. Tujuan Kegiatan Belajar

1. Siswa dapat menganalisis cara pemeriksaan kerusakan sistem AC pada kendaraan.

2. Siswa dapat mendeteksi letak kerusakan komponen sistem AC.

3. Siswa dapat menentukan perbaikan kerusakan pada sistem AC.

4. Siswa dapat melaksanakan perbaikan pada sistem AC.

i. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan

Kelas : XII/ Genap

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

KI-3 Menerapkan, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

3.18 Mendiagnosis kerusakan sistem Air Conditioning (AC)

KI-4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan

4.18 Memperbaiki sistem Air

Conditioning (AC)

(14)

BAB II

KOMPONEN UTAMA SISTEM AC

1) Nama-nama dan Fungsi Komponen Utama AC (Air Conditioners)

Langkah pendinginan air conditioning

Ada 4 langkah operasi pendinginan, dan refrigerant disirkulasikan berulang kali dengan perubahan-perubahan sebagai berikut (Cair Uap Cair).

Panas dilepaskan Panas sihisap Evaporator Blower Motor Expansion Valve Compressor Condenser

Gambar 1. Langkah pendinginan

AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian peralatan (komponen) yang berfungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin agar penumpang dapat merasa segar dan nyaman. Rangkaian peralatan (komponen) tersebut adalah:

a. Compressor

(15)

Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan temperaturnya meningkat.

b. Condenser

Berfungsi untuk menyerap panas pada Refrigerant yang telah dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk gas menjadi cair (dingin).

Gambar 3. Condenser

Condenser didalam air conditioning system merupakan alat yang

digunakan untuk merubah gas refrigerant bertekanan tinggi menjadi cairan. Alat tersebut melakukan cara ini dengan menghilangkan panas dari refrigerant panas ke temperature atmospir. Condenser terdiri dari coil dan fin yang berfungsi mendinginkan refrigerant ketika udara tertiup diantaranya. Jenis air conditioning condenser ini adalah aluminum serpentine type (R-12) dan parallel flow type (R- 134a) ditempatkan di depan radiator kendaraan. Jenis parallel Flow type

condenser lebih memperbaiki efisiensi dan meminimalkan fungsi pendinginan dibandingkan dengan jenis serpentine Type.

Dari sisi pandang panas, bila temperatur (sekitar 60•) dari refrigerant dalam condenser dan / atau temperatur udara luar (sekitar 55•) merupakan

(16)

cairan, karena sifat alami refrigerant. Condenser kendaraan, yang menggunakan refrigerant R-12 A/C system, adalah berjenis corrugated type. Tetapi condenser, yang menggunakan refrigerant R-134a system, jenisnya adalah parallel flow type untuk memperbaiki efek pendinginan udara. Dengan cara itu maka efek

pendinginan udara dapat diperbaiki sekitar 15% sampai 20%.

(R-12) (R-134a) Gambar 4. Condenser type

c. Dryer/Receifer

Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara, yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai Filter untuk menyaring uap air dan kotoran yang dapat merugikan bagi siklus Refrigerant

(17)

Receiver-drier merupakan tabung penyimpan refrigerant cair, dan ia juga berisikan fiber dan desiccant (bahan pengering) untuk menyaring benda-benda asing dan uap air dari sirkulasi refrigerant. Receiver-drier menerima cairan refrigerant bertekanan tinggi dari condenser dan disalurkan ke expansion valve.

a. Jumlah sirkulasi refrigerant haruslah dapat berubah sesuai dengan perubahan beban dari langkah pendinginan. Maka, receiver drier akan membantu penyimpanan refrigerant dengan benar.

b. Ketika cairan refrigerant tercampur gelembung, fungsi pendinginan akan menurun. Dalam hal ini, receiver direr dapat menyalurkan hanya cairan refrigerant saja ke expansion valve dengan memisahkan

gelembung dari cairan.

c. Ia juga menyaring benda-benda asing dan uap air dari refrigerant dengan menggunakan “Desiccant” dan “Filter”.

d. Jumlah refrigerant dapat diperiksa melalui sight glass (R-12).

Struktur dan operasi

Alat itu terdiri dari main body filter, desiccant, pipe, dan side glass dlsb. Cairan refrigerant dialirkan ke dalam pipa untuk disalurkan ke expansion valve melalui outlet pipe yang ditempatkan pada bagian bawah main body setelah tersaringnya uap air dan benda asing oleh filter dan desiccant.

d. Expansion Valve

Berfungsi Mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator, agar Refrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas.

Tujuan dari expansion valve adalah membuat cairan tekanan yang tinggi untuk di semprotkan masuk kedalam evaporator. Ia juga mengontrol, atau sebagai pengatur system untuk mencegah evaporator dari peluapan dan pembekuan (freezing up).

(18)

Expansion valve merupakan jenis pemerata tekanan didalam (Block type).

Diaphragm terpasang dibagian atas dari expansion valve. Dan, ruangan diaphragm atas dihubungkan ke sensing bulb.

Gambar 6. Expansion Valve

Gambar 7. Expansion Valve

e. Evaporator

Merupakan kebalikan dari Condenser Berfungsi untuk menyerap panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin Evaporator, sehingga udara tersebut menjadi dingin. Evaporator adalah penyalur panas yang lain dalam air conditioning system. Ia memiliki coil dan fin seperti condenser, tetapi fungsinya berbeda terbalik. Evaporator menerima atom cairan refrigerant bertekanan rendah dan dingin dari expansion valve. Ketika refrigerant dingin ini melewati coils dari evaporator, maka pengabutan

(19)

Gambar 8. Evaporator unit Operasi

Keadaan refrigerant setelah receiver drier adalah 100% cair. Segera setelah tekanan cairan itu turun, mulailah terjadi gelembung, dan dengan demikian, gas itu akan menyerap panas. Panas ini dilepaskan dari udara yang ditiup lewat cooling fins dari evaporator dan menyebabkan udara menjadi dingin. Refrigerant yang benar masuk kedalam evaporator haruslah semuanya cairan 100% setelah melewati receiver drier dan menjadi 100% gas setelah berada di outlet.

Gambar 9. Kerja evaporator

f. Thermostat

Jika temperatur evaporator fin, dimana suhu pengabutan refrigerant,

(20)

kapasitas pendinginan. Untuk mencegah seperti pembekuan/frosting ini, dan agar temperature ruang dalam kendaraan dapat disetel sesuai dengan suhu yang

diinginkan, maka thermostats dipasangkan. Alat berupa switch ini terpasang pada evaporator case dengan pipa kapilernya terpasang dan terbungkus rapat pada evaporator inlet line.

(Struktur) (Lokasi) Gambar 10. Thermostat

(21)

BAB III.

CARA KERJA KOMPONEN AC

Compressor

Compressor terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

1) Compressor

Kompresor di gerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran kompresor ini akan menggerakkan Piston/Vane dan gerakan piston/vane ini akan menimbulkan tekanan bagi Refrigerant yang berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan sendirinya juga akan meningkatkan temperaturnya.

Jenis kompresor dapat dipisahkan seperti dibawah ini:

Tipe Crank Tipe Reciprocating

Tipe Swash Plate Tipe Rotary Tipe Through Vane

Tipe Reciprocating mengubah putaran Crankshaft menjadi gerakan bolak-balik pada piston.

Tipe Crank:

Pada tipe ini sisi piston yang ber- fungsi hanya satu sisi saja, yaitu bagian atas. Oleh sebab itu pada kepala silinder (Valve Plate) ter- dapat dua katup yaitu katup isap (Suction) dan katup penyalur (Discharge). Lihat gambar mekanis kompresi.

Tipe Swash Plate:

Terdiri dari sejumlah piston dengan interval 72o untuk kompresor 10

(22)

pada tipe ini berfungsi, yaitu apabila salah satu sisi melakukan langkah kompresi maka sisi lainnya melakukan langkah isap (lihat bagan gambar mekanis kompresi)

Tipe Through Vane:

Terdiri atas dua vane yang integral dan saling tegak lurus. Dan bila rotor berputar vane akan bergeser pada arah radial sehingga ujung-ujung vane akan selalu bersinggungan dengan permukaan dalam silinder.

b. Kopling Magnet (Magnetic Clutch)

Kopling magnet adalah perlengkapan kompresor yaitu suatu alat yang dipergunakan untuk melepas dan menghubungkan kompresor dengan putaran mesin. Peralatan intinya adalah: Stator, Rotor dan Pressure Plate. Sistem kerja dari alat ini adalah Elektro Magnetic.

Cara kerjanya:

Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali kipas pada saat mesin hidup. Dalam posisi Switch AC Off, kompresor tidak akan berputar, dan kompresor hanya akan berputar apabila Switch AC dalam posisi hidup (on) hal ini disebabkan oleh arus listrik yang mengalir ke Stator Coil akan mengubah Stator Coil menjadi magnet listrik yang akan menarik Pressure Plate dan bidang singgungnya akan bergesekan dan saling melekat dalam satu unit (Clutch Assembly) memutar kompresor.

Konstruksi:

Puli terpasang pada poros kompressor dengan bantalan diantaranya menyebabkan puli dapat bergerak dengan bebas. Sedang stator terikat dengan kompressor housing, pressure plate terpasang mati pada poros kompressor (lihat gambar).

(23)

Condenser

Refrigerant yang masuk kedalam Condenser oleh karena tekanan kompresor masih dalam bentuk gas dengan temperatur yang cukup tinggi (80oC).

Temperatur yang tinggi dari Refrigerant yang berada dalam Condenser yang bentuknya berliku-liku akan mengakibat kan terjadinya pelepasan panas oleh Refrigerant. Proses pelepasan panas ini di permudah dengan adanya aliran udara baik dari gerakan mobil maupun isapan Fan yang terpasang dibelakang Condenser. Semakin baik pelepasan panas yang di hasilkan oleh Condenser makin baik pula pendinginan yang akan dilakukan oleh Evaporator.

Pada ujung pipa keluar Condenser Refrigerant sudah tidak berbentuk gas lagi akan tetapi sudah berubah menjadi Refrigerant cair dengan temperatur 57oC (cooled liquid).

Gambar 11. Condenser

Receifer/Dryer

Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer melalui lubang masuk (inlet port), kemudian melalui Dryer, Desiccant dan Filter Refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (Outlet Port) menuju ke Expansion Valve.

Dryer, Desiccant maupun Filter berfungsi untuk mencegah kotoran yang dapat menimbulkan karat maupun pembekuan Refrigerant terutama pada Expansion Valve yang mana akan mengganggu siklus dari Refrigerant.

Bagian atas dari Receifer/Dryer disediakan gelas kaca (Sight Glass) yang berfungsi untuk melihat sirkulasi Refrigerant.

(24)

Gambar 12. Receifer

Expansion Valve

Oleh karena fungsi dari Expansion Valve ini untuk mengabutkan Refrigerant kedalam Evaporator, maka lubang keluar pada alat ini berbentuk lubang kecil (Orifice) konstan atau dapat diatur melalui katup (Valve) yang pengaturannya menggunakan perubahan temperatur yang dideteksi oleh sebuah sensor panas.

Berdasarkan pengaturan pengabutan ini expansion valve dibedakan menjadi:

- Expansion Valve tekanan konstan - Expansion Valve tipe thermal

Pada gambar disamping adalah cara kerja Expansion Valve tipe thermal.

(25)

Gambar 13. cara kerja Expansion Valve tipe thermal

Pembukaan Valve sangat bergantung dari besar kecilnya tekanan Pf dari Heat Sensitizing Tube. Bila temperatur lubang keluar (Out Let) Evaporator dimana alat ini ditempelkan meningkat, maka tekanan Pf > dari tekanan Ps + Pe, maka Refrigerant yang disemprotkan akan lebih banyak. Sebaliknya bila temperatur lubang keluar (Out Let) Evaporator menurun maka tekanan Pf < Ps + Pe, maka Refrigerant yang disemprotkan akan lebih sedikit.

 Ps: tekanan pegas

 Ps: tekanan uap didalam evaporator

Gambar 14. Expansion Valve

Evaporator

Perubahan zat cair dari refrigerant menjadi gas yang terjadi pada evaporator akan berakibat terjadi penyerapan panas pada daerah sekelilingnya, udara yang melewati kisi-kisi evaporator panasnya akan terserap sehingga dengan hembusan Blower udara yang keluar keruang kabin mobil akan menjadi dingin.

Ada tiga tipe Evaporator yang terbuat dari aluminium yaitu:

(26)

RANGKUMAN

1. Aspek Keselamatan Kerja

Tiga aspek yang harus diperhatikan:

a. Keselamatan lingkungan b. Keselamatan diri

c. Keselamatan benda kerja

2. Nama-nama dan Fungsi komponen Utama Air Conditioners a. Compressor

Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan temperaturnya meningkat.

b. Condenser

Berfungsi untuk menyerap panas pada Refrigerant yang telah dikompresikan oleh kompresor dan mengubah Refrigrant yang berbentuk gas menjadi cair (dingin).

c. Dryer/Receifer

Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara, yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai Filter untuk menyaring uap air dan kotoran yang dapat merugikan bagi siklus refrigerant.

d.Expansion Valve

Berfungsi Mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator, agar Refrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas.

e. Evaporator

Merupakan kebalikan dari Condenser Berfungsi untuk menyerap panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin Evaporator, sehingga udara tersebut menjadi dingin.

3. Cara kerja:

a. Compressor

Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran kompresor ini akan menggerakkan Piston/Vane dan gerakan Piston/Vane ini akan menimbulkan tekanan bagi Refrigerant yang

(27)

berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan

sendirinya juga akan meningkatkan temperaturnya.

b. Condenser

Gas rerfrigerant yang masuk kedalam Condenser, oleh karena bentuknya yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan pada engine akan mempermudah pelepasan panas Refrigerant, sehingga pada Refrigerant terjadilah perubahan bentuk dari gas ke zat cair.

c. Receifer/Dryer

Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer melalui lubang masuk (Inlet Port), kemudian melalui Dryer, Desiccant dan Filter Refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (Outlet Port) menuju ke Expansion Valve.

d. Expansion Valve

Zat cair Refrigerant oleh karena tekanan Compresor dan harus melalui Orifice Expansion Valve, maka Refrigerant cair keluar ke Evaporator dalam bentuk kabut. Sedang besar kecilnya Orifice ditentukan oleh Heat Sensitizing Tube yang berfungsi sebagai sensor panas.

e. Evaporator

Refrigerant yang keluar dari Expansion Valve masih dalam bentuk setengah cair setengah gas dan masuk ke dalam Evaporator dan oleh karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan terjadinya perubahan ke wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini berpengaruh pada penyerapan panas udara sekelingnya dengan cepat pula. Dan oleh kerja dari Blower udara dingin disemburkan kedalam ruang kabin mobil.

(28)

BAB. IV

RANGKAIAN / SIKLUS SISTEM AC PADA MOBIL

1) Peralatan Tambahan yang Terdapat Pada Rangkaian Sistem AC Mobil Peralatan tambahan yang menunjang terlaksananya proses sistem pendinginan, dan juga merupakan peralatan pokok yang harus ada meskipun tidak termasuk komponen utama, adalah:

a. Pressure Switch

Presure Switch ini berfungsi untuk mengontrol tekanan yang terjadi pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan siklus Refrigerant terlalu berlebihan, baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka secara otomatis akan menyetop Switch sehingga Magnetic Clutch menjadi Off.

Kondisi tekanan yang tidak normal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada berbagai komponen yang lain.

Letak Pressure Switch ada diantara Receifer dan Expansion Valve (lihat gambar dibawah)

Gambar 15. Letak Pressure switch

(29)

Tipe Pressure Switch ini ada dua macam yaitu:

1. Tipe dual, yang meng gunakan satu Switch untuk dua keadaan yaitu terlalu tinggi atau terlalu rendah

Gambar 16. tipe dual

2. Tipe single, dengan Switch terpisah.

b. Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices)

Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada Evaporator yang terlalu dingin < 0oC, dapat dipasangkan peralatan ini yang terdiri atas dua jenis, yaitu:

1. Tipe Thermistor

Yang dipasangkan pada fin Evaporator, dan bekerja berdasarkan sinyal Thermistor yang mengontrol temperatur fin. Bila temperatur fin menurun < 0oC, maka Magnetic Clutch akan mati dan kompresor akan berhenti berputar.

(30)

Gambar 17. tipe Thermistor

2. Tipe EPR (Evaporator Pressure Regulator)

di pasangkan diantara Eva porator dan kompresor, (lihat gambar) Tipe ini mengatur jumlah Refrigerant yang mengalir dari evapo rator ke kompresor, dan menjaga agar tekanannya tidak kurang dari 1,9 kg/cm2, sehingga akan menjaga temperatur fin eva porator tidak turun < 0oC.

c. Stabilizer Putaran Mesin

Peralatan ini berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin melalui sensor

pendeteksi RPM mesin yang dipasangkan pada arus primer Ignition Coil sehingga putaran Idle mesin menjadi lebih baik dan tidak mudah mati.

Prinsip kerja dari mekanis peralatan ini adalah ketika RPM mesin drop hingga mencapai batas minimum, akan menghentikan magnetic clutch, sehingga kompresor berhenti bekerja dan RPM mesin akan normal kembali.

d. Peralatan Idle Up

Digunakan untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi Idle dan AC dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat berat karena harus mengangkat beban kompresor sehingga mesin akan sering mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini penggunaannya tergantung dari tipe dan jenis bahan bakarnya.

Untuk jenis mobil konvensional (menggunakan karburator)

di gunakan Vacuum Switching Valve (VSV) serta sebuah Actuator untuk membuka Throttle, sehingga putaran mesin akan meningkat pada putaran idle dan AC dalam keadaan hidup. (Lihat gambar)

(31)

Untuk mobil EFI,

digunakan VSV yang dilengkapi diapraghma yang menyebabkan udara akan melalui surge tank, dan ECU akan menginjeksikan sejumlah tambahan bahan bakar sesuai dengan udara bypass, sehingga idling mesin akan meningkat.

e. Sistem Pelindung Tali Penggerak Kompressor

Alat ini digunakan untuk melindungi tali penggerak kompresor, yaitu pada saat kompresor mengalami kemacetan. Bila hal ini terjadi maka magnetic clutch dan VSV idle up akan off secara otomatis dan indikator lampu AC akan berkedip untuk memberitahukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin.

Alur kerja sistem pelindung tali penggerak kompresor

Letak dan prinsip kerja pelindung tali penggerak kompresor.

Gambar 18. Alur kerja sistem pelindung tali penggerak kompresor

f. Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (Mode Ekonomi)

AC tipe airmix, dengan kompresor berputar pada beban penuh yang

(32)

evaporator (3oC), hal ini akan banyak menyerap tenaga mesin. Dengan menggunakan peralatan ini dan diset pada switch ekonomi akan menghemat banyak pemakaian karena kompresor akan off pada 10oC temperatur fin bukan 3oC seperti pada keadaan normal.

Gambar 19. Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (Mode Ekonomi)

g. Magnetic Valve

Terletak antara Receifer dan Expansion Valve dan dipakai pada sistem pendingin tipe dual. Pengontrol temperatur ini bekerja dengan cara membuka dan menutup Magnetic Valve yang secara paralel akan bekerja membuka dan menutup siklus pendingin.

Gambar 20. Magnetic Valve

(33)

2) Letak Komponen Utama Dan Perlengkapan Tambahan AC Mobil

Letak komponen pada AC mobil sangat bergantung dari jenis mobilnya, namun demikian perbedaan letak ini tidaklah mempengaruhi urutan dari komponen tersebut, contoh gambar dibawah menunjukkan letak masing- masing komponen baik utama maupun tambahan pada mobil jenis sedan maupun minibus yang memiliki ruang mesin dibagian depan.

Gambar 21. Letak Komponen Utama Dan Perlengkapan Tambahan AC

3) Siklus Pendinginan AC Mobil

Siklus Pendinginan Air Conditioners merupakan suatu rangkaian yang tertutup. Siklus pendinginan yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Kompresor berputar menekan gas Refrigerant dari Evaporator yang bertemparatur tinggi, dengan bertambahnya tekanan maka temperaturnya juga semakin meningkat, hal ini diperlukan untuk

(34)

b. Gas Refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi masuk kedalam kondenser. Di dalam kondenser ini panas Refrigerant dilepaskan dan terjadilah pengembunan sehingga Refrigerant berubah dari bentuk gas menjadi cair

c. Cairan Refrigerant diatampung oleh Receifer untuk disaring sampai Evaporator membutuhkan Refrigerant

d. Expansion Valve memancarkan Refrigerant cair ini sehingga berbentuk kabut dan cairan yang bertemperatur rendah dan bertekanan rendah

e. Gas Refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir kedalam Evaporator untuk mendinginkan udara yang mengalir melalui sela- sela fin Evaporator, sehingga udara tersebut menjadi dingin yang akan ditekan oleh BLower keruang kendaraan

f. Gas Refrigerant kembali kekompresor untuk dicairkan kembali di kondenser.

Gambar 22. Siklus Pendinginan AC mobil

(35)

4) Manifold Gauge

Manipol pengukur adalah alat yang berfungsi selain untuk mengosongkan/mengisi Refrigerant juga sebagai alat untuk mengidentifikasi gangguan. Konstruksi yang istimewa dari alat ini harus dipelajari secara seksama agar penggunaannya menjadi optimal dan terhindar dari kesalahan pemakaian. Penjelasan berikut menggunakan manipol pengukur model keran

seperti pada gambar dibawah dengan 4 nipel penghubung (ada yang hanya menggunakan 3 niple penghubung, yang perbedaannya pada niple no 4 tidak ada)

a. Kondisi Hubungan Saluran Manifold Gauge

1) Keran Katup Tekanan Rendah Terbuka Dan Keran Katup Tekanan Tinggi Menutup

Dalam kondisi ini:

- Niple 2,3,4 dan pengukur tekanan rendah saling berhubungan.

- Niple 1 hanya terhubung dengan pengukur tekanan tinggi.

2) Keran Katup Tekanan Rendah Tertutup Dan Keran Katup Tekanan Tinggi Membuka

Dalam kondisi ini:

- Niple 1,2,4 dan pengukur tekanan tinggi saling berhubungan.

- Niple 3 hanya terhubung dengan pengukur

(36)

3) Kedua Keran Katup Terbuka

Dalam Kondisi ini:

Semua niple penghubung dan pengukur saling berhubungan.

4) Kedua Keran Katup Tertutup

Dalam kondisi ini:

Niple 1 berhubungan dengan pengukur tekanan tinggi.

Niple 3 berhubungan dengan pengukur tekanan rendah.

5) Mengisi Refrigerant Pada Sistem AC Mobil a. Mengenal Refrigerant (Zat Pendingin)

Refrigerant atau zat pendingin mempunyai kemampuan menyerap panas dalam jumlah yang besar dan pada proses itu disertai dengan perubahan wujud yaitu dari cair menjadi gas. Zat pendingin yang sering digunakan pada sistem AC mobil adalah R 12 atau juga dikenal dengan CFC 12

(37)

Gambar 23. Refrigerant R12 Karakteristik

 mendidih pada–29,8oC dalam tekanan atmosfir

 Stabil pada temperatur baik tinggi maupun rendah

 Tidak menimbulkan reaksi terhadap logam

 dapat larut bila dicampur dengan minyak

 kurang bereaksi terhadap karet

 tidak berwarna dan tidak berbau

Kekurangannya adalah dapat mempengaruhi penipisan lapisan ozon pada atmosfir bumi yang menjaga terjadinya radiasi sinar ultra Violet dari matahari dan menimbulkan efek rumah kaca.

Refrigerant (Zat Pendingin) lain yang sekarang banyak dijumpai dan lebih ramah terhadap ozon serta memiliki efektifitas pendinginan lebih baik adalah HFC 134a.

Refrigerant yang dipakai sebagai alternatif pengganti lainnya adalah:

ternary blend yang merupakan campuran dari zat pendingin yang berbeda seperti: HCF22,HFC152a dan HCFC134a dan yang sudah sangat kita kenal yaitu gas alam cair (LPG) meskipun zat ini sangat mudah terbakar, sehingga pada beberapa negara tertentu penggunaan LPG ini tidak diijinkan lagi.

(38)

b. Mengenal Pelumas Kompressor

Pelumas kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-bantalan serta bidang permukaan yang saling bergesekan. Oleh karena pelumas pada kompresor ikut bersirkulasi dengan Refrigerant, maka dibutuhkan oli khusus untuk kompresor.

Gambar 24. Pelumas Kompresor

Oli kompresor terdiri dari berbagai tingkatan dan jenis yang diolah sedemikian rupa sehingga menghindari timbulnya busa dan belerang. Selain itu oli kompresor sangat bergantung dengan jenis refrigerant yang digunakan dan secara spesifik dapat diuraikan:

untuk Refrigerant R12: digunakan pelumas mineral

untuk CFC 134a: digunakan PAG (Poly Alkylene Glycol ) atau pelumas Ester.

Jumlah oli kompresor baik dalam keadaan kosong maupun sebagai tambahan karena penggantian komponen.

 kosong (pemasangan baru)... 100 cc

(39)

 ganti condenser ... 40–50 cc

 ganti evaporator ... 40–50 cc

c. Cara Mengisi Refrigerant

Sebelum mengisi Refrigerant sistem rangkaian harus dalam keadaan kosong, tidak ada udara ataupun uap air yang tersisa didalamnya. Untuk mengosongkan sistem rangkaian ini lakukanlah langkah pengosongan dengan menggunakan alat Vacuum pump.

d. Prosedur Pengosongan

Tutup kedua katup Manifold Gauge.

pasang Manifold Gauge ke kompresor dengan selang merah ke nipel tekanan tinggi dan selang biru ke nipel tekanan rendah serta selang hijau ke pompa Vakum.

Gambar 25. Prosedur Pengosongan

 Bukalah salah satu katup manifold dan hidupkan pompa vakum.

 Bacalah ukuran pada vakum gauge, hingga menunjukkan angka-600 mmHg (23,62 inHg; 80 kPa)

 Bukalah sisi katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi untuk lebih mengefisienkan kerja pompa vakum.

 Baca kembali ukuran pada vakum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air dengan angka penunjuk berada pada

(40)

 Biarkan pompa vakum tetap hidup kurang lebih selama 30 menit.

 Tutup kedua katup manifold sebelum mematikan pompa vakum.

 Tunggu kurang lebih 15 menit dan amati angka penunjuk meteran. Bila terjadi penurunan maka berarti dalam sistem rangkaian masih terjadi kebocoran.

 Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran sampai ditemukan dan perbaiki.

e. Pengisian Refrigerant

Sebelum memulai pengisian Refrigerant pastikan langkah-langkah berikut sudah dilakukan:

 Rangkaian sistem masih terpasang dengan benar

 Selang masih terpasang dengan Manifold Gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi, warna biru ke nipel tekanan rendah dan warna hijau ke tangki refrigerant atau alat pengisi Refrigerant yang akan digunakan tersedia dengan cukup

 singkirkan alat-alat yang masih ada di sekitar mesin untuk menghindari terjadinya kecelakaan

Langkah pengisian

Pemasangan selang pada tabung Refrigerant

 Sebelum memasang selang, putarlah handle berlawanan arah jarum jam sampai jarum katupnya tertarik penuh

 Putarlah disc berlawanan arah jarum jam, sampai posisi habis

Hubungan selang warna hijau ke tabung Refrigerant

 Putarlah disch searah jarum jam dengan tangan

Putarlah Handle searah jarum jam untuk membuat lubang, dan putarlah

(41)

Tekanlah niple no 4 pada Manifold Gauge dengan jari tangan sampai udara keluar dari selang tengah

Bila udara sudah keluar (ditandai dengan keluarnya Refrigerant) tutuplah niple no 4 dengan tutup niple.

Gambar 26. Prosedur Pengisian

Pemeriksaan kebocoran awal

Bukalah keran katup tekanan tinggi pada Manifold Gauge agar gas masuk kedalam sistem. (tabung menghadap keatas)

 Bila pengukur tekanan rendah sudah menunjukkan 1 kg/cm2 (14 psi;

98 kPa) tutup keran manifold tekanan tinggi

 Periksalah kebocoran pada sistem dengan menggunakan detektor

Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair

 Balikkanlah tabung refrigerant menghadap kebawah agar isi refrigerant yang keluar dalam bentuk cair

 Buka katup tekanan tinggi

 Periksalah kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutuplah keran

(42)

 Amati kedua pengukur, tekanan tinggi maupun tekanan rendah.

Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama

Gambar 27. Prosedur Pengisian cair

Pengisian Lanjutan

 Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas

 Hidupkan mesin dan biarkan beberapa menit untuk pemanasan

 Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak vakum

Buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru. (besar kecilnya pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem

Amati gelas pantau dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup

Tutup katup manifold gauge, dan baca pengukur tekanan rendah 1,5–2,0 kg/cm2 dan tekanan tinggi 14,5–15 kg/cm2.

(43)

Gambar 28. Prosedur Pengisian lanjutan

Rangkuman

1. Peralatan Tambahan Yang Terdapat Pada Rangkaian Sistem AC Mobil a. Pressure Switch.

b. Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices).

c. Stabilizer putaran mesin.

d. Peralatan idle up.

e. Sistem pelindung tali penggerak compressor.

f. Sistem kontrol kompressor dua tingkat (mode ekonomi) g. Magnetic valve

(44)

BAB V

DISKUSI DAN EVALUASI

A. DISKUSI

1) Ciri-ciri siklus pendingin tidak normal, penyebab dan pemecahannya

1. Refrigerant kurang

Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:

• Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu dingin

• Pada kaca pengintai terlihat banyak gelembung

• Pemeriksaan pada manifold gauge: pengukur tekanan rendah: 0,8 kg/cm2 (11 psi, 78 kPa) Pengukur tekanan tinggi: 8-0 kg/cm2 (114 psi, 882 kPa) Kemungkinan penyebabnya: terdapat kebocoran pada siklus Pendinginan. Pemecahannya:

• Periksa kebocoran dengan menggunakan detektor kebocoran dan perbaiki.

2. Pengisian Refrigerant Berlebihan

Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:

• pendinginan tidak maksimum

Pemeriksaan pada Manifold Gauge :Pengukur tekanan rendah: 2.5 kg/cm2 (36 psi, 245 kPa) Pengukur tekanan tinggi: 20 kg/cm2

 (248 psi, 1.961 kPa) Kemungkinan penyebabnya:

• Dalam pengisian refrigerant terlalu berlebihan

• Kondenser tidak bekerja dengan baik

• Kopling fluida kipas radiator slip

• Tali kipas kompresor kendor Pemecahannya:

• Kurangi jumlah refrigerant

• Bersihkan kondenser

(45)

3. Terdapat Udara Didalam Siklus

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:

• AC tidak terlalu dingin

 Pemeriksaan pada Manifold Gauge: Pengukur tekanan rendah:

2.5 kg/cm2 (36 psi, 245 kPa) Pengukur tekanan tinggi: 23 kg/cm2 (327 psi, 2.256 kPa)

kemungkinan penyebabnya:

- Ada udara didalam siklus pendingin

Pemecahannya:

• Periksa kotoran oli dan jumlahnya

• Bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak tanah dan semprot dengan kompresor angin

• lakukan penyedotan kevakuman kembali

• Ganti receifer

4. Terdapat Uap Air Didalam Siklus

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:

• Kadang dingin kadang tidak

Pemeriksaan pada Manifold Gauge: Pengukur tekanan rendah: 50 cmHg (1,5 kg/cm2) Pengukur tekanan tinggi:

7=15 kg/cm2

Kemungkinan penyebabnya:

Pada Expansion Valve terjadi penyumbatan oleh gumpalan es

Pemecahannya:

Ganti Receifer/Dryer

• lakukan pemompaan kevakuman, untuk membuang uap air

(46)

5. Refrigerant Tidak Bersirkulasi

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:

• AC tidak dingin

Pemeriksaan pada Manifold Gauge:

Pengukur tekanan rendah: 76 cmHg (angat rendah)

Pengukur tekanan tinggi: 6 kg/cm2 (85 psi/588 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:

Pada Expansion Valve terjadi penyumbatan

Pemecahannya:

Lepas Expansion Valve, bersihkan dan tes. Bila sudah rusak ganti

Ganti Receifer/Dryer

• perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian

6. Ekspansion Valve Tidak Bekerja Dengan Baik

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:

• AC kurang dingin

Pemeriksaan pada Manifold Gauge: Pengukur tekanan rendah: 2,5 kg/cm2 (36 psi/245 kPa) Pengukur tekanan tinggi: 19-20 kg/cm2

(70–264 psi/1.863–1.961 kPa) Kemungkinan penyebabnya:

(47)

Expansion Valve rusak atau pemasangan Heat Sensitizing salah

• Penyetelan aliran tidak baik

pada Evaporator terlalu banyak Refrigerant dalam bentuk cair

Pemecahannya:

 Periksa pemasangan Heat Sensitizing

 Periksa Expansion Valve, bila rusak ganti

7. Tidak ada kompresi pada kompresor. Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:

AC tidak dingin

Pemeriksaan pada Manifold Gauge:

• Pengukur tekanan rendah : terlalu tinggi

• Pengukur tekanan tinggi : terlalu rendah Kemungkinan penyebabnya:

- Kompresor rusak katup kompresor rusak

Pemecahannya:

• Bongkar dan perbaiki kompresor

• Ganti kompresor dengan type dan kapasitas yang sama

Tabel suara Abnormal pada sistem AC Gejala dan kerusakannya

Tanda-tanda Keadaan Penyebab Perbaikan

Kompresor

berisik Suara knocking dari

compresor Bearing aus atau rusak Silinder atau shaft rusak

Bongkar, ganti

komponen yang rusak

Magnetic clutch

berisik Suara berderit ketika magnetic clutch tidak berkaitan

Bearing aus atau rusak Ganti bearing

(48)

dari pipa Tidak diberi karet Beri karet landasan

Suara dari Kondenser

Kondenser bergetar Mounting kendor Beri karet dan keraskan

Suara berisik

dari bracket Bracket bergetar Bracket kendor atau patah Kencangkan / las / ganti

Idler pulley

berisik Suara gemeretak Bearing rusak

Baut mounting kendor

Ganti bearing Keraskan

Crank pulley berisik

Suara bergetar Pemasangan tidak benar / miring

Bearing rusak

Perbaiki Ganti bearing

Drive belt berisik

Defleksi pada belt Sobek pada belt

Belt kendor Belt rusak

Stel belt Ganti belt

2) Membongkar, Memperbaiki/Mengganti Kerusakan Dan Memasang Kembali Komponen

Pekerjaan yang memerlukan urutan langkah yang benar serta ketelitian, untuk mempermudah pemahaman siswa pekerjaan ini akan disajikan dalam bentuk lembar kerja yang dilengkapi dengan gambar-gambar penjelas.

Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk penggantian dan atau perbaikan komponen yang mengalami gangguan atau kerusakan, dan seluruh tahapan latihan pekerjaan ini benar-benar harus dialami oleh siswa, agar ketercapaian competence Dari

(49)

B. TEST FORMATIF

1. Jika expansion valve tersumbat, maka akibat yang terjadi adalah : a. Sistem tidak bersikulasi dan AC tidak dingin

b. Sistem tetap bersikulasi tetapi AC tidak dingin c. Sistem tetap bersikulasi dan AC tetap dingin d. Sistem bersikulasi dan AC tidak menyembur e. AC tidak berjalan sama sekali

2. Keadaan AC : ketika condenser didinginkan tekanan pada tekanan tinggi terlalu besar tetapi tekanan tekanan di saluran isap kecil, hal ini disebabkan oleh :

a. Ada udara pada siklus pendinginan b. Condenser tersumbat oleh kotoran c. Pengisian refrigerant terlalu banyak d. Blower tidak bekerja dengan sempurna e. Expansion valve membuka terlalu lebar

3. AC tidak dingin, dan pengukur tekanan rendahnya terlalu tinggi sedang pengukur tekanan tingginya terlalu rendah, gejala ini menunjukan kerusakan pada :

a. Condenser b. Evaporator c. Receiver/ dryer d. Compressor e. expansion valve

4. Suara knocking dari compresor, penyebab keadaan ini adalah : a. Ada air di evaporator

b. Evaporator membeku c. Bearing aus atau rusak d. Condenser tersumbat kotoran e. Jumlah refrigerant kurang

5. Keadaan AC, Magnetic clutch berisik dengan gejala Suara berderit ketika magnetic clutch tidak berkaitan. Untuk memperbaiki keadaan ini :

a. Kurangi refrigerant b. Ganti Bearing c. Ganti V Belt

d. Ganti dryer/ receiver e. Tambahkan refrigerant

(50)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. ( 2000 ). Buku Pedoman Dasar AC Yunday Motor.

Anonim. ( ). Buku Pedoman Dasar AC Toyoya.

Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 1., Jakarta: PT Toyota Astra Motor.

Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 2., Jakarta: PT Toyota– Astra Motor.

Anonim. (1993). New Step 2 Training Manual, Heater & Air Conditioning system Jakarta: PT Toyota–Astra Motor.

Anonim. ( ). Service Manual Toyota seri K

Crouse, William H, dan Anglin, Donald L (1986). Automotive Engines.

New York: Mc Graw Hill.

Toboldt, William K, dan Johnson, Larry. (1977). Automotive Encyclopedia.

South Holland: The Goodheart Willcox.

Suharsimi Arikunto. (1988). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan kejuruan . Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti, Proyek Pengembangan LPTK.

Anonim. ( ). Buku Pedoman Dasar AC Suzuki.

(51)

DIAGNOSIS SISTEM AC

OCTOVIAN ANDY SATRIANA, ST

(52)

TUJUAN PEMBELAJARAN

 Menganalisa gangguan yg terjadi pada system AC

 Memeriksa letak gangguan pada system AC

 Menentukan perbaikan kerusakan system AC

 Melaksanakan perbaikan system AC

(53)

Teori pendinginan

Berenang ketika terik matahari Mengoleskan alcohol

(54)

KOMPONEN AIR CONDITIONING

Compressor

Condensor

Receiver /Dryier

Pressure switch

Expansion valve

Evaporator unit

Refrigerant

Thermostat

(55)

PENGERTIAN KOMPONEN AIR CONDITIONING

Kompresor

Fungsinya sangat penting yakni sebagai pemompa freon yang kemudian disalurkan pada seluruh bagian sistem AC.

Ada dua bagian penting dalam kompresor sendiri, yakni saluran hisap dan saluran buang. Keduanya saling bekerjasama untuk memompa udara menuju bagian kondensor. Pada saluran hisap, tekanan yang dimiliki lebih rendah dan dihubungkan ke bagian evaporator.

Berbeda dengan saluran hisap, saluran buang justru memiliki tekanan yang cukup tinggi. Tekanan tinggi pada kompresor ini akan

menghubungkannya ke bagian kondensor

Kondensor

Fungsi kondensor yakni sebagai pendingin dengan cara melepaskan hawa panas dari freon. proses pendinginan ini dibantu oleh cooling fan

Receiver/Dryer

Expansion valve

mengubah freon yang bentuknya cair agar menjadi bentuk gas dengan melewati proses spraying. Proses spraying ini digunakan untuk membuat suhu pada freon bisa menjadi lebih dingin sebelum akhirnya dimasukkan ke evaporator

Evaporator

Setelah keluar dari expansion valve, freon akan masuk ke sebuah perangkat yang dinamakan evaporator. Sebelum dialirkan pada bagian kabin, freon yang sudah diterima oleh evaporator ini akan didinginkan terlebih dahulu.

Hasil pendinginan yang terjadi di evaporator ini akan menghasilkan udara yang segar dan sejuk di dalam kabin. Evaporator ini memiliki nama lain yakni filter AC mobil.

Prinsip kerja dari evaporator ini memang sedikit serupa dengan kondensor

High pressure hose

Fungsi utama bagian ini adalah sebagai saluran yang akan menjadi tempat freon cair mengalir dengan tekanan tinggi. Melihat pentingnya keberadaan High Pressure Hose ini, Anda perlu merawatnya dengan baik.

Diameter dari High Pressure Hose ini lebih kecil jika dibandingkan dengan

(56)

PENGERTIAN KOMPONEN AIR CONDITIONING

Low pressure hose

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan pada poin diatas, Low Pressure Hose memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada sang adik, yakni High Pressure Hose. High Pressure Hose memang difungsikan untuk

menyalurkan freon yang berada dalam bentuk cair.

Sedangkan Low Pressure Hose ini fungsinya untuk menyalurkan freon yang sudah berbentuk gas dari bagian evaporator kembali lagi ke bagian

kompresor. Meski terlihat serupa, namun High Pressure Hose dan Low Pressure Hose memiliki fungsi yang berbeda.

Cooling fan

Cooling fan berfungsi untuk mendinginkan bagian kondensor pada AC mobil yang terletak pada bagian depan radiator mobil.

Blower

Magnetic Clutch

Komponen penting dan canggih ini akan mengatur waktu yang tepat bagi

kompresor untuk bekerja meski pulley pada mesin tetap berputar sebagaimana seharusnya. Keberadaan dari magnetic clutch ini sangatlah penting karena pada saat kompresor mulai bekerja, tekanan pada freon akan menjadi semakin tinggi.

Jika tekanan freon sedang tinggi, magnetic clutch akan menghentikannya.

Thermostat

sebuah sensor yang fungsinya untuk mendeteksi suhu yang ada di dalam evaporator/ menjadi pengatur kerja kompresor AC

Pressure switch

Komponen ini memiliki sensor liquid yang secara otomatis akan bekerja berdasar pada tekanan yang diberikan

Relay

untuk mengalirkan arus listrik yang berasal dari magnetic clutch, blower, dan piranti lain agar tidak terjadi kerusakan pada bagian lain

(57)
(58)

Gambar

Gambar 1. Langkah pendinginan
Gambar 3. Condenser
Gambar 7. Expansion Valve
Gambar 8. Evaporator unit Operasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

KLINIK 24 JAM &amp; RUMAH BERSALIN PERMATA BUNDA CIKARANG (PERMATA BUNDA GROUP) RS HARAPAN KELUARGA CIKARANG.. POLIKLINIK MEKAR MULIA CIKARANG RSIA GRAHA

terintegrasinya negara2 miskin ke dalam sistem perekonomian dunia/ global, tetapi justru karena terlalu intensifnya negara2 maju terintegrasi ke dalam sistem. ekonomi dunia

perusahaan ( income decreasing ), demikian pula yang akan dilakukan oleh CEO yang baru menjabat. Artinya, ia akan melakukan income decreasing , bahkan big bath pada

20 Berbeda dengan al-Qur’an, penjelasan kisah Yusuf yang terkandung dalam Perjanjian Lama pemaparan kisahnya sangat mendetail tapi tidak terkumpul dalam satu surat atau kitab

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan skripsi yang

bahwa untuk memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan

Bagi guru,pentingnya proses berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika Berdasarkan Adversity Quotient (AQ) siswa untuk mengenali dan memahami bakat