• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMULASI NUMERIK UJI EKSPERIMENTAL PROFIL ALIRAN SALURAN MULTI BELOKAN DENGAN VARIASI SUDU PENGARAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SIMULASI NUMERIK UJI EKSPERIMENTAL PROFIL ALIRAN SALURAN MULTI BELOKAN DENGAN VARIASI SUDU PENGARAH"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

SIMULASI NUMERIK UJI EKSPERIMENTAL PROFIL ALIRAN

SALURAN MULTI BELOKAN DENGAN VARIASI SUDU PENGARAH

Syukran1* dan Muh. Haiyum2

1,2

Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh-Medan km. 280 Buketrata – Lhokseumawe

*

E-mail: [email protected]

Abstrak

Teknik multi belokan merupakan salah satu metode yang lazim digunakan dalam optimasi perpindahan panas pada suatu peralatan termal. Pemakaian sudu pengarah pada saluran aliran akan memicu terjadinya peningkatan temperatur aliran. Kaji eksperimen untuk mencari geometri sudu pengarah yang optimal membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Menjawab hal tersebut, diperlukan kaji secara simulasi dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan menguji secara simulasi tingkat kesesuaian hasil simulasi terhadap hasil eksperimental tentang profil aliran dalam saluran multi belokan dengan vasiasi sudu pengarah. Data pengujian mengacu pada karya tulis penelitian terdahulu. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak Gambit 2.2 dan Fluent 6.2.16. Geometri model terdiri atas 3 tipe, yakni saluran tanpa sudu pengarah, saluran dengan sudu pengarah 90º, dan saluran dengan sudu pengarah 105º. Validasi hasil simulasi mengacu pada data eksperimental penelitian terdahulu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil temperatur dalam saluran hasil simulasi cenderung sama dengan data eksperimental. Penyimpangan kecil antara hasil simulasi terhadap hasil eksperimental disebabkan oleh idealisasi pendefinisian kasus.

Kata kunci: Sudu pengarah, simulasi, model, multi belokan

Pendahuluan

Teknik multi belokan merupakan salah satu metode yang lazim digunakan dalam optimasi perpindahan panas pada suatu peralatan termal yang bekerja baik secara konveksi paksa maupun konveksi alamiah. Pemakaian sudu pengarah (baffle) pada saluran aliran akan menciptakan belokan-belokan aliran sehingga saluran memilki profil multi belokan.

Pemanas udara surya merupakan salah satu contoh peralatan termal yang menggunakan sudu pengarah untuk meningkatkan tranfer perpindahan panas antara fluida dan bidang penyerap panas. Adanya sudu pengarah akan memperpanjang daerah aliran fluida antara sisi masuk dan keluar, sehingga waktu kontak antara fluida dan bidang penyerap panas akan lama. Akibatnya temperatur fluida pada sisi keluar akan meningkat drastis dibanding temperatur pada sisi masuk.

(2)

2

Pengkajian mengenai pemakaian sudu pengarah dalam saluran fluida telah benyak diteliti oleh para ahli, antara lain Metzger and Sahm [1] telah melakukan penelitian eksperimental tentang karakteristik perpindahan panas pada saluran multi belokan dengan geometri yang bervariasi dan menyimpulkan secondary flow di sekitar daerah belokan diakibatkan oleh gaya sentrifugal. Chyu [2] meneliti perpindahan panas dalam dua laluan dengan tiga lintasan dan menyimpulkan koefisien perpindahan massa pada daerah belokan sangat tidak seragam. Astarita [3] melakukan pengukuran koefisien aliran didekat belokan dengan menggunakan metode termography infrared dan menyimpulkan adanya pemisahan aliran disekitar belokan. Penelitian-penelitian sekitar pengaruh sudu pengarah tersebut juga masih berlangsung sampai saat ini. Haiyum [4], melakukan penelitian optimasi penyerap panas pada saluran multi belokan dengan variasi sudut kemiringan sudu pengarah 90o dan 105o. Hasil pengujian menunjukkan temperatur maksimum yang dicapai untuk posisi sudu 90o dan 105o adalah 81oC dan 83oC.

Kendala eksperimental yang dihadapi dalam melakukan optimasi lanjut guna mencari posisi dan konfigurasi sudu pengarah pada saluran multi belokan adalah diperlukan pengujian ulang. Modifikasi posisi sudu pengarah secara eksperimental sangat tidak efektif dan efisien. Selain membutuhkan waktu yang panjang juga membutuhkan dana yang besar. Peralatan uji membutuhkan banyak instrumen pengukuran agar dihasilkan hasil uji yang representatif.

Oleh sebab itu diperlukan suatu metode simulasi numerik untuk mengkaji posisi dan konfigurasi sudu pengarah sehingga dapat dijadikan referensi dalam melakukan optimasi perancangan pemanas udara termal.

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara simulasi numerik profil aliran untuk pemanas udara surya pada saluran multi belokan dengan variasi sudu pengarah. Untuk mempermudah simulasi dan validasi hasil, maka data primer yang dijadikan input dalam simulasi dirujuk pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya [4]. Simulasi ini diperlukan untuk melihat kesesuaian terhadap hasil eksperimental sehingga dapat diketahui bahwa tingkat kevalidan hasil simulasi. Dengan demikian, metode simulasi tersebut dapat dijadikan pedoman dalam memprediksi dan mencari optimasi kasus dimasa akan datang.

Metode Penelitian

Saluran fluida yang dijadikan model dalam simulasi berdimensi 250 cm (panjang), 85 cm (lebar), dan 12 cm (tinggi) dengan dimensi sisi masuk dan keluar 35cm (panjang) dan 12 cm (tinggi). Dimensi sudu pengarah 65 cm (panjang) dan 12 cm (lebar). Data dan geometri yang dijadikan rujukan pemodelan simulasi adalah data geometri penelitian [4]. Model yang akan dilakukan simulasi terdiri dari 3 model geometri, yaitu:

1. Saluran tanpa sudu pengarah

2. Saluran dengan sudu pengarah 90o

3. Saluran dengan sudu pengarah 105o

(3)

3

Skematik geometri objek yang dijadikan model ditunjukkan pada Gambar 1.

Tahapan simulasi yang dilakukan pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 2. Input data awal simulasi mengacu pada data temperatur dan laju alir massa udara pada sisi masukan. Pemodelan dilakukan dengan teknik komputasi fluida dinamik. Data inlet simulasi :

- Temperatur : 30oC

- Tekanan : 1 atm

- Kecepatan aliran : 3 m/s

(a). Saluran tanpa sudu pengarah (b) Saluran dengan sudu pengarah 90o

(c) Saluran dengan sudu pengarah 105o.

Gambar 1.Geometri model saluran.

(4)

4

Gambar 2. Diagram alir penelitian

(a). Tanpa sudu pengarah (b). Sudu pengarah 90o

(c). Sudu pengarah 105o

(5)

5 Validasi hasil simulasi. Simulasi hasil simulasi dirujuk pada data penelitian

eksperimental [4] terhadap data hasil simulasi. Validasi hanya dilakukan terhadap data temperatur. Data temperatur hasil eksperimen tersebut ditunjukkan pada Gambar 4.

(a) Data temperatur aliran tanpa sudu pengarah

(b).Data temperatur aliran dengan sudu pengarah 90º

(c).Data temperatur aliran dengan sudu pengarah 105º

(6)

6 Hasil dan Pembahasan

Profil Temperatur (oC). Berdasarkan Gambar 5 terlihat pola temperatur yang

berbeda dari setiap bentuk saluran. Untuk saluran tanpa sudu pengarah, kosentrasi temperatur tertinggi rata-rata pada sisi keluar yang dicapai berkisar antara 55-58oC. Stagnasi aliran terjadi pada area kiri sisi masuk. Hal ini berkaitan dengan geometri saluran Di ujung sisi keluar terjadi stagnasi aliran yang relatif kecil sebagai akibat konfigurasi saluran yang memiliki bentuk sudut antara sisi-sisi saluran.

(a) tanpa sudu pengarah (b). Dengan sudut pengarah 90o

(c) Profil temperatur sudu pengarah 105o

Gambar 5. Profil temperatur saluran (oC)

Selanjutnya profil temperatur untuk saluran dengan sudu pengarah sudut 90o

(Gambar 4.b) menunjukkan temperatur aliran terus meningkat dengan semakin panjangnya proses aliran. Hal ini sebagai akibat pengaruh sudu pengarah yang dipasang pada saluran. Sudu pengarah memicu peningkatan temperatur aliran sebagai efek dari terjadinya turbulensi aliran dengan adanya sudu tersebut. Indikasi terjadinya turbulensi tersebut dapat didasarkan pada keterangan simulasi yang ditunjukan Gambar 6.

Temperatur tertinggi rata-rata yang dicapai pada sisi keluar untuk saluran dengan sudu pengarah 90o berkisar antara 78 – 88oC.

Profil temperatur aliran untuk saluran dengan sudu pengarah 105o mendekati sama

(7)

7

sudut 105o menyebabkan area stagnasi aliran yang lebih besar sehingga hambatan

aliran menjadi besar dibanding sudu pengarah 90o. Temperatur aliran pada sisi keluar berkisar antara 68 – 72oC.

Ditinjau dari segi normalisasi proses aliran, maka posisi sudu pengarah dengan sudut 90o lebih baik dibanding sudu pengarah sudut 105o. Aliran untuk posisi 90o cenderung memiliki hambatan yang tidak terlalu besar. Indikasi ini terlihat dari kecilnya area stagnasi aliran pada saluran.

Vektor kecepatan aliran (m/s). Berdasarkan Gambar 6 di atas dapat dijelaskan

bahwa pemakaian sudu pengarah akan menciptakan aliran turbulen dan stagnasi aliran pada area tertentu dalam saluran fluida. Gambar 6.a, terlihat perbedaan posisi kesejajaran sisi masuk dan keluar menyebabkan terjadi stagnasi aliran pada area kiri sisi masuk. Kecepatan fluida cenderung diam (v=0).

(a) tanpa sudu pengarah (b) dengan sudu pengarah 90o

(c) dengan sudu pengarah 105o

Gambar 6. Vektor kecepatan aliran

Selanjutnya pada saluran dengan sudu pengarah 90o, turbulensi aliran terjadi pada area belokan. Kecepatan aliran meningkat secara signifikan pada sisi-sisi panjang sudu pengarah. Besarnya kecepatan pada daerah tersebut cenderung sama untuk

setiap sudu pengarah. Sedangkan untuk saluran dengan sudu pengarah 105o, terjadi

(8)

8

menyebabkan aliran cenderung stagnasi (v=konstan). Kosentrasi kecepatan terjadi sepanjang sudu pengarah dengan pola yang mendekati sama dengan saluran

dengan sudu pengarah 90o.

Validasi hasil simulasi. Simulasi hasil simulasi dirujuk pada data penelitian

eksperimental [4]. Validasi hanya dilakukan terhadap data temperatur.

Dari Gambar 4 dan 5 di atas dapat disimpulkan bahwa data temperatur aliran dalam proses aliran mendekati sama antara hasil simulasi terhadap hasil pengujian eksperimental.

Ketidaksesuaian kecil dari data-data tersebut sebagai efek dari idealisasi kasus dalam simulasi dan kesalahan tertentu tertentu pada pengujian secara eksperimen. Namun demikian hasil pengujian dapat dikatakan valid untuk dijadikan rujukan dalam analisis lanjut tentang profil aliran pada saluran.

Hasil simulasi ini dapat dijadikan referensi dalam melakukan modifikasi sudu pengarah maupun konfigurasi saluran dalam upaya optimasi termal.

Referensi

[1] D.E. Metzger, and M.K. Sahm, J. Heat Transfer (1986), 500-506. [2] M.K. Chyu, J. Heat Transfer 113 (1991), 63-70

[3] T. Astarita, G. Cardone and G.M Carlomagno, Heat transfer and surface flow visualization around a 180 deg turn in a rectangular channel, Heat Transfer in Turbulent Flows, ASME HTD-318, 1995, 161-168.

[4] M. Haiyum, Optimasi Penyerap Panas memanfaatkan energi matahari dengan teknik

multi belokan tajam, (Thesis Magister, Program Studi Teknik Mesin Universitas Sumatera

Utara, 2008)

Gambar

Gambar 1.Geometri model saluran.
Gambar 3. Hasil Diskritisasi Model
Gambar 6. Vektor kecepatan aliran

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, seorang dokter hanya dituntut untuk dapat memberikan pelayanan medis yang profesional dan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang sudah teruji kebenarannya..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kolam dan dana penguatan modal secara serempak berpengaruh terhadap produktivitas dan pendapatan usaha pembesaran ikan dan

Teknologi Penanganan dan Pengelolahan untuk Peningkatan Produksi Mutu dan Keamanan Susu Sapi Segar di Indonesia dalam Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol.. Balai

Hubungan Antara Kadar Seng (Zn) dengan Memori Jangka Pendek pada Anak Sekolah Dasar.. Thesis, Universitas

Sebagai bahan masukan untuk instansi terkait dan untuk memperbaiki Sistem Pengendalian Internal Kas bagi RSUD Pirngadi Kota Medan pada masa yang akan datang sehingga

Terbuktinya hipotesis pertama pada penelitian ini disebabkan karena konsumen menilai bahwa elemen yang ada dalam strategi diferensiasi yang meliputi

Faktor internal kesulitan belajar akuntansi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap prestasi belajar akuntansi dibandingkan dengan faktor eksternal yang

Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, dan karunia-Nya kepada saya sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas