Do You Know KTSP?? SD PEL 11 & 12

Download (0)

Full text

(1)

PELAJARAN 11

KABAR MALAIKAT KEPADA MARIA

TUJUAN PEMBELAJARAN

Agar pada akhir pelajaran siswa dapat;

 Mengungkapkan perasaan-perasaannya ketika mendengar suatu kabar baik.  Menceritakan kisah “Kabar Gembira Malaikat kepada Maria”.

 Mengucapkan kata-kata salam dari Malaikat kepada Maria.  Mengucapkan doa Salam Maria.

BAHAN KAJIAN

 Perasaan-perasaan ketika mendengar suatu kabar baik.  Bunda Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat.

 Situasi sosial-religius masyarakat Palestina pada zaman Maria.

SUMBER BAHAN

 Hofman Ruedi, SJ, Seratus Cerita Alkitab, Kanisius, Yogyakarta, 1984.  Lalu Yosef, Pr, Allah Memanggil Kita, Buku PAK SD, Kurikulum ’84, PUSPAS

KAE, Ende, 1986.

METODE : Percakapan/tanya jawab – menyanyi – cerita peneguhan – mewarnai -gambar.

SARANA

 Buku Siswa.

 Kitab Suci / Gambar kunjugan Malaikat pada Maria.

WAKTU : 2 x 30 menit.

Catatan: Apabila pertemuan ini dibawakan dalam dua kali pertemuan atau lebih maka pelaksanaanya diatur oleh guru.

PEMIKIRAN DASAR

Kabar gembira atau berita baik selalu membawa suasana bahagia bagi yang menerimanya, khususnya bagi anak-anak. Setiap orang yang menerima Kabar Baik itu menanggapinya dengan cara berbeda-beda. Ada yang menerimanya dengan rasa syukur, ada yang menerimannya dengan berteriak histeris, ada yang menerimanya dengan diam/membisu, ada yang menerimanya dengan perasaan bingung, ada yang menerimanya dengan bersukaria, ada yang menerimanya dengan rasa terkejut dan tidak percaya, ada pula yang menerimanya dengan air mata haru, dan bahkan ada yang menerimanya dengan berat hati, meski kabar itu menggembirakan.

(2)

gembira, karena kerinduannya dan juga kerinduan bangsa Israel pada umumnya akan kedatangan Mesias, mulai terjawab sebagaimana kata Malaikat: “Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya tahkta Daud, Bapa leluhurnya”. Sebagai orang Yahudi, Maria tahu betul, bahwa Daud adalah seorang raja. Sebagaimana orang Yahudi. Maria menantikan kehadiran seorang Penyelamat yang membebaskan bangsanya dari jajahan bangsa Romawi. Maria pun merasa cemas atas berita itu, karena ia sendiri masih seorang gadis perawan, belum dinikahi oleh tunangannya, Yusuf, si tukang kayu dari Nazareth itu. Bagaimana pandangan masyarakat, kalau ia diketahui hamil tanpa nikah? Meski demikian, malaikat Gabriel meneguhkan hatinya bahwa anak yang akan dilahirkan itu berasal dari Roh Kudus, bukan dari seorang manusia. Maria pun menjawab berita Malaikat itu dengan penuh iman kepercayaan: “Terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Maria sepenuhnya menyerahkan diri pada panggilan Allah dan sekaligus menerima tugasnya untuk menjadi ibu Penyelamat manusia dengan penuh suka-cita, meski menghadapi banyak tantangan dikemudian hari.

Pembukaan : Doa, misalnya Ya Allah, Bapa yang Mahabaik.

Hari ini kami mau belajar tentang kabar malaikat, kepada Maria, yang menyampaikan

(3)

menyambut berita itu bukan? Dan lebih menyenangkan lagi kalau kamu sudah lama menunggu kedatangan adik. Yah, kabar gembira pasti membuat setiap orang senang. Dan biasanya kitapun menceriterakan kegembiraan itu kepada orang lain. Nah, kalau kita mendengar kabar gembira, pertama-tama kita perlu bersyukur kepada Tuhan yang memberikan semuanya itu. Tuhan memang senang kalau kita senang.

2. Membaca Ceritera Kitab Suci tentang kabar malaikat kepada Maria. ;

MALAIKAT MENGUNJUNGI MARIA (Bdk. Lk 1:26-38)

Pada jaman dahulu kala, ada sebuah kota kecil bernama Nazareth di negeri Palestina. Penduduknya hidup miskin dan sederhana. Tetapi mereka selalu tekun berdoa, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama di Sinagoga, bahkan sering di rumahnya masing-masing. Mereka sedang menanti-nantikan seorang Raja Penyelamat, yang telah diramalkan para nabi.

Diantara penduduk kota kecil itu, ada seorang gadis bernama Maria, anak dari Yoakim dan Anna. Maria sangat rajin bekerja, dan berdoa. Hidupnya sangat saleh, dan baik hati kepada sesamanya. Ia tidak henti-henti berdoa untuk kedatangan Juru Selamat. Dalam doanya Maria berkata: “Ya Tuhan kasihanilah kami, kirimkanlah Juru Selamat kepada kami”. Amin.

Nah, pada suatu hari, Maria berdoa seorang diri dalam kamarnya yang telah dikunci. Ia berdoa dengan segenap hati, sehingga bunyi apapun disekitarnya tidaklah mengganggu dirinya. Tiba-tiba terdengar suara seseorang menyapanya. “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu”. Maria sangat terkejut mendengar salam itu. Lalu ia bertanya, “Siapakah engkau?” Jawab malaikat itu, “Aku ini Gabriel, malaiat Tuhan. Aku membawa berita gembira bagimu”.

Bertambah heranlah Maria dan menjadi takut. Melihat Maria takut, malaikat Gabriel berkata “Jangan takut, hai Maria, karena engkau berkenan dan dicintai Tuhan, engkau akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaknya engkau menamai Dia Yesus. Dia akan menjadi besar dan orang akan menyebut-Nya Putera Allah yang Mahatinggi”.

Kata Maria kepada Gabriel, “Bagaiana hal itu terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat Gabriel kepadanya, “Roh Kudus akan turun ke atasmu. Dan kuasa Allah akan menaungi engkau. Saudaramu Elisabeth yang mandul itu, tiga bulan lagi akan melahirkan walaupun ia sudah tua. Semuanya mungkin bagi Allah”. Mendengar itu maka Maria menjawab “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kperkataanmu”. Setelah itu lenyaplah malaikat Gabriel dari hadapannya.

(4)

 Apakah Maria mengerti kata-katanya?

 Apakah Maria menerima kabar dari malaikat itu?  Dari siapa datangnya kabar itu?

 Apakah akhirnya Maria menerima kabar dari Tuhan? Apa katanya?

 Kalau Tuhan meminta sesuatu dari kamu, apakah akan kamu terima? Mengapa? Apa katamu?

3. Menyanyi.

SALAM MARIA BAGIMU

1. / 3 4 5 6 / 5 4 3

1. Sa - lam Ma- ri- a, ba- gi- mu.

2. Tu - han Al- lah be - ser- ta- mu.

5 / 1. 1. 7 2. 1. / 7 6 5

1. Eng - kau pe- ra- wan dan i - bu.

2. Eng - kau- lah Ha- wa yang ba- ru.

5 / 1 5 6 6 /5 4 3

1. Di - ka – bar kan Sang ma – lai - kat. 2. Engkau ke – tu - run- an ra - ja.

2 / 3 5 4 3 / 4 2 1 1. Bah - wa Engkau pe - nuh rahmat. 2. Wa - ni - ta yang ter - mu li - a.

Untuk diingat

Mailakat Gabriel membawa berita gembira dari Tuhan. Maria dipilih menjadi bunda Yesus. Maria menjawab: Terjadilah padaku menurut kehendak Allah.

EVALUASI

 Apa yang malaikat Gabriel sampaikan kepada Maria?  Apakah Maria menerimanya? Mengapa?

 Apa katamu kalau Tuhan meminta sesuatu darimu?

(5)

PELAJARAN 12 KELAHIRAN YESUS

TUJUAN PEMBELAJARAN Agar siswa mampu;

 Menceritakan kisah kelahiran Yesus, menyebutkan identitas dirinya.

 Menyebutkan siapa saja yang hadir dalam peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem.

 Menyebutkan perasaan-perasaannya saat merayakan pesta Natal.  Menjelaskan arti natal bagi hidupnya.

BAHAN KAJIAN

 Makna kelahiran Yesus di Betlehem.

 Tokoh-tokoh yang hadir dalam peristiwa kelahiran Yesus.

SUMBER BAHAN

 Hofman Ruedi, SJ, Seratus Cerita Alkitab, Kanisius, Yogyakarta, 1984.  Kitab Suci: Luk 2:1-20.

 Lalu Yosef, Pr, Allah Memanggil Kita, Buku PAK SD, Kurikulum ’84, PUSPAS KAE, Ende, 1986.

METODE : Tanya jawab – cerita – menyanyi – mewarnai gambar. SARANA

 Kitab Suci.  Buku Siswa.

 Gambar kelahiran Yesus di kandang Domba Betlehem.  Teks lagu “Para Malaikat Bernyanyi”.

WAKTU : 2 x 30 menit.

Catatan: Apabila pertemuan ini dibawakan dalam dua kali pertemuan atau lebih maka pelaksanaanya diatur oleh guru.

PEMIKIRAN DASAR

Peristiwa kelahiran bayi selalu merupakan berita gembira bagi siapa saja, termasuk bagi anak-anak.

Peristiwa kelahiran Yesus merupakan Kabar Baik, karena sudah dinanti-nantikan oleh bangsaNya, yaitu bangsa Israel. Ia sudah diramalkan para nabi sebagai Juru Selamat.

(6)

diperintahkan Kaisar Agustus, tidak lain bermaksud untuk menarik pajak dari rakyat Palestina untuk kepentingan ekonomi bangsa Romawi. Dalam kesengsaraan ini, mereka menantikan kehadiran seorang Penyelamat dari Allah yang disebut Mesias itu.

Di luar dugaan banyak orang pada masa itu ternyata Sang Penyelamat yang dinanti-nantikan itu lahir dalam suasana miskin dan hina. Mungkin karena itu banyak orang tidak mengetahui bahkan menolak-Nya. Orang-orang Betlehem tidak mau membuka pintu rumah mereka bagiNya. Raja mereka, Herodes, bahkan mau membunuhNya. Yang datang menemuiNya hanya orang-orang miskin, yaitu para gembala, dan orang-orang dari dunia sebelah Timur.

Raja kaum miskin dan hina dina sengaja dilahirkan dalam suasana yang demikian, supaya orang yang paling hina dan sampah masyarakatpun dapat mencapaiNya.

Pembukaan : Doa, misalnya; Allah Bapa kami di surga.

Pada hari ini kami akan mendengar ceritera tentang Putera-Mu Yesus yang lahir

dalam kandang domba di Betlehem yang dingin. Setiap hai Natal kami melihat Tuhan Yesus

sebagai seorang bayi yang mungil, miskin, dan lemah.

Yesus datang ke dunia karena Diamencintai kami anak-anakmu. Terima kasih, ya Bapa.

PENGALAMAN BELAJAR

1. Membaca dan Mendalami Ceritera Kitab Suci tentang kelahiran Yesus = Ceriterakan kisah kelahiran Yesus di bawah ini dengan bahasa anak.

KISAH KELAHIRAN YESUS (Mt 1: 18-25; Luk 2:1-20)

Setelah menerima berita dari malaikat Gabriel, Maria yang masih gadis itu pun hamil. Ia hamil atas kuasa Roh Kudus. Melihat keadaan Maria, Yusuf tunangannya mau meninggalkannya dengan diam-diam. Tetapi Tuhan tahu maksud Yusuf, sehingga ia mengutus ia mengutus malaikat-Nya untuk memberitakan, bahwa Maria mengandung atas kuasa Allah sendiri. Maka akhirnya Yusuf menerima Maria.

Menjelang kelahiran anak Maria, ada perintah dari Kaisar Agustus di Roma, agar semua penduduk mendaftarkan diri di tempat asalnya masing-masing. Yusuf dan Maria berasal dari Betlehem, maka mereka harus pergi mendaftarkan diri di Betlehem. Padahal Maria sedang menunggu kelahiran bayinya.

(7)

lagi orang tahu mereka berasal dari kampung Nazareth, maka tak ada orang yang mau menerima mereka. Semua penginapan yang mereka datangi menolak. Semua pemiliknya menjawab bahwa penginapan mereka sudah penuh. Padahal sudah larut malam, maka tak baik bagi Maria bila harus bermalam di emperan toko atau di emperan rumah orang.

Terpaksa Yusuf mengantar Maria ke sebuah gua. Gua itu tempat berteduh para gembala beserta kawanan kambing dan domba mereka di waktu hujan. Terlihat kotoran kambing dan domba tercecer dimana-mana. Baunya tak sedap. Di sana sini hanya ada jerami dan sebuah palungan tempat minum kambing dan domba. Di dalam gua itulah Maria berbaring dan pada malam itu pula anak Maria lahir. Seorang bayi laki-laki manis dan elok parasnya. Bayi itu dibaringkannya dalam palungan, dibungkus dengan kain lampin beralaskan jerami. Yusuf memandangi-Nya dengan wajah sedih.

Tidak jauh dari situ gembala-gembala sedang menjaga kawanan domba mereka. Sekonyong-konyong datanglah utusan Tuhan berdiri di depan mereka; “Aku datang menyampaikan kabar gembira kepada kamu. Hari ini Juru Selamat yang telah lama dinantikan, yaitu Kristus, Tuhan, telah lahir di Betlehem. Pergilah untuk melihat. Kamu dapat mengenalNya, karena Ia terbungkus dengan kain lampin dan dibaringkan di dalam palungan”. Ketika itu juga tampaklah bala tentara surga memuliakan Tuhan.

Delapan hari kemudian, bayi itu diberi nama Yesus, seperti yang disampaikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria.

Demikianlah kisah tentang kelahiran Yesus, Putera Allah. = Mendalami Kitab Suci.

 Mengapa Maria dan Yusuf ke Betlehem?  Apakah Maria dan Yusuf diterima di Betlehem?  Dimanakah Maria melahirkan Puteranya?  Siapa-siapa yang datang waktu Yesus lahir?

 Sukakah kamu mengunjungi Yesus di palungan Natal? Mengapa?  Apa yang kamu katakan kepada bayi Yesus?

2. Meresapi pesan Kitab Suci

= Ajaklah anak-anak untuk mendengar ceritera di bawah ini;

WILLY DAN BAYI YESUS

Anak-anak, ada seorang anak SD kelas dua bernama Wlly. Ia tidak terlalu pintar. Ia anak orang miskin. Pakaiannya sangat sederhana. Oleh karena itu ia tidak mempunyai banyak teman. Teman-teman sekelasnya tidak mau bergaul dengan dia, sebab dia miskin dan tidak pandai. Wlly selalu duduk di kelas sendirian, bermain sendirian, pulang sekolah sendirian.

(8)

Semua gambar sangat indah. Ketika Wlly menunjukkan gambarnya, teman-temannya menertawakan dia. Mengapa? Wlly menggambarkan dua bayi di palungan itu! Ketika guru menanyakan kepada Willy, mengapa ada dua bayi, dengan menangais, Willy berkata; “Itu bayi Yesus dan saya. Bayi Yesus tentu mau berteman dengan saya”.

= Ajaklah siswa untuk meresapi ceritera diatas.

 Apakah kamu kira Yesus mau berteman dengan Willy? Mengapa?

 Apakah kamu suka bersahabat dengan teman-teman kelasmu yang seperti Willy? Mengapa?

= Penugasan dari guru.

Yesus telah datang ke dunia karena Dia sangat mencintai kita. Dia mau dilahirkan dikandang dan dibaringkan dalam palungan sebagai anak yang miskin untuk menunjukkan bahwa Dia suka bersahabat dengan anak-anak yang miskin. Ia mau bersahabat dengan anak-anak yang miskin. Ia mau bersahabat dengan semua anak.

3. Menyanyikan lagu “Yesus Slamat Datang”. 1 = G, 4/4

1 1 1 7 / 6 . 5 / 1 1 2 2 / 3 1. Yesus sla mat datang ha ri la hir Mu. 2. Hari lahir Kristus bukti yang nyata.

3 / 3 3 3 3 / 5 . 3 3 / 2 . 3 / 1 . . 0 / 1. La ma di tung gu u mat dengan rin du. 2. Be ta pa cinta Tuhan pa da kit

1 1 2 3 / 4 3 2 1 / 1 7 6 6 / 5 . . 0 / 1. Dahu lu pa ra na bi lah di ki rim Tu han. 2. A manat Ye sus yang diba wa da ri Ba pa.

2 1 2 3 / 4 . 3 2 / 1 6 7 1 / 2 . . . / 1. Putra Nya ki ni yang menja di u tus an. 2. Ampun un tuk do sa ba ha gia di sur ga.

5 . 6 7 / 1 1. Sla mat da tang. 2. Cin ta Tu han. Untuk diingat

(9)

EVALUASI

1. Mengapa Yesus mau lahir sebagai anak miskin?

Figure

Updating...

References