• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARAB PRA ISLAM. A. Bangsa Arab Pra Islam BANGSA Semit, anak keturunan Sam bin Nuh.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ARAB PRA ISLAM. A. Bangsa Arab Pra Islam BANGSA Semit, anak keturunan Sam bin Nuh."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ARAB PRA ISLAM

A. Bangsa Arab Pra Islam

BANGSA Semit, anak keturunan Sam bin Nuh.

Bangsa Arab Baidah sudah punah, karena itu mereka disebut Baidah yang bermakna

‘yang telah lenyap’.

Arab Baqiyah artinya yang masih ada mendiami Jazirah Arab

sampai saat ini.

Bangsa Arab abad ke-4- 6 M.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab

Kaum ‘Ad, Tsamud, Kabilah Tasm, Amaliqah, dan Jadis.

Arab Baidah Arab Baqiyah

(2)

ARAB PRA ISLAM

Bangsa Arab Baqiyah

Arab Aribah Atau Qahtaniyah

Keturunan dari Qahtan. Mereka mendiami wilayah Yaman.

Musta’rabah artinya TERARABKAN Disebut juga Adnaniyah karena ada

salah seorang dari keturunan Nabi Ismail AS yang bernama Adnan.

Kabilah Jurhum, Kahlan, dan Himyar

Kerajaan Kindah (529-480 SM), Main dan Qatban (1200-700 SM), Saba’

(955-115 SM), dan kerajaan Himyar

Ismail menikah dengan salah seorang puteri kabilah Jurhum dari Bani Qahtan yang menurunkan dua belas orang anak. Dari dua belas anak itu, membentuk suku Quraisy, suku

yang kelak menurunkan Nabi Muhammad SAW.

Arab Musta’rabah atau Adnaniyah

Ibrani atau

Suryani

(3)

ARAB PRA ISLAM

• B. Kepercayaan Bangsa Arab Pra Islam

Agama Wahyu

Masyarakat Arab pra Islam menganut agama Nabi Ibrahim AS, yaitu agama hanif, agama yang mengajarkan berserah diri kepada Allah SWT.

Zuhair ibn Abi Salma dan Zaid bin Amr bin Nufail

1. Agama Hanif (Agama Nabi Ibrahim

Nenek Moyang

Orang yang memperkenalkan penyembahan berhala kepada bangsa Arab adalah Amir bin Luhay al Khuza’i, salah seorang pembesar suku Khuza’ah.

Latta

Berhala orang Tha’if

Manatta

Berhala Kabilah Hudzail, Khuza’ah, ‘Aus, dan Khazraj

Uzza

Berhala orang Quraisy

Suwa’ yang disembah orang

Yanbu’, Wadd disembah suku Kalb, Yaghut disembah suku Madhij, dan Ya’uq disembah suku Khiwan, penduduk Sana’a,

Yaman

(4)

ARAB PRA ISLAM

• B. Kepercayaan Bangsa Arab Pra Islam

Agama Wahyu Nenek Moyang

2. Yahudi

Menyembah Malaikat

Jin

Hantu

Setan Orang-orang Yahudi melarikan diri

(eksodus) ke wilayah Hijaz bagian utara karena serangan Raja Nebukadnezar atas Babilonia dan Assyria pada tahun 578 SM. Eksodus besar-besaran terjadi lagi pada tahun 70 M saat mereka dikuasai bangsa Romawi dan terus berlanjut saat Romawi di bawah kekuasan Kaisar Adrianus tahun 132 M.

(5)

ARAB PRA ISLAM

• B. Kepercayaan Bangsa Arab Pra Islam

Agama Wahyu

Agama Budaya 3. Nasrani

Agama Nasrani masuk ke jazirah Arab sekitar tahun 340 M yang ditandai oleh invasi bangsa Romawi dan Habasyah.

Waraqah bin Naufal.

1. Majusi

Agama Majusi banyak dianut bangsa Arab yang tinggal di wilayah Persia seperti Irak, Bahrain, Hajar, dan beberapa wilayah di sekitar pantai Teluk Arab

2. Shabi’i

Mereka adalah penduduk Bani Kildan di Syam dan Yaman. Mereka menyembah bintang-bintang,

planet-planet, dan matahari

(6)

ARAB PRA ISLAM

• C. Sosial Budaya Bangsa Arab Pra Islam

Materi

Non Materi Budaya

Bukti arkeologis sisa-sisa puing-puing bendungan Ma’arib yang dibangun pada masa kerajaan Saba’ di

Yaman, wilayah Arab bagian selatan. Wilayah Hijaz, memiliki aspek budaya nonmateri yang tidak kalah maju. Di antara mereka tidak sedikit para pujangga dan penyair ulung, penutur cerita prosa, ahli pidato, ahli peribahasa, dan penunggang kuda yang tangkas.

Karakter Positif Bangsa Arab

Kuat hafalannya, rela berjuang demi keyakinan, setia menjaga kehormatan, senang dengan persamaan, kuat dalam tekad, dermawan, dan teguh memegang janji dan amanah.

(7)

ARAB PRA ISLAM

• C. Sosial Budaya Bangsa Arab Pra Islam

Karakter Negatif Bangsa Arab

Meminum khomer (miras), berjudi, berzina, mencuri, dan merampok.

Membangga-banggakan nasab sambil mencela keturunan, meremehkan, dan menghina orang miskin yang lemah.

Kaum wanita dipandang rendah dan dianggap sebagai harta yang bisa diwariskan dan diperjualbelikan.

Kabilah mengubur anak perempuan hidup-hidup dengan alasan memelihara anak perempuan sampai dewasa dipandang sebagai beban dan aib bagi kabilahnya.

Faktor

Pertama, kehidupan mereka yang jauh dari masa kenabian dan para Nabi.

Kedua, mereka tidak terikat pada norma-norma atau aturan moral yang ketat.

Dan ketiga, kehidupan gurun pasir yang tandus dan keras.

Ayyam al-Arob

Ayyam al-‘arab (hari-hari orang Arab) merupakan contoh fenomena sosial bangsa Arab pra Islam.

Ayyam al-‘arab berkisah tentang permusuhan antar suku yang muncul akibat persengketaan seputar hewan ternak, padang rumput, dan mata air.

(8)

ARAB PRA ISLAM

• D. Ekonomi Bangsa Arab Pra Islam

Perdagangan Peternakan Pertanian

Arab Badui. Umumnya mereka orang-orang Arab Utara yang biasa hidup berpindah-pindah

(nomaden). Mereka berpindah-pindah dari satu daerah menuju daerah yang sedang mengalami musim hujan atau ke padang rumput sambil membawa ternak.

Mereka mengonsumsi daging dan susu, membuat pakaian dari wol (bulu domba), kemah dari kulit ternak, dan perabot rumah tangga dari hasil peternakannya.

Penduduk perkotaan, misalnya penduduk Mekah, terutama suku Quraisy.

Aktivitas perdagangan orang-orang Quraisy mempertimbangkan musim.

Mereka biasa melakukan perjalanan dagang ke Yaman pada musim dingin dan ke Ysyam di musim panas.

Kebiasaaan melakukan perjalanan dagang pada dua musim itu bermula saat masyarakat Quraisy dipimpin oleh Hasyim bin Abdul Manaf, nenek moyang Rasulullah SAW.

Arab perkotaan yang bertempat tinggal di daerah subur seperti Yaman, Madinah, Najd, Khaibar, dan Thaif banyak bergantung pada hasil pertanian dan ternak gembalaan. Wilayah Thaif misalnya, merupakan pemasok sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga.

Bahan baku parfum khas Saudi saat ini semacam ambar, misik, dan jasmin, banyak dihasilkan dari kawasan ini.

(9)

ARAB PRA ISLAM

• C. Sosial Budaya Bangsa Arab Pra Islam

(10)

ARAB PRA ISLAM

• D. Ekonomi Bangsa Arab Pra Islam

Perdagangan

(11)

ARAB PRA ISLAM

Pasar Ukaz

❑ Pusat perdagangan di Mekah pasar Ukazh, Mijannah, dan Zul Majaz.

❑ Ukazh merupakan pasar terbesar dan paling ramai pengunjungnya. Pasar ini dikunjungi orang-orang Arab dari berbagai daerah di seluruh Arab dengan mayoritas pengunjung berasal dari Qabilah Mudhar.

❑ Bukan hanya sebagai tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi pusat pertemuan para pakar sastra, penyair, dan para orator. Mereka berkumpul untuk saling menguji kemahiran berbahasa.

❑ Ukazh menjadi pusat peradaban,

pertukaran budaya, dan pusat

pertunjukkan seni sastra.

(12)

ARAB PRA ISLAM

Pasar Ukaz

Tokoh sastra yang pernah menjadi pemenang Pasar Ukazh.

▪ An-Nabighah Adz-Dzubyani.

▪ Hasan bin Tsabit,

▪ Khansa,

▪ Umar bin Khaththab,

▪ dan Hindun binti ‘Utbah

▪ Umru al-Qays (w.540 M),

▪ al-Harits (w.564 M),

▪ Antarah (w. 615 M),

▪ Amer (w. 622 M),

▪ Lubaid (w. 622M), Ibnu Kultsum,

▪ dan al-Qamah.

Juri lomba sastra di pasar Ukazh:

▪ Aktsam bin Shaifi,

▪ Hajib bin Zurarah,

▪ Al-Aqra’ bin Habis,

▪ Amir bin Azh-Zharib,

▪ Abdul Muthalib,

▪ Abu Thalib,

▪ dan Shafwan bin Umayyah.

(13)

ARAB PRA ISLAM

• E. Sistem Politik Mekah Pra Islam

Kekuatan Politik Jazirah Arabia

Kurun SM

Kekaisaran

Kerajaan Kindah.

Kerajaan Main.

Kerajaan Qatban.

Kerajaan Saba’.

Kerajaan Himyar.

Kerajaan Hirrah.

Kerajaan Ghassan.

Byzantium (Romawi Timur) Kristen yang menguasai Asia kecil, Siria, Mesir, dan sebagian daerah Italia, serta sejumlah kecil wilayah di pesisir Afrika Utara.

Byzantium Yaman Sasanid Persia

Kekuasaan Persia pengant Zoroaster terbentang dari Irak dan Mesopotamia hingga pedalaman timur Iran serta Afghanistan.

Hijaz

Interaksi masyarakat Arab dengan Kekaisaran Byzantium dan Persia, serta persaingan antara agama Yahudi, Nasrani, dan Zoroaster, menunjukkan keadaan politik Jazirah Arabia sebelum Islam berlangsung sangat dinamis dan terbuka.

(14)

ARAB PRA ISLAM

• E. Sistem Politik Mekah Pra Islam

Politik Jazirah Arabia Pra Islam

Pemeliharaan Ka’bah

Menganut faham

kesukuan (qabilat) dan tata sosial politik tertutup dengan pastisipasi warga yang terbatas di mana faktor keturunan lebih penting dari pada kemampuan.

Tidak jarang, segala persoalan kepentingan sosial, politik, dan ekonomi diselesaikan dengan peperangan.

Ka’bah merupakan bagian dari tata aturan masyarakat Arab karena menyangkut

pemeliharaan rumah

Allah dan para tamu. Ada

jabatan-jabatan penting

yang dipegang orang

tertentu, seperti juru

kunci yang dipegang

Qushayy bin Qilab,

(kabilah Quraisy), kakek

keempat Nabi SAW pada

pertengahan abad ke-5

M.

(15)

ARAB PRA ISLAM

• E. Sistem Politik Mekah Pra Islam

Pemeliharaan Ka’bah

As Sadaanah atau Al-Hijaabah, bertugas mengurus Ka’bah.

As-Siqayah, bertugas menyediakan air tawar bagi jamaah haji.

Ar-Rifadat, bertugas menyediakan makanan untuk jamaah haji.

Ar-Raayah, bertugas mengibarkan panji perang.

Al-Qiyaadah, bertugas memegang komando dalam perang atau kafilah dagang.

Al-Asynaf, bertugas mengawasi harta-harta benda.

Al-Qubbah, memegang tanggung jawab atas keperluan-keperluan perang.

Al-’ainnaah, bertugas memegang tanggung jawab atas hewan tunggangan pada saat perang.

Nadwat, bertugas mengurus tempat musyawarah dan tempat berkumpul para pembesar Quraisy yang telah berusia lebih dari 40 tahun untuk membicarakan perkara-perkara penting.

Al-Masyuurah, bertugas memberi nasihat dalam perkara-perkara penting.

As-Shafaarah, bertugas menjadi duta untuk melakukan perundingan.

Al-Asyar, bertugas mengurus patung-patung pilihan.

Al-Hukuumah, bertugas melerai dan mendamaikan orang-orang yang bertikai.

Al-Amwaal al-Muhajjarah, bertugas menjaga harta benda yang dipersembahkan untuk tuhan-tuhan mereka.

Al-Imaarah, bertugas melarang suara bising dan keributan di sekitar Ka’bah.

(16)

ARAB PRA ISLAM

• F. Peradaban Dunia Menjelang Kedatangan Islam

Yunani India Persia Romawi

Mewariskan bidang filsafat. Namun perdaban ini terlalu memuja akal dan kebebasan, tidak mengenal akhlak, dan anti kemanusiaan.

Mewariskan kedokteran, matematika, dan astronomi. Hanya saja, mereka meninggalkan beban kemanusiaan yang berat. Mereka membagi-bagi manusia dalam kasta-kasta yang merendahkan martabat satu manusia pada

manusia lain.

Kasta-kasta itu menjadi rujukan undang-undang negara.

Mahir dalam politik, ketatanegaraan, dan peperangan. Hanya saja, peradaban Persia sangat mendewakan syahwat dan kemewahan, suka berperang, dan mengultuskan kerajaan.

Contoh bahwa peradaban ini mendewakan syahwat misalnya Yazdajird II. Dia memerintah di akhir kurun kelima Masehi. Yazdajird II menikahi putrinya kemudian membunuhnya. Bahram Jubain yang berkuasa pada kurun keenam menikahi saudarinya sendiri.

Mewariskan undang-undang ketatanegaraan baru di Mereka

mampu membuat

undang-undang yang mengatur hubungan individu dan masyarakat serta gambaran hak dan kewajiban. Namun perdaban Romawi mewariskan perbudakan.

Perbudakan dan perlakuan buruk pada budak dilegalkan undang-undang negara.

Diceritakan, seorang bernama Agustus telah menangkap 30.000 budak yang melarikan diri. Semua budak yang tidak dicari pemiliknya itu disalib.

(17)

ARAB PRA ISLAM

• F. Peradaban Dunia Menjelang Kedatangan Islam Dunia sebelum Islam benar-benar rusak.

Kerusakan merajalela dalam setiap sisi kehidupan

politik, ekonomi, masyarakat, agama, dan budaya

sama rata. Tidak ada masyarakat yang berdiri di

atas dasar-dasar akhlak dan kemuliaan. Tidak ada

mahkamah yang menegakkan dasar-dasar

keadilan dan rahmat. Tidak ada pula pemimpin

yang membangun di atas ilmu dan hikmah. Tidak

pula agama sahih dari jejak para Nabi.

(18)

ARAB PRA ISLAM

• G. Kedatangan Nabi Pembawa Rahmat dan Kedamaian

Tanda-Tanda Kenabian

Pada usia 2 tahun Dada Muhammad dibelah dan dibersihkan

Pada usia 12 tahun, awan menaungi dirinya dan rombongan kafilah

Abu Umayya bin Al-Mughira dari Bani Makhzum,, “Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini.” Pada saat mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru, “Ini al-Amin; kami dapat menerima keputusannya.”

Referensi

Dokumen terkait