• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Tinjauan Pustaka. Penelitian Terdahulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. Tinjauan Pustaka. Penelitian Terdahulu"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

2 1. Pendahuluan

Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin pesat berdampak ke berbagai aspek kehidupan manusia terutama dalam dunia pendidikan baik pada tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas mau pun perguruan tinggi. Teknologi di dalam dunia pendidikan memiliki peran sebagai media pembantu yang memudahkan terwujudnya aktivitas – aktivitas belajar mengajar, sebagai media pembantu mempermudah administrasi, juga sebagai media pembantu evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Evaluasi merupakan suatu rangkaian untuk memperoleh, menganalisis data dari proses belajar dan hasil belajar mahasiswa yang berkesinambungan sehingga dapat diperoleh informasi untuk pengambilan keputusan [1].

Penerapan teknologi sebagai evaluasi pembelajaran tentunya menimbulkan reaksi mahasiswa dalam menerima teknologi baru. Reaksi dapat berupa penerimaan teknologi baru itu, atau bahkan penolakan akan hadirnya teknologi baru itu [2]. Untuk mengukur penerimaan seseorang terhadap teknologi baru maka dapat menggunakan Model Penerimaan yaitu (Technology Acceptance Model - TAM) sebagai metode pengukur. Pengunaan Model penerimaan teknologi (TAM) dikarenakan model ini merupakan model yang diciptakan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan seseorang terhadap teknologi baru. Menurut Abdalla, TAM memiliki lima buah konstruksi Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) kepercayaan seseorang akan manfaat yang dirasakan dalam menggunakan teknologi. Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) sejauh mana tingkat kemudahan teknologi dapat dipahami,dimengerti dan dioperasikan oleh pengguna. Sikap terhadap penggunaan teknologi (attitude toward using technology) yaitu evaluasi dari user atau pengguna terhadap teknologi yang digunakan. Minat perilaku menggunakan teknologi (behavioral intention to use) didefenisikan sebagai minat (keinginan) seseorang untuk melakukan perilaku tertentu (menggunakan teknologi).

Penggunaan teknologi sesungguhnya (actual use) dapat diukur melalui kepuasan pengguna dalam menggunakan teknologi akan kemudahan yang dirasakan dan produktifitas saat digunakan [3].

Tes online merupakan evaluasi pembelajaran yang telah diterapkan pada banyak perguruan tinggi, terutama pada Universitas Kristen Satya Wacana. Cukup banyak dosen (tenaga pengajar) yang menggunakan tes online sebagai model evaluasi pembelajaran baik pada tes tengah semester maupun pada tes akhir semester. Tes online diharapkan membantu memudahkan mahasiswa terhadap pengerjaan soal, menumbuhkan sikap mandiri mahasiswa, menghemat waktu dan tenaga serta mempermudah dosen (tenaga pengajar) dalam pengoreksian soal.

Namun, penerimaan mahasiswa terhadap hal ini dapat beragam. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan mahasiswa pada tingkat pendidikan sekolah menengah atas sebelumnya yang heterogen dimana tidak semua mahasiswa berasal dari sekolah menengah atas yang menerapkan teknologi

(2)

3

sebagai evaluasi pembelajaran mau pun menerapkan ujian nasional berbasis online, penerimaan mahasiswa terhadap hal baru, serta pandangan mereka terhadap teknologi tersebut. Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana penerimaan mahasiswa terhadap teknologi tes online yang telah diterapkan sebagai sarana evaluasi pembelajaran pada Universitas Kristen Satya Wacana.

Untuk mengetahui persepsi penerimaan mahasiswa terhadap tes online maka model yang akan digunakan ialah menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), dengan menekankan pada 3 variabel yaitu kemudahan pemakaian (Perceived Ease Of Use), manfaat yang dirasakan (Perceived Usefulness) dan Persepsi sikap (Attitude Toward Using Technology).

2. Tinjauan Pustaka Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dilakukan oleh Ika (2016), ingin mengetahui perilaku penggunaan media pembelajaran berbasis komputer di kalangan guru SMP Negeri I Salatiga dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model. Metode analisis menggunakan Part Least Square (PLS). Penelitian ini lebih menekankan pada 4 variabel yaitu Persepsi Manfaat (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (Perceive Ease Of Use), sikap terhadap penggunaan (ATU), dan niat perilaku untuk menggunakan (BITU)[4].

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ita Novita (2011), ingin mengetahui tentang Penerimaan Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek Berbasis Open Source Dengan Pendekatan TAM (Technology Acceptance Model) Studi Kasus Universitas Budi Luhur. Penelitian ini menekankan pada Variabel Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU), Perilaku Pengguna (Behavioral Intention to Use /ITU), sikap pengguna (Attitude Toward Using/ATU) dan Perilaku Nyata (Actual Usage Behaviour/ASU)[5].

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Akbar dan Ginting (2014), ingin mengetahui penerimaan penerapan sistem ujian Online oleh siswa di SMKN 13 Bandung. Desain penelitian menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) dengan penyesuaian – penyesuain variabel eksternal dengan kondisi dilapangan.Data yang terkumpul kemudian diolah dengan Structural Equation Model (SEM) menggunakan software AMOS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PE) dengan Behavioral Intention (BI). Ada hubungan yang signifikan antara Perceived Ease of Use (PE) dengan Perceived Usefulness (PU). Ada hubungan yang signifikan antara Social Influence (SI), Computer Self Efficacy (CSE) dengan Perceived Usefulness (PU)[1].

Berdasarkan penelitian – penelitian terdahulu, hasil dan pembahasannya memberikan ide dan pemikiran untuk mengetahui bagaimana penerimaan

(3)

4

mahasiswa terhadap tes online menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai model penelitian, proses serta alur penelitian terdahulu menjadi acuan dalam penelitian yang akan dilakukan.

Landasan Teori

Technology Acceptance Model (TAM)

TAM merupakan kepanjangan dari Technology Acceptance Model. Pada awalnya model TAM ini merupakan adaptasi dari model TRA (Theory of Reasoned Action) yang dikemukakan oleh Davis pada tahun 1986 yang telah dikembangkan sesuai dengan model penerimaan sistem informasi oleh pengguna. TRA merupakan teori pandangan perspektif tingkah laku (behavioral) dan normatif (normative) terhadap teknologi baru [6].

Gambar 1.

Technology Acceptance Model (TAM) [4]

TAM merupakan teori tindakan dengan satu kemungkinan bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal dapat menentukan sikap dan prilaku orang tersebut sehingga dapat di pahami bagaimana reaksi dan persepsinya dengan tujuan memperjelas penerimaan sesorang terhadap suatu teknologi.

Variabel – variabel Technology Acceptance Model (TAM)

1. Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) didefinisikan bahwa pengguna merasa percaya bahwa menggunakan teknologi dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan sehingga pengguna dapat merasakan manfaat teknologi [1]. Menurut Venkatesh dan Davis tolak ukur dalam Perceived Usefullness sebagai berikut : a). Menjadikan pekerjaan lebih cepat (work more quickly), b). Penggunaan komputer Bermanfaat bagi individu (

(4)

5

useful), c). Penggunaan Komputer Menambah Produktivitas (increase productivity), d). Penggunaan Komputer Mampu meningkatkan efektivitas (enchance efectiveness), e). Penggunaan Komputer Mampu meningkatkan kinerja pekerjaan (improve job performance) [6].

2. Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) didefinisikan bahwa teknologi yang digunakan dapat dipahami oleh pengguna sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakan dan mengoperasikan teknologi tersebut. Menurut Venkatesh dan Davis tolak ukur dalam Perceived ease of Use sebagai berikut : a). Interaksi individu dengan komputer jelas dan mudah dimengerti (clear and understandable), b). Tidak dibutuhkan banyak usaha untuk berinteraksi dengan komputer (does not require a lot of mental effort), c). komputer mudah digunakan (easy to use), d). Mudah mengoperasikan komputer sesuai dengan apa yang ingin individu kerjakan (easy to get the system to do what he/she wants to do), e). Kemudahan untuk dipelajari (easy to learn computer) [6].

3. Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (attitude toward using technology) didefinisikan merupakan sikap yang dirasakan (penilaian) terhadap teknologi yang digunakan baik itu positif mau pun negatif sebagai akibat dari sesorang menggunakan teknologi dalam melakukan suatu pekerjaan [6]. Sikap terhadap penggunaan merupakan efek evaluasi perasaan individu dalam melakukan hal-hal tertentu. Tolak ukur dalam attitude toward using technology sebagai berikut: a). Sikap terhadap penggunaan Komputer, b). Senang untuk menggunakan Komputer, c). Kenyamanan dalam menggunakan komputer [6].

Tes Online

Evaluasi memegang peran yang amat penting dalam pembelajaran.

Akurasi data kemampuan siswa atau data kesulitan siswa dalam belajar sangat tergantung kepada akurasi alat evaluasi dan proses evaluasi. Tes merupakan suatu cara untuk menganalisis dan menafsirkan ukuran kemampuan yang dimiliki sesorang secara tidak langsung melalui feedback jawaban terhadap suatu pertanyaan [7]. Tes online dapat diartikan sebagai suatu ujian tertulis yang pelaksanaannya secara online menggunakan komputer dan jaringan internet untuk mengukur tingkat kemampuan masing-masing individu [8]. Tes online dapat dilakukan di kelas (tatap muka) dan jarak jauh yang berarti mahasiswa dapat melakukan tes online dimana saja dengan syarat komputer harus terhubung dengan internet. Bentuk soal tes online umumnya berupa tes objektif (pilihan ganda). Batas waktu pengerjaan tes online dapat dilakukan selama 30 menit, 1 jam, bahkan 24 jam, tergantung pada admin penyelenggara tes online. Kelebihan – kelebihan tes online bagi universitas, mahasiswa, dan dosen antara lain sebagai berikut : a). Efisiensi biaya, b). Mahaiswa menjadi lebih mandiri dan jujur, c). Dosen dapat dengan mudah mengontrol penilaian tes, d). Efisiensi waktu dalam pengoreksian nilai [9].

(5)

6 3. Metode Penelitian

Metode analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Alasan penggunaan sampel berjumlah 50 responden dikarenakan jenis pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling sehingga memberikan hak yang sama kepada setiap subjek dalam memperoleh kesempatan menjadi sampel secara acak. Pengambilan sampel tidak hanya berfokus pada mahasiswa 1 fakultas dan 1 progdi, namun pengambilan sampel acak sehingga semua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana yang menggunakan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran dapat memperoleh kesempatan menjadi sampel, untuk itu pengambilan 50 sampel dapat mewakili seluruh mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana.

Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan bentuk pilihan responden terhadap setiap pernyataan dalam skala likert adalah sebagai berikut : sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1, tidak setuju dengan skor 2 (TS), ragu- ragu (R) dengan skor 3, setuju (S) dengan skor 4, sangat setuju (SS) dengan skor 5. Penyusunan kuesioner berdasarkan indikator variabel Technology Acceptance Model (TAM). Metode pengolahan data menggunakan SPSS 16 (Statistical Package for the Social Sciences).

Uji Penerimaan Presepsi

Uji penerimaan presepsi ini adalah untuk mencari presentase penerimaan mahasiswa terhadap tes online dengan menggunakan rumus [10] :

∑X

P= X 100 ∑Y

Keterangan :

P = Presentase

∑X = Jumlah skor yang diperoleh

∑Y = Jumlah skor maksimal yang diperoleh

(6)

7 Dengan kriteria penilaian :

Tabel 3. Kriteria Presentase

Interval Presentase Keterangan 89% - 100% Baik Sekali

60% - 88% Baik

41% - 59% Cukup Baik

12% - 40% Kurang Baik

0% - 11% Tidak Baik

Model penelitian

Terdapat 3 variabel dari TAM yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu PU (Perceived Usefulness), PEOU (Perceived ease of use) dan ATU (Attitude Toward Using). Berikut hipotesis yang akan dibangun dalam penelitian ini :

H1 : PEOU (Perceived ease of use) mempengaruhi PU (Perceived usefulness) H2 : PU (Perceived Usefulness) mempengaruhi ATU (Attitude Toward Using) H3 : PEOU (Perceived Ease Of Use) mempengaruhi ATU (Attitude Toward Using)

Gambar 2. Model Penelitian

(7)

8

Hipotesis dan Dasar Pengampilan Keputusan Membandingkan Nilai Hitung Dengan t Tabel

Hipotesa 1

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) (PEOU) dengan Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) (PU)

Ha : Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) (PEOU) dengan Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) (PU)

Dasar Pengambilan Keputusan

Jika nilai t hitung > dari t tabel 2,012 maka Ha diterima

Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) (PEOU) dengan Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) (PU)

Jika nilai t hitung < dari t tabel 2,012 maka Ha ditolak

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of Use) (PEOU) dengan Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness) (PU)

Hipotesa 2

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pengaruh Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) (PU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU) Ha : Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Pengaruh Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) (PU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU) Dasar Pengambilan Keputusan

Jika nilai t hitung > dari t tabel 2,012 maka Ha diterima

Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Pengaruh Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) (PU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

Jika nilai t hitung < dari t tabel 2,012 maka Ha ditolak

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pengaruh Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) (PU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

(8)

9 HIPOTESA 3

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) (PEOU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

Ha : Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) (PEOU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

Dasar Pengambilan Keputusan

Jika nilai t hitung > dari t tabel 2,012 maka Ha diterima

Terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) (PEOU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

Jika nilai t hitung < dari t tabel 2,012 maka Ha ditolak

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) (PEOU) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) (ATU)

(9)

10

Tabel 1 merupakan pernyataan – pernyataan untuk mengetahui penerimaan mahasiswa terhadap tes online yang disusun berdasarkan indikator dari variabel Technology Acceptance Model (TAM).

Tabel 1. Indikator- indikator Technology Acceptance Model (TAM)

No Indikator Pernyataan

1 Persepsi manfaat yang dirasakan (Perceived Usefullness)

PU 1 :

Menggunakan tes online memudahkan saya untuk menyelesaikan soal-soal dengan lebih cepat

PU 2 :

Tes online meningkatkan kemandirian dan kejujuran saya PU 3 :

Penggunaan tes online lebih efektif dikarenakan terdapat pengontrolan waktu pada layar pengerjaan

PU 4 :

Penggunaan tes online meningkatkan pengetahuan saya terhadap teknologi

2 Persepsi kemudahan penggunaan (Perceived ease of Use)

PEOU 1 :

Tes online mudah digunakan karena memiliki petunjuk yang mudah dipahami dan dimengerti

PEOU 2 :

Tes online mudah digunakan sehingga tidak diperlukan banyak usaha untuk dapat menggunakannya

PEOU 3 :

Tes online mudah digunakan karena tidak ada batasan akses dan lokasi (fleksibel)

PEOU 4 :

Penggunaan tes online mudah dipelajari sehingga tidak diperlukan banyak keterampilan

3 Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology)

ATU 1 :

Saya merasa tes online sangat membantu dalam pengerjaan soal dikarenakan penggunaannya lebih praktis

ATU 2 :

Mengerjakan soal menggunakan tes berbasis online lebih cepat sehingga menyenangkan

ATU 3 :

Saya merasa nyaman dan tertarik menggunakan tes online

(10)

11

Tabel 2 merupakan kuesioner untuk mengetahui penerimaan mahasiswa terhadap tes online yang disusun berdasarkan indikator – indikator variabel Technology Acceptance Model (TAM). Bentuk pilihan responden terhadap setiap pernyataan dalam skala likert adalah sebagai berikut : : sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1, tidak setuju dengan skor 2 (TS), ragu-ragu (R) dengan skor 3, setuju (S) dengan skor 4, sangat setuju (SS) dengan skor 5.

Tabel 2. Kuesioner

No. Pernyataan Pilihan Jawaban

STS TS R S SS

1 Menggunakan tes online memudahkan saya untuk menyelesaikan soal-soal dengan lebih cepat.

2 Tes online meningkatkan kemandirian dan kejujuran saya

3 Penggunaan tes online lebih efektif dikarenakan terdapat pengontrolan waktu pada layar pengerjaan 4 Penggunaan tes online meningkatkan pengetahuan

saya terhadap teknologi

5 Tes online mudah digunakan karena memiliki petunjuk yang mudah dipahami dan dimengerti

6 Tes online mudah digunakan sehingga tidak diperlukan banyak usaha untuk dapat menggunakannya

7 Tes online mudah digunakan karena tidak ada batasan akses dan lokasi (fleksibel)

8 Penggunaan tes online mudah dipelajari sehingga tidak diperlukan banyak keterampilan

9 Saya merasa tes online sangat membantu dalam pengerjaan soal dikarenakan penggunaannya lebih praktis

10 Mengerjakan soal menggunakan tes berbasis online lebih cepat sehingga menyenangkan

11 Saya merasa nyaman dan tertarik menggunakan tes online.

(11)

12 4. Hasil dan Pembahasan

Data primier adalah data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang telah disebar. Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 50 pada Universitas Kristen Satya Wacana, dengan jumlah pernyataan sebanyak 11 butir. Setelah data diolah, diketahui bahwa responden dengan berdasarkan karakteristik terdapat 16 responden laki-laki dan 34 responden perempuan, dengan total responden 50 orang.

Hasil Uji Penerimaan Presepsi

Tabel 4. Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness)

No Rentang Jawaban

Jumlah Persen

(%) Kategori

5 4 3 2 1

X Y X Y X Y X Y X Y ∑X ∑Y

1 7 35 24 96 17 51 2 4 0 0 50 186 74% Baik 2 7 35 31 124 8 24 4 8 0 0 50 191 76% Baik 3 6 30 31 124 7 21 6 12 0 0 50 187 75% Baik 4 9 45 24 96 15 45 2 14 0 0 50 200 80% Baik

Total 200 764

76% Baik

Rata-rata presentase

Berdasarkan data pada tabel 4 dapat disimpulkan bahwa Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) dalam menggunakan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran sudah baik dan mahasiswa telah merasakan manfaatnya. Hal ini dapat dilihat dari PU 1 dengan pernyataan tes online memudahkan penyelesaian soal dengan lebih cepat, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 7 orang, Setuju 24 orang, ragu – ragu 17 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 74% dengan kategori baik. PU 2 dengan pernyataan tes online meningkatkan kemandirian dan kejujuran, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 7 orang, Setuju 31 orang, ragu – ragu 8 orang, tidak setuju 4 orang, dengan total persentase 76% dengan kategori baik. PU 3 dengan pernyataan penggunaan tes online lebih efektif dikarenakan terdapat pengontrolan waktu pada layar pengerjaan, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 6 orang, Setuju 31 orang, ragu – ragu 7 orang, tidak setuju 6 orang, dengan total persentase 75%

dengan kategori baik. PU 4 dengan pernyataan penggunaan tes online meningkatkan pengetahuan terhadap teknologi, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 9 orang, Setuju 24 orang, ragu – ragu 15 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 80% dengan kategori baik. Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata presentase pada Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) dengan adanya tes online yaitu 76% dengan kategori baik.

(12)

13

Tabel 5. Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use)

No Rentang Jawaban

Jumlah Persen

(%) Kategori

5 4 3 2 1

X Y X Y X Y X Y X Y ∑X ∑Y

5 7 35 30 120 11 33 2 4 0 0 50 192 77% Baik 6 6 30 23 92 19 57 2 4 0 0 50 183 73% Baik 7 7 35 28 112 13 39 2 4 0 0 50 190 76% Baik 8 5 25 29 116 13 39 3 6 0 0 50 186 74% Baik

Total 200 751

75% Baik

Rata-rata presentase

Berdasarkan data pada tabel 5 dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) dalam menggunakan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran sudah baik dan telah dirasakan kemudahan penggunaannya oleh mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari PEOU 1 dengan pernyataan tes online mudah digunakan karena memiliki petunjuk yang mudah dipahami dan dimengerti, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 7 orang, setuju 30 orang, ragu – ragu 11 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 77%

dengan kategori baik. PEOU 2 dengan pernyataan tes online mudah digunakan sehingga tidak diperlukan banyak usaha untuk dapat menggunakannya, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 6 orang, setuju 23 orang, ragu – ragu 19 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 73% dengan kategori baik.

PEOU 3 dengan pernyataan tes online mudah digunakan karena tidak ada batasan akses dan lokasi (fleksibel), mahasiswa yang menjawab sangat setuju 7 orang, setuju 28 orang, ragu – ragu 13 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 76% dengan kategori baik. PEOU 4 dengan pernyataan penggunaan test online mudah dipelajari sehingga tidak diperlukan banyak keterampilan, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 5 orang, setuju 29 orang, ragu – ragu 13 orang, tidak setuju 3 orang, dengan total persentase 74% dengan kategori baik.

Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata presentase Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) dalam menggunakan tes online yaitu 75%

dengan kategori baik.

(13)

14

Tabel 6. Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology)

No Rentang Jawaban

Jumlah Persen Kategori

5 4 3 2 1

X Y X Y X Y X Y X Y ∑X ∑Y

9 9 45 32 128 5 15 4 8 0 0 50 196 78% Baik 10 5 25 30 120 10 30 5 10 0 0 50 185 74% Baik 11 6 30 24 96 16 48 3 6 1 1 50 181 72% Baik

Total 200 562

75% Baik

Rata-rata presentase

Berdasarkan data pada tabel 6 dapat disimpulkan bahwa Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) dalam menggunakan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran dapat mempengaruhi presepsi mahasiswa dalam penilaian positif dan negatif tes online, Hal ini dapat dilihat dari ATU 1 dengan pernyataan saya merasa tes online sangat membantu dalam pengerjaan soal dikarenakan penggunaannya lebih praktis, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 9 orang, setuju 32 orang, ragu – ragu 5 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 78% dengan kategori baik.

ATU 2 dengan pernyataan mengerjakan soal menggunakan tes berbasis online lebih cepat sehingga menyenangkan, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 5 orang, setuju 30 orang, ragu – ragu 10 orang, tidak setuju 2 orang, dengan total persentase 74% dengan kategori baik. ATU 3 dengan pernyataan Saya merasa nyaman dan tertarik menggunakan tes online, mahasiswa yang menjawab sangat setuju 6 orang, setuju 24 orang, ragu – ragu 16 orang, tidak setuju 3 orang, sangat tidak setuju 1 orang, dengan total persentase 72% dengan kategori baik. Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata presentase Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) dalam menggunakan tes online yaitu 75% dengan kategori baik.

(14)

15

Tabel 7. Persepsi Mahasiswa Terhadap Tes Online

No

Rentang Jawaban

Jumlah Persen

(%) Kategori

5 4 3 2 1

X Y X Y X Y X Y X Y ∑X ∑Y

1 7 35 24 96 17 51 2 4 0 0 50 186 74% Baik 2 7 35 31 124 8 24 4 8 0 0 50 191 76% Baik 3 6 30 31 124 7 21 6 12 0 0 50 187 75% Baik 4 9 45 24 96 15 45 2 14 0 0 50 200 80% Baik 5 7 35 30 120 11 33 2 4 0 0 50 192 77% Baik 6 6 30 23 92 19 57 2 4 0 0 50 183 73% Baik 7 7 35 28 112 13 39 2 4 0 0 50 190 76% Baik 8 5 25 29 116 13 39 3 6 0 0 50 186 74% Baik 9 9 45 32 128 5 15 4 8 0 0 50 196 78% Baik 10 5 25 30 120 10 30 5 10 0 0 50 185 74% Baik 11 6 30 24 96 16 48 3 6 1 1 50 181 72% Baik

Total 550 2077

75% Baik

Rata-rata Presentase

Berdasarkan data pada tabel 7 dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan persepsi jawaban mahasiswa termasuk kedalam kategori baik dengan rata-rata persentase 75%, dengan kata lain penggunaan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran pada Universitas Kristen Satya Wacana bisa diterima oleh mahasiswa.

Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel, dengan pengambilan dasar keputusan jika nilai t hitung > dari t tabel maka terdapat pengaruh yang signifikan dalam suatu hubungan. Nilai signifikan t tabel yaitu 2,012 [11].

(15)

16

Tabel 8. Uji Hipotesis Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) Terhadap Persepsi Manfaat Yang Dirasakan

(Perceived Usefullness) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.302 1.259 3.416 .001

PEOU .718 .083 .781 8.650 .000

a. Dependent Variable: PU

Berdasarkan tabel 8, nilai t hitung 8,650 > dari t tabel 2,012 dengan kesimpulan Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness).

Tabel 9. Uji Hipotesis Pengaruh Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan

teknologi (Attitude Toward Using Technology) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.278 1.749 1.303 .199

PU .594 .115 .598 5.170 .000

a. Dependent Variable: ATU

Berdasarkan tabel 9, nilai t hitung 5,170 > dari t tabel 2,012 dengan kesimpulan Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) mempengaruhi Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology).

(16)

17

Tabel 10. Uji Hipotesis Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) Terhadap Persepsi sikap terhadap penggunaan

teknologi (Attitude Toward Using Technology)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 3.838 1.685 2.277 .027

PEOU .493 .111 .539 4.439 .000

a. Dependent Variable: ATU

Berdasarkan tabel 10, nilai t hitung 4.439 > dari t tabel 2,012 dengan kesimpulan Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) mempengaruhi Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology).

Analisa Uji Hipotesis

Dari hasil uji hipotesa diatas dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) test online mempengaruhi Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) oleh mahasiswa.

Semakin tes online mudah digunakan, manfaat yang dirasakan semakin banyak.

Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) oleh mahasiswa sebagai hasil dari penggunaan tes online mempengaruhi Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) yaitu mendorong ketertarikan penggunaan serta rasa nyaman menggunakan tes online. Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) juga mempengaruhi Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) dimana semakin mudah penggunaan mahasiswa merasa terbantu dalam pengerjaan soal menggunakan tes online.

(17)

18 5. Simpulan dan Saran

Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana dapat menerima adanya penggunaan evaluasi pembelajaran berbasis tes online dengan baik, hal ini ditunjukan oleh 3 variabel yang saling mempengaruhi penerimaan mahasiswa terhadap tes online yaitu 1) Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness) yaitu tes online memiliki manfaat untuk menyelesaikan soal-soal dengan praktis, 2) Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease Of Use) mudah digunakan dan petunjuk mudah dimengerti, 3) Persepsi sikap terhadap penggunaan teknologi (Attitude Toward Using Technology) dimana mahasiswa menilai positif dan merasa tertarik menggunakan tes online.

Berdasarkan hasil penelitian, presentase persepsi mahasiswa terhadap penggunaan tes online sebanyak 75%, ini masuk dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini telah menjawab tujuan penelitian, yaitu dapat diketahui bagaimana penerimaan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana terhadap penggunaan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran.

Hasil dari penelitian ini berkontribusi terhadap Universitas Kristen Satya Wacana yaitu menunjukan bahwa penggunaan tes online yang telah diterapkan di Universitas Kristen Satya Wacana telah berjalan dengan baik dan mahasiswa dapat menerima penggunaan evaluasi pembelajaran berbasis tes online dengan baik. Penelitian ini juga berkontribusi memberikan masukan kepada lembaga–

lembaga pendidikan lain dan pembuat keputusan dalam dunia pendidikan bahwa evaluasi pembelajaran berbasis tes online dapat diterima mahasiswa dengan baik karena menunjukan bahwa mahasiswa mempunyai persepsi yang tinggi terhadap kemudahan penggunaan dan terhadap manfaatnya. Adapun saran yang dapat disampaikan yaitu sebaiknya Universitas Kristen Satya Wacana dapat menerapkan tes online sebagai sarana evaluasi pembelajaran secara menyeluruh. Juga dapat disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan untuk penelitian selanjutnya, dengan lebih bersubyek pada penerimaan dosen (tenaga pengajar) sebagai penyedia sarana tes online serta dari sudut pandang lainnya.

(18)

19

Daftar Pustaka

[1] Akbar, I. & Ginting, D.B.r . (2014). “Analisis Terhadap Penerimaan Penerapan Sistem Ujian On Line Oleh Siswa Menggunakan Metode TAM (Technology Acceptance Model)” (Studi Kasus : SMKN 13 Bandung). Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI. Media Informatika Vol. 13 No.1 (2014).

[2] Widiatmika, I made Agus Ana., Sensuse, Dana Indra. 2008. Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Sistem Informasi MTI-UI, Volume 4, Nomor 2.

[3] Relawati . 2009. “Analisa Pengukuran Tingkat Kepuasan Pengguna Layanan Perpustakaan Dengan Menggunakan Metode Technology Acceptance Model”, Pelita Informatika Budi Darma, Vol. VI, No.2 ISSN : 2301-9425.

[4] Ika, L.H.M. (2016). Analisis Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer pada SMP Negeri I Salatiga Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM).Retrieved June,15, 2017, from satya wacana cristian university.Website : http://repository.uksw.edu.

[5] Novita, Ita. (2011). Kajian Penerimaan Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek Berbasis Open Source Dengan Pendekatan TAM (Technology Acceptance Model) Studi Kasus Universitas Budi Luhur. BIT VOL. 8. No 2September 2011 ISSN : 1693 – 9166.

[6] Davis, F. D. 1989. Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology, MIS Quarterly 13 (3): 319–340.

[7] Widoyoko, Eko, P. 2009. “EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

[8] Putri, D.O. (2014). Perancangan dan Penerapan Evaluasi Pembelajaran TIK Dengan Memanfaatkan Media Test Online Quizsta. Retrieved June,22,2017, from satya wacana cristian university.Website : http://repository.uksw.edu.

[9] Rahmasari, Gartika, dan Rita Rismiati, 2013, E-learning pembelajaran jarak jauh untuk SMA, Bandung : Penerbit Yrama Widya.

[10]Pedoman penskoran. Retrived September 12, 2017, from https://www.slideshare.net/henndrapermana/pedoman-penskoran-58954707 [11] Panduan Lengkap Uji analisis Regresi Linier Sederhana dengan

SPSS.Retrieved September 20, 2017, from

http://www.spssindonesia.com/2017/03/uji-analisis-regresi-linear sederhana.html

Gambar

Tabel 3. Kriteria Presentase
Tabel  1  merupakan  pernyataan  –  pernyataan  untuk  mengetahui  penerimaan  mahasiswa  terhadap  tes  online  yang  disusun  berdasarkan  indikator  dari variabel Technology Acceptance Model (TAM)
Tabel  2  merupakan  kuesioner  untuk  mengetahui  penerimaan  mahasiswa  terhadap  tes  online  yang  disusun  berdasarkan  indikator  –  indikator  variabel  Technology Acceptance Model (TAM)
Tabel 4. Persepsi Manfaat Yang Dirasakan (Perceived Usefullness)
+6

Referensi

Dokumen terkait

XVI/MPR-RI/ 1998 Tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah perlu diberdayakan sebagai bagian integral ekonomi rakyat

Sebagai sastra lisan seloko adat Jambi mempunyai fungsi informasional karena muncul dan berkaitan dengan pemanfaatan seloko adat Jambi itu sendiri yang digunakan untuk penyampaian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan sikap ilmiah siswa pada

Oleh karena Pulau Gili Sulat dan Gili Lawang pada umumnya merupakan kawasan mangrove, sehingga daerah ini tidak berpenghuni atau tidak didiami secara menetap, kecuali pada

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian menggunakan analisis regresi dan korelasi yang dilakukan untuk menentukan pola hubungan rasio volume per kapasitas dengan

Tujuan pendidikan secara umum adalah mewujudkan perubahan positif yang diharapkan ada pada peserta didik setelah menjalani proses pendidikan, baik perubahan

Menyusun kubus menyerupai stupa, digunakan untuk , mengenalkan warna mengenalkan jumlah motorik halus konsentrasi Harga Rp.45.000,- Menara Balok Digunakan untuk :

Pengaruh intensitas cahaya dan penyiraman air yang berbeda terhadap perkembangan serat batang rosella dapat diketahui dari 3 variabel yang diamati yaitu jumlah sel,