• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 5/PERPUS/UG/2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 5/PERPUS/UG/2020"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE

BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Nomor Pengunggahan

SURAT KETERANGAN

Nomor: 5/PERPUS/UG/2020

Surat ini menerangkan bahwa:

Nama Penulis : ISTI KOMARIA ULFA

Nomor Penulis : 14213562

Email Penulis : [email protected]

Alamat Penulis :

dengan penulis lainnya sebagai berikut:

Penulis ke-2/Nomor/Email : Ambo Sakka H / 020801 / [email protected]

Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :

Nomor Induk : DIE/EKO/PENELITIAN/5/2020

Judul Penelitian : Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua (Studi Kasus Pada Masyarakat Rw 01, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur)

Tanggal Penyerahan : 21 / 08 / 2020

Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.

Dicetak pada: 21/08/2020 15:27:59 PM, IP:182.2.134.28 Halaman 1/1

(2)

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA (Studi Kasus Pada Masyarakat RW 01, Ujung Menteng, Cakung,

Jakarta Timur)

1) Isti Komaria Ulfa

2) Ambo Sakka Hadmar

1) 2)

Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

1) 2)

Jl. Margonda Raya No.100, Depok 16424, Jawa Barat

1) [email protected]

2) [email protected] ABSTRAK

Dalam persaingan pasar yang kompetetif, masing-masing perusahaan berusaha untuk menjadi yang terbaik di matakonsumen, dengan menawarkan berbagai jenis produk yang memiliki keunggulan masing-masing.Hal ini berlaku juga pada air minum dalam kemasan. Bisnis air minum dalam kemasan semakin menggiurkan,karena kebutuhan akan air minum terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Membangun kepercayaan konsumen telah dilakukan oleh perusahaan air mineral Aqua sejak didirikan. Hal ini dibuktikan dengan inovasi yang telah dilakukan oleh Aqua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga dan brand image terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua secara parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 01, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan rumus slovinpada 100 responden yang mengonsumsi air minum dalam kemasan merek aqua.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, Brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan kualitas produk, harga dan brand image bersama-sama mempengaruhi keputusan pembelian

Kata Kunci: Kualitas Produk, Harga, Brand Image, Keputusan Pembelian PENDAHULUAN

Perkembangan dunia saat ini berjalan dengan pesat, hal ini yang menuntut produsen untuk lebih peka, kritis dan reaktif terhadap perubahan. Setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan kualitas, harga dan memiliki citra yang baik. Perusahaan harus bekerja keras membuat kebijakan-kebijakan strategis baru dalam menjual produk dan jasa mereka dalam kaitannya menghadapi persaingan yang ketat dengan kompetitor yang dapat memberikan value yang lebih besar kepada customer. Pada dasarnya dengan semakin banyaknya pesaing maka semakin banyak pula pilihan bagi pelanggan untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan apa yang menjadi harapannya. Masyarakat kini mulai berpikir selektif dan smart dalam memilih suatu produk, sehingga mereka akan mendapatkan kegunaan atau manfaat yang mereka cari dari sebuah produk.

(3)

Bahkan, terkadang mereka tidak ragu untuk mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan produk yang berkualitas. Ketatnya persaingan akan memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut market share.

Kotler dan Amstrong (2008) mendefinisikan pemasaran sebagai berikut:

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan perutukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Dari pengertian tersebut nampak bahwa perusahaan menjajaki apa yang diminta dan dibutuhkan oleh konsumen dan kemudian berusaha mengembangkan produk yang akan memuaskan konsumen sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan produk sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan. Dalam perkembangan selanjutnya, maka konsumen menjadi faktor kunci penentu atas keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan di dalam memasarkan produknya.

Perusahaan harus mampu mengenali secara dini apa yang menjadi kebutuhan dan harapan konsumen saat ini maupun masa yang akan datang. Disinilah dibutuhkan seorang manajer pemasaran yang mempunyai pengetahuan seksama tentang perilaku konsumen agar dapat memberikan definisi pasar yang baik untuk mengikuti perubahan yang terus-menerus ini, serta untuk merancang bauran pemasaran yang tepat.

Bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) semakin menggiurkan, karena kebutuhan akan air minum terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Perusahaan yang menggarap bisnis AMDK pun semakin banyak. Aqua sebagai salah satu produsen air minum terbesar dan pertama di Indonesia masih menjadi market leader dalam bisnis AMDK. Tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik harus menjadi komitmen organisasi agar para pengguna air minum masih tetap setia untuk selalu mengkonsumsi air minum Aqua.Membangun kepercayaan konsumen telah dilakukan oleh perusahaan air mineral Aqua sejak didirikan. Hal ini dibuktikan dengan inovasi yang telah dilakukan oleh Aqua. Inovasi tersebut berupa selalu melakukan pengembangan dan diversifikasi terhadap produk Aqua serta membangun aliansi dengan merek terkenal, yaitu Danone untuk peningkatan kualitas dan memperkuat pasar.Berdasarkan dari kesuksesan dan keberhasilan Aqua di pasar, banyak pengikut yang mencoba bergerak di bisnis air minum mineral yang menjadi pengikut (Followers) dalam bisnis tersebut.

RUMUSAN MASALAH

1. Apakah terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aquasecara parsial?

2. Apakah terdapat pengaruh harga terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua secara parsial?

3. Apakah terdapat pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua secara parsial?

4. Apakah terdapat pengaruh kualitas produk, harga dan brand image terhadap keputusan pembelian pada air minum dalam kemasan merek aqua secara simultan?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua

(4)

2. Untuk menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua

3. Untuk menganalisis pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua

4. Untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga dan brand image secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua

MANFAAT PENELITIAN

Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Penulis

Penelitian ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk menyelaraskan ilmu yang telah diperoleh selama proses perkuliahan, mengembangkan pengetahuan penulis di bidang pemasaran yang telah menjadi ketertarikan penulis, meningkatkan kompetensi diri, kecerdasan intelektual dan emosional.

2. Perusahaan

Bagi perusahaan dengan adanya penelitian ini diharapkan memperoleh bahan masukan positif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk air minum dalam kemasan merek aqua, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

3. Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan menjadi referensi dalam pengembangan ilmu manajemen khususnya dalam manajemen pemasaran.

KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS Kerangka Pikir

Kerangka pikir ini menggambarkan pengaruh tiga variabel independen yaitu kualitas produk, harga dan brand image terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen dalam membeli air minum dalam kemasan merek aqua.

Gambar 1. Kerangka Pikir

(5)

Hipotesis

Hipotesis adalah suatu kesimpulan sementara yang untuk sementara waktu dianggap benar dan mungkin tanpa keyakinan, yang dapat ditarik suatu konsekuensi yang logis dan dengan cara ini pengujian kebenarannya dengan menggunakan data empiris hasil penelitian. Dari masalah yang telah diuraikan diatas, maka hipotesis yang dapat dirumuskan adalah:

1. Diduga kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua.

2. Diduga harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua.

3. Diduga brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua.

4. Diduga kualitas produk, harga dan brand image bersama-sama berpengaruh terhadapkeputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua

METODE PENELITIAN Populasi

Menurut (M. Iqbal Hasan 2002 : 58) populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti.

Objek atau nilai yang akan diteliti. Objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi disebut unit analisis atau elemen populasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen air minum dalam kemasan merek aqua di RW 01, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Dalam penelitian ini faktor peneliti menentukan populasi diambil dari wilayah RW 01, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur dikarenakan banyaknya penjual yang menyediakan air minum dalam kemasan merek aqua. Faktor ini menjadi menarik untuk saya sebagai peneliti mengambil masyarakat yang mengonsumsi air minum dalam kemasan merek aqua. Karena banyaknya penjual air minum dalam kemasan merek aqua diwilayah tersebut bisa dikatakan populasi masyarakat cukup banyak untuk dijadikan sampel.

Tabel 1. Populasi Warga RW 01 Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur

No RT Jumlah Populasi

1 RT 001 103

2 RT 002 415

3 RT 003 569

4 RT 004 333

5 RT 005 295

6 RT 006 386

7 RT 007 329

8 RT 008 285

9 RT 009 309

10 RT 010 293

11 RT 011 430

12 RT 013 166

13 RT 015 163

JUMLAH 4076

(Sumber : Kantor RW 01 Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur)

(6)

Sampel

Sampel adalah subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi (Ferdinand, 2006). Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan bahwa populasi yang ada sangat besar jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi yang ada, sehingga dibentuk sebuah perwakilan populasi.

Metode pengambilan sampel yang digunakan menggunakan rumus slovin. Perwakilan populasi yang dijadikan sampel adalah masyarakat RW 01, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur yang mengonsumsi air minum dalam kemasan merek Aqua.Dengan menggunakan rumus slovin dalam bukunya umar (2003 : 120) mengatakan bahwa ukuran sampel adalah :

= 1 + ² Keterangan :

n : Ukuran Sampel N : Ukuran Populasi

e : Toleransi presisi ketepatan rata-rata yang diharapkan tidak menyimpang dari 10 %

Ukuran sampel yang dapat di ambil berdasarkan rumus slovin di atas adalah:

= 1 + ²

= 4076

1 + 4076 (0,1)

= 4076

1 + 4076 (0,01)

= 4076

1 + 40,76

= 4076 41,76

= 97,6 (di bulatkan menjadi 100)

Jadi, berdasarkan rumus di atas dapat di ambil sample dari populasi yang besar sebanyak 100 responden.Pada masyarakat RW 01 memiliki jumlah penduduk yang beranekaragam j

umlahnya (heterogen), maka untuk membantu penyebaran kuesioner dalam penelitian ini digunakan proporsionate to size untuk menghitung banyaknya sampel yang akan di tarik dari masing-masing RT yang berada dalam RW 01 tersebut. Penulis akan menarik 100 sampel (berdasarkan rumus slovin) dari populasi seluruhnya 4.076.

Perhitungannya adalah sebagai berikut :

1) 001 = × 100 = 2,52 3

2) 002 = × 100 = 10,18 10

3) 003 = × 100 = 13,95 14

4) 004 = × 100 = 8,16 8

(7)

5) 005 = × 100 = 7,23 7

6) 006 = × 100 = 9,47 9

7) 007 = × 100 = 8,07 8

8) 008 = × 100 = 6,99 7

9) 009 = × 100 = 7,58 8

10) 010 = × 100 = 7,18 7

11) 011 = × 100 = 10,54 11

12) 013 = × 100 = 4,07 4

13) 015 = × 100 = 3,99 4

Pembulatan dilakukan mengingat jumlah orang memiliki ciri variable diskret.

Sehingga dari keseluruhan sampel kelas tersebut adalah :

3 + 10 + 14 + 8 + 7 + 9 + 8 + 7 + 8 + 7 + 11 + 4 + 4 = 100 sampel.

Tabel 2. Sampel (Proporsionate To Size) Warga RW 01Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur

No RT Jumlah Populasi Jumlah sampel

(proporsionate to size)

1 RT 001 103 3

2 RT 002 415 10

3 RT 003 569 14

4 RT 004 333 8

5 RT 005 295 7

6 RT 006 386 9

7 RT 007 329 8

8 RT 008 285 7

9 RT 009 309 8

10 RT 010 293 7

11 RT 011 430 11

12 RT 013 166 4

13 RT 015 163 4

JUMLAH 4076 100

Metode Analisis

Uji Regresi Linier Berganda

Metode analisis untuk mengetahui variabel independen yang mempengaruhi secara signifikan terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua dan komponen yaitu kualitas produk, harga dan brand image adalah dengan menggunakan persamaan Multiple Regression (regresi linier berganda) untuk menganalisis 3 variabel independen terhadap variabel dependen. Model ini dipilih karena penelitian ini dirancang untuk menentukan variabel independen yang mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini, data diolah menggunakan software komputer yaitu SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20. Hasil dari analisis regresi adalah berupa koefisien untuk masing-masing

(8)

variabel independen. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah Kualitas Produk (X1), Harga (X2) dan Brand Image (X3). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Keputusan Pembelian (Y). Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e Keterangan:

Y : Keputusan Pembelian a : Konstanta

β1 : Koefisien regresi dari Kualitas Produk X1 : Kualitas Produk

β2 : Koefisien regresi dari Harga X2 : Harga

β3 : Koefisien regresi dari Brand Image X3 : Brand Image

e :Error Skala Likert

Alat analisis yang berupa suatu skala yang paling banyak digunakan dalam riset penelitian dimana pada umumnya digunakan dalam kuesioner. Dimana untuk dapat menguji setiap pertanyaan digunakan rumus tingkat kesesuaian. Dengan menggunakan skala likert, maka dimensi dijabarkan menjadi variabel kemuadian variabel dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur.Akhirnya indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk membuat instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. Bentuk kuesioner ini adalah semi tertutup yaitu berdasarkan pilihan yang disediakan. Bobot yang diberikan adalah:

1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS).

2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S).

3. Skor 3 untuk jawabn Netral (N).

4. Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS).

5. Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) Uji Validitas

Tujuan dilakukan uji validitas adalah untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2006). Mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Yaitu dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df)= n-2, dimana (n) adalah jumlah sampel penelitian. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2005).

Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur konsistensi kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Pengukuran reliabilitas yang

(9)

akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan alat analisis SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20, yakni dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0.60 (Ghozali, 2006).

Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinieritas

Bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen dan tidak orthogonal atau nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.Untuk mendeteksi gejala multi kolinearitas dilakukan dengan cara melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Pada perhitungan ini tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10, maka data ini bebas dari Multikolinearitas. Sedangkan berdasarkan nilai tolerance tidak ada satupun variabel independen yang memiliki tolerance kurang dari 0,1.Nilai VIF untuk masing-masing variabel independen dalam persamaan memiliki nilai kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 maka semua variabel dalam model tidak terkena Multikolinieritas.

2. Uji Heteroskedastisitas

Bertujuan untuk menganalisis apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heteroskedastisitas dapat dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya. Dari scarplots terlihat titik-titik yang menyebar secara acak serta tersebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y.

Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan pengujian secara parsial (Uji t) dan penyajian secara simultan (Uji F).

1. Pengujian Secara Parsial (Uji t)

Uji t merupakan uji hipotesis yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial.

a. Bila t hitung < t tabel, maka tidak signifikan b. Bila t hitung > t tabel maka signifikan Untuk menilai t hitung digunakan rumus: =

²

Keterangan:

R : Koefisien Korelasi R2 : Koefisien Determinasi n : Banyaknya Sampel

(10)

2. Pengujian Secara Simultan (Uji F)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui secara bersama-sama apakah variabelbebas berpengaruh secara signifikansi atau tidak terhadap variabel terikat (Ghozali, 2006).Perhitungan besarnya F hitung menggunakan rumus:

= ( )

( )( )

Keterangan:

R2 : Koefisien Determinasi n : Banyaknya Sampel

k : Banyaknya Variabel Bebas

Kriteria pengujian yang digunakan sebagai berikut:

Dengan membandingkan F hitung dan F tebel.

a. Apabila F hitung < F tabel. Artinya variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

b. Apabila F hitung > F tabel. Artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi merupakan alat ukur yang menunjukkan berapa variasi atau proporsi dalam data yang dapat dijelaskan oleh model regresi. Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui besarnya presentase pegaruh variabel independen dengan variabel dependen.

HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Regresi Linier Berganda

Tabel 3. Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

B Std. Error Beta

1

(Constant) 1,114 2,250

X1 = Kualitas Produk ,199 ,129 ,166

X2 = Harga ,222 ,107 ,191

X3 = Brand Image ,492 ,124 ,407

Dependent Variable: Y = Keputusan Pembelian

Nilai koefisien dapat dilihat pada tabel Coefficients dan dimasukkan pada persamaan berikut: Y = 1,114 + 0,199 X1 + 0,222 X2+ 0,492 X3

Berdasarkan hasil persamaan regresi linier berganda tersebut dapat dijelaskan bahwa:

1. Konstanta sebesar 1,114 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel kualitas produk, harga dan brand image maka tingkat keputusan pembeliansebesar 1,114.

2. Koefisien Regresi Variabel Kualitas Produk (X1)

Besarnya nilai koefisien regresi kualitas produk sebesar 0199, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara

(11)

variabel kualitas produk dengan keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik persepsi pelanggan atas kualitas produk air minum dalam kemasan merek aqua, maka keputusan pembelian tersebut semakin meningkat.

3. Koefisien Regresi Variabel Harga (X2)

Besarnya nilai koefisien regresi harga sebesar 0,222, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubunganyang searah antara variabel harga dengan keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua. Hal inimengindikasikan bahwa semakin kompetitif harga yang ditawarkan perusahaan dimatakonsumen, maka keputusan pembelian semakin meningkat.

4. Koefisien Regresi Variabel Brand Image (X3)

Besarnya nilai koefisien regresi citra merek sebesar 0,492, nilai koefisienregresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabelBrand Image dengan keputusan pembelian air minum dalam kemasan merek aqua. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik brand image aqua di masyarakat maka keputusan pembelian akan semakin meningkat.

Uji Validitas

Tabel 4. Uji Validasi

Variabel Indikator Corrected Item-Total Correlation R tabel Kesimpulan

X1 X1.1 0,521 0.1966 Valid

X1.2 0,518 0.1966 Valid

X1.3 0,610 0.1966 Valid

X1.4 0,526 0.1966 Valid

X2 X2.1 0,263 0.1966 Valid

X2.2 0,282 0.1966 Valid

X2.3 0,556 0.1966 Valid

X2.4 0,487 0.1966 Valid

X2.5 0,258 0.1966 Valid

X3 X3.1 0,348 0.1966 Valid

X3.2 0,319 0.1966 Valid

X3.3 0,440 0.1966 Valid

X3.4 0,411 0.1966 Valid

X3.5 0,390 0.1966 Valid

Y Y.1 0,299 0.1966 Valid

Y.2 0,424 0.1966 Valid

Y.3 0,498 0.1966 Valid

Y.4 0,384 0.1966 Valid

Y.5 0,566 0.1966 Valid

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwanilai korelasi dari setiap pernyataanpada variabel kualitas produk, harga, brand image, dan keputusan pembelian dari r tabel sebesar 0,1966 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan untuk setiap variabel penelitian telah valid.

(12)

Uji Reliabilitas

Tabel 5. Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Nilai Reliabel Kesimpulan

X1 0,741 0.6 Reliabel

X2 0,609 0.6 Reliabel

X3 0,625 0.6 Reliabel

Y 0,674 0.6 Reliabel

Dari tabel diatas bisa dilihat bahwa seluruh variabel yang terdiri dari Kualitas Produk, Harga, Brand Image dan Keputusan Pembelian terbukti reliabel karena seluruh nilai cronbach alpha lebih besar dari 0.6.

Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas

Tabel 6. Uji Multikolinearitas

Model Collonearity Statistics

Tolerance VIF

(Constant)

Kualitas Produk 0,527 1,898

Harga 0,729 1,372

Brand Image 0,582 1,720

Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa masing-masing variabel independen memiliki nilai VIF yang tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0.10, maka dapat dinyatakan bahwa model regresi tidak terdapat atau terbebas dari Multikolinieritas.

2. Uji Heteroskedastisitas

Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan grafik uji heteroskedastisitas diatas terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Hal ini dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

(13)

3. Uji Normalitas

Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk uji normalitas yaitu analisis grafik dan analisis dan analisis statistik.

Analisis Grafik

Gambar 3. Analisis Grafik

Dari grafik diatas terlihat titik-titik menyebar mengikuti arah garis diagonal. Hal ini dapat dikatakan bahwa model regresi yang digunakan untuk melakukan penelitian pengaruh kualitas produk, harga dan brand image terhadap keputusan pembelian Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua memenuhi asumsi normalitas.

Analisis Statistik

Tabel 7. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa,b

Mean 0E-7

Std. Deviation 2,11784906

Most Extreme Differences

Absolute ,097

Positive ,057

Negative -,097

Kolmogorov-Smirnov Z ,967

Asymp. Sig. (2-tailed) ,307

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Berdasarkan hasil tabel diaas, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,307 lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal.

(14)

Uji t (Parsial)

Tabel 8. Coefficientsa

Model t Sig.

1

(Constant) ,495 ,622

X1 = Kualitas Produk 1,542 ,126

X2 = Harga 2,083 ,040

X3 = Brand Image 3,972 ,000 Dependent Variable: Y = Keputusan Pembelian Berdasarkan tabel dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Secara parsial variabel Kualitas Produk (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y) dari hasil analisis didapatkan nilai t hitung bernilai positif sebesar 1,542dengan tingkat signifikan 0,126. Karena t-hitung < t-tabel yaitu 1,542< 1,660 dan nilai signifikansi 0,126> 0,05. Dapat disimpulkan bahwa “Kualitas Produk (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y)”.

2. Secara parsial variabel Harga (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) dari hasil analisis didapatkan nilai t hitung bernilai positif sebesar 2,083dengan tingkat signifikan 0,040. Karena t-hitung > t-tabel yaitu 2,083> 1,660 dan nilai signifikansi 0,040< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa “Harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y)”.

3. Secara parsial variabel Brand Image (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y) dari hasil analisis didapatkan nilai t hitung bernilai positif sebesar 3,972 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena t-hitung >t-tabel yaitu 3,972> 1,660 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa “Brand Image (X3) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y)”

Uji F (Simultan)

Tabel 9. ANOVAa

Model Sum of

Squares

Df Mean Square F Sig.

Regression 312,707 3 104,236 22,535 ,000b

Residual 444,043 96 4,625

Total 756,750 99

a. Dependent Variable: Y = Keputusan Pembelian

b. Predictors: (Constant), X3 = Brand Image, X2 = Harga, X1 = Kualitas Produk

Pada tabeldiperoleh nilai F hitung sebesar 22,535 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000. F tabel yang diperoleh dengan menggunakan rumus:

a. df1 (jumlah variabel – 1) = (3 – 1) = 2 b. df2 (n – k – 1) = (100 – 3 – 1) = 96.

c. df1 = 2 dan df2 = 96

diperoleh nilai F-tabel sebesar 3,09 dengan nilai siginifikansi 0,05.

(15)

Dari tabel diperoleh nilai F hitung sebesar 22,535 dan nilai signifikansi 0,000.

Hasil tersebut berarti 22,535> 3,09 (F-hitung > Ftabel) dan nilai signifikansi 0,000 <

0,05. Dapat disimpulkan kualitas produk, harga dan brand image (X) secara bersama- sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)

Koefisien Determinasi

Tabel 10. Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,643a ,413 ,395 2,151

a. Predictors: (Constant), X3 = Brand Image, X2 = Harga, X1 = Kualitas Produk

b. Dependent Variable: Y = Keputusan Pembelian

1. R menunjukkan korelasi berganda, yaitu korelasi antara dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1. Jika nilainya mendekati 1, maka hubungan semakin erat. Sebaliknya, jika mendekati 0, maka hubungannya semakin lemah. Angka R yang didapat 0,643 artinya korelasi antara kedua variabel X terhadap variabel Y sebesar 0.643. Hal ini berarti terjadi hubungan yang sangat erat karena nilai mendekati 1.

2. Adjusted R Square menunjukkan koefisien determinasi. Angka ini akan diubah ke bentuk persen, artinya persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R2 sebesar 0,395 artinya persentase sumbangan pengaruh variabel X terhadap Y sebesar 39,5% sedangkan sisanya 60,5%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini. Kemudian terlihat pada Standard Error of Estimated (standar deviasi) adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan model regresi dalam memprediksi nilai Y, dari hasil regresi di dapat nilai 2,151. hal ini berarti banyaknya kesalahan dalam prediksi keputusan pembelian sebesar 2.151.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah diuraikan pada bab pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kualitas Produk tidak berpengaruhsecaraparsialterhadapkeputusanpembelian Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua

2. Hargaberpengaruhsecaraparsialterhadap keputusan pembelian Air Minum Dalam KemasanMerek Aqua

3. Brand Image berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua

4. Kualitas Produk, Harga dan Brand Imageberpengaruhsecarasimultan terhadap keputusan pembelian Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua.

(16)

Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil perhitungan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti menajukan saran sebagai berikut:

1. PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI seharusnya lebih menjaga dan meningkatkan merek yang sudah tertanam pada konsumen Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua, melalui meningkatkan kualitas Aqua lebih baik di bandingkan dengan Air Minum Dalam Kemasan Merek lain, meningkatkan daya tahan kemasan Aqua dengan sangat menarik, meningkatkan kesehatan dan kehigeinisan Aqua.

2. PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI harus menjaga kestabilan harga Aqua, dengan cara harga Aqua terjangkau bagi konsumen, harga Aqua sebanding dengan produk pesaing dan harga Aqua lebih murah dari harga pesaing.

3. Disarankan Brand Image Aqua dapat ditingkatkan lagi dengan cara menjadikan Aqua sebagai minuman yang baik untuk kesehatan, halal dan harga Aqua sesuai dengan manfaat yang di peroleh.

DAFTAR PUSTAKA

Abdulah.T., Tantri, F. (2012). Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT Raja GafindoPersada.

Alma, Buchari. 2004.Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa Cetakan Keenam.

Bandung: Alfabeta.

Amrullah, Artika Romal. 2016. Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Honda Beat. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 5, Nomor 7, Juli 2016 (ISSN : 2461-0593).

Babin, Zikmund. 2011. Menjelajahi Riset Pemasaran. Edisi Kesepuluh. Penerbit Salemba empat. Jakarta.

Bagaskara, Abraham Mahendra. 2014. Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Vario Di Semarang.

Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Skripsi.

Basu Swastha dan Irawan. 2007. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: FE UGM.

Ghozali, Imam, 2006. Aplikai Analisis Multivarite dengan SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Husein, Umar. 1997.Metode Penelitian, Aplikasi dalam Pemasaran. Jakarta.

Kotler, dkk. 2000. Manajemen Pemasaran, Perspektif Asia. Yogyakarta : Andi.

Kotler, Philip & Kevin, Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi Ketiga Belas, Jilid Satu. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Salemba Empat, Jakarta.

Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Mowen, John C, dan Minor, Michael 2002. Prilaku konsumen. Terjemahan Oleh Lina Salim. Jakarta : PT. Erlangga.

Mursid, M. 2006. Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama, Cetakan Keeempat. Jakarta:

Bumi Aksara.

Rangkuti, Freddy, 2002. The Power of Brand. Teknik Mengelola Brand Equity dan Starategi Pengembangan Merek. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum.

(17)

Rangkuti, Freddy. 2000. Riset Pemasaran, Cetakan Ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rangkuti, Freddy. 2013. Riset Pemasaran, Cetakan Kesebelas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Saladin, D. (2008). Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Bandung: Linda Karya.

Sangadji, Eta Mamang dan Sopiah. 2013. Perilaku Konsumen Pendekatan Praktis Dengan Disertai Himpunan Jurnal Penelitian. Yogyakarta: CV ANDI.

Schiffman, Leon.G. dan Leslie Lazar Kanuk. 2007. Perilaku Konsumen. Edisi Ke-7.

Diterjemahkan oleh Zoelkifli Kasip. PT. Indeks, Jakarta.

Soewito, Yudhi. 2013. Kualitas Produk, Merek dan Desain Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Yamaha Mio. Jurnal EMBA Vol.1 No.3 Juni 2013, Hal. 218-229 (ISSN 2303-1174).

Stanton, W. 2006. Prinsip Pemasaran, terjemahan Y. Lamarto. Erlangga. Jakarta.

Sudaryono. 2014. Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Pemasaran, Cetakan Pertama.

Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia.

Sunyoto, Danang. 2012. Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran. Penerbit CAPS, Yogyakarta.

Sunyoto, Danang. 2015. Strategi Pemasaran, Cetakan Pertama. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service.

Supranto, J., Limakrisna, H.N. (2011). Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran.Jakarta: Mitra Wacana Media.

Susanto, AB dan Wijanarko. 2004. Power Branding, Membangun Merek Unggul dan Organisasi Pendukungnya. Jakarta: PT Mizan Publika.

Swastha, B, dan T. Handoko. 2008. Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku Konsumen. Edisi Pertama. Cetakan Keempat. BPFE. Yogyakarta.

Tjiptono, F., & Chandra, G. 2009. Pemasaran Strategik. ANDI Offset. Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Utami, Vera Agusta Mei. 2016.Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 5, Nomor 7, Juli 2016(ISSN : 2461-0593).

Visit website : www.aqua.com

Weenas, Jackson R.S. 2013. Kualitas Produk, Harga, Promosi dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Spring Bed Comforta.

JurnalEMBA Vol.1 No.4 Desember 2013, Hal. 607-618 (ISSN 2303-1174).

Wijaya, Mohamad H.P. 2013. Promosi, Citra Merek, dan Saluran Distribusi Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Jasa Terminix di Kota Manado.

Jurnal EMBA Vol.1 No.4 Desember 2013, Hal. 105-114 (ISSN 2303-1174).

Zulaicha, Santri dan Rusda Irawati. 2016. Pengaruh Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Di Morning Bakery Batam. Jurnal Inovasi dan Bisnis, Vol. 4, No. 2, Desember 2016, hlm. 125-136 (ISSN 2338-4840).

Zulfadly, Edo. 2013. Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Produk Yakult Di Kota Padang. Universitas Negeri Padang. Jurnal Skripsi.

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pikir
Tabel 1. Populasi Warga RW 01 Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur
Tabel 2. Sampel (Proporsionate To Size) Warga RW 01Ujung Menteng, Cakung,  Jakarta Timur
Tabel 3. Coefficients a Model  Unstandardized  Coefficients  Standardized Coefficients  B  Std
+5

Referensi

Dokumen terkait

Masalah yang dialami oleh Koperasi Susu Sintari ini tidak berdampak negatif pada semua petani/peternak lainnya, disebabkan karena mereka masih ingin meningkatkan

Privatisasi melalui pasar modal belum tentu dapat memacu pertumbuhan perekonomian.Hal ini terjadi bisa dilihat dari komposisi investor yang membeli saham BUMN di

Hipotesis 2 total asset turn over tidak berpengaruh terhadap return on assets Total asset turn over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang

Apabila perkembangan negosiasi perdagangan sektor jasa dalam forum World Trade Organization (WTO) yang masih berlangsung sampai saat ini diamati secara cermat, maka dapat

Gaya komunikasi menurut Wubbles diatas, dapat dikategorikan berdasarkan ciri-ciri yang membedakannya, yaitu adanya indikator penciptaan suasana kelas, pemberian tugas atau

Pengisian nama orang tua/wali pemilik SKHUAMBN, diisi sesuai dengan yang tercantum pada ijazah/STTB yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau

Peranan OCHA sangat penting, dibandingkan organisasi lainnya dikarenakan OCHA merupakan aktor utama yang bertanggung jawab atas berjalannya program penanggulangan

Fungsi iklan adalah brosur benar-benar sangatlah penting sebagai alat iklan atau alat promosi, yang menarik dan juga memungkinkan kamu untuk mempromosikan satu atau