• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Sensor Gerak Sebagai Kendali Pintu Otomatis di dalam Rumah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemanfaatan Sensor Gerak Sebagai Kendali Pintu Otomatis di dalam Rumah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

Pemanfaatan Sensor Gerak Sebagai Kendali Pintu Otomatis di dalam Rumah

Matias Kristian Kelviandy

Universitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya No. 100, Pondok Cina, Depok 16424, Telp. 78881112 Ext. 104 Email : [email protected]

ABSTRAK

Kendali sensor gerak bukanlah sebuah hal yang asing dalam perkembangan teknologi kekinian. Ragam perangkat dikembangkan dengan basis teknologi yang satu ini. Hal ini menjadikan kemudahan sebagai bagian utama dalam pengembangan teknologi ini.

Terlebih di era pandemi Covid 19 di mana sentuhan akan suatu benda dikurangi, dan ragam dompet elektronik dikembangkan, pemanfaatan sensor gerak untuk membuka dan menutup pintu secara otomatis layak di implementasikan dengan lebih gencar.

Kata Kunci: Sensor gerak, Otomatisasi, Kendali, Teknologi.

ABSTRACT

Motion sensor control is not a strange thing in contemporary technological developments.

Various devices are developed on the basis of this one technology. This makes convenience a major part of the development of this technology. Especially in the era of the Covid 19 pandemic where the touch of an object is reduced, and various electronic wallets are developed, the use of motion sensors to open and close doors automatically deserves to be implemented more aggressively.

Keywords: Motion sensor, Automation, Control, Technology.

(2)

2 1. Pendahuluan

Perkembangan kemajuan teknologi yang semakin pesat diberbagai segmen kehidupan menciptakan ragam kemu- dahan yang mendukuk efektivitas kinerja manusia.

Pemanfaatan teknologi sensor bukan tergolong baru lagi untuk dapat mempermudah baik pekerjaan yang dilakukan secara individu mau pun tim.

Dari sisi perkembangan motion sensor, banyak penelitian yang meman- faatkannya untuk mempermudah peker- jaan dan keamanan. Seperti penelitian yang diusung Samsul Ma'arif. et al, memanfaatkan sensor gerak sebagai media yang memungkinkan untuk memonitoring pengaman bangunan.

Sensor pir berguna untuk menangkap objek pergerakan di mana buzzer dimanfaatkannya sebagai objek pemberi tahu keadaan.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Jati lestari dan Grace Gata memanfaatkan sensor Pir yang terintegrasi dengan webcam guna memonitoring suasana ruangan. Masih menggunakan buzzer sebagai alarm penanda bahaya, penelitian ini dapat mempermudah pihak security yang bertugas.

Bahkan, penelitian yang dilakukan Dewa E.P, dan Rikie Kartadie berhasil mengintegrasikan sensor gerak pada perangkat Arduino guna mengontrol keamanan rumah.

Dari banyaknya pengembangan terhadap sensor gerak. Untuk itu penulis hendak memanfaatkan sensor gerak yang serupa, sebagai bagian dari kendali otomatis. Yang mana di sini, dengan sensor gerak, dapat diperuntukan untuk otomatisasi pergerakan pintu di seluruh rumah.

Konsep yang diusung dalam penelitian ini adalah kemudahan.

Sehingga, di rumah, tanpa perlu

membuka atau menutup gagang pintu, pintu di seluruh ruangan yang ada di dalam rumah dapat terotomatisasi dengan laju pergerakan sang pemilik rumah.

Hal ini cukup berguna di era pandemi Covid 19 seperti sekarang ini. Alhasil, tanpa perlu memegang gagang pintu, sang pemilik rumah bisa bergerak bebas di seluruh ruangan tanpa perlu menyentuh apapun.

Ada pun konsep ini adalah prototype yang diperuntukan di masa pandemi covid 19. Tentunya, perancangan ini dapat pula dikembangkan di seluruh gedung wilayah perkantoran yang memungkinkan karyawan dapat keluar masuk suatu ruangan tanpa perlu menyentuh gagang pintu ruangan tersebut.

1.1. Sensor PIR

Gambar 1. Sensor PIR

Menurut Ma'arif .S et. Al, Sensor Pir adalah sensor yang dapat mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah.

Sensor PIR ini bersifat pasif, dikarena-

kan alat tersebut tidak dapat meman-

carkan sinar infra merah dan hanya dapat

menerima radiasi sinar infra merah dari

luar saja. Sensor ini biasanya digunakan

dalam perancangan detektor gerakan

berbasis PIR.

(3)

3 1.2. Arduino

Gambar 2. Arduino Uno

Arduino merupakan otak kinerja pada penelitian ini. Menurut Jati Lestari &

Grace Gata dalam tulisannya, Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik Open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroller dengan jenis AVR (Advanced Versatile RISC) dari Perusahaan Atmel.

Heri Andrianto (2008:2) juga me- ngungkapkan dalam tulisannya bahwa

“AVR adalah mikrokontroler RISC (Reduce Instruction Set Computer) 8 bit berdasarkan arsitektur Harvard, yang dibuat oleh Atmet pada tahun 1996”.

Yang mana singkatnya, Arduino ini merupakan otak kinerja dari perancangan penelitian ini karena dirancang sede- mikian rupa untuk memudahkan para desainer elektronika untuk dapat me- ngembangkan berbagai macam perangkat elektronik tertentu yang terkait dengan bidang pemrograman elektronika.

Karena inti dari Arduino adalah sebuah Mikrokontroler, maka program dapat dimasukkan ke dalam chip intinya sebelum diolah di dalam sistemnya.

1.3. Mikrokontroller

Mikrokontroller adalah komponen utama di dalam Arduino. Program diinputkan ke dalam mikrokontroller yang membuat Arduino dapat bekerja berdasarkan logika pemrograman ter-

sebut. Ardyansyah menulis dalam penelitiannya bahwa Mikrokontroler itu merupakan komputer mikro dalam satu chip tunggal. Mikrokontroler ini dapat memadukan CPU, ROM, RWM, I/O paralel, I/O seri, counter-timer, dan rangkaian clock dalam satu chip.

Gambar 3. Blok Diagram Mikrokontroler (Immerse 2014)

Embedded system atau dedicated system merupakan sistem yang meng- gunakan mikrokontroler sebagai basis kerjanya.

1.4. Motor Servo

Gambar 4. Motor Servo

Motor servo pada umumnya nampak terlihat seperti motor DC kecil yang diberi sistem gear dan potensio meter sehingga dapat menempatkan horn servo pada posisi yang dikehendaki.

Ada dua jenis motor servo menurut

rotasinya. Pertama yaitu Motor servo

standard (servo rotation 180⁰) dan yang

kedua adalah Motor servo rotation

continuous yang perputaran porosnya

tanpa batasan atau dengan kata lain dapat

berputar terus, baik ke arah kanan

maupun kiri.

(4)

4 2. Konsep Perancangan

2.1 Bagan Konsep

Gambar 5. Bagan konsep perancangan

Dari gambar 3 di atas, terlihat bagai- mana sistem bekerja. Di mulai dari sensor yang menangkap pergerakan, lalu pergerakan tersebut menjadi data masukan yang dikirimkan ke device untuk di olah oleh Arduino. Hasil kelua- rannya berupa bit set untuk membuka dan menutup pintu secara otomatis.

Penempatan sensor pun bisa di mana- mana, baik di kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, kamar bermain, mau pun pintu belakang. Namun masih belum di sarankan untuk diletakkan di puntu depan mengingat belum dipasangnya kode tambahan yang berguna sebagai password keamanan.

Intinya, perancangan konsep ini untuk mengurangi penggunaan sentuhan tangan terhadap gagang pintu, apalagi di era pandemi covid semacam ini.

2.2. Blok Diagram

Gambar 6. Blok Diagram

2.2.1 Aktivator

Aktivator adalah daya input yang diperuntukan sistem agar bisa berjalan sebagaimana mestinya. Daya maksimal untuk arduino adalah sebesar 12 volt, dan dialirkan untuk memberikan sumber tegangan pada tiap perangkat di dalam sistem. Aktivator dapat bersumber dari baterai, adaptor, maupun arus listrik dan catu daya powerbank.

2.2.2 Blok Input

Pada bagan blok input, Terlihat sistem hanya menangkap motion, atau gerakan, atau panas dari objek yang hendak lewat di depan pintu. Hasil pergerakan tadi akan menciptakan sebuah inputan kendali yang dialirkan ke sistem Arduino untuk diolah.

2.2.3 Blok Proses

Ada sensor Pir, Arduino, dan komputer pada blok proses yang memungkinkan data masukan yang berupa pergerakan itu di olah menjadi bit yang dapat dibaca oleh komputer. Pir sensor berfungsi untuk menangkap gerakan, Arduino mengolah datanya menjadi keluaran yang di arahkan kepada pin-pin-nya untuk dapat menggerakan pintu.

2.2.4 Blok Output

Hasil data yang keluar dari pin

Arduino diarahkan ke motor servo yang

tertanam di prototype pintu. Motor Servo

ini menggerakan pintu untuk membuka

dan menutup sesuai arahan yang ada di

dalam logika program pada mikro-

kontroller di Arduino.

(5)

5 3. Implementasi hasil

Tabel 1. Tabel Hasil Pengujian

Dari tabel pengujian dapat dilihat bahwa ada variasi hasil yang disebabkan oleh sensitivitas sensor PIR.

Pada jarak 5 sampai 20 cm tidak ada masalah yang berarti di dalam sistem.

Tapi saat memasuki jarak 25 cm, pintu yang terbuka kadang dapat tertutup namun ada kalanya tidak. Hal ini dikarenakan sensor kurang sensitif untuk membaca pergerakan. Begitu pun pada jarak 30 cm di mana kadang-kadang sensor dapan membaca pergerakan, kadang juga tidak.

Dan pada jarak lebih dari 30 cm, sensor sudah benar-benar kesulitan membaca pergerakan.

4. Kesimpulan dan Saran

Penerapan Pemanfaatan Sensor Gerak Sebagai Kendali Pintu Otomatis di dalam Rumah pada dasarnya dinilai peneliti cukup efektif guna mengurangi resiko sentuhan pada gagang pintu.

Namun, ada batasan jarak yang harus dilakukan, dan kurangnya kemampuan pengamanan.

Untuk masalah jarak, sesungguhnya dapat digunakan sensor penangkap gerak yang lebih baik dari pada sensor PIR.

Tapi, akan lebih baik lagi jika kedepannya dapat menggunakan face recognition pemanfaatan bio security seperti Iris mata, perintah suara, maupun

IOT untuk lebih menekan tingkat security walau akan ada sedikit pemang- kasan dari sisi nilai-nilai kemudahan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ahadiah, Siti, et al, 2017. Implementasi Sensor PIR Pada Peralatan Elektronik Berbasis Microcontroller. Jurnal Inovtek Polbeng. Vol.07 No.01.

[2] Dewa, E.P, and Rikie Kartadie, 2017.

Integrasi Sensor Gerak Dan Ponsel Pada Arduino Sebagai Sistem Kontrol Keamanan Rumah. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika. Vol.01 No.02.

[3] Lestari, Jati, and Grace Gata, 2011.

Webcam Monitoring Ruangan Menggunakan Sensor Gerak PIR (Passive Infra Red). BIT.

Vol 8 No.2.

[4] Ma'arif, Samsul, et al, 2016. Monitoring

Pengaman Bangunan Menggunakan Sensor

Gerak Berbasis Mikrokontroller Atmega

8535. Media Elektrika. Vol.9, No.1.

Gambar

Gambar 2. Arduino Uno

Referensi

Dokumen terkait

V Research approach or methodology VI Importance of the research VII Limitation and key assumptions VIII Contribution to knowledge IX Proposed thesis chapters X Research

Suatu Negara akan semakin kuat pertahanannya bila saja bangsa tersebutbersatu padu untuk memperjuangkan Negara dalm melindungi dan membela hak hak yang dimiliki didalam suatu

Menimbang : Bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 3 ayat (4), Pasal 5 ayat (4), Pasal 13 ayat (4), Pasal 15 ayat (2) Peraturan Walikota Nomor 16 tahun 2017

dari rekrutmen yang mumpuni untuk bekerja pada sebuah perusahaan

Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kuman Gram(-) dan Gram(+) dalam hal kepekaaannya terhadap antibiotik inisial. KPD adalah faktor risiko bakteremia pada

Nawi Janis Page 15 digunakan untuk sesi debug, menutup semua file terbuka yang digunakan..

Dengan ini disampaikan bahwa kasus covid-19 di satu kota dan empat kabupaten se- DIY, semakin meningkat serta seiring adanya himbauan dari Menteri Agama RI untuk antisipasi

melaksanakan fungsinya dengan efektif dan efisien tanpa biaya yang cukup untuk memberikan pelayanan pembangunan dan keuangan inilah yang merupakan salah satu dasar