• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hubungan Antara Leverage, EPS dan DPS Pada Sektor Retail Trade Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta Selama Periode 2003-2006.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Hubungan Antara Leverage, EPS dan DPS Pada Sektor Retail Trade Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta Selama Periode 2003-2006."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

The aim of this research is to know the level of proportion of long term debt and equity in capital structure, Cost of Capital, company ability in yielding a Return on Assets (ROA) larger ones from Cost of Capital and find empirical evidence existence of relation between Operating Leverage and Earning Before Interest and Tax (EBIT), Earning Before Interest and Tax (EBIT) and Earning Per Share (EPS), financial leverage with EPS and DPS, and relation between EPS and DPS. This research employee 8 companies at commerce industry of retail trade in Jakarta Stock Exchange (JSX) by selected based on purposive sampling.

In this research is done by two analysis, that is descriptive analysis consisted and statistical analysis consisted of normality analysis, and correlation analysis Spearman Rho with errors standard equal to 5%.

The result of this research shows there is weak relationship between DOL and EBIT, strong relationship between EBIT and EPS, relationship is not strong concurrent between DFL and EPS, weak relationship between DFL and DPS, and between EPS and DPS. The Conclusion which can be taken based on level of significant is positive relationship between EBIT and EPS, and there are no positive relationship between DOL and EBIT, DFL and EPS, DFL and DPS, EPS and DPS. This research shows that assumption of hypothesis based on theory unmatched to condition of the companies in industry retail trade in BEJ.

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya proporsi utang dan ekuitas di dalam struktur modal, Cost of Capital, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan Return on Assets yang lebih besar dari Cost of Capital dan untuk menemukan bukti empiris adanya hubungan antara Operating Leverage dan laba usaha, laba usaha dan Earning Per Share (EPS), financial leverage dengan EPS dan DPS, serta hubungan antara EPS dan DPS. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan variabel tersebut dan apakah memiliki hubungan yang positif antar variabel. Penelitian dilakukan terhadap 8 perusahaan pada industri perdagangan ritel yang dipilih berdasarkan purposive sampling.

Dalam penelitian ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik yang terdiri dari analisis normalitas dan analisis korelasi Spearman Rho dengan standar error sebesar 5%.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang lemah antara DOL dan EBIT, hubungan yang kuat antara EBIT dan EPS, hubungan tidak searah yang kuat antara DFL dan EPS, hubungan yang lemah antara DFL dan DPS, serta EPS dan DPS. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan tingkat signifikan maka terdapat hubungan positif antara EBIT dan EPS. Serta tidak terdapat hubungan positif antara DOL dan EBIT, DFL dan EPS, DFL dan DPS, EPS dan DPS. Penelitian ini menunjukan bahwa asumsi hipotesis berdasarkan teori tidak sesuai dengan kondisi pada perusahaan di industri ritel.

(3)

DAFTAR ISI

ABSTRAK i

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL xi

DAFTAR GAMBAR xv

DAFTAR LAMPIRAN xvi

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Identifikasi Masalah 4

1.3 Pembatasan Masalah 5

1.4 Tujuan Penelitian 6

1.5 Manfaat Penelitian 6

1.6 Kerangka Pemikiran 7

1.7 Lokasi Penelitian 11

1.8 Sistematika Penulisan 11

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ruang Lingkup Manajemen Keuangan 13

2.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan 13

2.1.2 Fungsi Manajemen Keuangan 14

(4)

2.1.3.1 Pengertian Manager Keuangan 15

2.1.3.2 Tugas Manager Keuangan 16

2.2 Laporan Keuangan 17

2.2.1 Pengertian Laporan Keuangan 17

2.2.2 Komponen dan Pemakai Laporan Keuangan 17

2.2.3 Analisis Laporan Keuangan 18

2.3 Modal, Struktur Modal, dan Struktur Keuangan 19

2.3.1 Modal 19

2.3.1.1 Pengertian Modal 19

2.3.1.2 Jenis dan Sumber Modal 20

2.3.2 Struktur Modal 21

2.3.2.1 Pengertian Struktur Modal 22

2.3.2.2 Teori – Teori Kapitalisasi 22

2.3.2.3 Teori Struktur Modal Modern 25

2.3.2.4 Kebijakan Struktur Modal Optimal 29

2.3.2.5 Faktor yang Mempengaruhi Struktur

Modal 30

2.3.3 Struktur Keuangan 33

2.4 Biaya Modal 35

2.4.1 Pengertian Biaya Modal 36

2.4.2 Faktor yang Mempengaruhi Biaya Modal 36

(5)

2.5.1 Operating Leverage 40

2.5.2 Financial Leverage 42

2.5.3 Combined Leverage 44

2.6 Earning Per Share (EPS) 45

2.7 Dividen 46

2.7.1 Pengertian Dividen 46

2.7.2 Kebijakan Dividen 47

2.7.3 Teori Kebijakan Dividen 48

2.7.4 Tipe Pembayaran Dividen 50

2.7.5 Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen 51

2.7.6 Dividend Per Share (DPS) 53

2.8 Hubungan DOL dan EBIT 53

2.9 Hubungan Leverage Terhadap EPS dan DPS 54

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian 55

3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan 56

3.2 Metode Penelitian 61

3.2.1 Jenis Penelitian 61

3.2.2 Sumber Data 61

3.2.3 Teknik Pengumpulan Data 6

3.2.4 Populasi dan Sampel Penelitian 63

(6)

3.2.5.1 Variabel 64

3.2.6 Perumusan Hipotesis 66

3.2.6.1 Hipotesis Hubungan Tingkat DOL dan

EBIT Perusahaan 66

3.2.6.2 Hipotesis Hubungan EBIT dan EPS

Perusahaan 66

3.2.6.3 Hipotesis Hubungan DFL dengan EPS

Perusahaan 67

3.2.6.4 Hipotesis Hubungan DFL dengan DPS

Perusahaan 67

3.2.6.5 Hipotesis Hubungan EPS dengan DPS

Perusahaan 68

3.2.7 Teknik Analisis Data 68

3.2.7.1 Uji Normalitas 70

3.2.7.1 Korelasi Spearman Rho 71

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Struktur Modal, Biaya Modal, dan Leverage Pada

Perusahaan Ritel 74

4.1.1 Alfa Ritailindo Tbk (ALFA) 74

4.1.2 Hero Supermarket Tbk (HERO) 79

(7)

4.1.6 Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) 96

4.1.7 PT Metro Supermarket Reality Tbk (MTSM) 99

4.1.8 Rimo Catur Lestari Tbk 103

4.2 Uji Statistika Deskriptif 107

4.2.1 Uji Normalitas Data Perusahaan Pada

Sektor retail and trade 107

4.2.2 Korelasi Antara DOL dan EBIT Pada Sektor

Industri Retail and Trade 108

4.2.3 Korelasi Antara EBIT dan EPS Pada Sektor

Industri Retail and Trade 109

4.2.4 Korelasi Antara DFL dan EPS Pada Sektor

Industri Retail and Trade 111

4.2.5 Korelasi Antara DFL dan DPS Pada Sektor

Industri Retail and Trade 112

4.2.6 Korelasi Antara EPS dan DPS Pada Sektor

Industri Retail and Trade 114

4.2.7 Rangkuman Analisis Statistik 115

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 116

5.2 Saran 119

DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR TABEL

Populasi dan Sampel Penelitian Kelompok

Industri Perdagangan Eceran

Definisi Operasional Variabel

Alfa Retailindo Tbk Capital Structure 2003 –

2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan

Lain)

Hero Supermarket Tbk Capital Structure 2003

– 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Hero Supermarket Tbk Cost of Capital 2003 –

(9)

Tabel Judul Halaman

Hero Supermarket Tbk Leverage 2003 – 2006

(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan

Lain)

Matahari Putra Prima Tbk Capital Structure

2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Matahari Putra Prima Tbk Cost of Capital 2003

– 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Matahari Putra Prima Tbk Leverage 2003 –

2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Ramayana Lestari Sentosa Tbk Capital Structure 2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Ramayana Lestari Sentosa Tbk Cost of Capital

2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Ramayana Lestari Sentosa Tbk Leverage 2003

(10)

Tabel Judul Halaman

Toko Gunung Agung Tbk Capital Structure

2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Toko Gunung Agung Tbk Cost of Capital 2003

– 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Toko Gunung Agung Tbk Leverage 2003 –

2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Sona Topas Tourism Industry Tbk Capital

Structure 2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Sona Topas Tourism Industry Tbk Cost of

Capital 2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Sona Topas Tourism Industry Tbk Leverage

2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

PT Metro Supermarket Reality Tbk Capital

(11)

Tabel Judul Halaman

PT Metro Supermarket Reality Tbk Leverage

2003 – 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Rimo Catur Lestari Tbk Capital Structure 2003

– 2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Rimo Catur Lestari Tbk Cost of Capital 2003 –

2006 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali

Dinyatakan Lain)

Rimo Catur Lestari Tbk Leverage 2003 – 2006

(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

1.1 Bagan Kerangka Pemikiran 10

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul

1 Rangkuman Laporan keuangan Alfa Retailindo Tbk periode 2001-2006

2 Neraca Alfa Retailindo Tbk periode 2003-2004

3 Catatan atas laporan keuangan Alfa Retailindo Tbk periode 2004-2003 (20. Beban Keuangan)

4 Neraca Alfa Retailindo Tbk periode 2005-2006

5 Catatan atas laporan keuangan Alfa Retailindo Tbk periode 2004-2003 (18. Beban Keuangan)

6 Rangkuman Laporan keuangan Hero Supermarket Tbk periode 2002-2007

7 Catatan atas laporan keuangan Hero Supermarket Tbk periode 2004-2003 (17. Hutang Bank dan Cerukan)

8 Catatan atas laporan keuangan Hero Supermarket Tbk periode 2005-2006 (18. Hutang Bank dan Cerukan)

9 Rangkuman Laporan keuangan Matahari Putra Prima Tbk periode 2002-2007

10 Catatan atas laporan keuangan Matahari Putra Prima Tbk periode 2003-2004 (19. Hutang Obligasi)

11 Catatan atas laporan keuangan Matahari Putra Prima Tbk periode 2005-2006 (19. Hutang Bank Jangka Panjang)

12 Rangkuman Laporan keuangan Ramayana Lestari Sentosa Tbk periode 2002-2007

13 Catatan atas laporan keuangan Ramayana Lestari Sentosa Tbk periode 2003-2004 (17. Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan)

14 Catatan atas laporan keuangan Ramayana Lestari Sentosa Tbk periode 2005-2006 (18. Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan)

(14)

17 Catatan atas laporan keuangan Toko Gunung Agung Tbk periode 2003-2004 (28. Beban Bunga)

18 Neraca Toko Gunung Agung Tbk periode 2005-2006

19 Catatan atas laporan keuangan Toko Gunung Agung Tbk periode 2005-2006 (26. Beban Bunga)

20 Rangkuman Laporan keuangan Sona Topas Tourism Industry Tbk periode 2002-2007

21 Neraca Sona Topas Tourism Tbk periode 2003-2004

22 Catatan atas laporan keuangan Sona Topas Tourism Tbk periode 2005-2006 (23. Beban Bunga)

23 Neraca Sona Topas Tourism Tbk periode 2005-2006

24 Catatan atas laporan keuangan Sona Topas Tourism Tbk periode 2005-2006 (23. Beban Bunga)

25 Rangkuman Laporan keuangan Metro Supermarket Reality Tbk periode 2001-2006

26 Neraca Metro Supermarket Reality Tbk 2003-2004

27 Laporan Laba Rugi Metro Supermarket Reality Tbk 2003-2004

28 Neraca Metro Supermarket Reality Tbk 2005-2006

29 Laporan Laba Rugi Metro Supermarket Reality Tbk 2005-2006

30 Rangkuman Laporan keuangan Rimo Catur Lestari Tbk periode 2002-2007

31 Catatan atas laporan keuangan Rimo Catur Lestari Tbk periode 2003-2004 (19.Imbalan Kerja)

(15)

Bab 1 Pendahuluan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam perkembangan dunia usaha khususnya di dalam industri ritel

menunjukkan tingkat pertumbuhan yang pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya

usaha ritel yang berkembang di kota maupun di daerah kecil di wilayah Indonesia.

Perkembangan usaha tersebut dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang berasal

dari dalam perusahaan dan atau luar perusahaan yang akan mengakibatkan suatu

hambatan atau peluang bagi perusahaan. Setiap perusahaan harus pandai dalam

memanfaatkan peluang untuk mengatasi hambatan demi kelangsungan usaha.

Salah satu cara agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan

usaha dalam menghadapi segala perubahan di lingkungan bisnis yaitu dengan

melakukan kebijakan financial coorporate. Dalam kebijakan ini perusahaan

berupaya untuk memberikan nilai yang lebih bagi pemegang saham dan para

investor. Berdasarkan pandangan tersebut maka para manajer keuangan harus

memberikan fokus pada kebijakan investasi yang merupakan keputusan dalam hal

finansial yaitu keputusan penggunaan dana. Kebijakan investasi membutuhkan

struktur permodalan di mana sumber dana berasal dari modal sendiri yaitu laba

ditahan, modal perusahaan, atau pemegang saham dan sumber lainnya yaitu

modal pinjaman atau kombinasi di antaranya.

Keputusan Finansial mengacu pada pemilihan bauran finansial maka

(16)

Bab 1 Pendahuluan

dan utang di mana keduanya akan menimbulkan biaya. Selain biaya tersebut

penggunaan dana terhadap investasi asset turut menimbulkan biaya yang perlu

ditanggung oleh perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memiliki struktur

modal yang mampu memberikan pengembalian atau return yang lebih besar

dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pengembalian yang lebih

besar dibandingkan dengan biaya modal dan biaya operasi yang bersifat tetap

berkaitan dengan konsep leverage. Leverage merupakan penggunaan aktiva dan

sumber dana oleh perusahaan dengan maksud meningkatkan keuntungan potensial

pemegang saham.

Leverage terdiri dari operating leverage dan financial leverage. Operating leverage diharapkan perusahaan dapat menganalisis perubahan penjualan yang mengakibatkan pada perubahan EBIT yang lebih besar. Sehingga dapat

mengetahui operasional perusahaan yang optimal di mana peralatan yang bersifat

otomatis cenderung menghasilkan biaya tetap yang lebih tinggi dibandingkan

biaya variabelnya. Biaya tetap yang ditimbulkan diharapkan dapat ditutupi dengan

tingkat pendapatan yang lebih besar.

Financial leverage terkait dengan aktivitas keuangan di mana peningkatan dana menghasilkan beban yang harus ditanggung. Sumber dana yang berasal dari

saham preferen melibatkan dividen yang harus ditanggung, untuk dana yang

berasal dari utang jangka panjang terikat secara kontraktual dalam pembayaran

(17)

Bab 1 Pendahuluan

Berdasarkan risiko yang ada, tidak banyak perusahaan dapat mengoptimalkan

keuntungan di atas biaya tetap.

Perusahaan yang telah berhasil menjalankan konsep leverage maka akan

mendapatkan sumber dana yang lebih besar dari beban yang ditanggung. Sumber

dana yang dihasilkan oleh perusahaan harus dapat dialokasikan terhadap

penggunaan asset secara optimal sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat

berjalan dengan baik. Peningkatan tersebut merupakan suatu jalan untuk mencapai

tujuan perusahaan yaitu menciptakan kemakmuran bagi pemegang saham dan

karyawan.

Pada studi kasus terdahulu yang diteliti oleh Santimoy Patra dengan judul

“Financial leverage, earnings and dividend- A case Study” menunjukkan suatu perbedaan antara pendekatan teori dan pendekatan praktik dari financial leverage.

Hasil penelitian bahwa financial leverage memiliki hubungan negatif dengan EPS

dan memiiliki hubungan positif dengan DPS. Studi kasus tersebut dijalankan pada

perusahaan Bharat Heavy Electricals Limited (BHEL) di India.

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya

dengan adanya penambahan variabel. Pada penelitian sebelumnya variabel yang

diteliti adalah DFL, EPS, DPS. Maka untuk melengkapi unsur Leverage maka

adanya penambahan variabel yang akan diteliti yaitu DOL. Penambahan tersebut

untuk menunjukkan penggunaan leverage perusahaan tidak hanya terbatas pada

Financial Leverage tetapi Operational leverage yang dapat mengukur perubahan pendapatan atau penjualan terhadap keuntungan operasi perusahaan. Penelitian ini

(18)

Bab 1 Pendahuluan

diteliti dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang sesuai teori Leverage atau

bertolak belakang. Sehingga dapat menambah pengetahuan baru mengenai

leverage perusahaan dan EPS.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini mencoba untuk

menganalisis leverage yang dapat mempengaruhi EPS perusahaan, dengan judul :

“Analisis Hubungan antara Leverage, EPS dan DPS Pada Sektor Retail Trade

yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Selama Periode 2003 – 2006 ”

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam penyusunan penelitian ini, penulis merumuskan masalah yang akan

diteliti sehingga pihak yang membaca dapat memahami permasalahan yang

menjadi fokus utama yang dibahas dalam penelitian ini. Permasalahan yang

diangkat merupakan jenis permasalahan yang bersifat asosiatif kausal. Menurut

Sugiyono (2007: 29-30) Asosiatif Kausal adalah permasalahan yang merupakan

suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih

yang bersifat sebab akibat.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai hubungan leverage, EPS dan DPS

di sektor Retail Trade, maka permasalahan diidentifikasikan sebagai berikut :

1. Bagaimana proporsi utang dan saham pada struktur modal perusahaan

ritel ?

2. Apakah dalam perusahaan ritel penggunaan utang merupakan sumber

(19)

Bab 1 Pendahuluan

3. Apakah perusahaan ritel mampu menghasilkan tingkat Return on

Assets lebih besar dibandingkan Cost of financing investment ? 4. Apakah DOL memiliki korelasi positif dengan EBIT?

5. Apakah EBIT memiliki korelasi positif dengan EPS?

6. Apakah DFL memiliki korelasi positif dengan EPS ?

7. Apakah DFL memiliki korelasi positif dengan DPS?

8. Apakah EPS memiliki korelasi positif dengan DPS?

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian dilakukan pembatasan pada lingkup permasalahan agar

tujuan dan kegunaan dapat tercapai sesuai target dan kemampuan penulis karena

terdapat keterbatasan data yang akan diolah. Berikut pembatasan masalah pada

pembahasan :

1. Penelitian ini terbatas pada keadaan 4 tahun terakhir di dalam perusahaan

pada sektor Retail Trade yaitu periode 2003-2006.

2. Penelitian ini terbatas pada perusahaan yang terdaftar di BEJ dan tergolong

pada sektor Retail Trade pada periode 2003- 2006 serta memiliki kelengkapan data.

3. Penelitian ini tidak mengikutsertakan Degree Total Leverage (DTL) sebagai

(20)

Bab 1 Pendahuluan

1.4 Tujuan Penelitian

1 Untuk mengetahui proporsi utang dan saham pada struktur modal.

2 Untuk mengetahui proporsi sumber dana apakah penggunaan utang

menimbulkan biaya termurah dibandingkan ekuitas.

3 Untuk mengidentifikasi kemampuan perusahaan ritel dalam menghasilkan

tingkat Return on Assets yang lebih besar atau lebih kecil dibandingkan Cost

of financing investment.

4 Untuk mengetahui apakah DOL dan EBIT memiliki hubungan positif.

5 Untuk mengetahui apakah EBIT dan EPS memiliki hubungan positif.

6 Untuk mengetahui apakah DFL dan EPS memiliki hubungan positif.

7 Untuk mengetahui apakah DFL dan DPS memiliki hubungan positif.

8 Untuk mengetahui apakah EPS dan DPS memiliki hubungan positif.

1.5 Manfaat Penelitian

o Implikasi Teoritis

Bagi akademisi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan

bagi penelitian berikutnya yang berkaitan dengan pendeteksian faktor leverage

perusahaan yang mempengaruhi EPS dan DPS.

o Implikasi Praktis

1. Bagi investor, dapat digunakan sebagai salah satu masukan pada saat

pengambilan keputusan investasi saham, terutama dalam menilai struktur modal

(21)

Bab 1 Pendahuluan

2. Bagi manajemen perusahaan, hasil penelitian ini akan dapat dijadikan

pertimbangan dalam merancang struktur modal dan penggunaan leverage di

perusahaan ritel.

1.6 Kerangka Pemikiran

Perusahaan memiliki berbagai tujuan, salah satunya yaitu menciptakan

laba dan memaksimalkan nilai perusahaan. Untuk perusahaan yang telah go

public umumnya memfokuskan tujuan pada kesejahteraan pemegang saham. Untuk itu perusahaan go public diharapkan memiliki kinerja yang baik sehingga

kesejahteraan dari pemegang saham dapat terpenuhi dan akan menghasilkan nilai

perusahaan yang maksimal.

Kinerja Perusahaan go public tidak mudah di analisis dan dikontrol seperti

Usaha Kecil Menengah, di mana pemilik usaha dapat langsung terlibat dalam

pengawasan operasi dan keuangan. Perusahaan go public mendelegasikan kontrol

keuangan pada Manager keuangan. Manager keuangan terlibat dalam keputusan

investasi, keputusan pendanaan dan keputusan manajemen aktiva.

Keputusan investasi berkaitan dengan penggunaan dana yang

dialokasikan penetapan jumlah aktiva yang harus dimiliki perusahaan.

Penggunaan aktiva di dalam perusahaan akan menimbulkan biaya operasional.

(biaya gaji staf, biaya penyusutan, biaya sewa gedung, dsb). Untuk dapat

memenuhi jumlah aktiva yang dibutuhkan perusahaan maka manager keuangan

(22)

Bab 1 Pendahuluan

Keputusan pendanaan berkaitan dengan perbaikan sisi kanan pada neraca

perusahaan. Sumber dana terdiri dari utang, saham preferen, saham biasa, retained

earning. Sumber dana yang dimiliki perusahaan akan menimbulkan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan yaitu (dividen, bunga obligasi, dsb).

Perusahaan yang memiliki biaya operasi dan biaya modal yang bersifat tetap

dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan maka perusahaan

tersebut dapat menggunakan leverage dalam menganalisis, merencanakan dan

mengendalikan keuangan.

Leverage berasal dari kata lever yaitu pengungkit. Pengungkit adalah suatu alat yang sederhana di mana suatu bobot yang besar dapat dipindahkan dengan

suatu kekuatan yang kecil. Berdasarkan konsep tersebut leverage merupakan

penggunaan assets dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap

dengan maksud meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham.

Leverage terdiri dari operating leverage dan finansial leverage. Operating leverage bisa diartikan sebagai seberapa besar perusahaan menggunakan beban tetap operasional. Beban tetap operasional berasal dari biaya depresiasi, biaya

produksi dan pemasaran yang bersifat tetap (misal gaji bulanan karyawan).

Financial leverage diartikan sebagai pembiayaan sebagian dari aktiva perusahaan dengan sekuritas yang membayar bunga tetap (hutang bank, obligasi, saham

preferen).

Perusahaan yang menggunakan biaya tetap dalam proporsi yang tinggi

(23)

Bab 1 Pendahuluan

tersebut tinggi. Jika perusahaan mempunyai DOL yang tinggi, tingkat penjualan

yang tinggi akan menghasilkan pendapatan yang tinggi. Tetapi sebaliknya, jika

tingkat penjualan turun secara signifikan, perusahaan tersebut akan mengalami

kerugian.

Derajat leverage operasi bisa diartikan sebagai efek perubahan penjualan

terhadap keuntungan operasi atau Earning Before Interest and Tax (EBIT). EBIT

merupakan hasil penjualan perusahaan setelah dikurangi oleh biaya operasi.

EBIT memiliki hubungan dengan Earning Per Share (EPS) yang merupakan

suatu penghargaan bagi investor untuk melakukan investasi.

Sedangkan Financial leverage Menurut Hanafi (2004:329) leverage

keuangan bisa diartikan sebagai besarnya beban tetap keuangan yang digunakan

oleh perusahaan. Beban tetap keuangan tersebut biasanya berasal dari pembayaran

bunga untuk utang yang digunakan oleh perusahaan. Karena itu financial leverage

berkaitan dengan struktur modal perusahaan.

Perusahaan yang menggunakan beban tetap (bunga) yang tinggi berarti

menggunakan utang yang tinggi. Perusahaan dikatakan mempunyai leverage

keuangan yang tinggi, yang berarti Degree of Financial Leverage (DFL) untuk

perusahaan tersebut juga tinggi.

DFL mempunyai implikasi terhadap Earning Per Share perusahaan.

Untuk perusahaan yang mempunyai DFL yang tinggi, perubahan EBIT akan

menyebabkan perubahan EPS yang tinggi. Jika EBIT meningkat maka EPS akan

meningkat secara signifikan dan sebaliknya jika EBIT turun maka EPS juga akan

(24)

Bab 1 Pendahuluan

Apabila EPS berubah maka akan memberikan dampak pada Dividen Per

Share (DPS) karena pendapatan yang tinggi akan menghasilkan dividen yang tinggi. Pembahasan di atas akan diuji dalam penerapan secara praktik di

perusahaan dalam sektor Retail Trade. Hasil dari penelitian ini akan mengukur

hubungan penggunaan leverage terhadap EPS dan DPS.

Pembahasan di atas dapat disimpulkan pada kerangka pemikiran sebagai

berikut:

(25)

Bab 1 Pendahuluan

1.7 Lokasi Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian pada

perusahaan yang tercatat di BEJ sebagai bagian dari sektor Retail Trade. Data

kuantitatif bersumber dari situs resmi BEJ di www.jsx.co.id. Namun, pada awal

Desember 2007 BEJ telah bergabung dengan Bursa Efek Surabaya (BES) dengan

nama Bursa Efek Indonesia.

1.8 Sistematika Penelitian

Sistematika penelitian merupakan pokok-pokok uraian dari isi penulisan

skripsi yang di dalamnya menjelaskan tentang materi dan pembahasan tentang

skripsi secara menyeluruh yang diterapkan secara garis besarnya saja. Adapun

garis besar dari sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan penjelasan yang bersifat umum yang terdiri dari latar

belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, kerangka pemikiran, dan sistematika penelitian.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini mengemukakan tentang kajian unsur-unsur teori, konsep, proposisi

dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan dan tujuan

penelitian secara sistematis dan analitik. Bab ini juga menerangkan kerangka pikir

konseptual, yang merupakan ringkasan tinjauan pustaka di sekitar permasalahan

(26)

Bab 1 Pendahuluan

III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Objek penelitian dilakukan pada Industri Ritel yang terdiri dari 8

perusahaan yang terdaftar di BEJ. Sedangkan di dalam metode penelitian akan

dijelaskan dan diuraikan tentang jenis penelitian, sumber data, pengumpulan data,

hipotesis, dan analisis statistik.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian serta pembahasan

secara mendalam hasil temuan dan menjelaskan implikasinya.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini terdiri dari sub bab yaitu kesimpulan dari hasil analisis dan

(27)

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap laporan keuangan

8 perusahaan pada industri perdagangan ritel, maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut :

1. Kondisi struktur modal pada perusahaan di industri ritel yang diteliti

cenderung memiliki komponen ekuitas yang lebih besar dibandingkan utang

jangka panjang. Rata-rata proporsi utang jangka panjang yang dimiliki

perusahaan ritel sebesar 30% dan 70% sisanya adalah ekuitas.

2. Biaya ekuitas atau cost of equity (COE) yang ditanggung cenderung lebih

murah dibandingkan biaya utang atau cost of debt (COD). Rata-rata biaya

utang yang ditanggung adalah 7% dengan biaya tertinggi sebesar 11% dan

biaya terendah sebesar 0.4% pada perusahaan Metro Supermarket Reality

Tbk (MTSM) tahun 2003. MTSM pada tahun 2005 dan 2006 tidak memiliki

beban bunga sehingga COD sebesar 0% hal tersebut dikarenakan komponen

utang jangka panjang yang dimiliki adalah utang hubungan istimewa atau

komponen lainnya yang mungkin menanggung bunga yang dibayar dimuka

atau bahkan komponen yang tidak menimbulkan bunga.

3. Sedangkan untuk komponen ekuitas cenderung tidak menimbulkan biaya.

Ukuran biaya ekuitas adalah besarnya dividen yang dibagikan dibandingkan

(28)

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

berbeda tergantung pada kondisi perusahaan. Namun setelah menganalisis

berdasarkan laporan keuangan maka dapat diketahui bahwa hanya 3

perusahaan yang membagikan dividen yaitu Matahari Putra Prima Tbk

(MPPA), Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan Sona Topas Tourism

Industry Tbk (SONA). Rata-rata COD sebesar 4% dengan biaya terendah

0.64% pada perusahaan SONA tahun 2006 dan biaya tertinggi 11% pada

perusahaan RALS tahun 2003 yang melebihi biaya utang.

4. Setelah meninjau biaya modal dan Return of Assets (ROA) pada perusahaan

yang diteliti maka dapat disimpulkan bahwa ROA yang dihasilkan oleh

perusahaan yang diteliti belum mampu melebihi biaya modal khususnya

biaya utang jangka panjang. Artinya perusahaan belum cukup baik

mengelola sumber dana untuk investasi asset yang mendukung operasional

sehingga tingkat pengembalian lebih rendah dari biaya yang ditanggung.

5. Rata-rata Operating Leverage pada industri ritel sebesar 12.44, rata-rata ini

menunjukkan bahwa pada umumnya perusahaan pada industri ritel memiliki

perubahan laba usaha yang lebih tinggi dibandingkan dengan perubahan

penjualan. Pada periode yang diteliti Operating Leverage minimum

dihasilkan oleh Rimo Catur Lestari Tbk yaitu sebesar -101.64 dan nilai

maksimum yang dihasilkan adalah 108.4 yaitu pada Toko Gunung Agung

Tbk. Leverage Operasi yang bernilai negatif menunjukan bahwa perusahaan

sedang mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan penurunan laba atau

(29)

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

6. Rata-rata Financial Leverage pada industri ritel sebesar 5.17, rata-rata ini

menunjukan bahwa pada umumnya perusahaan pada industri ritel memiliki

perubahan Earning Per Share (EPS) yang lebih tinggi dibandingkan dengan

perubahan laba usaha. Pada periode yang diteliti Financial Leverage

minimum dihasilkan oleh Alfa Retailindo Tbk yaitu sebesar -137.43 dan

nilai maksimum dihasilkan oleh Hero Supermarket Tbk yaitu sebesar 165.4.

Leverage Financial yang bernilai negatif menunjukan bahwa perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan penurunan laba

usaha atau EPS selama periode yang dibandingkan.

7. Setelah melakukan pengujian korelasi maka kesimpulan untuk hipotesis

pertama yaitu hubungan antara DOL dan EBIT pada industri ritel adalah

tidak terdapat hubungan yang positif antara DOL dan EBIT. Berdasarkan

hasil tersebut maka asumsi hipotesis yang didasarkan pada teori tidak sesuai

dengan kondisi perusahaan pada industri ritel.

8. Berdasarkan nilai signifikan yang dihasilkan pada hipotesis kedua yaitu

korelasi antara EBIT dan EPS maka hipotesis diterima, artinya terdapat

hubungan positif antara EBIT dan EPS.

9. Hipotesis ketiga yaitu korelasi antara DFL dan EPS menunjukkan hasil

koefisien korelasi sebesar -0.062 yang artinya terdapat hubungan yang

lemah antara DFL dan EPS. Nilai negatif menunjukkan bahwa semakin

tinggi DFL maka akan menurunkan EPS yang dihasilkan. Serta nilai

signifikan yang lebih besar dari standar error 5% maka hipotesis ditolak

(30)

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

10. Berdasarkan angka signifikan pada hasil analisis maka hipotesis keempat

yaitu korelasi antara DFL dan EPS adalah penolakan hipotesis yang artinya

tidak terdapat hubungan positif antara DFL dan DPS pada perusahaan Ritel

yang terdaftar di BEJ selama periode 2003-2006

11. Berdasarkan angka signifikan 0.080 pada hasil analisis maka hipotesis

ditolak, artinya tidak terdapat hubungan positif antara EPS dan DPS pada

perusahaan Ritel yang terdaftar di BEJ selama periode 2003-2006.

Koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar 0.297 menunjukan korelasi yang

lemah. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya perusahaan berhak untuk

menentukan kebijakan dividen yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan

pemegang saham. Sehingga EPS tidak mutlak mempengaruhi keputusan

kebijakan dividen.

5.2 SARAN

1. Struktur modal yang digunakan oleh perusahaan banyak dipengaruhi oleh

faktor-faktor yang sudah dibahas sebelumnya. Melihat kondisi struktur

modal yang dimiliki perusahaan pada industri ritel yang cenderung lebih

banyak menggunakan ekuitas dan sedikit utang, namun belum berhasil

menciptakan ROA lebih besar dari COD. Untuk itu sebaiknya perusahaan

yang memiliki tingkat pajak yang tinggi sebaiknya menambah utang

karena bunga dapat mengurangi tingkat pajak sehingga EAT akan

(31)

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

2. Tidak ada patokan yang pasti untuk mengambil kebijakan dividen untuk

itu perusahaan akan menyesuaikan teori yang ada terhadap kondisi

perusahaan. Kebijakan dividen the tax preference theory secara

keseluruhan sesuai dengan kondisi perusahaan pada industri ritel karena

teori ini menyarankan agar tingkat DPR yang dibagikan tidak terlalu tinggi

atau sama sekali tidak membagikan dividen agar meminimumkan biaya

modal.

3. Nilai operating leverage pada perusahaan di industri ritel cenderung tidak

terlalu tinggi. Maka perusahaan sebaiknya lebih mengoptimalkan

penggunaan aktiva tetap seperti mesin karena akan mengurangi biaya

variabel sehingga peningkatan penjualan tidak akan banyak dipengaruhi

peningkatan biaya.

4. Perusahaan yang menggunakan beban tetap (bunga) yang tinggi berarti

menggunakan utang yang tinggi. Perusahaan dikatakan mempunyai

leverage keuangan yang tinggi, yang berarti DFL untuk perusahaan tersebut juga tinggi. Sehingga sedikit perubahan EBIT akan

mengakibatkan lebih banyak perubahaan EPS. Untuk itu sebaiknya

perusahaan dapat mengambil keuntungan dari penggunaan utang dan

dividen dan mampu menggunakan aktiva secara optimal sehingga

penjualan meningkat dan EBIT meningkat sehingga EPS akan meningkat

(32)

DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F dan Joel F Houston. 2001. Manajemen Keuangan edisi

delapan buku dua. Jakarta: Erlangga.

Cooper, D.R., dan P.S. Schindler.2006. Business Research Method. 9th Edition.

New York : McGraw-Hill

Gitman, J Lawrence. 2006. Principles of managerial finance eleventh edition.

United States: Addison Wesley.

Harahap, Sofyan S. 2006. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta : PT

RajaGrafindo Persada.

Irawati, Susan. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung : Pustaka

Keown, J Arthur Dkk. 2000. Dasar-dasar Manajemen Keuangan buku dua.

Jakarta : Salemba Empat.

Kerlinger, F.N. 1990. Asas-asas Penelitian Behavioral. Jogjakarta: Gadjah Mada

University Press

Hadiwidjaya.1989. Dasar- Dasar Pembelanjaan. Bandung : Pionir Jaya

Hanafi, Mamduh M. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta : BPFE.

Manson, Robert D dan Douglas A Lind, Widyono Soetjipto (Ed). 1999. Teknik

Statistik untuk bisnis dan ekonomi edisi 9 jilid dua. Jakarta: Erlangga

Margaretha, Farah. 2004. Teori dan aplikasi manajemen keuangan investasi

dan sumber dana jangka panjang. Jakarta : Grasindo

(33)

Patra, Santimoy. Financial leverage, earning and dividend- a case study. India:

Garhabeta College, Vidyasagar University.

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan edisi empat.

Yogyakarta: BPFE

Ross, Westerfield and Jaffe. 2006. Coorporate Finance International edition.

New york: MC Graw-Hill.

Sabardi, Agus. 1994. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:

BPFE

Siegel, Sidney. 1997. Statistik Non Parametrik : Untuk Ilmu-Ilmu Sosial.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Soehardi, Sigit. 2001 Pengantar Metode Penelitian Sosial Bisnis Manajemen.

Yogyakarta: BPFE

Sudjiman, Panuti dan Dendy Sugono. 1998. Petunjuk penulisan karya ilmiah.

Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia.

Sugiyarso dan F Winarni. 2005. Manajemen Keuangan. Yogyakarta : Media

Pressindo.

Sundjaja, Ridwan S dan Inge Barlian. 2003. Manajemen keuangan buku satu

edisi ke-lima. Jakarta: Literata Lintas Media.

Sundjaja, Ridwan S dan Inge Barlian. 2003. Manajemen keuangan buku dua

edisi ke-empat. Jakarta: Literata Lintas Media.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesepuluh. Bandung :

(34)

Sunaryah. 2004. Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Syamsuddin, Lukman. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan edisi baru.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Van Horne, James C. 2002. Financial Management Policy twelfth edition. New

Jersey : Prantice Hall

Van Horne and Wachowicz. 2005. Fundamental of Financial Management

twelfth edition. New Jersey : Prantice Hall

Weston, J Fred dan Thomas E Copeland. 1996. Manajemen Keuangan edisi ke

Gambar

Gambar 1.1Bagan Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

LUAS WILAYAH MENURUT KELOMPOK KEMIRINGAN DI SETIAP KECAMATAN KABUPATEN

Tabel 4.4 Tabel Data Hasil Percobaan Mengirimkan Data Dari Telepon Seluler 2 ke serial port komputer pada port 11 Menggunakan Bluetooth

Received 22 December 1999; received in revised form 9 March 2000; accepted 22 March 20002. Keywords: U v aria hamiltonii ; Annonaceae;

bahwa waktu 3 (tiga) bulan yang diberikan kepada Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN atau BUMD untuk mempersiapkan pelaksanaan kewajiban penggunaan produksi dalam

Potensi wisata di Provinsi Banten yang menarik minat wisatawan diantaranya adalah pada wisata bahari (Pantai Anyer, Tanjung Lesung, Pantai Carita, Pulau Umang,

Pembuatan Website berisi informasi ini menuntut informasi yang menarik, penulis membuat suatu bentuk penyajian informasi dengan memanfaatkan aplikasi Macromedia Dreamweaver MX

Pada hari ini Senin tanggal Dua puluh tiga bulan Januari tahun Dua ribu enam belas, Panitia/Pokja PPBJ PSTW Minaula Kendari telah melaksanakan masa sanggah dari hasil

Lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Nomor : BA- 08/ Setmilpres/ Pokja-ULP/ 01/ 2017 Tanggal : 24 Januari 2017.. Pekerjaan: Pengadaan Benda Gelar, Tanda Jasa, dan