• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2022"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

POLONG SERTA PENYAKIT KARATPADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

SKRIPSI

AFFANDI ROMADON 71180713002

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN

2022

(2)

POLONG SERTA PENYAKIT KARATPADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

Affandi Romadon 71180713002

Skripsi IniMerupakan Salah SatuSyaratuntukMenyelesaikanPendidikan S1 Pada Program StudiAgroteknologiFakultasPertanian

Universitas Islam Sumatera Utara Medan

Menyetujui KomisiPembimbing

(Dr. Syamsafitri, SP, MP) (Dr. Ir. Asmanizar, MP) Ketua Anggota

Mengesahkan

(Dr. Ir. Murni Sari Rahayu MP) (Dr. Yayuk Purwanigrum., SP. MP)

Dekan Ketua Program Studi

Tanggal Lulus Ujian :

(3)

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

ShalawatberiringsalamkitapanjatkankeharibaanNabibesar Muhammad

SallallahuAlaihiwassallam yang

telahmembawadanmerubahakhlakmanusiamenjadilebihbermoraldanbermartabat.

Pada kesempatan ini penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Teristimewa untuk Ayahanda dan ibunda tercinta yang memberikan dukungan sepenuhnya baik secara moral maupun spiritual.

2. Ibu Dr. Syamsafitri, SP, MP. Selaku Ketua Komisi Pembimbing.

3. Ibu Dr. Ir. Asmanizar, MP. Selaku Anggota Komisi Pembimbing.

4. Ibu Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, MP. selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara.

5. Ibu Dr. Yayuk Purwaningrum, SP,MP. selaku Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara.

6. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara dan rekan-rekan mahasiswa yang membantu penulis dalam penyusunan Usulan Penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penelitian ini.

Medan, Agustus 2022

Affandi Romadon

(4)

Saya bernama Affandi Romadon dengan NPM 71180713002, dilahirkan di Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 17 Desember 1999, beragama Islam.

Orang Tua Saya, Ayah bernama Aspan nur Hasibuan dan Ibu bernama Juriani Lubis, Ayah bekerja sebagai petani dan Ibu tidak bekerja, Alamat Orang Tua Saya Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Pendidikan formal adalah Pada tahun 2006 - 2012 menempuh pendidikan di SDN 382 Desa Singkuang, Pada tahun 2012 – 2015 menempuh pendidikan di SMPN 1 Muara Batang Gadis, Tahun 2015 – 2018 menempuh pendidikan SMAN 1 Muara Batang Gadis, pada tahun ajaran 2018/2019 memasuki Fakultas Pertanian UISU Medan pada Program Studi Agroteknologi guna melanjutkan pendidikan S1.

(5)

Halaman

RINGKASAN i

SUMMARY ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP iv

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL vii

DAFTAR GAMBAR viii

DAFTAR LAMPIRAN ix

I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Tujuan Penelitian 4

1.3 Hipotesis 4

1.4 Kegunaan Penelitian 4

II TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1 Klasifikasi Tanaman Kedelai 5

2.2 Morfologi Tanaman 5

2.2.1 Akar 5

2.2.2 Batang 6

2.2.3 Daun 7

2.2.4 Bunga 7

2.2.5 Buah dan biji 8

2.3 SyaratTumbuhTanamanKedelai 9

2.3.1 Iklim 9

2.3.2 Tanah 10

2.4 Hama Perusak Daun dan Polong 10

2.4.1 Hama PenggulungDaun (LamprosemaindicataF.) 10 2.4.2 DeskripsiHamaPenggulungDaunL.indicata 11 2.4.3 Hama PengerekPolong (Etiellazinckenella) 13 2.4.4 Deskripsi PengerekPolongE. zinckenella 14 2.4.5 Hama PengisapPolong (Nezaravirudula) 17 2.4.6 Deskripsi Hama PengisapPolongN.viridula 17

2.5 Penyakit Karat Daun 20

2.5.1 Cendawan P.pachyizi 20

2.6 Biji Sirsak (Annona muricata) 22

(6)

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 25

3.2 Alat dan Bahan 25

3.2.1 Alat 25

3.2.2 Bahan 25

3.2.3 Metode Penelitian 26

3.2.4 Analisa Data Penelitian 22

3.3 Pelaksanaan Penelitian 27

3.3.1 Persiapan Lahan 27

3.3.2 Pembuatan Plot 27

3.3.3 Pembuatan Jarak Tanam 23

3.3.4 Pembuatan Pestisida Botani Ekstrak Biji Sirsak 28

3.3.5 Perendaman Benih 28

3.3.6 Penanaman Benih 29

3.3.7 Pemupukan 29

3.4 Pemeliharaan Tanaman 30

3.4.1 Penyiraman 30

3.4.2 Penyiangan 30

3.4.3 Penyisipan 30

3.4.4 Aplikasi Pestisida 30

3.4.5 Panen 31

3.5 Parameter Pengamatan 32

3.5.1 Intensitas Serangan Daun oleh Hama Perusak Daun 32 3.5.2 Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 33 3.5.3 Presentase Biji Terserang Hama Penghisap dan Penggerek Polong 34

3.5.4 Produksi (Berat Biji Kering) 34

IV HASIL DAN PEMBAHASAN 35

4.1 Intensitas Kerusakan Daun (%) 35

4.2 Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun (%) 39 4.3 Presentase Kerusakan Polong dan Biji Tanaman Kedelai (%) 43

4.4 Berat Bobot Biji Kering per (g) 47

V KESIMPULAN DAN SARAN 52

5.1 Kesimpulan 52

5.2 Saran 52

DAFTAR PUSTAKA 53

(7)

DAFTAR TABEL

No Halaman

1. Intensitas Kerusakan Dun (%) 35

2. Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun (%) 39

3. Presentase Kerusakan Polong dan Biji Tanaman Kedelai (%) 43

4. Berat Bobot Biji Kering per (g) 48

(8)

No Halaman

1. Telur Lamporesma indica 11

2. Larva Lamporesma indica 11

3. Pupa Lamporesma indica 12

4. Imago Lamporesma indica 12

5. Telur Etiella zinckenella 14

6. LarvaEtiella zinckenella 15

7. Pupa Etiella zinckenella 15

8. Imago Etiella zinckenella 16

9. Telur Nezara viridula 18

10. Nimpa Nezara viridula 18

11. Imago Nezara viridula 19

12. Penyakit Karat Daun Phakopsora pachyizi 21

13. Grafik Intensitas Kerusakan Daun dengan Pemberian 38 Ekstra Biji Sirsak

14. Grafik Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun dengan Pemberian 42 Ekstra Biji Sirsak

15. HubunganInsektisidaNabatiEkstrakBijiSirsak, danPestisida 45 Sintetik, denganPresentasePolongHampadanBijirusak.

16. HubunganInsektisidaNabatiEkstrakBijiSirsak, danPestisida 48 Sintetik, denganBeratBijiKering Per (g).

15. Hama TanamanKedelai yang dijumpaidiarealPenelitian 50

16. Penyakit TanamanKedelai yang dijumpaidiarealPenelitian 51

(9)

No Halaman

1.Bagan Penelitihan 57

2.Bagan Tanaman Sampel 58

3.DeskripsiKedelaiVarietasAnjasmoro 59

4.Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 14 HST 60 5.Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 21 HST 62 6.Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 28 HST 64 7.Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 35 HST 66 8.Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 42 HST 68 9. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 49 HST 70 12. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 56 HST 72 13. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 63 HST 74 14.Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 14 HST 75 15. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 21 HST 76 16. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 28 HST 77 17. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 35 HST 78 18. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 42 HST 80 19. Rataan Data Pengamatan IntensitasSerangan Daun 49 HST 82 20. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Daun 56 HST 84 21. Rataan Data Pengamatan IntensitasSerangan Daun 63 HST 86 22. Rataan Data Pengamatan Persentase Kerusakan Polong Kedelai 88 23. Rataan Data Pengamatan Persentase Kerusakan Biji Kedelai 90 24. Rataan Data Pengamatan Produksi Biji Kedelai 91

25. Dokumentasi Penelitian 92

(10)

DAFTAR PUSTAKA Adisarwanto, 2008.Kedelai.PenebarSwadaya. Jakarta.

Inayanti, AdanYusnawan, E 2018. Identifikasi Penyakit Utama Kedelaidan cara pengedalianya.

http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/wpcontent/uploads/2018/03/bunga_rampai_2 017_6_alfi.pdf

Anonim, 2016. Menghitung Intesitas Serangan daun oleh Hama perusak daun. Jurnal Penelitian.Makassar.

Deti, A 2020. Efektivitas Ekstrak Biji Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Insektisida Nabati Terhadap Kutu Daun (Alpis gossypii Glov.) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.).Program studiagroteknologifakultaspertanianuniversitasgarutgarut. 32-35 hlm.

Austin, dkk., 1993.BioekologiSerangan Dan Pengendalian Hama-Hama PengisapDaunKedelai.RisalahLokakaryaPHT KedelaiBalittan Malang,. 116 hlm.

Balitbang, 2006.Bioekologi, Serangan, danPengendalian Hama PengisapdanPenggerekPolongKedelai. RisalahLokakarya PHT Kedelai. Malang.

Hlm 117 – 153.

Baliadidkk., 2008. KeragamanTanamandan Status Hara NPKS PadaKedelai di LahanSawahPadaPolaPadiKedelai-Kedelai.LaporanTehnisHasilPenelitianTA 2001.

Balitkabi.

Alfero, B

2007.EfektifitastigaekstraktumbuhandalammenekananintensitasseranganhamaRiptor tusLinearis Fabpadatanamankedelai. Perbal: JurnalPertanianBerkelanjutan, 4(1).

BPS, 2019.KedelaiTeknik Budi DayadanAnalisis Usaha Tani. Aneka Ilmu. Sumatera Utara.

Damardjatiet al., 2005.PengaruhEstrakBijiSirsakterhadap Hama (Paedoniainclusa), Jurnal, Medan.

Deptan, 2012.Entomology and Pest Management.Iowa State University.Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey.

Djunaedy, 2017.BiosinteksidasebagaiPengendaliOrganismePenggangguTanamanyang Rama Lingkungan.Embriyo,6 (1).

Djafaruddin, 2008.Dasar – DasarPenyakitTanamnBumiAksara, Jakarta.

Fatmawati, 2008.BioekologiSerangan, Hama

PemakanDaunKedelaidanPengendalian.BalaiPenelitianTanamanPangan. Malang. 81 hlm.

(11)

Evans danCrossley, 2012.Identifikasi KetahananSumberDayaGenetikKedelaiterhadap Hama PengisapPolong.JurnalBuletin Plasma Nutfah. Vol.15. No.1: 27-31.

Gomez dan Gomez, 1996. ProsedurStatistikUntukPenelitianPertanian(diterjemahkandari :Statiscalprosedures for Agricultural Reseach, penejermah : E Sjamsudindan J.S.

Baharsjah). PenerbitUniversitas Indonesia (UI-PRESS). Jakarta.

Harahap, 1994.Hama

PengisapPolong(Nezaraviridula)Mengganas.www.Tempointeraktif.com/hg/nusa/sum atera/2007/04/29.Diaksestanggal 16 september 2020.

Irwan, 2006.ResponsPertumbuhanTanamanKedelaiTerhadapPemberianKompos TKKS PadaLahan.Jurnal Online Agroekoteknologi, Volue (2)1: 393-401.

Irwan, 2006.Teknologi ProduksiKedelai.Puslitbangtan. Bogor.

Kardiman, A,

(2010).Prospekdankendaladalampengembangandanpenerapanpenggunaanbiopestisid a di indonesia,Prosiding seminar nasional VI perhimpunanEntomologi Indonesia Bogor, 1-22 hal.

Kardinan, 1999.UjiInsektisidaBotaniDaunNimba (Azadirachtaindica), DaunPahitan(Eupatorium

inulifolium)danDaunKenikir(Tagetasspp)terhadapKematian larva Spodopteralitura(Lepidoptera: Noctuidae)padaTanamanTembakau.

DalamProsidingKongresPerhimpunanEntomologi Indonesia V dan Symposium Entomologi.UniversitasPadjajaran, Bandung, 24-26 Juni 1997.

Kalshoven, L. G. E., (1981). The Pest of Crops in Indonesia. Revised and Translated By P.A.

Van der laan. Jakarta: PT. IchtiarBaru-Van Hoeve.

Kartasapoetra, 1987.PenggunaanBeberapaPerlakuanPengendalian Hama TerhadapPopulasi Hama Daun, KerusakanDaundanHasilKedelai. PenebarSwadaya. Jakarta.

Jayasumatra, 2012.Artikeltanamankedelai (Glycine max). Semarang.

Magenta, 2010.Pengendalian Hama

TerpadupadaTanamanKedelai.BalaiPenelitianTanamanKacang-kacangandanUmbi- umbian,

Malang.DalambukuKedelaiTeknisProduksidanPengembangan.PuslitbangTanamanP angan. Bogor.

Monte, R.M., D.F. Reid, and G.L. Hartman.2003. Soybean Rust: Is the USsoybeancropat risk?. http://www.apsnet.org/online/feature/rust/. [22 July 2008].

Pertanianku, 2018.ArtikelEstrakBijiSirsak. Pertanianku.

(12)

Nurhasanah, 2020. Uji Dosis Fungisida Berbahan Aktif Propineb dan Waktu Aplikasi Terhadap Pertumbuhan (Fusarium oxysporum sp.) Secara In Vitro. Universitas Islam Riau Pekan Baru.

Rahayu dkk., 2009.Hama, PenyakitdanMasalah Hara padaTanamanKedelai, IdentifikasidanPengendaliannya. Bogor.

Rianda,2015.

UjiEfektivitasDaunSirsaksebagaiInsectisidaNabatiterhadapMortalitasKutuDaunpada TanamanKedelai (Glycine max).UniversitasJember.

Rina B. A. 2016. Pengaruh Pemberian Pestisida Organik dari Daun Mindi (Melia azdarach L.), Daun Pepaya (Carica papaya) L.) dan campuran Daun Pepaya dan Daun Mindi terhadap Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Merah. Universitas Sanata Dharma.

Yogyakarta.

Pracaya, 2007.Keefektifan lima

jeniscendawanentomopatogenterhadaphamapengisappolongkedelai R. linearis (Hemiptera :Alydidae) dandampaknyaterhadap predator OxyopesjavanusThorell (ArachnidazeOxyopidae). IPB. Bogor.

Regnault-Roger, C. 2005.New insecticides of plant origin for the third millennium? In B.J.R.

Regnaul-Roger,C. Philogene, and C. Vincent (Eds). Biopesticides of Plant Origin.Lavoisier Publishing Inc.pp.17-35.

Rismunandar,

1990.PegenalanTumbuhanPenghasilPestisidaNabatidanPemanfaatanSecaraTradision al.PusatPenelitian&PengembanganProduktivitasHutan.Kementriankehutanan.

Robinson, 1991.DukunganPengendalian Hama Terpadudalam Program BangkitKedelai.IptekTanamanPangan 2(1):79-92.

RukmanadanSugandi, 1997.BiologiTanamanKedelai. BalaiPenelitianTanamanKacang- kacangandanUmbi-umbian,

Malang.DalambukuKedelaiTeknisProduksidanPengembangan.PuslitbangTanamanP angan. Bogor.

Saranga, dkk., 2013. JenisJenisTanamanPenghasilPestisidanabati.http://www.

ngasih.com/2014/10/11/jenis-jenis-tanaman-penghasil-pestisida- nabati/.Diaksestanggal3September 2021.

Sarwono, 2008.Dasar-DasarIlmuTanah.RajaGrafindoPersada. Jakarta.

Samson,

1992.PengaruhEkstrakDaunSirsaksebagaiInsektisidaRasionalterhadapPertumbuhand

anHasilTanaman Paprika

VarietasBellBoyhttp://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptum m-gdl-s1-2002-niken-5526-ekstrak DiaksesPadaTanggal 22 Juni 2020.

(13)

Syahputra, E 2013. Keefektifan Insektisida Campuran Emamektin Benzoat dengan Beta Sipermeterin Terhadap Hama Ulat Api Setothosea asigna pada Tanaman Kelapa Sawit. Fakultas Pertanian, TanjungPura.

Sumarno, et al., 2016.Artikeltanamankedelai (Glycine max). Semarang.

Sumartini, 2010. Penyakit Karat pada Kedelai dan cara Pengendalianya yang Ramah Lingkungan. Jurnal Penelitian.

Sofia, 2007.Kedelai, BudidayadanPascaPanen.Kanisius. Jakarta.

Samsudin, 2008.Antixenoxispadagalur IAC 80-596-100 sebagaisalahsatu model ketahanantanamanterhadaphamapengisappolong. MakalahKongres V danSimposiumEntomologi. PEI. Bandung.

Singh, 1990.Dominasudan Tingkat Serangan Hama

Kedelai.DirektoratBinaPerlindunganTanaman.

Siswarni MZ, dkk.,2016. EkstraksiAcetogenindariDaundanBijiSirsak (Annonamuricata L) denganPelarutAseton.JurnalTeknik Kimia USU, Vol. 5, No. 2. DepartemenTeknik Kimia, FakultasTeknik, Universitas Sumatera Utara,

Untung, K. S. 2007.Source of Resistance of Insect Pest of Soybean in Asia.Proceedings Soybean Feedsthe World Soybean.Research Conference V, 21–27 February 1994, Chiang Mai, Thailand.

Wiratno, Siswanto dan Trisawa, I.M. 2013. Perkembangan Penelitihan, Formulasi dan Pemanfaatan Pestisida Nabati, Jurnal Litbung Pertanian 32 (4): 150

Yennita, 2002.PengaruhKomposTandanKosongKelapaSawitTerhadapSifat Tanah danPertumbuhanTanaman.JurnalPenelitianKelapaSawit, volume 8 (2): 107-122.

(14)

Lampiran 1 Bagan Penelitian

Ulangan II Ulangan I Ulangan V Ulangan III Ulangan IV

100 cm

50 cm

Keterangan :

a. Ukuran Plot Penelitian = 1,5 m X 2 m b. Jarak antar Plot = 50 cm

c. Jarak antar Ulangan = 100 cm

W3 W1 W2 W3 W1

W2 W4 W3 W0 W3

W0

W2 W0 W4 W0

W4 W0 W4 W1 W4

W2 W2 W3 W1

W1

(15)

Lampiran 2 Contoh Tanaman Sampel

1,5 m

2 m Keterangan :

a = Jarak antara Tanaman O = Tanaman Kedelai X = Tanaman Sampel Jarak Tanam = 25 cm X 40 cm Luas Plot = 1,5 m X 2 m

a. 40 cm

O O O O O

25 cm

O O X O O

O X O X O

O O X O O

O X O X O

O O O O O

O O O O O

(16)

Lampiran 3. Deskripsi Kedelai Varietas Anjasmoro

Nama Varietas : Anjasmoro

Kategori : Varietas unggul nasional (released variety)

SK : 537/Kpts/TP.240/10/2001 tanggal 22

Oktober tahun 2001

Tahun : 2001

Tetua : Seleksi massa dari populasi galur murni MANSURIA

Potensi Hasil : 2.25-2.03 ton/ha

Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M, Susanto, Darman M.

Arsyad, Muchlish Adie

Nama galur : MANSURIA 395-49-4

Warna hipokotil : Ungu

Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna bulu : Putih

Warna bunga : Ungu

Warna polong masak : Coklat muda

Warna kulit biji : Kuning

Warna hilum : Kuning kecoklatan

Tipe pertumbuhan : Determinate

Bentuk daun : Oval

Ukuran daun : Lebar

Perkecambahan : 78-76%

Tinggi tanaman : 64-68 cm

Jumlah cabang : 2.9-5.6

Jumlah buku pada batang utama : 12.9-14.8

Umur berbunga : 35.7-39.4 hari

Umur masak : 82.5-92.5 hari

Berat 100 biji : 14.8-15.3 gram

Kandungan protein : 41.78-42.05%

Kandungan lemak : 17.12-18.60%

Ketahanan terhadap kerebahan : Tahan Ketahanan terhadap karat daun : Sedang Ketahanan terhadap pecah polong : Tahan

(17)

Lampiran 4. Data Curah Hujan Bulan Maret 2022

ID WMO: 96031

Nama Stasiun : Stasiun Klimatologi Deli Serdang Lintang : 3.62114

Bujur : 98.71485 Elevasi : 25

Tanggal RR

Keterangan :

8888 : Data tidak terukur 9999 : Tidak ada data (tidak dilakukan pengukuran) RR : Curah Hujan (mm) Rata rata curah hujan pada bulan Februari : 128,05 mm Jumlah hari hujan pada bulan Februari : 17 hari

01-02-2022 9999

02-02-2022 9999

03-02-2022 0.5

04-02-2022 8888.0

05-02-2022 9999

06-02-2022 8888.0

07-02-2022 9999

08-02-2022 13.2

09-02-2022 8.0

10-02-2022 0.9

11-02-2022 7.3

12-02-2022 0.8

13-02-2022 9999

14-02-2022 9999

15-02-2022 40.0

16-02-2022 55.3

17-02-2022 21.4

18-02-2022 8888.0

19-02-2022 9999

20-02-2022 9999

21-02-2022 9999

22-02-2022 9999

23-02-2022 9999

24-02-2022 3.2

25-02-2022 12.5

26-02-2022 97.9

27-02-2022 4.3

28-02-2022 96.0

(18)

Lampiran 4. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 14 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 13,5 20,7 13,3 18,8 14,5 80,8 16,2

W1 15,8 8,8 5,2 6,3 8,7 44,8 9,0

W2 11,1 13,2 8,3 7,9 12,4 52,9 10,6

W3 11,0 4,6 8,1 4,2 6,0 33,9 6,8

W4 8,5 10,8 9,2 10,3 8,0 46,8 9,4

Jumlah 59,9 58,1 44,1 47,5 49,7 259,3 10,4

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 14 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 21,56 27,04 21,41 25,68 22,38 118,08 39,36 W1 23,45 17,29 13,14 14,50 17,18 85,55 28,52 W2 19,47 21,28 16,78 16,31 20,65 94,49 31,50 W3 19,37 12,44 16,49 11,85 14,18 74,34 24,78 W4 16,95 19,21 17,63 18,75 16,43 88,97 29,66 Jumlah 100,79 97,26 85,45 87,10 90,82 461,42 30,76

Lampiran Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 14 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 209,67 52,42 7,05 * 3,01

Ulangan 4 34,62 8,66 1,16 tn 3,01

Galat 16 118,94 7,43

Total 25 8879,56

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

Duncana,b

(19)

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W3 5 14,8660

W1 5 17,1120 17,1120

W4 5 17,7940 17,7940

W2 5 18,8980

W0 5 23,6140

Sig. 0,126 0,341 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 7.434.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(20)

Lampiran 5. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 21 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 21,8 17,5 18,7 28,0 20,8 106,7 21,3

W1 9,4 15,7 14,3 13,3 18,5 71,2 14,2

W2 19,6 15,5 14,9 12,3 13,4 75,8 15,2

W3 9,4 14,5 11,5 13,2 8,7 57,2 11,4

W4 13,3 17,6 18,4 15,1 17,5 81,9 16,4

Jumlah 73,5 80,8 77,8 81,9 78,8 392,7 15,7 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 21 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 W1 W2 W3 W4

27,83 24,70 25,59 31,94 27,15 137,21 45,74 17,82 23,35 22,23 21,40 25,45 110,25 36,75 26,30 23,22 22,74 20,53 21,43 114,22 38,07 17,82 22,40 19,80 21,30 17,10 98,43 32,81 21,38 24,78 25,41 22,85 24,73 119,15 39,72 Jumlah 111,16 118,45 115,76 118,02 115,86 579,25 38,62

Lampiran Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 21 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 124,55 31,14 4,48 * 3,01

Ulangan 4 9,28 2,32 0,33 tn 3,01

Galat 15 104,32 6,95

Total 24 12921,50

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(21)

Duncana,b,c

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W3 5 19,6840

W1 5 22,0500 22,0500

W2 5 22,8440 22,8440

W4 5 23,8300 23,8300

W0 4 27,3450

Sig. 0,099 0,339 0,058

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 6.955.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4.762.

b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.

c. Alpha = 0.05.

(22)

Lampiran 6. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 28 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 21,8 17,4 17,3 19,1 22,6 98,2 19,6

W1 9,1 15,9 10,6 13,1 13,8 62,5 12,5

W2 15,0 12,7 13,9 9,6 16,0 67,3 13,5

W3 11,2 10,9 9,5 11,2 10,3 53,0 10,6

W4 16,6 18,1 15,5 17,1 16,2 83,3 16,7

Jumlah 73,7 75,0 66,7 70,1 78,9 364,3 14,6 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 28 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 27,83 24,63 24,57 25,91 28,41 131,34 43,78 W1 17,51 23,53 18,98 21,24 21,83 103,10 34,37 W2 22,79 20,90 21,87 18,08 23,59 107,23 35,74 W3 19,58 19,27 17,94 19,52 18,67 94,99 31,66 W4 24,03 25,15 23,16 24,40 23,70 120,43 40,14 Jumlah 111,73 113,48 106,52 109,15 116,20 557,08 37,14

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 28 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 167,16 41,79 14,38 * 3,01

Ulangan 4 11,27 2,82 0,97 tn 3,01

Galat 16 46,49 2,91

Total 25 12638,89

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(23)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W3 5 18,9960

W1 5 20,6180 20,6180

W2 5 21,4460

W4 5 24,0880

W0 5 26,2700

Sig. 0,152 0,454 0,060

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2.906.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(24)

Lampiran 7. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 35 HST

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 35 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 143,30 35,83 52,88 * 3,01

Ulangan 4 16,61 4,15 6,13 * 3,01

Galat 16 10,84 0,68

Total 25 14543,40

Keterangan : * = Berpengaruh nyata Perlakuan

Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 21,3 22,1 23,5 22,7 24,1 113,6 22,7

W1 12,2 15,2 13,3 14,1 14,9 69,6 13,9

W2 14,9 17,5 17,0 14,4 15,5 79,2 15,8

W3 13,2 15,7 14,7 12,6 14,1 70,2 14,0

W4 14,7 18,2 19,5 14,2 17,0 83,6 16,7

Jumlah 76,2 88,7 88,0 77,9 85,5 416,2 16,6

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 35 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 27,45 28,03 29,00 28,45 29,37 142,30 47,43 W1 20,42 22,95 21,37 22,04 22,70 109,47 36,49 W2 22,73 24,71 24,35 22,26 23,16 117,21 39,07 W3 21,34 23,31 22,54 20,77 22,01 109,98 36,66 W4 22,50 25,28 26,22 22,10 24,37 120,48 40,16 Jumlah 114,44 124,28 123,48 115,62 121,61 599,43 39,96

(25)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W1 5 21,8960

W3 5 21,9940

W2 5 23,4420

W4 5 24,0940

W0 5 28,4600

Sig. 0,853 0,228 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = .677.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(26)

Lampiran 8. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 42 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 24,5 23,2 25,6 21,1 23,7 118,1 23,6

W1 10,8 15,6 14,9 14,0 16,3 71,6 14,3

W2 11,9 15,6 18,2 13,4 21,6 80,7 16,1

W3 12,2 15,3 15,1 9,6 12,6 64,7 12,9

W4 13,7 19,3 20,7 15,8 21,7 91,2 18,2

Jumlah 73,0 89,0 94,5 73,9 95,9 426,4 17,1 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 42 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 29,66 28,81 30,39 27,36 29,11 145,33 48,44 W1 19,14 23,28 22,71 22,00 23,82 110,95 36,98 W2 20,17 23,29 25,23 21,50 27,71 117,90 39,30 W3 20,45 22,99 22,90 18,01 20,77 105,12 35,04 W4 21,72 26,06 27,06 23,41 27,78 126,03 42,01 Jumlah 111,14 124,42 128,29 112,28 129,20 605,33 40,36

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 42 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 196,00 49,00 21,57 * 3,01

Ulangan 4 61,04 15,26 6,72 * 3,01

Galat 16 36,34 2,27

Total 25 14950,37

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

(27)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3 4

W3 5 21,0240

W1 5 22,1900 22,1900

W2 5 23,5800 23,5800

W4 5 25,2060

W0 5 29,0660

Sig. 0,239 0,164 0,107 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2.272.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(28)

Lampiran 9. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 49 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 27,7 25,1 30,9 26,1 23,7 133,5 26,7

W1 14,1 17,1 19,1 17,5 21,3 89,1 17,8

W2 18,2 14,4 22,7 20,1 15,6 91,0 18,2

W3 13,0 12,8 18,5 14,6 14,8 73,6 14,7

W4 16,8 23,2 24,5 23,2 23,4 111,0 22,2

Jumlah 89,7 92,6 115,6 101,4 98,8 498,1 19,9 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 49 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 31,74 30,08 33,74 30,75 29,14 155,45 51,82 W1 22,07 24,40 25,92 24,69 27,49 124,57 41,52 W2 25,22 22,29 28,47 26,62 23,28 125,88 41,96 W3 21,09 20,97 25,44 22,48 22,59 112,57 37,52 W4 24,17 28,77 29,65 28,76 28,93 140,28 46,76 Jumlah 124,29 126,52 143,22 133,30 131,42 658,75 43,92

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 49 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 217,67 54,42 20,61 * 3,01

Ulangan 4 43,44 10,86 4,11 * 3,01

Galat 16 42,25 2,64

Total 25 17661,42

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

(29)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3 4

W3 5 22,51

W1 5 24,91

W2 5 25,18

W4 5 28,06

W0 5 31,09

Sig. 1,000 0,802 1,000 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2.641.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(30)

Lampiran 10. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 56 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 31,2 30,3 28,7 36,5 28,4 155,0 31,0

W1 14,5 18,9 21,5 17,3 17,6 89,8 18,0

W2 18,8 18,5 20,9 20,6 19,9 98,7 19,7

W3 15,2 15,2 14,2 12,2 16,0 72,9 14,6

W4 21,7 23,3 18,9 25,7 28,5 118,1 23,6

Jumlah 101,4 106,3 104,2 112,2 110,4 534,5 21,4 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 56 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 33,94 33,42 32,37 37,14 32,21 169,08 56,36 W1 22,42 25,79 27,60 24,59 24,77 125,17 41,72 W2 25,69 25,49 27,22 26,96 26,49 131,85 43,95 W3 22,98 22,97 22,11 20,45 23,59 112,11 37,37 W4 27,76 28,86 25,79 30,43 32,25 145,10 48,37 Jumlah 132,78 136,54 135,09 139,58 139,31 683,31 45,55

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 56 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 376,09 94,02 26,72 * 3,01

Ulangan 4 6,59 1,65 0,47 tn 3,01

Galat 16 56,31 3,52

Total 25 19114,40

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(31)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3 4

W3 5 22,4200

W1 5 25,0340

W2 5 26,3700

W4 5 29,0180

W0 5 33,8160

Sig. 1,000 0,277 1,000 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 3.519.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(32)

Lampiran 11. Rataan Data Pengamatan Intensitas Kerusakan Daun 63 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 35,0 33,3 35,0 27,3 40,4 171,0 34,2

W1 23,9 21,0 20,2 16,9 22,6 104,5 20,9

W2 24,8 19,2 22,8 20,9 22,3 110,0 22,0

W3 22,7 17,2 17,0 10,2 19,2 86,2 17,2

W4 24,6 29,2 25,8 20,4 30,9 130,9 26,2

Jumlah 130,9 119,8 120,8 95,7 135,4 602,6 24,1 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Kerusakan Daun 63 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 36,27 35,27 36,27 31,51 39,46 178,77 59,59 W1 29,24 27,24 26,69 24,30 28,39 135,86 45,29 W2 29,87 25,97 28,54 27,18 28,17 139,73 46,58 W3 28,45 24,46 24,33 18,60 25,99 121,83 40,61 W4 29,71 32,69 30,54 26,87 33,80 153,61 51,20 Jumlah 153,53 145,64 146,36 128,46 155,80 729,79 48,65

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 63 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 376,09 94,02 26,72 * 3,01

Ulangan 4 6,59 1,65 0,47 tn 3,01

Galat 16 56,31 3,52

Total 25 19114,40

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(33)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3 4

W3 5 24,3660

W1 5 27,1720

W2 5 27,9460

W4 5 30,7220

W0 5 35,7560

Sig. 1,000 0,476 1,000 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2.811.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(34)

Lampiran 12. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 14 HST

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV V

W0 1,7 1,0 0,0 1,3 0,0 4,0 0,8

W1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,7 0,7 0,1

W2 0,0 0,0 1,0 1,0 0,9 2,8 0,6

W3 2,6 0,0 0,0 1,3 6,0 9,9 2,0

W4 1,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1,0 0,2

Jumlah 5,3 1,0 1,0 3,6 7,6 18,3 0,7

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 14 HST

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV V

W0 7,56 5,59 0,00 6,57 0,00 19,72 3,94

W1 0,00 0,00 0,00 0,00 4,70 4,70 0,94

W2 0,00 0,00 5,59 5,59 5,41 16,60 3,32

W3 9,23 0,00 0,00 6,57 14,18 29,98 6,00

W4 5,59 0,00 0,00 0,00 0,00 5,59 1,12

Jumlah 22,38 5,59 5,59 18,74 24,29 76,59 3,06 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 14 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 88,67 22,17 1,64 tn 3,01

Ulangan 4 66,26 16,56 1,22 tn 3,01

Galat 16 216,59 13,54

Total 25 606,10

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata

(35)

Lampiran 13. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 21 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 0,4 1,7 0,0 2,4 0,0 4,4 0,9

W1 0,0 0,7 0,0 0,0 0,7 1,4 0,3

W2 0,4 0,7 1,3 2,0 1,4 5,8 1,2

W3 4,5 0,7 0,0 2,4 3,0 10,6 2,1

W4 2,5 0,0 0,0 0,3 0,4 3,2 0,6

Jumlah 7,7 3,8 1,3 7,2 5,4 25,4 1,0

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas SeranganPada Daun 21 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 3,49 7,43 0,00 8,86 0,00 19,77 3,95

W1 0,00 4,93 0,00 0,00 4,80 9,73 1,95

W2 3,49 4,70 6,62 8,21 6,72 29,74 5,95 W3 12,23 4,80 0,00 8,93 9,97 35,94 7,19 W4 9,02 0,00 0,00 3,29 3,49 15,80 3,16 Jumlah 28,23 21,85 6,62 29,29 24,98 110,98 4,44 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 21 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 89,54 22,38 1,88 tn 3,01

Ulangan 4 67,44 16,86 1,42 tn 3,01

Galat 16 190,37 11,90

Total 25 840,01

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata

(36)

Lampiran 14. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 28 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 2,6 2,7 3,9 3,4 2,0 14,6 2,9

W1 0,5 1,1 0,3 0,3 1,3 3,4 0,7

W2 1,5 1,8 4,3 1,3 2,4 11,3 2,3

W3 4,0 1,7 1,7 2,5 2,2 12,1 2,4

W4 2,3 1,6 1,0 0,8 1,9 7,6 1,5

Jumlah 10,9 8,7 11,3 8,2 9,7 48,9 2,0

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 28 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 9,26 9,39 11,45 10,64 8,07 48,81 9,76

W1 4,17 5,88 2,92 2,92 6,50 22,40 4,48

W2 7,08 7,69 11,97 6,52 8,89 42,15 8,43

W3 11,49 7,40 7,58 9,12 8,49 44,08 8,82

W4 8,72 7,15 5,82 5,03 7,94 34,68 6,94

Jumlah 40,73 37,51 39,74 34,24 39,89 192,12 7,17 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 28 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 85,00 21,25 6,65 * 3,01

Ulangan 4 5,52 1,38 0,43 tn 3,01

Galat 16 51,12 3,19

Total 25 1617,58

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(37)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W1 5 4,4780

W4 5 6,9320

W2 5 8,4300 8,4300

W3 5 8,8160 8,8160

W0 5 9,7620

Sig. 1,000 0,133 0,281

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 3.195.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(38)

Lampiran 15. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 35 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 6,4 6,2 7,7 7,6 8,1 35,9 7,2

W1 4,3 3,7 3,8 4,9 4,7 21,3 4,3

W2 3,8 5,5 6,7 6,1 7,8 30,0 6,0

W3 5,0 4,4 6,3 6,1 5,4 27,2 5,4

W4 3,7 3,0 4,2 4,8 6,3 21,9 4,4

Jumlah 23,2 22,7 28,7 29,5 32,2 136,3 5,5

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 35 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 14,60 14,39 16,09 15,99 16,58 77,65 15,53 W1 11,95 11,04 11,24 12,74 12,45 59,43 11,89 W2 11,27 13,60 15,05 14,32 16,21 70,45 14,09 W3 12,92 12,09 14,52 14,32 13,39 67,25 13,45 W4 11,09 9,89 11,78 12,68 14,49 59,93 11,99 Jumlah 61,83 61,02 68,68 70,06 73,11 334,71 13,39 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 35 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 46,56 11,64 14,08 * 3,01

Ulangan 4 22,43 5,61 6,78 * 3,01

Galat 16 13,23 0,83

Total 25 4562,92

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

Duncana,b

(39)

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W1 5 11,8840

W4 5 11,9860

W3 5 13,4480

W2 5 14,0900

W0 5 15,5300

Sig. 0,861 0,281 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = .827.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(40)

Lampiran 16. Rataan Data Pengamatan Intensitas Penyakit Karat Daun 42 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 6,1 14,6 15,8 10,3 14,4 61,3 12,3

W1 8,8 11,2 6,9 5,6 9,2 41,6 8,3

W2 9,6 10,1 8,3 7,7 6,1 41,7 8,3

W3 10,1 10,4 10,3 7,8 8,3 47,0 9,4

W4 9,0 8,4 8,2 5,0 8,1 38,6 7,7

Jumlah 43,6 54,6 49,5 36,4 46,1 230,2 9,2

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 42 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 14,32 22,50 23,41 18,76 22,30 101,28 20,26 W1 17,25 19,54 15,24 13,66 17,63 83,32 16,66 W2 18,01 18,49 16,74 16,14 14,26 83,65 16,73 W3 18,56 18,78 18,76 16,20 16,79 89,07 17,81 W4 17,44 16,84 16,61 12,88 16,54 80,30 16,06 Jumlah 85,58 96,14 90,76 77,64 87,51 437,63 17,51

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 42 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 55,35 13,84 3,15 * 3,01

Ulangan 4 37,27 9,32 2,12 tn 3,01

Galat 16 70,35 4,40

Total 25 7824,47

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(41)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2

W4 5 16,0620

W1 5 16,6640

W2 5 16,7280

W3 5 17,8180 17,8180

W0 5 20,2580

Sig. 0,240 0,084

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 4.397.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(42)

Lampiran 17. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 49 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 18,4 19,7 17,7 26,7 20,8 103,4 20,7

W1 12,0 16,5 16,7 17,5 13,9 76,6 15,3

W2 11,0 19,0 17,2 21,3 10,2 78,7 15,7

W3 16,9 13,9 11,8 21,4 16,1 80,2 16,0

W4 7,9 13,2 10,1 12,2 9,8 53,2 10,6

Jumlah 66,2 82,3 73,5 99,2 70,9 392,1 15,7

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 49 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 25,39 26,35 24,89 31,13 27,16 134,92 26,98 W1 20,27 23,97 24,11 24,71 21,92 114,98 23,00 W2 19,38 25,84 24,49 27,51 18,63 115,86 23,17 W3 24,28 21,92 20,12 27,54 23,67 117,54 23,51 W4 16,32 21,28 18,57 20,47 18,19 94,84 18,97 Jumlah 105,65 119,36 112,17 131,36 109,59 578,12 23,12

Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 49 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 161,76 40,44 9,92 * 3,01

Ulangan 4 81,95 20,49 5,02 * 3,01

Galat 16 65,25 4,08

Total 25 13677,42

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

(43)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W4 5 18,9660

W1 5 22,9960

W2 5 23,1700

W3 5 23,5060

W0 5 26,9840

Sig. 1,000 0,711 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 4.078.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(44)

Lampiran 18. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun 56 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 19,2 19,7 17,3 26,2 20,8 103,2 20,6

W1 10,9 16,7 14,5 18,3 13,7 74,1 14,8

W2 11,3 15,5 15,6 20,4 14,4 77,1 15,4

W3 15,8 16,4 13,4 19,9 16,1 81,6 16,3

W4 7,5 11,6 10,4 11,8 10,8 52,1 10,4

Jumlah 64,7 79,8 71,2 96,7 75,8 388,0 15,5

Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 56 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 25,96 26,32 24,57 30,81 27,16 134,83 26,97 W1 19,30 24,10 22,39 25,33 21,69 112,81 22,56 W2 19,62 23,15 23,26 26,87 22,27 115,17 23,03 W3 23,41 23,90 21,43 26,49 23,67 118,91 23,78 W4 15,93 19,88 18,82 20,09 19,17 93,88 18,78 Jumlah 104,20 117,35 110,48 129,60 113,96 575,60 23,02 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 56 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 170,44 42,61 25,94 3,01

Ulangan 4 60,67 15,17 9,23 3,01

Galat 16 26,28 1,64

Total 25 13609,65

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

(45)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W4 5 18,7780

W1 5 22,9960

W2 5 23,0340

W3 5 23,7800

W0 5 26,9640

Sig. 1,000 0,373 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 1.643.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(46)

Lampiran 19. Rataan Data Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit KaratDaun 63 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 27,5 26,2 22,2 17,1 28,9 121,8 24,4

W1 19,7 16,3 20,0 12,2 19,2 87,5 17,5

W2 20,5 19,5 16,5 19,7 19,7 95,8 19,2

W3 17,8 22,0 15,3 10,6 21,6 87,4 17,5

W4 15,5 10,9 12,6 9,9 14,3 63,2 12,6

Jumlah 101,0 94,9 86,7 69,5 103,7 455,6 18,2 Transformasi Data x + 0,5 Intensitas Serangan Pada Daun 63 HST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 31,63 30,76 28,11 24,42 32,52 147,43 29,49 W1 26,36 23,80 26,59 20,41 26,02 123,19 24,64 W2 26,89 26,21 23,96 26,35 26,31 129,73 25,95 W3 24,94 27,97 23,06 19,04 27,70 122,71 24,54 W4 23,18 19,31 20,77 18,33 22,18 103,77 20,75 Jumlah 133,01 128,05 122,49 108,54 134,73 626,83 25,07 Hasil Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 56 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 196,89 49,22 13,86 * 3,01

Ulangan 4 88,84 22,21 6,25 * 3,01

Galat 16 56,84 3,55

Total 25 16058,70

Keterangan : * = Berpengaruh nyata

(47)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W4 5 20,7540

W3 5 24,5420

W1 5 24,6360

W2 5 25,9440

W0 5 29,4880

Sig. 1,000 0,281 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 3.552.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(48)

Lampiran 20. Rataan Data Pengamatan Perentase Kerusakan Polong Kedelai

Perlakuan Perlakuan

Total Rataan

I II III IV V

W0 91,9 86,5 90,3 79,1 87,8 435,6 87,1 W1 42,4 47,3 32,7 35,6 53,3 211,3 42,3 W2 60,4 74,2 66,7 58,8 74,1 334,3 66,9 W3 39,3 28,6 28,3 29,8 32,8 158,7 31,7 W4 64,6 69,0 75,6 54,9 65,5 329,5 65,9 Jumlah 298,6 305,6 293,5 258,2 313,4 1469,4 58,8 Transformasi Data x + 0,5 Perentase Kerusakan Polong Kedelai

Perlakuan I II III IV V Rataan

W0 9,61 9,33 9,53 8,92 9,40 46,79 15,60 W1 6,55 6,91 5,76 6,01 7,33 32,57 6,51 W2 7,81 8,64 8,20 7,70 8,64 40,99 8,20 W3 6,31 5,39 5,37 5,50 5,77 28,33 5,67 W4 8,07 8,34 8,72 7,44 8,12 40,69 8,14 Jumlah 38,34 38,61 37,57 35,58 39,26 189,37 8,82 Hasil Analisis Sidik Ragam Perentase Kerusakan Polong Kedelai

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 43,25 10,81 66,67 * 3,01

Ulangan 4 1,62 0,40 2,49 tn 3,01

Galat 16 2,59 0,16

Total 25 1481,91

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata

* = Berpengaruh nyata

(49)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3 4

W3 5 5,6680

W1 5 6,5120

W4 5 8,1380

W2 5 8,1980

W0 5 9,3580

Sig. 1,000 1,000 0,817 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = .162.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(50)

Lampiran 21. Rataan Data Pengamatan Persentase Kerusakan Biji Kedelai

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 61,9 55,3 60,8 78,6 51,3 307,8 61,6

W1 33,9 22,1 53,2 46,2 36,7 192,2 38,4

W2 26,3 54,5 58,4 57,2 44,6 241,1 48,2

W3 38,4 30,0 27,1 27,1 21,6 144,2 28,8

W4 35,3 35,0 49,3 51,8 47,1 218,4 43,7

Jumlah 195,7 196,8 248,8 261,0 201,3 1103,6 44,1 Transformasi Data x + 0,5 Persentase Kerusakan Biji Kedelai

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III IV V

W0 51,85 48,01 51,21 62,46 45,73 259,27 51,85 W1 35,61 28,07 46,86 42,82 37,29 190,65 38,13 W2 30,83 47,57 49,85 49,16 41,92 219,34 43,87 W3 38,29 33,18 31,35 31,40 27,72 161,93 32,39 W4 36,43 36,24 44,60 46,03 43,32 206,62 41,32 Jumlah 193,02 193,07 223,87 231,87 195,98 1037,81 41,51

Hasil Analisis Sidik Ragam Persentase Kerusakan Biji Kedelai

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Konsentrasi 4 1035,89 258,97 8,52 * 3,01

Ulangan 4 282,55 70,64 2,32 tn 3,01

Galat 16 486,34 30,40

Total 25 44885,94

Keterangan : tn = Berpengaruh tidak nyata * = Berpengaruh nyata

(51)

Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W3 5 32,3880

W1 5 38,1300 38,1300

W4 5 41,3240

W2 5 43,8660

W0 5 51,8520

Sig. 0,119 0,138 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 30.397.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

(52)

Lampiran 22. Rataan Data Pengamatan Produksi Biji Kedelai

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV V

W0 15,5 19,7 10,8 11,3 12,5 69,8 14,0

W1 22,7 22,2 21,0 15,0 20,7 101,5 20,3

W2 20,2 18,8 16,5 10,0 10,8 76,3 15,3

W3 25,0 25,3 25,5 22,7 22,7 121,1 24,2

W4 19,2 15,2 20,7 16,7 12,3 84,0 16,8

Jumlah 102,5 101,1 94,5 75,7 79,0 452,8 18,1

Hasil Analisis Sidik Ragam Bobot Produksi Kedelai

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Konsentrasi 4 345,67 86,42 13,33 * 3,01

Ulangan 4 124,99 31,25 4,82 * 3,01

Galat 16 103,74 6,48

Total 25 8775,16

Keterangan : * = Berpengaruh nyata Duncana,b

Perlakuan N

Subset

1 2 3

W0 5 13,9660

W2 5 15,2660

W4 5 16,8020

W1 5 20,3020

W3 5 24,2220

Sig. 0,113 1,000 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 6.484.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b. Alpha = 0.05.

Lampiran 23. Dokumentasi Penelitihan

(53)

1. Buah Sirsak dan Pengeringan Biji Sirsak

2. Pelepasan Biji Sirsak dari cakang dan Penghalusan Biji Sirsak

3. Pengayakan dan Proses Ekstraksi Soclet Biji Sirsak

4. Pembukaan Lahan

(54)

5. Pembuatan Jarat Tanam dan Penanaman

6. Pemupukan dan Penyemprotan Ekstrak Biji Sirsak

7. Pemanenan dan Penjemuran Polong Kedelai

8. Penimbangan Berat Bobot Biji Kering Tanaman Kedelai

(55)

9. Super Visi Foto bersama dosen

Analisis Sidik Ragam Intensitas Kerusakan Daun 35 HST

SK DB JK KT F. hitung F. Tabel 0.05

Perlakuan 4 46,56 11,64 14,08 * 3,01

Ulangan 4 22,43 5,61 6,78 * 3,01

Galat 16 13,23 0,83

Total 25 4562,92

Referensi

Dokumen terkait

Strengthen cooperation between ASEAN and India on cyber-security capacity building and policy coordination, including through supporting the implementation of the

Sebagai masyarakat yang mendominasi pemerintahan, tidak serta merta Nabi mengunggulkan Islam dalam berbagai aspeknya, namun tetap berprinsip pada 6 asas nilai yang

Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan

“Faktor -Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Penderita TB Paru (Studi Kasus di Puskesmas Purwodadai I Kabupaten Grobongan)”.. Jurnal

Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa mayoritas responden menilai Sangat Setuju (SS) pada pernyataan kualitas layanan universitas sebagai berikut: Ruang kuliah nyaman dan tenang

promosi untuk memperkenalkan perpustakaan, koleksi perpustakaan dan layanan yang disediakan agar dapat dimanfaatkan masyarakat umum Kabupaten Dairi sebagai sumber informasi

Risiko terjadinya keluhan kesehatan pada pengasah batu akik tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu faktor perilaku, dimana didalam perilaku meliputi

Penalaan parameter kendali PI D untuk mengendalikan kecepatan motor DC yang dipakai pada perancangan ini mampu memberikan respon pengendalian yang paling ideal, dengan nilai K p =