• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA F.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA F."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

F. Hakikat Small Sided Games

Small side games adalah permainan sepak bola yang dimainkan pada bidang yang lebih kecil dan dengan pemain lebih sedikit dari pada permainan dewasa sebelas lawan sebelas. small side games merupakan salah satu bentuk latihan yang memodifikasi permainan sepakbola dengan adanya pembatasan, meliputi pembatasan jumlah pemain, ukuran lapangan, dan lama permainan.

Aktifitas yang terdapat dalam latihan small side games tidak jauh berbeda dengan permainan sepakbola yang sebenarnya. Dalam hal ini Scheunemann (2012: 4) menyatakan bahwa: “permainan small side games dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktis sekaligus mengasah kemampuan teknis.” Selama permainan small side games berlangsung, setiap pemain dapat lebih sering kontak dengan bola dan terlibat dalam situasi permainan karena ukuran lapangan yang lebih kecil dan sedikitnya jumlah peserta dari permainan sepakbola yang sebenarnya. Small side games sangat populer tidak hanya dikalangan pemain sepakbola dewasa tetapi juga pada pemain muda, sebagian besar mereka telah berlatih small side games sejak usia dini kemudian pelaksanaan dari small side games dilakukan di lapangan sepakbola yang dimodifikasi sesuai dengan tahapan small side games.

Small side games merupakan bentuk latihan yang diadopsi dari situasi yang sering ditemukan dalam pertandingan sebenarnya. Bentuk latihan ini di buat untuk dapat memecahkan masalah dalam mencapai tujuan pada pertandingan

(2)

sebenarnya. Penerapan small side games merupakan hal yang paling penting untuk mendapatkan manfaatnya, adapun penerapan small side games adalah bisa diterapkan diberbagai usia tergantung dari kebutuhan latihan setiap tahapan usia tersebut, namunakan lebih baik lagi diterapkan ketika seseorang pemain sepakbola sudah memiliki kondisi fisik yang baik, kemudian memiliki tingkat kemampuan teknik dasar yang bagus serta sudah memiliki kemampuan visi dalam bermain sepakbola.

Kemudian hasil penelitian dari Krustrup (2016: 1) menyatakan bahwa:

“It may therefore be logical to use the former type of SSG to target development of power-related football actions.” Dari hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa small sided games memiliki target untuk mengembangkan permainan di sepakbola. Kemudian lebih lanjut hasil penelitian dari Haas (2009: 2) menytakan bahwa: “Small-side games (SSGs) have been extensively used in training footballers worldwide and have shown very good efficacy in improving player performance.” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa small side games dapat digunakan untuk meningkatkan performa pemain sepakbola.

kemudian manfaat yang lainnya mengenai small side games di dalam cabang olahraga sepakbola telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, antara lain:

meningkatkan cardiovascular endurance (Asmutiar, 2011), meningkatkan kondisi fisik dan mengembangkan kemampuan pemain muda (Rampinini dkk dalam Jones dan Drust, 2007: 150). Small side games yang digunakan sebagai alat pengkondisian fisik dapat menyebabkan respon denyut jantung sekitar 90-95%

dari detak jantung maksimal (Hrmax) dan mempengaruhi stres fisiologis sehingga menjadi alat yang berguna untuk sesi latihan fisik (Kelly dan Drust, 2009: 475).

(3)

Penerapan latihan small-sided games dalam proses latihan keterampilan dipandang mampu memberikan peningkatan penguasaan pelatihan yang lebih efektif, karena dengan menggunakan kotak-kotak latihan yang berukuran kecil, dan dilakukan oleh beberapa orang pemain akan mudah diawasi oleh pelatih Luxbacher Joseph A. (2014: 14). Small-sided games juga merupakan suatu latihan yang menyenangkan untuk olahraga permainan dengan pemanfaatan latihan fisik dan teknik dalam bentuk permainan dengan ukuran yang diperkecil ukurannya dengan jumlah pemain yang dibatasi pada ukuran tersebut. Bentuk dan ukuran lapangan didesain pada ukuran tertentu, dan pemain yang terlibat latihan dalam jumlah tertentu, sehingga pelatih akan mampu melihat, mengobservasi dan memberikan koreksi atau evaluasi secara detail terhadap kesalahan yang terjadi. Small-sided games adalah adalah permainan sepak bola dengan pemain lebih sedikit bersaing di lapangan berukuran kecil. Ini adalah permainan menyenangkan yang melibatkan pemain lebih karena pemain sedikit berbagi satu bola.

Segala usia bisa bermain “small sided games”, tetapi memiliki dampak pembangunan pasti pada pemain muda kami sepak bola. Pemain sepakbola memerlukan kecakapan bermain sepakbola yang baik untuk dapat menampilkan permainan sepakbola yang baik dan indah dilihat. Baik dari segi taktik maupun teknik saat menghadapi suatu pertandingan. Untuk memberikan latihan teknik pada siswa-siswa sangat diperlukannya suatu kreativitas yang tinggi. Untuk itu diperlukan sebuah latihan yang tidak menjemukan untuk meningkatkan kecakapan bermain siswa.

(4)

Menurut Ganesha Putera (2004: 12) latihan small-sided games dapat digunakan dalam proses latihan peningkatan daya tahan aerobik dalam permainan sepakbola karena dalam latihan small-sided games mencakup aspek teknik, taktik, dan fisik sekaligus. Latihan small-sided games merupakan suatu latihan yang hampir sama dengan permainan yang sesungguhnya. Latihan ini memasukkan unsur permainan dalam proses pelaksanaanya, oleh karena itu latihan ini sangat cocok untuk anak-anak atau pemula. Dengan latihan ini anak-anak tidak akan mudah bosan ataupun jenuh. Dengan mengetahui jenis atau latihan small-sided games, maka pendidik dapat membuat suatu perencanaan pengajaran menggunakan latihan small-sided games yang tepat untuk anak.

Dalam bentuk latihan ini seorang pelatih harus berusaha untuk menciptakan suasana latihan dengan maksud memberikan rangsangan terhadap pemain untuk melakukan tindakan yang mengarah kepada permainan sepakbola yang lebih baik, lebih lama atau lebih cepat. Mengenai hal ini, Snow (2011: 5) menjelaskan bahwa, “Small-side games are games played on smaller fields and withfewer players than the adult game of 11 versus 11”. Selanjutnya, Malcolm (2006: 58) menjelaskan tentang Small Sided Games bahwa,

These games can range from 1 vs 1 to 7 vs 7 players and can involve add or even number of players. Traditionally, players world-wide first started playing the gamesmall children on the streets. Each coach has their favourite small games which they can use get their ideas across to the players in an enjoyable and effective manner. The games can be used and adapted in a variety of ways to provide a number of coaching outcomes.

(5)

Dari beberapa pendapat di atas dapat diartikan bahwa bentuk latihan small side games merupakan permainan yang dimainkan dilapangan yang lebih kecil dan dengan pemain yang lebih sedikit daripada permainan dewasa 11 vs 11.

Selain itu, bentuk latihan small side games ini dapat dimainkan mulai dari 1 vs 1 sampai 7vs 7 pemain bahkan dapat melibatkan pemain dengan jumlah yang ganjil (Hill-haas et al., 2017). Awal mulanya permainan ini dimulai dari anak-anak yang bermain dengan permainan kecil dijalanan. Dalam bentuk latihan small side games, setiap pelatih memiliki cara yang dapat digunakan agar pemain dapat melakukan proses latihan yang menyenangkan dan efektif. Bentuk latihan small side games dapat digunakan dan disesuaikan dalam berbagai kebutuhan untuk memberikan hasil pembinaan yang maksimal.

Oleh karenanya, dalam pembinaan sepakbola diperlukan suatu bentuk latihan yang sederhana dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan teknik dasar sepakbola (Hadlow et al., 2016). Hal ini sebagai upaya meningkatan dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh seorang pemain sepakbola sehingga seorang pemain sepakbola dapat menampilkan keterampilannya. Bentuk latihan ini menghadapkan pemainnya dengan situasi pemainan yang sebenarnya dalam suatu pertandingan, dimana mereka harus membuat keputusan dengan cepat dan melaksanakannya kedalam tindakan. Dalam bentuk latihan small side games ini, para pemain dapat menemukan kebiasaan mereka untuk bermain dengan atau tanpa bola, yang menjadi ciri dari permainan sepakbola itu sendiri.

Small side games merupakan suatu bentuk latihan yang dibutuhkan oleh seorang pelatih untuk membangun bentuk-bentuk latihan sederhana dari permainan sepakbola untuk memecahkan suatu masalah dalam permainan

(6)

sepakbola yang nyata. Small side games (SSG) adalah setiap permainan yang dimainkan dengan jumlah pemain kurang dari sebelas dan di lapangan berukuran lebih kecil Bondarev D.V (2011: 115). dalam hal ini seorang pemain akan belajar bagaimana memainkan permainan dalam bentuk yang disederhanakan sehingga seorang pemain dan pelatih dapat memecahkan masalah dalam permainan sesungguhnya dari bentuk latihan small side games ini. Mengenai keuntungan dari latihan small side games Schreiner (2012: 6) menjelaskan bahwa,

Our players need games and drills that

1. Stimulate them technically, tactically, physically and mentally in equal measure,

2. Promote their understanding of game,

3. Improve their perception and decision-making ability,

4. Help them learn to adapt quickly and securely to the constantly changing game situation in defence.

Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa keuntungan latihan ini dapat merangsang pemain secara teknik, taktik, fisik, dan mental dalam ukuran yang sama, bentuk latihan ini pun memperkenalkan pemahaman pemain tentang permainan sepakbola, dapat meningkatkan persepsi pemain dan kemampuan untuk pengambilan keputusan saat bertanding, dan membantu para pemain untuk dapat beradaptasi dengan situasi yang sering berubah-ubah dalam keadaan bertahan dan menyerang. Small side games merupakan salah satu bentuk latihan dalam cabang olahraga sepak bola yang disederhanakan dari permainan sebenarnya dengan ukuran dan jumlah pemain yang ditentukan dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan bola, skill pemain, komunikasi dan

(7)

wawasan tentang bermain sepakbola, selain itu hal tersebut lebih efektif untuk dilatih pada game related situation (small side games). Dalam bentuk latihan ini seorang pemain dituntut untuk dapat membuat keputusan yang menguntungkan terhadap tim. Selain itu, seorang pemain dapat lebih banyak melakukan sentuhan dengan bola, lebih sering mengalami kedua situasi baik dalam menampilkan keterampilan teknik dasar dan taktik bermain, transisi dari menyerang ke bertahan, dan memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Dengan menggunakan bentuk latihan ini seorang pemain dapat menamukan kebiasaan ketika bermain seperti bergerak dengan atau tanpa bola.

G. Hakikat Bermain Sepakbola

Pada hakikatnya permainan sepak bola merupakan permainan beregu yang menggunakan bola sepak. Sepak bola dimainkan dilapangan rumput oleh dua regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain.

Tujuan permainan ini dimainkan adalah untuk memasukkan bola kegawang lawan sebanyak-banyaknya dan berusaha mempertahankan gawang sendiri dari serangan lawan. Ada pun karakteristik yang menjadi ciri khas permainan ini adalah memainkan bola dengan menggunakan seluruh anggota tubuh kecuali lengan.

Menurut muhajir (2007: 22), “Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola kegawang lawan dengan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola”. Menurut Luxbacher (2008: 2) menyatakan bahwa pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang. Masing- masing tim mempertahankan gawang dan berusaha menjebol gawang lawan.

(8)

Didalam memainkan bola setiap pemain dibolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali lengan, hanya penjaga 12 gawang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan lengan. Sepakbola hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki, kecuali penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota tubuh manapun. Tujuan dari masing-masing regu adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin dengan pengertian pula berusaha sekuat tenaga agar gawangnya terhindar dari kebobolan penyerang lawan. Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sepakbola adalah permainan antara dua (2) regu yang masing-masing regu terdiri dari 11 orang dan dimainkan dengan kaki, kecuali penjaga gawang, boleh menggunakan tangan dan lengan. Setiap tim berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan menjaga gawangnya dari kemasukan bola oleh serangan lawan dan permainan ini dilakukan selama 2x45 menit.

Lapangan sepakbola harus memiliki ukuran panjang 100 meter hingga 110 meter dan lebar 64 meter hingga 75 meter. Garis-garis batas kapur putih harus jelas dengan ketebalan garis sebesar 12 centimeter. Setiap pertandingan dimulai dari titik tengah lapangan yang membagi lapangan menjadi dua daerah simetris yang dikelilingi oleh lingkaran yang memiliki diameter 9,15 meter. Disetiap sudut lapangan diberi garis lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan bendera sudut lapangan dengan tinggi tiang 1,5 meter. 13 Gawang ditempatkan pada kedua ujung lapangan pada bagian tengah garis gawang.

Masing-masing gawang memiliki tinggi 2,44 meter dan lebar 7,32 meter yang terbuat dari kayu atau logam yang memiliki ketebalan 12 centimeter, tiang gawang dicat putih dan dipasang jaring-jaring pada bagian belakang tiang. Daerah

(9)

gawang adalah sebuah kotak persegi panjang pada masing-masing garis gawang.

Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang masing-masing antara tiang gawang yang panjangnya 5,5 meter. Ujung-ujung kedua garis kedua garis dihubungkan oleh suatu garis lurus sejajar dengan garis gawang. Daerah ini masuk bagian dari daerah tendangan hukuman (penalty area) dengan ukuran 16,5 meter dari tiang gawang. Titik penalty berjarak 11 meter dari depan pertengahan garis gawang dan lingkaran pinalti dengan jari-jari 9,15 meter.

Gambar. 2.1

Ukuran Lapangan Sepakbola

Bola sepakbola berbentuk bulat dan terbuat dari kulit atau bahan lainnya yang disetujui. Bola FIFA yang resmi berdiameter 68 centimeter hingga 70 centimeter dan beratnya antara 410 gram hingga 450 gram. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan sepakbola (selain kiper) mencakup baju kaos atau baju olahraga, celana pendek, kaos kaki, pelindung tulang kering dan sepatu bola. Kiper menggunakan baju olahraga dan celana pendek dengan lapisan berwarna lain untuk membedakan dari pemain lain dan wasit. Para pemain tidak diperbolehkan untuk menggunakan pelengkap pakaian yang dianggap dapat membahayakan pemain lainnya, seperti: jam tangan, kalung atau bentuk-bentuk perhiasan lainnya.

(10)

Sepakbola merupakan salah satu jenis olahraga permainan beregu yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini terbukti dengan sudah sangat bersatunya antara sepakbola dengan masyarakat, baik dari usia anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai lanjut usia. Selain itu, disertai pula dengan semakin banyaknya berdiri klub-klub ataupun sekolah-sekolah sepakbola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang tingkat popularitasnya atau tingkat peminatnya sangat tinggi (Martin et al., 2015). Hal ini terbukti sudah sangat bersatunya antara sepak bola dan masyarakat, baik itu anak-anak remaja, dewasa, bahkan sampai lanjut usia (Eliasson, 2011; Davis, 2015).

Banyak ketertarikan masyarakat akan sepakbola juga terlihat dari banyaknya klub-klub sepakbola atau sekolah-sekolah sepak bola yang banyak peminatnya, dengan sarana dan prasarana yang cukup menunjang. Karena sepakbola adalah salah satu yang paling digemari diantara masyarakat. Bahkan tidak hanya para orang tua saja yang berbakat. Namun terdiri dari berbagai kalangan dari anak- anak, dewasa, orang tua, hingga paruh baya semuanya berbakat. Nah jika dalam sebuah permainan sepak bola, ada banyak hal yang terjadi. Sehingga olahraga sepakbola keberadaanya akan semakin kokoh (Sugiyama, Khoo and Hess, 2017).

Sepakbola menarik hampir semua orang untuk memainkannya, karena sepakbola adalah suatu cabang oalahraga yang sederhana dan menyenangkan untuk dimainkan. Tidak dibutuhkan peralatan yang komplit untuk dapat memainkan sepakbola, karena hanya dengan sebuah bola maka sepakbola telah dapat dimainkan. Oleh karena itu sepakbola merupakan sebuah cabang olahraga yang dapat dimainkan dengan biaya yang sangat murah. Selain itu, semua

(11)

pergerakan yang dibutuhkan untuk membuat tubuh menjadi sehat. Menurut Sucipto,dkk (2000) menjelaskan :

Bila diperhatikan gerakan-gerakan pada permainan sepakbola, disitu terdapat gerakan lari, lompat, loncat, menendang, menghentakan, dan menangkap bola bagi penjaga gawang. Semua gerakan-gerakan tersebut terangkai dalam suatu pola gerak yang diperlukan pemain dalam menjalankan tugasnya bermain sepakbola. terdapat dalam gerakan-gerakan yang dilakukan di sepakbola, seperti berlari, melompat, melempar, dan yang paling utama adalah melempar bola.

Sepakbola memiliki daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat pada umumnya. Selain permainan yang menantang juga membutuhakan keterampilan baik secara fisik maupun mental. Joe Luxbacher (1999: VII) :

Daya tarik sepak bola secara umum sebenarnya bukan lantaran olahraga ini mudah dimainkan, tetapi karena sepakbola lebih banyak menuntut keterampilan pemain dibandingkan cabang olahraga lainnya. Dengan keterampilan yang di milikinya, seorang pemain dituntut bermain bagus, mampu menghadapi tekanan-tekanan yang terjadi dalam pertandingan.

Permainan sepakbola mengandung berbagai unsur yang sangat kompleks.

Sucipto, dkk (2001: 7) menjelaskan bahwa: Sepakbola merupakan permainan antar dua tim yang berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan, dengan anggota badan selain tangan. Tim yang memasukan lebih, pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sepakbola merupakan permainan beregu yang membutuhkan kolektivitas setiap skill individu masing-masing

(12)

pemain dan dibutuhkan keterampilan dasar yang baik karena penampilan dilapangan ditentukan oleh kemampuan setiap pemain.

Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan menjadi ciri khas dari cabang olahraga tersebut, begitu pun dengan cabang olahraga sepakbola. Permainan sepakbola merupakan permainan tim yang memperagakan keterampilan teknik dan fisik. Selain itu, permainan sepakbola berkembang dengan didukugnya penelitian yang relevan di beberapa bagian (Drust and Green, 2013). kemudian salah satu keterampilan teknik yang menjadi kerakteristik permainan sepakbola tersebut diantaranya adalah menendang bola. Sebagai mana yang diungkapkan oleh Sucipto, dkk (2000,: 7), dikatakan: “menedang bola merupakan karakteristik permainan sepakbola yang paling dominan”.

Selain teknik menendang bola (passing) tersebut, permainan sepakbola mengandalkan keterampilan fisik , diantaranya: lari, melompat untuk menyundul bola. Tidak hanya keterampilan tekhnik di dalam permainan sepakbola banyak sekali faktor faktor pendukung supaya dapat melakukan permainan sepakbola, sebagai mana yang di ungkapkan oleh danie Mielke (2003, hlm. vi) mengatakan bahwa “melakukan permainan sepakbola harus mempersiapkan segala sesuatunya, persiapan itu meliputi pakaian dan perlengkapan yang kamu kenakan dan gunakan. Beberapa tingkatan latihan fisik, keterampilan tingkat dasar dalam olahraga ini, dan kemauan untuk mempelajari keterampilan baru serta menantang diri sendiri dalam batas kemampuan fisikmu”. Disisi lain permainan sepakbola juga memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik (Nielsen, Bugge and Andersen, 2016)

(13)

H. Hakikat Teknik Dasar Bermain Sepakbola

Teknik dalam olahraga sebagai cara yang paling efisien dan sederhana untuk memecahkan kewajiban fisik atau masalah yang dihadapi dalam pertandingan yang dibenarkan oleh peraturan. Menurut pendapat Sucipto, dkk.(2000: 17) pemain yang memiliki teknik dasar yang baik, pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik. Dilihat dari segi teknis mutu permainan suatu kesebelasan ditentukan oleh penguasaan teknik dasar. Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa teknik dasar adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan oalahraga tertentu secara efisien dan efektif.

Teknik dasar dengan bola dalam permainan sepakbola adalah semua gerakan dengan menggunakan bola yang dilakukan dalam bermain sepakbola. Pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian teknik dasar dengan bola dalam permainan sepakbola adalah semua gerakan dengan bola yang diperlukan dalam bermain sepakbola dalam mengembangkan prestasi maksimal.

Dalam permainan sepakbola, pemain yang dapat bermain sepakbola dengan baik adalah pemain yang memiliki atau menguasai teknik-teknik yang ada dalam sepakbola. Permainan sepakbola merupakan permainan kerjasama dalam suatu tim yang terdiri dari sebelas orang pemain. Kekompakan dari masing-masing peran dalam tim sangat menunjang untuk mencapai prestasi tim. Hal lain yang membantu suatu tim berhasil meraih prestasi yang baik adalah kondisi fisik yang baik dan penguasaan teknik yang baik pula. Memiliki kondisi fisik yang baik belum menjamin untuk dapat berprestasi, karena prestasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik saja tetapi juga karena kematangan penguasaan teknik sehingga dapat memberikan andil yang besar dalam pencapaian prestasi tinggi.

(14)

Dalam permainan sepakbola keterampilan dasar pemain sangat penting.

Sepak bola merupakan kegiatan fisik yang cukup kaya struktur pergerakan.

Dilihat dari taksonomi gerak umum, sepakbola bisa secara lengkap, dari mulai gerakan-gerakan dasar yang membangun pola gerak yang lengkap, dari mulai pola gerak lokomotor, nonlokomotor dan gerakan manipulatif. Keterampilan dasar 16 ini dianggap sebagai keterampilan dasar fundamental, yang sangat berguna bagi pengembangan keterampilan-keterampilan lain yang lebih kompleks.

Menurut Sucipto, dkk. (2000: 8) keterampilan dasar dalam sepakbola terdiri atas tiga macam keterampilan, meliputi: (1) Keterampilan Lokomotor dalam bermain sepakbola adalah gerakan berpindah tempat, seperti lari ke segala arah, meloncat, melompat dan meluncur. (2) Keterampilan Nonlokomotor dalam bermain sepakbola adalah gerakan-gerakan yang tidak berpindah tempat, seperti menjangkau, melenting, membungkuk, meliuk. (3) Keterampilan Manipulatif dalam bermain sepakbola adalah gerakan-gerakan seperti menendang bola, menggiring bola, menyundul bola, melempar bola dan menangkap bola bagi penjaga gawang.

Ditinjau dari jenis keterampilannya, dalam bermain sepakbola terdiri atas tiga jenis keterampilan yaitu keterampilan diskrit, kontinyu dan serial (Amung Ma‟mun dan Yudha M Saputra, 2000: 66). Menurut Komarudin (2011: 21) sepakbola bisa dimasukkan menjadi beberapa kelas keterampilan. Bila dilihat dari jelas tidaknya awal dan akhir gerakan yang mendasari berbagai keterampilan permainan sepakbola, seperti berlari, meloncat, melompat, menendang dan menembak, keterampilannya bisa dikategorikan sebagai keterampilan diskrit. Jika dilihat dari pola lingkungan dimana sepakbola dilakukan, sepakbola termasuk

(15)

permainan yang mengandalkan keterampilan terbuka (open skills). Artinya, sepakbola dimainkan dalam lingkungan yang tidak mudah diduga, selalu berubah- ubah setiap waktu.

Menurut Schmidt dalam Amung Ma‟mun dan Yudha M Saputra (2000: 64)

“keterampilan terbuka adalah keterampilan yang ketika dilakukan lingkungan yang berkaitan dengan bervariasi dan tidak dapat diduga.” Pendapat yang dikemukakan para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan dasar bermain sepak bola dilihat dari keterampilan gerak dasarnya meliputi: pola gerak lokomotor, pola gerak nonlokomotor dan pola gerak manipulatif. Jika dilihat dari kondisi lingkungan masuk dalam kategori keterampilan terbuka (open skills) dan jika dilihat dari jenis keberlangsungannya permainan sepak bola termasuk keterampilan diskrit.

I. Hakikat Keterampilan

Pengembangan teknik merupakan suatu proses untuk memperoleh gerak yang senantiasa berkembang berdasarkan: (1) proses pengembangan syaraf dan otot yang juga di pengaruhi oleh keturunan, (2) akibat dari pengalaman gerak sebelumnya, (3) pengalaman gerak saat ini, (4) gerak yang digambarkan dalam kaitannya dengan pola gerak tertentu. Kemampuan (ability) sering disamakan dengan bakat (aplitude). Menurut wiliam dan micahel (dalam suryabrata. 2010, hlm. 168) menjelaskan bahwa “bakat merupakan kemampuan individu untuk melakukan suatu tugas yang tergantung sedikit banyak dari latihan.” Sehingga dalam hal ini Menitik beratkan pada kemampuan individu tersebut mendapat latihan-latihan. Sehingga dalam hal ini kemampuan motorik adalah kemampuan

(16)

gerak seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan dan peragaan suatu keterampilan yang relatif melekat setelah masa kanak-kanak.

Keterampilan bermain sepakbola marupakan perpaduan keterampilan beberapa gerakan yang dilakukan dengan waktu hampir bersamaan dengan waktu yang sesingkat munkin. Gerakan tersebut merupakan gerakan teknik-teknik dasar dalam sepakbola baik pergerakan dengan bola seperti menggiring, menendang, mengontrol dan menangkap bola maupun tanpa bola seperti berlari dan mencari ruang. Menurut Luxbacher (2010: 47) “mengoper merupakan bagian paling penting dalam keterampilan bermain sepakbola, karena mengoper dan mengontrol bola merupakan jalinan vital untuk menghubungkan antar pemain.” Sedangkan keterampilan melindungi bola dalam permainan sepakbola yaitu teknik lanjutan untuk mendribbling bola, melindungi bola adalah menempatkan tubuh di antara bola dan lawan yang mencoba merebut bola yang kita kuasai.

Keterampilan bermain sepakbola sangatlah kompleks, selain keterampilan teknik-teknik dasar juga harus dikuasai keterampilan pendukung seperti kemampuan fisik, kecapatan, keterampilan membaca permainan, menyesuaikan diri dengan perubahan situasi permainan dan membaca ruang. Menurut Clive Gifford (2003: 40) penjaga gawang harus memiliki keterampilan berkomunikasi dan mengetahui cara untuk berkonsentrasi dangan baik. Selain itu dalam mengambil keputusan seorang penjaga gawang arus dengan cepat, cermat dan tenang dalam menghadapi pertandingan. Keterampilan bermain sepak bola merupakan keterampilan satu tim yang saling berkomunikasi dan bekerjasama untuk menerapkan beberapa keterampilan yang ada dan boleh dilakukan, baik seorang penjaga gawang maupun sepuluh pemain didepan merupakan kesatuan

(17)

sebuah tim yang menerapkan berbagai keterampilan teknik dasar untuk diterapkan saat bertahan maupun menyerang untuk memperoleh kemenangan.

Terkadang orang menganggap keterampilan dan kemampuan itu mempunyai pengertian yang sama. Padahal yang sebenarnya, kemampuan dan keterampilan memiliki pengertian yang berbeda. Kemampuan adalah gerak yang diperoleh atau dimiliki sejak lahir (bakat) yang yang umumnya dimiliki oleh setiap orang.

Sedangkan yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan yang diperoleh atau dimiliki karena adanya proses latihan. Sebagaimana diungkapkan oleh Schmidt dan Singer dalam Mahendra, (2017: 19) tentang kemampuan dan keterampilan : Kemampuan dan keterampilan harus dibedakan dalam pengertiannya kemampuan diartikan sebagai ciri individual yang diwariskan dan relatif abadi dan mendasari serta mendukung terbentuknya keterampilan.

Sedangkan keterampilan mengacu secara spesifik pada tugas tertentu serta dicapai dengan adanya latihan secara pengalaman.

Keterampilan diterjemahkan dari istilah skill yang dalam dunia olahraga ditandai dengan adanya aktivitas fisik yang bukan saja melibatkan otot-otot besar melainkan juga melibatkan otot-otot halus dalam melakukan gerakan. Aktivitas keterampilan dalam olahraga berbeda-beda antara satu cabang olahraga dengan cabang olahrga lain. Istilah terampil biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi. Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri Widiastuti, 2010, hlm. 49). Sedangkan menurut Singer dikutip oleh Amung (2014, hlm. 61), keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif. Aktivitas fisik terutama olahraga sangat

(18)

membutuhkan keterampilan dalam prakteknya untuk dapat memberikan penampilan yang baik. Menurut Schmidt yang dikutip oleh Amung Ma‟mun dan Yudha M. Saputra, (2015, : 61), keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan kepastian yang maksimum, tetapi dengan pengeluaran energi dan waktu yang minimum. Pada hakikatnya manusia sangat membutuhkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari karena dengan keterampilan manusia dapat menyelesaikan tugas- tugasnya dan dapat mengatasi masalah dalam hidupnya.

Beberapa hal penting dari definisi itu untuk dipertimbangkan. keterampilan menyatakan secara tidak langsung beberapa keinginan dari tujuan yang terkait dengan lingkungan, seperti memberi umpan ke depan dalam sepakbola.

Keterampilan terdiri dari gerakan-gerakan sebab pelakunya tidak dapat mencapai tujuan tanpa melakukan paling tidak satu gerakan. Kemudian, keterampilan secara tidak langsung merupakan pertemuan penampilan tujuan, yakni hasil akhir dengan kepastian maksimum. Keterampilan bukan sekedar keberuntungan, diperoleh melalui pengulangan, dan pembuatan tujuan.

Hal penting belajar kemampuan Motorik yang harus diperhatikan dalam belajar gerak, yaitu: (1) Kesiapan Belajar. Apabila pembelajaran itu dikaitkan dengan kesiapan belajar, maka keterampilan yang dipelajari dengan waktu dan usaha yang sama oleh orang yang sudah siap, akan lebih unggul dibandingkan oleh orang yang belum siap untuk belajar. (2) Kesempatan Belajar. Banyak anak yang tidak berkesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut hal yang demikian akan melukai anaknya. (3) Kesempatan berpraktek.

(19)

Anak harus diberi kesempatan untuk praktek sebanyak yang diperlukan untuk menguasai suatu keterampilan. Meskipun demikian, kualitas praktek jauh lebih penting dibandingkan kuantitasnya. (4) Model yang baik. Meniru suatu model dalam keterampilan motorik harus dicontohkan dengan baik, karena berkaitan dengan gerak tubuh. Sehingga contoh model yang dilihat anak adalah model yang baik dan benar. (5) Bimbingan. Untuk dapat meniru suatu model dengan betul, anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan juga membantu anak membetulkan suatu kesalahan sebelum kesalahan tersebut terlanjur dipelajari dengan baik sehingga sulit dibetulkan kembali. Untuk itu anak ahur sangat bener benar di perhatikan agar pelatih tau setiap kesalahan anak yang dilakukan. (6) Motivasi.

Motivasi belajar penting untuk mempertahankan minat dari ketertinggalan. Untuk mempelajari keterampilan, sumber motivasi umum adalah kepuasan pribadi yang diperoleh anak dari kegiatan tersebut, kemandirian, dan gengsi yang diperoleh dari kelompok sebayanya, serta kompensasi terhadap perasaan kurang mampu dalam bidang lain khususnya dalam tugas sekolahnya.

Keutamaan terbesar dari beberapa keterampilan adalah proses memperkecil dan penyimpanan energi dari penampilan. Untuk beberapa keterampilan tidak jelas tujuannya. Kontribusi yang besar dari efisiensi keterampilan adalah latihan, dengan belajar dan pengalaman utama untuk secara relatif penampilan tanpa tenaga pada orang-orang berketerampilan tingkat tinggi. Akhirnya, ciri lain dari beberapa keterampilan adalah kecakapan yang tinggi dari penampil untuk mencapai tujuannya dalam waktu minimum.

Dengan demikian dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tingkat keterampilan yang baik, perlu memperhatikan hal sebagai

(20)

berikut: Pertama, faktor individu/pribadi yaitu kemauan serta keseriusan dari individu itu sendiri berupa motivasi yang besar untuk menguasai keterampilan yang diajarkan. Kedua, faktor proses belajar mengajar menunjuk kepada bagaimana kondisi belajar dapat disesuaikan dengan potensi individu, dan lingkungan sangat berperan dalm penguasaan keterampilan. Ketiga, faktor situasional menunjuk pada metode dan teknik dari latihan atau praktek yang dilakukan.

Pada intinya bahwa suatu keterampilan itu baru dapat dikuasai apabila dipelajari atau dilatihkan dengan persyaratan tertentu, satu diantaranya adalah kegiatan pembelajaran atau latihan keterampilan tersebut dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu yang memadai. Keterampilan gerak kasar secara khusus dikontrol oleh otot-otot besar atau kelompok otot. Keterampilan ini tidak terlalu menekankan ketepatan (precission) dalam pelaksanaannya. Berlari, melompat, melempar dan kebanyakan keterampilan dalam olahraga dimasukkan sebagai keterampilan gerak kasar. Keterampilan gerak halus secara khusus dikontrol oleh otot-otot kecil atau halus. Banyak gerak yang menggunakan tangan dipertimbangkan sebagai gerak halus.

Kemudian dilanjut menurut Sudrajat Prawirasaputra (2013: 19) menyatakan bahwa penguasaan keterampilan pada setiap cabang olahraga berlandaskan pada penguasaan keterampilan dasar. Sedangkan Menurut Amung M (2014: 63), ada tiga sistem yang dapat mewakili penggolongan keterampilan gerak yaitu: (a) stabilitas lingkungan, (b) jelas tidaknya titik awal serta akhir dari gerakan, dan (c) ketepatan gerakan yang dimaksud.

Dapat disimpulkan bahwa keterampilan olahraga adalah gerakan-gerakan

(21)

dasar dalam olahraga yang dilakukan dengan satu teknik lalu gerakan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seorang olahragawan diperlukan keterampilan olahraga yang baik agar dapat mencapai prestasi. Keterampilan biasanya diartikan sebagai kemampuan untuk menimbulkan hasil akhir dengan maksimum secara pasti dengan waktu dan energi minimum.

Beberapa perbedaan komponennya meliputi katagori utama yaitu persepsi atau proses penginderaan, pembuatan keputusan dan gerakan sebagai hasil.

Keterampilan diklasifikasikan dalam berbagai bentuk, seperti (a) keterampilan terbuka dan tertutup, (b) keterampilan diskrit, berkelanjutan (continuous) dan serial, (c) keterampilan gerak dan keterampilan kognitif. Klasifikasi ini penting sebab prinsip keterampilan dalam pembelajarannyapun berbeda pada setiap kategorinya. Sehingga dalam hal ini, para atlet yang terbina dalam Sekolah Sepak Bola Satria Muda Subang Selatan, ketika akan menyusun program latihan sebelumnya harus memperhatikan juga keterampilan yang dimiliki oleh masing- masing atlet sepakbolanya agar dapat memudahkan seorang pelatih untuk memberikan program latihan sesuai dengan kebutuhan individual.

Kemudian keterampilan yang lainnya adalah gerakan tanpa bola diantaranya adalah Teknik lari seorang pemain ditandai dengan lari dalam memperoleh posisi serangan dan lari dalam bertahan.Dalam melakukan lari untuk memenuhi kebutuhan tadi, pemain harus dapat lari cepat berbelok atau merubah arah, berhenti lari mundur dan mendadak start lagi. Untuk memperoleh kelincahan perlu diperhatikan oleh pemain. "Lari dalam sepak bola tidak sama dengan lari dalam atletik". Dalam atletik, lari tidak mendapat gangguan sedikit pun, tetapi dalam

(22)

sepak bola selalu tidak bebas dimana seorang pemain kadangkadang terpaksa mengubah arah berlari, berhenti, lari mundur, lari sambil melompat/meloncat dan beradu badan dengan lawan.

Lompatan dapat dilakukan dengan atau tanpa awalan, tolakan satu kaki akan lebih menguntungkan karena memungkinkan pemain melompat lebih tinggi, walaupun demikian didalam situasi yang sesungguhnya tolakan dengan menggunakan dua kaki juga digunakan. Biasanya lompatan dikombinasikan dengan gerakan menyundul bola, oleh karena itu gerakan melecutkan badan bagian atas sambil melompat perlu dilatih berulang-ulang agar mendapatkan lompatan yang tinggi.

Gerak tipu badan dapat di bedakan menjadi beberapa macam. Gerak tipu dengan badan bagian atas dengan kaki, mungkin juga dengan dengan bahu.

Pemain dapat menipu lawan dengan jalan tiba-tiba berhenti berlari atau merubah arah yang dikombinasikan dengan gerak tipu badan bagian atas. Pemain sepakbola yang tidak dapat melakukan gerak tipu, maka pemain itu tidak akan dapat menjadi pemain sepak bola yang baik. Pemain dikatakan berhasil melakukan gerak tipu apabila pada waktu pemain melakukan gerakan pura-pura tapi oleh lawan dianggap itu sebagai gerakan sebenarnya sehingga lawan akan mengikuti gerakan pura-pura itu.

J. Keterampilan Passing (Mengoper Bola) dalam Bermain Sepakbola Permainan sepak bola mengandalkan teknik dari para pemainnya, maka dari itu keterampilan teknik dasar bagi seorang pemain adalah penting. Karena sangat berkaitan dengan tujuan permainan sepakbola. Seorang pemain sepakbola,

(23)

pastinya selalu mengetahui teknik-teknik apa saja yang mesti ia gunakan ketika berhadapan dengan lawannya. Oleh karena itu, setiap pemain sepakbola haruslah menguasai teknik dasar dalam bermain sepakbola. Teknik dasar ini biasanya selalu berkaitan dengan cara menendang, mengontrol, dan membawa bola. Tanpa menguasai teknik tersebut tentu kita akan sangat kesulitan ketika dihadapkan dengan kondisi satu lawan satu dengan pemain tim lawan. Sepakbola memang merupakan sebuah cabang olahraga yang mengandalkan kerjasama dan kekompakan tim masing-masing.

Passing merupakan salah satu teknik dasar bermain sepakbola yang sangat komplek atau penting yang sering kali dilakukan dalam permainan sepakbola dan sebagian besar permainan sepakbola dilakukan dengan passing. Pada dasarnya teknik dasar passing berguna untuk mengoperkan bola kepada teman atau menghubungkan bola pemain satu ke pemain lain dalam usaha untuk membangun serangan kemudian mencetak gol. Karena tujuan utama dari permainan sepakbola sendiri yaitu memenangkan pertandingan dengan mencetak gol sebanyak- banyaknya ke gawang lawan. Untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknik dasar passing dalam sepakbola, latihan sangat berpengaruh terhadap kualitas penguasaan teknik dasar untuk memperoleh sebuah prestasi, menurut (Arwandi & Ardianda, 2018) upaya untuk peningkatan prestasi pada pemain sepakbola yaitu dengan latihan, latihan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pencapaian prestasi seseorang dan bentuk dari latihan tersebut yaitu sesuai dengan target yang akan dicapai.

Teknik dasar permainan sepakbola nantinya akan menunjang terhadap kerjasama tim yang baik (Woods et al., 2017), sehingga permainan akan berjalan

(24)

sesuai dengan yang diharapkan dan peluang kemenangan pun menjadi lebih besar.

Mengenai dasar permainan sepakbola Sukatamsi (dalam Sucipto, dkk, 2000: 19), menjelaskan bahwa “teknik dasar sepakbola adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau melakukan suatu gerakan yang tidak terlepas sama sekali dari permainan sepakbola”.

Teknik Mengoper Bola (Passing) pengertian dan cara melakukan beberapa jenis teknik dasar passing sepakbola. Selain menendang dan menggiring bola, seorang pemain sepak bola juga harus menguasai teknik passing, yaitu mengoper bola ke arah teman satu tim. Untuk menguasai passing dalam sepak bola di perlukan latihan. Tidak hanya teorinya saja yang haus dipelajari mengenai passing, namun seorang pemain sepak bola harus mempraktekan langsung sehingga akan lebih baik dalam melatih skill passing pemain. Dari beberapa macam teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain sepakbola adalah teknik menendang atau mengoper bola.

Passing adalah istilah yang erat kaitannya dengan aktivitas mengoper atau mengumpan bola ke arah teman. Passing adalah teknik mengoper atau memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lainnya dalam pertandingan sepak bola atau bisa disebut juga dengan memindahkan bola dari satu pemain ke pemain lainnya teknik menendang bola atau mengoper bola dapat dilakukan dengan beberapa bagian kaki, seperti yang diungkapkan sucipto, dkk (2000, hlm 17-21), yaitu sebagai berikut: “Menendang dengan kaki bagian dalam (inside of the foot), Menendang dengan kaki bagian luar (out side), Menendang dengan punggung kaki (instep), Menendang dengan punggung kaki bagian dalam (inside of the instep). Beberapa teknik tendangan bola yang dijelaskan di atas

(25)

dapat digunakan sesuai dengan keadaan dan kegunaannya dalam permainan sepakbola, seperti mengoper bola, menendang ke gawang, menyapu bola, dan tendangan khusus seperti tendangan sudut , tendangan gawang, dan tendangan- tendangan hukuman.

Gambar.2.2.

Teknik Mengoper Bola (passing) (Sumber: Sumaryoto, hlm. 3)

K. Keterampilan Dribbling (Menggiring Bola) dalam Bermain Sepakbola

Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dilakukan dengan gerakan-gerakan yang sederhana, dengan kecepatan dan ketepatan. Menggiring bola diartikan dengan gerakan kaki menggunakan bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus-menerus di atas tanah.

Menggiring bola hanya dilakukan pada saat menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan. Sucipto, dkk (2000: 28) mengemukakan “pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan”. Oleh karena itu bagian kaki yang digunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang digunakan untuk menendang bola. Menurut Koger Robert (2005: 51) konsep

(26)

dasar yang harus dikuasai dalam menggiring bola antara lain: Ketika menggiring bola, usahakan agar bola terus berada didekat kaki.

Jangan menendang terlalu keras, sebab bola akan bergulir terlalu jauh, giringlah bola dengan kepala tegak. Jangan memusatkan perhatian pada bola dan kaki, Jika bergerak ke arah musuh, perhatikanlah pinggang dan arah kaki musuh, gunakan beberapa gerak tipu untuk mengecoh lawan, variasikan kecepatan lari dengan mengubah kecepatan secara mendadak. Dalam teknik menggiring bola di Sekolah Sepak Bola ini, sebetulnya sudah memiliki kualitas yang cukupbaik dan bisa menerapkan strategi. Sehigga untuk menindaklanjutnya adalah dengan mengkorelasikan dengan motor ability

Dribbling dapat diartikan sebagai suatu teknik penguasaan bola. Hal itu dikatakan oleh soedjono (2013: 20) “menggiring bola adalah membawa bola dengan kaki untuk melewati lawan”. Dari batasan yang diberikan oleh para ahli di atas tidak menunjukkan adanya perbedaan pengertian, sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa dribbling atau menggiring bola adalah suatu kemampuan menguasai bola dengan kaki oleh pemain sambil lari untuk melewati lawan ataui membuka daerah pertahanan lawan. Kegunaan kemampuan menggiring bola sangat besar untuk membantu penyerangan untuk menembus pertahanan lawan.

Dribbling berguna untuk mengontrol bola dan menguasainya sampai seorang rekan satu tim bebas dan memberikannya dalam posisi yang lebih. Sedangkan menurut kosasih (2013:21) tujuan menggiring bola adalah: “Melewati lawan, menerobos benteng pertahanan lawan, mempermudah rekan kesebelasan atau diri sendiri untuk membuat serangan atau mengukur strategi dan menguasai permainan.” Sedangkan menurut sukatamsi (2013: 21) menyatakan Kegunaan

(27)

teknik menggiring bola antara lain: (1) untuk melewati lawan; (2) untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat; (3) untuk menehan bola agar tetap dalam penguasaan, menyelamatan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.

Prinsip teknik menggiring bola menurut sukatamsi (dalam Suhartono, 2013, : 21) meliputi: (1) Bola didalam penguasaan pemain, bola selalu dekat dengan kaki, badan pemain terletak diantara bola dan lawan, supaya lawan tidak mudah merebut bola; (2). Di depan pemain terdapat daerah kosong, bebas dan lawan; (3) bola digiring dengan kaki kanan atau kaki kiri, mendorong kedepan, jadi bola didorong bukan ditendang, irama sentuhan kaki pada bola tidak mengubah irama langkah kaki; (4) pada waktu menggiring bola pandangan mata tidak boleh selalu pada bola saja, tetapi harus pula memperhatikan atau mengamati situasi sekitar lapangan atau posisi lawan maupun posisi kawan; (5) badan agak condong ke depan, gerakan tangan bebas seperti lari biasa.

Macam-macam mengiring bola adalah sebagai berikut: Menggiring bola dengan kura-kura bagian dalam: (1) posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki bagian dalam; (2) kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak diayunkan seperti teknik menendang bola, akan tetapi setiap langkah secara teratur menyentuh atau mendorong bola bergulir ke depan dan bola harus selalu dekat dengan kaki dengan demikian bola mudah dikuasai dan tidak mudah direbut oleh lawan; (3) pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus selalu sedikit ditekuk, dan pada waktu kaki menyentuh bola pandangan pada bola, kemudian melihat situasi di lapangan, melihat posisi

(28)

lawan dan posisi teman. Menggiring bola dengan kura-kura kaki penuh: (1) posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura penuh;(2) setiap langkah secara teratur dengan kura-kura kaki penuh kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola bergulir ke depan dan bola harus selalu dekat dengan kaki;(3) pada saat menggiring bola kedua lutut selalu sedikit ditekuk, waktu kaki menyentuh bola pandangan pada bola, jangan melihat situasi lapangan, posisi lawan dan posisi teman.

Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar: (1) posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam posisi menendang bola dengan kura-kura kaki bagian luar; (2) setiap langkah secara teratur dengan kura-kura kaki bagian luar kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola bergulir ke depan. Dan bola harus selalu dekat dengan kaki, sesuai dengan irama lari; (3) pada saat menggiring bola kedua lutut sedikit ditekuk, waktu kaki menyentuh bola pandangan pada bola dan selanjutnya melihat situasi lawan dan posisi teman.

Gambar.2.3.

Teknik Menggiring Bola (Dribbling) (Sumber: Sumaryoto, hlm. 9)

(29)

L. Keterampilan Shooting (Menendang Bola) dalam Bermain Sepakbola Menendang bola merupakan teknik dasar bermain sepakbola yang paling banyak digunakan dalam permainan sepakbola. Maka teknik dasar menendang bola merupakan dasar dalam permainan sepakbola. Seorang pemain sepakbola yang tidak mengusai teknik menendang bola dengan sempurna tidak mungkin menjadi pemain yang baik. Hal ini berkaitan dengan pembagian jenis tendangan berdasarkan keadaan sebagaimana dijelaskan Sukintaka (dalam Sucipto, dkk, hlm.

75), tendangan dapat dibagi menurut beberapa keadaan, atas dasar bagian kaki yang digunakan untuk menendang: Dengan kaki bagian dalam, Dengan kura-kura kaki (punggung kaki), Dengan kura-kura kaki bagian dalam, kura-kura kaki bagian luar, ujung jari, tumit serta paha. Menendang bola merupakan awal permainan sepakbola dan merupakan pola gerak dominan dalam sepakbola sehingga teknik ini sangat diperlukan bagi pemain sepakbola untuk mencapai tujuan sepakbola yaitu mencetak gol ke gawang lawan dan mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Mengenai hal ini sucipto, dkk (2000: 17), menjelaskan “menendang bola merupakan karakteristik permainan sepakbola yang paling dominan”.

Seperti halnya permainan sepakbola, menendang bola memiliki tujuan-tujuan, diantaranya mengoper bola kepada teman dalam berbagai jarak dan menembak bola ke arah gawang. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh sucipto, dkk (2000, hlm. 17), bahwa “tujuan menendang bola adalah untuk mengumpan, menembak ke gawang (shooting at the goal) dan menyapu untuk menggagalkan serangan l awan (sweeping)”. Diantaranya adalah teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam, teknik menggunakan kaki bagian luar, dan teknik menendang

(30)

yang menggunakan bagian punggung dari kaki. Untuk pemilihan dari teknik- teknik tersebut, tergantung pada kemampuan kita masing-masing dan kondisi atau kebutuhan ketika mengarahkan dan menendang bola. Berikut ini 3 cara atau langkah-langkah dari teknik dasar menendang bola sesuai dengan kondisi yang perlu dikuasai agar dapat mencetak gol dengan mudah:

Gambar.2.4.

Teknik Menendang Bola (Shooting) (Sumber: Sumaryoto, hlm. 3)

Berikut langkah-langkah sederhana mengenai teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam yang benar untuk jarak yang jauh: Berdiri dengan sikap tubuh menghadap ke arah bola, posisikan kaki kiri untuk bertumpu di samping bola dengan lutut sedikit ditekuk, pastikan tubuh agak sedikit dicondongkan ke belakang, untuk keseimbangan, tekuk sedikit kedua tangan di samping badan, fokuslah ke arah bola dan pada sasaran tembakmu, bidik bola tepat di bagian tengahnya dengan bagian dalam dari kaki, kemudian, ayunkan kaki kanan dari belakang ke depan dan tendang bolanya dengan sasaran bola berada di bagian samping, setelah menendang, tumpu berat badan ke kaki kanan atau yang dipakai untuk menendang, mendarat dengan baik dengan mendahulukan kaki kanan tersebut.

(31)

M. Hubungan Small Sided Games dengan Keterampilan Passing dalam Bermain Sepakbola

Pada hakikatnya permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang menggunakan bola sepak. Sepakbola dimainkan dilapangan rumput oleh dua regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain.

Tujuan permainan ini dimainkan adalah untuk memasukkan bola kegawang lawan sebanyakbanyaknya dan berusaha empertahankan gawang sendiri dari serangan lawan. Ada pun karakteristik yang menjadi ciri khas permainan ini adalah memainkan bola dengan menggunakan seluruh anggota tubuh kecuali lengan.

Menurut muhajir (2007: 22), “Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola kegawang lawan dengan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola”. Menurut Luxbacher (2008: 2) menyatakan bahwa pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang. Masing- masing tim mempertahankan gawang dan berusaha menjebol gawang lawan.

Didalam memainkan bola setiap pemain dibolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali lengan, hanya penjaga gawang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan lengan. Sepakbola hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki, kecuali penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota tubuh manapun. Tujuan dari masing-masing regu adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin dengan pengertian pula berusaha sekuat tenaga agar gawangnya terhindar dari kebobolan penyerang lawan. Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sepakbola adalah permainan antara dua (2) regu yang masing- masing regu terdiri dari 11 orang dan dimainkan dengan kaki, kecuali penjaga

(32)

gawang, boleh menggunakan tangan dan lengan. Setiap tim berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan menjaga gawangnya dari kemasukan bola oleh serangan lawan dan permainan ini dilakukan selama 2x45 menit.

Sepakbola merupakan salah satu jenis olahraga permainan beregu yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini terbukti dengan sudah sangat bersatunya antara sepakbola dengan masyarakat, baik dari usia anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai lanjut usia. Selain itu, disertai pula dengan semakin banyaknya berdiri klub-klub ataupun sekolah-sekolah sepakbola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang tingkat popularitasnya atau tingkat peminatnya sangat tinggi (Martin et al., 2015). Hal ini terbukti sudah sangat bersatunya antara sepak bola dan masyarakat, baik itu anak-anak remaja, dewasa, bahkan sampai lanjut usia (Eliasson, 2011; Davis, 2015).

Banyak ketertarikan masyarakat akan sepakbola juga terlihat dari banyaknya klub-klub sepakbola atau sekolah-sekolah sepak bola yang banyak peminatnya, dengan sarana dan prasarana yang cukup menunjang. Karena sepakbola adalah salah satu yang paling digemari diantara masyarakat. Bahkan tidak hanya para orang tua saja yang berbakat. Namun terdiri dari berbagai kalangan dari anak- anak, dewasa, orang tua, hingga paruh baya semuanya berbakat. Nah jika dalam sebuah permainan sepak bola, ada banyak hal yang terjadi.

Sehingga olahraga sepakbola keberadaanya akan semakin kokoh (Sugiyama, Khoo and Hess, 2017). Sepakbola menarik hampir semua orang untuk memainkannya, karena sepakbola adalah suatu cabang oalahraga yang sederhana dan menyenangkan untuk dimainkan. Tidak dibutuhkan peralatan yang komplit

(33)

untuk dapat memainkan sepakbola, karena hanya dengan sebuah bola maka sepakbola telah dapat dimainkan. Oleh karena itu sepakbola merupakan sebuah cabang olahraga yang dapat dimainkan dengan biaya yang sangat murah. Metode latihan yang tepat untuk atlet usia dini yaitu latihan dengan bermain, karena masa anak-anak masih suka yang sifatnya permainan sehingga anak merasa senang sekaligus belajar. Peran pelatih adalah memanfaatkan sifat kesenangan anak terhadap suatu permainan diwujudkan dalam latihan sepakbola, ini akan menjadi suatu usaha keras seorang pelatih dalam membuat variasi dalam setiap latihan ke dalam bentuk suatu permainan, pelatih harus menemukan suatu latihan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik anak yang dihadapinya.

Karena jika pelatih melakukan latihan secara monoton, maka siswa akan mengalami kejenuhan dalam latihan sehingga siswa tidak bersemangat dalam melaksanakan latihan. Salah satu variasi latihan yaitu dengan small-sided games.

Dalam permainan tersebut, melibatkan proses passing dengan teknik menendang dengan kaki bagian dalam, dengan punggung kaki, maupun kaki bagian luar.

Tetapi dalam pelaksanaannya, masih banyak siswa yang belum paham dengan tehnik menendang seperti itu.

Bentuk latihan small sided game atau permainan kecil adalah latihan yang paling tepat untuk meningkatkan kemampuan teknik, skill dan kecerdasan bermain seperti dalam membaca permainan serta mengambil keputusan. Dalam bentuk latihan dengan melibatkan pemain penyerang dan bertahan akan membuat situasi latihan seperti permainan sesungguhnya. Dengan metode ini pemain akan banyak dan sering bersentuhan dengan bola karena luas lapangan dan jumlah pemain yang terlibat juga terbatas, sehingga otomatis kemampuan teknik bermain

(34)

akan cepat meningkat, apalagi selalu dalam tekanan lawan. Small side games merupakan salah satu bentuk latihan yang memodifikasi permainan sepakbola dengan adanya pembatasan, meliputi pembatasan jumlah pemain, ukuran lapangan, dan lama permainan. Aktifitas yang terdapat dalam latihan small side games tidak jauh berbeda dengan permainan sepakbola yang sebenarnya. Dalam hal ini Scheunemann (2012, hlm. 4) menyatakan bahwa: “permainan small side games dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktis sekaligus mengasah kemampuan teknis.” Selama permainan small side games berlangsung, setiap pemain dapat lebih sering kontak dengan bola dan terlibat dalam situasi permainan karena ukuran lapangan yang lebih kecil dan sedikitnya jumlah peserta dari permainan sepakbola yang sebenarnya.

Latihan small sided games merupakan suatu latihan yang berkembang, dengan menyajikan situasi permainan yang membuat pemain mendapatkan penguasaan aspek teknik, taktik, dan fisik sekaligus. Latihan small sided games lebih banyak menerapkan secara langsung latihan fisik, teknik, dan taktik dalam sebuah permainan (games), yang berarti pemain dituntut untuk menghadapi situasi tekanan seolah-olah dalam situasi permainan yang sesungguhnya. Passing merupakan elemen yang penting dalam sepakbola karena dengan adanya teknik ini permainan akan terlihat lebih indah, dengan adanya passing maka akan menambah nilai bagi seorang pemain.

Passing akan sangat berpengaruh dalam menentukan kemenangan suatu tim, sebab jika suatu tim melakukan passing dengan baik dan menjaga bola agar tetap dalam penguasaan tim tersebut maka peluang tim untuk mencetak gol akan lebih banyak, akan tetapi jika skill passing kurang baik maka akan mudah dipotong dan

(35)

direbut oleh lawan. Dalam latihan small sided games pemain akan dituntut untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sehingga pemain mendapat kesempatan untuk melakukan passing lebih banyak dari pada sekedar bermain sepakbola. Dengan lapangan yang sempit pemain harus banyak melakukan passing untuk menjaga ball possession. Jika latihan small sided games ini diterapkan secara kontinyu maka akan meningkatkan akurasi passing pemain sepakbola. Maka dari itu, latihan small sided games sangat mempengaruhi dalam bermain sepak bola terutama saat melakukan passing.

N. Kerangka Berpikir

Dalam permainan sepak bola dituntut untuk mengusai teknik, taktik dan fisik.

Penguasaan teknik sepakbola harus dimulai sejak dini karena bila sudah menginjak dewasa/ menginjak usia matang sangat sulit untuk memperbaiki teknik yang sudah terbiasa melakukan teknik yang dianggap pemain itu sudah merasa benar padahal masih salah atau keliru, maka seorang pemain harus menguasai teknik sedini mungkin. Kelompok 10-12 tahun merupakan langkah yang baik untuk memulai latihan teknik dalam sepakbola, dengan pikiran yang masih segar pada usia ini pemain juga mudah menangkap materi yang diberikan dan tidak mudah lupa, namun melatih teknik pada usia perlu pemikiran yang serius karena latihan yang salah akan sulit untuk memperbaiki teknik tersebut, usia 10-12 tahun merupakan usia anak yang masih suka bermain jadi materi latihan yang diberikan yang bersifat menarik dan variatif agar anak tidak jenuh dalam melakukan latihan tersebut.

(36)

Latihan small sided game merupakan salah satu alternatif latihan yang bisa digunakan dalam latihan karena didalamnya terdapat fisik, teknik, taktik dan mental, small sided games menyerupai permainan sesungguhnya tetapi dengan ukuran lapangan diperkecil. Latihan small sided games juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan passing pemain karena bentuk latihan ini menekankan pada sebuah bentuk permainan yang hampir sama dengan permainan sebenarnya dengan lapangan yang lebih kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit dari permainan sepakbola sesungguhnya. Semakin kecil ukuran grid yang digunakan dan semakin sedikit jumlah pemain yang terlibat, maka setiap pemain dituntut untuk selalu bergerak dengan cepat baik gerakan-gerakan tanpa bola atau gerakan-gerakan dengan bola.

Maka dalam hal ini pola latihan small side games diberikan dengan tujuan utama pelatihan aspek kondisi fisik, dengan menerapkan suatu metode latihan yaitu metode latihan interval dan metode latihan repetisi. Metode latihan interval ini merupakan suatu metode latihan dimana jarak, waktu istirahat dan repetisi telah ditentukan atau disebut juga dengan variabel-variabel latihan yang telah ditetapkan, atau suatu bentuk latihan yang diselingi dengan jarak istirahat yang telah ditetapkan. Selain itu, dengan latihan small sided games ini, dalam pelaksanaannya akan lebih banyak menekankan pada sentuhan bola dan aliran bola yang cepat berpindah dari satu pemain ke pemain yang lain. Pada saat bermain tidak ada pembatasan sentuhan dengan bola pada awalnya, kemudian berangsur dipersempit lapangan dan jumlah sentuhan dengan bola sehingga pemain akan lebih banyak melakukan passing. Jika latihan ini dilakukan secara kontinyu maka pemain akan melakukan passing secara baik dan akurat sehingga

(37)

membuat permainan dalam sepakbola berkembang, alur yang dimiliki sebuah tim akan semakin kompak, baik dalam penyerangan maupun mengembangkan pola permainan.

O. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian dari Charaka dkk (2018) dengan judul Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Keterampilan Passing, Controlling dan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMK Negeri 1 Tegalsari Kabupaten Banyuwangi dengan hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan pemberian perlakuan small side games terhadap keterampilan passing, control, dan shooting.

Penelitian dari Putra dan Tafaqur (2019) dengan judul penelitian Pengaruh Latihan Small Sided Games One Touch dan Two Touch terhadap Keterampilan Passing di SSB PS BUM Ku-13 Tahun. kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh tetapi kurang signifikan terhadap latihan Small Sided Games One Touch terhadap keterampilan passing sepakbola pada siswa SSB PSBUM UPI KU-13 tahun dan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap latihan Small Sided Games Two Touch terhadap keterampilan passing sepakbola pada siswa SSB PSBUM UPI KU-13 tahun

Kemudian penelitian dari Wea (2020) dengan judul penelitian Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Kelincahan Pada Permainan Sepakbola hasil penelitiannya adalah latihan small side games berpengaruh terhadap kelincahan pada permainan sepakbola.

Priambodgo dan Widodo (2021) Pengaruh Small Sided Games Terhadap Kapasitas Aerobik (Vo2 Max) Pemain Sepakbola. Kesmpulan dari penlitian ini

(38)

bahwa Small sided games adalah sebuah teknik dengan memanipulasi kondisi latihan seperti pada pertandingan sebenarnya dan meminimalisir lapangan dan kuantitas dari pemain. Sehingga fisik, teknik, dan taktik pemain bisa ditingkatkan.

P. Hipotesis Penelitian

Dari beberapa penjelasan, uraian materi dan beberapa teori yang telah dipaparkan maka peneliti memiliki hipotesis penelitian bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode latihan small sided games terhadap keterampilan passing dalam bermain sepakbola

Referensi

Dokumen terkait

Kecelakaan kerja adalah kejadian tidak diharapkan yang mengakibatkan kesakitan (cedera atau korban jiwa) pada orang, kerusakan pada properti dan kerugian dalam proses yang terjadi

Dari hasil diskusi, pendidik mengarahkan peserta didik untuk menarik kesimpulan suatu konsep atau prosedur. Karakteristik yang yang digunakan adalah interaksi antara

Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaannya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola

semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum pertemuan (pertemuan antarsuku). Kini metode itu sudah digunakan sebagai metode pembelajaran ruang

Dalam fenomena yang ada banyak sekali orang yang keluar dari penjara, tetapi mereka tetap tidak jera sehingga mereka terjerat dan masuk penjara serta banyaknya para orang dewasa

Siswa juga memiliki kebebasan dalam mengembangkan kalimat dalam menentukan gaya retoris yang menarik untuk diperdengarkan, sehingga proses pembelajaran diharapkan

Dari beberapa definisi resiliensi yang telah dipaparkan diatas, peneliti menarik kesimpulan terkait definisi resiliensi adalah kemampuan individu atau kapasitas insani

Sikap seseorang terhadap suatu objek atau situasi dapat dilihat dari tingkah lakunya kala menghadapi objek tersebut, dan setiap orang dituntut untuk mengembangkan