Guide wawancara untuk informan penelitian ORIENTASI MASA DEPAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA.

125  82  Download (0)

Teks penuh

(1)

111

b)

Alamat

:

c)

Usia

:

d)

Jenis kelamin

:

P/L

e)

Pendidikan

:

*PELAJAR / *MAHASISWA

f)

Cita-cita

:

g)

Hobi

:

h)

Prestasi yang diraih

:

i)

Pekerjaan

:

*PNS / *SWASTA

j)

Status

:

*NIKAH / *BELUM NIKAH

k)

Lama usia perceraian orangtua :

Ket : Coret yang tidak anda perlukan *

Tabel I

Panduan Wawancara Orientasi Masa Depan pada Remaja yang

Mengalami Perceraian Orangtua

untuk Informan Utama

No

Pertanyaan penelitian

Formulasi pertanyaan

1.

Orientasi masa depan pada

remaja yang mengalami

perceraian orantua dalam

hal pendidikan

a.

Sejauhmana minat dalam pendidikan

yang kamu inginkan diwaktu yang akan

datang? (I)

b.

Apakah tujuan yang ingin kamu capai?

(T)

(2)

untuk meraihnya? (U)

d.

Apa yang kamu harapkan dari keinginan

tersebut? (H)

e.

Perencanaan apa saja yang kamu

persiapkan? (R)

f.

Kegiatan ekstara kurikuler apa yang

anda ikuti disekolah? (Ek)

g.

Hal-hal apa saja yang mendorong kamu

untuk mewujudkan keinginan tersebut?

(Dr)

h.

Hal-hal apa saja yang menghambat

kamu dalam mewujudkan keinginan

tersebut? (Hm)

i.

Seberapa

yakin

kamu

dengan

kemampuan yang anda miliki? (Yk)

j.

Jelaskah,

apakah

dengan

keadaan

orangtua bercerai berpengaruh terhadap

kenyamanan interaksi anda dilingkungan

sekolah? Mengapa? (Ph)

k.

Apa yang anda lakukan bila yang

menjadi harapan anda tidak dapat

terlaksana? (A)

l.

Hal-hal apa saja yang dapat memotivasi

anda untuk mendapatkan prestasi itu?

(M)

2.

Orientasi masa depan pada

remaja yang mengalami

perceraian orangtua dalam

hal pekerjaan

a.

Sejauhmana

pekerjaan

yang

kamu

inginkan diwaktu yang akan datang? (I)

b.

Apakah tujuan yang ingin kamu capai?

(T)

c.

Usaha apa yang akan kamu lakukan

untuk meraihnya? (U)

d.

Apa yang kamu harapkan dari keinginan

tersebut? (H)

e.

Perencanaan apa saja yang kamu

persiapkan? (R)

f.

Hal-hal apa saja yang mendorong kamu

untuk mewujudkan keinginan tersebut?

(Dr)

(3)

kamu dalam mewujudkan keinginan

tersebut? (Hb)

h.

Seberapa

yakin

kamu

dengan

kemampuan yang anda miliki? (Yk)

i.

Jelaskah,

apakah

dengan

keadaan

orangtua bercerai berpengaruh terhadap

kenyamanan interaksi anda dilingkungan

sekolah? Mengapa? (Ph)

j.

Apa yang anda lakukan bila yang

menjadi harapan anda tidak dapat

terlaksana? (Hr)

k.

Hal-hal apa saja yang dapat memotivasi

anda untuk mendaptkan prestasi itu? (M)

3.

Orientasi masa depan pada

remaja yang mengalami

perceraian orantua dalam

hal keluarga

a. Ceritakan keluarga impian yang seperti

apa yang kamu inginkan di waktu yang

akan daatng? (I)

b.

Apakah tujuan yang ingin kamu capai?

(T)

c.

Usaha apa yang akan kamu lakukan

untuk meraihnya? (U)

d.

Apa yang kamu harapkan dari keinginan

tersebut? (H)

e.

Perencanaan apa saja yang kamu

persiapkan? (R)

f.

Kegiatan kemasyaratan apa yang anda

ikuti dilingkungan rumah? (Org)

g.

Dengan keadaan orangtua yang bercerai

bagaimana

interaksi

kamu

dengan

keluarga/saudara

dan

lingkungan

masyarakarat? (IS)

h.

Hal-hal apa saja yang mendorong kamu

untuk mewujudkan keinginan tersebut?

(Dr)

i.

Hal-hal apa saja yang menghambat

kamu dalam mewujudkan keinginan

tersebut? (Hb)

(4)

orangtua bercerai berpengaruh terhadap

kenyamanan interaksi anda dilingkungan

masyarakat? Mengapa? (Ph)

l.

Apakah ada rasa takut/trauma mengenai

keluarga? (Tr)

m.

Apa yang anda lakukan bila yang

menjadi harapan anda tidak dapat

terlaksana? (A)

n.

Hal-hal apa saja yang dapat memotivasi

anda untuk mendapatkan itu? (M)

Ket:

1.

I

= Impian

2.

T

= Tujuan

3.

U

= Usaha

4.

H

= Harapan

5.

R

= Rencana

6.

Org

= Organisasi

7.

IS

= Interaksi Sosial

8.

Dr

= Dorongan

9.

Hb

= Hambatan

(5)

Guide Observasi Diri Orientasi Masa Depan pada Remaja yang

Mengalami Perceraian Orangtua

untuk Informan Utama

Tabel II

Kode

Aspek

Aitem pernyataan

Ya

Tidak

1(PD) Orientasi masa depan

pada

remaja

yang

megalami perceraian

orangtua dalam hal

pendidikan

-

Mempunyai

cita-cita/

harapan di masa depan

-

Pernah meraih prestasi

di sekolah

-

Mengerjakan tugas-tugas

sekolah/kampus

-

Bercerita

tentang

permasalahan

yang

dihadapi

dengan

keluarga

-

Bercerita

tentang

permasalahan

yang

dihadapi dengan teman

-

Bergaul dengan teman

sebaya

dilingkungan

sekolah

-

Mengikuti

kegiatan

ekstra

kurikuler

di

sekolah

2 (PJ) Orientasi masa depan

pada

remaja

yang

megalami perceraian

orangtua dalam hal

pekerjaan

-

Mempunyai

impian

tentang perkerjaan yang

diinginkan dimasa depan

-

Mempunyai rasa percaya

diri

-

Optimis sukses di masa

depan dalam pekerjaan

-

Dapat

bekerja

sama

dalam tim

-

Menyelesaika

masalah

dalam pekerjaan sendiri

-

Meminta

bantuan

oranglain

dalam

menyelesaikan masalah

dalam pekerjaan

(6)

3(KL) Orientasi masa depan

pada

remaja

yang

megalami perceraian

orangtua dalam hal

keluarga

-

Membuat

perencanaan

untuk

berkeluarga

di

masa depan

-

Ada

perasaan

takut/trauma dalam diri

dalam hal keluarga

-

Dapat mencari solusi

/mengatasi permasalahan

yang dihadapi dalam

keluarga

-

Mengantisipasi

kemungkinan baik dan

buruk dalam keluarga

-

Menerima

kenyataan

dalam hidup yang baik

ataupun

yang

buruk

dalam keluarga

-

Mempunyai tujuan ke

depan dengan kelurga

Keterangan:

1.

PD = Pendidikan

2.

PJ = Pekerjaan

(7)

Nama Informan

: Mus

Kode : W1. M

Usia

: 19 tahun

Tema

: Orientasi Masa Depan pada Remaja yang Mengalami

Perceraain Orangtua

Waktu

: Solo, 05 oktober 2011 pukul 09.00

10.00 WIB

P

: Peneliti

I

: Informan

No Baris

Wawancara

Analisis

1

5

10

15

20

25

30

Peneliti

:

Assalamu’alaikum

warahmatullahi wabarakatuh, de mus siap

ya

untuk

wawancaranya.

Apa

sih

pentingnya pendidikan buat de mus?

Informan : pentingnya buat masa depan

mba, (masa depan) buat masa depan mb.

Biar lebih baik jadi masa depannya lebih

baik

Peneliti : terus, sejauh mana tingkat

pendidikan yang di inginkan? Sekolahnya

sampai apa?

Informan : sampai misalnya lanjut terus,

pengennya lanjut terus pengennya, tapi

kan kalo berkeluarga itukan harus minta

ijin ama suami. Pokoknya ya sampai ya

yang tinggi

Peneliti : kenapa?

Informan : kenapa ya? Dah cita

– cita kok

mb. Pokoknya mau sekolah yang tinggi

Peneliti : terus, pernah meraih prestasi

apa?

Informan : kalo kelas paling Cuma

rangking, gak pernah ikut apa

– apa, gak

aktif dalam kegiatan sekolah

Peneliti : rangking ya?(heeh) berarti

kegiatan dalam organisasi gitu?

Informan : gak,

Peneliti : OSIS, gitu gak pernah ikut? (gak)

terus hal

hal apa aja waktu itu yang bisa

membuat meraih prestasi?

Penting untuk masa

depan

supaya

masa

depan lebih baik.

Inginnya

sekolah

sampai tinggi.

Sudah menjadi cita-cita

sekolah sampai tinggi.

Informan

tidak

mengikuti oraganisasi

di sekolah.

(8)

35

jadinya kan malu

Peneliti : terus, apa tujuannya meraih

prestasi?

Informan : prestasi (cita

cita)

Peneliti : terus upaya yang dilakukan apa?

Informan : yang dilakukakan belajar

belajar,

mencari

pengalaman

pengalaman terus kayak itu tuh mb apa

tanya

– tanya tentang orang

– orang yang

sukses gimana – gimana caranya (heeh)

Peneliti: terus seberapa yakin kesuksesan

yang akan di capai?

Informan: seberapa yakin, seyakin

yakinnya mb

Peneliti : terus seberapa yakin tha

kemampuan, eeeh kemampuan yang kamu

miliki?

Informan: lha 60% mungkin,

Peneliti : 60%?kenapa?

Informan: karena kan masih ada yang

kurang

kurang. Mungkin untuk sekarang

masih 60%an

Peneliti : eeh apakah dengan keadaan

orang tua yang bercerai berpengaruh

kenyaman interaksi di lingkungan sekolah

Informan: enggak sih

Peneliti : gak berpengaruh?

Informan: gak, cuek aja yang penting aku

bisa sekolah, mereka bisa sekolah asal

masalah orang tua aku gak ikut – ikutan,

Peneliti : terus apa yang de mus lakukan

bila harapan – harapn yang di inginkan itu

mengalami satu hambatan?

Informan: cari solusi yang menghambat itu

mba,

orangtua karena kalau

dapat rangkin jelek di

diamkan

sama

keluarga. Jadi harus

dapat rangking bagus.

Dan

temen-temen

informan juga pintar

kalau nilainya jelek

rangkingnya

jelek

malu.

usaha yang dilakukan

belajar, belajar mencari

pengalaman-pengalaman, bertanya

denga

orang

yang

sukses bagaimana saja

caranya.

Informan yakin dengan

kemampuan yang di

miliki.

Dengan keyakinan 60%

Menyadari

masih

banyak kekurangan.

(9)

75

bisa memotivasi untuk meraih prestasi?

Informan: pertama dari orang tua terus

dari teman

teman, keluarga

keluarga

terdekat – terdekat.

Peneliti : bisa di ceritakan gak, dampak

dampak yang di alami dalam pendidikan,

pendidikan

ya

khususnya

setelah

perceraian orang tua.

Informan:

dampaknya

kan

waktu

perceraian, waktu SMP itu agak

agak

penting sekolah dan nyaman gitu aja

Peneliti : jadi ini ya,eee ada penjelasan

dari orang tua (heeh)

Informan: dari orang tua juga, dari pak de

juga, dari kakak juga bilang begitu. Udah

gak usah ngurusin masalah orang tua, itu

urusan orang tua yang penting kamu bisa

sekolah bisa meraih cita

cita, bisa

meperbaiki diri di depan orang tua ya

biasa - biasa ajalah.

Peneliti : terus, bagaimana cara mengatasi

permasalahan

– permasalahan itu? Eeh

jadi biar bisa menerima itu akhirnya, yang

dilakukan apa aja?

Informan: yang dilakukan, biasanya sih

sharing sama temen – temen gitu. Mungkin

setiap orang tuakan beda

beda jadi mana

perkataan yang kira

kira yang bener

mana yang salah jadi dipertimbangkan

gitu lah, terus ama diberi penjelasan

penjelasan gitu lah jadinya kan mengerti

biasanya pak de yang sering jelasin

Peneliti : berarti yang mengganti peran

ayah, pak de? Terus pekerjaan seperti apa

yang ingin di dapat?

campur.

Dampaknya, perceraian

terjadi sewaktu SMP

nilai agak turun, setelah

SMA

berpikir

itu

masalah orangtua, anak

tidak

boleh

ikut

campur.

Informan

bersikap cuek, yang

penting sekolah dan

nyaman.

Mendapat

penjelasan

dari orangtua, pak dhe,

dan kakak informan

bahwa

itu

masalah

orangtua, tidak perlu

ikut

ngurusin

yang

penting bisa sekolah

meraih cita-cita dan

bisa lebih baik dari

orangtua.

(10)

115

Peneliti : yang ingin di dapat seperti apa?

Besoknya kalo udah lulus

Informan: kayak kantoran gitu mba

Peneliti : kenapa?

Informan: karena harapan orang tua

begitu mba, jadi ya begitu. Orang tua kan

berharap anaknya lebih baik

Peneliti : terus, hal

– hal apa aja yang di

persiapkan atau dilakukan untuk meraih

pekerjaan seperti itu?

Informan: jadi mulai sekarang udah mulai

apa namanya bantu orang tua bantu

bantu di toko gitu, ya kadang

kadang ya

kula’an kadang – kadang dua juta gitu, ya

dah mulai di bimbing sama orang tua di

suruh mandiri, gak tergantung ama orang

lain selama masih bisa, udah gitu aja

Peneliti: terus, hal

– hal apa aja yang

mendorong untuk mendapatkan pekerjaan

itu?

Informan: hal

– hal yang mendorong..

motivasi orang tua, dorongan

– dorongan

apa yang di inginkan harus bisa di capai

Peneliti : terus, harapan

harapan dari

pekerjaan yang di dapat apa?

Informan: yang diharapkan? Mungkin

pengalaman sih mba, pengalaman

pengalamannya mungkin gaji juga mba

heheheheh (yaa) semuanya mesti heeh

seberapa besar kemampuan yang dimiliki

untuk menyelesaikan tugas dari pekerjaan?

Kan sekarang kuliah di psikologi berarti

kan udah punya gambaran kerjanya tuh yo

gak

gak jauh dari materi

materi yang

di dapet, lha menurut de mus sendiri

Ingin kerja kantoran.

Harapan

orangtua

informan

bekerja

kantoran dan berharap

menjadi

yang

lebih

baik.

Usaha yang dilakukan

mulai

sekarang

membantu orangtua di

toko,

kadang

ikut

belanja dagangan, di

bombing untuk lebih

mandiri,

tidak

tergantung

dengan

orang lain.

Motivasinya orangtua,

selalu

mendapatkan

dorongan

apa

yang

diinginkan harus bisa

tercapai.

Harapannya

mendaptkan

pengalaman dan gaji.

(11)

155

seberapa kemampuan untuk menyelesaikan

tugas – tugas di pekerjaan besoknya itu

Informan: kemampuan? (heeh) dalam

prosentase?

Peneliti: ya prosentase boleh ya trus punya

bayangan

– bayangan besok kerjanya

giman

gimana juga boleh

Informan: kalo kemampuan diri sendiri

sekitar 80% ya itu berlaku itu dari apa

temen – temen mungkin pekerjaan itu nanti

membantu

Peneliti : dengan keadaan orang tua yang

pisah itu mempengaruhi kenyamanan di

lingkungan masyarakat gak?

Informan: gak iii, gak berepngaruh (gak

ada pengaruhnya)

Peneliti : kenapa?

Informan: ya karena dari kecil juga sama

bapak gak deket Cuma deket sama ibu,

jadinya ya biasa aja, soalnya bapak sering

kayak merantau gitu jarang di rumah,

Cuma itu mb kadang ya iri kalo apa anak

sama bapak deket ya kadang agak miris

juga, tapi ya udah di terima aja

kenyataannya sekarang,

Peneliti : trus apa yang dilakukan besok

jika sudah bekerja dengan permasalahan

yang ada dalam pekerjaan

Informan:

berusaha

untuk

menyelesaikannya

Peneliti : cara menyelesaikannya gimana?

Informan: ya mungkin dengan sharing

sharing

dengan

teman

seperjuangan

dengan temen dekat mungkin dengan

orang tua juga,

Peneliti : terus, ada perasaan trauma gak?

Takut dalam, besok juga kan berkeluarga.

Dari

kemampuan

informan sendiri 80%

yakin

yang

lainnya

dibantu

teman

sepekerjaan.

juga kalau liat ada anak

dekat dengan bapaknya

miris juga, tapi terma

saja

kenyataan

sekarang.

Berusaha

menyelesaikan

permasalahan yang ada.

Menyelesaikan dengan

sharing dengan teman

dan orangtua.

Ada rasa takut atau

trauma.

(12)

200

keluarga seperti apa besok?

Informan:

keluargane?

Yang

apa

ye???heeh

Peneliti : pengennya kayak apa gitu?

Informan: pokoknya yang bahagia gitu

mba, walaupun gak apa – apa gak lengkap

juga yang penting kan, walaupun keluarga

kecil bahagia kan kalo ada masalah di

selesaikan bareng

– bareng, gak egois

permasalahan keluarga di musyawarhka

bareng

bareng, dah gitu aja.

Peneliti : seberapa yakin bisa mewujudkan

impian itu?

Informan: seberapa persen mb? (iya)

Peneliti : tujuannya apa?

Informan:

tujuannya?

Untuk

menghilnagkan rasa trauma gitu sih mba.

Karena kebiasaan ya dulu orang tua

sebelum bercerai bertengkar jadinya gak

nyaman liatnya kayak gitu mba. Jadi untuk

menghilangkan traumanya itu

Peneliti : usaha

usaha yang dilakukan

untuk meraih impian itu apa?

Informan: ya ampe sekarang sama ibu kalo

masalah sekolah atau masalah teman itu

cerita ke ibu nanti ibu ngasih solusi

Peneliti: terus kira – kira ee apa yang akan

dilakukan jika mengalami kesulitan meraih

impian,

meraih

impian

dalam

kok

kayaknya

aku

susah

ya.

Misalakan

berkenalan dengan lawan jenis atau ya

semacam seperti itu

Informan: kayak rasa pedenya itu kurang

tapi terkadang suatu ketika pedenya bisa

muncul kalo , menghilangkan sifat itu juga

sulit sih, minta pendapat dari ibu kadang

dari apa sepupu

– sepupu kadangn sama

temen

temen, kadang juga harus pede sih

hehehe, tapi juga kadang

– kadang ilang

laki-laki.

Ingin punya keluarga

yang bahagia, keluarga

kecil tidak masalah,

kalau ada permasalahan

diselesaikan

bersama

tidak

saling

egois,

musyawarah bersama.

Tujuannya

ingin

menghilangkan

rasa

trauma, karena dulu

sering melihat orangtua

bertengkar,

merasa

tidak nyaman dengan

keadaan seperti itu.

Usahanya kalalu ada

masalah

cerita

dan

meminta solusi ibu.

(13)

240

pedenya.hehehehe.

atau

kalo

sudah

terdesak atau kepepet itu tu yo pede (pede)

Peneliti : kenapa kok bisa kayak gitu?

Informan: gak tau iii mba, tapi aku tuh

kadangkan ada yang gimana – gimana jadi

itu mba kurang pedenya. Sama kalo itu

kalo sama cowok kadang

kadang suka

kurang pede. Kalo jalan banyak cowok

cowok jadi ya itu nunduk aja gak ngeliatin

terus pandangannya lurus kedepan aja,

dah gak usah nengok kanan kiri jalan aja

(hehehe) tujuannya kesana ya kesana.

Peneliti: kenapa?

Informan: hehehe, gak tau ya mba

(hehehe) ya gak suka wae kan klo ada

gerombolan

– gerombolan cowokkan gak

pernah liat.

Peneliti : padahalkan kamu dekat ama

pakde, kan sebenrnya sama aja?

Informan: kalo sama keluarga aku biasa

aja tapi kalo sama temen yang gak di kenal

ya udah aku cuek ya udah kalo gak kenal

tiga bertaun bersamaa, tapi klo ama cowok

yang baru – baru kenal – kenal gitu, paling

nanya tenta ng sekolah gitu tapi klo itu

biasa aja semua biasa aja

Peneliti : ikut kegiatan di lingkungan

masyarakat gak? Maksudnya organisasi

organisasi karang taruna gitu

Informan: gak, aku kan bukan orang sini

mendesak bisa percaya

diri juga.

Hal

yang

bisa

menghambat tampil di

depan

teman

yang

belum kenal terlebih

dengan teman laki-laki

tidak

percaya

diri.

Tidak berani melihat,

hanya menunduk tidak

menengok kana-kiri.

Tidak suka dan tidak

pernah liat gerombolan

laki-laki.

Kalau dengan keluarga

laki-laki beda, dengan

teman kalau tidak kenal

cuek saja.

Punya banyak teman

dekat perempuan dan

laki-laki karena sudah

lama kenal sewaktu

SMA.

(14)

285

290

295

300

305

310

315

320

jadinya kan aku belum pindah sini, kan aku

disini statusnya masih sekolah kalo rumah

kan masih di calacap disini Cuma status

sekolah

saja,

belum

mau

pindah

kok.hehehehe

Peneliti : belum mau pindah, eeh kira

kira hal apa aja yang dilakuka de mus

untuk meraih impian

impian keluarga

yang bahagia tadi?

Informan: pertama dari itu tuh mb, kayak

kan Cuma berapa mb. Sama ibu ku satu

anaknya mba ku yang satu tinggal di

Indonesia tiga orang aja. Lagian juga dah

kenal watak

wataknya yaudah, Cuma

dari keluarga itu aja mendukung

Peneliti : bisa dijelaskan gak dampak dari

pikiran

membentuk

keluarga

impian

dengan keadaan orang tua sekarang?

Informan: sekarang?(heeh) kalo aku sih

tetep optimis sih mba, masalahnya ya itu

dah pada mengenal karakter

karakter

atau watak – watak itu sih mba, lagian aku

juga gak terlalu banyak orang kan mba

apalagi di rumah kan keluarga ku yang

cowok gak ada, ya udah biasa aja

Peneliti : jadinya gak terlalu, udah biasa

ya jadinya (heeh) memang mereka sudah

paham dengan permasalahan yang sedang

terjadi. Terus untuk mengatasi perasaan

perasaan yang gak enak, caranya klo de

mus

gimana

untuk

menghilangkan

perasaan – perasaan

Informan : kalo menghilangkan perasaan –

perasaan

gak

enak

ak

lebih

suka

menyendiri, paling kalo pulang kuliah aku

ke kamar. Kalo udah di rumah tuh males

ngobrol dirumah juga punya masalah

sama sepupu

sepupu ku. Masalah itu loh

mba, masalah sirik

– sirikan, kadang

kadangkan nilai aku bagus terus uang

saku, uang jajan kadang kan aku.

Daripada nyari masalah aku milih diem.

kemasyarakatan

di

sekitar tempat tinggal

karena tidak asli Solo.

Informan

mendapat

dukungan

dari

keluarga, ibu dan kakak

informan.

Sekarang

optimis,

sudah terbiasa dengan

keadaan sekarang.

Menghilangkan

(15)

325

330

335

340

345

350

355

Jarang cerita ke sahabat klo untuk cerita

cerita yang mendetail sih mba. Lebih enak

di kamar sendiri terus diem

Peneliti : terus di kamar ngapain?

Informan : biasanya ya Cuma merenung,

memikirkan apa ya Cuma memeikirkan

impian

impian. Atau gak tidur, aku kalo

pikirannya sumpek milih tidur, klo aku

daripada maen capek mending tidur.

Merenung bersama.

Peneliti : kenapa seneng begitu?

Informan : gak tau ii mba. Ya mungkin

karena dulu mungkin pas SMA kan, SMA

kelas tiga aku lebih suka menyendiri liat

sepupu ku kayaknya marah, mangkel gitu

eee yang selihnya Cuma satu taun kan

wajar. Apa namanya kayak saingan

saingan gitu dari mulai SMA itu aku mulai

menyandiri

Peneliti : ada konflik?

Informan : heeh, mulai reda

reda sih

sekarang

– sekrang dah gak iu lagi, apa

gak ada masalah tapi pas aku SMA, SMA

dari

kelas

satu

sampai

kelas

3.

Masalaaaah terus, masalahnya Cuma itu

ngiri – ngiri aja.

Peneliti : itu ibu tau?(tau), pak de tau?

Informan : pak de juga tau, tapi ya udah

sih namanya juga wataknya dah kayak gitu

– gitu semua. Ya udah aku ngalah aja, abis

nya itu sih namanya anaknya jadi lebih

mihak, ya keluarganya dari nenek jadi

sekarang ya udah gak ngiri – ngiri lagi.

Peneliti : ya udah, untuk wawancaranya

hari ini udah dulu ya. Besok di lanjuti lagi

kalo ada hal

– hal yang ingin saya

tanyakan

lagi,

terimakasih

atas

perhatiaanya.

Wassalamu’alaikum

warahmatullhi wabarakatuh

Informan

:

wa’alaikum

salam

warahmatullahi wabarakatu

mendetailke

teman

juga, lebih nyaman di

kamar diam.

Dikamar

merenung,

memikirkan

impian,

kalau pikiran sumpek,

informan memilih tidur.

Karena sewaktu SMA

kalau

ada

masalah,

marah,

jengkel,

saingan-saingan dengan

saudara jadi lebih suka

menyendiri .

Sekarang sudah reda

tidak ada masalah

iri-irian lagi.

(16)

Nama Informan

: Dewi

Kode : W2. D

Usia

: 20 tahun

Tema

:Orientasi Masa Depan pada Remaja yang Mengalami

Perceraain Orangtua

Waktu

: Solo, 06 oktober 2011 pukul 10.00

11.30 WIB

P

: Peneliti

I

: Informan

NO BARIS

WAWANCARA

TEMA

1

5

10

15

20

25

30

Peneliti:

assalamualaikum

warohmatullahi wabarokatuh..

Informan:

waalaikum

salam

warohmatullahi wabarokatuh..

Peneliti: ee…gimana hari ini sehat?

Informan:Alhamdulillah..

Peneliti:

ya..makasih

sudah

meluangkan waktu untuk menjadi

informan.

Informan:ya..

Peneliti:

oke..langsung

aja

ya..

ee..disini

nanti

ada

beberapa

pertanyaan

mengenai

orientasinya

kedepan. Oke..yang pertama ee.. apa

minat kamu di dunia pendidikan untuk

kedepannya.

Informan:ya minatnya bisa..bisa dapet

gelar S1 aja.. kalau misalnya ada

biaya sih..pingen kuliah dapet gelar

S1.

Peneliti: ee..pingennya dijurusan apa

kalok bisa kuliah?

Informan:Akuntansi.

Peneliti:

Akuntansi?

Kenapa

kok

pingen di Akuntansi?

Informan:ya seperti pendidikan yang

di SMK aku dapet terus nanti dapet

gelar S1 akuntansi nanti bisa dapet

kerja yang aku pingini.

Peneliti:tujuannya apa? Tujuan kuliah

Kalau ada biaya pingin kuliah

dapet gelar S1

(17)

35

40

45

50

55

60

65

70

itu..

Informan: tujuannya..

Peneliti:heeh..

Informan: ya ..ingin dapet kerjaan aja

yang..yang sesuai misalnya kan kalo di

bank kaya gitu kan harus minimal D3

ya kalok gak salah..ya..terus misalnya

kalok S1 bisa di akuntan

Peneliti:terus

usaha-usaha

yang

dilakukan untuk meraih itu apa? Biar

bisa kuliah..

Informan: ya paling nabung terus cari

informasi aja..ya cari informasi kaya

gitu

Peneliti: terus kalok bisa kuliah, terus

harapan-harapan

yang

diinginkan

seperti apa?

Informan:harapan seperti apa?

Peneliti: harapan yang diinginkan

kalok suatu ketika bisa kuliah?

Informan: ya bisa luluslah pokoknya,

bisa lulus dengan nilai cukup bagus

walaupun kampusnya tidak terbilang

bagus tapi ada akreditasinya..

Peneliti: ya pinginnya kuliah dimana?

Informan: pinginnya ya di UNS tapi,

tapi kayaknya gak mungkin disana, ya

paling nyari yang akreditasi

Penelitian:

lha

kenapa?

Kok..kok..kayaknya

ga

mungkin

kenapa?

Informan:karena satu masalah biaya

juga,

terus

kemarin

juga

dapet

informasi dari temenku katanya kalok

udah lulus lebih dari..udah lulus 3

tahunanlah kayak gitu ga bisa kuliah

regular bisanya non regular terus kalo

saya…menurut pemikiran saya kalok

non regularkan biayanya lebih mahal

ya…ya udah, kan juga aku mikirin

ibuku juga.. biayanya ga mungkin aku

sendiri yang nanggung.

Ingin bekerja di bank misal

S1 bisa jadi akuntan

Usaha

yang

di

lakukan

menabung

dan

mencari

informasi.

Harapnya bisa lulus dengan

nilai cukup baik, walaupaun

kampusnya tidak terbilang

baik tapi ada akreditasinya.

Ingin kuliah di UNS tapi

tidak mungkin.

Tidak

mungkin

karena

masalah biaya dan dapat

informasi bahwa misal sudah

lulus 3 tahun tidak bisa

kuliah regular bisanya non

regular. Non regular biayanya

lebih

mahal,

informan

kasihan ibunua karena tidak

mungkin

biayanya

(18)

75

Peneliti: ee..terus rencana-rencana

yang dibuat untuk waktu yang..yang

akan datang gimana yang dibuat

diwaktu yang akan datang

Informan: Ya rencanya untuk..untuk

sebelum tahun ajaran baru mencari

kerjaan disolo misalnya ada yang lebih

baik dari kerjaanku sebelumnya aku

ambil terus ya tetep nyisishin uang

sedikitlah..terus biar tahun depannya

akun bisa kuliah juga disini jadi biar

sekalian kerja sama kuliah

Peneliti:

eee….seberapa

besar

keyakinan kamu untuk meraih semua

itu

Informan: Kadang sangat percaya diri

bisa, tapi kadang juga ada rasa aduh

kayaknya mungkin gitu lho..

Peneliti: lha kenapa?

Informan: ya ga tau aja kadang….

Kadang

waktu

percaya

diri

itu

liat…misalnya liat temen-temen udah

mau wisuda..wah harusnya aku bisa

seperti

itu..kayak

gitu..terus

tapi

kadang kalou mikir…kalok mikir

kemana

gitu

kok

kayaknya

gak

mungkin kayak gitu..

Peneliti: terus..apa aja to…hal

-hal apa

aja

yang

mendorong

untuk

mewujudkan keinginan itu?

Informan: ya..paling hal-hal yang

mendorong aku liat temen-temenku

yang sukses, aku ga mau ketinggalan

kayak gitu..terus aku liat ibu kayak

gitu, aku pingin membanggakan ibuku,

terus aku pingin nunjukin juga seorang

ibuku juga bisa membuat anaknnya

menjadi orang kayak gitu..

Peneliti: e..terus kira-kira apa yang

bisa menghambat semua itu apa?

Informan: pasti semuanya tentang

biaya kan..ga ada kan kuliah gratis

Rencanya

sebelum

tahun

ajaran baru besok mencari

kerja di Solo kalau ada yang

lebih

baik

dari

kerjaan

sebelumnya di ambil, sambil

menyisihkan uang, kemudian

tahun depannya kuliah.

Terkadang sangat percaya

diri, tapi kadang merasa tidak

mungkin. Liat temna-teman

wisuda ada dorongan aku

bisa seperti mereka, tapi

terkadang berpikir rasanya

tidak mungkin.

Informan kadang percaya

diri, melihat teman-temanya

wisuda

merasa

mampu

seperti

temannya

tetapi

merasa tidak mungkin juga.

Hal yang mendorong bila

melihat teman-teman yang

sukses merasa tidak mau

ketinggalan,

ingin

membanggakan

ibu

dan

menunjukkna juga ibu bisa

membuat anaknya sukses.

(19)

120

125

130

135

140

145

150

155

misalnya.

Peneliti: selain hal itu apa?

Informan:Yang

menghambat..ee..semuanya sebenrnya

bisa..bisa apa ya..bisa tak ilanginlah

karena ibuku mendorong kamu harus

jadi orang pinter kayak gitu..

Peneliti: terus kalok perencanaan yang

udah kamu buat, terus

harapan-harapan itu sekiranya sulit terpenuhi

gimana?

Informan:ya udahlah…ya udah ga

usah. Ya misalnya aku ga bisa

ngewujutin cita-cita aku ya paling aku

bantuin adikku aja, biar adekku bisa

gitu lho..

Peneliti: punya adek berapa?

Informan: satu

Peneliti: berarti dua bersaudara ya..

Informan: iya..

Peneliti:berarti kamu anak pertama?

Informan: iya..

Peneliti: e…apa

aja pengaruh di

pendidikan yang kamu inginkan itu

dengan

keadaan

orangtua

yang

sekarang

Informan: gak ada pengaruhnya sih..

aku dah biasa aja kayak gini..

Peneliti: bisa ceritakan gak hal-hal

apa aja yang bisa memotivasi kamu

untuk memenuhi semua keinginan

kamu terus..sampek kamu pingin punya

niat ee..pingin meraih cita-cita..pingin

meraih harapan memenuhi semua

rencana-rencana itu apa?

Informan: motivasiku satu ibuku, dia

itu selalu…selalu ngasih semangat

terus aku juga…juga apa itu pernah

mengalami masa-masa sulit waktu itu

misalnya jadi orang yang gak punya

itu

memang

susah

banget

gitu

lho..misalnya kayaknya…kayak

dihina-Hal yanh menghambat bisa

dihilangkan karena doronagn

ibu harus menjadi orang

pinter.

Bila tidak dapat terwujud ya

sudah, informan membantu

adeknya

supaya

adeknya

yang bisa kuliah.

Tidak ada pengaruhnya sudah

biasa seperti ini.

(20)

160

165

170

175

180

185

190

195

200

hina kayak gitu..terus aku tu gak mau

seperti itu terus aku gak mau kayak

gitu terus, terus dari cerita ibuku juga

ibuku

gak

mau

anaknya

gak

berpendidikan seperti dia, terus ya liat

temen-temenku aja.

Peneliti:

sekarang

kalok

tentang

pekerjaan

ee…pekerjaan

yang

diharapkan

yang

seperti

apa?

Diwaktu yang akan datang.

Informan:

ya..pinginnya

sih

jadi

pegawai bank.

Peneliti:kenapa? Tujuanya apa?

Informan: tujunanya apa lagi itu kalok

pegawai negeri ya..hidupnya terjamin

terus ada…semuanya sudah ada

asuransi, terus kerjanya dari pagi

sampek sore kan ya..jadi malem bisa

dirumah heeh..

Peneliti:usahanya

apa

aja

untuk

meraih itu?

Informan: usahanya sih ya gak ada

usaha yang paling berat sih..gak ada

sih..ya cuma ya itu aja ingin ya coba

-coba ngelamar dibank yang kecil dulu

biar dapet pengalamn kayak gitu

Peneliti: berarti udah pernah…udah

pernah nyoba-nyoba masukin lamran

kayak gitu

Informan: udah…tapi ya itu tadi semua

pendidikan D3 tapi ya ga papa kan

Cuma masukin aja

Peneliti: iya..buat pengalman juga jadi

tau melamarnya gimana..

Informan: iya..

Peneliti: berarti sempet ada proses

pemanggilan

dari

tempat

kerja,

dipanggil gitu..

Informan: ya pernah dipanggil dari

tempat kerja kayak gitu..

Peneliti: harapannya gimana, harapan

kedepannya

gimana?

Untuk

dari

tidak mau anaknya tidak

berpendidikan dan melihat

teman-teman saja.

Ingin mejadi pegawai bank.

Tujuannya kalau pegawai

negeri hidupnya terjamin, ada

asuransinya, kerjanya dari

pagi sampai sore malam bisa

dirumah.

(21)

205

210

215

220

225

230

235

240

pekerjaan ini.

Informan:

ya

bisa

memperbaiki

keadaan

aja

bisa

memperbaiki

ekonomi juga.

Peneliti: seberapa besar keyakinan

untuk bisa mewujudkan itu, dari

kemampuan

diri

sendiri,

dari

kemampuan yang kamu miliki

Informan:70% lah…

Peneliti: 70% ya?

Informan: heeh..

Peneliti: ee..yang mendorong untuk

dapet pekerjaan seperti itu apa aja?

Informan: yang mendorong…karena

dikampungku kan kebanyakan jadi

perawat, ya aku maunya lebih baik gitu

lho..kan belum ada yang jadi pegawai

bank, ya aku pingi aja jadi pegawai

bank.

Peneliti: terus ibu tau kalok kamu

pingin jadi pegawai bank? Tau gak?

Informan: gak..

Peneliti: gak tau..gak cerita sama ibu?

Informan: gak..

Peneliti: Kalok adek? Adek tau gak?

Informan: adek gak tau juga…yak

mereka taunya aku tetep pingin

kuliah..masalah cita-cita aku gak

certain maslahnya aku takutnya nanti

kalok memang gak jadi..

Peneliti: kenapa kok punya pikiran

kalok gak jadi gitu..kenapa?

Informan: ya semua kemungkinan kan

pasti ada entah itu buruk apa gak..

Peneliti:

terus

kalok

ada

yang

sekiranya

bisa

menghambat

dari

keingina yang pingin kerja dibank?

Informan: hal yang menghambat,

paling masalah pendidikan cuman..

Peneliti: maslah pendidikan ya..

Informan:heeh..

Peneliti:sejauhmana

pengaruh

Harapannya

bisa

memperbaiki

keadaan

ekonomi keluarga.

Informan

yakin

dengan

kemampuan yang dimiliki.

Yang mendorong karena di

kampong

banyak

jadi

perawat, karena belum ada

yang jadi pegawai bank

maknya

ingin

menjadi

pegawai bank.

Ibu dan adek informan tidk

mengetahuai bahwa informan

ingin menjadi pegawai bank,

hanya

mengetahui

ingin

kuliah saja. Informan tidak

cerita karena takut kalao

tidak tercapai.

Semua kemungkinan pasti

ada entah buruk apa tidak.

(22)

245

250

255

260

265

270

275

280

keadaan orangtua dengan pekerjaan

Informan: aku sih gak pernah…gak

pernah

mencampurkan

itu

ya…maksudnya itu dah hal biasa ya

mbak

ya..itu

udah..udah..udah..kayaknya

gak

adalah..

Peneliti: terus hal-hal apa aja yang

bisa memotivasi? motivasi untuk dapat

meraih cita-cita..

Informan: ya itu tadi..motivasiku satu

ibuku aja..sama liat temen-temenku

yang sukses kayak gitu..

Peneliti: kenapa?

Informan:

karena

ibuku

itu

semangatku aja..

Peneliti: seberapa besar ibu?

Informan: besar sekali..

Peneliti:heeh..

Informan: semua karena ibuku aja..

Peneliti:

berarti

disini,

di

Solo

tinggalnya sama ibu?

Informan: iya..

Peneliti: sama adek?

Informan: iya..

Peneliti:

sekarang

kalok

tentang

orientasi dikeluarga, ee..keluarga yang

seperti apa yang menjadi impian

dimasa yang akan datang?

Informan:

itu..keluarga

yang

aku

bangun gitu?

Peneliti: iya..heeh..

Informan: ya aku maunya apa yang

terjadi sama ibuku gak terjadi aja

sama

aku,

terus

berusaha

jadi

yang..yang ya aku akan berusaha jadi

yang baik menjadi seorang ibu aja, aku

belajar

dari

ibuku

bagaimana

menyikapi anak-anaknya.

Peneliti:udah

punya

temen

deket

sekarang?

Informan: ada..

Informan

tidak

pernah

mencampurkan

masalah

orangtua, karena sudah biasa

dan sepertinya kaya tidak

ada.

Motivasinya hanya satu yaitu

ibu

karena

ibu

menjadi

penyemangat informan dan

melihat teman-teman yang

sukses.

Peran ibu besar sekali, semua

untuk ibu saja.

(23)

285

290

295

300

305

310

315

320

325

Peneliti:ya..dah serius juga?

Informan:insyaallah..

Peneliti:udah

lama

menlajin

hubungan?

Informan: udah..

Peneliti: cerita gak dengan

keadaan-keadaan..

Informan: iya..aku cerita semua..

Peneliti: terus tujuannya dari impian

yang gak seperti orangtua, itu apa?

Yang diinginkan dari …

Informan: ya kalok sebuah keluarga

kalok Cuma anak, misalnya Cuma satu

orangtua aja kan kurang lengkap

ya..kayak ada yang kurang, terus kalok

bersama

pastinya

lebih

kuat,

ya..masalah

apapun

ditanggung

bersama lebih enak gitu..

Peneliti: ini kan orangtua pisahnya

kan dah lama..dan tinggalnya kan

kamu sekarang sama ibu..

Informan: iya..

Peneliti: adek juga sama ibuk?

Informan: iya..heeh..

Peneliti: ee…pernah ketemu bapak

gak?

Informan: pernah…

Peneliti: terakhir kapan ketemu?

Informan:

terakhir

pas

lebaran

kemarin..

Peneliti:terakhir lebaran kemarin?

Informan: heeh..

Peneliti: berarti masih bisa sering

ketemu?

Informan: ya kalok…kan reumahnya

memang satu kampong sama eyangku,

ya jadi kalok aku pulang kadang aku

kerumah bapaku juga..

Peneliti:berarti tinggalnya sendiri?

Cuma jengukin aja..

Informan:heeh..

Peneliti: adek juga gitu?

Mempunyai keluarga yang

legakap bersama lebih kuat

karena masalah apapun di

tanggung bersama.

(24)

330

335

340

345

350

355

360

365

Informan: kadang kayak gitu..

Peneliti: ada rasa takut apa rasa

trauma

dengan

pengalaman

orangtua..?

Informan: rasa takut, ya kadang ada

karena kunya sendiri juga keras

kepala, gak bisa …gak bisa ngalah

dengan prinsipku kayak gitu…aku

takutnya nanti misalnya berumah

tangga dengnan wataku yang seprti

itu..

Peneliti:contoh

keras

kepal;anya

gimana?

Informan: ya misalnya aku punya

prinsip aku..e..aku punya prinsip A

kayak gitu misalnya..tapi suamiku

punya B gitu.., lha aku maupnya

aku..itu pemikiranku..kalok B itu gak

terlalu bagus kayak gitu..aku maunya

A pokoknya A gitu..jadi aku tu gak..gak

mikirin kenapa ya dia bisa bilng B

kayak gitu..aku gak mikirin sampek

segitunya..pokoknya yang aku pikirin

aku aja gitu..

Peneliti: tapi menyadari dari kalok

keras kepala?

Informan: iya..aku menyadari…

Peneliti: pernah dapet masukan..?

Informan: sering..

Peneliti:terus tanggapanmu piye?

Informan:

ya..awalnya

sih

gak

terima..terus aku piker-pikir lagi waktu

aku

Tanya

pendapatnya

temen-temenku apkah aku seperti ini, apa

seperti ini kayak gitu..ada yang bilang

tidak ada yang bilng iya..Ya aku paling

Tanya sama orang.. ya memang aku

orangnya seperti itu..

Peneliti: punya temen deket?

Informan: iya..

Peneliti: selain tadi pacar misalkan..

Informan: temen kan? Temen ada..

kepala tidk bisa mengalah,

misal

berumah

tangga

informan

takut

dengan

wataknya yang seperti itu.

(25)

370

375

380

385

390

395

400

405

410

Peneliti: di Solo?

Informan: iya..

Peneliti: di Salatiga juga ada?

Informan:di Salatiga ada di Solo ada..

Peneliti:usaha apa saja yang bisa

mendorng kamu untuk meraih keluarga

impian kamu lebih baik?

Informan:ya dengan kejadian-kejadian

yang akku alami ini, kadang aku belajr

dari situ.. walaupun pernah tak ulang,

pernah..pernah..kejadian yang buat

aku bener-bener sadar..ternyata aku tu

kayak gitu banget gitu lho..aku tu

mang bener-bener ngeyel gitu..terus

mungkin..mungkin ada yang mang gak

tahan dan semua diungkapin ya udah

aku merenung dari situ, walaupun

merubahnya gak secara langsung ya..

ya udah mang harus..memang harus

perlahan ya kadang memang terjadi

lagi, tapi akku terus aku inget

walaupun aku, walaupun dia bilang

aku seperti ini..seperti ini kayak gitu,

aku gak boleh marah, pokonya aku

harus terima aja sependapatnya dia

akku harus terima aja..

Peneliti:yang diharapkan dari satu

keluarga yang lebih baik dari orangtua

apa?

Informan: yang diharapkan?

Peneliti:yang menjadi harapan apa?

Informan: aku gak mau aja anaku

mengalmai apa yang aku alami..

Peneliti: hal-hal yang direncanakan

kedepan apa untuk bisa meraih

keluarga impian itu?

Informan:ya karena ada seseorang

mengharapkan aku serius ee..terus dia

juga

udah..ee..maksudnya

aku

tu

meliat dia sudah merubah aku sedidkit

banyak ya.. jadi aku tu yang dulu

seperti ini sperti ini..ya aku berusaha

pembelajaran.

Walaupun

kadan terulang, kalau ada

teman

yang tidak tahan

karena

informan

ngeyel

semua

diungkapin

dan

informan

merenung.

Informan

ingin

berubah

secara peralahan.

Informan tidak ingin anaknya

kelak mengalami seperti yang

di alami oleh informan.

Informan mempunyai teman

yang ingin mengajak serius,

dapat merubah menjadi lebih

baik.

Hal

ini

membuat

informan berusaha menjadi

lebih lagi.

(26)

415

420

425

430

435

440

445

450

aja buat menjadi lebih baik gitu lho..

Peneliti:seberapa

besar

keyakinan

kamu untuk membangun satu keluarga

dari kemampuan yang kamu miliki,

dari hubungan kamu yang sekarang?

Informan:90%..

Peneliti:90%?

Informan: iya..

Peneliti: kenapa bisa sampek 90%?

Informan:yak

karena

aku

udah

melewati banyak masalah.. sedikit

banyak aku pelajari, dari situ teru

semunaya juga udah kita bicarakan

seperti apa seperti apa gitu..

Peneliti:berari sudah membuat suatu

rencana?

Informan: iya..dari awal..dari awal

berhubungnan

semunya

sydah

direncanakan kalok misalnua waktu

awal hubungan ee..kalok misanya

ada..ada masalah..terus kita gak isa

nyelesaiin

itu

harusnya

seperti

ini..seperti ini, terus tapi wakyu

berlalu, maksunya waktu yang kita

tentukan dalam waktu 1 tahun kayak

gitu..tapi malah lebih-lebih kayak

gitu..terus ya udah..kita..kita saling

apa ya..ee..ee..mengerti satu sama lain

kayak gitulah..ya udah..terus kita

merencanakan misanya nanti kita

seperti ini..seperti ini..aku maunya

seperti ini..aku maunya seperti ini..

terus misanya kalok ada yang gak

setuju ya udah diungkapin, harusnya

seperti apa, tapi juga harus..harus apa

ya..pertimbangan satunya seperti apa

gitu..

Peneliti:berarti

memang

sudah

membuat suatu rencana dan sudah

dikomunikasikan?

Informan: iya..

Peneliti:dilingkungan

rumah

ikut

Karena

letah

melewati

banyak maslah, belajar dari

permasalahan yang pernah di

hadapi,

dan

saling

di

bicarakan baiknya seperti

apa.

Dari awal berhubungan sudah

ada kesepakatan misal ada

masalah di bicarakan dan

dicari jalan keluarnya seperti

apa.

Informan tidak mengikuti

kegiatan

kemasyarakatan

karena di Salatiga.

(27)

455

460

465

470

475

480

485

490

organisasi-organisasi kemasyarakatan

gak?

Informan: aku disini gak ikut, soalnya

waktu kebanyakan di Salatiga

Peneliti:selain

bekerja

di

Salatiga..yang..selain bekerja itu yang

dilakukan apa?

Informan: ya gak ada soalnya aku kan

ee…kerjanya ee..sehari 12jam..ya

12jamlah..nanti kalok aku lembur

nambah 4jam lagi kayak gitu, jadi gak

ada..gak ada kegiatan lain paling ya

istirahat gitu..heeh..

Peneliti: dengan keadaan orangtua

yang

berpisah

itu

ee..bagaimana

hubungan kamu denga pacar?

Informan: gak ada masalah..

Peneliti: kenapa?

Informan: ya..karena dari awalnya dia

juga

udah

tau

kayak

gitu..semuanya…semunya sebelum aku

itu..memang udah..udah..bener-bener

suka..jadi semua itu aku..aku terbuka

gitu, aku tu seperti ini..orangtuaku

seperti ini..jadi ee..kalok memang

masih mau menjalani sama aku ya

ee..berarti dia kan bisa nrima..ya

kayak gitu aja..

Peneliti:kalok denga sodara?

Informan: awalnya sih..aku sama

sodaraku, sama adekku hubungannya

gak begitu bagus…gak tau aku

gak..gak

aku

gak

terlalu

deket

aja..terus

tapi

sekarang

aku

udah..udah mulai deket..udah mulai

sayang kayak gitu..

Peneliti:kalok

adek

kamu

sendiri

gimana?

Informan: kalok menurutku dia tu

sangat sayang sama aku..dia tu mau

ee..misanya

mau

berkorban

gitu

lho..kalok aku tu dulu egois banget

jam.

Hubungan informan dengan

adeknya awalnya tidak baik,

tidak terlalu dekat dengan

adeknya, tapi sekarang mulai

dekat mulai sayang.

(28)

495

500

505

510

515

520

525

530

535

sama adekku.. kalok misanya dia

minta..minta..ee..ajarin..ajarin

soal-soalnya

terus

dianya

gak

bisa

-bisa..terus akunya tu jengkel, aku terus

marah-marah kayak gitu.. terus adekku

lebih di sayang sama nenekku karena

aku dari kecil ikut nenek jadi aku sebel

aja gitu..

Peneliti: kalok dengan tema-teman?

Informan:gak ada masalah..

Peneliti:temen-temen tau?

Informan: ya tau..

Peneliti:apa yang mendorong untuk

mewujudkan

hal

ini?

Mendapat

keluarga

yang

lebih

baik

dari

pengalaman-pengalaman dulu..

Informan: yang mendorong?

Peneliti:heeh..

Informan: yang mendorong….apa

ya..ya..karena mikir…aku ingin aja

ee..misalnya di satu moment itu ada

kumpul keluarga kayak gitu maunya

lengkap gitu lho..ada semuanya..ada

ayah ada ibu ada anak ya..semunaya

kayaknya-kayaknya

menyenangkan

kayak gitu..ya apa ada sih yang pingin

jadi single parent kayak gitu..pasti gak

ada, semua anak pasti pingin punya

oranngtua lengkap..

Peneliti: ada gak pengaruhnya dengan

keadaan orangtua yang becerai ini

dengan keinginan, dengan impian

kamu ada pa gak?

Informan:ada

sih…ya

pastinya

ada..kadang misalnya ada anggapan

dia keluarganya broken home kayak

gitu..ee..kadang

misalnya

terus

diditanya kayak gitu.. terus mesti kayak

kurang perhatian kayak gitu..jadi

kayak

misalnya

lagi

ngelamar..

ngelamar

perkerjaan

kayak

gitu..sebelum-sebelumnya kan aku gk

Hal

yang

mendorong

informan karena informan

menginginkan

bila

ada

moment kumpul keluarga

inginnya lengkap ada ayah,

ibu dan anak-anak kayanya

menyenangkan. Karena tidak

apa yang ingin menjadi single

parent semua anak pasti ingin

punya orantua lengkap.

Ada pengaruhnya kadang ada

yang

beranggapan

anak

keluarga broken home kayak

tidak baik, kurang perhatian,

seperti

waktu

melamar

pekerjaan dimintai KK dan

ditanya

sepertinya

tidak

percaya dengan informan.

(29)

540

550

555

560

565

570

575

580

pernah dimintai KK ya.. terus waktu

itu ditanya kayaknya..kayaknya gak

percaya banget kayak gitu lho..ya

udah..

Peneliti: saat mendapatkan perlakuan

kayak gitu kamu gimana? Apa yang

kamu lakukan?

Informan:ya ..aku gak melakukan apa

-apa..aku

diem

aja,

ya

memang

keadaanya

seperti

itu..aku..aku

memang

gak..gak

mau

berdebat

maksudnya..toh

misanya

aku

gak

seperti itu, misanya aku ngomong

kayak gini kayak gini nanti dibilang

kayak minta belas kasihan aku gak

mau..

Peneliti:ee..sekiranya da hal-hal yang

menghambat

untuk

mewujudkan

impian itu..gimana cara..solusi kamu

gimana?

Informan:

ya

aku

percaya

diri

aja…aku tunjukin aja aku bisa kayak

gitu..

Peneliti:hal-hal apa aja yang bisa

memotivasi, memberi semangat untuk

yakin aku pasti bisa lebih baik dari

keluarga bapak ibu, denga keadaan

bapak ibu aku pasti bisa.. yang

memotivasi hal-hal kayka gitu apa?

Informan: yang memotivasi..misalnya

saat aku ngalamin, aku lagi sakit ibuku

juga..terusan gak ada yang ngurus

kayak gitu..ee..kalok misalnya ada

seorang ayah seenggaknya ada yang

bisa

membantu..bisa

membantu

mencarikan

ini

mencarikan

itu

kemana-mana..malem-malem juga bisa

keluar kayak gitu..teus ada yang

memperjuangkan kita kayak gitu..ya

motivasiku paing kayak gitu..ya intinya

gak adalah yang..yang..yang mau jadi

single parent dan anak-anak juga gak

Informan berusaha percaya

diri saja menunjukkan bahwa

informan bisa.

Hal yang dapat memotivasi

kalau informan dan ibu lagi

sakit, misal ada ayah bisa

membantu mencarikan ini itu,

malam-malam

juga

bisa

keluar, dan ada yang bisa

memperjuangkan.

Intinya

tidak ada yang mau jadi

single parent baik orangtua

maupun anak.

(30)

585

590

595

600

605

mau kan..? orangtuanya gak utuh

kayak gitu..

Peneliti: tapi selama ini hubungan

dengan bapak gimana?

Informan: hubunganya baik kok… ya

kadang merasa.. merasa jengkel aja

gitu.. tapi ya karena dari kecil aku

sama ibuku dibiasakan gak membenci

ayahku ya kita sikapnya bisa aja yak

arena tiap lebaran a ku disuruh sama

ibuku disuruh sungkeman kayak gitu ya

udah Cuma kayak gitu aja…Cuma

kadang aku gak terima aja..ya apa ya

kadang

pernah

menjelek-jelekkan

ibuku ya padahal ibuku gak seperti itu

gitu lho..terus gak-gak apa ya..gak

dikasih semangat, aku gak setujua aj

denga pemikirannya..

Peneliti: ee…sempet ngobrol-ngobrol

gitu gak ma bapak? Kalok pas

jengukin gitu..

Informan: ya sempet tapi gak seakrab

aku sama ibu gitu..

(31)

Nama Informan

: Pricillia

Kode : W3. P

Usia

: 19 tahun

Tema

:Orientasi Masa Depan pada Remaja yang Mengalami

Perceraain Orangtua

Waktu

: Solo, 07 oktober 2011 pukul 11.00

14.30 WIB

P

: Peneliti

I

: Informan

NO BARIS

VERBATIM

TEMA

1

5

10

15

20

25

30

Peneliti:

Assalamu’alaikum

warahmatullahi wabarokatuh

Informan:

Wa’alaikum

salam

warahmatullahi wabarokatuh

Peneliti:

Gimana

hari

ini

kabarnya?sehat?

Alhamdulillah

Peneliti:

Oya..terimakasih

sudah

meluangkan waktu untuk interview

hari ini

Informan: Iya

Peneliti: Hm..langsung aja ya yang

pertama nanti tentang orientasi masa

depan di bidang pendidikan dulu

Informan: Iya

Peneliti: Itu yang pertama e..apa

minat

kamu

di

pendidikan,

di

orientasi

masa

depan

tentang

pendidikan di waktu yang akan

datang

Informan: e..sebelumnya kan saya

masuknya kan di tehnik sipil ya mbak

ya, itu e..saya pinginnya jadi lulus

dengan e waktu yang sesingkat

singkatnya, saya pingin coba apa

pingin pingin tunjukin ke orang tua

saya kalau saya itu bisa, saya itu

mampu, saya pingin e..ya pokoknya

yang terbaik lah buat orang tua,

menunjukkan ke dengan pendidikan

Figur

Tabel I Panduan Wawancara Orientasi Masa Depan pada Remaja yang

Tabel I

Panduan Wawancara Orientasi Masa Depan pada Remaja yang p.1

Referensi

Memperbarui...