Pembahasan Mengenai Susunan dan Kedudukan, Tugas
dan Wewenang serta Hak dan Kewajiban MPR
berdasarkan Undang-‐Undang Nomor 17 Tahun 2014
Tugas Akhir Hukum tentang Lembaga Negara
Nama Dosen : Dr. Hernadi Affendi, S.H, LL.M.
Disusun Oleh :
Dandy Bagus Pratama
110 110 130 300
Fakultas Hukum
Bab I Pendahuluan
Negara Eksekutif, Lembaga Negara Legislatif dan Lembaga Negara Yudikatif. Masing-‐
masing dari Lembaga Negara ini memiliki tugasnya masing-‐masing didalam
menjalankan pemerintahan yang satu sama lainnya saling berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan.
Lembaga Negara Eksekutif yaitu Presiden,dan Wakil Presiden. Lembaga
Negara ini memiliki berfungsi untuk menjalankan Undang-‐Undang. Lembaga Negara
Legislatif yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat
berkaitan erat, Lembaga Negara juga tidak bisa mengesampingkan fungsi utamanya
yaitu sebagai penghubung pemerintah dan rakyatnya yang secara otomatis Lembaga
Bab II Pembahasan
MPR adalah suatu Lembaga Negara yang bertugas untuk membuat Undang-‐
Undang. Pada masa orde baru, MPR adalah Lembaga Tertinggi Negara, namun
setelah reformasi MPR menjadi Lembaga Tinggi Negara yang kedudukannya sama
dengan lembaga-‐lembaga Negara lainnya. MPR terbentuk dari unsur-‐unsur Lembaga
Legislatif yang ada yaitu anggota DPR dan anggota DPD yang terpilih melalui
pemilihan umum. Susunan MPR ini tertuang dalam Undang-‐Undang Dasar 1945 pada
Bab 2 Pasal 2 poin 2, yang diperjelas dengan Undang-‐Undang Nomor 17 Tahun 2014
yang tercantum pada Bab 2 Bagian ke-‐1 Pasal 2. Dapat diartikan bahwa MPR adalah
penggabungan antara lembaga-‐lembaga Legislatif yaitu DPR dan DPD yang disatukan
menjadi satu Lembaga Legislatif yang baru yang dinamakan MPR.
Setelah membahas mengenai susunan dan kedudukan MPR, setiap Lembaga
Negara pastinya memiliki tugas dan wewenang dalam menjalankan tugasnya. Kedua
hal tersebut tertuang dalam Undang-‐Undang Nomor 17 Tahun 2014 pada Bab 2
Bagian ke-‐2 Pasal 4 Paragraf 1 yang berisi tentang wewenang MPR, yaitu :
a. Mengubah dan menetapkan Undang-‐Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
b. Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden hasil pemilihan umum;
c. Memutuskan usul DPR untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil
Presiden dalam masa jabatannya, setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan
bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran
hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak
pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela dan/atau terbukti bahwa
Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai
d. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat,
yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak
pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir
a. Memasyarakatkan ketetapan MPR;
b. Memasyarakatkan Pancasila, Undang-‐Undang Dasar Negara Republik
masyarakat harus dapat mengamalkan isi dari unsur-‐usur tersebut yang merupakan
unsur diatas, maka tugas MPR belum selesai. Masyarakat harus sampai paham betul
dan dapat menerapkannya didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
b. Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan;
c. Memilih dan dipilih;
d. Membela diri;
e. Imunitas;
f. Protokoler; dan Keuangan dan Administratif
Pada Pasal tersebut telah dipaparkan mengenai Hak dari anggota MPR, selanjutnya
pada paragraph 2 Pasal 11 dipaparkan mengenai kewajiban dari anggota MPR, yaitu :
a. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila;
b. Melaksanakan Undang-‐Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dan menaati peraturan perundang-‐undangan;
c. Memasyarakatan Pancasila, Undang-‐Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka
Tunggal Ika;
d. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
e. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok,
Undang sangat menekankan kepada para anggota MRP untuk “memasyarakatkan”
Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, karena keempat hal ini adalah hal
yang sangat mendasar dan penting yang harus dimiliki didalam diri setian
masyarakat Indonesia. Karena keempat hal ini sebagai pondasi dari hal-‐hal diatasnya
yang lebih tinggi. Jika hal mendasar saja sudah tidak dimiliki yang berfungsi sebagai
penopang, bagaimana halnya dengan hal-‐hal lainnya yang bertumpu diatasnya.
Maka setiap masyarakat harus dapat memahami dan dapat mengamalkan keempat
hal mendasar ini yang akan dibantu oleh para anggota MPR karena merupakan tugas
dan Kewajiban MPR. Seluruh hal tersebut diperinci didalam Undang-‐Undang Nomor
17 Tahun 2014 atau yang dikenal dengan Undang-‐Undang MD 3 baru. Didalam
Kewajiban MPR. Dapat dilihat bahwa pembuat Undang-‐Undang sangat menekankan
bahwa setiap masyarakat Indonesia harus dapat mengerti keempat hal tadi yang
sifatnya sangat mendasar setelah mengerti masyarakat dituntut untuk dapat
mengamalkannya didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
B. Saran
Setelah membuat kesimpulan dari penulisan ini, penulis merekomendasikan
saran. Untuk dapat memudahkan pembaca Undang-‐Undang, kata-‐kata yang dimuat
dalam Undang-‐Undang dipilih kata-‐kata yang tidak mengandung arti yang dapat
ditafsirkan berbeda-‐beda setiap pembaca atau yang disebut multi tafsir. Lebih baik
dipilih kata-‐kata yang mudah dipahami agar menghindari hal tersebut.