Kalah dari Thailand, Indonesia Raih Perak
Voli SEA Games
Sabtu, 21 Desember 2013 | 17:39 WIB
NAYPYIDAW, Kompas.com Ayip Rizal dan kawankawan hanya mampu mempersembahkan medali perak setelah kalah dari Thailand pada final bola voli SEA Games 2013 di Zeyar Thiri Indoor Stadium, Naypitaw, Sabtu (21/12/2013).
Timnas Indonesia yang didominasi pemain junior ini harus menyerah dengan skor 30 (2025, 1725, 2125). Meski kalah anak asuh Ibarsjah ini telah mampu memenuhi target yang dibebankan.
"Thailand memang satu tingkat di atas kita. Mereka secara kawankawan mempunyai prospek cukup bagus untuk ke depannya. Regenerasi yang dilakukan sudah mulai berjalan meski belum maksimal.
Untuk itu tim yang ada saat ini diharapkan terus dipertahankan
seperti yang dilakukan oleh negara negara lain. Pemusatan jangka panjang serta banyak ujicoba juga sangat diperlukan.
"Tadi mental mereka masih kurang. Berbeda dengan lawan yang kelasnya sudah Asia, bahkan turun di kejuaraan dunia. Kita baru di sinisini (SEA Games) saja," katanya menambahkan.
Timnas Indonesia dipertandingan final sebenarnya mampu memberikan perlawanan terutama pada set pertama. Variasi serangan yang dimotori oleh bagus mampu diselesaikan oleh Ayip Rizal, Sigit maupun Putu Randu meski akhirnya menyerah 2025.
Pada set penentuan sebenarnya Timnas Indonesia menemukan ritme permainanannya. Namun, banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pemain membuat Putu Randu dan kawankawan harus kembali menyerah dengan skor 2125.
"Pemain sudah berusaha dengan keras. Namun mental mereka masih kurang sehingga harus diperbaiki. Tapi target masuk final sudah terpenuhi," kata pelatih klub Surabaya Samator itu.
Sementara itu kapten Timnas Indonesia Ayip Rizal mengaku
kurang puas terhadap kinerja yang dicapai. Apalagi keinginan untuk mempersembahkan medali emas belum bisa terealisasi.
Hasil kurang memuaskan juga didapat oleh tim putri Indonesia. Maya Kurnia Indri dan kawankawan hanya mampu mempersembahkan medali perunggu.
Kualifikasi Kejuaraan Dunia, Tim Voli
Indonesia Bungkam Vietnam
Jumat, 28 Juni 2013 | 01:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com Tim nasional bola voli Indonesia membungkam Vietnam 30 (2518, 2516, 2519) di laga kedua kualifikasi Kejuaraan Dunia 2014 di Amphur Muang, Thailand, Kamis (27/6/2013).
Kemenangan ini memposisikan Indonesia di peringkat kedua di bawah Thailand.
Penentuan peringkat pertama akan ditentukan besok, saat Indonesia berjumpa Thailand. Myanmar juga akan berebut posisi ketiga dengan Vietnam, Jumat.
Jika menang, Indonesia lolos kualifikasi zona Asia Tenggara dan berhak melaju ke zona Asia. Untuk wilayah Asia juga masih dibagibagi lagi.
"Kami fokus dulu untuk mengalahkan Thailand, besok. Berat, tapi kami harus tetap semangat," kata pelatih timnas, Ibarsjah Djanu Tjahjono ketika dihubungi.
Indonesia menurunkan pemain Ayip Rizal (kapten/all round/spiker), Bagus Wahyu
Ardyanto (toser), Agung Seganti (spiker), Sigit Ardian (all round/spiker), Mahfud Nurcahyadi (quicker), Putu Randu (quicker), Veleg Dhany (libero). Dengan Ayip sebagai pemain paling senior dan kapten, kekuatan timnas kali ini bisa dibilang lebih baik dari tahun lalu. Ayip didukung pemainpemain muda yang tangguh dan ulet.
Mengomentari kemenangan 32 melawan Myanmar, Randu mengatakan, "Myanmar makin bagus. Kami juga main pertama, jadi masih banyak raguragu. Setidaknya kini kami tahu kekuatan Myanmar di SEA Games nanti," katanya.
Mantan Komandan Brimob Pimpin PBVSI
Liputan6.com,
Jakarta: Mantan Irwasum Mabes Polri Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo resmi memimpin Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) periode 2014-2018 setelah ditetapkan secara aklamasi pada musyawarah nasional (munas) induk organisasi bola voli itu di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).
Imam akan menggantikan posisi mantan Kapolri Jendral Pol (Purn) Sutanto yang telah habis masa jabatannya. Sutanto selama ini telah memimpin PP PBVSI selama dua periode.
"Saya terpilih secara aklamasi oleh semua peserta munas. Yang jelas ini adalah amanah buat saya untuk kembali membangun bola voli nasional agar bisa bersaing di kancah internasional," kata Imam Sudjarwo usai terpilih.
Dengan mendapatkan kepercayaan ini, kata dia, pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk melakukan perubahan baik secara organisasi maupun pembinaan atlet yang dipersiapkan untuk kejuaraan level nasional maupun internasional.
beberapa tahun terakhir memang kurang maksimal, apalagi pada pada tahun-tahun sebelumnya cabang ini selalu meraih prestasi terbaik terutama di level Asia tertahan di posisi dua sedangkan putri berada di posisi tiga. Kondisi ini berbeda dengan voli pantai.
"Voli pantai putra sudah meraih emas, sedangkan putri perak. Ini hasil SEA Games 2011 lalu. Makanya kami akan terus mendorong proses pembinaannya," katanya menambahkan.
Demi mendapatkan atlet potensial, mantan Komandan Brimob itu mengatakan akan melakukan pencarian bibit-bibit atlet hingga pelosok desa. Apalagi dengan latar belakang kepolisian akan mempermudah untuk mencari bakat pemain tersebut.
"Di desa-desa ada Babinkambtibmas. Posisi itu yang
akan kami mamfaatkan untuk menjaring atlet-atlet potensial. Untuk itu diperlukan sinergi," kata Imam.
Selain melakukan pencarian langsung, pihaknya juga akan kembali menghidupkan kejurda dan kejurnas bola voli selain
Khusus untuk persiapakan Asian Games 2014, pihaknya meminta kepada jajaran pelatih yang selama ini menangani atlet untuk berkerja dengan maksimal. Hal ini dilakukan agar target untuk meraih medali pada kejuaraan olahraga terbesar di Asia itu bisa tercapai.
4 Tim Siap Memperebutkan Gelar
Juara BSI Proliga 2014
Liputan6.com,Jakarta: Ko mpetisi bola voli BSI Proliga 2014 memasuki partai puncak setelah gelaran babak empat besar berakhir di Yogyakarta. Partai final nantinya akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Sabtu 15 Maret 2014 mendatang.
Ada empat tim putra dan putri yang akan saling sikut dalam partai final ini. Keempatnya akan memperebutkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 miliar. Dari tim putra, ada Jakarta Pertamina Energi dan Surabaya
Samator. Sementara di bagian putri ada Jakarta Pertamina Energi melawan finalis tahun lalu, Manokwari Valeria Papua Barat.
Bagi Jakarta Pertamina Energi, partai final tahun ini merupakan ajang untuk mengawinkan gelar juara putra dan putri. Mereka telah mempersiapkan diri untuk memaksimalkan partai pamungkas ini.
untuk mengawinkan gelar dalam partai final nanti," ujar manajer Jakarta Pertamina Energi putra, Sofyan Yusuf dalam jumpa pers di kantor PBVSI, Kamis (13/3/2014).
Di sisi lain pelatih Manokwari Valeria Papua Barat, Eko Waluyo sudah mempersiapkan timnya dan tinggal mematangkan strategi di partai final. Ia mengaku sudah mengetahui kekuatan lawan yang akan mereka hadapi.
"Kami telah mempersiapkan diri untuk melawan Pertamina di final. Saya juga sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan tim satu sama lain tinggal penerapan strategi yang diterapkan dalam lapangan nanti," kata Waluyo.
Selain untuk memperebutkan gelar juara, dalam perhelatan nanti juga akan menggelar partai penentuan peringkat tiga dan empat yang akan dimulai dari pukul 08.00 WIB. Untuk juara tiga bagian putra maupun putri bakal mendapatkan hadiah pembinaan sebesar Rp 175 juta.
10 Negara Pastikan Tampil di Cabor
Voli ISG
Sebanyak 10 negara dipastikan tampil dalam cabang olah raga bola voli dalam Islamic Solidarity Games (ISG) ke-III di Palembang, 23-30 September 2013.
"Negara-negara tersebut dapat dikonfirmasikan, akan berpartisipasi dalam bola voli setelah komite eksekutif tidak menerima konfirmasi pengunduran diri sampai lima hari sebelum pelaksaan," kata Sekretaris Jenderal Persatuan
Bola Voli seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Sumatra Selatan Faisol Duhai, Kamis 18 September seperti dilansir laman resmi ISG.
Sampai sekarang ini tidak ada peserta yang mengundurkan diri dan Komite mencatat ada 10 negara yakni, Indonesia, Iran, Qatar, Mesir, Libya, Turki, Kamerun, Turkmenistan, Kuwait, dan Arab Saudi.
rencana karena tidak ada pengurangan peserta seperti yang terjadi dalam olahraga sepakbola dan basket.
"Sejauh ini tidak ada perubahan, tetapi penentuan akhir jadwal pertandingan akan diselenggarakan pada technical meeting satu hari sebelum laga perdana," ucap Faisol.
Sebanyak 44 negara ambil bagian pada perhelatan olahraga