Filsafat cinta (1) Filsafat cinta (1) Filsafat cinta (1)

Teks penuh

(1)

CINTA. MENURUT KAJIAN TASAWUF

Written By Kang Anwar on Sabtu, 10 Juli 2010 | 08.23

Cinta adalah modal seorang sufi dalam menapaki kehidupan spiritual. Oleh kalangan sufi cinta diistilahkan dengan mahabbah. Dalam tasawuf mahabbah merupakan sebuah maqam (jenjang spiritual yang harus dilalui seorang salik). Setiap hamba memiliki tujuan untuk mendapatkan mahabbah. Oleh sebab itu Imam

al-Ghazali menjadikan mahabbah sebagai puncak maqam.

Sebuah kisah dari Matsnawi, Jalaluddin Rumi mengisahkan, suatu Ketika Nabi Musa sedang berjalan di padang rumput dan mendapati seorang gembala kambing yang sedang beristirahat sambil berkata: Wahai Tuhanku aku sungguh mencintaiMu. Aku akan melayaniMu sepuas hatiKu. Aku sayang Engkau. Aku ingin sekali membelai

dan menyisir rambutMu. Aku ingin sekali menyemir sepatumu.Mendengar perkataan demikian Nabi Musa marah dan menasihati Si penggembala kambing. Wahai penggembala kambing apa yang telah kau katakan telah menodai derajat Tuhan. Kamu tidak pantas berkata begitu, karena Tuhan tidak membutuhkan apa

yang kau katakan. Si gembala menyeringai ketakutan. Sambil memohon, penggembala itu berkata: Wahai Nabi Musa engkau yang lebih mengetahui hubungan antara hamba dan Allah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang jelas cintaku pada Tuhan melebihi cintaku pada apapun. Musa menjawab: Jika

begitu adanya bertobatlah kamu!

(2)

beberapa hari. Beberapa saat kemudian Nabi Musa mendapat teguran dari Allah. Seolah-olah Allah menyalahkan semua tindakan Nabi Musa yang membentak penggembala kambing. Kemudian Nabi Musa mendengar suara tanpa kalimat yang

mengatakan:

Wahai Musa engkau telah memisahkan antara Aku dan hambaKu. Pecinta dan Yang diCinta tidak dibatasi oleh kata-kata dan kalimat. Pecinta dan Sang diCinta tidak

terikat ikatan hukum dan formalisasi. Datanglah padanya sampaikan salamku untukNya. Berbuatlah sesuka dia. Sesungguhnya Aku sangat mencintai dan ridla

padanya.

Mendengar Allah berkata demikian Nabi Musa dengan kontan meminta ampun dan langsung mencari si penggembala kambing ke padang rumput tempat biasa sang penggembala mengembalakan kambingnya. Tetapi Nabi Musa tidak menemukan si

Penggembala.

Lama dia mencari hingga berhari-hari hingga ia menemukan si penggembala di dalam hutan dalam keadaan bersedih. Dia merintih sedih tidak bisa meluapkan rasa

kasihnya kepada Tuhan. Lalu Nabi Musa mendekatinya. Wahai penggembala kambing sesungguhnya Allah telah berfirman kepadaku. Berbuatlah sesukamu

karena Allah mencintai dan ridla kepadamu.

Hikmah

Dari cerita ini menjelaskan kepada kita bahwa cinta adalah kedudukan seorang hamba yang mengenal Tuhannya. Ia tidak terikat aturan atau sekat lainnya. Karena

cinta merupakan essensi kedekatan seorang wali.

Kitapun bisa melihat sosok sufi wanita yang memiliki cinta mendalam kepada Allah swt. Dia adalah Rabi'ah al-Adawiyyah. Cintanya kepada Alah mengalahkan cintanya

(3)

jiwanya selalu terkiblat pada Allah swt. Keriang-gembiraannya ini dibarengi juga dengan kesedihan ratapi, karena selalu merasa menjadi hamba yang kurang dan

penuh dengan dosa. Dengan demikian rasa cintanya berbarengan dengan rasa takut kepada Allah swt. Rabi'ah membagi cinta kepada Allah swt itu dua tingkatan:

1. Cinta_rindu

2. Cinta karena Allah lah yang pantas dicintai

Imam al-Ghazali menafsirkan cinta rindu

Beliau berpendapat, bahwa cinta yang dialami Rabi'ah pada tingkat ini adalah tingkatan awal (masih dalam taraf awam). Yang dimaksud dengan cinta rindu adalah cinta kepada Alah yang disebabkan karena kesadaran berterimaksih sebab Allah swt telah memmberikan karunia yang sangat besar kepadanya. Untuk itu dia wajib berterimaksih kepada Allah swt. Dengan berterimakasih kepada Allah, maka akan menimbulkan rasa simpatik dan cinta kepada Allah swt. Kesimpulannya cinta

rindu diakibatkan rasa terimakasih.

Sedangkan cinta karena Allah yang patut untuk dicintai adalah pengalaman cinta Rabi'ah yang memuncak. Pengalaman seperti ini sudah menapaki jenjang

paling tinggi yang tidak dialami oleh orang awam. Pada taraf ini Ke jamal-an (keindahan Tuhan) dan ke-Kamal-an (kesempurnaan) Tuhan tersibak dan dapat

disaksikan oleh seorang sufi. Dan ketika sufi mengalami hal seperti ini ia akan merasa bahwa semua selain Allah adalah nisbi, buruk, jelek dan tidak berguna. Yang

baik, agung, cantik, indah, sempurna dan selalu memberikan manfaat hanya Alah semata saja. Orang yang mendapatkan mahabbah ini tidakakan memperhatikan

keuntungan, kerugian, kesedihan, kegembiraan dan lain sebagainya. Hidupnya hanya ditujukan dan diorientasikan kepada Allah semata.

Rabi'ah al-Adawiyyah pernah berkata: Ya Allah jika aku beribadah kepada-Mu karena takut siksa neraka, maka bakarlah aku didalam api neraka! Jika aku beribadah kepada-Mu karena mengharap sorga, maka jauhkanlah aku dari sorga-Mu! Tetapi jika aku beribadah kepada-Mu karena Engkaulah yang layak untuk disembah, maka

(4)

Dari kata-kata Rabi'ah ini dapat disimpulkan bahwa hidup dan matinya Rabi'ah hanya untuk sosok yang Dicintai. Sosok itu adalah Allah swt. Ibadahnya tidak mengharapkan apapun. Dia hanya ingin memandang, berdekatan dan berusaha

selalu membuat ridla, suka dan senang sosok yang dicintainya.

Cinta semacam Rabi'ah kepada Allah swt mengalahkan cinta kepada selain Allah. Hingga suatu ketika ada seorang laki-laki datang melamarnya (menurut riwayat beliau adalah Sofyan ats-Tsauri). Namun Rabi'ah menolak lamaran tersebut.beliau berkata: Jika engkau hendak menikahiku, maka mintalah izin kepada Allah karena

akumilik Allah.

Kecintaan Rabi'ah terhadap Allah melupakan segala macam kesengangan duniawi, bahkan untuk menikahpun beliau menolak untuk melakukannya. Hal seperti ini

yang dianggap oleh banyak kalangan sebagai cinta mati. Suatu ketika beliau ditanya oleh seseorang: "Ya Rabi'ah apakah engkau mencintai nabi Muhammad?"

beliau menjawab: Aku mencintai Nabi Muhammad tetapi cintaku kepada Allah melupakan cintaku kepada makhluk.Cinta yang diungkapkan Rabi'ah menyiratkan bahwa cinta kepada Allah diatas segala cinta, termasuk cinta kepada Nabi. Hal ini berbeda dengan konsep cinta Zun Nun al- Mishri, justru beliau menyatakan cinta

kepada nabi Muhammad harus dimiliki oleh setiap sufi. Dan cinta kepada Nabi Muhammad sejajar dengan cinta kepada Allah. Karena cinta kepada Nabi akan

menimbulkan ketauladananan dari Nabi.

Tidak jauh berbeda dengan Rabi'ah, Zun Nun al-Mishri pun memiliki konsep cinta (Mahabbah). Menurutnya Cinta itu terbagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama

seseorang harus mencintai para ulama. Karena para ulama adalah warosatul al-ambiya (penerus para nabi). Jika seseorang mencintai para ulama ia akan meneladani para ulama. Setelah itu ia meneladani para ulama maka akan menimbulkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Jika seseorang sudah mencintai

Rasulullah, maka ia akan meneladani perilakuRasulullah saw. Dan jika sudah meneladani perilaku Rasulullah maka cinta kepada Allah akan timbul seperti

(5)

Zun-Nun al-Mishri, diriwayatkan meninggal dunia karena cinta. Diceritakan pada sebuah jamuan pertemuan para pembaca sima Zun Nun membaca puisi cinta

sambil fana'(hilang kesadarannya karena ditarik dengan kesadaran ilahi). Ia membaca puisi cinta hinggga keluar ruangan dan pergi ke hutan bambu yang telah ditebas pohon-pohonnya. Kakinya tertusuk patahan-patahan bambu sampai infeksi.

Tetapi beliau tidak merasakan sakit. Yang dirasa hanya rasa riang dan gembira karena cintanya kepada Allah. Sementara infeksi kakinya menyebar sampai ia

menemui ajalnya. Dengan demikian cinta yang dialami Zun Nun dapat mengenyahkan rasa sakit jasmani.

Dari teori cinta (mahabbah) agaknya kita sebagai seorang muslim harus memiliki sebuah ambisi untuk mendapatkan maqam ini. Karena orientasi seorang hamba adalah mengenal, mencinta, berdekatan, bermesraan dan bersatu dengan Sang

Maha Cinta, Allah swt.

Allah SWT berfirman:

ةةززععأأ نأ يِنمعُؤمملا َىلأعأ ةةلزذعأأ همنأّوببحعيموأ ُمهمببحعيم مة ّوقأبع هملزلا َىتعَأيأ فأ ّوسأ فأ هعِنعيد نعأ ُمكم ِنمع دزتأَريأ نمأ اّوِنمأاء نأيَّذلزا َاهأيبَأأيي ععسع وي هملزلاوأ ءمَاشيأ نمأ هعيتُؤيم هعلزلا ل م ضفأ كأ لعذي ُم ة ئعل ةأمأّولأ نأ ّوفَاخيأ لوأ هعلزلا لع يبسأ َىف نأ ودهعجييم نأ يَرفعكي لا َىلأعأ

ُمع يلعأ

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai

mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mumin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha

Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS al-Maidah: 54)

Ayat diatas menerangkan bahwa Allah swt menurunkan kaum yang memiliki cinta. Cinta adalah sebuah rasa atau keadaan jiwa yang dapat menadamaikan kehidupan.

(6)

dengan mahabbah.

Selanjutnya dalam al-Qur'an selalu ditekankan kepada orang-orang yang beriman untuk mensucikan jiwa agar hubungannya dengan Tuhan berjalan lancar. Proses

penyucian ini dalam tasawuf dinamakan dengan tazkiyatun nafs. Al-Qur'an membicarakan hal ini dalam ayat berikut:

Nabi juga berfirman dalam sebuah hadits qudsi mengenai kewalian, yaitu: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan permusuhan-Ku terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan hamba-Ku kepada yang lebih

Ku-sukai dari pada pengamalan segala yang kufardlukan atasnya. Kemudian, hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan

amal-amal sunah, maka Aku senantiasa mencintainya.

Bila Aku telah jatuh cinta kepadanya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar. Aku penglihatannya yang dengannya ia melihat. Aku tangannya yang

dengannya ia memukul. Aku kakinya yang dengan itu ia berjalan. Bila ia memohon kepada-Ku, Aku perkenankan permohonannya. (Wallahu a'alm)

Berlangganan via RSS Feed

Jika Anda Menyukai Artikel NGAJI ISLAM, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya

Delivered by FeedBurner

TASAWUF

(7)

 BAB 8: DZIKIR

 BAB 7: PENINGKATAN ROHANI AHLI SUFI  BAB 6 : PERJALANAN TAUBAT  BAB 5 : ILMU DAN PENINGKATAN ROHANI  BAB 4 : TEMPAT ROH-ROH DALAM BADAN

 BAB 3 : PENURUNAN MANUSIA KE PERINGKAT YANG PALING RENDAH  BAB 2 : MANUSIA AKAN KEMBNALI KE ASALNYA

 BERBAGAI DEFINISI TASAWUF  BAB 1 : AWAL MULA PENCIPTAAN

 MUQODIMAH SIRRUL ASRAR

 Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jailani

- See more at: http://ngajiislam.blogspot.com/2010/07/cinta-menurut-kajian-tasawuf.html#sthash.nCBS2jRS.dpuf

Kajian sistematis pertama saya: Bagaimana saya

jatuh cinta

9

OCT 2013

OLEH SINI SAVILAAKSO

2

Di masa lalu saya benar-benar buta. Tentu saja saya akrab dengan kajian sistematis dan membaca panduan Kolaborasi untuk Bukti lingkungan, tetapi kenyataannya saya tidak siap untuk apa yang telah menunggu ketika saya ditugasi melakukan kajian sistematik pertama saya.

(8)

penelitian. Kajian ini berbeda dengan kajian normal literatur (“naratif”) sebab kajian ini lebih teliti dan mencoba untuk menggabungkan semua bukti yang mungkin ditampilkan: tidak hanya jurnal ilmiah, tetapi juga dari sumber informasi lain, seperti laporan, kertas kerja, disertasi doktor yang tidak sering didapatkan.

Gambar 1. Elemen utama kajian sistematis, diadaptasi dari Petrokofsky et al. 2011 dan direproduksi dengan ijin dari Asosiasi Kehutanan Persemakmuran.

Dan keindahannya: kajian ini adalah bukti nyata bukan sekadar kumpulan kertas acak – sebagus apapun itu. Sekarang saya mengantungi pengalaman proses kajian dari awal mengkhidmati naskah, saya kemudian jatuh cinta. Jadi jika Anda mau bergabung dalam kereta yang disebut kehutanan (atau konservasi/pembangunan) berbasis bukti, saya akan berbagi beberapa pelajaran dari pengalaman pertama saya.

Pelajaran 1: Pilih topik dan rekan kerja yang Anda cintai

Jika Anda punya keistimewaan ini, ambil saja, karena Anda akan bekerja keras! Pada awalnya saya tidak terlalu antusias mengenai topik kajian mengenai dampak kultivasi tanaman biofuel pada keragaman hayati, tetapi akhirnya antusiasme berkembang dalam diri saya. Terutama karena saya pikir hanya sedikit nilai tambah pada kajian kami. Betapa salahnya saya: walaupun opini berlimpah, hanya sedikit data empiris mengenai dampak tanaman biofuel tersedia.

Kajian sistematis ini seperti lari maraton – Anda bisa mencapai titik dimana Anda merasa bahwa Anda telah bekerja cukup walaupun belum mencapai akhir. Namun, tidak seperti maraton, Anda bisa menyeret rekan kerja dan seringkali mereka menjadi orang yang

mendorong Anda. Saya cukup beruntung bekerja dengan orang yang peduli. Walaupun saya mengerjakan sebagian tugas sendiri, mereka sangat suportif sepanjang proses, dan

menawarkan materi ilmiah berharga dan komentar praktis.

Pelajaran 2: Curahkan waktu untuk menyiapkan protokol dan pengujian istilah pencarian

Tentu saja ada hal-hal yang membuat hidup kita lebih mudah dalam proses kajian

(9)

akan mencari informasi (sumber), bagaimana Anda menemukannya (kata pencarian), apa yang disimpulkan dalam kajian akhir (kriteria inklusi dan kualitas), bagaimana Anda menganalisas data dan mensintesis temuan.

Menguji kata pencarian menjadi sangat penting. Ketika saya mencoba kata pencarian, saya lebih khawatir secara tidak sengaja mengabaikan hal-hal tertentu hingga akhirnya saya memasukkan banyak materi tidak terkait – kami mulai dengan sekitar 10.000 artikel (bahkan hanya membaca judulnya saja sudah memakan waktu!) dan kemudian saya

menguranginya menjadi 25 kajian akhir yang memenuhi semua kriteria inklusi dan kualitas. Di sini tautan ke protokol yang kami kembangkan untuk kajian sistematis.

Pelajaran 3: Lokakarya pemangku kepentingan adalah cara hebat menuju beragam tahapan kajian

Pada awal proses kajian, kami mendapati komentar mengenai protokol dari beragam

pemangku kepentingan dan rekan kerja melalui komunikasi surat elektronik. Bagaimanapun, karena protokol itu sangat penting, meninjau ke belakang, kita seharusnya menggelar lokakarya pemangku kepentingan untuk lebih mengumpulkan masukan melalui tatap muka. Untuk dorongan terakhir kami menggelar lokakarya penulisan dan memberi manfaat sangat besar, tidak hanya bagi kajian tetapi juga bagi saya secara pribadi, karena menemui orang baru dengan minat yang sama.

Pelajaran 4: Luangkan waktu menghubungi penulis untuk mendapatkan semua data yang Anda perlukan

Sekali Anda mulai menulis kajian Anda mungkin sesekali menemukan kelemahan penelitian kita bukan hanya pada data yang kita kumpulkan, tetapi juga pada disain eksperimen dan metode pelaksanaan riset kita. Jadi bersiaplah menghubungi penulis untuk mendapat kejelasan soal ini dan batas waktunya. Walaupun sebagian tidak menjawab, orang yang menjawab saya sangat suportif hingga membuat saya tersenyum.

Pelajaran 5: Bersiap menghadapi opini kuat dan bukti bertentangan dalam kajian Anda.

Satu hal terbaik mengenai kajian sistematik adalah membuat penilaian bukti dengan tenang dan ilmiah. Ini khususnya bermanfaat ketika pandangan sangat ditentang dan terdapat kecenderungan subjek penelitian memunculkan perasaan kuat—seperti dalamkajian kami. Hampir mirip dua kelompok dalam perang, satu sama lain yang hanya mengakui bukti yang mendukung pandangan mereka dan mengabaikan bukti dari “pihak lain”. Dalam kajian sistematis, bias seperti ini tidak boleh ada mengingat kajian mengambil semua bukti tersedia.

Pelajaran 6: Kajian sistematis sangat ideal untuk ilmuwan yang tidak bisa duduk atau di lapangan secara permanen atau temporer, tetapi cocok untuk siapapun yang ingin menjadi bagian arus utama ilmu berkualitas tinggi.

Dalam kasus saya, tuntutan (atau kenikmatan) tambahan mengasuh ini menjadi waktu ideal bagi saya untuk menyelesaikan kajian sistematik pertama saya. Banyaknya permintaan seringkali membuat sulit untuk memperpanjang waktu di lapangan, tetapi menulis kajian memungkinkan saya mempraktikkan ilmu pengetahuan pada saat saya dibutuhkan berada di kantor.

(10)

menulis catatan konsep untuk mendapatkan pendanaan untuk mengisi celah pengetahuan yang kami identifikasi dalam kajian. Jadi kerja berlanjut.

Terimakasih banyak pada Gill Petrokofsky untuk komentar berharganya pada blog ini.

Dr Sini Savilaakso adalah mitra pejabat profesional di CIFOR. Hubungi beliau di s.savilaakso@cgiar.org

Kehutanan Berbasis Bukti CIFOR adalah bagian dari Program Riset CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri dan didukung oleh Departemen Pembangunan Internasional Inggris. Untuk informasi lebih, silahkan kunjungi http://www.cifor.org/ebfatau hubungi

CIFOR-EBFInitiative@cgiar.org

Kajian Ilmiah tentang CINTA

2 hearts, 2 heads, 1 vision :)

Cinta, tentu semua orang pernah merasakan cinta.. cinta

tidak sebatas hanya perasaan kepada pasangan (baik pacar,

suami/istri) tapi juga perasaan kepada orang tua, kakak, adik,

keluarga, teman, musuh,bahkan orang lain yang tidak kenal

sekalipun. Bahagianya manusia karena telah diberi karunia

Allah SWT berupa rasa cinta.

(11)

Menurut Wikipedia: “

Cinta adalah sebuah emosi dari

kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam

konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi

semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif

yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa

pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang,

membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau

melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.”

Tahukan kamu bahwa proses kita mencintai itu

dapat dijelaskan secara ilmiah?

Senin, 15 Oktober 2012

Saya mendapat kuliah mengenai “KAJIAN ILMIAH

TENTANG CINTA”, saya pikir kuliah ini sangat menarik dan

bermanfaat karena kita masih muda, dan banyak dari kita

yang pernah mengalami “serangan” cinta ini, sehingga

banyak dari mahasiswa yang mengikuti perkuliahan

tersenyum dan tersipu-sipu saat mengikuti kuliah ini,

termasuk saya ;) hehehe

(12)

tertarik dengan orang yang memiliki bau tubuh sama dengan

bau tubuh orang tuanya.

Dalam tubuh manusia terdapat 2 fase yang dapat

menciptakan ketertarikan terhadap seseorang, yaitu:

1.

Fase

Lust

, dimana ketika melihat penampilan

seseorang hati akan merasa senang, dan timbulnya gairah

sexual yang diciptakan oleh hormon testosteron dan

estrogen.

2.

Fase

Attraction

, dimana pada fase ini seseorang

merasa tergila-gila karena darah akan mengalir ke pusat otak

dan mengatur rasa bahagia sehingga timbul fenomena

Cinta Pada Pandangan Pertama

”.

Coba jelaskan, “Bagian tubuh mana yang bertanggung jawab

menciptakan ketertarikan pada seseorang?”

Jawabannya adalah OTAK pada bagian HYPOTHALAMUS! :D

Karena hypothalamus adalah gudang dari segala hormon.

Hypothalamus berperan penting untuk mensintesis dan

mensekresi neurohormon yang biasa disebut hypoyhalamic

realeasing Hormones untuk menstimulasi atau menghambat

sekresi dari Pituitary hormones.

(13)

Dopamine

:

berperan menciptakan rasa bahagia, membuat lebih cantik,

jantung berdetak 3X lebih cepat, aliran darah banyak ke

organ sexual dan bagian pipi sehingga pipi tampak merona

saat sedang tersipu.

Adrenaline dan norepinepherine

:

menciptakan rasa kesenangan dan kegelisahan (galau kalau

kata anak jaman sekarang :P), dan membuat jantung

berdebar.

Serotonin

:

hormon ini menyebabkan otak bekerja tidak jauh berbeda

seperti kerja otak pada penderita sakit jiwa.

“Cinta itu kue manis ciptaan Tuhan yang kita tidak pernah

bosan mencobanya..” Yafie – Mahasiswa BC.

“Cinta itu, kita ngelakuin banyak hal buat orang yang

disayangi tanpa pamrih, suka apa adanya tanpa menuntut

kesempurnaan”

Naru

20

tahun.

"Cinta itu moodbooster"

Arif - Mahasiswa Akuntansi.

"kalau kita cinta sama sesuatu, pasti kita rela mengorbankan

yang lainnya demi the only one itu, apapun itu.. karena kita

tau dengan itu hidup kita bakal lebih berwarna dan lebih

bersemangat jalanin hidup ini"

Arif - cerita lanjutan.

Dan kalau kata pacar saya sih,

(14)

Me und Mein Hubbi

Terakhir, "Cinta ibarat oksigen, bila kekurangan sedikit saja

sel-sel tubuh akan mati" Rida -

Mahasiswi Biologi

.

Sehingga benar kata Gombloh, “Kalau cinta sudah

melekat, tahi kucing rasa coklat" hahahaha dan orang kalau

sedang jatuh cinta dunia serasa milik berdua dan yang lain

mengontrak :P

Selasa, 01 September 2009

FILSAFAT CINTA

Hadits Tirmidzi 1245

للاللبل ننعل ىللعنأللنا دلبنعل ننعل لليئلارلسنإل ننعل ععيكلول انلثلددلحل دعاندلهل انلثلددلحل

ههلدللا ىلدلصل هللدللا لهوسهرل للاقل للاقل ككللامل نلبن سلنلأل ننعل ىسلومه يبلأل نلبن

(15)

Barangsiapa meminta untuk dijadikan hakim maka ia akan dibebankan atas dirinya (dalam mengemban tugasnya), namun barangsiapa dipaksa (tidak atas kehendak dirinya) untuk menjadi hakim, maka Allah akan menurunkan malaikat untuk menolong & membimbingnya dalam kebenaran. [HR. Tirmidzi No.1245].

Direkap Oleh : Ade Syahid Arif Al-Arsyad Al-Islam (Mang Atef tea)

Seorang pemikir Mazhab Frankfurt Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul “The Art Of Loving” menegaskan pentingnya relevansi Cinta untuk menjadi solusi bagi masyarakat kapitalis modern yang telah terdisintegrasi oleh ketimpangan sosial. Bagi Fromm,

disintegrasi itu adalah cerminan dari eksistensi manusia yang tidak dapat mengatasi keterpisahan (separateness) ketika cinta itu sendiri tidak mungkin dibahas tanpa

menganalisa eksistensi manusia itu sendiri. Menurut Fromm, ”teori apapun tentang cinta harus mulai dengan teori tentang manusia, tentang eksistensi manusia”.

Cinta adalah jawaban bagi problem eksistensi manusia yang berasal secara alamiah dari kebutuhan untuk mengatasi keterpisahan dan “meninggalkan penjara kesepian”. Tetapi penyatuan dalam cinta melebihi suatu simbiosis karena “cinta yang dewasa adalah penyatuan di dalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang”. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan “yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya”.

Sayangnya Cinta di era kapitalisme sekarang hanya menjadi barang dagangan

(komoditas). Begitu banyaknya kisah cinta kacangan diumbar dalam lagu-lagu, sinetron, dan lain-lainnya. Karenanya komersialisasi Cinta semacam itu justru menunjukkan bahwa kata cinta dan prakteknya dalam hubungan sosial mengalami degradasi.

Atas kondisi semacam itulah buku ”Memahami Filsafat Cinta” ini keluar dari hati ”nurani” penulisnya, Nurani Soyomukti, seorang psikoanalis kebudayaan yang selalu konsisten menggugat budaya kapitalis dalam setiap tulisan-tulisannya. Begitu ”PD” (percaya diri) Si Penulis, ketika ia membuka buku ini dengan kalimat pembuka: ”Buku ini tak layak dibaca oleh mereka yang tak percaya pada Cinta” (hlm. 1).

Terus terang belum banyak orang yang memahami arti filsafat Marx, karena Marx selama

ini lebih banyak dianggap sebagai ’penjahat” hanya k

10 Teori Asal Mula

Keberadaan Manusia

Oleh admin dalam Top pada July 31, 2013

14

(16)

tentu tidak semuanya mempercayai teori yang sama. Berikut ini adalah 10 teori asal mula keberadaan manusia, seperti teori evolusi atau teori penciptaan (agama).

Walaupun Anda sudah memiliki kepercayaan sendiri mengenai bagaimana asal mula terbentuknya manusia. Artikel ini membahas mengenai teori-teori lain akan hal terkait untuk menambah

pengetahuan Anda.

10. Intelligent Design

Intelligent Design atau Perancangan Cerdas mengatakan bahwa kita sebagai mahluk yang

kompleks tidak dapat dijelaskan dalam sebuah teori yang tidak terarah seperti seleksi alam (evolusi). Kita sebagai manusia dapat dijelaskan dalam sebuah teori yang lebih pintar.

Jika Anda kurang dapat memahami penjelasan di atas, maka bayangkan nenek moyang Anda menemukan iPad di perjalanannya, kemungkinan besar ia akan mengenali hal tersebut sebagai objek yang dibuat oleh manusia walaupun ia tidak tahu apa sebenarnya benda itu. Kaitannya dengan teori ini adalah, peneliti diibaratkan sebagai nenek moyang Anda dan kita sebagai manusia diibaratkan sebagai iPad tersebut. Intinya Intelligent Design mengatakan bahwa kita dibuat oleh keberadaan yang sangat luar biasa jenius. Maka berdasarkan contoh di atas, kita harus mencari keberadaan seperti Steve Jobs, tapi di sini bedanya adalah mencari si pembuat manusia.

(17)

Seorang mantan professor biokimia di Universitas Cambridge, menciptakan sebuah teori yang berbeda dari yang lain. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ada sebuah medan tidak terlihat yang membuat kita melihat hal-hal yang sama, seperti bintang dan alam semesta. Jadi semua yang ada di dunia ini sebenarnya merupakan hal yang telah kita sepakati secara telepati bahwa mereka benar-benar ada.

8. Cosmic Ancestry

Jika teori-teori lain mengatakan bahwa alam semesta ini memiliki awal yang pasti, baik itu melalui penciptaan Tuhan atau Big Bang, maka tidak bagi Teori Cosmic Ancestry. Teori ini mengatakan bahwa kehidupan dan alam semesta ini memang dari awal selalu ada.

Lalu bagaimana menjelaskan mengenai dinosaurus, mikroba dan sejenisnya? Teori ini mengatakan bahwa karena mikroba merupakan hal yang pasti selalu ada di dunia ini, maka mikroba ini

(18)

dinosaurus dan seterusnya. Karena alam semesta ini akan selalu ada, maka hal ini akan selalu terjadi selamanya dan terus menerus.

7. Ancient Astronaut

Anda pernah menonton Prometheus? Ide umum dari teori ini adalah seperti pada film tersebut. Alien

datang ke bumi berjuta-juta tahun yang lalu dan menabur kehidupan, baik untuk tujuan masa depan atau ketidaksengajaan. Uniknya, orang-orang yang mempercayai teori ini juga mengatakan bahwa bangunan Piramid dan hal-hal serupa adalah bukti bahwa Alien-lah yang mengarahkan

perkembangan evolusi manusia, bahkan teori lain yang berdasar dari teori ini mengatakna bahwa Dewa-dewa dari hampir seluruh agama adalah sebenarnya mahluk terestial (alien).

6. Progressive Creationism

(19)

sebenarnya adalah jutaan tahun dan berisikan banyak evolusi. Inilah yang diusulkan di teori Progressive Creationism (Penciptaan Progresif).

Teori ini mengatakan bahwa Tuhan membuat bumi secara perlahan-lahan dimana tanaman dan hewan membutuhkan waktu untuk beradapatasi agar mereka dapat cocok dengan kehidupan di dunia. Intinya ia mengatakan bahwa tidak ada spesies yang secara langsung tiba-tiba muncul sebagai bentuk yang baru. Jadi teori ini sebenarnya juga adalah teori evolusi.

5. Punctuated Equilibirium

Teori ini mengatakan bahwa jika evolusi adalah sebuah proses yang bertahap maka seharusnya penemuan-penemuan fosil memberikan kita banyak fosil yang menunjukkan proses transisi tersebut. Tapi pada kenyataannya hal tersebut tidak ada. Ini karena evolusi sebenarnya terjadi dalam sebuah proses yang sangat mendadak dan cepat.

Sesudah bertahan selama jutaan atau bahkan miliaran tahun, perubahan lingkungan menyebabkan sebuah spesies mengalami evolusi tersebut. Karena adanya perubahan lingkungan, maka hanya si mahluk 'baru' inilah yang dapat bertahan hidup sedangkan nenek moyangnya muncul dalam bentuk fosil.

(20)

Teori ini mengatakan bahwa kita semua berevolusi dari burung ke hewan lainnya lalu ke monyet, sebelum menghabiskan waktu ribuan tahun sebagai manusia purba. Karena kita merupakan produk dari berbagai hewan yang ada sebagai hasil evolusi dari satu hewan ke hewan lainnya dan berakhir sebagai manusia. Maka itu jugalah yang menyebabkan mengapa kita memiliki kepribadian yang unik dibandingkan hewan lainnya, dimana kita mengalami perasaan yang tidak dialami hewan lainnya.

3. Theistic Evolution

Theistic Evolution adalah salah satu dari 3 teori utama yang menjelaskan mengenai asal mula manusia. Dua lainnya adalah teori evolusi Darwin (teori atheistic) dan teori penciptaan khusus (agama). Teori ini sebenarnya serupa dengan progressive creationism.

(21)

pengetahuan, yaitu Big Bang, fisika kuantum dan seterusnya. Alam semesta ini merupakan hasil dari Tuhan sebagai professor menggabungkan berbagai jenis atom dalam laboratorium suci

pengetahuannya. Teori ini membuat para pemercaya agama tidak lagi menghabiskan waktu mereka berdebat akan agama dan pengetahuan, karena teori ini menjembataninya.

2. Teori Evolusi Darwin

Salah satu teori yang paling dikenal mengenai keberadaan manusia, dimana ia mengatakan bahwa manusia sebenarnya berasal dari monyet yang berevolusi dalam jangka waktu lama hingga menjadi manusia purba dan manusia purba tersebut berevolusi lagi menjadi manusia modern seperti kita ini. Semua evolusi tersebut memakan jangka waktu yang sangat lama. Ini adalah teori yang

melambangkan pengetahuan di mata para ilmuwan.

(22)

Ini adalah teori penciptaan seperti pada di agama-agama dimana Tuhanlah yang menciptakan Bumi dan alam semesta serta manusia di dalamnya dalam waktu 6 hari 24 jam setiap harinya. Dimana Bumi sebenarnya hanyalah berumur 6.000 tahun dan Tuhan menciptakan setiap halnya secara khusus benar-benar untuk hal tersebut, berbeda halnya dengan teori evolusi yang mengatakan bumi berumur miliaran tahun. Teori ini dipercaya oleh banyak orang sesuai dengan jumlah orang yang percaya dengan agama-agama utama di dunia ini. Teori inilah yang melambangkan agama, dan membuat perseteruan tiada akhir antara teori darwin dengan teori ini sendiri.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak

Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami

di halaman ini.

arena praktek diktatorisme komunis di beberapa negara—yang tentu saja lepas dari kesalahan Marx dan banyak faktor yang perlu dijelaskan, terutama karena serangan kapitalis dan

deligitimasinya (’black-propaganda’) terhadap sosialisme-komunisme yang cukup berhasil. Hanya sedikit yang tahu bagaimana Marx sesungguhnya seorang yang humanis dan romantis, serta konsisten dalam perjuangan kemanusiaan. Sebagaimana kita tahu dari buku ini yang banyak mngutip Marx, dalam filsafatnya ternyata banyak uraian Marx yang berbicara masalah Cinta dan kepercayaan yang bisa dibangun oleh manusia. Cita-cita Marx adalah: ”… Kemudian cinta hanya dapat ditukar dengan cinta, kepercayaan dengan kepercayaan..” (hlm. 22).

Apakah dalam hidup kita perlu filsafat cinta ?

Seberapa penting Filsafat Cinta bagi Kehidupan kita ? Pertanyaan diatas butuh pencerahan dari kalangan pembaca. Mari ber – apresiasi…!

Filsafat adalah ilmu yang selalu mencari kebenaran. Tujuannya supaya hidup manusia

semakin baik. Dengan mempelajari filsafat kita akan tahu tentang esensi Hidup dan Kehidupan serta akan lebih bisa ber- empati dengan orang lain.

Tidak gampang menvonis orang lain karena salah dan benar, yang oleh orang banyak hal itu sangat relatif, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Yang kuasa.

Filsafat terkait dengan logos ( ilmu ) yang terbentuk dari sejumlah informasi yang diterima seseorang dari relasi yang dibangunnya dan mengendap dalam memorinya.

Jika kita mampu menggunakan Ilmu / tata pikir yang kita miliki, maka kita sudah masuk dalam tataran implementasi filsafat dalam kehidupan nyata, dan sebaiknya dilakukan

bagi keharmonisan hidup.

Jangan terlalu dipikir… seberapa angka dari tulisan di atas, tapi lebih baik kita coba untuk mengerti seberapa nilainya.

Untuk menghilangkan keraguan mari kita telusuri filsafat cinta yang mungkin identik dengan kata-kata bijak dalam konteks cinta, dengan sebuah ilustrasi :

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab ke- elokan parasnya

dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik pada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah Tetapi tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.”

(23)

khusus bagi yang sedang dilanda kasmaran.

# Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah dendam bahkan membalas dendamnya. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan manakala kebencian membawa kemusnahan.

# Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya

menganugerahkan Sekeping Hati pada kita ?

Karena Tuhan telah memberikan Sekeping Hati lagi kepada seseorang untuk kita cari dan itulah namanya CINTA.

# Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata : Aku turut bahagia untukmu.

# Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup . Dan jangan sesekali kamu mengatakan tidak mencintainya lagi, bilamana kamu masih belum dapat melupakannya.

# Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,

tetapi lebih menyakitkan lagi, kamu mencintai seseorang tetapi kamu tidak pernah berani mengutarakan cintamu kepadanya.

# Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.

# Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta, namun apabila sampai saatnya, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi, dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

# Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, dan bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu serta cemburu.

# Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut, tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang terindah dan suci, jika manusia dapat menilai kesuciannya.

# Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

# Satu – satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang adalah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

# Jiwa sepi tanpa cinta, hati akan mati tanpa Iman. Kemarin adalah kenangan, esok adalah impian dan hari ini adalah kenyataan.

# Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan, tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan. Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu

telah pergi. Definisi Cinta

(24)

Hakikat Cinta

Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Cinta kepada Allah

Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)

Macam-macam cinta

Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:

Pertama, cinta ibadah.

Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas. Kedua, cinta syirik.

Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allahberfirman:

“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

Ketiga, cinta maksiat.

Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:

“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20) Keempat, cinta tabiat.

Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:

“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf:

Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.

Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh

mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.

Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.

Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.

Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.

(25)

berikutnya menuju manifestasi; karena itu kecerdasan dan cinta sama unsurnya. Benda-benda seperti batu dan tumbuh-tumbuhan, tak memiliki kecerdasan, sehingga tak memiliki cinta, kecuali suatu persepsi kecil tentang cinta yang ada di dalam kehidupan tumbuh-tumbuhan. Tetapi di antara hewan dan burung-burung, kecerdasan berkembang, sehingga cinta di dalam diri mereka dapat menunjukkan diri. Wujud adalah dunia obyektif, yang diciptakan untuk dicintai, karena cinta tak dapat diwujudkan bila tak ada sesuatu yang dicintai. Shuhud adalah realisasi pengalaman cinta dalam aspek apapun.

Kata cinta, dalam bahasa Inggris 'love', dalam bahasa Sanskrit 'Lobh', berarti keinginan,

hasrat.Cinta adalah hasrat untuk menyadari sesuatu yang dicintai. Karena itu, Shuhud, realisasi cinta,merupakan satu-satunya tujuan setiap jiwa. Cinta, dalam berbagai aspeknya, dikenal pula dengan sebutan: kehendak, keinginan, hasrat, kebaikan, suka, dan lain-lain.

Para Sufi berkata bahwa alasan penciptaan adalah karena Yang Mahasempurna ingin mengetahui diri-Nya, dan melakukannya dengan membangkitkan cinta dari sifat-Nya dan membuatnya menjadi obyek cinta, yang merupakan keindahan. Dengan makna ini, para darwis saling menghormati satu sama lain dengan berkata, "Ishq Allah, Ma'bud Allah" -- 'Allah adalah cinta dan Allah adalah [kekasih] yang dicintai.'

Seorang penyair Hindustan berkata, "Hasrat untuk melihat kekasih membawaku ke dunia, dan hasrat yang sama untuk melihat kekasih membawaku ke surga."

Karena cinta merupakan sumber ciptaan dan pemelihara nyata dari semua keberadaan, maka, bila manusia tahu bagaimana cara memberikannya kepada dunia di sekelilingnya sebagai simpati, sebagai kebaikan, pelayanan, ia memberi kepada semuanya makanan kepada setiap jiwa yang lapar. Jika orang mengetahui rahasia hidup ini ia akan menguasai dunia dengan pasti.

Cinta selalu dapat dikenal di dalam gagasan, ucapan, dan perbuatan orang yang mencintai, karena setiap ekspresinya terdapat kehangatan yang muncul sebagai keindahan, kelembutan, dan kehalusan. Hati yang terbakar oleh api cinta cenderung untuk melelehkan setiap hati yang dijumpainya.

Cinta menghasilkan pesona pada pecinta sehingga sementara ia mencintai seseorang, semua mencintai pecinta itu. Magnetisme cinta dijelaskan oleh seorang penyair Hindustan: "Mengapa tidak semua hati dilelehkan menjadi tetesan-tetesan oleh api yang dipelihara hatiku sepanjang hidupku? Karena sepanjang hidup aku meneteskan air mata derita karena cinta, pecinta berkunjung ke kuburku penuh dengan air mata." Untuk mengajarkan cinta, Nabi Isa berkata, "Aku akan membuatmu menjadi pemancing manusia." Jalaluddin Rumi berkata: "Setiap orang tertarik kepadaku, untuk menjadi sahabatku, tapi tak seorang pun tahu apa di dalam hatiku yang menariknya."

Cinta itu alami dalam setiap jiwa. Semua pekerjaan dalam hidup, penting atau tak penting, dalam suatu cara cenderung ke arah cinta; karena itu tak seorang pun di dunia yang dapat disebut sepenuhnya tanpa cinta. Cinta adalah sesuatu yang dibawa setiap jiwa ke dunia, tetapi setelah tiba di dunia, orang berperan dalam semua kualitas tanpa cinta. Andai tidak, kita pasti sudah pahit, cemburu, marah, dan penuh kebencian ketika kita lahir. Bayi tak punya kebencian. Anak kecil yang kita sakiti, dalam beberapa menit akan datang dan memeluk kita.

(26)

pandangan pertama, kadang-kadang kehadiran seseorang menarik kita seperti magnet,

kadangkadang kita melihat seseorang dan merasa, "Mungkin aku telah mengenalnya." Kadang-kadang kita berbicara dengan orang lain dan merasakan mudah memahami seolah-olah kedua jiwa saling mengenal. Semua ini berkaitan dengan 'pasangan jiwa'.

Hati yang tercerahkan dan cinta lebih berharga daripada semua permata di dunia. Ada berbagai macam hati sebagaimana adanya berbagai macam unsur di dunia. Pertama, hati dari metal perlu lebih banyak waktu dan lebih banyak api cinta untuk memanaskannya, setelah panas ia akan meleleh dan dapat dibentuk menurut kehendak ketika itu, namun kemudian menjadi dingin kembali. Kedua, hati yang terbuat dari lilin, yang segera meleleh ketika bersentuhan dengan api, dan bila mempunyai sumbu ideal, ia akan mempertahankan api itu hingga lilin habis terbakar. Ketiga, hati dari kertas yang dapat menyala dengan cepat ketika bersentuhan dengan api dan berubah menjadi abu dalam sekejap.

Cinta itu seperti api. Nyalanya adalah pengorbanan, apinya adalah kearifan, asapnya adalah keterikatan, dan abunya adalah keterlepasan. Api muncul dari nyala, demikian pula kearifan yang muncul dari pengorbanan. Bila api cinta menghasilkan nyala, ia menerangi jalan, dan semua kegelapan lenyap. Bila daya-hidup bekerja di dalam jiwa, itu adalah cinta; bila bekerja di dalam hati, itu adalah emosi, dan bila bekerja di dalam tubuh, itu adalah nafsu. Karena itu orang yang paling mencinta adalah yang paling emosional, dan yang paling emosional adalah yang paling bernafsu, sesuai dengan dataran yang paling disadarinya. Bila ia bangkit di dalam jiwa, ia mencintai; bila bangkit di dalam hati, ia emosional; bila sadar akan tubuh, ia bernafsu. Ketiganya dapat digambarkan dengan api, nyala api, dan asap. Cinta adalah api di dalam jiwa, ia adalah nyala api bila hati dinyalakan, dan ia adalah asap bila ia menjelma melalui tubuh.

Cinta pertama adalah bagi diri sendiri. Bila dicerahkan, orang melihat manfaatnya yang sejati dan ia menjadi orang suci. Tanpa cahaya pencerahan, manusia menjadi egois hingga ia menjadi setan. Cinta kedua diperuntukkan bagi lawan jenis kelamin. Bila demi cinta, ia bersifat surgawi; dan bila demi nafsu, ia bersifat duniawi. Bila cukup murni, cinta ini tentu dapat menghilangkan gagasan tentang diri sendiri, tetapi manfaatnya tipis dan bahayanya besar. Cinta ketiga

diperuntukkan bagi anak-anak, dan ini merupakan pelayanan pertama bagi makhluk Allah. Memberikan cinta kepada anak-anak, adalah memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang dipercayakan oleh Pencipta, tetapi bila cinta ini meluas hingga mencakup seluruh ciptaan Allah, hal ini mengangkat manusia menjadi orang-orang pilihan Allah.

(27)

kristal.

Tiada daya yang lebih besar daripada cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati. Orang berkata, "Ia berhati lembut, ia lemah," tetapi banyak orang yang tidak tahu kekuatan apa yang muncul dari hati yang menjadi lembut dalam cinta. Seorang serdadu

bertempur di medan perang demi cinta kepada rakyatnya. Setiap pekerjaan yang dilakukan dalam cinta, dilakukan dengan seluruh daya dan kekuatan. Khawatir dan alasan, yang membatasi daya, tak mampu melawan cinta. Seekor induk ayam, meskipun sangat takut, dapat melawan seekor singa untuk melindungi anak-anaknya. Tiada sesuatu yang terlalu kuat bagi hati yang mencintai. Daya cinta menyelesaikan semua urusan dalam hidup sebagaimana daya dinamit yang

mengalahkan dunia. Dinamit membakar segala sesuatu, demikian pula cinta: bila terlalu kuat ia menjadi roda pemusnah, dan segalanya menjadi salah dalam hidup pecinta. Itulah misteri yang menjadi penyebab penderitaan hidup seorang pecinta. Namun, pecinta itu mengambil manfaat dalam kedua kasus. Bila ia menguasai keadaan, ia seorang penguasa (master). Bila ia kehilangan semuanya, ia orang suci.

Cinta mengatasi [berada di atas] hukum, dan hukum berada di bawah cinta. Keduanya tak dapat dibandingkan. Yang satu dari langit, yang satu dari bumi. Bila cinta mati, hukum mulai hidup. Maka, hukum tak pernah menemukan tempat bagi cinta, demikian pula cinta tak dapat

membatasi diri dengan hukum; hukum itu terbatas, dan cinta itu tak berbatas. Seseorang tak dapat memberi alasan mengapa ia mencintai orang tertentu, karena tiada alasan bagi segalanya kecuali cinta. Tatkala seorang filosof sedang jatuh cinta dengan seorang gadis cantik

Apa yang bisa dia katakan kepada gadis itu.

Mungkin dia akan mengatakan "Logikaku tak pernah habis mengurai tubuhmu". Atau " Wahai gadis, bisakah kita membuat sintesis psikologis yang menguntungkan?"

Atau " Perempuan, bau rambutmu sangat mengganggu pikiranku. AKu ingin melumat tubuhmu hingga tak tersisa, biar nalarku kembali bekerja"

Atau mungkin dia akan berkata "kekasihku, kau telah runtuhkan logikaku, dan menyisakan senyawa cinta. Kurasa, aku telah jatuh cinta".

Saat itulah...sang filosof menjadi orang terbodoh di dunia

(28)

ring tak disadari, kita berpikir hampir selalu dalam dikotomi...

kadang kita menganggap itulah lawan kata dari yang sebelumnya... tapi benarkah demikian?

benarkah salah selalu berlawanan dengan benar? benarkan baik selalu berlawanan dengan buruk? benarkah laki selalu berlawanan dengan wanita? benarkah gelap selalu berlawanan dengan terang? benarkah siang selalu berlawanan dengan malam? benarkah cinta selalu berlawanan dengan benci?

Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta?

salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh (?) yang berkunjung ke tempat Robi'ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah,

si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu.

Robi'ah tersenyum...

dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri, sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,"Benarkah orang itu benci kepada dunia?"

Robiah tersenyum dan berkata,"Bagaimana mungkin dia membenci dunia? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya"

Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,"ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?"

Dzunnun menjawab,"kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya" Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang.

Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita,

"Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah swt, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi di datangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,"wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah." dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,"Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya"

Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya.. kemudian ia berkata,

(29)

Dan baru saja kemaren saya tertegun ketika membaca buku "Secret of Power Negotiating", di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,"apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??" , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN...

Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya...

Seseorang bersyair..

"ya kekasih...dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku...itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku"

hati seorang pecinta..

lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai.. dari pada ketidak peduliannya..

baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya... ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya...

"KETIDAKPEDULIAN adalah lawan dari CINTA"

Figur

Gambar 1. Elemen utama kajian sistematis, diadaptasi dari Petrokofsky et al. 2011 dan
Gambar 1 Elemen utama kajian sistematis diadaptasi dari Petrokofsky et al 2011 dan . View in document p.8

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (29 Halaman)
Related subjects : Cinta kepada Allah