STRATEGI PEMASARAN EKOWISATA BAHARI PULAU HOGA TAMAN
NASIONAL WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Nurhidayati
Program Studi Manajemen STIE Enam Enam Kendari/Email: [email protected],
Abstract. This study aims to examine and analyze the effect of product, price, promotion, place, people, and physical evidence to the satisfaction of visitors. Issues raised in this research is how to influence the product, price, promotion, place, people, and physical evidence of an effect on visitor satisfaction on Hoga Island attractions. In this study using a kind of explanatory research is a study conducted to explain the causal relationship between the variables and testing hypothesis. In this case describes the influence of relationship marketing mix which includes product, price, promotion, place, people and the physical evidence to the satisfaction of the visitor attraction Hoga Island Wakatobi National Park.The study was conducted by survey method distributing questionnaires to 135 visitor attractions Hoga Island. Sampling studies using accidental sampling technique that is committed again person or objecten countered by chance there. The results showed that the product, price, promotion, place, people and physical evidence significantly influence visitor satisfaction Hoga Island attractions.
1. PENDAHULUAN
Taman Nasional Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya, dengan panorama bawah laut yang menakjubkan. Wakatobi merupakan kependekan dari nama empat pulau besar yang ada di kawasan tersebut, yaitu Pulau Wangi-wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko. Luas masing-masing pulau adalah Pulau Wangi-wangi (156,5 km2), Pulau Kaledupa (64,8 km2), Pulau Tomia (52,4 km2), dan Pulau Binongko (98,7 km2). Kekayaan sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya dengan panorama bawah laut yang menakjubkan menjadikan kepulauan Wakatobi dijuluki surga bawah laut di antara pusat segitiga karang dunia (The heart of coral triangle centre) yaitu wilayah yang memiliki keanekaragaman terumbu karang dan keanekaragaman hayati lainnya (termasuk ikan) tertinggi di dunia, yang meliputi Philipina, Indonesia sampai kepulauan Solomon. Kekayaan keanekaragaman hayati laut menjadikan Kepulauan Wakatobi ditunjuk sebagai Taman Nasional Laut berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 393/Kpts- VI/1996 tanggal 30 Juli 1996 dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 7651/Kpts/II/2002 tanggal 19 Agustus 2002 dengan luasan 1.390.000 Ha.
Pulau Hoga merupakan salah satu pulau di wilayah Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang disebut juga dengan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Pulau Hoga terletak di timur Pulau Kaledupa. Secara administratif pulau kaledupa terdiri dari dua kecamatan yaitu kecamatan kaledupa dan kaledupa selatan. Dibandingkan dengan pulau lain diwakatobi, kepadatan penduduk di lokasi tersebut adalah yang tertinggi yaitu sebanyak 166 jiwa/km2
. Sebagian besar penduduknya
bermata pencaharian sebagai nelayan dengan produksi penangkapan ikan yang sangat berlebih. Maka dari itu sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional bernama operation wallacea semenjak 2007 telah melakukan riset serta penyuluhan kepada para nelayan untuk tidak melakukan penangkapan ikan didaerah konservasi laut dengan bersama-sama melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Dengan diresmikannya pusat penelitian pulau hoga oleh Bupati Wakatobi, Ir. Hugua maka setiap tahunnya banyak sekali peneliti dari eropa yang datang ke pulau hoga. Pulau Hoga merupakan salah satu pulau wisata bawah laut terindah di dunia. Pulau ini memiliki 750 spesies koral dari sekitar 850 yang ada di dunia.
maupun mancanegara lima tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang begitu pesat, hal ini dapat dilihat dari data peningkatan jumlah wisatawan berikut ini:
Tabel 1.Jumlah Kunjungan Wisatawan
Berdasarkan tabel jumlah kunjungan wisatawan tersebut menunjukan bahwa pada tahun 2008 jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebanyak 2509 wisatawan. Pada tahun 2009 jumlah wisatawan mengalami peningkatan dengan jumlah 4215 wisatawan. Kemudian pada tahun 2010 terus mengalami peningkatan sebanyak 4920 wisatawan baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Selanjutnya pada tahun 2011 jumlah wisatawan mengalami peningkatan yang pesat dimana jumlahnya menunjukan 6793 wisatawan. Dan pada tahun 2012 jumlah kunjungan wisatawan tetap mengalami peningkatan yang pesat dengan jumlah 7698 wisatawan.
Akan tetapi berdasarkan fenomena yang ada, Perkembangan kegiatan pariwisata di Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi dihadapkan pada kondisi pariwisata yang kurang berkembang dalam hal kegiatan pemasarannya. Hal ini dapat dilihat dengan sedikitnya produk-produk pariwisata yang ditawarkan seperti diving dan snorkling padahal potensi wisata alamnya sangat beragam, sedikitnya kegiatan promosi untuk memperkenalkan objek wisata, aksesibilitas ke kawasan yang masih rendah, harga penginapan atau hotel yang kompetitif dan kurangnya sarana-prasarana kegiatan wisata seperti jaringan listrik, air bersih dan jaringan telekomunikasi di Kawasan Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi. Berdasarkan permasalahan yang ada, adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk menguji dan menganalisis pengaruh produk terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi, Untuk menguji dan menganalisis pengaruh harga terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi, Untuk menguji dan manganalisis pengaruh promosi terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi, Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tempat terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi, Untuk menguji dan menganalisis pengaruh orang (layanan) terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi, serta Untuk menguji dan menganalisis pengaruh bukti fisik terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi.
meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan (Tjiptono,2001) bahwa pada tingkat harga tertentu, jika manfaat yang dirasakan meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Apabila nilai yang dirasakan pelanggan semakin tinggi, maka akan menciptakan kepuasan pelanggan yang maksimal. Hal ini dipertegas dengan hasil dari penelitian yang di lakukan oleh Wilailuk Sereetrakul (2012) yang menunjukan bahwa harga berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Akan tetapi bertolak belakang dengan hasil penelitian (Amzad Hossain, Wang Aimin&Sumayya Begum, 2012), yang menyatakan bahwa bauran harga berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, enam dari tujuh elemen bauran pemasaran yang berhubungan positif dengan kepuasan wisatawan, akan tetapi harga yang dikenakan oleh otoritas tidak memuaskan bagi pengunjung. Selain itu, beberapa fasilitasdan layanan tidak memenuhi harapan pengunjung. Disamping itu pula penelitian Ayed Al Muala dan Majed Al Qurneh (2012) yang menemukan bahwa bauran produk berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini memiliki persamaan pada pernyataan hasil penelitian Wilailuk Sereetrakul (2012) bahwa bauran produk, promosi, tempat, orang dan bukti fisik tidak membawa pengaruh yang positif terhadap kepuasan wisatawan asing, sedangkan bauran harga dan proses mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan wisatawan asing.
Bertitik tolak berdasarkan fenomena yang ada pada objek wisata Pulau Hoga dan berdasarkan research gap yang ada, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Strategi Pemasaran Ekowisata Bahari Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara.
2. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan jenis penelitian explanatory research yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel dan pengujian hipotesis (Singarimbun, 1995). Dalam hal ini menjelaskan hubungan pengaruh strategi bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi, tempat dan orang/people terhadap kepuasan pengunjung pada objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi. Pada penelitian ini strategi pemasaran menekankan pada strategi bauran pemasaran yang meliputi elemen produk, harga, promosi, tempat, orang, dan bukti fisik.
berdasarkan kebetulan ada atau dijumpai, dimana dalam penelitian ini jumlah sampelnya sebanyak 135 orang wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi.
Selain itu jumlah sampel total pada penelitian ini merujuk pula pada sampel minimal dengan menggunakan alat analisis SEM yaitu 100 - 200 sampel (Hair, Anderson, Tatham dan Black dalam Ferdinand, 2000, p.48). Menurut Hair, Anderson, Tatham dan Black (Ferdinand, 2000, p.48) pada suatu penelitian yangmenggunakan teknik analisa SEM, mengharuskan bahwa sampel yang diangga prepresentatif untuk digunakan dalam penelitian adalah lima (5) sampai dengan sepuluh (10), dikalikan jumlah parameter yang diestimasikan. Dengan demikian sampel minimal untuk penelitian ini dengan jumlah parameter yang diestimasikan sebanyak 27 adalah: 5 x 27 = 135 responden. Pada penelitian ini alat analisis yang digunakan adalah Sructural Equetion Modelling (SEM) dengan menggunakan program AMOS versi 22
3. HASIL PENELITIAN
Tabel 2.Pengujian Goodness of Fit Model Overall
Goodness of Fit Hasil Perhitungan Syarat Baik Keterangan
Hasil Arti
Chi Kuadrat 189,741 Besar Kecil Kurang Baik
Probabilitas 0,48 >0,05 >0,05 Baik
CMIN/DF 1,193 ≤ 2 ≤ 2 Baik
GFI 0,890 ≤0,90 ≥ 0,90 Marginal
AGFI 0,841 ≤0,90 ≥0,90 Marginal
TLI 0,953 ≥0,95 ≥ 0,95 Baik
CFI 0,964 ≥0,95 ≥0,95 Baik
RMSEA 0,038 ≤0,08 ≤0,08 Baik
Sumber: Data Primer, Diolah Tahun (2014)
Pengujian fit atau tidaknya model tahap akhir seperti yang terlihat pada Tabel 4.17 menghasilkan keputusan sebagai berikut :
(1). Chi- Square Statistic (X2)
Mengacu pada Tabel 4.18 terlihat pada angka Chi-Square adalah sebesar 189,741 (p= 0,000). Artinya, model SEM adalah kurangbaik, karena nilai X2-nya relatif besar akan tetapi didukung oleh
pembentuk kriteria model SEM yang lain dengan hasil yang baik.
(2). CMIN/DF
(3). Goodness of Fit Index (GFI)
Angka GFI, yaitu sama-sama menunjukkan angka mendekati persyaratan model yang baik (0,90). Hasil perhitungan GFI adalah sebesar 0,890. Artinya model dalam penelitian ini tergolongcukup baik (marginal) karena nilai GFI- nya mendekati 0,90 atau 0,890.
(4). Adjusted Goodness of Fit Index( AGFI)
Hasil perhitungan AGFI masih sama-sama menunjukkan hasil yang mendekati persyaratan model yang baik yaitu sebesar 0,841. Jika nilai AGFI adalah 0,841 mendekati 0,90, maka menunjukkan hasil model yang marginal.
(5). Tucker Lewis Index (TLI)
Hasil pengujian model menunjukkan pada nilai TLI adalah sebesar 0,953 atau telah berada diatas persyaratan model (0,95). Dengan demikian berdasarkan indikator TLI menunjukkan hasil yang baik (good).
(6). Comparative Fit Index (CFI)
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai CFI adalah sebesar 0,964 atau telah berada diatas persyaratan model 0,95. Dengan demikian berdasarkan indikator CFI telah menunjukkan hasil yang baik ( good).
(7). The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA )
Sama halnya dengan perhitungan RMSEA adalah sebesar 0,038 atau telah berada dibawah persyaratan model ≤0,80. Dengan demikian berdasarkan indikator RMSEA telah menunjukkan hasil yang baik (good).
Tabel 3.Regression Weight Full Model
Variabel Estimate P_Value Keterangan
Kepuasan <--- produk 1,000 signifikan Kepuasan <--- Harga 1,926 *** signifikan Kepuasan <--- promosi 1,000 signifikan Kepuasan <--- tempat 1,174 *** signifikan Kepuasan <--- Orang ,658 ,006 signifikan Kepuasan <--- b-fisik 1,000 signifikan
Sumber: Data Primer, Diolah Tahun (2014)
Tabel 4.Standardized Regression Weight Full Model
Variabel Koefisien jalur
kepuasan <--- Produk 1,056 kepuasan <--- Harga 1,477 kepuasan <--- Promosi 1,088 kepuasan <--- Tempat ,931 kepuasan <--- Orang ,551 kepuasan <--- b-fisik ,617
Sumber: Data Primer, Diolah Tahun (2014)
hipotesis 1 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa produk wisata Pulau Hoga menarik untuk dikunjungi, disamping itu pula Produk wisata Pulau Hoga memenuhi keinginan dan kebutuhan wisatawan untuk melakukan kegiatan wisata, serta Produk wisata Pulau Hoga memiliki keistimewaan tambahan (features) sehingga dengan demikian akan membuat para pengunjung merasa puas dengan apa yang mereka konsumsi pada jasa wisata Pulau Hoga.
Pengujian Hipotesis 2 (H2) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga(X2) terhadap kepuasan pengunjung (Y). Berdasarkan nilai pada tabel Regression Weight Full Model pengaruh harga terhadap kepuasan pengunjung menunjukan bahwa nilai koefisien jalur sebesar 1,477 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 ( < 0,05). Dengan demikian bahwa hipotesis 2 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga yang ditawarkan oleh pengelola objek wisata Pulau Hoga relatif terjangkau oleh wisatawan. Dimana adanya keterjangkauan harga produk-produk wisata Pulau Hoga, Kesesuaian harga dengan kualitas produk-produk wisata Pulau Hoga, serta Kesesuaian harga dengan manfaat yang diperoleh sehingga membuat para pengunjung merasa puas dengan harga yang telah ditetapkan.
Pengujian Hipotesis 3 (H3) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi(X3) terhadap kepuasan pengunjung (Y). Berdasarkan nilai pada tabel Regression Weight Full Model pengaruh promosi terhadap kepuasan pengunjung menunjukan bahwa nilai koefisien jalur sebesar 1,088 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 ( < 0,05). Dengan demikian bahwa hipotesis 3 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa promosi yang telah dilakukan oleh pihak pengelola objek wisata sudah dapat diakses oleh pengunjung baik diberbagai media massa maupun internet dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi dilapangan.
Pengujian Hipotesis 4 (H4) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara tempat(X4) terhadap kepuasan pengunjung (Y). Berdasarkan nilai pada tabel Regression Weight Full Model pengaruh tempat terhadap kepuasan pengunjung menunjukan bahwa nilai koefisien jalur sebesar 0,931 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 ( < 0,05). Dengan demikian bahwa hipotesis 4 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tempat objek wisata mudah dijangkau dan untuk mengaksesnya mempunyai banyak alternatif baik melalui perjalanan laut maupun udara. Dengan demikian dengan adanya Letak produk-produk wisata yang strategis dan sarana transportasi memudahkan wisatawan dalam mencapai tempat tersebut, Tempat yang sangat nyaman bagi wisatawan, Keamanan kawasan sekitar tempat-tempat wisata terjaga sehingga dapat membuat para pengunjung merasa nyaman dan puas berada di lokasi tempat wisata.
Full Model pengaruh orang (people) terhadap kepuasan pengunjung menunjukan bahwa nilai koefisien jalur sebesar 0,551 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,006 ( < 0,05). Dengan demikian bahwa hipotesis 5 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa orang dalam hal ini pelayanan yang diberikan kepada pengunjung sudah baik yaitu dengan Mempunyai kemampuan cepat tanggap dalam memenuhi keinginan wisatawan, Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada wisatawan, dan Memberikan pelayanan yang sopan dan ramah kepada wisatawan sehingga para pengunjung merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Pengujian Hipotesis 6 (H6) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara bukti fisik(X6) terhadap kepuasan pengunjung (Y). Berdasarkan nilai pada tabel Regression Weight Full Model pengaruh bukti fisik terhadap kepuasan pengunjung menunjukan bahwa nilai koefisien jalur sebesar 0,617 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 ( < 0,05). Dengan demikian bahwa hipotesis 6 dalam penelitian ini diterima. Oleh karena nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa bukti fisik berupa sarana dan prasarana wisata yang terdapat di tempat wisata Pulau Hoga sudah memenuhi kebutuhan pengunjung dengan adanya Tata letak fasilitas (interior dan eksterior) yang menarik, Kenyamanan peralatan, reliabilitas, ketertarikan, dan kemudahan penggunaan, dan Kecocokan kapasitas eksterior seperti sarana tempat berjemur di pantai sehingga membuat para pengunjung memperoleh kemudahan dan merasa puas dalam menggunakan fasilitas wisata.
4. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini, maka dapat diuraikan pembahasan sebagai berikut:
4.1. Pengaruh Produk Terhadap Kepuasan Pengunjung
wisata sehingga membuat mereka puas dengan apa yang mereka peroleh dari kualitas produk yang pengunjung konsumsi.
Hal ini sejalan dengan bebrapa teori yang dikemukakan oleh Lupiyoadi (2001) menyebutkan salah satu dari lima faktor utama yang perlu diperhatikan perusahaan dalam kaitannya dengan kepuasan konsumen adalah Kualitas produk, yaitu pelanggan akan merasa puas bila hasil mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.Semakin tinggi tingkat kualitasproduk dalam memuaskan pelanggan, maka akan menyebabkan kepuasaanpelanggan yang tinggi pula (Kotler dan Amstrong, 2008). Mowen, dkk (2002) berpendapat kualitas produk mempunyai pengaruh yang bersifat langsungterhadap kepuasan pelanggan. Dengan meningkatkan kemampuan suatu produkmaka akan tercipta keunggulan bersaing sehingga pelanggan menjadi semakinpuas.Pemasar harus memahami produk (atraksi wisata) apa yang dinginkan dan bermanfaat dari sudut pandang pengunjung dalam hal ini wisatawan, seperti manfaat produk yang dapat memenuhi keinginan dan kepuasan pengunjung. Selanjutnya pengelola objek wisata juga harus memahami produk yang ada sekarang sehingga dalam memasarkan produk berupa jasa wisata akan mendapat respon yang positif. Respon ini tentunya keputusan pengunjung dalam memilih objek wisata yang sesuai dengan keinginannya.
4.2. Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Pengunjung
Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini menunjukan bahwa harga yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola objek wisata Pulau Hoga dapat dijangkau oleh wisatawan dengan tarif yang sesuai dengan manfaaat dan kualitas produk yang mereka tawarkan sehingga pengunjung akan merasa puas dengan apa yang mereka peroleh. Dalam penentuan harga juga disesuaikan dengan jenis produk yang ditawarkan, untuk aktivitas diving mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan wisata jemur dan sky boat karena tingkat kualitasnya berbeda. Disamping itu pula dalam penetapan harga homestay relatifmurah dan mudah dijangkau oleh pengunjung. Pernyataan yang dikemukakan tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Fandy Tjiptono, 2001) dimana pada tingkat harga tertentu, jika manfaat yang dirasakan meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Apabila nilai yang dirasakan pelanggan semakin tinggi, maka akan menciptakan kepuasan pelanggan yang maksimal. Hal ini dipertegas dengan hasil dari penelitian yang di lakukan oleh Wilailuk Sereetrakul (2012) yang menunjukan bahwa harga berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.
adalah wisatawan meninggalkan suatu daerah tujuan wisata dan tidak mau lagi mengunjungi daerah tujuan wisata tersebut.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wilailuk Sereetrakul (2012) mengenai perbandingan tingkat kepuasan yang dirasakan oleh wisatawan asing dan wisatawan lokal yang ada di Bangkok, dimana hasilnya terdapat perbandingan kepuasan dari segi harga, dalam hal ini wisatawan asing lebih puas dengan harga yang ditetapkan oleh pihak pengelola objek wisata dikarenakan wisatawan asing berasal dari Negara-negara dengan biaya hidup yang lebih tinggi seperti Amerika dan Inggris dengan pendapatan yang banyak dibandingkan dengan wisatawan lokal dalam hal ini masyarakat Thailand yang mempunyai biaya hidup yang rendah dan pada saat berkunjung ke tempat wisata di Bangkok harga yang diterapkan menurut meraka cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat perbedaan dengan penelitian Walailuk Sereetrakul dimana pada riset ini tidak terdapat perbedaan antara kepuasan wisatawan dari segi harga, sedangkan pada penelitian Walailuk Sereetrakul terdapat perbedaan tingkat kepuasan wisatawan asing dan wisatawan lokal dari segi penetapan harga.
4.3. PengaruhPromosi Terhadap Kepuasan Pengunjung
Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan promosi objek wisata Pulau Hoga sudah direalisasikan dengan baik seperti informasi yang diberikan kepada wisatawan sudah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi, sudah terealisasinya penyampaian informasi dan penayangan iklan baik dimedia massa maupun media internet berupa profil dan view/vista pulau hoga, produk wisata alam yang ditawarkan, informasi mengenai harga dan penginapan, dan lain sebagainya sehingga dapat memudahkan wisatawan untuk mengetahui tempat wisata dan mengenali produk-produk yang ditawarkan dengan demikian adanya promosi yang jelas dan benar keberadaannya maka akan membuat wisatawan puas akan informasi mengenai objek wisata Pulau Hoga.Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Philip Kotler, 2005) promosi memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan.Hal ini ditunjukkan pelanggan setelah terjadinya proses pembelian. Apabila pelanggan merasa puas, maka dia akan menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali membeli produk yang sama. Pelanggan yang puas juga akan cenderung memberikan referensi yang baik terhadap produk kepada orang lain.
4.4. Pengaruh Tempat Terhadap Kepuasan Pengunjung
Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa tempat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini menunjukan bahwa objek wisata Pulau Hoga mudah dujangkau oleh wisatawan dengan didukung oleh sarana transportasi laut dan udara, tempat objek wisata yang nyaman dimana jauh dari pemukiman masyarakat lokal sehingga pengunjung tidak merasa terganggu akibat kebisingan serta keamanan disekitar objek wisata juga terjaga karena memiliki petugas kemanan yang sering memantau daerah sekitar objek wisata dan sekitar perairan lautnya. Disamping itu pula untuk kawasan Pulau Hoga, titik penyelaman yang ada termasuk kedalam perairan Pulau Kaledupa, dimana Pulau Hoga memiliki keindahan terumbu karang yang sangat indah, selain itu juga kelimpahan jumlah ikan karang cukup tinggi. Hal ini di buktikan dengan banyaknya wisatawan asing maupun domestik yang datang untuk menyelam di kawasan Pulau Hoga ini.Faktor kecerahan perairan sangat menentukan kenyamanan wisatawan dalam melakukan kegiatan selam dan snorkelling.Perairan yang cukup cerah membuat wisatawan ingin berlama-lama melihat keankaragaman terumbu karang maupun biota yang ada disekitarnya. Selain itu terumbu karang akan tumbuh dengan baik pada perairan yang memilki kecerahan yang tinggi.
Tempat atau saluran distribusi merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para wisatawan yang memungkinkan mereka dapat dengan mudah sampai pada tujuan. Dalam perkembangan daerah wisata Pulau Hoga peran biro perjalanan wisata sangat diperlukan pada tahapan ini. Biro perjalanan wisata mampu membuat paket-paket wisata dan rencanan perjalanan wisata yang menarik yang dikombinasikan dengan berbagai kegiatan wisata seperti; tour, kegiatan petualangan, kegiatan budaya dan lain-lain.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler (2000:355) dengan melakukan bauran pemasaran yang tetap yaitu meliputi produk, harga, tempat, pelayanan dan promosi akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini juga dipertegas dengan hasil penelitian (Amzad Hossain, Wang Aimin & Sumayya Begum, 2012) menunjukan bahwa tempat mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan.
4.5. Pengaruh Orang Terhadap Kepuasan Pengunjung
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ayed Al Muala dan Majed Al Qurneh (2012) Menilai Hubungan bauran pemasaran dan Loyalitas melalui Kepuasan Wisatawan di Yordania Pariwisata Kuratif. Temuan menunjukan bahwa tempat , harga , orang mempunyai pengaruh positif signifikan pada proses kepuasan wisatawan. Disamping itu pula didukung oleh penelitian Mohammad Amzad, Wang Aimin, Sumayya Begum (2012) mengenai Investigasi Elemen Marketing Mix Pada Kepuasan Wisatawan: Sebuah Studi Empiris Pada East Lake. Temuan penelitian menunjukkan bahwa enam dari tujuh elemen bauran pemasaran yaitu produk, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan wisatawan.
4.6. Pengaruh Bukti Fisik Terhadap Kepuasan Pengunjung
Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini menunjukan bahwa bukti fisik berupa sarana dan prasarana wisata yang terdapat di tempat wisata Pulau Hoga sudah memenuhi kebutuhan pengunjung dengan adanya Tata letak fasilitas (interior dan eksterior) yang menarik, Kenyamanan peralatan, reliabilitas, ketertarikan, dan kemudahan penggunaan, dan Kecocokan kapasitas eksterior seperti sarana tempat berjemur di pantai sehingga membuat para pengunjung memperoleh kemudahan dan merasa puas dalam menggunakan fasilitas wisata. Selain itu pula terdapat ratusan homestay yang menyebar di sekitar kawasan wisata dengan susunan yang teratur dan letaknya ada yang terdapat di curam pantai. Selain itu pula terdapat aula bertingkat sebagai tempat makan, tempat pertemuan, dive center, toilet umum dan juga rumah penjaga kemanan. Operator selam pun berada tidak jauh dari tempat tersebut. Kawasan Pulau Hoga masih sangat alami, maka tak heran binatang-binatang melata pun kadang hadir disekitar homestay. Disekitar pulau hoga terdapat 22 lokasi penyelaman yang biasa dijadikan tempat penelitian. Beberapa informasi penting mengenai bahaya-bahaya ketika penyelaman dan pertolongan pertama dapat dilihat didepan aula yang sengaja dipublikasikan oleh para peneliti bagi pengunjung awam yang ingin menyempatkan diri menikmati keindahan bawah laut Pulau Hoga.
Hasil penelitian ini didukung oleh teori Zeithaml dan Bitner (1996) menyatakan bahwa physical evidence (bukti fisik) , people dan proses memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Dengan memisahkan dimensi-dimensi para peneliti menemukan bahwa sarana atau kondisi fisik,penampilan pegawai atau kemudahan dalam menikmati jasa memiliki efek positif terhadap kepuasan. Hal ini dapat diperkuat dengan hasil penelitian(Amzad Hossain, Wang Aimin & Sumayya Begum, 2012) yang menemukan bahwa bukti fisik berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan wisatawan.
5. PENUTUP
Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan tentang strategi pemasaran ekowisata bahari Pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam pengujian hubungan produk dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan produk terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin banyak variasi produk dengan kualitas yang baik maka akan meningkatkan kepuasan pengunjung objek wisata Pulau Hoga.
2. Dalam pengujian hubungan harga dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan harga terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin baik harga yaang ditetapkan dalam artian adanya kesesuaian harga dengan kualitas dan manfaat yaang diperoleh maka akan meningkatkan kepuasan bagi pengunjung objek wisata Pulau Hoga.
3. Dalam pengujian hubungan promosi dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan promosi terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin banyak dan akurat promosi dengan kualitas penyampaian informasi yang sesuai maka akan meningkatkaan kepuasan pengunjung.
4. Dalam pengujian hubungan tempat dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan tempat terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin terjangkau dan mudah diakses lokasi objek wisata maka akan membuat para wisatawan merasa puas dengan Objek wisata Pulau Hoga.
5. Dalam pengujian hubungan orang dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan orang terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin baik pelayanan yang diberikan oleh pengelola objek wisata maka akan semakin puas para pengunjung yang berdatangan.
6. Dalam pengujian hubungan bukti fisik dengan kepuasan pengunjung menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan bukti fisik terhadap kepuasan pengunjung. Artinya semakin baik dan lengkap bukti fisik dalam artian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh objek wisata Pulau Hoga maka akan semakin puas pengunjung yang menikmati dan mengkonsumsi jasa wisata Pulau Hoga.
1. Penetapan harga pada objek wisata Pulau Hoga perlu diperhatikan dalam hal inikesesuaian harga dengan manfaat yang diperoleh sehingga diharapkan pihak pengelola mampu menyesuaikan tarif harga tiap produk wisata dengan tingkat manfaat dan kualitas yang diperolehseperti harga paket wisata untuk diving penyelaman bawah laut mempunyai harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan sky boat dan jenis wisata pantai, berenang, berjemur, berperahu dan lain sebagainya sehingga secara langsung pengunjung dapat melihat kesesuaian manfaat produk dengan harga yang ditetapkan.
2. Kegiatan promosi pada objek wisata Pulau Hogaperlu dikembangkan dalam hal ini kuantitas penayangan iklan dimedia promosi sehinggadiharapkan pihak pengelola perlu meningkatkan jumlah promosi baik dimedia massa maupun melalui situs internet seperti promosi mengenai profil dan keunggulan/ potensi objek wisata, informasi seputar harga dan kondisi homestay, informasi mengenai jadwal rute transportasi sehingga para wisatawan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai objek wisata Pulau Hoga.
3. Produk yang ditawarkan pada objek wisata Pulau Hoga harus diperhatikan dalam hal ini produk wisata kurang memenuhi keinginan dan kebutuhan wisatawan, dimana Obyek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) yang dipasarkan saat ini masih bertumpu pada potensi alam, oleh karena itu pihak pengelola sebaiknya dalam rangka menarik dan meningkatkan kepuasan dan jumlah pengunjung/ wisatawan hendaknya ODTWA tersebut dikembangkan dan di kemas sedemikian rupa sehingga produk wisata yang dipasarkan atau dijual tidak hanya memiliki keunggulan komparatif, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif.
4. Pada lokasi atau tempat objek wisata Pulau Hoga perlu memperhatikan keamanan kawasan sekitar tempat-tempat wisata, oleh karena itu pihak pengelola dalam rangka meningkatkan kepuasan dan jumlah pengunjung perlu diciptakan atau diupayakan situasi dan kondisi yang kondusif. Upaya tersebut dapat dilaksanakan dengan cara menekan / mengurangi peluang timbulnya gangguan atau meningkatkan kesiagaan petugas keamanan seperti disetiap titik keramayan yang ada dilokasi objek wisata disediakan posko keamanan, dan bagi wisatawan yang dalam perjalanan menikmati objek wisata sebaiknya diikuti oleh pihak petugas keamanan.
6. Pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola objek Wisata dalam hal ini pelayanan yang sopan dan ramah kepada wisatawan harus diperhatikan, oleh sebab itu pihak pengelola dan masyarakat sekitar tidak bisa mengabaikan begitu saja, karena faktor pelayanan dalam skup yang lebih luas (pengembangan industri pariwisata alam) mempunyai peranan yang cukup penting di dalam mempengaruhi tingkat kepuasan pengunjung / wisatawan, oleh karena itu faktor pelayanan tersebut harus tetap menjadi perhatian semua pihak yang terkait, terlebih lagi apabila yang menjadi segmen pasar dalam pengembangan obyek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) Pulau Hoga adalah wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan perkataan lain kualitas pelayanan harus tetap ditingkatkan agar berdampak positif terhadap perubahan jumlah pengunjung atau wisatawan.
7. Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi memperhatikan sumber-sumber bauran pemasaran jasa yang meliputi produk, harga, promosi, tempat, orang dan bukti fisik, sehingga mampu meningkatkan kunggulan bersaing dan akhirnya mampu menarik wisatawan megunjungi objek wisata Pulau Hoga.
8. Perlunya dilakukan komunikasi yang efektif dan aktif terhadap semua stakeholders yang terlibat dalam pengembangan pariwisata bahari di Pulau Hoga. Masyarakat harus lebih dominan dilibatkan dalam kegiatan perencanaan dan pengelolaan agar tidak terjadi kesenjangan sosial, ekonomi dan komunikasi antara pengelolaan pulau tersebut dengan masyarakat yang selama ini terbiasa memanfaatkan keberadaan Pulau Hoga. Dengan melibatkan semua stakeholders, mulai dari masyarakat sekitar, pemerintah, perguruan tinggi dan pengelola kawasan diharapkan nantinya keuntungan yang diperoleh bukan hanya keuntungan secara finansial, juga keuntungan secara sosial dan ekologi.
9. Mengingat Ekowisata merupakan kegiatan perjalanan wisata yang dikemas secara professional, terlatih, dan memuat unsur pendidikan sebagai suatu sector usaha ekonomi yang mempertimbangkan warisan budaya, partisipasi dan kesejahteraan masyarakat local serta upaya-upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah daerah harus menyatukan laangkah dengan melakukan koordinasi intern antar dinas/instansi terkait dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat secara komprehensif. Pemeirntah dan dinas terkait selaku pelaksana kebijakan diharapkan menjadi fasilitator bagi munculnya partisipasi masyarakat lokal . Dalam hal ini pemerintah memfasilitasi masyaraakat setempat untuk kursus bahasa asing, pelatihan manajemen pariwisata, dan pelatihan ilmu-ilmu yang terkait dengan pariwisata.