LAPORAN PRAKTIK KERJA NYATA
PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PELAYANAN INFORMASI PUBLIK OLEH BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT
(HUMAS) SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Disusun oleh:
IRNA KUSUMANINGSIH 125120201111016
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PELAYANAN INFORMASI PUBLIK OLEH BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT
(HUMAS) SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Laporan Praktik Kerja Nyata
Disusun oleh: Irna Kusumaningsih
125120201111016
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
LEMBAR PENGESAHAN
Dinyatakan secara sah bahwa Laporan Praktik Kerja Nyata (LPKN) yang dilakukan oleh mahasiswi:
Nama : Irna Kusumaningsih NIM : 125120201111016 Peminatan : Public Relations
Judul LPKN : PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PELAYANAN INFORMASI PUBLIK OLEH BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)
SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Lokasi PKN : Bagian Humas, Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Sekretariat Negara RI Jl. Veteran 17-18, Jakarta Pusat Tanggal : 1 Juli 2015 – 7 Agustus 2015
Bita Asrining Wulan, S.I.Kom, M.I.Kom.
Pembantu Dekan I
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hidayah-Nya yang selalu mengiringi penulis dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Nyata hingga terselesaikannya penyusunan Laporan Praktik Kerja Nyata berjudul
“PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PELAYANAN INFORMASI PUBLIK OLEH BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA”.
Melalui laporan ini, penulis mendeskripsikan dan menganalisis kegiatan Praktik Kerja Nyata (PKN) yang telah dilaksanakan selama hampir sebulan di Bagian Hubungan Masyarakat (Humas), Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Penulis menyadari bahwa kegiatan PKN dan penyusunan LPKN ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr.Ir.H. Darsono Wisadirana, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.
2. Dr. Bambang Dwi Prasetya, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya.
3. Ibu Nilam Wardasari, M.I.Kom selaku dosen pembimbing magang, yang dengan penuh kesabaran telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan dukungan serta memberikan pengarahan selama proses penyusunan Laporan Praktik Kerja Nyata (PKN).
4. Drs. Masrokhan, MPA selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Negara RI yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan dan mendukung kegiatan Praktik Kerja Nyata (PKN).
6. Staf dan Pegawai di Bagian Humas Sekretariat Negara RI dan Petugas PPID yang telah membimbing dan memberikan banyak pengalaman ketika penulis melaksanakan PKN.
7. Tim Magang Hits: Annisa Sukmawati A.S, Lidya Simanjuntak, Lorenzo Alberto H, dan Khasemy Rafsanjany yang telah menjadi partner magang terbaik dalam suka dan duka.
8. Sahabat terkasihku, Lidya Simanjuntak yang selalu memberikan semangat agar cepat lulus dan membantu menyokong kehidupan penulis selama di perantauan.
9. Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan LPKN ini.
Penulis berupaya menyusun Laporan Praktik Kerja Nyata ini dengan sebaik mungkin agar dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat. Namun, tentunya tiada gading yang tak retak. Laporan PKN ini pun masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat berguna bagi penulis untuk lebih meningkatkan pengetahuan di masa yang akan datang.
Semoga bermanfaat dalam upaya memperkaya khazanah pengetahuan pembaca.
Malang, 23 September 2015
DAFTAR ISI
1.3.1 Manfaat Bagi Mahasiswa ... 6
1.3.2 Manfaat Bagi Jurusan Ilmu Komunikasi... 6
1.3.3 Manfaat Bagi Instansi ... 7
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ... 8
BAB II KERANGKA KONSEP KEGIATAN ... 9
2.1 Hubungan Masyarakat (Humas) ... 9
2.1.1 Fungsi Humas ... 11
2.1.2 Ruang Lingkup Humas ... 12
2.2 Humas Pemerintah ... 16
2.2.1 Karakteristik Humas Pemerintah ... 16
2.2.2 Peran Humas Pemerintah ... 18
2.2.3 Fungsi Humas Pemerintah ... 18
2.2.4 Tugas Humas Pemerintah ... 19
2.3 Electronic Public Relations (e-PR) ... 20
2.3.1 e-PR ... 21
2.3.2 Internet dan Website dalam e-PR ... 22
2.3.3 Fungsi dan Karakteristik Website... 25
2.3.4 Penggunaan Website Sebagai Media Pelayanan Informasi Publik oleh Humas Pemerintah ... 26
2.4 Dasar Pelaksanaan Pelayanan Informasi Publik oleh Bagian Humas Sekretariat Negara RI ... 31
BAB III HASIL KEGIATAN ... 33
3.1 Gambaran Umum Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia ... 33
3.1.1 Struktur Organisasi Sekretariat Negara RI ... 34
3.1.2 Logo Sekretariat Negara RI ... 37
3.1.3 Visi, Misi, dan Strategi Sekretariat Negara RI ... 39
3.1.4 Tugas dan Fungsi Sekretariat Negara RI ... 40
3.2 Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat ... 42
3.2.1 Struktur Organisasi ... 42
3.2.2 Tugas dan Fungsi Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 45
3.3 Deskripsi Kegiatan Praktik Kerja Nyata ... 48
BAB IV PEMBAHASAN HASIL KEGIATAN PRAKTIK KERJA NYATA ... 60
4.1 Pelaksanaan Fungsi Humas Pemerintah di Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 60
4.2 Peran e-PR terhadap Pelaksanaan Fungsi Humas Pemerintah ... 62
4.3 Pengelolaan Website Sebagai Media Pelayanan Informasi Publik oleh Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 64
4.3.1 Desain Tampilan dan Konten Website ... 65
4.3.2 Efektivitas Penggunaan Website Sebagai Media Pelayanan Publik ... 74
4.3.3 Kendala dalam Pengelolaan Website... 77
BAB V PENUTUP ... 80
5.1 Kesimpulan ... 80
5.2 Saran ... 81
5.2.1 Saran Bagi Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 81
5.2.2 Saran Bagi Jurusan Ilmu Komunikasi ... 82
5.2.3 Saran Bagi Rekan Akademisi ... 83
DAFTAR PUSTAKA ... 84
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Menteri Sekretaris Negara RI ... 33
Gambar 3.2 Gedung Kementerian Sekretariat Negara RI ... 34
Gambar 3.3 Struktur Organisasi Sekretariat Negara RI ... 35
Gambar 3.4 Logo Sekretariat Negara RI... 37
Gambar 3.5 Struktur Organisasi Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 42
Gambar 3.6 Struktur Organisasi Utama Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 43
Gambar 3.6a Struktur Organisasi Sub Bagian Perencanaan dan Pengolahan Informasi Humas Sekretariat Negara RI ... 43
Gambar 3.6b Struktur Organisasi Sub Bagian Pelayanan Informasi Humas Sekretariat Negara RI ... 44
Gambar 3.6c Struktur Organisasi Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi Humas Sekretariat Negara RI ... 44
Gambar 3.7 Ruang Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI ... 48
Gambar 3.8 Contoh Press release yang Ditulis oleh Penulis ... 51
Gambar 3.8a Press release yang Ditulis oleh Staf Humas Pengelola Website dan Press release Hasil Editan Penulis ... 53
Gambar 3.9 Kolom Berita Terpopuler ... 57
Gambar 3.10 Proses Pengolahan Konten Website ... 58
Gambar 3.11 Format Penulisan Report ... 59
Gambar 4.1 Press release Permohonan Maaf Dimuat di Website ... 63
Gambar 4.2 Halaman Beranda Website setneg.go.id ... 66
Gambar 4.3 Bagian Bawah Halaman Beranda ... 68
Gambar 4.4 Referensi Informasi ... 72
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Pengantar PKN ... 86
Lampiran 2. Surat Penerimaan Mahasiswa PKN ... 87
Lampiran 3. Hasil Penilaian Lapangan PKN ... 88
Lampiran 4. Surat Keterangan Pelaksanaan PKN di Sekretariat Negara RI ... 90
Lampiran 5. Kartu Bimbingan PKN ... 91
Lampiran 6. Daftar Kegiatan Harian PKN ... 92
Lampiran 7. Press Release yang Ditulis oleh Penulis... 109
Lampiran 8. Press Release yang Penulis Edit ... 112
1 1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, masyarakat kita telah memasuki era masyarakat informasi. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat yang membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi baru (new
information and communication technologies (ICT’s)). Menurut William J.
Martin (1995) (dikutip dalam Riady, 2014) masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat yang kualitas hidup, prospek untuk perubahan sosial, dan pembangunan ekonominya bergantung pada peningkatan dan pemanfaatan informasi.
Di samping itu, globalisasi di segala bidang menjadikan semakin terbukanya saluran informasi dan komunikasi. Anggraini dan Rochayanti (2008) menyatakan seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi itulah menjadikan pola pikir masyarakat pun semakin berkembang dan perilaku masyarakat menjadi lebih kritis bahkan dapat menyebabkan perubahan yang sangat cepat di masyarakat. Masyarakat semakin mudah memperoleh informasi atas segala kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakasanakan oleh pemerintah. Kondisi tersebut menuntut transparansi instansi pemerintah agar dapat mengakomodasikan aspirasi masyarakat, serta mengantisipasi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi terkini seputar kondisi pemerintahan sehingga tujuan mewujudkan masyarakat demokratis dapat tercapai.
Nilai-nilai masyarakat demokratis yang tercermin antara lain ditandai oleh keterbukaan informasi, kebebasan informasi, dan kebebasan pers. Semuanya itu telah menjadi fenomena global. Fenomena global itu membawa konsekuensi pada pengakuan terhadap hak atas informasi sebagai bagian dari hak asasi manusia (Indrajid, 2005). Perangkat perundang-undangan di bidang informasi, komunikasi dan media massa juga semakin menjamin hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, sehingga pemerintah berkewajiban untuk menyampaikan informasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat, sejalan dengan pengembangan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengembangan e-Government yang mengatur penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis Teknlogi Informasi dan Komunikasi dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Selanjutnya, hal tersebut juga semakin diperkuat dengan kehadiran Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik. Tentunya beberapa payung hukum baru yang muncul tersebut mengacu pada dasar hukum Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia tahun 1945 pasal 28 F ayat 2, yang berbunyi, “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.
Berkembangnya teknologi dengan hadirnya internet, tidak dipungkiri telah banyak memberikan kemudahan bagi praktisi Humas dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hal ini dikarenakan ada sebagian masyarakat tertentu, yang menjadikan internet kini tidak hanya sekedar dijadikan sebagai gaya hidup (lifestyle) semata, namun lebih dari itu telah menjadi kebutuhan utama (primary needs) yang harus dipenuhi layaknya kebutuhan pokok lainnya. Fenomena ini tentu bukan tanpa sebab. Dari sisi internetnya sendiri memang menawarkan efisiensi dan efektivitas (relatif murah, cepat, jangkauan global, mempersingkat waktu serta jarak) (Severin & Tankard, 2005, h.458).
Senada dengan pendapat di atas, Matt Haig (2000, h.3) menyatakan bahwa internet akan sangat membantu kegiatan e-PR, antara lain: (1) Komunikasi yang konstan (constant communication), internet tidak pernah tidur, kita bisa melakukan komunikasi selama 24 jam sehari, 7 hari per minggu, 365 hari per tahun, (2) respon instan (instant response), kita bisa memberikan respon secara cepat untuk menangani isu yang tersebar melalui internet, (3) khalayak yang global (global audience), sehingga bisa mendapatkan respon langsung dari khalayak kita (4) komunikasi dua arah, terjadi antara organisasi dan publik yang merupakan tujuan dari komunikasi public relations. (5) efektivitas biaya, dengan menggunakan media online pekerjaan menjadi lebih hemat biaya.
Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat, berupaya memaksimalkan penggunaan
website resmi setneg.go.id sebagai media pelayanan informasi publik.
Pengelolaan informasi ini ditangani oleh Bagian Humas sebagai pusat pelayanan dan pengolahan informasi badan publik pemerintah. Humas memiliki kewajiban untuk memenuhi hak masyarakat akan kebutuhan informasi seperti yang telah diamanahkan dalam Peraturan Menteri Sekretaris Negara (Permensesneg) No. 2 Tahun 2011 yang mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemensetneg.
yang dilakukan oleh Presiden, Wakil Presiden, dan Para Menteri dalam kabinet, khususnya Menteri Sekretaris Negara.
Berbagai fakta tersebut yang kemudian mendorong penulis untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan website resmi Sekretariat Negara yakni setneg.go.id sebagai media pelayanan informasi publik. Terlebih berdasarkan data statistik yang dikelola oleh pihak Humas Setneg, jumlah pengunjung
website tersebut dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. Oleh
karena itu, penulis memilih fokus judul Laporan Praktik Kerja Nyata (PKN) “Pengelolaan Website sebagai Media Pelayanan Informasi Publik oleh Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Negara Republik Indonesia”
1.2 Tujuan
Penyusunan laporan Praktik Kerja Nyata (PKN) ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis “Pengelolaan Website Sebagai Media Pelayanan Informasi Publik Oleh Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Negara Republik Indonesia”
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Bagi Mahasiswa
pemerintah, khususnya di Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI.
1.3.2 Manfaat Bagi Jurusan Ilmu Komunikasi
Jurusan Ilmu Komunikasi mempeoleh gambaran tentang aktivitas kehumasan di Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara serta agar jurusan dapat mempertimbangkan untuk menjalin kerjasama lebih lanjut, sehingga dapat dijadikan referensi selanjutnya bagi jurusan mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan program Praktik Kerja Nyata pada periode selanjutnya. Selain itu, laporan hasil kegiatan PKN ini berguna untuk bahan masukan dan evaluasi program pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi untuk menghasilkan tenaga-tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
1.3.3 Manfaat Bagi Instansi
Laporan Praktik Kerja Nyata ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI, sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan website setneg.go.id yang digunakan untuk media informasi publik.
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
9
Berdasarkan pada latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, penulis melihat ada beberapa konsep dan istilah yang akan dibahas dalam laporan ini. Sehingga sebelum membahasnya lebih jauh, diperlukan pemahaman terkait beberapa hal tersebut.
2.1 Hubungan Masyarakat (Humas)
Menurut Jefkins (dalam Morissan, 2010, h.8) terdapat begitu banyak definisi humas, namun Jefkins memberi batasan bahwa definisi humas meliputi:
sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar antara organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. Humas pada intinya senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan dan melaui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak yakni perubahan positif.
Sedangkan The International Public Relations Association memberikan definisi terhadap humas sebagai berikut:
Berdasarkan pada pemaparan terkait definisi humas oleh IPRA tersebut, maka dapat dirumuskan bahwa definisi humas apabila dititikberatkan pada kegiatannya adalah komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan kerja sama dan pemenuhan kepentingan bersama (Efendy, 2006, h.23).
Terdapat beberapa perbedaan terkait penyebutan humas dan public
relations di Indonesia. Menurut asal kata, istilah public relations apabila
diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia seharusnya menjadi “Hubungan Publik”, namun justru istilah “Hubungan Masyarakat” yang untuk selanjutnya lebih dikenal dengan singkatan “Humas” lebih sering digunakan untuk menerjemahkan kata public relations. Menurut Kriyantono (2012, h.3), penggunaan istilah Hubungan Masyarakat ini tidak tepat. Arti kata “public” dalam public relations berbeda dengan kata “masyarakat” dalam Hubungan Masyarakat. Istilah masyarakat terlalu luas, sedangkan public (publik) hanyalah bagian dari masyarakat yang luas tersebut.
Lebih lanjut, Kriyantono (2012, h.4) menyebutkan bahwa kini istilah Hubungan Masyarakat (Humas) untuk menggambarkan istilah public relations sudah dianggap kewajaran, sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi.
berkomunikasi dan berhubungan dengan baik demi tercapainya tujuan organisasi.
2.1.1 Fungsi Humas
Praktisi humas dianggap berfungsi dengan baik apabila dia mampu melakukan tugas dan kewajibannya sesuai dengan harapan publik (Canfield dalam Efendy, 2006, h.35) sehingga secara garis besar fungsi humas adalah sebagai berikut:
a. Memelihara komunikasi yang baik antara perusahaan dengan publiknya.
Humas dalam hal ini merupakan jembatan penghubung antara perusahaan dan publik. Meskipun merupakan bagian dari perusahaan, humas berada pada bagian terluar sebuah perusahaan. Seluruh informasi dari dalam menuju luar perusahaan maupun sebaliknya, harus disaring dengan baik.
b. Mengabdi pada kepentingan publik dengan baik
c. Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik
Public relations yang kredibel harus memiliki perilaku yang baik
untuk mencitrakan organisasinya. Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah citra korporasi (corporate image). Praktisi
public relations dianggap kredibel apabila dia memiliki
pengetahuan dan wawasan (expertise/knowledge), keterampilan
(skillfull), etika (ethics/manner) dan dapat dipercaya (trustworthy).
2.1.2 Ruang Lingkup Humas
Ruang lingkup humas berdasarkan ciri dan fungsinya seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, pada umumnya diklasifikasikan menurut jenis organisasi yang terdiri atas humas pemerintah dan humas perusahaan.
a. Humas Pemerintah
Humas pemerintah dalam menjalankan fungsinya dibedakan atas humas pemerintah pusat dan humas pemerintah daerah. Kegiatan yang dilaksanakan hampir sama dalam hal pengorganisasian dan mekanisme kerja (Efendy, 2006, h.39). Beberapa hal yang membedakan hanyalah ruang lingkup dan cakupan wilayah kerja serta saat ini pemerintah daerah telah memiliki otoritas dan wewenang terhadap pengelolaan daerahnya berdasarkan Undang-undang no. 32 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah oleh Pemerintah Daerah.
Sedangkan menurut Efendy (2006) ruang lingkup aktivitas kehumasan pemerintah adalah sebagai berikut:
1.) Biro Pers
Merupakan biro yang bertugas membina hubungan baik dengan media. Humas membutuhkan media sebagai sarana menyebarkan informasi dan pembentuk opini publik, begitupun sebaliknya media membutuhkan humas sebagai sumber berita, sehingga hubungan keduanya merupakan simbiosis mutualisme.
2.) Biro Publisitas
untuk menyebarkan informasi kepada publik. Kemampuan ini merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh praktisi humas, sebab tugasnya sebagian besar berhubungan erat dengan wartawan dan pemberitaan.
3.) Biro Perencanaan
Merupakan aktivitas humas untuk mengorganisir sebuah kegiatan dengan tujuan membentuk citra positif bagi pemerintah. Praktisi humas diharapkan bisa melakukan perencanaan dan melaksanakan program atau kegiatan yang menarik sehingga bisa mendapat perhatian publik dan media. Selain itu, pemerintah dituntut untuk dapat menyatukan dan melibatkan komunitas dan masyarakat sekitarnya. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan mereka, sehingga timbul rasa memiliki
(sense of belonging) dalam diri komunitas tersebut.
Pemerintah tidak dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.
b. Humas Perusahaan
bertujuan untuk membangun citra korporat dan promosi (Efendy, 2006, h.42).
Kegiatan humas perusahaan dititikberatkan pada pelayanan publik, penyebaran informasi, dan penanggulangan krisis perusahaan. Hal ini tentunya senada dengan tujuan utama perusahaan untuk membangun citra korporat yang baik secara keseluruhan. Ruang lingkup kegiatannya hampir sama dengan humas pemerintah, namun ada beberapa hal yang lebih ditonjolkan yang membedakan ruang lingkup kegiatan humas pemerintah dengan humas perusahaan adalah sebagai berikut:
1.) Lobbying
Kegiatan lobbying dilakukan dengan melakukan persuasi dan negosiasi dengan berbagai pihak. Secara sederhana, istilah lobbying dapat didefinisikan sebagai bagian khusus dari humas yang berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan, terutama dengan tujuan mempengaruhi penyusunan regulasi (Cutlip, Center, & Broom, 2006).
2.) Social investment
Corporate Social Responsibilty (CSR) merupakan
peduli kepada masyarakat sehingga muncul citra yang positif.
2.2 Humas Pemerintah
Peran humas sangat dibutuhkan dan dianggap penting di instansi pemerintah, hal ini karena bagian humas bertanggung jawab atas ketersediaan informasi sehingga publik dapat dengan mudah mengetahui kegiatan dan kinerja dari lembaga pemerintahan yang menaunginya. Namun, instansi pemerintah memiliki orientasi yang berbeda dengan instansi swasta. Oleh karena itu, humas pemerintah juga memiliki karakteristik yang berbeda pula dengan humas di instansi swasta (non pemerintah).
2.2.1 Karakteristik Humas Pemerintah
bertugas untuk memproduksi tulisan, menyebarluaskan informasi, dan mengatur arus komunikasi dari perusahaan kepada publik dan sebaliknya.
Menurut Ruslan (2012) keberadaan unit kehumasan instansi pemerintah merupakan perwujudan secara fungsional dan operasional fungsi humas dalam melakukan publikasi dan pendistribusian informasi. Melalui unit kerja kehumasan tersebut, pemerintah menyampaikan informasi terkait kebijakan dan tindakan-tindakan tertentu serta aktivitas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kepemerintahannya (Nilasari, 2012, h.74).
2.2.2 Peran Humas Pemerintah
Menurut Kusumastuti (2004, h.25), Humas Pemerintah menjalankan peran ganda, yakni sebagai berikut:
1. Peran keluar
Humas berperan memberikan informasi atau pesan sesuai dengan tujuan dan kebijakan instansi pemerintah kepada masyarakat sebagai sasarannya. Selain itu, humas menjembatani kepentingan publik dengan kepentingan organisasinya agar aspirasi dan opini publik dapat terserap secara optimal dan pemerintah mampu membuat kebijakan yang bisa diterima oleh publiknya.
2. Peran kedalam
Humas wajib menyerap reaksi, aspirasi atau opini khalayak, dan berusaha membuat segala hal jadi serasi, demi tercapainya kepentingan instansi dan tujuan bersama. Peran kedalam lainnya adalah humas harus bisa menjaga kondisi organisasi tetap seimbang dengan menjalankan fungsi boundary spanning (menjaga kestabilan setiap terjadi permasalahan agar tidak sampai menyebar keluar dari organisasi).
2.2.3 Fungsi Humas Pemerintah
1. Mengamankan kebijaksanaan politik pemerintah
2. Memberikan pelayanan dan menyampaikan informasi kepada publik
3. Menjadi komunikator sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam rangka menjaga kepentingan dan komunikasi dua arah antara instansi dengan publik
4. Berperan serta menciptakan iklim yang kondusif dan menjaga stabilitas dan keamanan politik pembangunan nasional
5. Membuat laporan berkala terkait penyelenggaraan aktivitas dan program kehumasan
2.2.4 Tugas Humas Pemerintah
Humas Pemerintahan setidaknya memiliki dua tugas utama, yaitu : pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan dan hasil yang telah dicapai; Kedua, menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan rakyat sehari-hari. Selain itu adalah tugasnya pula menasehati pimpinan departemen dalam hubungannya dengan reaksi atau tanggapan publik terhadap kebijaksanaan yang dijalankan (Effendy, 2002, h.37)
Selain itu, tugas kehumasan pemerintah menurut Darmastuti (2007), yaitu : (1) tugas strategis humas adalah ikut serta dalam
memberikan motivasi, menjalankan komunikasi timbal balik, membuat citra baik. Tugas taktis humas disebut juga mengamankan kebijaksanaan pemerintah supaya dapat menjalankan tugas taktis secara baik, maka tugas strategis perlu dimiliki oleh humas, mengingat humas mempunyai fungsi sebagai juru bicara dan koordinator lalu lintas informasi dengan masyarakat. Humas akan selalu dapat mengetahui latar belakang dari kebijaksanaan dan keputusan yang diambil.
Terkait dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan dengan baik, humas pemerintahan juga mempunyai tujuan yang harus dicapai, yaitu; (1) untuk mempertahankan hubungan baik antar instansi, (2) untuk memberikan keterangan-keterangan agar masyarakat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh instansi pemerintah (Susanto, 2009, h.33).
2.3 Electronic Public Relations (e-PR)
2.3.1 e-PR
Perkembangan public relations baik sebagai ilmu maupun profesi tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, salah satunya dengan kemunculan internet. Pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut terhadap aktivitas public relations dapat berbentuk sebagai alat public relations
(PR Tools) ataupun bentuk baru dari kegiatan public relations, yang
memunculkan istilah cyber PR, net PR, PR on the net, dan e-pr
(electronic PR) sebagai nama lain bentuk kegiatan atau bidang kajian
public relations (Soemirat & Ardianto, 2003, h.187).
e-PR merupakan cara yang dilakukan oleh public relations untuk menjalin hubungan dengan khalayaknya dengan menggunakan media internet. e-PR adalah penerapan dari perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk keperluan aktivitas
public relations. Tujuannya untuk mempercepat penyampaian
informasi dan memberikan respon cepat terhadap permasalahan yang muncul dalam organisasi (Onggo, 2004, h.2).
terutama pada masa krisis komunikasi, mengidentifikasi masalah, manajemen dan komunikasi interaktif. Sedangkan kegunaan lainnya adalah untuk menyebarluaskan informasi dalam bentuk newsletter elektronik, press release (yang dalam hal ini karena dipublikasikan melalui website bisa disebut release atau news release) yang dapat diakses oleh semua orang termasuk media (Soemirat & Ardianto, 2003, h.191; Kriyantono, 2012, h.279).
Kehadiran internet bagi aktivitas kehumasan, terutama dalam e-PR membawa perspektif dan pola baru komunikasi. Perubahan pola komunikasi inilah yang memungkinkan praktisi humas mampu memberikan informasi yang bersifat fleksibel dan aktual serta bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.
2.3.2 Internet dan Website dalam e-PR
Karakteristik dari internet adalah media berbasis teknologi, fleksibel, potensi interaktif, berfungsi secara privat dan publik, memiliki aturan yang rendah dan keterhubungan. Karakteristik-karakteristik ini membuat internet tidak dianggap media massa secara penuh mengingat tidak adanya suatu badan atau organisasi yang memiliki, mengendalikan, dan mengelolanya (Prayudi, 2007, h.101). Produk atau aplikasi dari internet adalah e-mail, situs web, chat room,
blog, webcam, dan webconference. Aplikasi-aplikasi tersebut
masing-masing. Tidak ada batasan atau aturan yang mengikat bagi khalayak untuk menggunakan aplikasi internet. Oleh karena itu, khalayak mendapat kebebasan dan peluang yang besar untuk membangun atau memperbaiki citra dan reputasi perusahaan. Selain itu kebebasan ini membuat arus informasi dan komunikasi bisa berjalan tanpa henti dan tak terbatas ruang serta waktu.
Sedangkan Kriyantono (2012), memberikan penjelasan mengenai karakteristik internet sebagai berikut:
(a) Desentralisasi, diartikan dengan sumber informasi yang tidak hanya berasal dari satu pihak. Namun siapapun dapat menjadi sumber informasi tersebut, (b) Kemampuan tinggi, dikarenakan tidak lagi terhambat oleh pemancar sinyal. Karena menggunakan satelit dan kabel, (c) Timbal balik langsung, karena ada interaksi langsung antara sumber dan penerima, (d) Fleksibilitas pada isi, bentuk, atau penggunaan, dan (e) Menyediakan fasilitas komunikasi impersonal dan personal sama baiknya.
Selain itu, Kriyantono (2012) juga menjelaskan bahwa ada banyak sarana yang diberikan internet sebagai sarana pertukaran informasi. Beberapa sarana tersebut adalah:
a. Email, aplikasi ini memungkinkan pengguna internet bertukar
pesan dengan orang lain dengan mengirimkan, mengelola, membaca, serta membahas pesan secara elektronik dengan cepat dan tepat.
b. World Wide Web (www), atau lebih sering disebut website ini
merupakan yang paling populer, sebab fasilitas ini menawarkan langsung alamat-alamat lain di internet melalui berbagai link yang disediakan. Fasilitas ini cepat sekali berkembang dengan berbagai kecanggihan dan kemudahannya.
c. Multimedia, sebuah sistem komunikasi yang menawarkan
perpaduan teks, grafik, suara, video, dan animasi.
d. Hyperlink, merupakan spot-spot pada halaman web yang dapat
diklik oleh pengguna untuk berpindah ke spot lain. Baik dalam
Berbagai karakteristik dan fitur canggih yang ditawarkan melalui internet tersebut, secara tidak langsung menunjukkan bahwa internet dapat memberikan dampak positif atau keuntungan dalam kegiatan humas. Asumsi tersebut diperkuat dengan pendapat Holtz (2002) mengenai beberapa keuntungan penggunaan internet bagi humas, yakni:
1. Informasi cepat sampai kepada publik
2. Internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
3. Siapapun dapat mengakses internet 4. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu
5. Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
2.3.3 Fungsi dan Karakteristik Website
Website menjadi sebuah bagian yang integral strategi
komunikasi bagi publik yang komprehensif. Sebuah website dapat membantu untuk memperkenalkan sebuah organisasi dan pesan kunci kepada publik dengan menyediakan berbagai macam informasi mulai promosi, pemasaran, dan informasi pendidikan dalam satu pusat lokasi. Koneksi elektronik ini memungkinkan semua orang diseluruh dunia untuk belajar, mengajar, bertukar informasi, dan jual beli produk dan jasa.
Situs web dibagi menjadi dua jenis, yaitu official web (web resmi; biasanya web milik lembaga yang sah dan memiliki otoritas terhadap web yang bersangkutan) dan jenis kedua adalah unofficial web (web tidak resmi; dimiliki dan dikelola secara personal). Adapun jenis web nya, informasi yang ada dalam situs web diperuntukkan bagi khalayak umum (bersifat universal) dan selalu diperbarui (up date) dalam setiap periode.
Informasi dalam suatu situs web secara umum dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Informasi yang bersifat umum (berita online, info pelayanan umum, dan sebagainya)
2. Informasi komersial
Menurut Yuhefizar (2009), website memiliki dua sifat, yaitu:
a) Website dinamis; merupakan sebuah website yang konten atau
isinya selalu berubah-ubah setiap saat. Misalnya website berita.
b) Website statis; merupakan sebuah website yang konten atau isinya
jarang berubah. Misalnya website profil organisasi Sedangkan jenis website berdasarkan tujuannya, yaitu:
a) Personal web; website yang berisi informasi tentang seseorang
b) Corporate web; website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan
c) Portal web; website yang mempunyai banyak layanan, mulai dari
layanan berita, email dan jasa-jasa lainnya
2.3.4 Penggunaan Website Sebagai Media Pelayanan Informasi Publik oleh Humas Pemerintah
Memasuki era masyarakat informasi, dikatakan bahwa teknologi komunikasi dapat digunakan sebagai katalisator pertumbuhan demokrasi dalam suatu negara, termasuk di Indonesia, antara lain lewat wacana publik, pertukaran pendapat, dan kebebasan pers. Dengan demikian teknologi komunikasi dapat memperkuat dan meningkatkan mutu demokrasi (Dahlan dalam Mulyana, 2008, h.172).
“pekerja informasi” tersebut adalah: orang-orang yang aktivitas utamanya membuat, mengolah atau menyampaikan informasi serta membuat teknologi informasi. Profesi pekerja informasi antara laina dalah: guru, ilmuwan, wartawan, pembuat program computer, konsultan, sekretaris dan manajer. Orang-orang tersebut menulis, mengajar, memberikan perintah dan dengan kata lain, berurusan dengan informasi.
Beberapa ciri di atas, secara langsung menunjukkan bahwa era masyarakat informasi memiliki implikasi besar terhadap berbagai aspek, baik dalam cara kita belajar, bekerja, melakukan bisnis, menggunakan waktu luang, bahkan mendapatkan informasi terkait pemerintahan. Tak bisa dipungkiri bahwa kombinasi antara masyarakat informasi dengan Indonesia sebagai negara demokrasi, telah melahirkan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi dalam memantau kinerja pemerintah. Masyarakat ini tidak akan segan menyampaikan saran maupun kritik jika merasa pelayanan yang diberikan pemerintah kurang optimal. Hal ini membuat instansi pemerintahan harus terbuka terhadap masukan maupun kritik yang membangun, dan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan juga menyediakan informasi yang layak untuk publiknya.
informasi untuk mendukung kinerja relasional dengan publik yang beragam secara sosial, ekonomi dan kultural. Melalui bagian humas inilah nantinya institusi pemerintah harus bisa memberikan pemahaman dan pendistribusian tentang informasi publik dalam implementasi kegiatan kehumasannya.
Website dalam hal ini dapat dimanfaatkan sebagai media
publikasi berupa berita-berita terkini seputar berbagai kegiatan dan informasi seputar pemerintahan. Jika sebuah website diberdayakan secara optimal, maka akan menjadi salah satu aspek pertimbangan penting untuk membangun image dan reputasi pemerintah. Oleh karena itu semakin lengkap informasinya, praktis dan canggihnya teknologi maka semakin tinggi pula tingkat kepuasaan masyarakat akan pelayanan publik yang diberikan oleh institusi pemerintah. Kepuasan ini nantinya akan menjadi pertimbangan publik untuk pembentukan image, menjalin kerja sama, dan menaati segala aturan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
pemerintah dengan masyarakat maupun pihak-pihak lain. (Indrajit, 2005, h.32). Oleh sebab itu, instansi pemerintah telah menyiapkan fasilitas online dan diharapkan adanya interaksi baru antara pemerintah dengan masyarakatnya dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selanjutnya, pelayanan informasi yang dilakukan praktisi humas melalui website tentu saja tidak akan efektif bila konten dan penataan tampilan di dalamnya tidak diperhatikan. Sehingga, menurut Prayudi (2007) praktisi humas perlu mempertimbangkan beberapa faktor dalam penyusunan pesan untuk web individu maupun organisasi, yakni:
a. Gaya penulisan
Gaya penulisan untuk web agak berbeda dibanding gaya penulisan
press release atau backgrounder. Sehingga praktisi humas
seharusnya mengetahui trik penulisan di web, misalnya: menempatkan poin utama di paragraf awal, menulis secara singkat, memberikan heading, daftar, dan penekanan topografis untuk memudahkan pembaca.
b. Kuantitas pesan
pesan yang berikan. Sebab kita tidak bisa memaksa pengguna web untuk terus mengikuti link tersebut.
c. Panjang halaman
Salah satu alasan dari penggunaan link adalah untuk membatasi panjang halaman, sebab halaman yang terlalu panjang tidak sesuai untuk tampilan situs web. Hal ini didasarkan atas pemahaman bahwa scrolling bisa jadi sebuah peringatan bagi pengguna untuk tidak melanjutkan penjelajahan informasi di situs web karena pekerjaan tersebut akan melelahkan.
d. Mencetak versus Membaca online
Kebanyakan pengguna web memilih untuk membaca dokumen teks yang panjang dan kompleks secara offline, dengan cara mencetak informasi (print). Jika penyampaian informasi dalam bentuk teks yang panjang, maka pemisahan teks ke dalam referensi dokumen atau link akan menyulitkan pengguna web untuk mencetak informasi tersebut. Sehingga, informasi sebaiknya ditampilkan dalam satu halaman web secara utuh.
e. Link
secara efektif dan difungsikan sebagaimana mestinya, yakni untuk memperkuat konsep ataupun menambah detail.
2.4 Dasar Pelaksanaan Pelayanan Informasi Publik oleh Bagian Humas Sekretariat Negara RI
Dalam upaya pelaksanaan pelayanan informasi publik, bagian Humas Sekretariat Negara RI berpijak pada beberapa aturan perundangan yang mendasari hal tersebut, antara lain:
a. Undang-undang Dasar 1945
1. UUD 1945, Pasal 28 F: Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi.
2. UUD 1945, Pasal 28 F (2): Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia
b. Undang-undang
UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik: Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik
c. Instruksi Presiden
2.5 Fokus Praktik Kerja Nyata
Fokus dalam kegiatan Praktik Kerja Nyata ini adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan public relations, hal ini sesuai dengan bidang peminatan penulis di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang.
Penyusunan Laporan PKN ini didasarkan pada berbagai kegiatan dan kondisi di lapangan yang dilakukan penulis selama menjalani masa PKN. Selama rentang waktu satu bulan dengan 24 hari masa kerja (1 Juli 2015 – 7 Agustus 2015), selama kegiatan PKN ini penulis menemukan banyak hal menarik mengenai peran Humas Sekretariat Negara RI dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan informasi kepada publik terkait segala aktivitas kenegaraan baik Kepresidenan maupun Kementerian (khususnya Kementerian Sekretariat Negara) melalui website. Sehingga, penyusunan Laporan PKN ini akan difokuskan pada kegiatan-kegiatan terkait penggunaan dan pengelolaan
website resmi tersebut.
33
3.1 Gambaran Umum Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2015 tentang Kementerian Sekretariat Negara dijelaskan bahwa:
Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia adalah Kementerian Indonesia yang berkedudukan langsung di bawah dan bersinggungan langsung serta bertanggung jawab kepada Presiden dan mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis urusan pemerintahan di bidang kesekretariatan negara untuk membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Saat ini, Kementerian Sekretariat Negara dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara yang sejak Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja dijabat oleh Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Kementerian Sekretariat Negara beralamatkan di Jalan Veteran No.17-18, Gambir, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 10110.
Gambar 3.2 Gedung Kementerian Sekretariat Negara RI Sumber: setneg.go.id
3.1.1 Struktur Organisasi Sekretariat Negara RI
Gambar 3.3 Struktur Organisasi Sekretariat Negara RI Sumber: setneg.go.id
Sedangkan unit kerja Kementerian Sekretariat Negara RI terdiri atas:
Sekretariat Presiden Sekretariat Wakil Presiden Sekretariat Militer Presiden Sekretariat Kementerian
1. Biro Perencanaan 2. Biro Keuangan
3. Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat 4. Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri
5. Biro Umum
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan
2. Asisten Deputi Dukungan Kebijakan Hubungan Internasional
3. Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan
4. Asisten Deputi Dukungan Data Kebijakan dan Informatika
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia 1. Biro Administrasi Pejabat Negara 2. Biro Kepegawaian
3. Biro Organisasi, Tata Laksana dan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan
1. Asisten Deputi Hubungan Lembaga Negara dan Lembaga Non Struktural
2. Asisten Deputi Hubungan Lembaga Daerah dan Organisasi Politik
3. Asisten Deputi Hubungan Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat
4. Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Deputi Bidang Perundang-Undangan
1. Asisten Deputi Perundang-undangan Bidang Perekonomian
2. Asisten Deputi Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat
3. Asisten Deputi Hukum Staf Ahli
Inspektorat
3.1.2 Logo Sekretariat Negara RI
Gambar 3.4 Logo Kementerian Sekretariat Negara RI Sumber: setneg.go.id
Menurut Peraturan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia nomor 17 tahun 2011 tentang Logo Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Menteri Sekretaris Negara menimbang:
a. bahwa Logo Kementerian Sekretariat Negara merupakan identitas, lambang eksistensi, dan sarana pemersatu pegawai Kementerian Sekretariat Negara;
b. bahwa Logo Kementerian Sekretariat Negara mencerminkan karakteristik tugas dan fungsi serta kedudukan Kementerian Sekretariat Negara;
c. bahwa Logo Kementerian Sekretariat Negara belum ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Sekretaris Negara tentang Logo Kementerian Sekretariat Negara;
Pasal 1
Logo Kementerian Sekretariat Negara berbentuk lingkaran, yang terdiri dari bintang, kapas dan padi, serta pilar berjajar empat.
Pasal 2
Logo Kementerian Sekretariat Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 memiliki warna kuning emas untuk seluruh gambar Logo. Pasal 3
Logo Kementerian Sekretariat Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 mengandung makna sebagai berikut:
a. Bentuk Lingkaran mengandung makna komitmen yang kuat dari semua unsur menuju tercapainya tujuan Kementerian Sekretariat Negara melalui organisasi yang dinamis dan berkesinambungan. b. Bintang memiliki arti lambang sebuah kedudukan/tingkat
tertinggi yang menggambarkan kedudukan Presiden dan Wakil Presiden.
c. Pilar Berjajar Empat merupakan penopang bangunan yang kokoh (saka guru) yang menggambarkan kekokohan Kementerian Sekretariat Negara dalam mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan kekuasaan negara demi tercapainya masyarakat yang adil, makmur, cerdas, dan sejahtera.
d. Kapas dan Padi merupakan lambang kesejahteraan yang menggambarkan Kementerian Sekretariat Negara memberikan pelayanan/dukungan terhadap Presiden dan Wakil Presiden dalam membangun bangsa dan negara untuk menuju kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
e. Warna Kuning Emas melambangkan kebesaran dan keutamaan, dengan makna bahwa dalam menjalankan tugas, Kementerian Sekretariat Negara memberikan pelayanan prima kepada Presiden dan Wakil Presiden sebagai pimpinan/pejabat tertinggi di dalam lembaga pemerintahan.
Pasal 4
3.1.3 Visi, Misi, dan Strategi Sekretariat Negara RI
Berikut merupakan pemaparan visi, misi, dan strategi Sekretariat Negara RI yang diambil dari website setneg.go.id:
Visi
Terwujudnya Kementerian Sekretariat Negara yang profesional, transparan dan akuntabel dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada Presiden dan Wakil Presiden.
Misi
a. Memberikan dukungan pelayanan teknis dan administrasi yang prima kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pengambilan kebijakan penyelenggaraan kekuasaan negara;
b. Memberikan pelayanan kerumah tanggaan dan keprotokolan yang optimal kepada Presiden dan Wakil Presiden;
c. Memberikan dukungan teknis dan administrasi secara efektif kepada Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara;
d. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di bidang pengawasan, administrasi umum, informasi dan hubungan kelembagaan;
Strategi
a. Manfaatkan komitmen pimpinan yang tinggi untuk mendukung reformasi birokrasi;
b. Mengoptimalkan pemberian dukungan manajemen dan dukungan kebijakan kepada Presiden dan Wakil Presiden melalui reformasi birokrasi;
c. Manfaatkan kemauan dan komitmen pimpinan untuk memberikan pelayanan prima;
d. Mengoptimalkan sarana dan prasarana aparatur yang ada untuk memberikan pelayanan prima.
3.1.4 Tugas dan Fungsi Sekretariat Negara RI
Berdasarkan Peraturan Menteri Sekretaris Negara (Permensesneg) RI Nomor 2 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Negara, kedudukan Sekretariat Negara adalah lembaga pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Tugas Sekretariat Negara memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan negara.
1. Pemberian dukungan data, informasi, dan analisis dalam rangka pengambilan kebijakan di bidang politik, hukum, keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat;
2. Pemberian dukungan teknis dan administrasi serta analisis dalam rangka penyiapan izin prakarsa dan penyelesaian Rancangan Undang-Undang, Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, dan Rancangan Peraturan Pemerintah, serta pemberian pertimbangan kepada Sekretaris Kabinet dalam penyusunan Rancangan Peraturan Presiden, penyiapan pendapat hukum, serta penyelesaian rancangan Keputusan Presiden tentang pemberian grasi, amnesti, abolisi, rehabilitasi, ekstradisi, remisi perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana sementara, dan naturalisasi; 3. Pemberian dukungan teknis dan administrasi kerumah
tanggaan, keprotokolan, pers, dan media kepada Presiden dan Wakil Presiden;
4. Penyiapan naskah-naskah bagi Presiden dan Wakil Presiden; 5. Pemberian dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden
dalam menyelenggarakan kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, dalam hal pengangkatan dan pemberhentian perwira TNI dan Polri, penganugerahan gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan, yang wewenang penetapannya berada pada Presiden, serta koordinasi pengamanan Presiden dan Wakil Presiden;
6. Pemberian dukungan teknis dan administrasi serta analisis dalam penyelenggaraan administrasi pejabat Negara dan Pejabat lainnya yang dalam proses penetapannya memerlukan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat atau pejabat yang kedudukannya disetarakan dengan Menteri Negara, yang wewenang penetapannya berada pada Presiden;
7. Pemberian dukungan teknis dan administrasi serta analisis dalam penyelenggaraan hubungan dengan lembaga negara, lembaga daerah, lembaga non struktural, organisasi politik, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, serta penanganan pengaduan masyarakat;
8. Penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan kerja sama teknik antara pemerintah Indonesia dengan pihak luar negeri;
9. Penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara;
10.Pengembangan sistem akuntabilitas kinerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara;
penyediaan prasarana dan sarana serta administrasi umum lainnya di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara;
12.Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara;
13.Dan pelaksanaan fungsi-fungsi lain yang diberikan oleh Presiden dan Wakil Presiden serta oleh peraturan perundang-undangan.
3.2 Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI 3.2.1 Struktur Organisasi
a. Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI
Gambar 3.5 Struktur Organisasi Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI
b. Bagian Hubungan Masyarakat
Gambar 3.6 Struktur Organisasi Utama Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI
Sumber: Olahan Penulis berdasarkan Arsip Humas Sekneg RI
Gambar 3.6a Struktur Organisasi Sub Bagian Perencanaan dan Pengolahan Informasi Humas Sekneg RI
Gambar 3.6b Struktur Organisasi Sub Bagian Pelayanan Informasi Humas Sekneg RI
Sumber: Olahan Penulis berdasarkan Arsip Humas Sekneg RI
Gambar 3.6c Struktur Organisasi Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi Humas Sekneg RI
3.2.2 Tugas dan Fungsi Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI Berdasarkan Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 2 Tahun 2011 Organisasi dan Tata Kerja Kemensetneg, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Negara RI mempunyai tugas melaksanakan pemberitaan, mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk kebijakan pimpinan, melakukan perekaman, penyajian data, dan mengatur keprotokoleran kegiatan pimpinan serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretariat negara sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, berikut penulis uraikan lebih lanjut mengenai tugas dan fungsi bagian Humas berdasarkan sub bagiannya yang terdiri atas:
a. Sub Bagian Perencanaan dan Pengolahan Informasi mempunyai tugas;
1) Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data informasi yang berhubungan dengan bidang pemberitaan.
2) Menyiapkan bahan penyusunan kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis di bidang pemberitaan.
3) Menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang pemberitaan dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
4) Menyiapkan bahan-bahan petunjuk di bidang penerangan dan pemberitaan.
6) Menyiapkan bahan dalam memberikan tanggapan atau penjelasan terhadap surat-surat pembaca media masa atau surat-surat dari masyarakat.
7) Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyelengaraan buletin karyawan sebagai media penerangan intern.
8) Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pembuatan film penerangan, pementasan sandiwara penerangan melalui media elektronik.
9) Menyiapkan bahan penyusunan rencana pembuatan folder, booklet dan brosur serta menyelenggarakan papan pengumuman.
10) Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyelenggaraan keterangan pers atau konverensi pers.
11) Menyiapkan rencana peliputan acara-acara kegiatan pemerintah dengan mengundang pers.
b. Sub Bagian Pelayanan Informasi mempunyai tugas;
1) Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data informasi yang berhubungan dengan bidang pelayanan informasi. 2) Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang pelayanan informasi dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
4) Mengumpulkan, menyaring dan menganalisa informasi dari masyarakat organisasi non pemerintah dan perusahaan.
5) Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit kerja/instansi terkait, lembaga/organisasi kewartawanan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
6) Memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk yang memerlukan informasi.
c. Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi mempunyai tugas;
1) Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data informasi yang berhubungan dengan bidang protokol dan dokumentasi.
2) Menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang protokol dan dokumentasi serta menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
3) Mengatur persiapan rapat, pertemuan/resepsi, upacara dan kendaraan untuk tamu yang memerlukan pelayanan yang bersifat protokoler.
4) Menyiapkan upacara dan mengatur keprotokolannya serta melakukan kerja sama dengan instansi lain di bidang keprotokolan persiapan pelantikan.
6) Menghimpun dan mendokumentasikan naskah pidato.
7) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala bagian Humas dan Protokol sesuai dengan bidang tugasnya.
3.3 Deskripsi Kegiatan Praktik Kerja Nyata
Kegiatan Praktik Kerja Nyata (PKN) dimulai pada hari Rabu, 1 Juli 2015 hingga Jumat, 7 Agustus 2015. Kantor Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat terletak di basement Gedung 1 Kementerian Sekretariat Negara RI. Pembimbing lapangan penulis adalah Bapak John Rahakbauw, selaku Kepala Sub Bagian Pelayanan Informasi Hubungan Masyarakat. Pada hari pertama, penulis dipersilahkan untuk berkenalan dengan staf pegawai bagian hubungan masyarakat dan mendapat briefing singkat seputar aktivitas sehari-hari di bagian tersebut dari Bapak Masrokhan selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI.
Selanjutnya, penulis diberikan penjelasan mengenai posisi Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI. Pada struktur organisasi kerja berdasarkan Permensesneg Nomor 2 tahun 2011 (tertera di pembahasan sebelumnya), Bagian Humas bekedudukan di bawah Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Negara RI yang dibagi menjadi dua bagian, yakni Bagian Tata Usaha dan Bagian Hubungan Masyarakat. Kemudian, lebih lanjut penjelasan akan lebih fokus pada Bagian Humas karena penulis ditempatkan di bagian tersebut.
Di Bagian Humas, terdapat pembagian kerja berdasarkan sub bagiannya. Sub bagian tersebut terdiri atas Sub Bagian Perencanaan dan Pengolahan Informasi, Sub Bagian Pelayanan Informasi, dan Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi. Berikut merupakan beberapa aktivitas penulis di masing-masing sub bagian tersebut (terlampir). Pada pokok pembahasan deskripsi kegiatan ini, penulis akan lebih fokus mendeskripsikan kegiatan yang berkenaan dengan pengelolaan website, sesuai dengan judul laporan PKN. Berikut merupakan rincian kegiatan tersebut: a. Membuat dan Mengedit Press release
Press release merupakan produk utama humas dalam menyampaikan
dengan menulis berita namun press release lebih bersifat mempublikasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan media, sedangkan berita merupakan uraian tulisan yang dibuat untuk keperluan sebuah instansi atau organisasi oleh media.
Selama masa PKN, penulis beberapa kali diberi tugas untuk membantu membuat press release terkait pengumuman penutupan pendaftaran calon pimpinan (capim KPK). Saat itu, karena staf yang biasanya bertugas untuk mengelola website sedang ditugaskan untuk kegiatan liputan di Istana Negara, maka mas Rangga selaku staf sub bagian Perencanaan dan Pengolahan Informasi memberikan tugas pada penulis untuk membuat press release, tentunya dengan arahan dan bimbingan harus seperti apa press release yang akan penulis buat (gambar 3.8 adalah salah satu contoh press release yang dibuat oleh penulis). Penulis juga berkesempatan membuat press release yang berjudul “Hasil Seleksi
Profile Assessment, 18 Peserta Calon Anggota KY Maju ke Tahap Selanjutnya”.
Selain itu, penulis juga beberapa kali diberi kesempatan untuk mengedit
press release untuk keperluan informasi saat liputan atau diunggah ke halaman
website serta mengoreksi ulang press release yang sudah dibuat oleh staf
pengelola website, yang berjudul “48 Peserta Capim KPK Lolos Seleksi Tahap II”, “Presiden Jokowi Lantik Mulyono Jadi KSAD”, dan“Usai Lantik Perwira TNI-Polri, Presiden Jokowi Lanjut Blusukan Bagi Kartu Asistensi Sosial”.
Gambar 3.8 Contoh Press release yang Ditulis oleh Penulis Sumber: Olahan Penulis berdasarkan Arsip Humas Sekneg RI
siaran pers untuk pelaksanaan press conference pengumuman penutupan pendaftaran capim KPK di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara RI. Sebelum diadakan press conference, terlebih dahulu penulis diminta untuk membuat press
release. Karena tujuan utama penulisan press release ini adalah
menginformasikan bahwa pendaftaran capim KPK akan ditutup pada hari tersebut, maka penulis membuat judul singkat “Hari Ini, Pendaftaran Calon
Pimpinan KPK Resmi Ditutup” (ingat prinsip membuat judul press release adalah singkat, jelas, dan tidak menggunakan kata kerja berimbuhan).
Selanjutnya, pada paragraf pertama, penulis meletakkan poin utama dari informasi tersebut setidaknya meliputi unsur penulisan 5W+1H, yaitu (who) Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK)…, (where) …di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, (when)…hari
Jumat (3/7) siang, dan (what) ...menyampaikan perkembangan terkini terkait jumlah pendaftar calon pimpinan KPK.
Gambar 3.8a Press release yang Ditulis oleh Staf Humas Pengelola Website (kiri) dan Press release Hasil Editan Penulis (kanan)
Sumber: Olahan Penulis berdasarkan Arsip Humas Sekneg RI
Pada gambar press release di atas, sebelah kiri merupakan press release yang ditulis oleh staf humas, sedangkan di sebelah kiri merupakan hasil editan penulis. Beberapa hal yang penulis edit pada press release ini adalah Judul. Judul yang dibuat oleh staf humas sudah singkat dan jelas, namun terdapat kata “oleh”
yang kurang tepat digunakan dalam penulisan judul, sehingga penulis mengganti judulnya menggunakan bentuk kalimat aktif tanpa banyak kata berimbuhan, dari
“Mulyono Dilantik Menjadi KSAD oleh Presiden Jokowi” menjadi “Presiden
Poin selanjutnya yang penulis edit adalah kalimat pada paragraf pembuka merupakan inti dari informasi yang disampaikan, sehingga harus memuat informasi setidaknya mengandung unsur 5W+1H, yaitu (who Presiden Joko Widodo), (when Rabu (15/7) siang), (where di Istana Negara), (what melantik Letjen Mulyono menjadi…), dan (how …dilantik berdasarkan Keputusan Presiden…).
Kemudian, penulis menghapus kalimat “Acara yang digelar di Istana
Negara ini terbuka untuk pers dan keluarga besar TNI” karena informasi mengenai lokasi pelaksanaan pelantikan sudah disebutkan pada paragraf pembuka dan keterangan bahwa acara ini terbuka untuk pers dan keluarga besar TNI sudah jelas dihadiri oleh wartawan untuk diliput dan keluarga besar TNI (staf dan keluarga yang terkait) sehingga tidak perlu dicantumkan lagi dalam
press release.
Poin terakhir yang penulis edit adalah pada kalimat “Dalam catatan hidup
selama berkarir di TNI,…” penulis ganti dengan “Selama berkarir di TNI…”
sebagai kalimat yang lebih singkat dan menginformasikan jabatan apa saja yang pernah diduduki oleh Letjen Mulyono selama bertugas sebagai anggota TNI.
b. Mengelola Konten Website
mengirim draft berita melalui e-mail kepada staf yang bertugas mengelola
website yang berada di bawah naungan Bagian Humas Sekretariat Negara RI.
Selanjutnya, staf pengelola website mengedit dan menyusun ulang draft berita yang diterima hingga menjadi draft berita yang siap publikasi. Di sini penulis pernah mendapat tugas untuk membuat dan mengedit draft berita atau press
release yang diterima oleh Humas sebelum diposting (seperti penjelasan poin
sebelumnya). Hal ini penulis manfaatkan sebagai tambahan ilmu dan pengalaman dapat terlibat secara langsung untuk membuat berita atau press
release di humas pemerintah.
Sebelum dipublikasikan pada halaman website, berita tersebut perlu mendapat persetujuan dari pihak kepala sub bagian (kasubag) Perencanaan dan Pengolahan Informasi dan kepala bagian (kabag) Humas. Draft berita bisa dicetak dan diberikan langsung kepada yang berwenang ataupun dikirim melalui e-mail.
Setelah mendapat persetujuan dengan atau tanpa edit ulang, berita diunggah (diinput) ke halaman website, dimasukkan dalam kategori yang ada di halaman website, antara lain berita yang bersifat pengumuman akan dimasukkan dalam kategori Pengumuman, berita seputar aktivitas kenegaraan akan dimasukkan dalam kategori Berita, berita seputar kebijakan pemerintah akan dimasukkan dalam kategori Rubrik Kebijakan dan sebagainya.
Pada saat memposting berita, penulis terlebih dahulu harus memperhatikan
default setting (pengaturan dasar) penulisan konten website, seperti jenis font
(tanpa efek tambahan kecuali ada kata dari bahasa asing diberi efek Italic atau tulisan miring), 12 untuk judul (dengan efek Bold atau tulisan tebal), dan dalam format Justify (rata kanan kiri) serta menggunakan spasi 1,5pt. Setelah melakukan pengaturan dasar, penulis bisa mulai menginput data dengan urutan judul terlebih dahulu, kemudian berpindah pada kolom isi berita. Dalam input data ini, bisa dilakukan dengan mengetik secara manual dari awal sampai akhir paragraph, bisa juga dilakukan dengan cara melakukan copy (menggandakan kalimat dari draft awal, biasanya dalam bentuk file PDF) dan paste (menyalin hasil menggandakan isi berita tersebut).
Setelah berita dipublikasikan, apabila penulis mendapat tugas untuk memposting berita pada halaman website, maka selanjutnya penulis akan membuat laporan (report) pada staf yang memberi tugas yang berisi pernyataan bahwa penulis telah memposting berita yang berjudul apa pada pukul berapa dan dimasukkan dalam kategori mana. Hal ini dilakukan agar penulis apat bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan pengawas lapangan serta staf pengelola website dapat memantau kinerja penulis selama masa PKN dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan.
sesuai seberapa banyak berita tersebut diakses (nomor jumlah dicantumkan di akhir judul).
Gambar 3.9 Kolom Berita Terpopuler Sumber: setneg.go.id
Gambar 3.10 Proses Pengelolaan Konten Website Sumber: Olahan Penulis
Bagan berwarna oranye menunjukkan posisi keterlibatan penulis dalam kegiatan pengelolaan website. Penulis pernah dilibatkan dalam proses editing draft berita/press release sebelum dimuat dalam halaman website (dijelaskan pada poin sebelumnya). Kemudian penulis juga pernah diberi tugas untuk memposting berita berjudul “48 Peserta Capim KPK Lolos Seleksi Tahap II”,
“Inilah 18 Nama Calon Anggota Komisi Yudisial Periode 2015-2020 yang Lolos Seleksi Profile Assessment” dan “Hari Pertama Masuk, Pemerintah Anjurkan
ASN/PNS Antar Anaknya Ke Sekolah”, ke halaman website dan memberi tag berdasarkan kategori informasinya.
Gambar 3.11 Format Penulisan Report Setelah Memposting ke Halaman Website
Sumber: Olahan Penulis berdasarkan Format Report Bagian Humas
Penulisan report sesuai dengan format di atas bertujuan agar siapapun yang diberi tugas untuk memposting informasi ke halaman website setneg.go.id bertanggung jawab terhadap tugasnya. Pengelola website akan dengan mudah melakukan pemantauan siapa yang bertanggung jawab atas sebuah informasi. Biasanya hal ini dilakukan ketika staf yang bertugas mengelola website mendapat tugas liputan keluar atau sedang cuti. Kolom PJ di atas merupakan Penanggung Jawab, yakni siapa orang melakukan posting informasi atas judul yang tertera di kolom sebelumnya.
Hari :
Tanggal : Judul : a.
b.
60
Kegiatan observasi yang dilakukan penulis selama kegiatan PKN beberapa di antaranya, yakni terkait penerapan fungsi humas pemerintah di Bagian Humas Sekretariat Negara RI dan penggunaan website setneg.go.id sebagai media pelayanan informasi publik pemerintah. Hasil observasi tersebut selanjutnya akan dibahas dan dianalisis pada bab ini menggunakan beberapa konsep yang telah penulis sampaikan pada bab sebelumnya. Pembahasan ini akan dibagi dalam beberapa sub pokok bahasan, dimulai dengan analisis pelaksanaan fungsi humas pemerintah yang bertujuan untuk mengetahui garis besar pelaksanaan fungsi kehumasan di Bagian Humas Sekretariat Negara RI. Selanjutnya, pembahasan akan difokuskan pada salah satu pelaksanaan fungsi humas pemerintah yakni publikasi di halaman website.
4.1 Pelaksanaan Fungsi Humas Pemerintah oleh Bagian Humas Sekretariat Negara RI
Hal yang cukup penting dalam pelaksanaan fungsi tersebut adalah terciptanya saluran informasi publik yang lancar, sehingga kebijakan dari pemerintah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, begitupun sebaliknya, masukan dan keluhan dari masyarakat bisa disampaikan kepada pemerintah. Di sinilah, peran dari Bagian Humas sangat diperlukan sebagai komunikator sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam rangka menjaga kepentingan dan komunikasi dua arah antara instansi dengan publik.
4.2 Peran e-PR terhadap Pelaksanaan Fungsi Humas Pemerintah
Sejak kemunculannya, e-PR menjadi sebuah perspektif baru bagi Humas dalam melaksanakan fungsi kehumasannya. Holtz (2012, dalam Soemirat & Ardianto, 2003, h.191) menyatakan banyak dari praktisi public
relations berbicara atas nama perusahaan telah mempertimbangkan
penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi public relations, tidak terkecuali bagi Humas di instansi pemerintah.