• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Tata Negara Pertemuan 13

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hukum Tata Negara Pertemuan 13"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM TATA NEGARA

(2)

Keuangan Negara

Pokok Bahasan:

 Pengertian Keuangan Negara

 Dasar Hukum Keuangan Negara

 Anggaran Negara dan Anggaran Daerah

 Perbendaharaan Negara

 Pemeriksaan dan Tanggung Jawab

(3)

Pengertian Keuangan Negara

 Keuangan negara umumnya dipahami

masuk bidang HAN dan hukum ekonomi.

 Keuangan negara sebetulnya juga masuk

dalam pembahasan HTN, meskipun sedikit pakar HTN membahasnya.

 Kaitan keuangan negara dengan HTN

(4)

Lanjutan…

 Ruang lingkup studi keuangan negara

meliputi :

1. Pengeluaran negara 2. Penerimaan negara 3. Administrasi negara

(5)

Lanjutan…

 UUD 1945 memuat ketentuan tentang

keuangan negara.

 Berbagai aspek keuangan negara dan

tanggung jawab pengelolaannya berhubungan erat dengan soal kewenangan kelembagaan negara yang ditentukan dalam UUD 1945.

 Lembaga-lembaga negara yang terkait dengan

keuangan negara antara lain: BPK, BI,

(6)

Lanjutan…

 Di kalangan pakar HTN ada perbedaan

pemahaman tentang pengertian keuangan negara.

 Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, Prof Dr.

Harun Al Rasid  keuangan negara = anggaran negara (APBN saja).

 Prof. Hamied S. Attamimi, Prof. Padmo

(7)

Lanjutan…

 Menurut Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie (2007:

819-820), pengertian keuangan negara dapat dibedakan dalam 5 pengertian, yaitu :

Pengertian Pertama

Semua hak dan kewajiban yang menyangkut kekayaan milik negara atau dikuasai oleh negara baik yang berupa uang, barang, atau berupa apa saja yang bernilai

ekonomis atau dapat dinilai dengan uang, baik yang

(8)

Lanjutan…

Pengertian Kedua

(9)

Lanjutan…

Pengertian Ketiga

Hak dan kewajiban yang menyangkut keuangan atau dana milik negara yang pengelolaannya

(10)

Lanjutan…

Pengertian Keempat

Anggaran pendapatan dan belanja negara, baik tingkat pusat (APBN) ataupun tingkat provinsi dan kabupaten/kota (APBD)

Pengertian Kelima

(11)

Lanjutan…

 Sebelum Perubahan UUD 1945 

keuangan negara dalam Pengertian Kelima  bersifat sempit.

 Setelah Perubahan UUD 1945 

(12)

Lanjutan…

 Pasal 1 butir 1 UU No. 17 Tahun 2003

tentang Keuangan Negara menentukan pengertian keuangan negara :

Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu, baik berupa uang

(13)

Lanjutan…

 Harus dibedakan antara pengertian

keuangan negara dan kekayaan negara.

 Keuangan negara merupakan kekayaan

negara dalam arti sempit  keuangan

negara hanyalah merupakan sebagian dari pengertian kekayaan negara.

 Kekayaan negara mengandung pengertian

(14)

Dasar Hukum Keuangan

Negara

 Sebelum Perubahan UUD 1945, ketentuan

keuangan negara diatur hanya dalam satu pasal, yaitu Pasal 23 yang terdiri dari 5 ayat.

 Setelah Perubahan UUD 1945, ketentuan

keuangan negara menjadi dua bab yaitu Bab VIII berjudul Hal Keuangan (Psl 23,

(15)

Lanjutan…

 Perubahan UUD 1945 telah menata

ulang sistem pemerintahan negara RI

 Sangat mempengaruhi kewenangan

rezim hukum keuangan negara sebagai akibat perubahan format kelembagaan dan hubungan kewenangan dalam

(16)

Lanjutan…

 Bab VIII UUD 1945 mengatur tentang :

APBN

Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksaMata uang

Bank sentral

Delegasi pengaturan keuangan negara lebih lanjut

dengan UU.

 Bab VIIIA UUD 1945 sepenuhnya mengatur tentang BPK.

 Soal uang dan keuangan negara belum diatur secara jelas dan rinci dalam UUD 1945 

(17)

Lanjutan…

 Pasal-pasal tentang keuangan negara

dalam UUD 1945 memerintahkan pembentukan 4 UU organik, yaitu :

1. UU tentang Pajak

2. UU tentang Keuangan Negara 3. UU tentang Bank Sentral

(18)

Lanjutan…

Saat ini telah ada beberapa UU mengenai keuangan negara, terutama dibentuk

setelah Perubahan UUD 1945, yaitu :

1. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

3. UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab

Keuangan Negara.

4. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 5. Berbagai UU tentang Perpajakan.

6. UU No. 19 Tahun 2000 tentang Perubahan atas UU No. 19 Tahun 1997 tentang

Penagihan Pajak dan Surat Paksa.

7. UU No. 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas UU No. 21 Tahun 1997 tentang

Bea Perolehan Hak Tas Tanah dan Bangunan.

8. UU No. 34 Tahun 2002 tentang Perubahan atas UU No. 18 Tahun 1997 tentang

Pajak dan Retribusi Daerah.

9. UU No. 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.

10. UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU No. 3 Tahun 2004

(19)

Anggaran Negara & Anggaran Daerah

 Secara umum, anggaran adalah suatu

perhitungan keuangan yang menggambarkan aktifitas suatu organisasi berdasarkan

perhitungan perbelanjaan yang didukung oleh perhitungan pendapatan yang telah

direncanakan sebelumnya.

 Secara teknis (sempit), anggaran adalah suatu

dokumen yang terdiri dari atas kata-kata (barang yang hendak dibeli serta tujuan

(20)

Lanjutan…

 Secara sederhana, anggaran adalah

rencana kegiatan secara kuantitatif (dengan angka-angka di antaranya

diwujudkan dalam jumlah mata uang), yang akan dijalankan untuk masa

(21)

Lanjutan…

 Anggaran punya 3 fungsi, yaitu :

1. Fungsi hukum

 Anggaran negara diwujudkan dalam bentuk UU

APBN.

2. Fungsi Materiil

 Anggaran negara sebagai suatu rencana yang

diwujudkan dalam nilai mata uang.

3. Fungsi Kebijaksanaan

 Anggaran negara menggambarkan

kebijaksanaan yang akan dijalankan oleh

(22)

Lanjutan…

 Pada prinsipnya, keuangan negara berasal

dari rakyat, dan pengeluarannya harus menyangkut kepentingan seluruh rakyat.

 Setiap pajak dan pungutan lain yang

bersifat memaksa serta setiap pengeluaran keuangan negara harus diatur dengan UU, tidak boleh ditetapkan sendiri oleh

(23)

Lanjutan…

 APBN memiliki 2 aspek, yaitu perhitungan

pendapatan negara dan perhitungan belanja negara.

 Perhitungan itu ditulis dalam dokumen

anggaran yang disertai lampiran berisi rincian perhitungannya.

(24)

Lanjutan…

 Sebagai negara kesatuan, keuangan daerah merupakan keuangan negara.

 Sebagai negara kesatuan, pengertian uang dan keuangan negara bersifat tunggal dan terintegrasi.  Di setiap daerah, pendapatan dan pengeluaran

daerah juga harus melalui mekanisme APBD.  Dalam APBD dapat diketahui berbagai sumber

dana: Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dana perimbangan keuangan

(25)

Perbendaharaan Negara

 UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara menyebutkan bahwa perbendaharaan negara adalah :

(26)

Lanjutan…

 UU Perbendaharaan Negara merupakan landasan hukum

mengenai administrasi keuangan negara yang mengatur tentang :

Kewenangan pejabat perbendaharaan negara.

 Pelaksanaan pendapatan dan belanja negara/daerah.  Pengelolaan uang negara/daerah.

Pengelolaan piutang dan utang negara/daerah.

Pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah.

Soal penatausahaan dan pertanggungjawaban APBN/APBD.  Pengendalian intern pemerintah.

Penyelesaian kerugian negara/daerah.

(27)

Lanjutan…

 UU Perbendaharaan Negara menganut asas

berikut :

1. Asas kesatuan

Semua pendapatan & belanja negara dan

daerah disajikan dalam satu dokumen anggaran.

2. Asas universalitas

Setiap transaksi keuangan ditampilkan secara

(28)

Lanjutan…

3. Asas tahunan

Masa berlaku anggaran untuk periode

atau kurun tahun tertentu.

4. Asas spesialitas

Mengharuskan kredit anggaran yang

(29)

Lanjutan…

 Menteri Keuangan selaku Bendahara

Umum Negara adalah pengelola

keuangan dalam arti seutuhnya, yaitu berfungsi sebagai kasir, pengawas

(30)

Pemeriksaan & Tanggung Jawab Keuangan Negara

 Lembaga negara yang dibentuk khusus

melakukan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara dan pemeriksaan atas tanggungjawab mengenai keuangan

negara yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 BPK adalah lembaga negara yang bebas

(31)

Lanjutan…

 Setelah Perubahan UUD 1945, kewenangan BPK

mengalami perluasan dan objek pemeriksaan pertanggungjawaban keuangan negara juga mengalami perluasan.

 BPK melakukan pemeriksaan atas keuangan

negara mencakup seluruh unsur keuangan

negara (Pasal 2 UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara).

 Lingkup kewenangan pemeriksaan keuangan

(32)

Lanjutan…

 BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan

tanggungjawab keuangan negara yang dilakukan oleh:

Pemerintah PusatPemerintah Daerah

Lembaga Negara lainnyaBank Indonesia

Badan Usaha Milik NegaraBadan Layanan Umum

Badan Usaha Milik Daerah

Lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan

(33)

Lanjutan…

 BPK memiliki 3 jenis kewenangan

pemeriksaan, yaitu :

1. Pemeriksaan keuangan  laporan

keuangan pemerintah pusat dan daerah.

2. Pemeriksaan kinerja  aspek ekonomi,

efisiensi, dan efektivitas.

3. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu 

(34)

Lanjutan…

 Pada Era Reformasi, BPK memiliki

kewenangan yang bersifat campuran mencakup bidang :

Pengaturan (legislatif) membuat

Peraturan BPK

Pelaksanaan (eksekutif) pemeriksaan

keuangan negara.

Penjatuhan sanksi (yudikatif) sanksi atas

(35)

Lanjutan…

 BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas

pengelolaan & tanggungjawab keuangan negara kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya.

 Untuk kerperluan tindak lanjut hasil pemeriksaan, BPK menyerahkan hasil pemeriksaan kepada

Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya.

 Jika dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana, BPK melaporkan kepada instansi penyidik

(36)

Lanjutan…

 BPK punya 9 orang anggota.

 Masa jabatan anggota BPK yaitu 5

tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode jabatan berikutnya.

 Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh

anggota BPK.

 BPK berkedudukan di ibu kota negara,

(37)

Sumber Pustaka

 Edi Soepangat dan Haposan Lumban Gaol,

Pengantar Ilmu Keuangan Negara (Gramedia: Jakarta, 1991).

 Jimly Asshiddiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata

Negara Indonesia Pasca Reformasi (PT. Bhuana Ilmu Populer: Jakarta, 2007).

 M. Ichwan, Administrasi Keuangan Negara, Suatu

Pengantar Pengelolaan APBN (Liberty: Yogyakarta, 1989).

 W. Riawan Tjandra, Hukum Keuangan Negara

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bertujuan untuk mengungkapkan motede pembelajaran dan strategi penguatan karakter anak didik melalui pendidikan Islam.

Data Keuangan Pajak sesuai dokumen penawaran yaitu : NPWP, SPT Tahun 2014 yang berlaku; Sehubungan telah dilaksanakannya evaluasi administrasi, teknis, harga dan kualifikasi

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik

[r]

Mina Jaya Niaga 11 as Tuna Long Liner Fishing Vessel” is submitted to fulfill one of the requirements in accomplishing the bachelor degree program at

Windows Firewall with Advanced Security offers many more options for administrators, including configuring their own inbound, outbound, and connection security rules,

Because, as mentioned above, the typologi- cal representativity of the Jespersen Cycle has yet to be irmly established, such languages raise the issue of whether the evolution

Hal ini dikarenakan banyak sampel yang memiliki tingkat leverage rendah tetapi mereka tidak melakukan praktik IFR dan adanya perusahaan dengan tingkat leverage